//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - D1C1

Pages: 1 2 [3] 4 5 6 7 8 9
31
Theravada / Pekerjaan yg berbeda
« on: 10 February 2018, 10:59:43 AM »
Alo temen2,

Kalo seorang anak menyukai dan menggeluti bidang pekerjaan yg berbeda dgn pekerjaan orang tuanya, apakah anak itu salah, apakah anak itu tidak berbakti? Trims.

32
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 08 February 2018, 11:30:55 AM »
Kembali lagi ke esensi sila ketiga itu apa dan apakah berhubungan dengan "membeli rumah baru"

Bukan berhubungan dgn "membeli rumah baru" tapi lebih berhubungan ke "naungan orang tua", karna masih belum sanggup memiliki rumah dlm hal ini maka anak itu numpang tinggal dirumah orang tua, itu artinya dalam "naungan orang tua" dalam hal ini, tempat tinggal.

Kalo misalkan seseorang sudah menikah terus dia tidak tinggal lagi bersama dgn orang tuanya, apakah ini sebuah pelanggaran/kesalahan? Sori kalo pertanyaan ini spt pertanyaan org bodoh, karna sy pernah denger org bilang kalo sudah nikah Harus tinggal sama orang tua. Dalam agama Buddha apakah ada keharusan spt itu?

33
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 07 February 2018, 01:42:21 PM »
Sebaiknya ditanyakan lagi kepada anggota Sangha ybs krn itu pendapat beliau yang berbeda dengan pendapat saya di atas

Bhikkhunya tidak selalu bisa dihubungi. Kalo menurut saya ini jelas tidak berhubungan dg sila ke 3, diatas dikatakan "kriteria objek pelanggaran lainnya", yg terpikirkan oleh saya ini hubungannya dengan sigalovada sutta, apa yg harus dilakukan anak kepada orang tua mereka.

Kalau seperti ini, maka sebagian besar anak jaman sekarang melanggar sila ke 3 karna tidak sanggup membeli rumah baru, tinggal bersama dg org tua mereka dan org tua mereka masih bekerja sehingga menjadikan mereka sebagai objek pelanggaran yaitu "anak di bawah perlindungan orang tua".

34
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 07 February 2018, 11:55:17 AM »
Saya tanya seorang anggota Sangha Indonesia mengenai objek pelanggaran sila ke tiga "anak di bawah perlindungan orang tua"

Pertanyaan saya:
Quote
Bagaimana jika anaknya telah direstui untuk menikah oleh kedua pihak orang tua, anak tersebut juga telah memiliki nafkah serta mandiri tapi karena keterbatasan eknomi (membeli rumah baru) maka masih tinggal bersama dengan orang tua, apakah ini termasuk anak dalam perlindungan? Mohon jawabannya bhante.

Balasannya:
Quote
Anak yang sudah mandiri secara ekonomi, namun masih tinggal bersama orangtua yang masih aktif bekerja, masih dapat dianggap dalam perlindungan atau perwalian orangtua sehingga termasuk obyek pelanggaran.

Kecuali anak tersebut setelah mandiri secara ekonomi, tinggal bersama orangtua yang telah tidak bekerja dan membiayai seluruh hidup orangtua yang hidup bersamanya, maka anak itu bukan lagi dalam perlindungan atau perwalian orangtua sehingga anak tersebut dalam hal ini bukan obyek pelanggaran.

Karena, selain perwalian, masih ada kriteria obyek pelanggaran lainnya.

Saya merasa agak sedikit membingungkan, mungkin ada yang lebih mengerti mohon masukannya? Apa hubungannya orang tua masih bekerja atau tidak sama pelanggaran sila ke 3? Apakah seseorang harus mampu membiayai semua kebutuhan orang tuanya dulu baru boleh menikah?

35
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 06 February 2018, 01:41:17 PM »
Kalo udah menikah ya bukan dalam perlindungan dan tanggung jawab orang tua lagi walau tinggal serumah dengan ortu

Terima kasih bro seniya buat tanggapannya  _/\_
Tapi kan anak yang dalam perlindungan itu kan bs juga dikatakan yg belum mandiri, yg masih dilindungin. Dalam hal ini belum mampu rumah sendiri, bukankah itu artinya dia masih bergantung sama orang tua, dalam hal ini tempat tinggal?

36
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 05 February 2018, 06:56:19 PM »
Nah sekarang misalkan begini, sepasang orang sudah direstui untuk menikah oleh kedua pihak orang tua. Anaknya sudah dewasa dan memiliki penghasilan sendiri, tapi dia bersama dengan istrinya tinggal di rumah orang tuanya laki2 karna urusan ekonomi dalam membeli rumah baru, apakah ini termasuk dalam "anak yang masih dalam perlindungan orang tua"?

37
Theravada / Re: Objek pelanggaran
« on: 05 February 2018, 06:52:10 PM »
Seperti yg saya katakan di atas bukan wanita si pelakunya, tetapi laki2. Jadi tidak bisa dibalik objek pelanggarannya, kecuali wanita yang melakukannya, maka objek pelanggarannya adalah laki2, misalkan, wanita yg pergi ke laki2 yg masih dlm perlindungan orang tua.

Tapi dalam kasus ini, laki2 yg masih dalam perlindungan orang tua, pergi ke wanita yang bukan merupakan objek pelanggaran, ini tentu berbeda, coba dibaca lebih seksama..

Wanita melakukan kepada pria yang masih dlam naungan orang tua -> wanita melanggar
Pria melakukan kepada wanita yang masih dalam naungan orang tua -> pria melanggar

Sekarang, prianya yang masih dalam naungan orang tua lalu dia pergi berhubungan dengan wanita yang sudah tidak dalam perlindungan siapapun, apakah si pria melanggar? Mungkin bisa dijawab, terima kasih sekali lagi.

38
Theravada / Re: Objek pelanggaran
« on: 03 February 2018, 07:00:00 PM »
Menurut komentar, bagi perempuan objek pelanggarannya adalah semua laki-laki yg tidak boleh disetubuhi (kebalikan dari objek pelanggaran bagi laki-laki)

Seperti yg saya katakan di atas bukan wanita si pelakunya, tetapi laki2. Jadi tidak bisa dibalik objek pelanggarannya, kecuali wanita yang melakukannya, maka objek pelanggarannya adalah laki2, misalkan, wanita yg pergi ke laki2 yg masih dlm perlindungan orang tua.

Tapi dalam kasus ini, laki2 yg masih dalam perlindungan orang tua, pergi ke wanita yang bukan merupakan objek pelanggaran, ini tentu berbeda, coba dibaca lebih seksama..

39
Theravada / Re: Objek pelanggaran
« on: 02 February 2018, 06:07:25 PM »
Halo temen2,

Beberapa waktu yg lalu saya sempet diskusi sama seorang umat buddha yang cukup menguasai ajaran Sang Buddha. Dia bilang begini, objek pelanggaran sila ketiga itu sesuai dengan sutta adalah wanita yang sudah memiliki pasangan, wanita yang masih dalam perlindungan orang tua, wanita yang dilindungi hukum, dst. Jadi jelas, objek pelanggarannya adalah wanita bukan pria.

Sehingga dia bilang kalo laki2 nya masih di bawah perlindungan orang tua terus dia pergi dan berhubungan dengan wanita yang sudah tidak dalam perlindungan orang tua, saudara, dll. maka laki2 tsb tidak melanggar sila, dikarenakan tidak ada objek yang dilanggar sehingga syarat2 pelanggaran tidak terpenuhi.

Untuk melanggar sila kita perlu memenuhi syarat2 pelanggarannya. Gimana pendapat temen2?


Moderator, mungkin thread ini bisa dihapus karena saya kurang jelas membuat pertanyaannya disana. Trims.
https://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=26995.0


40
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 02 February 2018, 05:59:44 PM »
IMO, kalo udah dewasa dan dapat bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri dianggap tdk dlm perlindungan orang tua lagi, kecuali dia memiliki cacat fisik/mental sehingga harus terus-menerus diawasi dan dilindungi oleh ortu dan keluarganya.

Menurut beberapa umat Buddha lain, dalam perlindungan orang tua bukan hanya sudah dewasa. Kalo dia masih sebagai contoh tinggal di rumah orang tua, dipenuhi kebutuhannya oleh org tua spt makanan, obat2an, dll. maka ia masih dalam perlindungan orang tua.

Ini bisa ditafsirkan banyak arti, ada yang tau ga sebenernya menurut Sutta itu apa yg dimaksud " di bawah perlindungan orang tua "

41
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 02 February 2018, 05:57:50 PM »

42
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 31 January 2018, 11:16:39 PM »
Saya sudah memberikan ref sutta ttg sila ketiga di atas dan anda sudah tahu jawabannya. Jika menurut anda tidak tepat, silahkan berikan alasannya disertai dg ref yg valid. Trims

Saya setuju sama kutipan sutta yang anda kutip di atas. Saya hanya membutuhkan konfirmasi saja, supaya lebih mengerti. Jadi, sejauh mengenai sila, hubungan suka sama suka jika adat setempat memperbolehkan dan tidak melanggar syarat2 yg lain maka bukan pelanggaran sila kan?

43
Theravada / Objek pelanggaran
« on: 31 January 2018, 12:11:45 AM »
Alo temen2,

Di Sutta kan ditulis jika seorang laki2 melakukan hubungan seks dengan wanita yang masih dalam perlindungan orang tua adalah melanggar sila. Nah, sekarang yang tidak dibahas di Sutta adalah bagaimana kalo laki2nya yang masih dalam perlindungan orang tua pergi berhubungan dengan wanita yang sudah tidak dalam perlindungan orang tua, saudara, dll., apakah si laki2 itu melanggar sila ke 3? Terima kasih sebelumnya.  _/\_

44
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 29 January 2018, 04:45:59 PM »
Terima kasih, ya mungkin ada atau tidaknya itu sedikit merupakan topik lain. Andaikan ada, suatu adat yg tidak melarang, berarti hal ini tidak melanggar sila ke 3 kan?

Untuk melanggar sila ketiga, objek2 pelanggarannya kan harus dipenuhi.

Misalkan, berhubungan dengan pasangan orang lain, anak yg masih di bawah lindungan&naungan orang tua, dst.

Pekerja seks komersial itu kan tidak termasuk objek pelanggaran dan juga hubungan seks setuju sama setuju/suka sama suka juga tidak termasuk objek pelanggaran. Walaupun perbuatan ini kurang baik, mengingat tidak ada syarat yg dilanggar maka tidak ada pelanggaran sila, bukan begitu?

Mengenai parabhava sutta saya pernah baca. Tapi disini yang mau dibahas judulnya "Sila". Sejauh mengenai sila, hubungan suka sama suka jika adat setempat memperbolehkan dan tidak melanggar syarat2 yg lain maka bukan pelanggaran sila kan?




45
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 26 January 2018, 07:11:27 PM »
Tentu saja

Pada masa modern saat ini sangat jarang ditemui ada adat yang demikian, saya pernah baca ada suku terasing di Afrika masih ada tradisi seperti ini, namun sudah dilarang oleh pemerintah negaranya. Kalo pun seorang Buddhis berada di lingkungan yg demikian, saya kira dia tdk akan menggunakan "kesempatan dlm kesempitan" melakukan sesuatu yg bertentangan dg Dhamma ajaran Sang Buddha yang mengajarkan pengendalian diri dan peninggalan nafsu...

Terima kasih, ya mungkin ada atau tidaknya itu sedikit merupakan topik lain. Andaikan ada, suatu adat yg tidak melarang, berarti hal ini tidak melanggar sila ke 3 kan?

Untuk melanggar sila ketiga, objek2 pelanggarannya kan harus dipenuhi.

Misalkan, berhubungan dengan pasangan orang lain, anak yg masih di bawah lindungan&naungan orang tua, dst.

Pekerja seks komersial itu kan tidak termasuk objek pelanggaran dan juga hubungan seks setuju sama setuju/suka sama suka juga tidak termasuk objek pelanggaran. Walaupun perbuatan ini kurang baik, mengingat tidak ada syarat yg dilanggar maka tidak ada pelanggaran sila, bukan begitu? 

Pages: 1 2 [3] 4 5 6 7 8 9