Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: CITTA VITHI  (Read 41997 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: CITTA VITHI
« Reply #15 on: 16 January 2008, 03:30:01 PM »
Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.
Kalo Akusala kamma adalah kebalikan dari Kusala Kamma itu.
Ci Lily, Kamma itu adalah kehendak/cetana.

keknya lebih mengarah pada si kehendak daripada si hasilnya.
misalnya niat nolong eh, malahan yg ditolong jadi mati...
atao mau celakain orang, eh malah si korban jadi hoki...

There is no place like 127.0.0.1

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: CITTA VITHI
« Reply #16 on: 16 January 2008, 04:26:56 PM »
Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.
Kalo Akusala kamma adalah kebalikan dari Kusala Kamma itu.
Ci Lily, Kamma itu adalah kehendak/cetana.

keknya lebih mengarah pada si kehendak daripada si hasilnya.
misalnya niat nolong eh, malahan yg ditolong jadi mati...
atao mau celakain orang, eh malah si korban jadi hoki...



IMO, kalau murni ''''hanya'''' niat, maka kita tidak perlu mengembangkan kebijaksanaan lagi. terus terang saya jg masih binggung apa yg dimaksud dengan moha. kebodohan apa yg dimaksud?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: CITTA VITHI
« Reply #17 on: 16 January 2008, 04:28:11 PM »
Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.
Kalo Akusala kamma adalah kebalikan dari Kusala Kamma itu.
Ci Lily, Kamma itu adalah kehendak/cetana.
keknya lebih mengarah pada si kehendak daripada si hasilnya.
misalnya niat nolong eh, malahan yg ditolong jadi mati...
atao mau celakain orang, eh malah si korban jadi hoki...

Dalam Bahitika-Sutta, Majjima Nikaya II, Raja Vagga, dapat kita baca tentang Kusala Kamma, yaitu percakapan baik dan pikiran-pikiran baik. Raja Pasenadi bertanya kepada Ananda tentang maksud dari kebaikan atau kemahiran dalam bertingkah laku, sbb :

Raja Pasenadi :
"Yang Mulia, apakah yang dimaksud kebaikan atau kemahiran dalam bertingkah laku itu?"

Ananda :
"Segala tindak tanduk yang dilakukan dengan tubuh, yang tidak ternoda".

Raja Pasenadi :
"Yang Mulia, apakah yang dimaksud dengan tidak ternoda?"

Ananda :
"Segala tindak tanduk tubuh yang tidak menyakiti"

Raja Pasenadi :
"Yang Mulia, apakah yang dimaksud tindak tanduk tubuh yang tidak menyakiti?"

Ananda :
"Segala tindak-tanduk tubuh yang dapat membawa kepada kebahagiaan".

Raja Pasenadi :
"Yang Mulia, apakah yang dimaksud dengan tindak-tanduk tubuh yang dapat membawa kepada kebahagiaan?'

Ananda :
"Segala yang dilakukan oleh tubuh yang tidak menimbulkan penyiksaan diri dan tidak menimbulkan siksaan bagi orang lain, serta tidak menyiksa kedua-duanya, dimana ketidaktahuan akan berkurang dan kemampuan berbuat baik akan bertambah".

Begitu pula halnya dengan ucapan dan pikiran yang baik ( perbuatan melalui ucapan dan pikiran ). Percakapan di atas menunjukkan makna Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas. Banyak intensitas dari Kusala Kamma. Ada Kusala Kamma  yang tingkatannya lebih tinggi daripada hanya sekedar menghindari perbuatan jahat, dengan tanpa merugikan diri sendiri atau orang lain.

(Buddhism in Daily Life : Nina Van Gorkom )

 _/\_  :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: CITTA VITHI
« Reply #18 on: 16 January 2008, 05:27:28 PM »
nah ini dia ci lily

Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.

Quote
Yang Mulia, apakah yang dimaksud dengan tindak-tanduk tubuh yang dapat membawa kepada kebahagiaan?'

Ananda :
"Segala yang dilakukan oleh tubuh yang tidak menimbulkan penyiksaan diri dan tidak menimbulkan siksaan bagi orang lain, serta tidak menyiksa kedua-duanya, dimana ketidaktahuan akan berkurang dan kemampuan berbuat baik akan bertambah".

kan ada beda antara kusala kamma dengan tindak tanduk yg membawa kebahagiaan.

Misalnya contoh tadi, kita menolong orang, eh malahan kita di marahi oleh orang itu..... itu kusala kamma atau bukan ? yang pasti tidak membawa kebahagiaan untuk kita kan....
There is no place like 127.0.0.1

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: CITTA VITHI
« Reply #19 on: 16 January 2008, 08:33:11 PM »
Quote
Misalnya contoh tadi, kita menolong orang, eh malahan kita di marahi oleh orang itu..... itu kusala kamma atau bukan ? yang pasti tidak membawa kebahagiaan untuk kita kan....

bukannya membawa kebahagiaan nantinya? sekarang mungkin karma buruk yang terdahulu baru berbuah,
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: CITTA VITHI
« Reply #20 on: 17 January 2008, 08:59:19 AM »
dear tesla,

sekedar menambahkan yg juga dikatakan mentor kami:

1. jika ada kesempatan utk berbuat baik, lakukan sesegera mungkin seolah tidak ada hari esok... dengan demikian, batin akan terlatih untuk selalu berada dalam kondisi "kusala"

2. namun jika kita sudah mengetahui bahwa anak2 pengemis tersebut menggunakan uang untuk mabuk2an, dan perbuatan tidak baik lainnya, hendaknya janganlah menyokong perbuatan itu dengan memberikan uang....
Dalam hal ini, kita bisa mengalihkan uang tersebut ke objek lain, misal pembangunan vihara, atau membantu anak yatim yg putus sekolah.....

kalo istilah bro gun, harus B3 yaitu niat Baik, tindakan Benar dan pikiran Bijaksana

semoga bisa dimengerti yah

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: CITTA VITHI
« Reply #21 on: 17 January 2008, 09:10:53 AM »
nah ini dia ci lily

Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.

Quote
Yang Mulia, apakah yang dimaksud dengan tindak-tanduk tubuh yang dapat membawa kepada kebahagiaan?'

Ananda :
"Segala yang dilakukan oleh tubuh yang tidak menimbulkan penyiksaan diri dan tidak menimbulkan siksaan bagi orang lain, serta tidak menyiksa kedua-duanya, dimana ketidaktahuan akan berkurang dan kemampuan berbuat baik akan bertambah".

kan ada beda antara kusala kamma dengan tindak tanduk yg membawa kebahagiaan.

Misalnya contoh tadi, kita menolong orang, eh malahan kita di marahi oleh orang itu..... itu kusala kamma atau bukan ? yang pasti tidak membawa kebahagiaan untuk kita kan....

dear sumedho,

bukannya justru kedua Quote itu sama??? tidak membawa kerugian bagi diri sendiri maupun org lain.... dan tidak menyiksa diri sendiri, org lain dan kedua2nya.

mengenai berbuat baik tapi dimarahi org : itu adalah kusala kamma, karena kusala atau akusala, tergantung dari pelaku, bukan dari hasilnya (dimarahi)
hasil dimarahi adalah akusala vipaka namun jika kita ikut marah, berarti kita melekat pada perbuatan baik itu.... hal ini banyak terjadi pada kita semua......

sebenarnya sama saja seperti mencium bau sampah atau diomelin orang lain....... itu adalah akusala vipaka, yang sebenarnya tidak berarti apa-apa jika kita menanggapinya dengan sati......  _/\_

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: CITTA VITHI
« Reply #22 on: 17 January 2008, 09:37:39 AM »
Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.
Kalo Akusala kamma adalah kebalikan dari Kusala Kamma itu.
Ci Lily, Kamma itu adalah kehendak/cetana.

keknya lebih mengarah pada si kehendak daripada si hasilnya.
misalnya niat nolong eh, malahan yg ditolong jadi mati...
atao mau celakain orang, eh malah si korban jadi hoki...



IMO, kalau murni ''''hanya'''' niat, maka kita tidak perlu mengembangkan kebijaksanaan lagi. terus terang saya jg masih binggung apa yg dimaksud dengan moha. kebodohan apa yg dimaksud?

moha sebenarnya adalah kebodohan secara batin, bukan secara fisik.

Kebodohan disini adalah tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk......
sama seperti yang bro tesla tanyakan, bagimana kita tahu apakah itu kusala atau akusala? ketidak mampuan untuk membedakan itulah yang dinamakan moha

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: CITTA VITHI
« Reply #23 on: 17 January 2008, 09:54:15 AM »
Bro Mark, maksud Bro Medho adalah yg ini:

Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.
Kalo Akusala kamma adalah kebalikan dari Kusala Kamma itu.

Dari kata2 yg di blod, "perbuatan yg tidak menimbulkan kerugian" berarti barometernya adalah: hasil/result.
dan ada lanjutan: pada masa sekarang dan yad.

Sedangkan kita tidak pernah tau hasil/result merugikan orang /tidak dimasa yad. Yang ada hanyalah 'niat' untuk berbuat baik, 'niat' untuk tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Jadi, sy pikir mungkin ada kesalahterjemahan sedikit disitu.
Yg seyogyanya adalah:

Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak berlandaskan niat untuk menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.

 ???

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: CITTA VITHI
« Reply #24 on: 17 January 2008, 10:05:54 AM »
anumodana atas koreksinya bro will....


Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: CITTA VITHI
« Reply #25 on: 17 January 2008, 10:35:07 AM »
Quote
moha sebenarnya adalah kebodohan secara batin, bukan secara fisik.

Kebodohan disini adalah tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk......
sama seperti yang bro tesla tanyakan, bagimana kita tahu apakah itu kusala atau akusala? ketidak mampuan untuk membedakan itulah yang dinamakan moha

 [at] bro markos, Anumodana atas penjelasan mohanya _/\_

Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak berlandaskan niat untuk menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang

artinya niat tsb jg harus dilandasi analisa akibat kan?
jadi apakah faktor analisa tiap individu yg berbeda tsb menjadi faktor sebuah tindakan itu kusala atau akusala kamma.
kalau begitu bukannya lebih mudah bagi seorang yg punya daya analisis hanya untuk jangka pendek utk melakukan kusala kamma daripada seorang yg punya daya analisis jauh2 ke depan.

seingat saya, ignorance (ketidakperdulian) jg bagian dari moha. makanya saya binggung... mana yg akusala atau kusala kamma. apa saya salah ya, ignorance itu bukan bagian dari moha, jadi setiap mau melakukan tindakan, saya menganalisis & berhenti sampai mendapatkan akibat baik saja.

NB: maaf kalau ini sudah OOT dari Citta Vithi... ^:)^ perlu buka thread baru?
« Last Edit: 17 January 2008, 10:40:08 AM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: CITTA VITHI
« Reply #26 on: 17 January 2008, 11:04:42 AM »
Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak berlandaskan niat untuk menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang

artinya niat tsb jg harus dilandasi analisa akibat kan?
jadi apakah faktor analisa tiap individu yg berbeda tsb menjadi faktor sebuah tindakan itu kusala atau akusala kamma.
kalau begitu bukannya lebih mudah bagi seorang yg punya daya analisis hanya untuk jangka pendek utk melakukan kusala kamma daripada seorang yg punya daya analisis jauh2 ke depan.

seingat saya, ignorance (ketidakperdulian) jg bagian dari moha. makanya saya binggung... mana yg akusala atau kusala kamma. apa saya salah ya, ignorance itu bukan bagian dari moha, jadi setiap mau melakukan tindakan, saya menganalisis & berhenti sampai mendapatkan akibat baik saja.

NB: maaf kalau ini sudah OOT dari Citta Vithi... ^:)^ perlu buka thread baru?


dear tesla,

tentu memikirkan akibatnya, kembali ke pernyataan tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, orang lain atau keduanya.

analisis disini, kembali tidaklah tergantung dari fisik/IQ loh..... tapi ukurannya adalah tingkat batin....... itu kenapa buddha disebut sempurna tindak tanduknya  :-[

tentang ignorance/ketidak perdulian = moha : kalo saya bilang sih sebenarnya cenderung ke dosa yah, dimana dia sebenarnya menolak kondisi yang berbeda dengan yg dia inginkan...

tapi harus diingat, dalam citta yang diliputi dosa atau lobha, selalu didampingi oleh moha.... jadi jika pada citta ada dosa, pasti ada moha.......... demikian juga pada lobha, pasti ada moha

kembali ke pengertian moha yang saya sebut diatas, dimana moha-lah yang menjadi penyebab kita melakukan dosa dan/juga lobha

semoga bisa dimengerti dan kalau OOT, mohon mod/admin bantu mengaturnya yah  :-[

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: CITTA VITHI
« Reply #27 on: 17 January 2008, 12:12:37 PM »
nah ini dia ci lily

Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.

Quote
Yang Mulia, apakah yang dimaksud dengan tindak-tanduk tubuh yang dapat membawa kepada kebahagiaan?'

Ananda :
"Segala yang dilakukan oleh tubuh yang tidak menimbulkan penyiksaan diri dan tidak menimbulkan siksaan bagi orang lain, serta tidak menyiksa kedua-duanya, dimana ketidaktahuan akan berkurang dan kemampuan berbuat baik akan bertambah".

kan ada beda antara kusala kamma dengan tindak tanduk yg membawa kebahagiaan.

Misalnya contoh tadi, kita menolong orang, eh malahan kita di marahi oleh orang itu..... itu kusala kamma atau bukan ? yang pasti tidak membawa kebahagiaan untuk kita kan....

dear sumedho,

bukannya justru kedua Quote itu sama??? tidak membawa kerugian bagi diri sendiri maupun org lain.... dan tidak menyiksa diri sendiri, org lain dan kedua2nya.

mengenai berbuat baik tapi dimarahi org : itu adalah kusala kamma, karena kusala atau akusala, tergantung dari pelaku, bukan dari hasilnya (dimarahi)
hasil dimarahi adalah akusala vipaka namun jika kita ikut marah, berarti kita melekat pada perbuatan baik itu.... hal ini banyak terjadi pada kita semua......

sebenarnya sama saja seperti mencium bau sampah atau diomelin orang lain....... itu adalah akusala vipaka, yang sebenarnya tidak berarti apa-apa jika kita menanggapinya dengan sati......  _/\_

Bro Markos...
Anumodana atas penjelasannya... _/\_

 _/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: CITTA VITHI
« Reply #28 on: 17 January 2008, 02:07:30 PM »
Bro Mark, maksud Bro Medho adalah yg ini:

Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.
Kalo Akusala kamma adalah kebalikan dari Kusala Kamma itu.

Dari kata2 yg di blod, "perbuatan yg tidak menimbulkan kerugian" berarti barometernya adalah: hasil/result.
dan ada lanjutan: pada masa sekarang dan yad.

Sedangkan kita tidak pernah tau hasil/result merugikan orang /tidak dimasa yad. Yang ada hanyalah 'niat' untuk berbuat baik, 'niat' untuk tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Jadi, sy pikir mungkin ada kesalahterjemahan sedikit disitu.
Yg seyogyanya adalah:

Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak berlandaskan niat untuk menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.

 ???

::
Kira2x demikian maksudnya bro markos dan ci lily

Thanks alot bro willy  _/\_
There is no place like 127.0.0.1

Offline Suchamda

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 556
  • Reputasi: 14
Re: CITTA VITHI
« Reply #29 on: 17 January 2008, 08:21:21 PM »
Quote
Kusala Kamma dalam pengertian yang lebih luas berarti perbuatan yang tidak berlandaskan niat untuk menimbulkan kerugian, baik kepada si pembuat maupun kepada orang lain, pada saat perbuatan itu dilakukan atau pada saat yang akan datang.

Numpang nimbrung walaupun tidak mengikuti diskusi secara rinci dari depan. Saya hanya ingin mengomentari tentang kusala kamma.

Pada garisbesarnya, pendapat sdr.Willibordus sudah benar, hanya saja disini saya hendak mencoba mengkaji secara lebih mendasar lagi.

Setahu saya, kusala artinya wholesome ataupun skillful.
Wholesome ini dalam bhs indonesia artinya sehat. Jadi saya artikan sebagai sesuatu yang sehat bagi perkembangan batin atau sesuatu yang bisa membawa menuju pembebasan ultimate (nibbana).
Skillful barangkali memiliki konotasi yg sedikit berbeda, karena dalam bhs indonesianya, skillful berarti terampil. Berarti disini ada suatu faktor kemampuan untuk secara terampil menentukan sesuatu yang bermanfaat bagi perkembangan batin menuju nibbana.

Kamma berarti action, perbuatan.

Jadi, kusala kamma --menurut saya-- adalah perbuatan-perbuatan (ucapan, pikiran, tindakan) yang apabila dilakukan akan membawa kemajuan batin menjadi semakin dekat dengan nibbana.

Nah selanjutnya, apa perbuatan-perbuatan yang sehat itu, tentunya kita tidak bisa semata melihat dari niat, proses maupun hasilnya, melainkan seharusnya melalui suatu study yang menyeluruh dari ajaran-ajaran Sang Buddha seperti yang terdapat dalam Tipitaka. Oleh karena itu, implikasinya apa?
Implikasinya adalah kita tidak bisa secara sederhana mematok mana perbuatan yang kusala ataupun akusala secara penampakan luar belaka. Penilaian ini membutuhkan kebijaksanaan yang diperoleh melalui 3 proses panna (sutta maya panna, citta maya panna, bhavana maya panna). Oleh karena itu, dalam kasus-kasus tertentu,  bisa jadi apa yang terlihat sepintas terlihat kusala kamma tapi bila dipandang dengan kebijaksanaan ternyata bukan. Demikian sebaliknya. Tetapi tentu saja, dalam kejadian-kejadian kebanyakan, tentu kita tetap berpegangan spt apa yg telah disampaikan sdr.Willibordus. Karena memang penentu sebuah kamma yg pada hakikatnya adalah cetana adalah motivasi yg mendasarinya. Hanya saja, kita perlu lihat lagi apakah motivasi baik itu masih diliputi oleh moha atau tidak.

Mohon koreksinya bila kurang tepat.

"We don't use the Pali Canon as a basis for orthodoxy, we use the Pali Canon to investigate our experience." -- Ajahn Sumedho