//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!  (Read 21964 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #60 on: 08 September 2013, 08:20:07 PM »
Kalo saya ditanya begitu bro dato'tono, saya akan jawab sebagai berikut:
Wahai teman, anggap lah begini, hidup itu baru sekali, pertanyaannya, dengan keyakinan yang kamu pegang saat ini. Apakah kamu bersedia menerima keadaan jika kamu terlahir di keluarga miskin, cacat, buruk rupa, dihina, tertindas, penyakitan dan buruk rupa?? sedangkan kamu sendiri tidak punya salah apapun karena hidup itu hanya sekali? Mengapa kamu menjalani kehidupan yang sulit dengan keluarga miskin, cacat, buruk rupa, dihina, tertindas, penyakitan dan buruk rupa? Jika kamu dapat menerima keadaan mu yang malang tersebut sebagai rencana Tuhan. Lalu kenapa kamu tidak dapat menerima bahwasannya segala kemalangan yang kamu jalani adalah sebab dari perbuatan-perbuatan burukmu dikehidupan lampau?

Lagi pula bukan kah Yesus berkata, apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai, menurut mu, kira-kira apa yang ditabur seseorang sehingga terlahir di keluarga miskin, cacat, buruk rupa, dihina, tertindas, penyakitan dan buruk rupa???
SETUJU  :jempol:
I'm an ordinary human only

Offline kuping.kaleng

  • Teman
  • **
  • Posts: 65
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #61 on: 13 September 2013, 05:11:52 PM »
Halo bro and sis, langsung aja ya.

Bener gak kehidupan  dan karma sebelum kehidupan sekarang kita dilahirkan itu ada? Kalo ada, apa buktinya?
Apakah hal ini bertentangan dengan ajaran Sang Buddha ttg Ehipassiko yang tidak menerima begitu saja semua ajaran2 yang diturunkan.

Tolong berikan saya jawaban yang logis yang bisa diterima akal dan nalar. Tolong jangan menjawab menyimpang dari pertanyaan saya. Kalau ada tidak mempunyai jawab yang sy minta, maaf jangan berkomentar.

#masih banyak pertanyaan saya, cuma sdh ngantuk, besok saya update  ;D


Bener gak kehidupan  dan karma sebelum kehidupan sekarang kita dilahirkan itu ada? Kalo ada, apa buktinya?
ADA, buktinya Saya sendiri, terlahir sebagai manusia dan hidup di lingkungan seperti yang saya jalani sehari-hari.

Apakah hal ini bertentangan dengan ajaran Sang Buddha ttg Ehipassiko yang tidak menerima begitu saja semua ajaran2 yang diturunkan. ----> Yang mana yang bertentangan dengan Ehipassiko?
Dengan semua yang terkondisikan saat ini yang merupakan hasil dari Kamma masa lalu yang sudah saya mengerti, saya pahami dan saya buktikan.
_/\_


Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #62 on: 18 September 2013, 04:42:19 AM »

Mungkin gak, org yang sudah mempunyai kemampuan bathin lebih bijaksana, melihat dan menyadari bahwa kelahiran/kehidupan sebelum sekarang itu tidak ada jadi mereka akan bungkam, karena ini demi kebaikan dan kedamaian antar umat manusia supaya gak chaos lah atau takut untuk berbuat jahat.
Saya gak membicarakan hal kehidupan skrg tapi hal kehidupan sebelum skrg. Karena memang hukum karma pd kehidupan skrg bisa dibuktikan secara langsung, logis dan rasional. Contoh sederhana, sebab si Andi pukul mata si Wati, akibatnya mata Wati bengkak.
Pak, Di dunia ini telah muncul seorang manusia luar biasa yang telah mendapatkan kebenaran, terbebas dari kekotoran batin, yang telah mencapai penerangan sempurna atas usaha-Nya sendiri, yang sempurna pengetahuan serta tindak-tanduk-Nya, sempurna dalam menempuh jalan ke Nibbana, Pengenal segenap alam, Pembimbing manusia yang tiada taranya...  Guru Para Deva dan Manusia, Yang Telah Sadar, Yang Patut Dimuliakan. Beliaulah Sang Buddha yang tiada taranya dalam membabarkan Kebenaran (Dhamma), yang setelah mencapai Pengetahuan Tertinggi, Beliau menyatakan kepada dunia bersama dengan para dewa, mara dan Brahma, generasi sekarang dengan para samana dan brahmanya, beserta dengan para raja dan rakyatnya. Beliau membabarkan Kebenaran (Dhamma) yang indah pada awalnya, yang indah pada pertengahannya, serta yang indah pada akhirnya dalam makna dan kata-kata-Nya dalam menerangkan kehidupan suci yang benar-benar sempurna, dan murni sepenuhnya...  kepada Sang Bhagava, saya memuji, kepada sang Bhagava saya menghormat...
Beliau sendiri pernah menyatakan dalam Pasadika Sutta (DN 29, paragraf 29, terbitan DCPress), apapun yang terlihat, terdengar, terasa, dikenal, apapun yang pernah dicapai, dicari, atau direnungkan oleh pikiran, semua ini telah dipahami sepenuh-Nya oleh Sang Tathagata. Itulah sebabnya, maka Beliau disebut Tathagata.


Apa yang terlintas dalam pikiran Anda Pak, saya merasa ada kemiripan dengan apa yang pernah terlintas dalam pikiran seorang Brahmana yang bernama Lohicca (baca Lohicca Sutta, DN 12). Singkat cerita saja ya, Pak. Brahmana itu pernah memiliki pemikiran seperti berikut : "Andaikan di dunia ini, ada orang (pertapa atau brahmana atau yg sejenisnya) yg menemukan suatu ajaran yang baik, kemudian setelah mereka menemukannya, mereka tidak harus menyatakan kebenarannya kepada orang lain (bungkam saja). Karena apa yg bisa diperbuat org tsb (yg menemukan kebenaran) utk org lain?" (kurang lebih seperti itu yg terlintas dalam pemikiran brahmana Lohicca ya, Pak...)


Namun Pak, dalam hal ini Pak, berdasarkan kenyataannya Pak, seorang Tathagata telah muncul di dunia ini, seorang yang telah mencapai, dan menembus kebenaran yang sungguh dalam ini dengan usaha-Nya sendiri, :lotus: [size=78%]  [/size][size=78%]sesungguhnya Beliau membabarkan kebenaran demi kesejahteraan dan kebahagian semua makhluk, agar dapat terbebas dari lingkaran samsara yang penuh derita ini. :lotus: Namun, pada saat Beliau mulai memutuskan utk mengajarkan kebenaran yang sungguh-sungguh dalam ini, Pak, kebenaran yang sulit dilihat, yang damai, luhur, dan melampaui logika, yang begitu halus, dan sulit untuk dipahami  ini.Beliau sempat mengurungkan niat baiknya (untuk membantu makhluk lain terbebaskan dalam lingkaran samsara ini) tsb.
Karena hal apakah Beliau mengurungkan niatnya tsb? Hal ini karena ketika Beliau merenungkan sifat2 Dhamma yang begitu dalam, dan sulit dipahami, dan ditembus oleh kita/generasi ini/siapapun yang begitu melekat dan bergembira di dalam penderitaan ini, kita begitu menyenanginya, sehingga menjadi tidak menyadari sifat dari segala sesuatu yang berkondisi di dunia ini. Kita begitu dibutakan oleh nafsu sehingga tidak dapat melihatnya. Sementara Kebenaran yang telah ditembus oleh Beliau adalah anggapan yang sebaliknya dari anggapan2 orang di dunia pada umumnya. Beliau merenungkan apabila Beliau membabarkan kebenaran ini kepada orang lain, dan mereka tidak memahami-Nya, hal ini hanya akan membuat beliau lelah dan menyulitkan-Nya saja (Karena nasihatnya hanya akan menjadi celaan/cemoohan bagi murid-muridnya yang tidak mau memperhatikan nasihat ajaranNya. Sedangkan semasa hidupnya Beliau membabarkan Dhamma masih banyak orang2 yang berusaha mencoba untuk menjatuhkan pandangan/doktrin-Nya dan berniat buruk padaNya [cthnya seperti, org2 Nigantha Nataputta, Purana Kassapa, Makkhali Gosala, Ajita Kesakambali, dan pengikut sekte2 Jain lainnya, Devadatta, Magandhiya, Cinca Manavika, dsb.<yang karena kebodohan batin, mereka malah menggali kuburan mereka lebih dalam lagi>] Namun, hal yang terjadi adalah sebaliknya, malah pengikut mereka yang lebih banyak berpindah keyakinan. Karena apakah? Karena apa yang diajarkan oleh Tathagata adalah berdasarkan pada kebenaran yang telah Beliau lihat, alami, selami, dan pahami sepenuhnya, yang dapat dilihat secara langsung di sini, saat ini, segera, dapat dilihat dan dibuktikan, menuntun ke dalam batin, dan dapat diselami oleh mereka yang bijaksana/memiliki sedikit debu di matanya.).
Kemudian, Brahma Sahampati mengetahui pemikiran Bhagava, segera menemuiNya, secepat seorang kuat merentangkan tangannya, atau melipatnya lagi, lenyap dari alam Brahma dan muncul kembali di hadapan sang Bhagava. {coba perhatikan, betapa penuh rasa hormatnya, sikap Brahma ini pada sang Bhagava 8-> [/size][size=78%] ==>} Merapikan jubahnya di bahunya dan berlutut dengan lutut kanannya, ia memberi hormat kepada Buddha dengan merangkapkan tangannya memohon kepada sang Bhagava untuk bersedia mempertimbangkan makhluk2 yang memiliki sedikit debu di mataNya, agar mereka dapat memahamiNya. Singkat cerita, Sang Bhagava kemudian menerima permohonan sang Brahma, setelah memeriksa dengan mata batinNya, bahwa masih ada makhluk2 yg memiliki sedikit debu dimatanya, tergerak oleh belas kasihNya, Beliau pun memutuskan untuk mengajarkan Dhamma yang mulia ini... [/size] ;D [size=78%](Renungkanlah, betapa besar belas kasihNya dalam membabarkan Dhamma yang telah diselami atas usahaNya  sendiri itu, demi kesejahteraan semua makhluk [/size] 8-> )


Tathagata adalah seorang yang telah menemukan kebenaran mutlak dan memahami sifat nyata dunia ini sesungguhnya, saya yakin, Beliau adalah seorang yang tidak akan bungkam begitu saja setelah menemukan kebenaran itu, dan tidak akan menyatakan yang sebaliknya. Karena Beliau, adalah seorang pembicara kebenaran, Oleh karena itu pula, Beliau disebut Sang Sugata (seorang yg mengatakan yang benar pada saat yang tepat). Beliau adalah seorang yang tidak terpengaruh (walaupun apa yg diucapkanNya disukai atau tidak disukai oleh org yg mendengarkanNya, Beliau tetap akan menyatakan apa yang berdasarkan pada kebenaran dan menyatakan hal yang bermanfaat bagi para pendengarnya, demi kesejahteraan banyak makhluk.  8-> [size=78%]Hal yang diucapkan oleh Beliau menuntun pada Nibbana (keadaan yg tidak terkondisi), menuntun pada ketenangan batin \[/size] ;D [size=78%]/. Beliau adalah seorang yang tidak akan menyatakan hal yang tidak bermanfaat. Seorang yang tidak akan menyatakan hal yang tidak mendukung pada lenyapnya penderitaan. Beliaulah sang Tathagata yang layak dipuji oleh para Dewa dan Manusia...\[/size] ;D [size=78%]/\[/size] ;D [size=78%]/\[/size] ;D [size=78%]/[/size]
Quote

Mungkin gak, org yang sudah mempunyai kemampuan bathin lebih bijaksana, melihat dan menyadari bahwa kelahiran/kehidupan sebelum sekarang itu tidak ada jadi mereka akan bungkam, karena ini demi kebaikan dan kedamaian antar umat manusia supaya gak chaos lah atau takut untuk berbuat jahat.


Seandainya saja ya, pak, kelahiran kehidupan lampau, dan yang akan datang itu tidak pernah ada (alias hidup itu cuman sekali)[size=78%], toh hal apalah yg bisa dilakukan  org demikian (yg menyatakan tdk ada akibat perbuatan) dengan bungkam saja,dan malah menyatakan yang sebaliknya? Apa gunanya bagi mereka? Malah, kasus yg ada pada zaman Sang Buddha banyak sekali petapa yg menyatakan pandangan demikian (klo gak salah pandangan demikian disebut paham nihilisme ya?), yg malah setelah mengibarkan bendera pandangan salah mereka, mereka tdk menganjurkan seseorang utk berbuat baik, silahkan berbuat semena2, krn mereka berpandangan/beranggapan bahwa tdk ada akibat dari perbuatan baik dan buruk. Oleh krn itu, seseorang yg berkuasa/semua orang dapat berbuat semena2nya... Klo yg saya rasa sih bakalan makin kacau dunia ini. (seperti cerita kisah Narada Jataka, yg w baca di buku kamma adalah pencipta sesungguhnya...[/size] ;D  )
[size=78%]Klo seandainya, seseorang menemukan kenyataan bahwa tdk ada akibat/buah dari perbuatan baik atau buruk, lantas apa juga gunanya org tsb menganjurkan org lain utk takut berbuat jahat?[/size] ^-^ [size=78%] bukankah kebenaran yg ditemukannya itu menyatakan tdk ada buah/akibat dari kehidupan lampau, serta akibat perbuatan yg dihasilkannya? jika demikian, lantas utk apa pula sso hrs takut buat jahat??[/size] :D ;D
klo dikatakan, gunanya supaya gak kacau dunia ini, maka org itu menyatakan yg sebaliknya (ada akibat dari perbuatan saat ini yg akan dihasilkan pada kehidupan yg akan datang), itu berarti perbuatan buruk yg dilakukan org2 di dunia ini, walau tdk memiliki akibat pada kehidupan/kelahiran yg akan datang, namun, hal tsb (perbuatan buruk/baik) akan memiliki dampak/pengaruh/akibat terhadap kesejahteraan org2 di dunia (kehidupan saat ini) kan, Pak? :D ;D 

May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/

Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #63 on: 18 September 2013, 04:48:02 AM »


Quote

Saya gak membicarakan hal kehidupan skrg tapi hal kehidupan sebelum skrg. Karena memang hukum karma pd kehidupan skrg bisa dibuktikan secara langsung, logis dan rasional. Contoh sederhana, sebab si Andi pukul mata si Wati, akibatnya mata Wati bengkak.
Memang benar Pak, contoh yg bapak buktikan sangatlah logis, bila Andi memukul mata si Wati, jelas matanya Wati akan menjadi bengkak.Namun, Pak, permasalahan utamanya adalah, apakah akibat yang akan diterima oleh si Andi ini (si pelaku/pemilik kamma) pada kehidupan sekarang, akibat nonjok matanya Wati??  Lantas, apa penyebab dari perbuatan Wati, yg telah mengakibatkan mata Wati bengkak ditonjok si Andi??
Quote
Saya percaya dan yakin hukum karma berlaku ada dan tidak keluar dari kehidupan yang sekarang, yang saya tidak percaya dan tidak yakin hukum karma dari kehidupan masa sebelum skrg dan masa kelahiran akan datang. Bro Ariyakumara pasti mempunyai pendalaman agama jauh lebih tinggi dari saya, maka tolong berikan saya penjelasan yang bisa diterima secara logis agar saya dapat bertanggung jawab menjelaskan kepada anak saya tentang kebenaran ajaran Buddha. Dapatkah anda memberikan contoh nyata apa hasil karma dari kehidupan sebelumnya yang terjadi pada kehidupan sekarang?
Tepat, dari kutipan diatas sebenarnya Sang Buddha memberikan "Sign", "Petunjuk" bahwa kehidupan masa sebelumnya dan akan datang itu belum terbukti (menurut kesimpulan dan hasil analisa saya ya ) Cobalah jangan menutup mata dan pikiran karena sudah menerima ajaran, tapi coba untuk mencari dan membuktikan ajaran tersebut dengan tetap melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan jahat pada kehidupan sekarang.
Berdasarkan pemahaman saya, terhadap posting pak Chan Ming, berarti inti sesungguhnya tujuan pak Chan Ming ingin berusaha membuktikan hasil karma kehidupan masa lampau adalah untuk memberikan pemahaman Dhamma pada anak bapak, bukan?   emangnya anak bapak usianya berapa tahun? apakah ia bertanya mengenai bukti hasil karma kehidupan sebelumnya yg terjadi pada kehidupan sekarang? Jika demikian, adalah sulit utk menjelaskan bukti yang demikian, pada org lain. Namun, seperti yg dikatakan member2 lain, hal demikian sebaiknya dibuktikan dengan menembusnya dengan pengetahuan sendiri.


Klo permasalahannya menjelaskan secara logis kebenaran ajaran Buddha pada anak bapak saya ada saran\  ;D /\  ;D /\ ;D  /
Agar anak bpk mampu memahami kebenaran hukum sebab akibat, sehingga memiliki rasa malu dan takut berbuat jahat dan menghindari perbuatan2 yg tdk baik, saran saya, pertama2 dari bapak sendiri harus menjadi teladan contoh seorang yg mempraktikkan perbuatan yang bermanfaat dengan baik (alias bapak harus menjalankan sila dengan baik), kemudian ajaklah anak bpk utk ikut merenungkan SN 55:7 Veḷudvāreyya sutta \ ;D  / (bagi saya, penjelasan dalam sutta ini amatlah sangat bertanggung jawab...  )
Spoiler: ShowHide


...
...
“Apakah, para perumah tangga, pembabaran Dhamma yang dapat diterapkan oleh diri sendiri? Di sini, para perumah tangga, seorang siswa mulia merenungkan sebagai berikut: ‘Aku adalah seorang yang ingin hidup, yang tidak ingin mati; aku menginginkan kebahagiaan dan menolak penderitaan. Karena aku adalah seorang yang ingin hidup … dan menolak penderitaan, maka jika aku membunuh orang lain – seorang lain yang ingin hidup, yang tidak ingin mati, yang menginginkan kebahagiaan dan menolak penderitaan – itu tidak akan menyenangkan dan disukai orang lain juga. Apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku [354] juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. Bagaimana mungkin aku menimbulkan kepada orang lain apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku?’ Setelah merenungkan demikian, ia menghindari pembunuhan, menasihati orang lain untuk menghindari pembunuhan, dan memuji tindakan menghindari pembunuhan. Demikianlah perbuatan melalui jasmani dimurnikan dalam tiga aspek.

“Kemudian, para perumah tangga, seorang siswa mulia merenungkan sebagai berikut: ‘Jika seseorang mengambil dariku apa yang tidak kuberikan, yaitu, melakukan pencurian, itu tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku. Sekarang jika aku mengambil dari orang lain apa yang tidak ia berikan, yaitu, melakukan pencurian, itu juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. Apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. Bagaimana mungkin aku menimbulkan kepada orang lain apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku?’ Setelah merenungkan demikian, ia menghindari perbuatan mengambil apa yang tidak diberikan, menasihati orang lain untuk menghindari perbuatan mengambil apa yang tidak diberikan, dan memuji tindakan menghindari perbuatan mengambil apa yang tidak diberikan. Demikianlah perbuatan melalui jasmani dimurnikan dalam tiga aspek.

“Kemudian, para perumah tangga, seorang siswa mulia merenungkan sebagai berikut: ‘Jika seseorang melakukan hubungan seksual dengan istriku, itu tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku. Sekarang jika aku melakukan hubungan seksual dengan istri orang lain, itu juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. Apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. Bagaimana mungkin aku menimbulkan kepada orang lain apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku?’ Setelah merenungkan demikian, ia menghindari hubungan seksual yang salah, menasihati orang lain untuk menghindari hubungan seksual yang salah, dan memuji tindakan menghindari hubungan seksual yang salah. Demikianlah perbuatan melalui jasmani dimurnikan dalam tiga aspek.

“Kemudian, para perumah tangga, seorang siswa mulia merenungkan sebagai berikut: ‘Jika seseorang merusak kesejahteraanku dengan kebohongan, itu tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku. Sekarang jika aku merusak kesejahteraan orang lain dengan kebohongan, itu juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. [355] Apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. Bagaimana mungkin aku menimbulkan kepada orang lain apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku?’ Setelah merenungkan demikian, ia menghindari kebohongan, menasihati orang lain untuk menghindari kebohongan, dan memuji tindakan menghindari kebohongan. Demikianlah perbuatan melalui ucapan dimurnikan dalam tiga aspek.

“Kemudian, para perumah tangga, seorang siswa mulia merenungkan sebagai berikut: ‘Jika seseorang memecah-belahku dari teman-temanku dengan ucapan yang memecah-belah, itu tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku. Sekarang jika aku memecah-belah orang lain dari teman-temannya dengan ucapan yang memecah-belah, itu juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain …’ Demikianlah perbuatan melalui ucapan dimurnikan dalam tiga aspek.

“Kemudian, para perumah tangga, seorang siswa mulia merenungkan sebagai berikut: ‘Jika seseorang berkata kepadaku dengan ucapan kasar, itu tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku. Sekarang jika aku berkata kepada orang lain dengan ucapan kasar, itu juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain …’ Demikianlah perbuatan melalui ucapan dimurnikan dalam tiga aspek.

“Kemudian, para perumah tangga, seorang siswa mulia merenungkan sebagai berikut: ‘Jika seseorang berkata kepadaku dengan ucapan yang tanpa tujuan dan gosip, itu tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku. Sekarang jika aku berkata kepada orang lain dengan ucapan tanpa tujuan dan gosip, itu juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. Apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku juga tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh orang lain. Bagaimana mungkin aku menimbulkan kepada orang lain apa yang tidak menyenangkan dan tidak disukai olehku?’ Setelah merenungkan demikian, ia menghindari gosip, menasihati orang lain untuk menghindari gosip, dan memuji tindakan menghindari gosip. Demikianlah perbuatan melalui ucapan dimurnikan dalam tiga aspek.

“Ia memiliki keyakinan kuat dalam Sang Buddha sebagai berikut: ‘Sang Bhagavà adalah … guru para deva dan manusia, Yang Tercerahkan, Sang Bhagavà.’ [356] Ia memiliki keyakinan kuat dalam Dhamma … dalam Saïgha … Ia memiliki moralitas yang disenangi para mulia, tidak rusak … menuntun menuju konsentrasi.

“Jika, para perumah tangga, siswa mulia memiliki tujuh kualitas baik ini dan empat kondisi yang mendukung, jika ia menginginkan maka ia dapat menyatakan dirinya: ‘Aku adalah seorang yang telah selesai dengan alam neraka, selesai dengan alam binatang, selesai dengan alam setan, selesai dengan alam sengsara, alam yang buruk, alam rendah. Aku adalah seorang pemasuk-arus, tidak mungkin lagi terlahir di alam rendah, pasti dalam takdir, dengan pencerahan sebagai tujuanku.’”
setelah itu, pujilah perbuatan baik yang dilakukan olehnya... \ / (Namun, sebelumnya bapak sendiri harus praktik terlebih dahulu, baru anak anda akan meneladani perbuatan baik yg sangat bermanfaat tsb...\ /\ /\ [size=78%]/[/size]

[size=78%]Sedangkan, apabila yg ingin bapak ketahui sehubungan dengan kebingungan bpk akan pandangan2/doktrin2 yg byk dinyatakan dlm masyarakat mengenai "apakah ada akibat kejahatan/kebaikan bagi si pelakunya?", mengenai yg manakah dari mereka yg menyatakan  kebenaran yg sesungguhnya, pak Chan Ming boleh baca SN 42:13 (Hlm. 1487/292) : [/size][size=78%]http://dhammacitta.org/pustaka/ebook/theravada/Samyutta%20Nikaya%204%20-%20Sayalatana%20Vagga.pdf[/size]
Krg lebih isinya klo diaplikasikan kyk begini : pernahkah pak Chan Ming melihat atau mendengar seorang pejabat negara yg korupsi, namun masih hidup mewah di dalam penjara? dan ada seorg maling yg dihajar oleh massa habis2an krn perbuatan buruknya? lalu, ada yg berpandangan, siapa saja yg mengambil apa yg tdk diberikan mengalami kesakitan dan kesedihan di sini dan saat ini, apakah mereka berkata jujur atau bohong? singkat cerita ya, apabila seseorang menjadi bingung dan ragu akan perbuatan yg dilakukan olehnya, maka Sang Bhagava mengajarkan kepada kepala desa Pataliya mengenai konsentrasi Dhamma (klo gk paham apa itu konsentrasi Dhamma, langsung aja ke tkp ya... ^-^ )[size=78%], yg dengannya seseorang akan memperoleh konsentrasi pikiran, dan meninggalkan kebingungannya tsb.  (penjelasannya ada kemiripan dengan Apannaka sutta). [/size]


semoga bermanfaat _/\_
May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/

Offline kiyomi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 142
  • Reputasi: 11
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #64 on: 18 September 2013, 10:47:26 PM »
Mungkin gak, org yang sudah mempunyai kemampuan bathin lebih bijaksana, melihat dan menyadari bahwa kelahiran/kehidupan sebelum sekarang itu tidak ada jadi mereka akan bungkam, karena ini demi kebaikan dan kedamaian antar umat manusia supaya gak chaos lah atau takut untuk berbuat jahat.
Saya gak membicarakan hal kehidupan skrg tapi hal kehidupan sebelum skrg. Karena memang hukum karma pd kehidupan skrg bisa dibuktikan secara langsung, logis dan rasional. Contoh sederhana, sebab si Andi pukul mata si Wati, akibatnya mata Wati bengkak.

Saya percaya dan yakin hukum karma berlaku ada dan tidak keluar dari kehidupan yang sekarang, yang saya tidak percaya dan tidak yakin hukum karma dari kehidupan masa sebelum skrg dan masa kelahiran akan datang. Bro Ariyakumara pasti mempunyai pendalaman agama jauh lebih tinggi dari saya, maka tolong berikan saya penjelasan yang bisa diterima secara logis agar saya dapat bertanggung jawab menjelaskan kepada anak saya tentang kebenaran ajaran Buddha. Dapatkah anda memberikan contoh nyata apa hasil karma dari kehidupan sebelumnya yang terjadi pada kehidupan sekarang?
Tepat, dari kutipan diatas sebenarnya Sang Buddha memberikan "Sign", "Petunjuk" bahwa kehidupan masa sebelumnya dan akan datang itu belum terbukti (menurut kesimpulan dan hasil analisa saya ya :) ) Cobalah jangan menutup mata dan pikiran karena sudah menerima ajaran, tapi coba untuk mencari dan membuktikan ajaran tersebut dengan tetap melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan jahat pada kehidupan sekarang.

Di kalama sutta ada dijelaskan jika memang tidak ada kelahiran kembali, maka setidaknya orang baik akan hidup bahagia di dunia ini tanpa ada kecemasan.

Offline suwarto8116f

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 202
  • Reputasi: 3
  • kilesa sebab akibat.
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #65 on: 19 September 2013, 10:20:40 PM »
 [at] chan ming : munkin gak orang bijaksana mengetahui bahwa kehidupan sebelum/sesudah ini tdk ada jadi bungkam ....

tdk mungkin lah pasti ada, masalahnya membuktikan hantu aja sulit apalagi membuktikan cara kerja sistem semesta ini  ;D

membuktikan karma secara nyata itu lebih sulit dari membuktikan hantu itu ada

tetapi yg perlu selalu di ingat bahwa ajaran sang Buddha sangat luas, membuktikan alam2 lain aja uda sulit apalagi ke yg paling halus lagi cara kerja karma(gw anggap nya cara kerja sistem alam semesta ^^y)

harus pelajari proses kelahiran-kematian itu seperti apa ? dan dimana ingatan2 itu mulai hilang, atau sebenarnya tdk hilang hanya saja perangkat tubuh yg baru tdk memiliki kemampuan mengaksesnya  :D dll masih benar2 harus dipelajari lebih dalam yg pasti tdk seperti ajaran lain yg membungkam, ajaran sang Buddha selalu menantang buktikan lohh  :))
sotoy mode = on ^^y kaburrrrrrr

Offline kimdonghwan

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #66 on: 18 November 2017, 05:14:38 PM »
Saya percaya dan yakin hukum karma berlaku ada dan tidak keluar dari kehidupan yang sekarang, yang saya tidak percaya dan tidak yakin hukum karma dari kehidupan masa sebelum skrg dan masa kelahiran akan datang. Bro Ariyakumara pasti mempunyai pendalaman agama jauh lebih tinggi dari saya, maka tolong berikan saya penjelasan yang bisa diterima secara logis agar saya dapat bertanggung jawab menjelaskan kepada anak saya tentang kebenaran ajaran Buddha. Dapatkah anda memberikan contoh nyata apa hasil karma dari kehidupan sebelumnya yang terjadi pada kehidupan sekarang?

Thread ini dah lama memang, tapi sederhana aja..

Kalo semua hanya didasarkan pada kehidupan sekarang, bagaimana dengan mereka yang Lahirnya sudah cacat?
Waktu Tsunami Aceh, banyak bayi dan anak2 yang Tangan, Kaki, Jari, hilang dan putus..
Ketika masih Bayi, Ayah Ibu nya sudah meninggal..

Gak bisa seperti kita yang ada kasih sayang Ibu, Ayah, Kakek, Nenek..


Bagaimana seorang Bayi bisa menuai akibat karma yang begitu buruk, kalo semua hanya didasarkan pada kehidupan sekarang?


Tanyakan pada Ustad, jawabnya: Itu kehendak Allah.. (kehendak nenek loe..)

Tanyakan pada Pastor, jawabnya: Semua akan Indah pada Waktunya.. (indah pala loee...)


Sang Buddha sudah bersabda, jika ingin mencari kebenaran, jangan tanya sama orang lain..
Buktikan sendiri aja..

Karena Anda yang bersikeras ingin membuktikan..bukan saya, bukan orang lain..
Lakukan Meditasi, dan capailah Jhana..
Bisa mencapai atau tidak, tergantung tekad dan kebersihan hati Anda..

Karena sulit..sangat2 sulit..apalagi kita masih melekat pada nafsu duniawi..

Kalo gampang dibuktikan, maka agama lain bakal punah, karena umatnya lari ke Buddha semua..
Soalnya agama lain itu hidup cuman sekali aja.

Cacat kau lahir, ya cacatlah kau..
Lahir buta, ya butalah kau..
gak ada lagi kesempatan utk melihat indahnya dunia, dan tidak ada kesempatan kedua untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.

Semoga komentar saya ini tidak melukai hati siapapun disini.

Namaste



Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #67 on: 19 November 2017, 11:43:01 AM »
 [at] kimdonghwan, Tuan, baik sekali pembuka agama manapun jangan diberikan kata-kata yang kasar. Sang Buddha mengatakan bahwa para pembuka agama adalah orang-orang mulia, yang derajatnya tinggi, mereka tidak pantas diberikan kata yang kasar. Jika memang tidak suka, setidaknya hormatilah mereka, karena kita juga ingin bhikkhu kita dihormati dalam berbagai cara.

Oleh karena itu, marilah gunakan kata yang baik, terutama ketika, pada pembuka agama manapun, jangan merendahkan mereka begitu kasar, gunakan kata yang semestinya/sopan. Jagalah keharmonisan, jagalah kedamaian sesama manusia, dan kepada makhluk yang kita kasihi.

"Taklah pantas seorang pembuka agama,
Berkata kasar dan dikasari oleh manusia biasa,
Bilamana benci atau tidak suka,
Kepada siapa pun, kesabaran harus tetap ada (padanya),
Biarlah yang-salah ditindak sebagaimana mestinya,
Kebenaran selalu yang utama."
« Last Edit: 19 November 2017, 11:45:50 AM by Gwi Cool »
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline siapa

  • Teman
  • **
  • Posts: 69
  • Reputasi: -2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Yang bisa membuktikan kehidupan dan karma masa lalu, masuk!
« Reply #68 on: 01 February 2018, 04:57:43 PM »
Halo bro and sis, langsung aja ya.

Bener gak kehidupan  dan karma sebelum kehidupan sekarang kita dilahirkan itu ada? Kalo ada, apa buktinya?
Apakah hal ini bertentangan dengan ajaran Sang Buddha ttg Ehipassiko yang tidak menerima begitu saja semua ajaran2 yang diturunkan.

Tolong berikan saya jawaban yang logis yang bisa diterima akal dan nalar. Tolong jangan menjawab menyimpang dari pertanyaan saya. Kalau ada tidak mempunyai jawab yang sy minta, maaf jangan berkomentar.

#masih banyak pertanyaan saya, cuma sdh ngantuk, besok saya update  ;D

Jawabannya tidak ada tuan.

Hanya umat Buddha yang belum mengerti ajaran Buddha sepenuhnya yang menjawab ada.


 

anything