//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Lebih baik tahu sedikit tapi praktek ketimbang tahu banyak tapi tidak praktek  (Read 36557 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
oh... mungkin itu adalah Penelitian
kalo tindak pelaksanaan sebelum muncul teori kan biasanya penelitian \ :D / \ :D /

penelitian dilaksanakan jika sudah ada hipotesa....

Penelitian lewat praktek langsung tanpa ada teori sebelumnya > Sammasambuddha
Praktek berdasarkan teori yang diajarkan Sammasambuddha > siswa Sang Buddha

nah berarti kalo mo praktek yg banyak dan benar...

maka perlu banyak tahu dulu donk... :D

Perlu tahu, tapi "tidak harus" banyak.
yaa... gitu deh

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
:)) kkenya cuman masalah pengguanaan kata2 aja deh yg kurang sreg.....


Praktek : Tindakan berdasarkan Teori

Teori : Fakta, Pendapat, Konsep yg didapat dari hasil Penelitian...

jadi Teori pasti selalu benar...

jadi Tahu teori sedikit tapi bisa praktek banyak adalah tidak mungkin...

Teori bisa lebih banyak daripada praktek, tetapi praktek gak mungkin lebih banyak dari teori...
i'm just a mammal with troubled soul



Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
um... ::)

makhluk apa ya, yg berbuatna tidak tau bahwa perbuatannya (praktek) itu baik / buruk (hakikat)

binatang ya :D  kan terlahir di alam binatang karena Mohanya yg gede...

kan ada juga tuh yg cerita si gajah yg harusnya mencapai kesucian... karena prakteknya... cuman karena dia binatang yg Moha jadi gak tau hakikat prakteknya.. makanya sama aja bodong.. gak bisa mencapai kesucian... :D

Yang saya tahu, binatang "tidak mungkin bisa" menyadari pikirannya sendiri.
Berbeda dengan manusia yg "mungkin' untuk menyadari pikirannya sendiri

Saya baru tahu ada gajah yg hampir mencapai kesucian.... bisa tolong referensinya? thanks in advance.

Kalau saya boleh kasih masukan, mahluk yg bisa mencapai kesucian bukan dilihat dari alamnya melainkan dari jenis mahluknya

misal walau di alam manusia tapi kalau dia terlahir sebagai mahluk dvihetuka, apalagi kalau sugati ahetuka, mustahil dia bisa mencapai kesucian dalam kehidupan itu

tapi jika dia terlahir sebagai mahluk tihetuka maka dia bisa mencapai kesucian dalam kehidupan ini

dan alam binatang termasuk dalam jenis mahluk dugati pugala, yg mustahil utk dapat mencapai kesucian

semoga bs bermanfaat

dwihetuka, tihetuka,sama ahetuka apa ya?

Hetu berarti akar..... disini berkaitan dengan akar yg membuat kelahiran suatu mahluk

jika akarnya adalah Akusala maka menjadi duggati Puggala dan terlahir di alam apaya

jika akarnya sudah sugati tapi karena terbiasa meng-upekkha-kan (menetral2kan dalam keseharian), akan menjadi Sugati Ahetuka Puggala
Memang sudah terhindar dari alam apaya namun menjadi mahluk yg "cacat" misal terlahir di alam manusia tapi mempunyai salah satu atau beberapa dari 10 cacat fisik bawaan (5 cacat indera, terbelakang dan kelainan seksual)
Jadi Brahma pun, brahma yg cacat yaitu asannasatta (brahma tanpa batin, hanya rupa saja)

Selanjutnya sugati dvihetuka puggala dimana mahluk ini sudah terlahir dgn akar Alobha dan Adosa
Sudah menjadi mahluk yg tidak cacat namun tidak bisa mencapai kesucian dalam kehidupan saat ini karena tidak didorong oleh 1 hetu lainnya yaitu Amoha (baca : Panna)

dan terakhir sugati tihetuka puggala dimana sudah lengkap yaitu Alobha, Adosa dan Amoha

Disini kita bisa lihat bhw yg berperan utk dapat mencapai kesucian adalah adanya hetu/akar Amoha

semoga bermanfaat yah

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
:)) kkenya cuman masalah pengguanaan kata2 aja deh yg kurang sreg.....


Praktek : Tindakan berdasarkan Teori

Teori : Fakta, Pendapat, Konsep yg didapat dari hasil Penelitian...

jadi Teori pasti selalu benar...

jadi Tahu teori sedikit tapi bisa praktek banyak adalah tidak mungkin...

Teori bisa lebih banyak daripada praktek, tetapi praktek gak mungkin lebih banyak dari teori...


Hmm.....
"Praktek" yg dimaksud adalah "praktek" untuk mendapatkan "wisdom".
"Teori" bukan "wisdom", ia hanyalah petunjuk praktek mendapatkan "wisdom".
Pada saat "praktek" membuahkan "wisdom".
Maka "wisdom" tersebut dapat mengembangkan "praktek" tanpa harus menambah "teori" (dan tentu saja dapat dengan menambah teori lagi juga dan apabila hasil dari praktek sejalan dengan teori, maka teori tersebut akan sangat membantu untuk menjelaskan)
yaa... gitu deh

Offline hatRed

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.400
  • Reputasi: 138
  • step at the right place to be light
 [at] om markos

ooo... baru tau... dicatet dulu.. ;)

 [at] om hendrako

hehe....  ane cuman memakai perbendaharaan kata sesuai kbbi ;D
i'm just a mammal with troubled soul



Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
:)) kkenya cuman masalah pengguanaan kata2 aja deh yg kurang sreg.....


Praktek : Tindakan berdasarkan Teori

Teori : Fakta, Pendapat, Konsep yg didapat dari hasil Penelitian...

jadi Teori pasti selalu benar...

jadi Tahu teori sedikit tapi bisa praktek banyak adalah tidak mungkin...

Teori bisa lebih banyak daripada praktek, tetapi praktek gak mungkin lebih banyak dari teori...


Hmm.....
"Praktek" yg dimaksud adalah "praktek" untuk mendapatkan "wisdom".
"Teori" bukan "wisdom", ia hanyalah petunjuk praktek mendapatkan "wisdom".
Pada saat "praktek" membuahkan "wisdom".
Maka "wisdom" tersebut dapat mengembangkan "praktek" tanpa harus menambah "teori" (dan tentu saja dapat dengan menambah teori lagi juga dan apabila hasil dari praktek sejalan dengan teori, maka teori tersebut akan sangat membantu untuk menjelaskan)


Betul sekali bro.......

memang secara logika, apa yg dimaksud oleh bro hat adalah benar

namun secara batin, ada tumpukan parami yg membuat batin berkecenderungan tertentu. Itu kenapa wkt jaman buddha, banyak yg menjadi arahat hanya karena "sepercik" teori saja

namun utk kebanyakan org seperti saya, walau udah banyak cari teori dan mencoba praktek yg sekiranya sesuai pun, masih tetep aja kaga suci2  :-[

GRP sent.........  ;D

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
:)) kkenya cuman masalah pengguanaan kata2 aja deh yg kurang sreg.....


Praktek : Tindakan berdasarkan Teori

Teori : Fakta, Pendapat, Konsep yg didapat dari hasil Penelitian...

jadi Teori pasti selalu benar...

jadi Tahu teori sedikit tapi bisa praktek banyak adalah tidak mungkin...

Teori bisa lebih banyak daripada praktek, tetapi praktek gak mungkin lebih banyak dari teori...


Hmm.....
"Praktek" yg dimaksud adalah "praktek" untuk mendapatkan "wisdom".
"Teori" bukan "wisdom", ia hanyalah petunjuk praktek mendapatkan "wisdom".
Pada saat "praktek" membuahkan "wisdom".
Maka "wisdom" tersebut dapat mengembangkan "praktek" tanpa harus menambah "teori" (dan tentu saja dapat dengan menambah teori lagi juga dan apabila hasil dari praktek sejalan dengan teori, maka teori tersebut akan sangat membantu untuk menjelaskan)


Betul sekali bro.......

memang secara logika, apa yg dimaksud oleh bro hat adalah benar

namun secara batin, ada tumpukan parami yg membuat batin berkecenderungan tertentu. Itu kenapa wkt jaman buddha, banyak yg menjadi arahat hanya karena "sepercik" teori saja

namun utk kebanyakan org seperti saya, walau udah banyak cari teori dan mencoba praktek yg sekiranya sesuai pun, masih tetep aja kaga suci2  :-[

GRP sent.........  ;D

Mungkin di situlah yg kurang pasnya,
Mungkin teori udah cukup banyak bahkan bisa jadi terlalu banyak.
Mungkin udah waktunya berhenti mengisi "cangkir"
Mungkin udah waktunya memperbanyak praktek

Yang udah pasti jelas, kebijaksanaan (batin) tidak dapat ditemukan dalam teori harus terjun ke "praktek".

« Last Edit: 25 August 2009, 05:03:28 PM by hendrako »
yaa... gitu deh

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
:)) kkenya cuman masalah pengguanaan kata2 aja deh yg kurang sreg.....


Praktek : Tindakan berdasarkan Teori

Teori : Fakta, Pendapat, Konsep yg didapat dari hasil Penelitian...

jadi Teori pasti selalu benar...

jadi Tahu teori sedikit tapi bisa praktek banyak adalah tidak mungkin...

Teori bisa lebih banyak daripada praktek, tetapi praktek gak mungkin lebih banyak dari teori...


Hmm.....
"Praktek" yg dimaksud adalah "praktek" untuk mendapatkan "wisdom".
"Teori" bukan "wisdom", ia hanyalah petunjuk praktek mendapatkan "wisdom".
Pada saat "praktek" membuahkan "wisdom".
Maka "wisdom" tersebut dapat mengembangkan "praktek" tanpa harus menambah "teori" (dan tentu saja dapat dengan menambah teori lagi juga dan apabila hasil dari praktek sejalan dengan teori, maka teori tersebut akan sangat membantu untuk menjelaskan)


Betul sekali bro.......

memang secara logika, apa yg dimaksud oleh bro hat adalah benar

namun secara batin, ada tumpukan parami yg membuat batin berkecenderungan tertentu. Itu kenapa wkt jaman buddha, banyak yg menjadi arahat hanya karena "sepercik" teori saja

namun utk kebanyakan org seperti saya, walau udah banyak cari teori dan mencoba praktek yg sekiranya sesuai pun, masih tetep aja kaga suci2  :-[

GRP sent.........  ;D

Setuju, hanya saja kebanyakan orang jaman sekarang menganggap seperti para ariya dijaman Buddha sepercik teori lsg jadi arahat. Hingga banyak menjadi takabur.

Padahal banyak yg lupa bahwa para ariya yg menerima sepercik lalu menjadi arahat dijaman Buddha adalah dan pasti punya parami besar, yaitu bisa BERTEMU Buddha..yg merupakan parami juga. Bandingkan dengan parami yang tidak pernah ketemu Buddha. Yg ketemu saja masih ada yg meleset...apalagi tidak pernah  ;D
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
^
^
jadi kesimpulannya?
perbanyak parami agar praktek bisa berjalan mulus?  ;D

jika ada "sesepuh" bilang gak perlu parami tapi langsung praktek bersama beliau
dijamin dpt "mencicipi Nibbana sejenak"  ;)
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
^
^
jadi kesimpulannya?
perbanyak parami agar praktek bisa berjalan mulus?  ;D

jika ada "sesepuh" bilang gak perlu parami tapi langsung praktek bersama beliau
dijamin dpt "mencicipi Nibbana sejenak"  ;)

Ya parami dan latihan/praktek harus seiring dan sejalan yg teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kalau ada yg bilang ngak perlu parami, itu artinya mendirikan bangunan tanpa pondasi. Sekali ditoel lsg rubuh...
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
dalam konteks meditasi, sikap yg mikir2 parami bisa menjadi penghalang mental bahkan dijadikan alasan untuk gak bermeditasi...
ada yg bilang ke saya, meditasinya gak bisa berhasil, mungkin gak bakat, mungkin karmanya gak cukup, trus brenti.
just do it...
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
saya cuman pakai pepatah dari Konfisius.

Orang  yang terlalu banyak teori ngak tau kearah jalannya kemana.
Orang  yang terlalu banyak pratek ngak tau apa yang harus di bicarakan.

artinya pepatah ini jangan teralu banyak teori dan juga jangan banyak pratek semua harus dilandais dengan seimbang

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
saya cuman pakai pepatah dari Konfisius.

Orang  yang terlalu banyak teori ngak tau kearah jalannya kemana.
Orang  yang terlalu banyak pratek ngak tau apa yang harus di bicarakan.

artinya pepatah ini jangan teralu banyak teori dan juga jangan banyak pratek semua harus dilandais dengan seimbang

Begitu pengemis nodong minta recehan,...
maka gw bilang, minggu depan aja... soalnya belum seimbang.
=))

koq gw kurang yakin itu yg dikatakan konfisius ya....


Quote
Orang  yang terlalu banyak pratek ngak tau apa yang harus di bicarakan.
bagaimana kalau orang yg praktek/latihan menjadi public speaker (pembicara didepan umum),
bukankah dia selalu berlatih/praktek berbicara?  ;D
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline CKRA

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 919
  • Reputasi: 71
saya cuman pakai pepatah dari Konfisius.

Orang  yang terlalu banyak teori ngak tau kearah jalannya kemana.
Orang  yang terlalu banyak pratek ngak tau apa yang harus di bicarakan.

artinya pepatah ini jangan teralu banyak teori dan juga jangan banyak pratek semua harus dilandais dengan seimbang

Begitu pengemis nodong minta recehan,...
maka gw bilang, minggu depan aja... soalnya belum seimbang.
=))

koq gw kurang yakin itu yg dikatakan konfisius ya....


Quote
Orang  yang terlalu banyak pratek ngak tau apa yang harus di bicarakan.
bagaimana kalau orang yg praktek/latihan menjadi public speaker (pembicara didepan umum),
bukankah dia selalu berlatih/praktek berbicara?  ;D

Quote
Orang  yang terlalu banyak teori ngak tau kearah jalannya kemana.
ikut pola pikir bro johan. bagaimana dengan orang NASA yg mau ke bulan tanpa teori?  :))

Offline purnama

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.309
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
saya cuman pakai pepatah dari Konfisius.

Orang  yang terlalu banyak teori ngak tau kearah jalannya kemana.
Orang  yang terlalu banyak pratek ngak tau apa yang harus di bicarakan.

artinya pepatah ini jangan teralu banyak teori dan juga jangan banyak pratek semua harus dilandais dengan seimbang

Begitu pengemis nodong minta recehan,...
maka gw bilang, minggu depan aja... soalnya belum seimbang.
=))

koq gw kurang yakin itu yg dikatakan konfisius ya....


Quote
Orang  yang terlalu banyak pratek ngak tau apa yang harus di bicarakan.
bagaimana kalau orang yg praktek/latihan menjadi public speaker (pembicara didepan umum),
bukankah dia selalu berlatih/praktek berbicara?  ;D


ada lagi kalo u baca buku analect konficius. wa dapet kalimat itu dari baca analect konficius, gampang u cari tuh buku ada di gramed, malah analectnya begambar pula kayak komik

yah ampunn publik speaker tuh siapa. orang yang sudah mencoba teorinya dulu sebelum bebicara, tetap aja dia bicara ada teori dasarnya, kagak asal bunyi, kalo asal bunyi kagak laku dia jadi publik speaker.

Yang ke Nasa teori kan, pas ke bulan nekad cobain teorinya bener ngak. itu arti pepatah ini, kalo berteori ngak dilandasi pratek ngak bakalan tau, kalo berpratek ngak tau teori sama aja Asbun
« Last Edit: 26 August 2009, 11:14:31 AM by purnama »