Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?  (Read 16286 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #30 on: 20 October 2010, 04:40:44 PM »
saya pikir keengganan untuk menerima arahat bisa bunuh diri itu berasal dari kepercayaan bahwa sila arahat itu sempurna (sumber? visudhi magga?).

ps: syarat terjadinya pembunuhan alias melanggar sila 1 (sumber? visudhi magga?):
1.      Pano                         : adanya makhluk
2.      Panasannittam            : tahu bahwa makhluk itu hidup.
3.      Vadhakacittam          : adanya kehendak untuk membunuh.
4.      Tena maranam           : makhluk itu mati melaui usaha pembunuhan.
imo, bunuh diri memenuhi semua syarat itu...
« Last Edit: 20 October 2010, 04:47:20 PM by morpheus »
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #31 on: 20 October 2010, 05:09:44 PM »
saya pikir keengganan untuk menerima arahat bisa bunuh diri itu berasal dari kepercayaan bahwa sila arahat itu sempurna (sumber? visudhi magga?).

ps: syarat terjadinya pembunuhan alias melanggar sila 1 (sumber? visudhi magga?):
1.      Pano                         : adanya makhluk
2.      Panasannittam            : tahu bahwa makhluk itu hidup.
3.      Vadhakacittam          : adanya kehendak untuk membunuh.
4.      Tena maranam           : makhluk itu mati melaui usaha pembunuhan.
imo, bunuh diri memenuhi semua syarat itu...
saya pikir keengganan untuk menerima arahat bisa bunuh diri itu berasal dari kepercayaan bahwa sila arahat itu sempurna (sumber? visudhi magga?).

ps: syarat terjadinya pembunuhan alias melanggar sila 1 (sumber? visudhi magga?):
1.      Pano                         : adanya makhluk
2.      Panasannittam            : tahu bahwa makhluk itu hidup.
3.      Vadhakacittam          : adanya kehendak untuk membunuh.
4.      Tena maranam           : makhluk itu mati melaui usaha pembunuhan.
imo, bunuh diri memenuhi semua syarat itu...

imo, arahat bukan satta (mahkluk), definisi mahkluk dalam buddhisme sutta sangat berbedaaa dg definisi ilmu pengetahuan science dan abhidhamma yg mana, mahkluk = mind + matter. sementara menurut sutta, biar penasaran, baca sendiri di sini.

ini bukan artinya saya menegaskan arahat sempurna silanya yah... cuma sekilas info
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #32 on: 21 October 2010, 09:01:05 AM »
imo, arahat bukan satta (mahkluk), definisi mahkluk dalam buddhisme sutta sangat berbedaaa dg definisi ilmu pengetahuan science dan abhidhamma yg mana, mahkluk = mind + matter. sementara menurut sutta, biar penasaran, baca sendiri di sini.
mungkin anda benar... cmiiw, pano di sana artinya kan "nafas" atau "prana"? arahat kan masih bernafas...

dari kontradiksi itu, kemungkinan2nya adalah:
* sotapanna dst itu sempurna silanya hanyalah myth
* definisi visudhi magga salah
* suttanya yg salah
* kagak ada yg salah, hanya perlu penafsiran tertentu
* semuanya salah, gak ada yg tau pasti
* ?
« Last Edit: 21 October 2010, 09:05:55 AM by morpheus »
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #33 on: 21 October 2010, 09:13:42 AM »
imo, arahat bukan satta (mahkluk), definisi mahkluk dalam buddhisme sutta sangat berbedaaa dg definisi ilmu pengetahuan science dan abhidhamma yg mana, mahkluk = mind + matter. sementara menurut sutta, biar penasaran, baca sendiri di sini.
mungkin anda benar... cmiiw, pano di sana artinya kan "nafas" atau "prana"? arahat kan masih bernafas...

maaf oot lagi

kalau demikian kita harus memikirkan lagi landasan syarat pertama pelanggaran sila.
syarat adanya mahkluk => jika berdasarkan definisi mahkluk, maka membunuh arahat tidak melanggar sila.
sedangkan jika adanya nafas => maka membunuh mahkluk yg ber-respirasi dg mekanisme selain bernafas(saya pikir bernafas = respirasi dg organ paru2) pun tidak melanggar... hmmm
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline luis

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 118
  • Reputasi: 22
  • Gender: Male
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #34 on: 21 October 2010, 09:35:17 AM »
Sebagai tambahan aja dari catatan Bhikkhu Nanamoli dalam buku "The Life of the Buddha":

"Ada beberapa kejadian dalam Pitaka di mana bhikkhus membunuh dirinya sendiri. Tindakan ini disebut "tanpa cela" oleh Sang Buddha hanya bila memenuhi syarat berikut: Bhikkhu tersebut merupakan seorang Arahat, tanpa nafsu, kebencian, atau kebodohan, atau akan menjadi Arahat sebelum meninggal dunia, dan tindakan bunuh diri itu dilakukan hanya untuk mengakhiri sakit yang tidak dapat disembuhkan. Di luar itu, mengambil nyawa seseorang, ataupun merekomendasikan kematian, melanggar Parajika yang berdampak dikeluarkan dari Sangha secara permanen" (p. 199 - diterjemahkan dan di-tambah-kan emphasis oleh saya sendiri).

Dari sini kelihatan kalau kasus ini benar2 kasus khusus yang berlaku pada kondisi yang sangat spesifik, dan tidak dibenarkan dalam konteks lain yang lebih luas. Misalnya untuk Arahat yang tidak dalam keadaan sakit yang tidak dapat disembuhkan, tindakan bunuh diri ini tidak dibenarkan. Dalam SN 54.9, diceritakan sewaktu banyak bhikkhu membunuh diri setelah melakukan kontemplasi akan tubuh fisik dan timbul rasa "jijik" terhadap tubuh fisiknya, Sang Buddha kemudian melarang tindakan itu, dan sebagai gantinya menganjurkan para bhikkhu untuk mengantisipasinya dengan anapanasati.

Mettacittena,
Luis
Do not blame nor criticise anyone, as there is no one to blame in the first place.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #35 on: 21 October 2010, 11:41:45 AM »
Dari sini kelihatan kalau kasus ini benar2 kasus khusus yang berlaku pada kondisi yang sangat spesifik, dan tidak dibenarkan dalam konteks lain yang lebih luas. Misalnya untuk Arahat yang tidak dalam keadaan sakit yang tidak dapat disembuhkan, tindakan bunuh diri ini tidak dibenarkan. Dalam SN 54.9, diceritakan sewaktu banyak bhikkhu membunuh diri setelah melakukan kontemplasi akan tubuh fisik dan timbul rasa "jijik" terhadap tubuh fisiknya, Sang Buddha kemudian melarang tindakan itu, dan sebagai gantinya menganjurkan para bhikkhu untuk mengantisipasinya dengan anapanasati.

errr... di bagian mana Buddha melarang? saya lihat tujuannya bukan melarang, tapi atas permintaan Ananda
Quote
It would be good, lord, if the Blessed One would explain another method so that this community of monks might be established in gnosis.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline luis

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 118
  • Reputasi: 22
  • Gender: Male
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #36 on: 21 October 2010, 12:36:48 PM »
 [at]  Tesla,

Yup benar, "melarang" (secara tidak langsung) merupakan interpretasi saya dari membaca sutta ini. Setelah saya baca lagi, kelihatannya interpretasi saya kurang tepat. Setelah melaporkan kepada Sang Buddha, Ananda meminta beliau menjelaskan metode "alternatif" untuk mengantisipasi terjadinya hal ini. Dalam sutta ini, Sang Buddha tidak memberikan judgment kepada tindakan para bhikkhu itu, beliau hanya meng-ekspresikan rasa heran ketika kembali dari retreatnya melihat jumlah bhikkhu yang banyak berkurang.

Terima kasih atas koreksinya _/\_

Mettacittena,
Luis
Do not blame nor criticise anyone, as there is no one to blame in the first place.

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #37 on: 21 October 2010, 11:24:54 PM »
Saya gak meyakinkan 100% "dongeng" tersebut, karena kisah ini juga saya dengar dari orang lain. Tapi buat saya, saya gak bilang kalau peluang seseorang yang bunuh diri untuk terlahir jadi manusia adalah "nol". Kisah ini saya jadikan input saja, seperti halnya membaca hasil scientific study yang lain.

Terima kasih atas kutipan sutta nya, interpretasi saya untuk bait berikut:

Quote
“Demikian pula, para bhikkhu, hanya sedikit makhluk-makhluk yang terlahir kembali menjadi manusia. Tetapi banyak sekali yang terlahir kembali di tempat lain selain alam manusia ... di neraka ... alam binatang ... alam setan.  Karena alasan apakah? Karena, para bhikkhu, mereka belum melihat Empat Kebenaran Mulia. Apakah empat ini? Kebenaran Mulia penderitaan, kebenaran mulia asal-mula penderitaan, kebenaran mulia lenyapnya penderitaan, kebenaran mulia jalan menuju lenyapnya penderitaan.

Adalah ... selama seseorang belum "melihat Empat Kebenaran Mulia" dalam arti menembus tingkat kesucian sotapanna, masih terdapat kemungkinan untuk terlahir di alam2 rendah. Bahkan untuk para praktisi yang berlatih pun, kemungkinan terlahir di alam rendah itu masih ada (walaupun kadar probabilitas nya berbeda2).

Karena yang praktisi (yang tahu Empat Kebenaran Mulia tapi belum merealisasikan sotapanna) pun belum dijamin bebas dari kemungkinan ini, apalagi yang tidak tahu :) oleh karena itu, seperti Sang Buddha ucapkan di sutta itu, jumlah manusia tidaklah seberapa dibandingkan makhluk2 yang terlahir di alam rendah.

Tetapi menurut saya, sutta di atas tidak menyebutkan, kalau seseorang terlahir di alam manusia, pastilah orang tersebut telah melihat Empat Kebenaran Mulia. Contohnya, mungkin ada orang yang sebelumnya non-Buddhis, dan sekarang terlahir kembali sebagai manusia dan non-Buddhis, dan cenderung memilih agama yang pernah dianutnya dulu. Waktu dulu dia belajar agama itu, belum tentu dia mengetahui (atau bahkan meyakini Empat Kebenaran Mulia).

Tapi saya setuju dengan Bro Indra, andaikata kisah di atas benar, itu merupakan kasus2 dari peluang2 kecil tersebut. Secara umum, saat seseorang (yang bukan Arahat) bunuh diri, kondisi batinnya "tidak jelas" dan sangat sangat mungkin terlahir di alam rendah.

Mettacittena,
Luis

bro Luis yg baik,
saya secara pribadi setuju sekali dg pandangan anda, hanya sy terbentur dg ketentuan dari sang Buddha sendiri bhw min Sotapanna tdk akan terjatuh kealam rendah, sedang saya secara pribadi selama dia belum ARAHAT maka dia bisa saja terjatuh ke alam rendah, contohnya : kisah Mora (Mora paritta) bukankah beliau sendiri menjadi burung Merak (notabene dunia binatang wlu memiliki keistimewaan bisa bicara dan berumur 1000thn lebih pd saat ditangkap), pdhal ini kelahiran stlh beliau menjadi Dewa Sakka dan Cakkavatti yg beliau buktikan dg menyuruh Raja menggali danau utk menemukan kereta emas beliau sewaktu menjadi Cakkavatti. ini aja bukan akibat bunuh diri apalagi klo bunuh diri, tapi saya masih PERLU belajar banyak jadi inipun hanya pikiran saya yg masih belum memiliki pengetahuan apa2, masih jauh dari yg udah senior2 disini.

mettacittena,
« Last Edit: 21 October 2010, 11:27:10 PM by pannadevi »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #38 on: 21 October 2010, 11:32:30 PM »
Saya gak meyakinkan 100% "dongeng" tersebut, karena kisah ini juga saya dengar dari orang lain. Tapi buat saya, saya gak bilang kalau peluang seseorang yang bunuh diri untuk terlahir jadi manusia adalah "nol". Kisah ini saya jadikan input saja, seperti halnya membaca hasil scientific study yang lain.

Terima kasih atas kutipan sutta nya, interpretasi saya untuk bait berikut:

Quote
“Demikian pula, para bhikkhu, hanya sedikit makhluk-makhluk yang terlahir kembali menjadi manusia. Tetapi banyak sekali yang terlahir kembali di tempat lain selain alam manusia ... di neraka ... alam binatang ... alam setan.  Karena alasan apakah? Karena, para bhikkhu, mereka belum melihat Empat Kebenaran Mulia. Apakah empat ini? Kebenaran Mulia penderitaan, kebenaran mulia asal-mula penderitaan, kebenaran mulia lenyapnya penderitaan, kebenaran mulia jalan menuju lenyapnya penderitaan.

Adalah ... selama seseorang belum "melihat Empat Kebenaran Mulia" dalam arti menembus tingkat kesucian sotapanna, masih terdapat kemungkinan untuk terlahir di alam2 rendah. Bahkan untuk para praktisi yang berlatih pun, kemungkinan terlahir di alam rendah itu masih ada (walaupun kadar probabilitas nya berbeda2).

Karena yang praktisi (yang tahu Empat Kebenaran Mulia tapi belum merealisasikan sotapanna) pun belum dijamin bebas dari kemungkinan ini, apalagi yang tidak tahu :) oleh karena itu, seperti Sang Buddha ucapkan di sutta itu, jumlah manusia tidaklah seberapa dibandingkan makhluk2 yang terlahir di alam rendah.

Tetapi menurut saya, sutta di atas tidak menyebutkan, kalau seseorang terlahir di alam manusia, pastilah orang tersebut telah melihat Empat Kebenaran Mulia. Contohnya, mungkin ada orang yang sebelumnya non-Buddhis, dan sekarang terlahir kembali sebagai manusia dan non-Buddhis, dan cenderung memilih agama yang pernah dianutnya dulu. Waktu dulu dia belajar agama itu, belum tentu dia mengetahui (atau bahkan meyakini Empat Kebenaran Mulia).

Tapi saya setuju dengan Bro Indra, andaikata kisah di atas benar, itu merupakan kasus2 dari peluang2 kecil tersebut. Secara umum, saat seseorang (yang bukan Arahat) bunuh diri, kondisi batinnya "tidak jelas" dan sangat sangat mungkin terlahir di alam rendah.

Mettacittena,
Luis

bro Luis yg baik,
saya secara pribadi setuju sekali dg pandangan anda, hanya sy terbentur dg ketentuan dari sang Buddha sendiri bhw min Sotapanna tdk akan terjatuh kealam rendah, sedang saya secara pribadi selama dia belum ARAHAT maka dia bisa saja terjatuh ke alam rendah, contohnya : kisah Mora (Mora paritta) bukankah beliau sendiri menjadi burung Merak (notabene dunia binatang wlu memiliki keistimewaan bisa bicara dan berumur 1000thn lebih pd saat ditangkap), pdhal ini kelahiran stlh beliau menjadi Dewa Sakka dan Cakkavatti yg beliau buktikan dg menyuruh Raja menggali danau utk menemukan kereta emas beliau sewaktu menjadi Cakkavatti. tapi saya masih PERLU belajar banyak jadi inipun hanya pikiran saya yg masih belum memiliki pengetahuan apa2, masih jauh dari yg udah senior2 disini.

mettacittena,

apa hubungannya pencapaian sotapanna dengan menjadi Sakka atau Cakkavatti? seorang yg menjadi Sakka atau menjadi Cakkavatti belum tentu telah mencapai sotapanna. Dalam DN 21 Sakkapanha Sutta, Sakka awalnya masih seorang Putthujjhana, setelah serangkaian tanya jawab yg dijelaskan dalam Sutta itu, barulah Sakka menjadi seorang Sotapanna. Sewaktu Bodhisatta terlahir sebagai Cakkavatti bernama Makhadeva dalam MN 83 Makhādeva Sutta, juga tidak diceritakan bahwa Beliau adalah seorang Sotapanna.

*edited*
« Last Edit: 21 October 2010, 11:41:16 PM by Indra »

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #39 on: 21 October 2010, 11:34:40 PM »
imo, arahat bukan satta (mahkluk), definisi mahkluk dalam buddhisme sutta sangat berbedaaa dg definisi ilmu pengetahuan science dan abhidhamma yg mana, mahkluk = mind + matter. sementara menurut sutta, biar penasaran, baca sendiri di sini.
mungkin anda benar... cmiiw, pano di sana artinya kan "nafas" atau "prana"? arahat kan masih bernafas...

maaf oot lagi

kalau demikian kita harus memikirkan lagi landasan syarat pertama pelanggaran sila.
syarat adanya mahkluk => jika berdasarkan definisi mahkluk, maka membunuh arahat tidak melanggar sila.
sedangkan jika adanya nafas => maka membunuh mahkluk yg ber-respirasi dg mekanisme selain bernafas(saya pikir bernafas = respirasi dg organ paru2) pun tidak melanggar... hmmm

wah...mulai nihh... ;D ;D

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #40 on: 21 October 2010, 11:38:58 PM »
Saya gak meyakinkan 100% "dongeng" tersebut, karena kisah ini juga saya dengar dari orang lain. Tapi buat saya, saya gak bilang kalau peluang seseorang yang bunuh diri untuk terlahir jadi manusia adalah "nol". Kisah ini saya jadikan input saja, seperti halnya membaca hasil scientific study yang lain.

Terima kasih atas kutipan sutta nya, interpretasi saya untuk bait berikut:

Quote
“Demikian pula, para bhikkhu, hanya sedikit makhluk-makhluk yang terlahir kembali menjadi manusia. Tetapi banyak sekali yang terlahir kembali di tempat lain selain alam manusia ... di neraka ... alam binatang ... alam setan.  Karena alasan apakah? Karena, para bhikkhu, mereka belum melihat Empat Kebenaran Mulia. Apakah empat ini? Kebenaran Mulia penderitaan, kebenaran mulia asal-mula penderitaan, kebenaran mulia lenyapnya penderitaan, kebenaran mulia jalan menuju lenyapnya penderitaan.

Adalah ... selama seseorang belum "melihat Empat Kebenaran Mulia" dalam arti menembus tingkat kesucian sotapanna, masih terdapat kemungkinan untuk terlahir di alam2 rendah. Bahkan untuk para praktisi yang berlatih pun, kemungkinan terlahir di alam rendah itu masih ada (walaupun kadar probabilitas nya berbeda2).

Karena yang praktisi (yang tahu Empat Kebenaran Mulia tapi belum merealisasikan sotapanna) pun belum dijamin bebas dari kemungkinan ini, apalagi yang tidak tahu :) oleh karena itu, seperti Sang Buddha ucapkan di sutta itu, jumlah manusia tidaklah seberapa dibandingkan makhluk2 yang terlahir di alam rendah.

Tetapi menurut saya, sutta di atas tidak menyebutkan, kalau seseorang terlahir di alam manusia, pastilah orang tersebut telah melihat Empat Kebenaran Mulia. Contohnya, mungkin ada orang yang sebelumnya non-Buddhis, dan sekarang terlahir kembali sebagai manusia dan non-Buddhis, dan cenderung memilih agama yang pernah dianutnya dulu. Waktu dulu dia belajar agama itu, belum tentu dia mengetahui (atau bahkan meyakini Empat Kebenaran Mulia).

Tapi saya setuju dengan Bro Indra, andaikata kisah di atas benar, itu merupakan kasus2 dari peluang2 kecil tersebut. Secara umum, saat seseorang (yang bukan Arahat) bunuh diri, kondisi batinnya "tidak jelas" dan sangat sangat mungkin terlahir di alam rendah.

Mettacittena,
Luis

bro Luis yg baik,
saya secara pribadi setuju sekali dg pandangan anda, hanya sy terbentur dg ketentuan dari sang Buddha sendiri bhw min Sotapanna tdk akan terjatuh kealam rendah, sedang saya secara pribadi selama dia belum ARAHAT maka dia bisa saja terjatuh ke alam rendah, contohnya : kisah Mora (Mora paritta) bukankah beliau sendiri menjadi burung Merak (notabene dunia binatang wlu memiliki keistimewaan bisa bicara dan berumur 1000thn lebih pd saat ditangkap), pdhal ini kelahiran stlh beliau menjadi Dewa Sakka dan Cakkavatti yg beliau buktikan dg menyuruh Raja menggali danau utk menemukan kereta emas beliau sewaktu menjadi Cakkavatti. tapi saya masih PERLU belajar banyak jadi inipun hanya pikiran saya yg masih belum memiliki pengetahuan apa2, masih jauh dari yg udah senior2 disini.

mettacittena,

apa hubungannya pencapaian sotapanna dengan menjadi Sakka atau Cakkavatti? seorang yg menjadi Sakka atau menjadi Cakkavatti belum tentu telah mencapai Cakkavatti. Dalam DN 21 Sakkapanha Sutta, Sakka awalnya masih seorang Putthujjhana, setelah serangkaian tanya jawab yg dijelaskan dalam Sutta itu, barulah Sakka menjadi seorang Sotapanna. Sewaktu Bodhisatta terlahir sebagai Cakkavatti bernama Makhadeva dalam MN 83 Makhādeva Sutta, juga tidak diceritakan bahwa Beliau adalah seorang Sotapanna.

batara Indra yg baik,
kayaknya ada salah ketik yg sy beri tanda bold biru, mungkin Sotapanna ya maksudnya? klo melihat syarat2 utk menjadi Cakkavatti yg harus sempurna silanya, setidaknya dhammanusari lah...sory referensi Cakkavattisihanada Sutta (DN) blm sempat quote, waktu juga udah habis, dilanjut lusa ya sory besok ga online.

mettacittena,
« Last Edit: 21 October 2010, 11:40:55 PM by pannadevi »

Offline luis

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 118
  • Reputasi: 22
  • Gender: Male
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #41 on: 23 October 2010, 11:16:52 AM »
bro Luis yg baik,
saya secara pribadi setuju sekali dg pandangan anda, hanya sy terbentur dg ketentuan dari sang Buddha sendiri bhw min Sotapanna tdk akan terjatuh kealam rendah, sedang saya secara pribadi selama dia belum ARAHAT maka dia bisa saja terjatuh ke alam rendah, contohnya : kisah Mora (Mora paritta) bukankah beliau sendiri menjadi burung Merak (notabene dunia binatang wlu memiliki keistimewaan bisa bicara dan berumur 1000thn lebih pd saat ditangkap), pdhal ini kelahiran stlh beliau menjadi Dewa Sakka dan Cakkavatti yg beliau buktikan dg menyuruh Raja menggali danau utk menemukan kereta emas beliau sewaktu menjadi Cakkavatti. ini aja bukan akibat bunuh diri apalagi klo bunuh diri, tapi saya masih PERLU belajar banyak jadi inipun hanya pikiran saya yg masih belum memiliki pengetahuan apa2, masih jauh dari yg udah senior2 disini.

mettacittena,

Terima kasih atas masukannya Samaneri. Seorang sotapanna tidak akan terlahir lagi di alam rendah (di bawah alam manusia). Misalnya dalam sutta berikut (AN 3.89) mengenai jenis2 sotapanna:

Quote
"[beberapa], dengan menghancurkan tiga belenggu, adalah 'penanam-satu-benih; (ekabijin): setelah terlahir kembali satu kali lagi di alam manusia, mereka akan mengakhiri dukkha."

"atau, belum mencapai tahap ini, dengan menghancurkan tiga belenggu, mereka adalah orang yang "'berjalan dari keluarga-ke-keluarga' (kolankola): setelah berpindah dan mengembara dalam dua atau tiga keluarga, mereka akan mengakhiri dukkha."

"atau, belum mencapai tahap ini, dengan menghancurkan tiga belenggu, mereka adalah orang yang 'terlahir paling banyak tujuh kali lagi': setelah berpindah dan mengembara dalam alam dewa dan manusia (sattakkhattuparama), mereka akan mengakhiri dukkha."

Dari sini terlihat kalau seorang sotapanna tidak akan terlahir lagi di alam rendah, tetapi sebagai manusia atau dewa sampai mengakhiri dukkha secara tuntas sebagai arahat.

Seorang cakkavatti tidak berarti kalau beliau juga telah menjadi seorang sotapanna. Dalam Cakkavatti-Sihanada Sutta (DN 16), diceritakan bagaimana seorang cakkavatti menjunjung tinggi moralitas (sila) dalam mempimpin rakyatnya, dan rakyatnya juga menjunjung tinggi moralitas, sehingga umur manusia menjadi panjang. Walaupun sila nya terlihat sempurna, tidak dikatakan bahwa seorang cakkavatti telah terbebas dari keseluruhan 3 belenggu seperti halnya seorang sotapanna.

Mettacittena,
Luis

Do not blame nor criticise anyone, as there is no one to blame in the first place.

Offline luis

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 118
  • Reputasi: 22
  • Gender: Male
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #42 on: 26 October 2010, 09:03:18 AM »
Terima kasih atas masukannya Samaneri. Seorang sotapanna tidak akan terlahir lagi di alam rendah (di bawah alam manusia). Misalnya dalam sutta berikut (AN 3.89 AN 9.12) mengenai jenis2 sotapanna:

Quote
"[beberapa], dengan menghancurkan tiga belenggu, adalah 'penanam-satu-benih; (ekabijin): setelah terlahir kembali satu kali lagi di alam manusia, mereka akan mengakhiri dukkha."

"atau, belum mencapai tahap ini, dengan menghancurkan tiga belenggu, mereka adalah orang yang "'berjalan dari keluarga-ke-keluarga' (kolankola): setelah berpindah dan mengembara dalam dua atau tiga keluarga, mereka akan mengakhiri dukkha."

"atau, belum mencapai tahap ini, dengan menghancurkan tiga belenggu, mereka adalah orang yang 'terlahir paling banyak tujuh kali lagi': setelah berpindah dan mengembara dalam alam dewa dan manusia (sattakkhattuparama), mereka akan mengakhiri dukkha."

Dari sini terlihat kalau seorang sotapanna tidak akan terlahir lagi di alam rendah, tetapi sebagai manusia atau dewa sampai mengakhiri dukkha secara tuntas sebagai arahat.

Seorang cakkavatti tidak berarti kalau beliau juga telah menjadi seorang sotapanna. Dalam Cakkavatti-Sihanada Sutta (DN 16), diceritakan bagaimana seorang cakkavatti menjunjung tinggi moralitas (sila) dalam mempimpin rakyatnya, dan rakyatnya juga menjunjung tinggi moralitas, sehingga umur manusia menjadi panjang. Walaupun sila nya terlihat sempurna, tidak dikatakan bahwa seorang cakkavatti telah terbebas dari keseluruhan 3 belenggu seperti halnya seorang sotapanna.

Mettacittena,
Luis

Maaf ada sedikit ralat, sutta rujukan di atas adalah AN 9.12 (Sa,upadisesa Sutta), bukan AN 3.89 (Sikkha Sutta). Mohon maaf atas kesalahannya _/\_

Mettacittena,
Luis
Do not blame nor criticise anyone, as there is no one to blame in the first place.

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #43 on: 27 October 2010, 10:48:40 PM »
Quote
[spoiler]
Saya gak meyakinkan 100% "dongeng" tersebut, karena kisah ini juga saya dengar dari orang lain. Tapi buat saya, saya gak bilang kalau peluang seseorang yang bunuh diri untuk terlahir jadi manusia adalah "nol". Kisah ini saya jadikan input saja, seperti halnya membaca hasil scientific study yang lain.

Terima kasih atas kutipan sutta nya, interpretasi saya untuk bait berikut:

Quote
“Demikian pula, para bhikkhu, hanya sedikit makhluk-makhluk yang terlahir kembali menjadi manusia. Tetapi banyak sekali yang terlahir kembali di tempat lain selain alam manusia ... di neraka ... alam binatang ... alam setan.  Karena alasan apakah? Karena, para bhikkhu, mereka belum melihat Empat Kebenaran Mulia. Apakah empat ini? Kebenaran Mulia penderitaan, kebenaran mulia asal-mula penderitaan, kebenaran mulia lenyapnya penderitaan, kebenaran mulia jalan menuju lenyapnya penderitaan.

Adalah ... selama seseorang belum "melihat Empat Kebenaran Mulia" dalam arti menembus tingkat kesucian sotapanna, masih terdapat kemungkinan untuk terlahir di alam2 rendah. Bahkan untuk para praktisi yang berlatih pun, kemungkinan terlahir di alam rendah itu masih ada (walaupun kadar probabilitas nya berbeda2).

Karena yang praktisi (yang tahu Empat Kebenaran Mulia tapi belum merealisasikan sotapanna) pun belum dijamin bebas dari kemungkinan ini, apalagi yang tidak tahu :) oleh karena itu, seperti Sang Buddha ucapkan di sutta itu, jumlah manusia tidaklah seberapa dibandingkan makhluk2 yang terlahir di alam rendah.

Tetapi menurut saya, sutta di atas tidak menyebutkan, kalau seseorang terlahir di alam manusia, pastilah orang tersebut telah melihat Empat Kebenaran Mulia. Contohnya, mungkin ada orang yang sebelumnya non-Buddhis, dan sekarang terlahir kembali sebagai manusia dan non-Buddhis, dan cenderung memilih agama yang pernah dianutnya dulu. Waktu dulu dia belajar agama itu, belum tentu dia mengetahui (atau bahkan meyakini Empat Kebenaran Mulia).

Tapi saya setuju dengan Bro Indra, andaikata kisah di atas benar, itu merupakan kasus2 dari peluang2 kecil tersebut. Secara umum, saat seseorang (yang bukan Arahat) bunuh diri, kondisi batinnya "tidak jelas" dan sangat sangat mungkin terlahir di alam rendah.

Mettacittena,
Luis

bro Luis yg baik,
saya secara pribadi setuju sekali dg pandangan anda, hanya sy terbentur dg ketentuan dari sang Buddha sendiri bhw min Sotapanna tdk akan terjatuh kealam rendah, sedang saya secara pribadi selama dia belum ARAHAT maka dia bisa saja terjatuh ke alam rendah, contohnya : kisah Mora (Mora paritta) bukankah beliau sendiri menjadi burung Merak (notabene dunia binatang wlu memiliki keistimewaan bisa bicara dan berumur 1000thn lebih pd saat ditangkap), pdhal ini kelahiran stlh beliau menjadi Dewa Sakka dan Cakkavatti yg beliau buktikan dg menyuruh Raja menggali danau utk menemukan kereta emas beliau sewaktu menjadi Cakkavatti. tapi saya masih PERLU belajar banyak jadi inipun hanya pikiran saya yg masih belum memiliki pengetahuan apa2, masih jauh dari yg udah senior2 disini.

mettacittena,

apa hubungannya pencapaian sotapanna dengan menjadi Sakka atau Cakkavatti? seorang yg menjadi Sakka atau menjadi Cakkavatti belum tentu telah mencapai Cakkavatti. Dalam DN 21 Sakkapanha Sutta, Sakka awalnya masih seorang Putthujjhana, setelah serangkaian tanya jawab yg dijelaskan dalam Sutta itu, barulah Sakka menjadi seorang Sotapanna. Sewaktu Bodhisatta terlahir sebagai Cakkavatti bernama Makhadeva dalam MN 83 Makhādeva Sutta, juga tidak diceritakan bahwa Beliau adalah seorang Sotapanna.

batara Indra yg baik,
kayaknya ada salah ketik yg sy beri tanda bold biru, mungkin Sotapanna ya maksudnya? klo melihat syarat2 utk menjadi Cakkavatti yg harus sempurna silanya, setidaknya dhammanusari lah...sory referensi Cakkavattisihanada Sutta (DN) blm sempat quote, waktu juga udah habis, dilanjut lusa ya sory besok ga online.

mettacittena,

Terima kasih atas masukannya Samaneri. Seorang sotapanna tidak akan terlahir lagi di alam rendah (di bawah alam manusia). Misalnya dalam sutta berikut (AN 3.89) mengenai jenis2 sotapanna:

Quote
"[beberapa], dengan menghancurkan tiga belenggu, adalah 'penanam-satu-benih; (ekabijin): setelah terlahir kembali satu kali lagi di alam manusia, mereka akan mengakhiri dukkha."

"atau, belum mencapai tahap ini, dengan menghancurkan tiga belenggu, mereka adalah orang yang "'berjalan dari keluarga-ke-keluarga' (kolankola): setelah berpindah dan mengembara dalam dua atau tiga keluarga, mereka akan mengakhiri dukkha."

"atau, belum mencapai tahap ini, dengan menghancurkan tiga belenggu, mereka adalah orang yang 'terlahir paling banyak tujuh kali lagi': setelah berpindah dan mengembara dalam alam dewa dan manusia (sattakkhattuparama), mereka akan mengakhiri dukkha."

Dari sini terlihat kalau seorang sotapanna tidak akan terlahir lagi di alam rendah, tetapi sebagai manusia atau dewa sampai mengakhiri dukkha secara tuntas sebagai arahat.

Seorang cakkavatti tidak berarti kalau beliau juga telah menjadi seorang sotapanna. Dalam Cakkavatti-Sihanada Sutta (DN 16), diceritakan bagaimana seorang cakkavatti menjunjung tinggi moralitas (sila) dalam mempimpin rakyatnya, dan rakyatnya juga menjunjung tinggi moralitas, sehingga umur manusia menjadi panjang. Walaupun sila nya terlihat sempurna, tidak dikatakan bahwa seorang cakkavatti telah terbebas dari keseluruhan 3 belenggu seperti halnya seorang sotapanna.

Mettacittena,
Luis



Batara Indra dan Bro Luis yg baik,
saya jadikan satu aja ya jawaban kalian....memang kita mungkin berbeda persepsi ttg sutta tsb, sedangkan saya menangkap makna Cakkavatti Sutta disitu jelas2 minimal Dhammanusari, kemudian dlm Sudassana Sutta malahan lebih jelas lagi bhw tdk terlahir lagi utk ke8 kalinya (berarti khan Sotapanna).

mettacittena,
« Last Edit: 27 October 2010, 10:53:10 PM by pannadevi »

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: meninggal bunuh diri akan lahir dimana ya?
« Reply #44 on: 27 October 2010, 11:11:55 PM »
hehe...thanks banget ya sis, udah sy jawab....

smg sis moon sll berbahagia n sejahtera, smg segera merealisasi nibbana.sadhu.

mettacittena,

berhubung sis moon udah mendelete postingan nya, sy mohon Mod utk mendelete juga postingan ini, krn nanti member akan bingung bacanya, Ikan kribo (***sis moon ini sy delete juga ya...sekali lagi thanks Anumodana atas niat luhurnya, smg mematangkan kamma baik segera***)

mettacittena,