//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Aisyah, Maafkanlah Daku!  (Read 8653 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 821
  • Reputasi: 1
Aisyah, Maafkanlah Daku!
« on: 06 August 2010, 03:50:05 PM »
Mulanya cuma iseng chating... di plaza.com. nickname ku waktu itu Kragh

saya berkenalan dengan Aisyah, gadis usia 18 tahun. katanya dia tinggal dan bekeja di jakarta. aku sendiri tinggal di Bandung.

dalam beberapa minggu saja, saya sudah begitu akrab dengannya. tampaknya dia juga begitu menyukai aku, dan merasa nyaman bersamaku di dunia Maya. Usianya 18 tahun, dan ia bekerja di sebuah perusahaan.

ketika tengah asyik-asyiknya kami bersahabat, aku menghilang begitu saja dari dunia maya, karena kesibukan yang berat, hampir 1 tahun lamanya.

setahun kemudian, aku kembali ke dunia Maya dengan anama Rudiman. dan bertemu kembali dengan Aisyah. dia sudah berhenti bekerja. Langsung saja aku menyatakan cinta kepadanya.

"Bagaimana bisa, km baru mengenal saya, langsung menyatakan cinta begini?" tanya Aisyah.

"Oh tidak sayang. sesungguhnya, aku telah lama mengenalmu. aku selalu memperhatikan mu saat kamu sedang bekerja. hatiku selalu kagum, bagaimana bisa ada wanita secantik kamu?!" kataku merayu.

"Ah, masa sih, emank km ini siapa?" tanya Aisyah.

"aku adalah pengagum sejati mu. dalam dua tahun terakhir ini, aku selalu menunggu kesempatan untuk bisa menyatakan cinta kepada mu. tapi aku tidak cukup keberanian. ku tahan sendiri di dalam hati. sampai akhirnya km menghilang dari tempat kerja, aku pun menyesal. kini, aku bertekad untuk bertemu dengan mu dan menyatakan cinta secara langsung, mengerahkan seluruh keberanian ku." kataku.

"coba deh katakan, bagaimana ciri-ciri saya, bila km emank kenal banget dengan ku!". kata Aisyah.

di alis kanan bagian atas, km punya tahi lalat, kecil tapi manis dipandang mata. km selalu memotong rambutmu sebahu. aku tidak pernah melihat rambutnya trlalu pendek atau terlalu panjang. kau punya banyak baju berwarna merah jambu, karna itu kesukaanmu. km duduk di meja paling depan di kantor mu. nama sahabat yang ada di sebelahmu itu adalah Elly. aku juga pernah berkenalan dengan adik mu, saat dia menjemputmu pulang kerja. namanya Subhan.

lalu kurangkai seribu satu kata, yang membuat Aisyah terlena dalam indahnya cinta. akhirnya, dia begitu percaya bahwa aku benar-benar mencintainya. dan dia sudah benar-benar jatuh cinta padaku, kendatipun belum pernah bertatap muka. dia berkata, "aku benar-benar bahagia, karna menemukan pria yang benar-benar menyayangi ku, bijaksana, sabar dan sangat pengertian."

kami pun sering telpon-telponan.

"aku ingin segera bertemu dengan mu. aku telah sangat kenal dengan pribadi mu. aku tidak peduli dengan rupa mu. aku akan terima kamu apa adanya." kata Aisyah.

"Sabar Yang, saya masih sibuk sampai dengan hari jum`at nanti. Insya Allah, sabtu siang, saya berangkat ke Jakarta, untuk menemui mu. aku akan langsung bawa orang tua ku, karena bila kamu setuju dan dapat menerima aku, aku ingin kita langsung bertunangan." kata ku.

betapa gembiranya Aisyah. hatinya begitu berbunga-bunga.

sementara aku, sedih dan bingung serta mengutuk diri sendiri, "wah brengsek diriku ini. gimana nih, kalo udah gini, kasian si Aisyah. gak mungkin lah aku ke Jakarta buat ngelamar dia. aku udah punya  istri dan anak. kalo aku terus terang, pasti lah akan sangat menyakiti hatinya. kalo enggak terus terang, gmana juga. uh.. dasar bahlul aku..."

hari sabtu yang dijanjikan, telepon berdering. "A, sudah sampai mana?" tanya Aisyah.

"aku baru sampai terimanal leuwi panjang. baru mau naik bis." jawab ku berbohong, padhal aku sedang berbaringan di dalam kamar.

Beberapa lama kemudian, Aisyah menelpon lagi. saya jawab, baru sampai sini baru sampai situ, sambil dibumbui cerita-cerita boong, biar dia percaya bahwa aku sedang berada di perjalanan. saat anakku yang berusia 5 tahun masuk ke kamar dan berteriak-teriak, "Ayah..Ayah...!" aku cepat-cepat matikan HP. saat Aisyah menelpon lagi, dia tanya, "tadi itu siapa ada anak manggil ayah-ayah?"

"itu tadi, ada anak kecil manggil-manggil ayahnya. emank kenapa?" tanyaku.

"enggak, kok kenceng banget suaranya. kayak lagi di dalam ruangan." Aisyah keheranan.

tapi dasar lidahku pandai berkelit. ada saja kata-kata yang bisa digunakan untuk berbohong dan membuat orang lain menjadi yakin. rasanya, aku mnjadi orang yang paling brengsek.

sampai jam 12 malam. "Yang, udah nyampe mana sih, kok belum nyampe-nyampe. Mama Papa udah nanyain tuh...".

wah...tambah runyam urusan. sejak lama Aisyah selalu curhat kepada ibunya tentang adanya seorang pria yang sayang kepadanya. dan rupanya ibunya pun mendukung, dan ikut senang bila anak nya bahagia. entahlah, karma apa yang akan berlaku pada diriku, karna perbuatan ini.

"Sekarang kan udah malam sayang, saya tidur di hotel aja dulu. gak enak malam-malam ke rumah mu. besok pagi aku baru ke rmah mu, OK?! sekarang, bobo lah yang nyenyak.!" Demikian bujuk ku pada Aisyah. Kuhibur hatinya dengan setujua sms puisi, sampai dia ngantuk dan terlelap tidur.

aku termenung sendirian serta menyesali perbuatanku sndiri. aku marah pada diriku sndiri, knapa aku tega membodohi gadis yang tak berdosa itu. ku pikir, semua ini harus ku akhiri, tapi aku tak sanggup untuk jujur. ku buka kartu HP ku, lalu ku buang ke tempat sampah. "Selamat tinggal Aisyah. Maafkan aku! tidurlah yang nyeyak dan lupakan aku!".

entahlah, mungkin sejak saat itu, Aisyah selalu menunggu-nunggu aku. entahlah, apa sakit hatinya telah terobati ataukah tidak. seandainya, Aisyah membaca tulisan ku ini, semoga tidak menggugah luka hati kembali.

semoga orang lain, tidak ada yang meniru perilaku aku yang brengsek sperti itu.

Offline Ruenis

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 114
  • Reputasi: 6
  • Gender: Male
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #1 on: 06 August 2010, 04:22:17 PM »
Sungguh si pembuat tulisan itu tak bertanggung jawab dan rendah,perbuatan itu membuat orang lain kebingungan.seandainya dia jujur tentang identitasnya,Aisyah hanya akan trluka beberapa tahun,tapi tindakannya menghilang tanpa alasan membuat Aisyah Bingung seumur hidup.
Thousands of candles can be lighted from a single candle,
and the life of the candle will not be shortened.
Happiness never decreases by being shared.

Buddha

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 821
  • Reputasi: 1
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #2 on: 06 August 2010, 04:26:56 PM »
 :'( gw emank bersalah bro...   :'(

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 821
  • Reputasi: 1
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #3 on: 06 August 2010, 04:28:01 PM »
sy cuma pengen tanya, "menyesali perbuatan salah" apakah itu hal baik atau hal buruk, bro?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #4 on: 06 August 2010, 04:31:22 PM »
seperti kata pepatah, "menyesal kemudian tiada berguna"

Offline Deva19

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 821
  • Reputasi: 1
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #5 on: 06 August 2010, 04:34:21 PM »
seperti kata pepatah, "menyesal kemudian tiada berguna"

jadi, harus menyesal duluan, baru berbuat, begitu ya?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #6 on: 06 August 2010, 04:39:06 PM »
seperti kata pepatah, "menyesal kemudian tiada berguna"

jadi, harus menyesal duluan, baru berbuat, begitu ya?

i think so

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #7 on: 06 August 2010, 04:47:55 PM »
bayangkan apabila itu terjadi pada anak anda.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #8 on: 06 August 2010, 04:55:31 PM »
Sbetulnya ada kejanggalan dalam cerita ini, tapi saya abaikan karena ini mungkin tulisan 'sastra'.

IMO, rasa menyesal adalah tanda bahwa kita tau letak kesalahan kita. Rasa menyesal itu seperti cambuk agar lain kali "berpikir dulu baru bertindak", biar lain kali bisa lebih hati-hati dan berpikir panjang.

keep learning... :)

Offline Crescent

  • Sebelumnya: Deviol
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 227
  • Reputasi: 12
  • Gender: Male
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #9 on: 06 August 2010, 05:38:21 PM »
kejam... hal yg paling sakit adalah mempermainkan hati seseorang dan kepercayaan seseorang.... :(

Offline apsa

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 38
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #10 on: 06 August 2010, 05:41:22 PM »
sy cuma pengen tanya, "menyesali perbuatan salah" apakah itu hal baik atau hal buruk, bro?

menyesali setelah sesuatu terjadi tidak lah berguna..
krn tidak mengubah apa yg sudah terjadi.jadikan sbg pelajaran dan move on.
ini lg membahas karya sastra yah?

Offline Yen

  • Teman
  • **
  • Posts: 76
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #11 on: 06 August 2010, 06:13:15 PM »
penyesalan emank selalu datang terlambat.. setuju dengan saudara Reunis,menghilang begitu saja akan membuat Aisyah binggung seumur hidup..

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #12 on: 06 August 2010, 06:37:49 PM »
Mulanya cuma iseng chating... di plaza.com. nickname ku waktu itu Kragh

jadi inget yg dari pikiran bisa jadi budaya/tabiat

itu kata2 siapa yah, dalai lama kalo ndak salah... ::)

mungkin perlu dibenahi, kecenderungan si penulis
i'm just a mammal with troubled soul



Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #13 on: 06 August 2010, 06:47:03 PM »
:'( gw emank bersalah bro...   :'(
kisah nyata ya bro.. :(
ya udah lah.. IMO ya.. gak ada yang bisa dilakukan juga..
penyesalan juga tiada guna.. baiknya seh dilupakan saja asal tidak dilakukan lagi..

saran gw ya itu tadi : dilupakan saja.. soalnya kalau diceritakan sesungguhnya aisyah akan jadi ingat lagi..
mungkin dia sekarang berusaha melupakannya.. jadi biarkan dia melupakannya.. dan melupakan anda juga dari kisah hidupnya..
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Ingyastuti

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 213
  • Reputasi: 6
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Aisyah, Maafkanlah Daku!
« Reply #14 on: 06 August 2010, 07:46:35 PM »
kejam..........................

jaaatttttttttttttttttttt..................

aku sebagai cewek kecewa dengan perbuatanmu..............................

Udah boong, buat cewek itu berharap lagi sama kamu........


Itu sangat amat menyakitkan .............

 

anything