Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Makan daging di restoran  (Read 403 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 128
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Makan daging di restoran
« on: 28 October 2017, 01:02:47 AM »
Halo temen2,

Mau nanya nich, daging kan tidak boleh dimakan apabila seseorang itu melihat, mendengar dan mencurigai hewan itu secara khusus dipotong untuk dia.

Pertanyaannya, kalo kita makan daging di restoran apakah ini termasuk? Kan pemilik restoran juga membeli daging/memesan binatang secara khusus untuk para tamu restoran. Apakah dalam hal ini berarti kita tidak bisa makan daging di restoran?

Bagaimana dengan pesta pernikahan saudara, saudara saya mungkin akan pesen kambing guling dll. Tentu kambing ini sudah pasti dipesan ditujukan untuk para tamu undangan, sebagai salah satu tamunya apakah saya masih diperbolehkan untuk memakan daging tersebut? Terima kasih.

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Makan daging di restoran
« Reply #1 on: 28 October 2017, 09:20:48 AM »
Halo temen2,

Mau nanya nich, daging kan tidak boleh dimakan apabila seseorang itu melihat, mendengar dan mencurigai hewan itu secara khusus dipotong untuk dia.

Pertanyaannya, kalo kita makan daging di restoran apakah ini termasuk? Kan pemilik restoran juga membeli daging/memesan binatang secara khusus untuk para tamu restoran. Apakah dalam hal ini berarti kita tidak bisa makan daging di restoran?

Bagaimana dengan pesta pernikahan saudara, saudara saya mungkin akan pesen kambing guling dll. Tentu kambing ini sudah pasti dipesan ditujukan untuk para tamu undangan, sebagai salah satu tamunya apakah saya masih diperbolehkan untuk memakan daging tersebut? Terima kasih.
Bukannya tidak diperbolehkan, tetapi tidak seharusnya dimakan: apabila (1) melihat atau (2) mendengar atau (3) mencurigai hewan itu "secara khusus" dipotong untuk Anda/kelompok yang terkait.

Saya akan memberikan jawaban secara tidak langsung.
Ibu saya kadang memasak kepiting dan kata ibu saya, kepiting lebih enak kalau dibeli dalam keadaan hidup. Akhirnya, ibu saya memotong kepiting itu. Saya merenung (ini kisah nyata dari saya): "Ibu saya memasak dan pastinya ditujukan pada keluarga (salah satunya saya), jika saya memakan hewan yang telah saya "lihat" dipotong demikian, dan jika saya memakannya maka ibu saya secara langsung 'telah menimbun kamma buruk yang besar' karena aku adalah orang yang melatih sila, murid Sang Buddha. Saya adalah seorang yang menolak daging yang memenuhi 3 syarat."
Oleh karena itu, saya tidak memakan kepiting itu, bukan menolak memakannya karena suka atau tidak suka, tetapi karena berbelas kasih kepada ibu saya. Kepiting yang dibeli di luar, pastinya saya makan. Akan tetapi, jika dipotong khusus (melihatnya), atau mendengar atau mencurigainya, saya akan menolak. Karena apa? Karena, saya menjaga sila dan berbelas kasih kepada orang tersebut. Semoga dapat membantu.
« Last Edit: 28 October 2017, 09:39:23 AM by Gwi Cool »
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.