Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.

Started by johan3000, 21 July 2010, 05:55:25 PM

Previous topic - Next topic

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

indra_ihong

#6945
Quote from: adi lim on 04 July 2012, 06:05:35 AM
kenapa yang gampang dibuat susah ! supaya gampang utk meraih 'kesempatan'
Digampang-gampangin supaya punya ' kesempatan ' untuk mengkritik, supya si objek itu tersungkur, tergelincir dan terjatuh.

Quote from: adi lim on 04 July 2012, 06:05:35 AM
kenyataan banyak figuran atau tokoh atau umat budhis dengan pengakuan punya kemampuan 'super' mencari kesempatan dengan 'membodohkan' umat awam untuk meraih keuntungan bagi organisasinya dan pribadi.
Ya, mungkin aja tulisan anda benar. Tetapi metode " kesederhanaan dan di gampang-gampangkan " ibaratnya anda sedang melakukan pembantaian yang membabibuta tanpa melihat konsekwensi ( hanya sekedar opini dari saya ).
Ujian Kehidupan itu adalah menjadi Sempurna. Cukup tau kebenaran. Hindari konflik yang tidak sependapat dengan anda. Hadapi Konflik yang tidak terhindarkan, hanya untuk membuktikan kebenaran di depan mata. Sampai ajal itu tiba dengan kedamaian, dan pikiran yang upeksa.

Jerry

appamadena sampadetha

indra_ihong

Quote from: Jerry on 04 July 2012, 09:21:20 PM
Master Lu dan jurus tapak vajra nya

Teringat guru ku yang baik.

Skenario apa lagi yang akan berlanjut ? Di tunggu kritikan dan hujatan yang tidak berkesudahan.
Ujian Kehidupan itu adalah menjadi Sempurna. Cukup tau kebenaran. Hindari konflik yang tidak sependapat dengan anda. Hadapi Konflik yang tidak terhindarkan, hanya untuk membuktikan kebenaran di depan mata. Sampai ajal itu tiba dengan kedamaian, dan pikiran yang upeksa.

Mokau Kaucu

~Life is suffering, why should we make it more?~

khiong

Quote from: indra_ihong on 04 July 2012, 11:34:12 PM
Teringat guru ku yang baik.

Skenario apa lagi yang akan berlanjut ? Di tunggu kritikan dan hujatan yang tidak berkesudahan.
saya pernah membaca buku 'catatan seorang Bhikkhu'  Hhhmmm..pada saat tarian itu sendiri sedang berlangsung...saya sempat berpikir tentang 2 perbandingan ini,tentang RESIKO menari berkelompok dan RESIKO menari tunggal...sejenak saya pejamkan mata dan merenungkan..Dalam panggung kehidupan ini,ternyata kita sendiri akan lebih banyak berperan menjadi seperti orang yang sedang menari sendiri,jadi,akan ada banyak resiko yang mengikuti setiap gerak-gerik kita... o ow..ternyata kita harus bisa menjaga tingkah laku dan ucapan kita dengan baik...mengingat setiap orang yang ada di sekitar kita adalah seperti penonton, dan sudah menjadi hak mereka pula jika kapanpun mereka mau, mereka bisa menilai tentang diri kita,dan itu harus kita terima tanpa kita minta.   (Bhikkhu Thanavaro Nyanapradipa) _/\_

indra_ihong

#6950
Quote from: khiong on 06 July 2012, 06:45:21 AM
saya pernah membaca buku 'catatan seorang Bhikkhu'  Hhhmmm..pada saat tarian itu sendiri sedang berlangsung...saya sempat berpikir tentang 2 perbandingan ini,tentang RESIKO menari berkelompok dan RESIKO menari tunggal...sejenak saya pejamkan mata dan merenungkan..Dalam panggung kehidupan ini,ternyata kita sendiri akan lebih banyak berperan menjadi seperti orang yang sedang menari sendiri,jadi,akan ada banyak resiko yang mengikuti setiap gerak-gerik kita... o ow..ternyata kita harus bisa menjaga tingkah laku dan ucapan kita dengan baik...mengingat setiap orang yang ada di sekitar kita adalah seperti penonton, dan sudah menjadi hak mereka pula jika kapanpun mereka mau, mereka bisa menilai tentang diri kita,dan itu harus kita terima tanpa kita minta.   (Bhikkhu Thanavaro Nyanapradipa) _/\_
Resiko, Resiko, Resiko.
Perbuatan, Ucapan, dan Pikiran.

Ya, saya merasa diri saya bukan orang yang sempurna. Mengatasi sebuah permasalahan bisa aja terjatuh. Bangkit dan renungkan.
Menjadi penonton atau tidak, juga tidak masalah. Toh, yang dinilai oleh orang lain belum tentu sempurna.
Ujian Kehidupan itu adalah menjadi Sempurna. Cukup tau kebenaran. Hindari konflik yang tidak sependapat dengan anda. Hadapi Konflik yang tidak terhindarkan, hanya untuk membuktikan kebenaran di depan mata. Sampai ajal itu tiba dengan kedamaian, dan pikiran yang upeksa.

ryu

bagi LSY yang seorang budha hidup sutra2 vinaya tidak berlaku, dia tidak pernah menjalani vinaya, mungkin baginya ajaran budha sudah kuno sehingga dia memperbaharuinya dan menggabungkan dengan ajaran tao, kr****n dll.

jadi walau dia dianggap budha hidup oleh umat nya tapi sebenarnya dia bukanlah seorang budha tapi hanya seorang manusia biasa yang mendompleng nama atau ajaran budha.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

indra_ihong

Quote from: ryu on 06 July 2012, 07:56:09 AM
bagi LSY yang seorang budha hidup sutra2 vinaya tidak berlaku, dia tidak pernah menjalani vinaya, mungkin baginya ajaran budha sudah kuno sehingga dia memperbaharuinya dan menggabungkan dengan ajaran tao, kr****n dll.
Vinaya. Yang anda maksud pasti, kejadian foto-foto yang anda maksud. Tuduhan yang serius tapi memakai logika yang anda miliki dari sumber-sumber yang anda pelajari. Terus terang aja, anda diibaratkan sebagai penganalisa laporan keuangan, namun anda tidak mengerti kejadian yang mendetail di masa lalu. Anda juga tidak mengerti isi dalam dari perusahaan tersebut.

Seorang guru Mahasiddha didalam isi hati kompleks dan njelimet. Tubuh fana seolah-seolah tidak berguna, tidak masuk akal, Tubuh maya menjelajahi alam sengsara, menolong insan makhluk hidup.

Quote from: ryu on 06 July 2012, 07:56:09 AM
jadi walau dia dianggap budha hidup oleh umat nya tapi sebenarnya dia bukanlah seorang budha tapi hanya seorang manusia biasa yang mendompleng nama atau ajaran budha.
Jadi, maksud anda betapa rapuhnya zaman sekarang ini. Bahwa zaman sekarang ini tidak mempunyai keahlian untuk mencari tau apa yang terjadi. Betapa bodohnya umat-umat zaman sekarang.

Seorang pengamat, ataupun komentator selalu kalah dengan seorang ahli bidang tersebut. Tidak membawa kemajuan, selalu dibelakang orang lain. Bila aku dirantai oleh seorang guru mahasiddha jauh lebih baik daripada anda sebagai pengamat ataupun komentator.
Ujian Kehidupan itu adalah menjadi Sempurna. Cukup tau kebenaran. Hindari konflik yang tidak sependapat dengan anda. Hadapi Konflik yang tidak terhindarkan, hanya untuk membuktikan kebenaran di depan mata. Sampai ajal itu tiba dengan kedamaian, dan pikiran yang upeksa.

ryu

Quote from: indra_ihong on 06 July 2012, 09:30:13 AM
Vinaya. Yang anda maksud pasti, kejadian foto-foto yang anda maksud. Tuduhan yang serius tapi memakai logika yang anda miliki dari sumber-sumber yang anda pelajari. Terus terang aja, anda diibaratkan sebagai penganalisa laporan keuangan, namun anda tidak mengerti kejadian yang mendetail di masa lalu. Anda juga tidak mengerti isi dalam dari perusahaan tersebut.
jadi menurut logika anda apakah yang terjadi?
silahkan anda uraikan apa yang dilakukan oleh LSY itu selaras dengan ajaran para budha atau tidak?

Quote
Seorang guru Mahasiddha didalam isi hati kompleks dan njelimet. Tubuh fana seolah-seolah tidak berguna, tidak masuk akal, Tubuh maya menjelajahi alam sengsara, menolong insan makhluk hidup.
kata siapa? anda berkata ini berdasarkan katanya atau melihat sendiri?
semua orang bisa saja mengklaim tubuh mayanya menjelajahi alam sengsara, menolong insan makhluk hidup, itu hanya untuk membohongi umat2 yang percaya tahayul seperti anda.

Quote
Jadi, maksud anda betapa rapuhnya zaman sekarang ini. Bahwa zaman sekarang ini tidak mempunyai keahlian untuk mencari tau apa yang terjadi. Betapa bodohnya umat-umat zaman sekarang.
apakah anda tidak menyadarinya?
bahkan hanya dengar2 dari entah burung punya siapa sebongkah batu yang bisa menyembuhkan penyakit, maka orang2 bisa berlomba2 untuk mencoba hal tersebut.
apalagi ini ada yang katanya pernah minum kopi dengan budha, pernah bertemu dengan yesus, mengajarkan ilmu perjalanan arwah, ilmu meramal, ilmu fengshui dll sehingga umat2 terbuai dengan hal itu.

menurut anda hal itu pintar atau bodoh?

Quote
Seorang pengamat, ataupun komentator selalu kalah dengan seorang ahli bidang tersebut. Tidak membawa kemajuan, selalu dibelakang orang lain. Bila aku dirantai oleh seorang guru mahasiddha jauh lebih baik daripada anda sebagai pengamat ataupun komentator.
ya seorang yang minum racun dan pengamat yang berhati2 lebih baik mana?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

indra_ihong

Quote from: ryu on 06 July 2012, 09:52:38 AM
jadi menurut logika anda apakah yang terjadi?
silahkan anda uraikan apa yang dilakukan oleh LSY itu selaras dengan ajaran para budha atau tidak?
Menuntut yang seperti anda inginkan tentu tidak masuk akal.
Yang di lakukan oleh Guru Mahasiddha, baik dan beralasan sesuai dengan ajaran buddha.

Quote from: ryu on 06 July 2012, 09:52:38 AM
kata siapa? anda berkata ini berdasarkan katanya atau melihat sendiri?
semua orang bisa saja mengklaim tubuh mayanya menjelajahi alam sengsara, menolong insan makhluk hidup, itu hanya untuk membohongi umat2 yang percaya tahayul seperti anda.
Meilhat tubuh maya adalah sebuah optional. Apakah anda mencapai tingkat savaka Buddha sesuai dengan kaidah ajaran Buddha ?
Bila tidak jangan menuduh sembarangan. Bila-bila kata seorang guru Mahasiddha adalah benar. Berarti anda lagi melakukan tuduhan yang serius.

Quote from: ryu on 06 July 2012, 09:52:38 AM
apakah anda tidak menyadarinya?
bahkan hanya dengar2 dari entah burung punya siapa sebongkah batu yang bisa menyembuhkan penyakit, maka orang2 bisa berlomba2 untuk mencoba hal tersebut.
Bila didalam ajaran Tantra mempunyai metode sehebat itu, tidak masalah. Bukan sebuah omong kosong.

Quote from: ryu on 06 July 2012, 09:52:38 AM
apalagi ini ada yang katanya pernah minum kopi dengan budha, pernah bertemu dengan yesus, mengajarkan ilmu perjalanan arwah, ilmu meramal, ilmu fengshui dll sehingga umat2 terbuai dengan hal itu.
Ajaran Zhen Fo Zhong mengajarkan murid mencapai keberhasilan. Buktinya adalah beberapa murid-murid telah mencapai pencerahan. Yang anda sebutkan hanya sebagian kecil dari ajaran Zhen Fo Zhong. Praktek ada, Hasil nyata ada.

Bertemu dengan guru Sakyamuni Buddha adalah bukti seorang guru mahasiddha yang telah mencapai annuttara Samyaksamboddhi. Mencapai Annuttara Samyaksamboddhi merupakan isyarat bahwa karma telah termurnikan.

Quote from: ryu on 06 July 2012, 09:52:38 AM
menurut anda hal itu pintar atau bodoh?
ya seorang yang minum racun dan pengamat yang berhati2 lebih baik mana?
Berhati-hati sah-sah saja. Bila saya menulis anda dibelakang orang lain adalah masuk akal. Anda mengerti kan.
Mengandung "racun" tidak terbukti. Anda lagi melakukan tuduhan yang serius.
Ujian Kehidupan itu adalah menjadi Sempurna. Cukup tau kebenaran. Hindari konflik yang tidak sependapat dengan anda. Hadapi Konflik yang tidak terhindarkan, hanya untuk membuktikan kebenaran di depan mata. Sampai ajal itu tiba dengan kedamaian, dan pikiran yang upeksa.

ryu

Quote from: indra_ihong on 06 July 2012, 10:22:25 AM
Menuntut yang seperti anda inginkan tentu tidak masuk akal.
Yang di lakukan oleh Guru Mahasiddha, baik dan beralasan sesuai dengan ajaran buddha.
ajaran budha yang mana dulu? budha gotama? atau budha yang lain?
apa menurut anda budha ada mengajarkan tari2an? apa menurut anda budha mengajarkan yang seperti LSY lakukan selama ini?
Quote
Meilhat tubuh maya adalah sebuah optional. Apakah anda mencapai tingkat savaka Buddha sesuai dengan kaidah ajaran Buddha ?
Bila tidak jangan menuduh sembarangan. Bila-bila kata seorang guru Mahasiddha adalah benar. Berarti anda lagi melakukan tuduhan yang serius.
disini kita melihat kenyataan yang ada dulu, jangan muluk2 melihat yang tidak bisa di buktikan, yang dilihat pertama2 apa selaras dengan ajaran budha atau selaras dengan ajaran tao / ajaran lain?
Quote
Bila didalam ajaran Tantra mempunyai metode sehebat itu, tidak masalah. Bukan sebuah omong kosong.
oh pernah dengar dari burung ga tentang ponari dan batu ajaibnya?
QuoteAjaran Zhen Fo Zhong mengajarkan murid mencapai keberhasilan. Buktinya adalah beberapa murid-murid telah mencapai pencerahan. Yang anda sebutkan hanya sebagian kecil dari ajaran Zhen Fo Zhong. Praktek ada, Hasil nyata ada.
pencerahan yang anda maksud itu seperti apa?
menjadi budha?
mencapai tingkat kesucian?

Quote
Bertemu dengan guru Sakyamuni Buddha adalah bukti seorang guru mahasiddha yang telah mencapai annuttara Samyaksamboddhi. Mencapai Annuttara Samyaksamboddhi merupakan isyarat bahwa karma telah termurnikan.
Berhati-hati sah-sah saja. Bila saya menulis anda dibelakang orang lain adalah masuk akal. Anda mengerti kan.
Mengandung "racun" tidak terbukti. Anda lagi melakukan tuduhan yang serius.
semua orang bisa saja mengklaim bertemu dengan si anu, si ani, si ane, apakah kemudian dia langsung disebut mencapai annuttara Samyaksamboddhi?
tuduhan serius? kalau merunut ajaran LSY yang bertemu budha, berarti dalam ajaran budha harus disebutkan ketika budha parinibana maka budha itu ada ya? dan dia bisa bertemu dan minum kopi dengan orang yang mencapai annuttara Samyaksamboddhi?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Rico Tsiau

Quote from: ryu on 06 July 2012, 10:46:05 AM
semua orang bisa saja mengklaim bertemu dengan si anu, si ani, si ane, apakah kemudian dia langsung disebut mencapai annuttara Samyaksamboddhi?
tuduhan serius? kalau merunut ajaran LSY yang bertemu budha, berarti dalam ajaran budha harus disebutkan ketika budha parinibana maka budha itu ada ya? dan dia bisa bertemu dan minum kopi dengan orang yang mencapai annuttara Samyaksamboddhi?

akur

kalau begini kejadiannya harusnya samana gotama harus bilang bahwa kelak setelah parinibbana dia bisa saja minum kopi bareng2 samyaksamboddhi masa yang akan datang. apakah dengan lsy atau dengan metteya.
saya juga heran kok samana gotama tidak bercerita bahwa dia ada atau katakanlah bisa minum kopi/teh bareng buddha kassapa?

lagian katanya dalam kalpa ini hanya akan muncul 5 buddha, samana gotama adalah buddha yang ke-4 dan buddha terakhir dalam kalpa ini adalah maitreya. lalu bagaimana bisa muncul buddha sheng yen lu?
apa kata2 seorang samyaksamboddhi seperti samana gotama cuman omong kosong? kemudian dianggap angin lalu?

indra_ihong

Quote from: ryu on 06 July 2012, 10:46:05 AM
ajaran budha yang mana dulu? budha gotama? atau budha yang lain?
apa menurut anda budha ada mengajarkan tari2an? apa menurut anda budha mengajarkan yang seperti LSY lakukan selama ini?
Tentu saja Sakyamuni Buddha. Lantas ? Harus sesuai dan sama persis dengan Sakyamuni Buddha ?
Tari-tarian. Mungkin foto yang anda maksud.  ;D
Jadi logika tulisan saya yang tadi bagaimana ?

Quote from: ryu on 06 July 2012, 10:46:05 AM
disini kita melihat kenyataan yang ada dulu, jangan muluk2 melihat yang tidak bisa di buktikan, yang dilihat pertama2 apa selaras dengan ajaran budha atau selaras dengan ajaran tao / ajaran lain?
Ingat loh, ajaran Tantra, pak.

Quote from: ryu on 06 July 2012, 10:46:05 AM
oh pernah dengar dari burung ga tentang ponari dan batu ajaibnya?
Maaf. Saya tidak pernah dengar.

Quote from: ryu on 06 July 2012, 10:46:05 AM
pencerahan yang anda maksud itu seperti apa?
menjadi budha?
mencapai tingkat kesucian?
Pencerahan masih belum mencapai kebuddhaan. Pencerahan disebut mahaguru adalah tahap tidak mengalami kemunduran. Sekali cerah, selamanya cerah.
Pencerahan didalam kategori aku adalah suci. Masih harus merealisasikan lagi. Kebuddhaan bukan Buddha. Bukan Annutara Samyaksambodhi ( setau saya ).

Quote from: ryu on 06 July 2012, 10:46:05 AM
semua orang bisa saja mengklaim bertemu dengan si anu, si ani, si ane, apakah kemudian dia langsung disebut mencapai annuttara Samyaksamboddhi?
tuduhan serius? kalau merunut ajaran LSY yang bertemu budha, berarti dalam ajaran budha harus disebutkan ketika budha parinibana maka budha itu ada ya? dan dia bisa bertemu dan minum kopi dengan orang yang mencapai annuttara Samyaksamboddhi?
Ditambah lagi nih. Anuttara Samyaksambodhi adalah tingkatan dharmakaya. Untuk mencapai tingkatan dharmakaya berarti karma termurnikan. Karma termurnikan karena menjalankan Sad Paramita sehingga menghasilkan sebuah tanah suci, tanah murni. Jadi mengetahui keberadaan para Buddha dan Bodhisattva. Anuttara Samyaksambodhi setau saya adalah Bodhisattva Bhumi tingkat 10.

Di sebut Buddha, karena diabhiseka oleh para Buddha dari alam Buddha. Disebut "Buddha" karena telah mengetahui keberadaan para Buddha dan Bodhisattva.
Bila diri sendiri mempunyai kemampuan untuk bertemu dengan Sakyamuni Buddha, bisa dipastikan guru mahasiddha mencapai Annuttara Samyaksambodhi (minimal Bodhisattva Bhumi tingkat 10).

Saya juga membaca otobiograhi Acariya Man Bhuridatta Thera. Yang berkunjung adalah para Buddha disertai para arahat. (Hal 221 Sub judul Penghargaan yang paling mulia)
Acariya Mun Bhuridatta Thera dikunjungi oleh Tathagata, mengapa guru Mahasiddha tidak ? Bukan omong kosong kan.
Ujian Kehidupan itu adalah menjadi Sempurna. Cukup tau kebenaran. Hindari konflik yang tidak sependapat dengan anda. Hadapi Konflik yang tidak terhindarkan, hanya untuk membuktikan kebenaran di depan mata. Sampai ajal itu tiba dengan kedamaian, dan pikiran yang upeksa.

indra_ihong

Quote from: Rico Tsiau on 06 July 2012, 11:00:23 AM
lagian katanya dalam kalpa ini hanya akan muncul 5 buddha, samana gotama adalah buddha yang ke-4 dan buddha terakhir dalam kalpa ini adalah maitreya. lalu bagaimana bisa muncul buddha sheng yen lu?
apa kata2 seorang samyaksamboddhi seperti samana gotama cuman omong kosong? kemudian dianggap angin lalu?
Setau saya Setelah Buddha padma prabha, masih ada lagi yaitu buddha Rudita. Setelah Buddha Rudita, baru muncul Buddha Maitreya.

Sumber yang didapatkan : 佛說大通方廣懺悔滅罪莊嚴成佛經
Ujian Kehidupan itu adalah menjadi Sempurna. Cukup tau kebenaran. Hindari konflik yang tidak sependapat dengan anda. Hadapi Konflik yang tidak terhindarkan, hanya untuk membuktikan kebenaran di depan mata. Sampai ajal itu tiba dengan kedamaian, dan pikiran yang upeksa.

ryu

Quote from: indra_ihong on 06 July 2012, 11:32:05 AM
Tentu saja Sakyamuni Buddha. Lantas ? Harus sesuai dan sama persis dengan Sakyamuni Buddha ?
Tari-tarian. Mungkin foto yang anda maksud.  ;D
Jadi logika tulisan saya yang tadi bagaimana ?
ya kalau mau beda silahkan, berarti bukan ajaran budha khan?

QuoteIngat loh, ajaran Tantra, pak.
ok ajaran tantra, kalau ambil contoh, menurut anda ajaran tantra seperti tantra sex itu selaras dengan ajaran budha atau hanya mendompleng atau menghubung2kan dengan nama budha, atau campuran dengan ajaran hindu?
QuoteMaaf. Saya tidak pernah dengar.
ya berarti anda tidak maju, tidak pernah bertemu burung =))
QuotePencerahan masih belum mencapai kebuddhaan. Pencerahan disebut mahaguru adalah tahap tidak mengalami kemunduran. Sekali cerah, selamanya cerah.
Pencerahan didalam kategori aku adalah suci. Masih harus merealisasikan lagi. Kebuddhaan bukan Buddha. Bukan Annutara Samyaksambodhi ( setau saya ).
ingin tau nih, tidak mengalami kemunduran seperti apa yang anda maksud dalam pencerahan itu?
Quote
Ditambah lagi nih. Anuttara Samyaksambodhi adalah tingkatan dharmakaya. Untuk mencapai tingkatan dharmakaya berarti karma termurnikan. Karma termurnikan karena menjalankan Sad Paramita sehingga menghasilkan sebuah tanah suci, tanah murni. Jadi mengetahui keberadaan para Buddha dan Bodhisattva. Anuttara Samyaksambodhi setau saya adalah Bodhisattva Bhumi tingkat 10.

Di sebut Buddha, karena diabhiseka oleh para Buddha dari alam Buddha. Disebut "Buddha" karena telah mengetahui keberadaan para Buddha dan Bodhisattva.
Bila diri sendiri mempunyai kemampuan untuk bertemu dengan Sakyamuni Buddha, bisa dipastikan guru mahasiddha mencapai Annuttara Samyaksambodhi (minimal Bodhisattva Bhumi tingkat 10).
tetap itu hanya klaim sepihak, dan itu ke ranah mahayana biar nanti pihak mahayana yang me reply quote yang ini, aye tidak berkompeten.
Quote
Saya juga membaca otobiograhi Acariya Man Bhuridatta Thera. Yang berkunjung adalah para Buddha disertai para arahat. (Hal 221 Sub judul Penghargaan yang paling mulia)
Acariya Mun Bhuridatta Thera dikunjungi oleh Tathagata, mengapa guru Mahasiddha tidak ? Bukan omong kosong kan.
jadi kalau orang lain ada yang dikunjungi oleh Tathagata maka mengapa guru Mahasiddha tidak? begitu ya logikanya?

gimana kalau saya rubah logikanya, bagaimana kalau Acariya Mun Bhuridatta Thera itu hanya berhalusinasi, mengapa guru Mahasiddha tidak?
gitu ya?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))