Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Majjhima Nikaya (Diskusi)  (Read 62749 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Yi FanG

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 238
  • Reputasi: 30
  • Gender: Female
  • Namo Buddhaya...
Re: Majjhima Nikaya
« Reply #60 on: 27 July 2010, 12:49:07 AM »
ralat

3  Dhammadāyāda Sutta
Pewaris dalam Dhamma

1. []Pada suatu ketika, Sang Bhagavā
bhikkhu.”“Yang Mulia,” mereka
menjawab. []Sang Bhagavā

2. jadilah pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan pewaris-Ku dalam
belas kasih-Ku kepada kalian, Aku berpikir: ‘Bagaimana para siswa-Ku dapat
menjadi pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan pewaris-Ku dalam benda-benda materi’? Jika
menjadi pewaris-Ku
sebagai berikut: ‘Para siswa
sebagai pewaris-Nya dalam benda-benda
sebagai berikut: ‘Para siswa
sebagai pewaris-Nya dalam benda-benda materi, bukan sebagai pewaris-Nya dalam Dhamma’.

“Jika kalian menjadi pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan pewaris-Ku dalam benda-benda materi, maka kalian tidak akan dicela [seperti dikatakan]: ‘Para siswa Sang Guru hidup sebagai pewaris-Nya dalam Dhamma, bukan sebagai pewaris-Nya dalam benda-benda materi’; dan Aku tidak akan dicela [seperti dikatakan]: ‘Para siswa Sang Guru hidup sebagai pewaris-Nya dalam Dhamma, bukan sebagai pewaris-Nya dalam benda-benda materi’. Oleh karena itu, Para bhikkhu, jadilah pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan pewaris-Ku dalam benda-benda materi. Demi belas kasih-Ku kepada kalian, Aku berpikir: ‘Bagaimana para siswa-Ku dapat menjadi pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan pewaris-Ku dalam benda-benda materi’?

3. “Sekarang, Para bhikkhu
dua orang bhikkhu tiba, [13] lapar dan lemah
memakannya, maka Aku
mana tidak ada kehidupan’. Kemudian
memakannya, maka Sang
jadilah pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan pewaris-Ku dalam
keadaan lapar dan lemah’.
merasa lapar dan lemah’. Sekarang, walaupun bhikkhu itu
dipuji oleh-Ku. Mengapakah
kegigihannya. []Oleh karena itu, Para bhikkhu
, jadilah pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan pewaris-Ku dalam benda-benda materi. Demi belas kasih-Ku kepada kalian, Aku berpikir: ‘Bagaimana para siswa-Ku dapat menjadi pewaris-Ku dalam Dhamma, bukan pewaris-Ku dalam benda-benda materi’?”

4. dari duduk-Nya dan masuk ke kediaman-Nya.
para bhikkhu.”“Teman,”

5. “Sesungguhnya, Teman, kami datang
darinya, para bhikkhu
Maka, Teman-teman, dengarkan

6. Sang Guru yang hidupo terasing
Di sini, para siswa Sang
 
“Dalam hal ini, para bhikkhu
untuk tiga alasan. []Sebagai
yang hidup terasing, mereka

“Dalam hal ini, para bhikkhu
yang hidup terasing, mereka

“Dalam hal ini, para bhikkhu
yang hidup terasing, mereka

“Dalam hal ini, para bhikkhu
yang hidup terasing, mereka

7. bagaimanakah, Teman-teman
keterasingan? Di sini, para

“Dalam hal ini, para bhikkhu
yang hidup terasing, mereka
keterasingan.: mereka dipuji

“Dalam hal ini, para bhikkhu
yang hidup terasing, mereka
keterasingan.: mereka dipuji

“Dalam hal ini, para bhikkhu
yang hidup terasing, mereka
keterasingan.: mereka dipuji

8. kebencian. []Terdapat Jalan
« Last Edit: 27 July 2010, 12:53:13 AM by Yi FanG »
"Dhamma has a value beyond all wealth and should not be sold like goods in a market place."

Offline Yi FanG

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 238
  • Reputasi: 30
  • Gender: Female
  • Namo Buddhaya...
Re: Majjhima Nikaya
« Reply #61 on: 27 July 2010, 12:59:35 AM »
1  Mūlapariyāya Sutta

123. melalui hancurnya kebodohan.


2  Sabbāsava Sutta

16. hanya untuk perlindungan dari penyakit yang telah muncul dan demi kesehatan.
"Dhamma has a value beyond all wealth and should not be sold like goods in a market place."

Offline Yi FanG

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 238
  • Reputasi: 30
  • Gender: Female
  • Namo Buddhaya...
Re: Majjhima Nikaya
« Reply #62 on: 28 July 2010, 01:38:30 AM »
4  Bhayabherava Sutta
Kekhawatiran dan Ketakutan
[/b]

1. Pada suatu ketika, Sang

2. apakah mereka mereka menjadikan

begitulah. Kketika para anggota
berkeyakinan pada-Ku, mereka
orang ini mengikuti teladan-Ku.”

begitulah. Ttempat tinggal di dalam

3.  “Sebelum pencerahan-Ku, sSewaktu Aku masih

4. karena cacat dari ketidakmurnian
mereka, para petapa dan
Tetapi Aaku tidak mendatangi
jasmani yang murni’. Melihat
jasmani ini dalam diri-Ku, Aku

5-7. terpencil di dalam hutan …[] mereka
penghidupan yang murni’. Melihat
dalam diri-Ku, Aku menemukan

8. brahmana yang iri hati
… Aku tidak iri hati ….’ [18]

9. “‘  … dengan pikiran permusuhan dan kecenderungan membenci … Aku memiliki  pikiran cinta kasih …’

10. “‘ … dikuasai oleh

11. “‘ … dikuasai oleh

12. “‘ … kebimbangan dan keraguan
 
13. “‘ … memuji diri sendiri

14. “‘ … tunduk pada ketakutan dan terror …

15. “‘ … menginginkan perolehan, penghormatan

16. “‘ … malas dan membutuhkan 

17. “‘ … [20] tanpa perhatian dan tidak waspada … Aku kuokuoh dalam

18. “‘ … tidak terkonsentrasi dan dengan pikiran

19. bodoh dengan airu liur menetes,
bodoh dengan airu liur menetes
Aku memiliki kebijaksanaan.[] Aku mendatangi
memiliki kebijaksanaan’. Melihat kebijaksanaan ini dalam diri-Ku,

20. sangat baik, yaitu tanggal empat belas
altar-altar di[]hutan,
kekhawatiran dan ketakutan itu’. Dan
sangat baik itu, yaitu tanggal empat belas
ketika ia mendatangi-Ku?’

dan ketakutan mendatangi-Ku; Aku
dan ketakutan mendatangi-Ku
dan ketakutan mendatangi-Ku
dan ketakutan mendatangi-Ku

21. dengan siapa[]pun: ‘Makhluk
dewa dan manusia’, sesungguhnya adalah sehubungan dengan Aku, ucapan benar itu diucapkan.

22. muncul dalam diri-Ku dan

25. dengannya, para mulia mengatakan: ‘Ia memiliki kediaman yang menyenangkan yang memiliki keseimbangan dan penuh perhatian’.

27. “Ketika konsentrasi pikiran-Ku sedemikian murni, cerah, tanpa noda, bebas dari ketidaksempurnaan, lunak, lentur, kuokuoh, dan mencapai keadaan tanpa-gangguan, Aku mengarahkannya pada pengetahuan perenungan kehidupan lampau. [] Akumengingat banyak
kembali di sini’. Demikianlah
ciri-cirinya, Aku

28. pertama yang dicapai oleh-Ku pada jaga
berdiam dengan tekun, rajin, dan teguh.

29. . “Ketika konsentrasi pikiran-Ku sedemikian murni, cerah, tanpa noda, bebas dari ketidaksempurnaan, lunak, lentur, kuokuoh, dan mencapai keadaan tanpa-gangguan, Aku mengarahkannya pada pengetahuan kematian dan kelahiran kembali makhluk-makhluk.[] Dengan
alam surga’. Demikianlah

30. ke dua yang dicapai oleh-Ku
tekun, rajin, dan teguh.

31. “Ketika konsentrasi pikiran-Ku sedemikian murni, cerah, tanpa noda, bebas dari ketidaksempurnaan, lunak, lentur, kuokuoh, dan mencapai keadaan tanpa-gangguan, Aku
menuju lenyapnya penderitaan’. Aku secara
‘Ini adalah jalan menuju lenyapnya noda-noda’.

32. demikian, batin-Ku terbebas
‘terbebaskan’. []Aku secara langsung
kondisi makhluk apa pun’.

33. sejati ke tiga yang dicapai oleh-Ku pada jaga
tekun, rajin, dan teguh.

34. rimba belantara yang terpencil di dalam hutan’. Tetapi engkau jangan berpikir demikian. Adalah karena Aku melihat dua manfaat, maka Aku masih

35. Sejak hari ini, sudilah Guru Gotama mengingatku sebagai seorang pengikut awam yang telah menerima
« Last Edit: 28 July 2010, 01:42:31 AM by Yi FanG »
"Dhamma has a value beyond all wealth and should not be sold like goods in a market place."

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.353
  • Reputasi: 123
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: Majjhima Nikaya
« Reply #63 on: 28 July 2010, 08:44:42 PM »
1  Mūlapariyāya Sutta

171.  dan bahwa dengan apa pun yang terlahir itu

172-194. dan bahwa dengan apa pun yang terlahir itu


2  Sabbāsava Sutta

8. kesakitan, kesedihan, dan keputusasaan


4  Bhayabherava Sutta

2. Kemudian Brahmana Jāṇussoṇi []mendatangi

begitulah. Kketika para anggota
berkeyakinan pada-Ku, mereka mereka menjadikan-Ku sebagai pemimpin mereka
orang ini mengikuti teladan-Ku.”

3.  “Sebelum pencerahan-Ku, sewaktu Aku masih

5-7. terpencil di dalam hutan …[]mereka

9. Aku memiliki []pikiran cinta kasih

19. ...
Aku memiliki kebijaksanaan. []Aku mendatangi

20. di[]hutan, dan altar-altar pohon. Dan sewaktu

27. ...
kehidupan lampau. []Aku mengingat banyak

29. ...
kelahiran kembali makhluk-makhluk. []Dengan

32. ...
‘terbebaskan’. []Aku secara langsung
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Majjhima Nikaya
« Reply #64 on: 29 July 2010, 10:36:53 AM »
 [at]  Yumi n Yi Fang, kenapa gak minta naskahnya ke Indra? jadi setelah diedit, kirim via imel. Setelah itu Indra tinggal posting. Sepertinya kalo begitu lebih mudah ya? Nanti yang mana yang diedit, diberi warna di naskah itu.

Offline Hendra Susanto

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Majjhima Nikaya
« Reply #65 on: 29 July 2010, 10:44:25 AM »
perhatian, klo kirim ke gw nanti jgn model gini ya ;D kirimnya model biasa yang selama ini dilakukan... ha

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Majjhima Nikaya
« Reply #66 on: 29 July 2010, 08:30:01 PM »
 [at] Yumi+Yi Fang,

hold dulu dan jangan dilanjutkan untuk sementara, minggu depan saya akan kirimkan docnya, jadi bisa langsung di edit di dokumennya, sekarang saya masih melakukan sedikit revisi.

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Majjhima Nikaya (Diskusi)
« Reply #67 on: 24 August 2010, 03:10:13 PM »
Hanya mau bilang aja, sepertinya kalo revisinya di thread ini aja atau dibuat thread baru khusus untuk revisi, lebih bagus sih. Jadi bukan di thread intinya. Soalnya kayak di Majjhima Nikaya bagian 1 (lima puluh kotbah pertama), sepertinya kurang afdol aja. Saran aja sih... ;D
« Last Edit: 24 August 2010, 03:15:02 PM by Mayvise »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Majjhima Nikaya (Diskusi)
« Reply #68 on: 24 August 2010, 03:12:43 PM »
Hanya mau bilang aja, sepertinya kalo revisinya di thread ini aja atau dibuat thread baru khusus untuk revisi, lebih bagus sih. Jadi bukan di thread intinya. Soalnya kayak di Majjhima Nikaya bagian 1 (lima puluh kotbah pertama), sepertinya kurang afdol aja. Saran aja sih... ;D

setuju, memang agak membingungkan pembaca sih, sampe gak jelas yg mana postingan ori dan mana yg hasil editan, tapi terserah pihak yg berwajib aja deh

Offline Hendra Susanto

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Majjhima Nikaya (Diskusi)
« Reply #69 on: 24 August 2010, 03:51:09 PM »
pada dasarnya editan bentuknya tata bahasa indo. tp demi kenyamanan para pemirsa, baik akan saya pisah...

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.353
  • Reputasi: 123
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: Majjhima Nikaya (Diskusi)
« Reply #70 on: 09 October 2010, 01:46:47 PM »
ko hendra, bbrp hr ini saya tdk bs ol DC melalui kompi, jd editing tdk bs dilanjutkan by posting. Biar ga mengulur wkt, saya email ko aja gmn?
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~

Offline Hendra Susanto

  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Majjhima Nikaya (Diskusi)
« Reply #71 on: 11 October 2010, 08:55:08 AM »
ko hendra, bbrp hr ini saya tdk bs ol DC melalui kompi, jd editing tdk bs dilanjutkan by posting. Biar ga mengulur wkt, saya email ko aja gmn?

coba terus sampe bisa... ;D

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.353
  • Reputasi: 123
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: Majjhima Nikaya (Diskusi)
« Reply #72 on: 15 February 2011, 11:14:52 PM »
[at]  ko indra/ko hendra,
sutta "76.  Sandaka Sutta: Kepada Sandaka" tolong dipost dunk..
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Majjhima Nikaya (Diskusi)
« Reply #73 on: 16 April 2011, 12:50:31 PM »
MAHARAHULOVADA SUTTA

10. “Apakah, Rahula, elemen api itu? Elemen api bisa bersifat  internal atau eksternal. Apakah elemen api internal? Apa pun yang internal, ada pada diri sendiri, merupakan api, bersifat api, dan dilekati, yaitu, yang menyebabkan orang hangat, menua, dan termakan, dan yang melaluinya maka apa yang dimakan, diminum, dikonsumsi, dan dicicipi menjadi sepenuhnya tercerna, atau apa pun lainya yang apa pun lainnya yang internal, ada pada diri sendiri,merupakan api, bersifat api, dan dilekati: ini disebut elemen api internal. Baik elemen api internal maupun eksternal hanyalah elemen api semata. Dan itu seharusnya dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan yang benar demikian: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.” Jika orang melihatnya demikian sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan yang benar, maka orang itu menjadi tidak-tertarik pada elemen api dan membuat pikirannya tidak-bernafsu terhadap elemen api.

11. “Apakah, Rahula, elemen udara itu?  Elemen udara bisa bersifat  internal atau eksternal. Apakah elemen udara internal? Apa pun yang internal, ada pada diri sendiri, merupakan udara, bersifat udara, dan dilekati, yaitu, angin ke atas, angin ke bawah, angin di dalam perut, angin di dalam usus, angin yang bergerak di tangan dan kaki, nafas-masuk dan nafas-keluar, atau apa pun lainnya yang yang internal, ada apa diri sendiri,merupakan udara, bersifat udara, dan dilekati: ini disebut elemen udara internal. Baik elemen udara internal maupun eksternal hanyalah elemen udara semata. Dan itu seharusnya dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan yang benar demikian: ‘Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku.” [423] Jika orang melihatnya demikian sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan yang benar, maka orang itu menjadi tidak-tertarik pada elemen udara dan membuat pikirannya tidak-bernafsu terhadap elemen udara.



adakah kawan2 yg dapat membantu
1. sehubungan dengan: elemen api.(yg di bold) adakah yg lebih memahami? agar bisa di terangkan dengan bahasa yang dapat saya mengerti

2. sehubungan dengan elemen udara (yg di bold), maksud konotasi [angin ke atas, angin ke bawah]
apakah angin pada konotasi harafiah? jadi sama dengan angin ke arah kiri- angin ke arah kanan ??

THX
Samma Vayama

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.353
  • Reputasi: 123
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: Majjhima Nikaya (Diskusi)
« Reply #74 on: 04 May 2011, 01:12:11 PM »
adakah kawan2 yg dapat membantu
1. sehubungan dengan: elemen api.(yg di bold) adakah yg lebih memahami? agar bisa di terangkan dengan bahasa yang dapat saya mengerti

2. sehubungan dengan elemen udara (yg di bold), maksud konotasi [angin ke atas, angin ke bawah]
apakah angin pada konotasi harafiah? jadi sama dengan angin ke arah kiri- angin ke arah kanan ??

THX


[at]  kering,
sederhananya tubuh ini ibarat kompor yg bisa menghasilkan panas, makanan yg masuk mengalami proses oksidasi, dibakar sampai tersisa ampas berupa urin/tinja. kalo angin ke atas ke bawah terasa saat diafragma naik turun, nafas masuk dari hidung turun ke bawah, saat dihembuskan nafasnya keluar naik ke atas. begitu yg kupahami..  ;D



43  Mahāvedalla Sutta
Rangkaian panjang Tanya-Jawab

“Perbedaannya, teman, antara kebijaksanaan dan kesadaran, bahwa kondisi-kondisi ini tergabung, bukan terpisah, adalah: kebijaksanaan harus dikembangkan, kesadaran harus dipahami sepenuhnya.”

adakah yg bisa membantu saya memahami yg di bold biru?
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~