Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Dear diary  (Read 232369 times)

0 Members and 3 Guests are viewing this topic.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #105 on: 04 March 2011, 07:39:46 PM »
duh saking beruntung nya hari ini sampai di anggap jadi penyihir (magician) yang punya tongkat sakti mandraguna [ Harry Poter kali yahh] dan sim sa labim masalah pengiriman barang dari jakarta ke aceh yang menggunakan jasa tiki langsung sampai di aceh.

Ada masalah pengiriman barang dari toko ku di jakarta ke aceh, biasa nya menggunakan jasa pengiriman tiki hari ini kirim besok sampai gitu biasanya seperti itu tetapi kemarin kita mengirim barang ke aceh tapi hari ini tuh obat belum sampai juga di aceh akibat nya penerima barang/pemesan di sana ribut ribut, terus keponakan ku juga telpon ke tiki tanyain kenapa barang yang di kirim kok belum sampai akhirnya masalah nya jatuh ke tangan wa juga dah.

Tentunya wa tidak mempunyai kemampuan magic bisa membuat barang yang semestinya sampai hari ini bisa langsung di terima di aceh yang dapat di lakukan adalah membawa resi pengiriman barang ke tempat agen pengiriman barang tiki di hotel citra dan menyakan bagaimana bisa barang yang semestinya harus nya sampai hari ini tidak juga sampai (sekitar jam 16:30) dengan mengejar waktu karena bila telat sedikit tempat pengiriman barang tiki ini tutup gitu lohh ini terjadi setelah berusaha menelpon tetapi tidak ada yang mengangkat telpon (busssset dah).

Sampai disana ketemu pegawai nya sang pemilik kebetulan lagi keluar jadi tinggal dia seorang jadi lah komplaint kenapa barang nya tidak sampai, buset begitu wa tanyain warna muka nya lsg merah padam dan menunjukan komputer bahwa sekarang pengiriman barang ke aceh jadi 2 hari tidak seperti dulu cuma satu hari, setelah di tanya kan ternyata kebijakan tiki ini tidak hanya ke Aceh saja tapi juga samarinda dan palangkaraya sudah berubah menjadi 2 hari dan harga masih sama seperti dulu seperti waktu cuma satu hari. di tanyakan ini sebenarnya dari kapan dari tanggal 20 february ternyata (busssset dah kenapa kita tidak di informasikan begitu soalnya kita langganan/ mengirim ke aceh setiap bulan dalam hati seperti itu). terus yang kemarin dulu (mungkin dalam bulan february)  itu kok masih satu hari yah itu kemarin yang sekarang yah seperti itu ( jadi berlaku efektif nya mulai bulan ini) karena dia pegawai biasa jadi mungkin tidak di informasikan sama tuan nya.  jadi tuh barang sampai ke aceh mungkin hari senen ( walah walah). terus tanya kenapa telpon tidak ada yang angkat katanya pemilik nya lagi keluar jadi dia tidak angkat telpon (minta ampun dah)

Kembali ke keponakan ku setelah memberitahukan hal ini kepada nya biar dia telpon ke pelanggan kita, kita toko juga tidak mendapat pemberitahuan tentang perubahan ini dari tiki jadi barang kiriman mungkin akan datang pada hari senin ini, di harapkan masalah selesai sampai disini karena barang ternyata sedang dalam perjalanan.


hmm, di toko melihat ada selebaran dari remaja tour ke banten satu hari.

 
« Last Edit: 04 March 2011, 07:41:35 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #106 on: 07 March 2011, 10:28:52 AM »
belakangan ini makan tamago maki di sushi rock n roll di multiplus buka nya jam 5 sore tidak jauh dari ekayana, tamago maki ini isi nya nasi berisi telur yg berbalut rumput laut harga rp 8.000 dapet 8 buah. ada wasabi yg hijau lembaran acar jahe merah, nah kuah/ saus nya jgn di makan karena mengandung ikan jadi bawa pulang saja nanti kuah nya pake kecap asin.
selain itu ada kappa maki yg ini isi timun wa tdk tertarik sama kappa maki ing jd belum pernah cobain. yg pernah di coba selain tamago maki adalah tempura sayur seperti biasa saus/ kuahnya mengandung ikan jadi hati2.

ada juga avocado apa gitu? ( ditaruh dalam lipatan ).


melihat cara buat tamago maki ini rasanya sangat mudah. entah bisa di bikin sendiri jd pengen buat sendiri. 

mungkin dari nasi kuning tengah nya telur/ tempe di balut rumput laut di tabur serundeng kelapa yah kira2 seperti itu.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #107 on: 07 March 2011, 02:21:56 PM »
obrolan makan siang, biasa ditoko di bagi jadwal makannya antara group 1 dan 2, biasa kita membicarakan topik yg ada baik yg ringan dan sensitf pembicaran ini tentu tdk keluar dari ruang makan. apa yg dibicarakan dlm ruang makan biasanya hanya utk kita2 saja. belakangan ini kita membicarakan pergolakan timur tengah terutama kadafi saat ini dan bagaimana pengaruhnya. terhadap china dan indonesia.

obrolan makan sore, boleh di bilang tidak ada artinya karena ada berakhir dgn kata 'saa' kadang2 ngeri juga dengar nya. 
« Last Edit: 07 March 2011, 02:36:47 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #108 on: 11 March 2011, 09:46:07 AM »
dear my diary, hari ini pagi2 merebus mie maksud hendak membuat mie goreng. Hari ini ada yg istimewa yaitu ditambah rumput laut, rumput laut lembaran cukup besar untuk membuat sushi  dilipat2 lalu di gunting tipis2 lalu dimasukan ke dalam mie yg sudah di rebus dan di tiriskan.

dulu aku ada berusaha membeli sayur cai sim di pasar kemudian disimpan di kulkas, tapi sebelum digunakan utk mie keburu rusak dan masuk tong sampah, jadi bertanya2 bagaimana supaya mie goreng buatan sendiri ini bisa bersayur.

Jadi antara pertanyaan dan jawaban kadang membutuhkan waktu dan juga memerlukan proses sebelum membentuk menjadi jawaban, rumput laut yg ku pakai adalah yg tak bermerk 1 pak rp 50.000,- berisi 50 lembar. 
« Last Edit: 11 March 2011, 10:13:35 AM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #109 on: 12 March 2011, 01:46:35 PM »
 pada tanggal 19 maret 2011 ini akan terjadi fenomena bulan purnama super ( supermoon, perigee moon) terakhir terjadi 18thn lalu.

mitos biasa pada purnama super ini adalah banyak bencana, sedang para ahli terbelah dua pendapatnya.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #110 on: 15 March 2011, 07:57:40 PM »
duh nuclear krisis di jepang sangat mengkuatirkan, tampaknya penduduk jepang lebih siap terhadap bencana gempa dari pada bencana tsunami dan bencana nuklir, bila di lihat dari persiapan penduduk jepang sudah menyiapkan helm penyelamat tapi ketika menghadapai bencana radiasi mereka tidak siap, tidak terlihat penduduk yang setidaknya memakai baju putih seperti yang dipakai para petugas.  Kemungkinan besar ini terjadi karena keyakinan mereka akan tehnologi yang di pakai oleh reaktor nuklir mereka sangat maju dan aman (hingga saat ini).   

setidaknya dari sini kita bisa melihat penduduk yang tinggal di area reaktor nuklir, seharusnya mempunyai suatu ruangan yang aman dari radiasi nuklir setidak nya di rumah, tidak ada penduduk biasa yang memakai setidak nya baju hujan yang tahan radiasi ( anti radiation coat seperti  rain coat gitu ) seperti itu lah yahh maksudnya disini adalah melindungi pemakai mungkin tidak sampai nol persen( tentunya ini adalah kondisi ideal)  tetapi setidaknya dapat menghadang mungkin dari radasi yang ada hingga tinggal hanya 1/10 nya yang mampu menembus baju anti radiasi ini, hingga tubuh tidak terpapar radiasi dalam dosisi tinggi.

http://news.yahoo.com/s/nm/20110315/ts_nm/us_japan_quake_timeline_2
« Last Edit: 15 March 2011, 08:08:08 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #111 on: 15 March 2011, 09:27:35 PM »
Quote
In 2010 a group of researchers in the University of Newcastle found that a fibrous material called alginate in sea kelp was better at preventing fat absorption than most over-the-counter slimming treatments in laboratory trials. As a food additive it may be used to reduce fat absorption and thus obesity.[9]

http://en.wikipedia.org/wiki/Kelp#cite_note-8

Quote
Is Seaweed The Answer To A Dieter's Prayer?


Seaweed bread could be the answer to the obesity epidemic, potentially reducing the body's fat retention by more than 75%, say scientists.
A fibrous material in sea kelp called alginate was better at preventing fat absorption than most over-the-counter slimming treatments, laboratory tests for the University of Newcastle study showed.

"This suggests that if we can add the natural fibre to products commonly eaten daily - such as bread, biscuits and yoghurts - up to three quarters of the fat contained in that meal could simply pass through the body," said team leader Dr Iain Brownlee.

"We have already added the alginate to bread and initial taste tests have been extremely encouraging.

"Now, the next step is to carry out clinical trials to find out how effective it is when eaten as part of a normal diet."
The scientists used an "artificial gut" to test the effectiveness of 60 different natural fibres by measuring the extent to which they affected the digestion of fat.

The aim was to see if the same effects modelled in the laboratory could be reproduced in living volunteers.

"Our initial findings are that alginates significantly reduce fat digestion," said Dr Brownlee.

"There are countless claims about miracle cures for weight loss but only a few cases offer any sound scientific evidence to back up these claims.

"Obesity is an ever-growing problem and many people find it difficult to stick to diet and exercise plans in order to lose weight.

"Alginates not only have great potential for weight management, adding them to food also has the added advantage of boosting overall fibre content.

"These initial findings suggest alginates could offer a very real solution in the battle against obesity," he added.

Regular weight watchers may have known about kelp for some time - it can be found in pill form in health shops and is often recommended as an aid to weight loss.

http://news.sky.com/skynews/Home/UK-News/Seaweed-May-Fight-Obesity-Could-Alginates-Be-The-Answer-To-A-Dieters-Prayer/Article/201003415579083

well well , informasi yang tidak terduga. yah apapun terjadi bencana nuklir di jepang, wa setidak nya punya persedian nori cukup banyak baik yang hijau maupun yang coklat ternyata baik bagi tubuh juga,  entah benar atau tidak bisa mengurangi lemak. ^-^
« Last Edit: 15 March 2011, 09:32:56 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #112 on: 16 March 2011, 08:16:20 PM »
well, the Nori(seweed/rumput laut) bila di perhatikan memenuhi kebutuhan mineral yang di perlukan untuk di gunakan sebagai makanan darurat untuk bencana nuklir karena mengandung iodine, potasium dan calsium ( bahan radioaktif seperti Strontium-90[ seperti calsium dapat mengendap di tulang],  134-Cesium, 137-Cesium,[cesium berprilaku seperti potasium] and iodine isotope 131-Iodine [berkumpul di thyroid] ).

hmm, bila kris nuklir di fukushima jepang ini terus berlanjut bahkan bila mencapai level seperti chernobyl atau lebih parah dari chernobyl maka listrik power plant dari tenaga nuklir akan di pastikan kematian nya setidak nya di jepang.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #113 on: 16 March 2011, 08:16:36 PM »
well, the Nori(seweed/rumput laut) bila di perhatikan memenuhi kebutuhan mineral yang di perlukan untuk di gunakan sebagai makanan darurat untuk bencana nuklir karena mengandung iodine, potasium dan calsium ( bahan radioaktif seperti Strontium-90[ seperti calsium dapat mengendap di tulang],  134-Cesium, 137-Cesium,[cesium berprilaku seperti potasium] and iodine isotope 131-Iodine [berkumpul di thyroid] ).

http://en.wikipedia.org/wiki/Strontium-90
http://en.wikipedia.org/wiki/Cesium
http://en.wikipedia.org/wiki/Isotopes_of_iodine

http://en.wikipedia.org/wiki/Potassium_iodide

hmm, bila krisis nuklir di fukushima jepang ini terus berlanjut bahkan bila mencapai level seperti chernobyl atau lebih parah dari chernobyl maka listrik power plant dari tenaga nuklir akan di pastikan kematian nya setidak nya di jepang.
« Last Edit: 16 March 2011, 08:19:16 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #114 on: 16 March 2011, 08:16:53 PM »
well, the Nori(seweed/rumput laut) bila di perhatikan memenuhi kebutuhan mineral yang di perlukan untuk di gunakan sebagai makanan darurat untuk bencana nuklir karena mengandung iodine, potasium dan calsium ( bahan radioaktif seperti Strontium-90[ seperti calsium dapat mengendap di tulang],  134-Cesium, 137-Cesium,[cesium berprilaku seperti potasium] and iodine isotope 131-Iodine [berkumpul di thyroid] ).

http://en.wikipedia.org/wiki/Isotopes_of_iodine
http://en.wikipedia.org/wiki/Cesium
http://en.wikipedia.org/wiki/Isotopes_of_caesium
http://en.wikipedia.org/wiki/Strontium-90

http://en.wikipedia.org/wiki/Potassium_iodide


hmm, bila kris nuklir di fukushima jepang ini terus berlanjut bahkan bila mencapai level seperti chernobyl atau lebih parah dari chernobyl maka listrik power plant dari tenaga nuklir akan di pastikan kematian nya setidak nya di jepang.
« Last Edit: 16 March 2011, 08:25:52 PM by daimond »

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Dear diary
« Reply #115 on: 17 March 2011, 09:42:51 AM »
dear my diary, hari ini pagi2 merebus mie maksud hendak membuat mie goreng. Hari ini ada yg istimewa yaitu ditambah rumput laut, rumput laut lembaran cukup besar untuk membuat sushi  dilipat2 lalu di gunting tipis2 lalu dimasukan ke dalam mie yg sudah di rebus dan di tiriskan.

dulu aku ada berusaha membeli sayur cai sim di pasar kemudian disimpan di kulkas, tapi sebelum digunakan utk mie keburu rusak dan masuk tong sampah, jadi bertanya2 bagaimana supaya mie goreng buatan sendiri ini bisa bersayur.

Jadi antara pertanyaan dan jawaban kadang membutuhkan waktu dan juga memerlukan proses sebelum membentuk menjadi jawaban, rumput laut yg ku pakai adalah yg tak bermerk 1 pak rp 50.000,- berisi 50 lembar.
Untuk simpan sayur di kulkas, biasa sayurnya (dalam keadaan kering) dibungkus dengan kertas koran, lalu disimpan di laci kulkas. Kalau mau dimasak, baru dicuci & direndam sebentar.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #116 on: 18 March 2011, 10:46:39 AM »
Untuk simpan sayur di kulkas, biasa sayurnya (dalam keadaan kering) dibungkus dengan kertas koran, lalu disimpan di laci kulkas. Kalau mau dimasak, baru dicuci

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #117 on: 18 March 2011, 07:00:58 PM »
Untuk simpan sayur di kulkas, biasa sayurnya (dalam keadaan kering) dibungkus dengan kertas koran, lalu disimpan di laci kulkas. Kalau mau dimasak, baru dicuci & direndam sebentar.


walah entah apa yang terjadi wa punya post diatas  hilang tulisan nya hiks.

pada kainyn_kutho dan johan 3000 terima kasih atas masukan nya, untuk sementara ini masih akan menggunakan nori ini terlanjur beli cukup banyak sihh, tentunya tidak boleh makan nori ini juga berlebihan.

oke , semoga proses pendinginan di reaktor fukushima berjalan lancar, semoga dewa/ raja  naga Anapathaka berbelas kasih dan membantu proses pendinginan nya karena di negara jepang ini banyak umat yang membangun vihara untuk memberi penghormatan dan mengingat keagungan para raja atau dewa dewa naga, semoga tekad Bodhisatva yang menjadi  Buddha pada masa ini yang tergambar di bulan ( kebetulan ada fonemena bulan super atau supermoon) membantu manusia hingga segalanya lancar, semoga Raja Dewa Sakka dan Brahma Sempati  membantu hingga bencana ini tidak meluas, semoga Avalokitesavara meminjamkan kekuataan dan menuang air embun dari jade vase nya hingga membantu mendinginkan reaktor reaktor nuclear ini ( soalnya reaktor nya ada enam nihh). Semoga sang Bodhisatva  Maitreya dengan kasih nya yang berada di surga tusita membantu para manusia di bumi ini terutama membantu melancarkan proses pendinginan ini, semoga semua mahluk baik di bumi dan alam semesta ini membantu meminjamkan kekuatan nya untuk mendinginkan reaktor reaktor nuklir di fukushima daiichi ini. 


« Last Edit: 18 March 2011, 07:13:44 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #118 on: 19 March 2011, 10:09:02 PM »
walah wa tadi siang coba tulis pake opera mini (pake hp koko wa) tapi tidak bisa di input tuh tidak tahu kenapa hiks.

Quote
Radiasi Terdeteksi pada Susu Murni dan Bayam

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Yukio Edano, mengungkapkan bahwa tingkat radiasi melebihi ambang batas yang diizinkan oleh Undang-undang Sanitasi Makanan telah terdeteksi pada susu murni di Provinsi Fukushima dan bayam di Provinsi Ibaraki.

http://www3.nhk.or.jp/nhkworld/indonesian/top/news04.html

duh nhk ada bahasa indonesia loh ( baru tahu dah) jadi bisa di jadikan referensi berita nihh ^-^, ehm malah ada belajar bahasa jepang lagi wlah ada seperti radionya lagi sambil mengetik ini jadi dengerin berita segala dah (bahasa english).


Belajar Bahasa Jepang



http://www.nhk.or.jp/lesson/indonesian/index.html

jepang sayang ku
http://www.nhk.or.jp/lesson/indonesian/learn/story/index.html

ehm cara masak nasi nya orang jepang  tidak sama dengan yang wa biasa lakukan toh pantes rasanya beda yahh

Quote

Memasak Beras Jepang Yang Berbulir Pendek



Bahan ( Untuk 4 orang )
    400 gram beras Jepang yang bulirnya pendek
    (short-grain)
    600 ml air

Cara Memasak

   1. Masukkan saringan berisi beras di dalam baskom berisi air dan bilas satu kali dengan cepat. (Cara mencuci: ambil beras dan gosokkan satu sama lain dengan gerakan melingkar sekitar 10 kali). Ganti air 2 atau tiga kali lalu tiriskan.
   2. Setelah di tiriskan, letakkan beras di panci. Tambahkan 600 ml air dan biarkan selama lebih dari 30 menit agar beras tersebut menyerap air yang cukup.
   3. Tutup panci dan masak dengan api sedang. Kecilkan api saat sudah mulai mendidih dan muncul uap. Masak selama 12 menit.
   4. Matikan api dan biarkan panci tersebut hingga 10 menit.
   5. Buka tutup panci dan aduk nasi dengan sendok nasi atau sendok besar. Jangan terlalu banyak diaduk.

http://www3.nhk.or.jp/nhkworld/cooking/indonesian/100803.html

yang di merahin belum pernah di lakukan sihh biasa habis cuci lsg di masak di rice cooker gak pake di diamkan dulu gitu.

Quote
tempura

Bahan ( Untuk 4 orang )

    * 12 ekor udang
    * Aneka sayuran
      (ubi, paprika hijau, terong dan lain sebagainya)

Adonan Tepung Yang Disebut 'Koromo' ( nah ini dia tepungnya sampai bingung bikin nya gimana gitu)

    * 1/2 butir telur (dikocok)
    * 200 ml air dingin
    * 125 gram tepung

    * Sekitar 600 ml minyak sayur
    * 25 gram tepung biasa (untuk taburan)

Saus Celupan Tempura ( mesti di perhatikan saus tempura gitu)

    * 150 ml air
    * 2 sendok makan (30 ml) kecap asin
    * 1 sendok makan (3 gram) gula
    * Sedikit bubuk kaldu ikan

Tuangkan semua bahan ke dalam panci saus dan masak hingga mendidih dan siap.

Cara Memasak

   1. Bersihkan udang dengan air lalu kuliti. Letakkan di atas kertas tissue dapur dan taburi dengan tepung.
   2. Potong sayuran yang ada hingga ukuran yang pas untuk dimakan. Taburi dengan tepung.
   3. Racik adonan "Koromo". Gunakan sumpit atau garpu untuk mencampur telur yang sudah dikocok dan air dingin di dalam mangkuk. Tambahkan tepung dan aduk.
   4. Masukkan minyak ke dalam wajan dan panaskan hingga suhu 160 derajat. Masukan udang dan sayuran ke dalam adonan "koromo" dan goring. Jangan masukkan terlalu banyak potongan ke dalam wajan sekaligus untuk menghindari turunnya suhu minyak. Setelah 3 hingga 4 menit sudah akan matang. Keluarkan, tiriskan dan letakkan di atas kertas tissue dapur atau saringan.
   5. Letakkan di atas piring dengan mangkuk terpisah untuk saus pencelup. Bisa juga disajikan dengan garam dan jeruk nipis.


http://www3.nhk.or.jp/nhkworld/cooking/indonesian/100802.html


Quote
Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

    * 300 gram beras
    * 400 ml air

    * 4 jamur shiitake kering (jika ada)
    * 1/2 wortel (70 gram)
    * 4 batang buncis
    * 8 ekor udang
    * 1 butir telur

Cuka sushi (wah yang ini baru bisa dipakai)

    * 3 sendok makan (45 ml) cuka beras atau cuka dari gandum (grain vinegar)
    * 2 sendok makan (18 gram) gula
    * 1 sendok teh (5 gram) garam

Saus (ini juga)

    * 1 sendok makan (9 gram) gula
    * 1 sendok makan (15 ml) kecap asin

    * Garam
    * Minyak goreng

Cara Memasak

   1. Masak beras setelah sebelumnya dicuci dan direndam dalam 400 ml air selama 30 menit.
      *petunjuk memasaknya ada di halaman tentang Ayam Teriyaki*
   2. Rendam jamur shiitake dalam air hangat-hangat kuku untuk melembutkannya. Potong bagian batang lalu potong jamur menjadi irisan-irisan kecil. Kupas wortel dan potong menjadi irisan-irisan. Masukkan jamur dan 300 ml air ke dalam panci dan panaskan selama 10 menit. Tambahkan wortel dan panaskan selama 5 menit lagi. Masukkan semua bahan untuk saus dan kembali panaskan sampai cairan yang tersisa hanya tinggal 2 sendok makan.
   3. Campurkan semua bahan cuka sushi. Pindahkan nasi yang sudah matang ke sebuah mangkuk besar, masukkan cuka tadi dan segera aduk sampai tercampur. Tambahkan semua bahan, termasuk saus yang dimasak di tahap 2 tadi dan campurkan.
   4. Rebus buncis dalam air yang diberi garam lalu potong menjadi irisan-irisan. Rebus udang dalam air yang diberi garam setelah bagian punggung udah dibuang. Tambahkan sedikit garam ke dalam telur dan kocok hingga merata. Ulas penggorengan dengan sedikit minyak goreng dan dadar telur yang sudah dikocok tadi dengan bentuk tipis. Potong dadar telur menjadi irisan-irisan dengan panjang sekitar 4 cm.
   5. Sajikan nasi yang sudah dimasak di tahap 3 tadi, lalu susun bahan yang telah dimasak di tahap 4 di atas nasi tersebut.


http://www3.nhk.or.jp/nhkworld/cooking/indonesian/110106.html
« Last Edit: 19 March 2011, 10:38:30 PM by daimond »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #119 on: 21 March 2011, 09:23:53 PM »
wel baca punya baca ternyata telur yang ada di pasar sudah mengalami perubahan tidak seperti dulu lagi  sudah berevolusi mempunyai standrat produksi nya loh, bahkan sekarang telur sudah mulai menghindar dari 3 no ( no standrat, no production date, no brand).

di usa dan eropa sudah mulai banyak standrat nya ada dari: cage, free cage, free range, dan organic. Bahkan china juga mulai berusaha melakukan standarisasi terhadap produk telur ini. Entah indonesia telur akan bergerak kemana?.

Quote
Commercial factory farming operations often involve raising the hens in small crowded cages, preventing the chickens from engaging in natural behaviors such as wing-flapping, dust-bathing, scratching, pecking, perching and nest-building. Such restrictions can lead to pacing and escape behavior.[46]

Many hens confined to battery cages, and some raised in cage-free conditions, are de-beaked to prevent harming each other and cannibalism. According to critics of the practice, this can cause hens severe pain to the point where some may refuse to eat and starve to death. Some hens may be force molted to increase egg quality and production level after the molting.[47] Molting can be induced by extended feed withdrawal, water withdrawal or controlled lighting programs.

Laying hens are often slaughtered between 100–130 weeks of age, when their egg productivity starts to decline.[48] Due to modern selective breeding, laying hen strains differ from meat production strains. As male birds of the laying strain do not lay eggs and are not suitable for meat production, they are generally culled at the hatchery.[49]

Free-range eggs are considered by some advocates to be an acceptable substitute to factory-farmed eggs. Free-range laying hens are given outdoor access instead of being contained in crowded cages. Questions on the actual living conditions of free-range hens have been raised, as there is no legal definition or regulations for eggs labeled as free-range in the US.[50]

In the US, increased public concern for animal welfare has pushed various egg producers to release eggs under a variety of different standards. The most widespread standard in use is used by United Egg Producers and is a volunteer program known as United Egg Producers Certified (UEP Certified).[51] The program includes guidelines with regard to housing, feed, water, air, space allowance, beak trimming, molting, handling, and transportation; however, critics such as The Humane Society have alleged UEP Certification misleadingly allows for a significant amount of animal cruelty.[52] Other standards include"Cage Free", "Natural", "Certified Humane", and "Certified Organic." Of these standards, "Certified Humane", which carries requirements for stocking density and cage-free keeping, among others, and "Certified Organic", which requires hens have outdoor access and are fed only organic, vegetarian feed, among other requirements, are the most stringent.[53][54]

The European Union will introduce an EU-wide ban on the use of conventional battery cages for egg-laying hens. This ban is expected to come into effect from 1 January 2012, as per EU Directive 1999/74/EC.[55] The EU will instead permit the use of "enriched" cages that must meet certain space and amenity requirements. Egg producers in many member states have objected to the ban.

http://en.wikipedia.org/wiki/Egg_%28food%29


Bahkan sekarang ini ada standrat kualitas dari sebuah telur

Quote
Chicken egg grading

The US Department of Agriculture grade eggs by the interior quality of the egg (see Haugh unit) and the appearance and condition of the egg shell. Eggs of any quality grade may differ in weight (size).

    * U.S. Grade AA eggs have whites that are thick and firm; yolks that are high, round, and practically free from defects; and clean, unbroken shells. Grade AA and Grade A eggs are best for frying and poaching, where appearance is important.
    * U.S. Grade A eggs have characteristics of Grade AA eggs except the whites are "reasonably" firm. This is the quality most often sold in stores.
    * U.S. Grade B eggs have whites that may be thinner and yolks that may be wider and flatter than eggs of higher grades. The shells must be unbroken, but may show slight stains. This quality is seldom found in retail stores because they are usually used to make liquid, frozen, and dried egg products, as well as other egg-containing products.

In other countries, such as Australia[45] and European Union countries, eggs are graded by the hen farming method instead, e.g., from free range hens, battery cages, etc.

Chicken eggs are also graded by size, for the purpose of sales. See Chicken egg sizes.
« Last Edit: 21 March 2011, 09:40:54 PM by daimond »