Topik Buddhisme > Buddhisme untuk Pemula

Tanya ? Jawab untuk Pemula

<< < (163/411) > >>

seniya:
Menurut mitologi India,manusia (manushya/Pali: manussa) mengenal peradaban setelah munculnya Manu yg mengajarkan mrk kehidupan yg beradab. Dg demikian manusia memiliki makna "anak2 keturunan Manu" (tetapi Manu bkn manusia pertama,krn tdk ada konsep manusia pertama dlm mitologi India/Hindu). Dalam Buddhis, Manu tak lain adl Bodhisatta Gotama pd kehidupan lampau & oleh para manusia diangkat sbg raja pertama dg gelar Mahasammata (lihat RAPB).

Mahadeva:
oo....berarti para Brahma dan Dewa tetap bisa berpikir seperti kita?
berarti mereka lebih pintar juga dari manusia?

kalo asal kata manusia menurut buddhisme?

thanks2

seniya:
Menurut buku The Buddha and His Teaching oleh Bhante Narada Mahathera:


--- Quote ---[Manussa] Literally, those who have an uplifted or developed mind (mano ussannam etasam). The Samskrit equivalent of manussa is manushya which means the sons of Manu. They are so called because they became civilized after Manu the seer.
--- End quote ---

Jadi manusia itu artinya "mereka yang memiliki pikiran yang maju atau berkembang". Disebut demikian karena manusia dapat mengembangkan pikirannya untuk memajukan dirinya (membuat perabadan); dalam pengertian spiritual, manusia dapat mengembangkan pikirannya untuk mencapai Kebuddhaan (karena hanya di alam manusia dan terlahir sebagai manusia, para Bodhisatta dapat berjuang dalam kehidupan terakhirnya menjadi Buddha yang maha sempurna).

Mahadeva:

--- Quote from: seniya on 13 September 2010, 12:32:58 PM ---Menurut buku The Buddha and His Teaching oleh Bhante Narada Mahathera:


--- Quote ---[Manussa] Literally, those who have an uplifted or developed mind (mano ussannam etasam). The Samskrit equivalent of manussa is manushya which means the sons of Manu. They are so called because they became civilized after Manu the seer.
--- End quote ---

Jadi manusia itu artinya "mereka yang memiliki pikiran yang maju atau berkembang". Disebut demikian karena manusia dapat mengembangkan pikirannya untuk memajukan dirinya (membuat perabadan); dalam pengertian spiritual, manusia dapat mengembangkan pikirannya untuk mencapai Kebuddhaan (karena hanya di alam manusia dan terlahir sebagai manusia, para Bodhisatta dapat berjuang dalam kehidupan terakhirnya menjadi Buddha yang maha sempurna).

--- End quote ---

thanks. kalo dewa dan brahma pikirannya juga berkembang ga? kalo iya berarti mereka termasuk manusia juga? karena manusia kan julukan untuk makhluk yang berpikir

Kelana:

--- Quote from: seniya on 11 September 2010, 05:12:28 PM ---
2. Katanya ada 4 macam Buddha, dan Arahat termasuk salah satu diantara 4 itu.
Apakah itu Mahayana saja atau Theravada juga berpendapat demikian?

Menurut komentar (misalnya dalam Appatividita Sutta), terdapat 4 jenis Buddha:

1. Sabbannuta Buddha (Buddha yang Mengetahui Segalanya), yaitu seorang yang telah mencapai Pencerahan (Kemahatahuan/Sabbannu-nana) dengan upaya sendiri. Dengan kata lain, jenis Buddha ini sama dengan Samma Sambuddha.

2. Pacceka Buddha, yaitu seseorang yang mencapai Pencerahan dengan upaya sendiri, tetapi tidak dapat mengajarkan Dhamma kepada orang lain.

3. Catusacca Buddha (Buddha yang memahami Empat Kebenaran Mulia), yaitu seseorang yang mencapai Pencerahan dengan merealisasikan Empat Kebenaran Mulia melalui belajar dari orang lain. Buddha jenis ini sama dengan Savaka Buddha atau Arahat.

4. Suta Buddha, yaitu seseorang yang belum tercerahkan, hanya memahami Empat Kebenaran Mulia secara intelektual.

Jenis no. 1-3 merupakan para Buddha yang sebenarnya (sudah tercerahkan), sedangkan no. 4 adalah orang-orang biasa yang memahami Dhamma secara intelektual saja.

Penggolongan ini berasal dari komentar Pali, saya gak tahu apakah dalam Mahayana juga dikenal penggolongan ini.


--- End quote ---

Saya memiliki info yang berbeda mengenai hal ini khususnya no.3, info dari Kamus Umum Buddha Dharma, karya Panjika yang mengutip dari Vijja Dhamma halaman 34:

Suta Buddha = Orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna setelah mendengar Dharma langsung dari Sang Buddha

Tambahan dari A History  of Pali Literature, Bimala Churn Law, PhD, http://www.scribd.com/doc/28831900/Pali-Literature

Mungkin ada yang bisa dan mau menjelaskan mana yang benar.

Thanks

Navigation

[0] Message Index

[#] Next page

[*] Previous page

Go to full version