//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Syair " Wajah Kehidupan Manusia "  (Read 5402 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
Syair " Wajah Kehidupan Manusia "
« on: 22 December 2007, 07:18:27 AM »
Masa muda bagaikan kembang musim panas
Mendadak ia berlalu
Usia senja laksana api menjalar
Melalui padang -- tiba- tiba ada di depanmu
Sang Buddha telah bersabda, "Lahir dan mati seperti matahari yang terbit dan terbenam
Kini datang, kini pergi."

Penyakit bagaikan burung kecil
Terluka oleh ketapel
Tak tahukah engkau, kekuatan dan kesehatan
Akan meninggalkanmu, suatu kala
Kematian laksana lampu minyak yang kering
(setelah kedipan terakhir)
Dunia ini tidak kekal
Tidak ada, kuyakinkan engkau
yang akan tetap tak berubah
Karma buruk bak jeram
Yang belum pernah kulihat mengalir ke atas

Orang bernoda seperti pohon beracun
Jika bersandar di sana, engkau akan terluka
Orang bernoda seperti kacang beku
Seperti lemak yang tumpah, mereka mencemari semua
Pelaku Dharma seperti petani menanam di ladang.

Hukum Karma seperti roda Samsara
Yang melanggarnya akan banyak menderita
Samsara seperti duir beracun
Dalam daging -- jika tak dicabut
Racun akan bertambah dan menyebar

Datangnya kematian, seperti bayangan
Pohon di kala mentari terbenam
Ia datang cepat, tak ada yang bisa menahan
Saat waktunya tiba
Apalagi yang bisa membantu selain Dharma suci ?

Meskipun Dharma sumber kejayaan
Mereka yang mencanangkannya sungguh langka
Banyak orang terjerat dalam kepedihan samsara
Dalam kelahiran yang menyedihkan
Mereka berjuang dengan menipu
Dan mencuri demi mengejar untung
Tatkala kuat dan sehat
Tak pernah terpikirkan penyakit bakal datang
Tapi ia turun dengan tiba-tiba
Bagaikan sambaran halilintar

Kala terlibat dalam masalah duniawi
Tak pernah kau berpikir mati akan tiba
Cepat datangnya seperti guntur
Menggelegar di keliling kepala

Penyakit, usia tua, dan kematian
Selalu bertemu seperti tangan dan mulut
Tak takutkah engkau pada penderitaan
Yang engkau alami pada masa lalu
Pasti engkau 'kan rasakan banyak derita
Jika nasib buruk menimpamu.

Kepahitan hidup datang silih berganti
Seperti gelombang ombak sahut-menyahut
Satu baru berlalu yang satu datang menggantikan
Sebelum engkau terbebas
Sakit dan nikmat datang dan pergi bergantian
Bagai orang lalu-lalang berpapasan di jalan

Kenikmatan itu berbahaya
Seperti mandi di matahari
Juga sementara, seperti badai salju
Datang tanpa isyarat
Mengingat ini semua
Mengapa tak menjalankan Dharma ?


:lotus: :lotus: :lotus:


Penulis : Penyair dari tibet, Milarepa.
Kutip dari buku : Be Happy by Sri Dhammananda
Yayasan penerbit Karaniya.
« Last Edit: 22 December 2007, 07:55:47 AM by Felix Thioris »


Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com

 

anything