//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - D1C1

Pages: 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9
16
Theravada / Cetiya atau Vihara STI?
« on: 14 July 2018, 08:19:51 PM »
Halo temen2,

Mau nanya pertanyaan singkat aja nih. Apakah cetiya dhamma manggala yg terletak di sunter, Jakarta Utara adalah cetiya asuhan Sangha Theravada Indonesia?  Jika bukan asuhan siapa ya? Terima kasih.

17
Theravada / Penyakit yg diturunkan
« on: 06 May 2018, 10:52:33 PM »
Alo temen,

Misalkan kita dilahirkan di keluarga yg memiliki penyakit turunan, penyakit turunan ada banyak sekali jenisnya, jasmani dan jiwa. Contohnya, diabetes, kanker, gangguan kecemasan, dll.

Pertanyaannya, kalo kita terlahirkan di keluarga yg memiliki penyakit turunan. Jika kita suatu hari menikah dan memiliki anak, otomatis penyakit turunan ini akan turun juga ke anak kita, apakah kita berbuat karma buruk? Ada orang berkata lebih baik tdk menikah dan punya anak.

18
Theravada / Pasangan tidak bisa berhubugan seksual
« on: 23 April 2018, 06:51:26 PM »
Halo teman,

Ada satu kisah nyata, dimana ada sepasang suami istri yang baru menikah. Suatu hari si istri diperiksa dokter, hasil pemeriksaan menyatakan si istri tidak boleh berhubungan seksual dikarenakan penyakit yang dideritanya. Namun demikian, si istri mengijinkan suami untuk berhubungan seksual dengan orang lain, jika suami membutuhkannya.

Kalo kita berkhianat terhadap pasangan kita, sudah pasti itu pelanggaran sila ke 3. Di jaman Sang Buddha banyak laki2 poligami, istrinya mengijinkan. Untuk kasus seperti di atas, saya mendapat banyak jawaban, suami mendapat ijin dari istri, jadi menurut teman2 apakah suami tersebut melanggar sila ke 3?

19
Theravada / Apakah bisnis restoran mata pencaharian benar?
« on: 22 April 2018, 12:50:56 PM »
Halo semua,

Ada banyak pendapat mengenai pertanyaan di atas. Tapi setahu saya berdasarkan sumber yg tertera di bawah ini, bisnis restoran bukan mata pencaharian yg salah.

Vaṇijjāsuttaṃ

“Pañcimā, bhikkhave, vaṇijjā upāsakena akaraṇīyā. Katamā pañca? Satthavaṇijjā, sattavaṇijjā, maṃsavaṇijjā, majjavaṇijjā, visavaṇijjā — imā kho, bhikkhave, pañca vaṇijjā upāsakena akaraṇīyā”ti. Sattamaṃ.

Jika seseorang memelihara babi, lalu dipotong utk kemudian dijual daging nya, ini adalah jual beli daging, sehingga termasuk mata pencaharian salah.

Tapi apakah ada yang tahu terjemahan yg akurat dari kutipan bahasa pali di atas, apakah buka restoran adalah mata pencaharian yg benar?

Jawaban berdasarkan Buddhisme Theravada lebih saya utamakan, terima kasih.

20
Theravada / Perbuatan anak dan perbuatan orang tua
« on: 18 April 2018, 09:50:28 PM »
Namo Buddhaya,

Kita sering mendengar kalo seorang anak tidak baik terhadap orang tuanya, anak tersebut melakukan kamma buruk. Yang belum pernah saya dengar adalah bagaimana kalo orang tuanya yang tidak baik dan melakukan perbuatan2 buruk terhadap anaknya. Apakah orang tua tersebut menanam kamma buruk?

21
Theravada / Apakah makan telur sama dengan membunuh?
« on: 02 April 2018, 01:10:20 PM »
Hi semua,

Semua jenis ayam baik negeri ataupun kampung akan menetaskan telur baik dg kehadiran pejantan ataupun tidak. Bedanya setelah berhubungan dg pejantan telur itu adalah fertile/subur = bs jadi anak ayam jika dieram, tp telur yg dihasilkan tanpa berhubungan dg pejantan adalah telur infertile/tidak bs menghasilkan anak ayam.

Di luar negeri peternakan ayam telur tdk memiliki jantan, mereka hanya memelihara betina penghasil telur, sehingga bisa dipastikan 100% telurnya tdk dibuahi dan tdk memiliki nyawa.

Bagaimana dg Indonesia, bagaimana kita bs memastikan telurnya belum dibuahi? Apakah makan telur sama dg membunuh? Mungkin ada yg tau? Terima kasih.

22
Diskusi Umum / Re: Master Lu Jun Hong
« on: 11 March 2018, 10:17:22 AM »
Terima kasih tp link itu tidak menjawab pertanyaan saya. Belum ada organisasi Buddhist Indonesia yg menyatakan pendapat nya mengenai master lu. Mungkin karna lemahnya organisasi di Indonesia lah maka banyak org di Indonesia tidak terlindungi dan mungkin dimanfaatkan oleh pihak lain. Bukan hanya agama tp juga bidang lain spt banyak makanan asal luar negeri/import yg beredar di Indonesia padahal tidak diketahui dengan jelas asal usul dan background makanan tsb.

Sy pernah baca juga organisasi Buddhist Malaysia yg menentang master lu. Semua org baik atau buruk pasti ada yg menentang. Mungkin master lu memiliki teknik yg dia temukan utk membantu org lain, bukan berarti dia pasti sesat.

23
Diskusi Umum / Master Lu Jun Hong
« on: 10 March 2018, 02:36:33 PM »
Ada yang pernah denger master lu Jun Hong? Orang yang bisa bantu menyelesaikan masalah dan menyembuhkan penyakit banyak orang.
Besok ada acaranya di ICE, Tangerang. Ada yg pergi?

Apakah pernah ada lembaga agama Buddha Indonesia yang menyatakan kalau master lu adalah termasuk agama Buddha?

http://indo.guanyincitta.info

24
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 26 February 2018, 04:17:17 PM »
Sekarang misalkan begini,

Seseorang berhubungan seks dengan mereka yang masih dalam naungan orang tua (Objek pelanggaran), orang tuanya tidak setuju dengan hubungan itu, maka ini jelas adalah pelanggaran sila ke 3.

Tapi bagaimana jika seseorang berhubungan seks dengan mereka yang sudah tidak dalam naungan orang tua (Bukan objek pelanggaran), orang tuanya tidak setuju dgn hubungan itu, apakah ini pelanggaran sila ke 3? Mungkin tidak karena bukan objek pelanggaran, tapi ini masuk kategori apa?

25
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 25 February 2018, 10:41:39 AM »
Kalo orang tsb tinggal di rumah yang disewa, apakah artinya dia dalam "naungan orang yang menyewakan rumah"?

Tidak, karena dia membayar sewa.

Tapi kalo anaknya belum mampu beli rumah, dia tinggal di rumah ortu, itu kan "anak dalam naungan orang tua", naungan tempat tinggal.

Mungkin ada saja ortu minta bayar sewa kamar/rumah, tapi intinya menaungi si anak, jadi pembayaran sewa pun dalam batas kemampuan si anak, tujuannya untuk menaungi si anak yg belum mampu beli rumah, ini juga termasuk "anak dalam naungan".

Di sisi lain saya bingungnya pernikahannya kan sudah sah, lalu kenapa termasuk melanggar sila ke tiga ya, hanya gara2 si anak belum mampu beli rumah dan bernaung di rumah orang tua?

Tapi kalo kita lihat lagi syarat pelanggaran sila ke tiga:
Quote
"Berhubungan seksual dengan mereka yang masih dalam naungan orang tua adalah perbuatan asusila".

Itu artinya perbuatan asusila.

Mana yang benar ya?

Kembali lagi ke esensi sila ketiga itu apa dan apakah berhubungan dengan "membeli rumah baru"

Karna Sang Buddha mengklaim kalo berhubungan seksual dengan mereka yang masih dalam naungan orang tua itu melanggar sila ke 3. "Bernaung tempat tinggal" termasuk dalam "naungan" juga.

26
Theravada / Samsara
« on: 19 February 2018, 06:13:50 PM »
Alo temen2,

Dikatakan panjangnya samsara itu tak terhitung, kita udah berkelana di enam alam kehidupan tak terhitung banyaknya.
Juga dikatakan kita pernah lahir jadi dewa, manusia, asura, peta dan lain2.

Tapi apakah kita pernah menjadi/mengalami apapun yg dialami orang lain di dunia ini? Di dunia ini kan ada orang cacat, orang lepra, orang kaya, banci, dll. Kita pernah jadi itu semua?

27
Theravada / Re: Hubungan yg sah
« on: 15 February 2018, 04:12:50 PM »
Bukankah Sang Buddha tidak pernah mengatur tentang tata cara pernikahan.

Kalo berhubungan dgn mereka yg bukan merupakan objek pelanggaran adalah bukan pelanggaran sila. Lalu mengapa pernikahan harus "sah" secara adat, supaya tdk melanggar sila ke 3?

Saya pikir itu hanya suatu formalitas saja yg berkaitan dgn urusan sosial dan masyarakat setempat.

28
Theravada / Hubungan yg sah
« on: 14 February 2018, 09:05:23 AM »
Alo temen2,

Kita menjalankan pancasila untuk menghindari perbuatan yg merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kalo sepasang orang telah disetujui oleh orang tua mereka untuk menjadi suami istri, ini berarti mereka sudah sah sebagai suami istri kan ya?  _/\_


29
Theravada / Re: Pekerjaan yg berbeda
« on: 12 February 2018, 01:42:03 PM »
Kesimpulannya tidak harus sama.

Tp kalo anaknya memilih pekerjaan yg disukainya, sesuai dgn kemampuannya tp misalkan tidak menghasilkan uang sebanyak bisnis org tuanya, otomatis kan uang yg bs diberikan utk org tua jg jd sedikit apa ini salah?

Sebaliknya kalo anak harus meneruskan pekerjaan yg dijalankan org tua  mungkin menghasilkan lebih banyak uang otomatis uang yg diberikan ke org tua lebih banyak, tp ini tdk sesuai dgn minat dan kemampuan anak. Jadi gmn baiknya?

30
Sutta Vinaya / Re: Sigalovada Sutta
« on: 10 February 2018, 06:52:51 PM »
1. Terjemahan pertama:
Dalam lima cara seorang anak memperlakuklan orang tuanya sebagai arah
timur:
2. Aku akan menjalankan kewajibanku terhadap mereka;


2. Terjemahan kedua:
Dalam lima cara seorang anak memperlakuklan orang tuanya sebagai arah
timur:
2. Aku harus melakukan tugas-tugas mereka untuk mereka.


Dua point di atas jelas berbeda, terjemahan pertama artinya si anak melakukan kewajibannya sendiri untuk orang tua. Yang kedua anak melakukan kewajiban orang tua untuk orang tua.

Kalo kita lihat terjemahan yang kedua, pekerjaan orang tua juga bisa termasuk dalam kewajiban orang tua, jadi artinya si anak harus melakukan pekerjaan orang tua. Kalo seorang anak memiliki kesukaannya sendiri dan bidang pekerjaannya sendiri, apakah si anak salah, apakah si anak tidak berbakti?



Pages: 1 [2] 3 4 5 6 7 8 9