Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.  (Read 1036611 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline wencie

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 35
  • Reputasi: 0
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #180 on: 24 July 2010, 10:48:27 AM »
1. Guru Dhara?
Guru Buddha memang mengajarkan untuk petapa wanita agar tidak dekat dengan petapa pria.
Penalarannya adalah:
Di jaman kerajaan Ibunda Baginda/Permaisuri akan selalu berada di sisi samping dari Baginda untuk prosesi kerajaan tertentu.Karena itu menandakan kewibawaan.Karena merupakan orang2 yang dihormati oleh rakyat.
Foto Amitabha Buddha mengapa harus didampingi 2 Boddhisatva wanita? Mengapa umat Mahayana tidak mempermasalahkannya?
Pada saat prosesi waisak,tidak pernah saya mendengar bahwa para bhiksu wanita nanti buat barisan sendiri ya, tetap harus di alirannya masing2,dan itu dekatnya seperti barisan pasukan pengibar bendera.

2.Saya mengenal fleksibelitas,ketika ayah tidak ada,tentunya Saya akan berpamitan dengan Ibu saya maupun sebaliknya.
Bahkan jika Guru Dhara sakit,tentunya dia tidak mampu untuk menghadiri upacara dharma dan pembabaran dharma. Namun untuk selama ini karena pada setiap upacara dharma ,beliau tidak pernah sakit dan selalu diberi kesehatan,beliau selalu menghadiri upacara dharma dan proses pembabaran dharma dan sebagai bagian dari Sangha,beliau harus turut menyukseskan setiap upacara dharma.
Seperti ketika Ananda mendampingi Guru Buddha.

3. Saya kira Orang yang melatih diri tentunya akan tahu yang benar dan salah. Jikalau hanya mengunakan topeng ,dan sepertinya tidak akan merusak kesadaran diri,maka untuk menghormati masyarakat setempat masih bisa dilakukan. Namun tidak pernah ada minum arak untuk mabuk2an saat selesai upacara dharma.

Salam metta
Melatih kesabaran dan hati,Berbuat ,Berpikiran dan Berujar secara benar.akan menjadikan dharma indah setiap saatnya.

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #181 on: 24 July 2010, 10:48:40 AM »
sekalian gw mau nanya foto di kolam renang itu...arti jari2 tangan yang diperagaikan itu mudra ya?
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #182 on: 24 July 2010, 10:50:37 AM »
Quote
wencie,

3.Bukannya mempersulit anda,namun di kemajuan jaman seperti ini ada hal2 tertentu yang tidak dapt dilakukan dengan cara pintas.

Seorang rakyatpun harus langsung bertemu dengan presiden untuk menyampaikan keluhannya,untuk terbaru adalah layanan sms pengaduan. Namun yang etis adalah tetap kirim surat untuk masalah2 tertentu.

Untuk sementara ini,TBF belum mengeluarkan layanan email.Mungkin masih ditakutkan beberapa masalah dalam prsosesnya,seperti spam,atau identitas yang tidak dilacak keberadaanya. Bisa saja kan orang memakai identitas palsu. Untuk user id saja bahkan ada yang pakai nama2 keren.

Aduuh gak mau kasih email alasan spam, nama palsu duuuhhhh gak masuk akal dehhh

email gak boleh...
kalau nyumbang transfer duit boleh deh ???

kalau mau melayanin orang banyak yg jangan takut membuka fasilitas email dunng....
sekalian bukan forum....... nah... yg di thread ini berjanji akan meramaikan forum tsb dehhh

tapi begitu bro virya pasang poto... langsung kena BAN =))

jangan takut dehhh ada software anti spamm koqqqq

Quote
sekalian gw mau nanya foto di kolam renang itu...arti jari2 tangan yang diperagaikan itu mudra ya?
Enak aja... kerjaannya begitu banyak dan berat, ya boleh lah kawin (lihat gerakan tangan)
lihat aja tanggal mainnya aja... koq tanya melulu  :)) :))
[itu prediksi gw lho... boleh aja salah..........]

Quote
bodhisatta ga punya gender...Ananda itu cowok..Apakah Buddha Sakyamuni ditemani istrinya Yasodhara? logis dong buat pernyataan..
kalau bos boleh ditemanin isteri, ya anak buahnya juga mau dehhhh...
nah dulu kan belum ada jas hujan...berarti anak2 buahnya bakal beranak-anak banyak dehhh
 :)) :)) :))
« Last Edit: 24 July 2010, 10:58:09 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #183 on: 24 July 2010, 10:52:10 AM »
Untuk arti dari TBS sudah ada di page2 awal...

page manakah yg anda maksud? saya mengikuti thread ini sejak post pertama, mungkin ada yg terlewat oleh saya, mohon kesediaan anda untuk meng-quote kembali

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #184 on: 24 July 2010, 10:54:57 AM »
1. Guru Dhara?
Guru Buddha memang mengajarkan untuk petapa wanita agar tidak dekat dengan petapa pria.
Penalarannya adalah:
Di jaman kerajaan Ibunda Baginda/Permaisuri akan selalu berada di sisi samping dari Baginda untuk prosesi kerajaan tertentu.Karena itu menandakan kewibawaan.Karena merupakan orang2 yang dihormati oleh rakyat.
Foto Amitabha Buddha mengapa harus didampingi 2 Boddhisatva wanita? Mengapa umat Mahayana tidak mempermasalahkannya?
Pada saat prosesi waisak,tidak pernah saya mendengar bahwa para bhiksu wanita nanti buat barisan sendiri ya, tetap harus di alirannya masing2,dan itu dekatnya seperti barisan pasukan pengibar bendera.


2.Saya mengenal fleksibelitas,ketika ayah tidak ada,tentunya Saya akan berpamitan dengan Ibu saya maupun sebaliknya.
Bahkan jika Guru Dhara sakit,tentunya dia tidak mampu untuk menghadiri upacara dharma dan pembabaran dharma. Namun untuk selama ini karena pada setiap upacara dharma ,beliau tidak pernah sakit dan selalu diberi kesehatan,beliau selalu menghadiri upacara dharma dan proses pembabaran dharma dan sebagai bagian dari Sangha,beliau harus turut menyukseskan setiap upacara dharma.
Seperti ketika Ananda mendampingi Guru Buddha.


3. Saya kira Orang yang melatih diri tentunya akan tahu yang benar dan salah. Jikalau hanya mengunakan topeng ,dan sepertinya tidak akan merusak kesadaran diri,maka untuk menghormati masyarakat setempat masih bisa dilakukan. Namun tidak pernah ada minum arak untuk mabuk2an saat selesai upacara dharma.

Salam metta

bodhisatta ga punya gender...Ananda itu cowok..Apakah Buddha Sakyamuni ditemani istrinya Yasodhara? logis dong buat pernyataan..

ada gak murid buddha lainnya yang pamitan ama yasodhara di cerita2 buddhist gt ? seklaian jg..kalo Buddha Sakyamuni lagi gak ada di tempat, apakah yasodhara yang gantiin Dia ceramah???  pikiiiiiiiiirrrr dehhh...
« Last Edit: 24 July 2010, 10:58:19 AM by No Pain No Gain »
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #185 on: 24 July 2010, 10:59:38 AM »
1. Guru Dhara?
Guru Buddha memang mengajarkan untuk petapa wanita agar tidak dekat dengan petapa pria.
Penalarannya adalah:
Di jaman kerajaan Ibunda Baginda/Permaisuri akan selalu berada di sisi samping dari Baginda untuk prosesi kerajaan tertentu.Karena itu menandakan kewibawaan.Karena merupakan orang2 yang dihormati oleh rakyat.
Foto Amitabha Buddha mengapa harus didampingi 2 Boddhisatva wanita? Mengapa umat Mahayana tidak mempermasalahkannya?
Pada saat prosesi waisak,tidak pernah saya mendengar bahwa para bhiksu wanita nanti buat barisan sendiri ya, tetap harus di alirannya masing2,dan itu dekatnya seperti barisan pasukan pengibar bendera.



jadi menurut anda, LSY bersama Guru Dhara itu hanya sebatas untuk kepentingan fotografi, seperti halnya foto Buddha Amitabha?

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #186 on: 24 July 2010, 11:00:00 AM »
ada rupangnya euy =))


Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline wencie

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 35
  • Reputasi: 0
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #187 on: 24 July 2010, 11:05:29 AM »
1.bodhisatta ga punya gender...Ananda itu cowok..Apakah Buddha Sakyamuni ditemani istrinya Yasodhara? logis dong buat pernyataan..ada gak murid buddha lainnya yang pamitan ama yasodhara di cerita2 buddhist gt ? seklaian jg..kalo Buddha Sakyamuni lagi gak ada di tempat, apakah yasodhara yang gantiin Dia ceramah???  pikiiiiiiiiirrrr dehhh...?
Anggota Sangha yang menyukseskan tentu bukan hanya seorang guru dhara saja. Ada anggota sangha lainnya.
Untuk Yasodara kan beliau tidak menjalani kehidupan kebhiksuan ,berbeda dengan Guru Dhara.
Kalau anda bilang Boddhisatva tidak punya gender bagi anda tidak masalah,mengapa anda mempermasalahkannya. Guru Dhara kami tentu kami anggap Boddhisatva pula,jadi tidak pernah akan ada masalah bagi kami.

Salam Metta
Melatih kesabaran dan hati,Berbuat ,Berpikiran dan Berujar secara benar.akan menjadikan dharma indah setiap saatnya.

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #188 on: 24 July 2010, 11:05:38 AM »
ada rupangnya euy =))




wooo... orgnnya masih idup tp uda ada rupang... kereennnn :jempol:

Offline wencie

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 35
  • Reputasi: 0
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #189 on: 24 July 2010, 11:08:50 AM »
1. Yang di rupang tersebut adalah Padmakumra Putih.
Melatih kesabaran dan hati,Berbuat ,Berpikiran dan Berujar secara benar.akan menjadikan dharma indah setiap saatnya.

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #190 on: 24 July 2010, 11:11:15 AM »
1.bodhisatta ga punya gender...Ananda itu cowok..Apakah Buddha Sakyamuni ditemani istrinya Yasodhara? logis dong buat pernyataan..ada gak murid buddha lainnya yang pamitan ama yasodhara di cerita2 buddhist gt ? seklaian jg..kalo Buddha Sakyamuni lagi gak ada di tempat, apakah yasodhara yang gantiin Dia ceramah???  pikiiiiiiiiirrrr dehhh...?
Anggota Sangha yang menyukseskan tentu bukan hanya seorang guru dhara saja. Ada anggota sangha lainnya.
Untuk Yasodara kan beliau tidak menjalani kehidupan kebhiksuan ,berbeda dengan Guru Dhara.
Kalau anda bilang Boddhisatva tidak punya gender bagi anda tidak masalah,mengapa anda mempermasalahkannya. Guru Dhara kami tentu kami anggap Boddhisatva pula,jadi tidak pernah akan ada masalah bagi kami.

Salam Metta


Yasodhara itu siswi utama Buddha Sakyamuni...ya ampun..dah akhhh...sacheng coba jelasin deh...
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #191 on: 24 July 2010, 11:11:23 AM »
ternyata SHC di tawari $10.000 buat kasus itu agar selesai :

Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #192 on: 24 July 2010, 11:17:17 AM »
1. Yang di rupang tersebut adalah Padmakumra Putih.
berarti orang ini salah nulis dong :


Narsis dikit bersama Rupang MAHAGURU LU SHENG YEN

http://www.mrfreddy.us/2009/12/retret-samosir-2009/
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline wencie

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 35
  • Reputasi: 0
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #193 on: 24 July 2010, 11:19:00 AM »
1. Yasodhara siswi utama Guru Buddha?
Tentunya  adalah hal yang tidak mungkin jikalau Maha Guru kami akan mengadakan upacara terus tidak hadir. Terus yang gantiin juga langsung Guru dhara.... Yang pasti dari para Acarya anggota Sanggha TBS yang telah diberi kewenangan untuk menyelenggarakan upacara akan menggantikannya.
Namun, selama ini upacara dharma yang akan lsg dipimpin MahaGuru kami selalu berjalan sukses ketika pengumuman upacara dharma telah diberitahukan ke khalayak umum.

Salam metta
Melatih kesabaran dan hati,Berbuat ,Berpikiran dan Berujar secara benar.akan menjadikan dharma indah setiap saatnya.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Seputar master LU (LSY) & Living Buddha & True Buddha School.
« Reply #194 on: 24 July 2010, 11:21:06 AM »


A Pair of Silver Chopstick

By Sheng-Yen Lu

My teacher Tu Deng Da Ji of Hong Kong once told me: [Sheng-Yen Lu, you should have to prepare a pair of silver chopstick.]

Listening his advice, I muted, but, I was astounded to his words.

I realized there were some meanings indicated in his saying which I regarded as a gesture of concern. He already directly told me, that a
student was about to injure me.

Thankful to him at that moment, I remained quiet because I could not answer him unprudently. I had to think carefully before giving
him a reply.

Gautama’s follower placed poisonous within his nail before making an attempt to put it on Gautama foot.

The  was nailed to the cross, betrays by [Judas] the one of his followers.

The Grand Master of Tantric (Buddhism religion) Mi Le Re Ba passed away from the poison in beverage by his own follower.

There were uncounted instances such as the above-mentioned murder cases committed by followers of the respective Master taking
place in the history.

Therefore, today the problem that I am confronted is one of such occurrences. Should I prepare [are a pair of silver chopstick to test
whether my food is poisoned before taking a meal? Should I go ahead with the meal irrespective of the consequences.

Now I, aged 56 have been giving Dhama discourses for 30 years and have written one hundred and forty three books. After giving
many talks and writings many books, I have been experiencing this kind of life without fear and worry. Therefore, I can say that today
"True Buddha Tantric Dhama" speading far and wide is changed over by delicate body.

Nowadays, many people know that Lian Sheng Living Buddha Sheng-yen Lu has a wife (Master Lian Xiang), a son (Fo Qi, an
university graduate), a daughter (Fo Qing, Dr. Degree of law), owns houses and cars which were given by students.

Inspite of having a wife and children, my true wealth is not on the earth but in the heaven.

What I possess is the enlightenment of the sentient beings. Full of Dharma Wisdom is my endless property.

Immersing myself in Dhrma world, person like me no longer in guest of material confort of other things.

Since my Dhrma wheel is rolling, I have nothing to pursuit. This is the time for all the Dharma Master, monks, nuns and our Dharma
brothers & sisters to make use of your Dharma Wheels.

I hereby sincerely give an answer to my teacher that I do not need a pair of silver chopsticks. It does not mean I am purposely impatient
looking for a fatality instead, dying under the hand of my students is much better than dying in the hand of a stranger!

                                                                                                 Tahiti - October 19, 2000
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))