Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Hikoza83

Pages: 1 2 [3] 4 5
31
Buddhisme untuk Pemula / CINTA, CINTA, OH… CINTA…
« on: 06 September 2008, 05:52:04 PM »
Berikut ini adalah sebuah cerita bertema tentang cinta, yang saya dapat dari buletin online, Dharmamanggala. Semoga dengan membaca tulisan dari saudara Surya Wijaya ini, dapat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk belajar mencintai dalam berbagai aspek, terutama cinta yang universal.

Semoga semua makhluk memperoleh kebahagiaan dan sebab-sebabnya!


By : Zen

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

CINTA, CINTA, OH… CINTA…
Oleh : Surya Wijaya
Editor : Khema Giri Mitto

"Ketika seseorang yang telah saya bantu atau ketika orang-orang yang mana saya menaruh harapan yang sangat besar terhadapnya, memperlakukan saya dengan semena-mena, saya akan menganggap dia sebagai seorang guru yang berharga”

Kata-kata yang sangat menggugah hati saya yang sedang dalam ‘valentine mode’ ini ditulis oleh seorang cendekiawan sekaligus praktisi Buddhisme dari Tibet bernama Geshe Langri Tangpa yang hidup pada abad ke 12, dalam sebuah teks berjudul Delapan Butir Transformasi Batin.

Situasi yang digambarkan dalam ayat tersebut terasa akrab bagi kita bukan? Pernahkah Anda mengalami suatu kejadian di mana ada orang yang telah banyak Anda tolong, orang-orang yang Anda sayangi, namun orang tersebut melakukan hal yang menyakitkan, baik secara fisik maupun mental? Yang lebih parah, jika ternyata orang itu adalah pasangan kita, orang yang kita cintai dengan segenap jiwa dan raga kita. Orang yang begitu kita sayangi dan yang sangat kita percayai, tiada angin tiada hujan, tiba-tiba mengkhianati kepercayaan kita tersebut dan selingkuh! Wah, dunia terasa runtuh rasanya…

Sering kali, jika hal tersebut terjadi, sudah sewajarnya bila kita marah, kecewa, bahkan berhak dan wajib untuk balas dendam! Namun, YM Dalai Lama menegaskan bahwa justru pasa saat itulah waktu yang terbaik bagi seorang praktisi Buddhis untuk melatih batin. Melatih kesabaran! Karena itu sudah sewajarnya jika kita menganggap bahwa orang tersebut adalah seorang guru yang amat berharga, seorang guru yang melatih kita kesabaran! Kesabaran adalah suatu bentuk meditasi tertinggi, kata Buddha Sakyamuni sebagaimana tercantum dalam Dhammapada.

Tentu saja seperti dikatakan YM Dalai Lama, bahwa ayat dalam teks di atas tidak menganjurkan bahwa kita hanya berdiam diri saja ketika seseorang menyakiti kita, baik secara fisik maupun mental. Kita harus berbuat sesuatu, untuk menghentikan perbuatan tersebut dan jika mungkin menyadarkan orang yang bersangkutan, apalagi jika ada kecenderungan sang pelaku meneruskan perbuatan buruknya tersebut dan juga merugikan makhluk lain. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa jika suatu bentuk ketidakadilan terjadi dan hal tersebut tidak menimbulkan konsekuensi yang melebar baik bagi sang pelaku maupun bagi makhluk lain, hendaknya kita menerima hal tersebut dengan lapang dada.

32
Arsitektur Buddhis / Candi Borobudur ^_^
« on: 04 September 2008, 09:38:32 PM »
pertamax..  ;D

mo posting foto2nya candi Borobudur..
ayo semuanya kasih input tambahannya ya..


By : Zen

[attachment deleted by admin]

33
Come and See Teaching of HH 10th Sangye Nyenpa Rinpoche.
Palembang (Dharmakirti), 18-20 August 2008.
terbuka untuk umum. ^_^

18 Agustus 2008
13.45 Mendarat di Palembang
16.30 Fang Shen di Kelenteng Sungai Buayo
18.00 Makan Malam
19.30 Teaching I
Puja dan Manfaat Melaksanakan Puja

19 Agustus 2008
09.00 Puja 21 Tara
10.30 Konsultasi Pribadi
12.00 Makan Siang
17.00 Puja Mahakala
18.00 Makan Malam
19.00 Teaching II
Apa itu motivasi dan praktek Dhamma?

20 Agustus 2008
09.00 Puja Chenrezig
10.30 Konsultasi Pribadi
12.00 Makan Siang
17.00 Puja Amithaba
18.00 Makan Malam
19.00 Teaching III
Mahamudra

21 Agustus 2008
09.00 Puja Api Homa
10.30 Konsultasi Pribadi
12.00 Makan Siang

34
Diskusi Umum / Wanita in second class?
« on: 03 June 2008, 07:59:05 AM »
saya berniat mendiskusikan hal ini, krn terinspirasi oleh beberapa tulisan mengenai wanita, antara lain : sebuah buku Gua di Gunung Salju yg menceritakan perjualan seorang Bhiksuni Tibet, Tenzin Palmo yang bermeditasi selama 12 tahun di sebuah gua di puncak himalaya, dan cerita2 dari teman2 yang mengikuti Pabbaja Samaneri Perbhiktin Mei 2008 kemarin.

saya ingin bertanya kepada teman2 dalam Dharma, bagaimana pendapat anda ttg topik ini? [terutama cewe2 dan ibu2 di DC]
mari berdiskusi. ;D

point2 :
1. ada yg mengatakan bahwa terlahir sebagai wanita adalah karma buruk;
2. ada yg mengatakan bahwa Ke-Buddha-an diraih hanya dengan tubuh laki2;
3. ada yg mengatakan bahwa wanita adalah penggoda laki2; dll
nb : ada yg mau nambahin?  :)


By : Zen

35
Kesehatan / [INFO] Otak Bekerja Baik Kalau Manusia Senang
« on: 28 May 2008, 07:44:02 PM »
Rabu, 28 Mei 2008 | 18:38 WIB

YOGYAKARTA, RABU - Otak akan bekerja dengan baik ketika manusia merasa senang dan tidak tertekan. Proses itu dimulai pada usia dini, dan berlanjut ke masa anak-anak hingga remaja. Hanya saja, pada usia tersebut, suasana senang dengan bermain sangat kurang porsinya.

Hal itu dikatakan Shifu Yonathan Purnomo, pakar kecerdasan otak yang juga pencipta dan pendiri Shuang Guan Qi Xia International (perguruan kecerdasan otak yang berpusat di Surabaya), Rabu (28/5), dalam Seminar Intrapreneurship di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

"Anak yang sejak di SD hingga SMA dianggap pandai, belum tentu nanti dia cerdas. Itu karena kondisi sekitar membuat otaknya tidak bekerja dengan baik dan maksimal. Ada tahap yang ingin dilompati, biasanya oleh orang tua mereka," ujar Shifu.

Seorang anak, di masa sekarang, sudah dijejalkan materi pelajaran sejak TK. Bahkan di playgroup, pengenalan tentang huruf-huruf sudah diajarkan. Itu sebenarnya tidak perlu dan belum saatnya. Yang terbaik, anak dibiarkan saja bermain dan bergerak.

"Biarkan saja anak lari-lari. Kalau nggak mau belajar karena lagi malas, ya biarkan saja. Kenalkan dengan olah raga dan hal yang membuat dia banyak bergerak, bukan hanya duduk sambil bermain atau lari-lari bermain di dalam ruang kelas. Dengan banyak bergerak, zat milin sebagai nutrisi otak akan dibuat tubuh," katanya.

Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/28/18383539/otak.bekerja.baik.kalau.manusia.senang

36
Senin, 26 Mei 2008 | 05:52 WIB

JAKARTA, MINGGU - Seakan tidak mau kalah setelah harga bahan bakar minyak (BBM) naik, rencananya September 2008 ini,  Pemerintah juga akan memperluas pengenaan tarif dasar listrik (TDL) nonsubsidi kepada pelanggan bisnis dan rumah tangga sampai ke golongan 1.300 VA. Hal itu sebagai upaya untuk menekan subsidi listrik.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono pekan lalu. Disebutkannya pemerintah akan menjaga alokasi subsidi listrik tetap di angka Rp 60 triliun sesuai patokan dalam APBN Perubahan 2008. ”Sudah dihitung, kalau tambahan subsidi BBM lebih dari Rp 5 triliun, program TDL nonsubsidi harus diperluas,” ujarnya.

Jumlah konsumen golongan di bawah 6.600 VA-1.300 VA mencapai 4,5 juta, dari total pelanggan PLN 35 juta. Sementara untuk golongan 450 VA-900 VA, menurut Purwono diupayakan untuk tidak dikenai TDL nonsubsidi.

Saat ini TDL nonsubsidi berlaku untuk pelanggan golongan 6.600 VA ke atas. TDL nonsubsidi dikenakan pada 20 persen pemakaian di atas rata-rata patokan nasional. Penerapan TDL nonsubsidi yang mengakibatkan lonjakan tagihan listrik di luar perhitungan pelanggan dikeluhkan sejumlah pelanggan bisnis, karena ada yang mencapai 2-3 kali lipat. Padahal berdasarkan simulasi yang dibuat PLN, kenaikan tagihan rata-rata 50-60 persen.

Pemerintah menargetkan bisa memperoleh penghematan Rp 5 triliun dari PLN. Selain melalui pemberlakuan TDL nonsubsidi, hal itu dilakukan melalui penggunaan jenis BBM yang lebih murah, yaitu minyak bakar. Selain itu, Pemerintah juga menerapkan penghematan penggunaan listrik oleh mal dan hotel serta akan menerapkan pembatasan listrik kepada kantor-kantor pemerintahan.

EDJ

Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/26/05523095/september.pelanggan.1.300.va.kena.tdl.nonsubsidi

37
Kesehatan / [INFO] Ada Pria Berbobot Lebih dari 400 Kg
« on: 16 May 2008, 09:24:42 AM »
Jumat, 16 Mei 2008 | 03:48 WIB

ASUPAN hariannya lebih kurang 30.000 kalori, sama dengan ukuran makan laki-laki pada umumnya selama seminggu. Selama empat tahun, pria berusia 40 tahun ini terikat dan tidak mampu kemana-mana. Maklum sekali, berat tubuhnya yang mencapai 463,6 kilogram jelas-jelas membuatnya tidak bisa apa-apa.

Makanan harian didapatnya dari hidangan cepat saji yang dipesan Serena, istri tercinta. Dengan kondisi ini, Kennet Brumley menjadi salah satu dari dua juta warga Amerika yang mengalami kegemukan (obesitas) meski yang lain tidak sampai sedemikian rupa. Pria asal Texas ini mengatakan, "Saya memiliki bentuk tubuh seperti ini lebih dari tujuh tahun lalu. Ini hal yang paling buruk dalam hidupku. Aku seperti terpenjara dengan diriku sendiri. Aku cuma bisa duduk, menonton televisi, dan makan. Itu yang aku lakukan setiap hari."

Jumlah makan Kenneth benar-benar luar biasa dan mengejutkan. "Bangun pagi aku makan keju dan kentang goreng untuk sarapan. Pada dasarnya makanan cepat saji aku makan terus-menerus selama sehari, 24 jam dalam waktu tujuh hari." Kenneth juga mengaku, sekali makan burger keju dia bisa menghabiskan setidaknya tiga sampai empat porsi. Jus jeruk atau jus apel, sekali minum bisa sampai setengah galon. Tidak bisa dibayangkan bila bapak empat anak ini juga bisa menghabiskan dua liter botol soda.

Meski termasuk orang yang fanatik dengan olahraga, Kenneth tetap saja tidak bisa lepas dari kegemukan. "Aku biasanya main basket." Sayang, kebiasaan makan seperti ini dimulai sejak usia muda. Beratnya mulai menanjak pesat saat usianya 19 tahun ketika dia pindah ke California dari Texas. "Di California, gaya hidupnya sangat tidak bagus. Aku tidak banyak kenal orang. Karena itu, olahraga pun berhenti seketika." Berkali-kali, katanya, dia harus membeli celana baru karena dalam waktu dua minggu tubuh makin melar ukurannya. Sayang, Kenneth sendiri merasa tidak tahu bahwa hal ini merupakan candu yang meringkus hidupnya.

"Sekali kegemukan menyergapmu, sulit sekali untuk lepas darinya." katanya. Kenneth pernah berdiet. "Aku sudah mencoba mengurangi kalori, karbohidrat, dan menjalani diet ala orang Yunani dan melakukan aktivitas fisik sebisa mungkin. Tapi ya berat tubuh cuma turun 20 hingga 30 pon (9 hingga 14 kilogram). Tampaknya, jawaban yang paling baik dari semua ini adalah operasi gastric bypass. "Aku ingin menjalani operasi gastric bypass. Mungkin ini akan memberi perubahan besar bagiku. Tak ada cara lain."

Sebelum para kru dokter dari Renaissance Hospital di Houston, Texas, mendatanginya, Kenneth mesti tidur di lantai karena tempat tidur yang dipakainya hancur. Di rumah sakit, Kenneth benar-benar dimandikan setelah empat tahun tak bisa mandi. Ahli bedah gastric Dr Lipsen mengatakan, "Dengan pasien seperti ini, kami akan melakukan sebaik mungkin. Terapis dan perawat mesti memandikan dia agar benar-benar bersih setiap hari. Membuat tempat tidurnya bersih, termasuk bersih dari kencing dan kotoran."

Karena tidak bisa menjalani operasi laparoskopik seketika, Kenneth mesti diet dulu. Awalnya Kenneth mengonsumsi 30.000 kalori per hari, tetapi kini dia hanya mengonsumsi 1.200 kalori setiap hari hingga beratnya turun 76 kilogram dalam waktu 40 hari.

Puncaknya, operasi untuk mengambil simpanan jaringan lemak di kedua kakinya. Masing-masing operasi yang berlangsung lima jam berhasil mengambil hingga 19 kilogram jaringan lemak. Total jaringan lemak yang berhasil diambil mencapai 95 kilogram. Setelah itu, barulah untuk kali pertamanya Kenneth bisa berdiri lagi.

Sekitar 76 kilogram jaringan lemak mesti diambil lagi dan harus dibuktikan bahwa dia sudah dapat beraktivitas sebelum kepala tim bedah Dr Nowzaradan menyatakan operasi dimulai lagi. Dan dua bulan kemudian dia mesti tinggal di rumah sakit untuk menurunkan berat badannya. Akhirnya, 222 kilogram lemak dibuang dari tubuhnya. Kini Kenneth sudah dapat berdiri selama beberapa menit setiap hari.

ABD
Sumber : TV Scoop

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/16/03481585/gila.ada.pria.berbobot.lebih.dari.400.kg.

38
Kafe Jongkok / Cara Dia Memandang Cinta
« on: 14 May 2008, 08:24:15 AM »
Senin, 12 Mei 2008 | 10:15 WIB

    Katanya sih cinta, tapi sikapnya kok, tak berbicara begitu? Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Pertama, Anda perlu tahu dulu bahwa konsep cinta antara lelaki dan perempuan pada dasarnya memang berbeda.
    Salah satunya yang menarik adalah bagaimana kedua mahluk ini memandang cinta. Memang, membahas dan mengartikan cinta sendiri bukanlah perkara yang mudah. Secara gramatikal, cinta bisa dikatakan sebagai sebuah perasaan yang sangat mendalam, mengandung gejolak emosi positif dan bersifat subyektif. Namun, penelitian yang bisa menjelaskan secara gamblang tentang cinta sampai sekarang belum ada.
    Seorang penulis nonfiksi dan sains yang pernah mendapatkan Pulitzer Prize, Natalie Angier, mencoba mendefinisikan kata cinta dalam bukunya yang berjudul Women an Intimate Geography. Menurut Natalie, cinta adalah sebuah perasaan yang universal sehingga akan selalu ada sampai kapan pun manusia itu ada.
    Sejak kecil kita, manusia, juga sudah diajarkan untuk mengenal cinta, walapun penerapannya berbeda setelah kita menginjak dewasa. Itulah sebabnya, mengapa pengertian cinta antara lelaki dan perempuan, pada akhirnya juga berubah dan berbeda. Nah, seperti apakah perbedaan cinta di mata lelaki dan perempuan?

Perempuan: cinta=perhatian
Lelaki: cinta=kepercayaan

    Salah satu tanda cinta bagi perempuan adalah perhatian. Kita senang memberi sekaligus menerima perhatian. Sekecil apa pun perhatian yang diberikan pasangan, kita akan merasa istimewa dan dicintai. Misalnya, dikirimi SMS setiap hari, meski pesannya hanya ucapan selamat pagi atau selamat tidur.
    Sementara buat lelaki, yang menyamai arti perhatian adalah kepercayaan. Lelaki menganggap jika pasangan yang dicintainya memberikan kepercayaan penuh padanya, itu berarti sang kekasih meyakini bahwa ia telah melakukan yang terbaik bagi mereka berdua. Lelaki tak suka dibanjiri SMS. Apalagi jika pesannya berisi, "Kamu di mana?" Selain mengganggu, pesan ini seolah menunjukkan kita tak memercayainya.
 
Perempuan: butuh pengertian
Lelaki: butuh penerimaan

    Selain perhatian, hal lain yang kita butuhkan dalam hubungan adalah rasa dimengerti. Kaum lelaki memang sulit memahami kita. Namun, mereka punya cara untuk mengatasinya. Banyak lelaki diberi kemampuan mendengarkan keluh kesah kita tanpa menghakimi. Ia juga dapat memberikan empatinya. Sikap lelaki yang lebih mudah memahami ini bukan didapat dari mengetahui pikiran atau perasaan seorang perempuan. Ini karena lelaki selalu berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang dia dengar dan dia lihat unutuk membenarkan apa yang disampaikan kekasihnya.
    Sementara, perempuan yang kadang tidak berdaya mengubah kekasihnya akhirnya dengan penuh cinta menerima Si Dia apa adanya. Dan, inilah yang membuat lelaki merasa bahagia dan sangat dicintai.

Perempuan: ingin dihormati
Lelaki: ingin dihargai

    Kita akan merasa dihormati bila lelaki menanggapi dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan dan kebutuhan-kebutuhan kita. Jika tingkah laku Si Dia selalu mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaan kita, pasti kita akan merasa senang dan dihormati. Betul, kan?
    Sedangkan bagi lelaki, penghargaan atau dihargai merupakan reaksi alami terhadap perasaan didukung. Jika usahanya dihargai, lelaki akan tahu bahwa usahanya tidak sia-sia. Nah, hal ini bisa mendorong lelaki untuk bisa berbuat lebih banyak. Lelaki yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong untuk lebih menghormati pasangannya.

Perempuan: butuh kesetiaan
Lelaki: lebih butuh rasa kagum

    Diakui atau tidak, ketika sedang jatuh cinta kita selalu ingin pasangan berada di sisi kita, kalau perlu 24 jam penuh (bodyguard saja pakai shift). Ini menandakan kita memang sangat menginginkan dan mengagungkan kesetiaan. Nah, kaum lelaki merasa bila si pasangan mengagumi dan menghormati hak-haknya, dengan ikhlas ia akan membaktikan diri dan menyanjung si pasangan.
    Sebaliknya, jika perempuan diperlakukan sebagai sosok yang terpenting dalam kehidupan lelaki tercintanya, maka kita akan dengan mudah memberikan kekaguman pada pasangan. Segala sesuatu memang harus ada timbal baliknya, kan?

Perempuan: mengharap ketegasan
Lelaki: mengharap persetujuan

    Setiap pasangan yang akan memulai hubungan, biasanya akan menunjukkan sikap persetujuan dan ketegasan. Sebagai contoh, kita selalu membutuhkan ungkapan rasa cinta dan sayang yang diutarakan lewat kata-kata. Kita membutuhkan kata "jadian" terucap dengan jelas, tegas dan langsung sebagai bukti keabsahan hubungan.
    Sementara lelaki merasa dengan kata "mau", atau anggukan, atau ungkapan persetujuan lain dari kita sudah cukup menunjukkan bahwa kita bersedia menjalin hubungan bersamanya.
    Nah, setelah lelaki menerima persetujuan yang dibutuhkan, dia akan jadi lebih mudah untuk menghargai perasaan kita. Sedangkan kita akan merasa lebih dicintai jika lelaki yang kita cintai memberikan penegasan secara berulang.

Erma Dwi Kusumastuti

Sumber : http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/12/10151559/cara.dia.memandang.cinta

39
Kafe Jongkok / Tertawa Bikin Langsing
« on: 10 May 2008, 12:54:32 PM »
Sabtu, 10 Mei 2008 | 09:11 WIB

    Tertawa memberi andil pada pengurangan berat badan, lho. Ini dibuktikan para peneliti bionutrisi dari Vanderbilt University Nashville, Tennesse, AS. Penelitian dilakukan pada 45 responden dengan menonton sebuah film komedi. Hasilnya, tertawa lepas tanpa beban selama 10-15 menit dapat membakar hingga 50 kalori, sehingga membuat berat badan turun secara bertahap.

    Jika dilakukan setiap hari, maka dalam satu tahun Anda bisa menurunkan berat badan hingga 2 kg. Lumayan, kan. Hati senang, berat kurang.

Erma Dwi Kusumastuti

Sumber : http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/10/09112547/tertawa.bikin.langsing

40
Lingkungan / Kebahagiaan, Ada Dimana?
« on: 06 May 2008, 10:23:06 AM »
Senin, 5 Mei 2008 | 17:50 WIB

KALAU kita menyadari sejenak apa yang terjadi di sekeliling, tentu akan merasakan sebuah aliran kekuatan yang dahsyat dari pribadi-pribadi yang ada. Ada tukang batu yang rela bekerja sampai malam mengerjakan galian pipa, ada banyak sopir angkutan umum bersaing mengejar setoran, ada banyak pejabat korupsi di sana sini dari yang mulai jutaan sampai triliunan rupiah, ada konflik di sana sini merebutkan kursi kepemimpinan sebuah lembaga negara, ada orang yang mengejar hadiah jutaan rupiah sebegitu rupa sehingga orang lain tidak diberi kesempatan, dan masih banyak lagi peristiwa yang kita alami setiap harinya.

Dalam wawancaranya dengan seorang psikiater anggota American Board of Psychiatry and Neurology, Howard Cutler, MD, pemimpin politik dan spiritual bangsa Tibet, Dalai Lama keempat belas menyebut bahwa fenomena atau gejala ini merupakan gerak hidup manusia menuju kebahagiaan.

Gerak ini, menurut pemilik nama asli Tenzin Gyatso, sudah dibaca dan dirumuskan sejak lama oleh para filsuf sejak Aristoteles sampai Willliam James. Mereka berpendapat bahwa tujuan akhir keberadaan atau eksistensi manusia di dunia ini adalah untuk mencari kebahagiaan. Sayang, kecenderungan terbesar manusia dari jaman ke jaman adalah mementingkan diri sendiri serta mau menang sendiri dalam mencapai kebahagiaan itu.

Padahal, menurut Dalai Lama, justru sebaliknya, orang yang mementingkan diri sendiri, menjauhkan diri dari pergaulan, selalu cemas, iri dan membenci orang lain adalah orang yang tidak bahagia.

“Orang yang bahagia umumnya lebih mudah bergaul, luwes, kreatif, penyayang, pemaaf, murah hati, selalu bersedia mengulurkan bantuan untuk orang lain dan tidak sombong,” ujar Dalai Lama.

Cenderung Tamak

Banyak orang berpikir bahwa dengan memiliki jabatan tinggi, kursi kepemimpinan di sebuah lembaga tinggi, pendidikan tinggi, uang yang banyak dan segala macam kepuasan lain adalah faktor-faktor yang bisa membahagiakan.

Dalai Lama menyebutkan, kekayaan, kepuasaan atas jabatan tertentu atau kemuliaan, kesehatan, persahabatan, kepuasaan akan pengetahuan, pencerahan atas sebuah pandangan spiritual tertentu bisa jadi menyebabkan kita bahagia.

Namun, menurut Sr. Seraphine OSF, itu bukan bentuk kebahagiaan sejati. “Kebahagiaan sejati terletak di dalam diri kita sendiri,” ujar Pemimpin Wisma Samadi Emaus, Jakarta.

Keinginan kita untuk mengejar segala sesuatu semisal uang, barang-barang tertentu, jabatan, pesahabatan, penampilan yang seksi, dan lain-lain selalu tidak akan habis.

Ketika keinginan yang satu terpenuhi, keinginan yang lain akan muncul. Begitu seterusnya. Kalaupun terpenuhi semua keinginan itu, menurut Seraphine itu hanya akan membawa ke kebahagiaan yang semu. “Karena hanya berlangsung sementara. Sesudah semuanya dipeluk, dimiliki, lantas mau apa? Kosong hati ini rasanya,” ujarnya membagi pengalaman.

Bahwa manusia selalu memiliki keinginan, bagi teolog lulusan University of Poona India, Alexander Dirjosusanto itu dianggapnya wajar. Sayangnya, kecenderungan umum dari kita adalah selalu tidak puas dengan apa yang sudah kita capai. Manusia cenderung tamak.

“Orang sering kali merasa gelisah pada apa yang semestinya tidak perlu digelisahkan,” jelasnya. Mungkin seseorang sudah cukup hanya dengan menggunakan telepon genggam seharga 300 ribu. Tapi, karena gengsi atau hanya sekedar ingin, lalu membeli yang harganya tiga juta rupiah.

Begitu tamaknya manusia, ada sebuah sindiran yang begitu tajam berbunyi ‘Biarpun seluruh dunia menjadi miliknya, manusia akan meminta yang lebih lagi. Bahkan seluruh jagat raya ini’.

Bersyukur Lebih Awet

“Satu-satunya obat untuk menjauhi sifat tamak adalah sikap untuk selalu bersyukur,” ungkap Dalai Lama kepada Howard. Langkah ini sangat efektif karena pada dasarnya hal-hal material tidak bisa dijadikan ukuran kebahagiaan seseorang. Tidak ada jaminan bahwa kekayaan saja dapat memberi Anda kebahagiaan atau kepuasaan yang Anda cari.

“Apalagi, perasaan puas kita  sangat dipengaruhi oleh kecenderungan untuk melakukan pembandingan,” ujar Tenzin. Setiap kali, kita cenderung melihat dan merasa orang lain lebih beruntung dari diri kita. Padahal kita pun sebenarnya beruntung.

Ketika melihat tetangga mendapat hadiah jutaan rupiah, kita lalu berupaya supaya mendapat hadiah yang sama. Saat orang lain punya telepon genggam, kita berupaya mendapatkannya. Memang kepuasaan akan terasa. Namun hanya sebentar. Kalau tidak mendapat, kekecewaan dan frustasi yang didapat. Kita menganggap Tuhan tidak adil dan sebagainya.

“Maka, kalau kita hendak membandingkan diri dengan orang lain, bandingkanlah dengan mereka yang kurang beruntung dan merenungkan semua yang kita miliki,” jelas Alex.

Dalai Lama cerita kepada Howard tentang sejumlah penelitian. Dalam sebuah studi di Universitas of Wisconsin, Milwaukee, AS, sejumlah wanita diminta melihat gambar-gambar kondisi hidup yang sangat buruk di Milwaukee di sekitar abad ke-20.

Mereka juga diminta membayangkan dan menulis tragedy-tragedi pribadi seperti terbakar, cacat seumur hidup. Sesudah menyelesaikan latihan, para wanita ini diminta menilai mutu hidup mereka sendiri. Latihan ini menghasilkan suatu peningkatan rasa puas atas hidup mereka masing-masing.

Sebuah eksperimen lain di State University of New York, Buffalo, para subyek diminta menyelesaikan kalimat “Saya bersyukur karena saya bukan…” Sehabis lima kali mengulang latihan ini, para subyek menyatakan mengalami peningkatan nyata dalam rasa puas mereka terhadap hidup.

Kelompok subyek lain diminta menyelesaikan kalimat “Andaikata saya menjadi…” Kali ini eksperimen ini menyebabkan para subyek merasa kurang puas dengan hidup masing-masing.

Penelitian-penelitian ini menurut Dalai Lama dilakukan untuk menunjukkan bahwa tingkat kepuasaan seseorang terhadap hidupnya dapat ditingkatkan hanya dengan mengubah perspektif atau sudut pandang orang. “Dalam hal ini sikap mental kita menjadi penentu utama apakah kita mau bahagia atau tidak,” ujar sang biku.

Baik Alex maupun sang biku menyebut bahwa kebahagiaan ditentukan oleh pikiran seseorang sendiri ketimbang oleh peristiwa-peristiwa luar dan hal-hal material.

Saya bisa bahagia karena dalam diri saya punya persepsi keadaan sekarang ini sudah membahagiakan saya. Bukan saya bahagia bila sudah punya ini atau itu, kalau tidak punya saya tidak bahagia. Menurut Alex, semua hal yang kita miliki entah itu kekayaan, kesehatan, persahabatan, jabatan tidak akan memberi dampak yang membahagiakan yang berkepanjangan tanpa sikap mental yang benar. “Paling hanya memberi rasa senang sesaat,” ujar Pastor asal Promasan, Yogyakarta ini.

Sebagai contoh, jika Anda menyimpan kebencian atau kemarahan yang mendalam, pikiran tersebut akan merusak kesehatan Anda. Dengan demikian merusak salah satu prasyarat kebahagiaan. Begitu pula jika Anda tidak bahagia dan bawaannya hanya kesal saja, kesehatan tubuh tidak banyak artinya.

Sebaliknya, Jika Anda dapat mempertahankan pikiran yang tenang, damai, tenteram, Anda dapat menjadi orang yang sangat bahagia meskipun kesehatan Anda buruk.

Alex menegaskan, makin tinggi tingkat ketenangan pikiran kita, makin besar kedamaian yang kita rasakan, makin besar kemampuan kita menikmati hidup yang bahagia dan menyenangkan.

Dalai Lama menambahkan,” Selama Anda tidak pernah menjalani disiplin batin yang bisa mendatangkan kedamaian pikiran, tidak peduli kelimpahan materi atau kondisi yang Anda miliki, semua itu tidak akan pernah memberi Anda rasa sukacita dan bahagia yang Anda dambakan. Sebaliknya, bila Anda memiliki batin yang terpuaskan, pikiran yang tenteram dan kemantapan sampai batas tertentu, bahkan jika Anda memiliki bermacam kelengkapan lain yang biasanya menjadi prasyarat kebahagiaan, Anda masih mungkin menjalani hidup bahagia dan menyenangkan,”.

Ngapain Ngoyo?

Dalai Lama mengatakan bahwa apakah kita bahagia atau tidak tegantung persepsi kita atas hidup yang kita jalani. Kalau kita mau bersyukur dan puas atas apa yang kita kerjakan dan kita peroleh, dengan sendirinya sikap itu akan membahagiaan kita. Dengan kata lain, sebenarnya kebahagiaan dapat dicapai lewat latihan mental.

bahwa upaya untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan itu sebagai sesuatu yang tidak baik. “Bahwa kita bekerja supaya bisa membeli rumah, pakaian dan kebutuhan lain itu adalah normal. Yang tidak normal adalah bila kita terobsesi dan begitu ambisius seolah hidup hanya untuk memenuhi seluruh keinginan itu,” ujar pemenang hadiah Nobel perdamaian tahun 1989 ini.

Alex menyebutkan, bahwa istilah Jawa sakmadyo (secukupnya) adalah kata tepat untuk itu. Bila kita sudah cukup terbantu dengan memiliki mobil kijang, kenapa lagi harus membeli Mercedes. Secukupnya ini akhirnya akan membawa kita pada sikap bersahaja. Kita berupaya karena memang hal itu perlu diupayakan. Sejauh mana perlu, itu harus ditelusuri dari motivasi kita.

Saya mau beli mobil Honda atau Mercedes. Secara fungsional Honda pun cukup, tapi ternyata gengsiku mengatakan aku perlu Merci. Nah, mana yang lebih penting buat Anda, fungsi atau gengsi Anda?

Selain memenuhinya dengan tidak ngoyo (jawa= ambisius) atas apa saja yang kita inginkan, Dalai Lama menyebut bahwa teknik untuk bisa berbahagia adalah dengan menghargai apa yang sudah kita miliki sekarang.

Alex menambahkan, sikap seperti ini bisa kita lihat dalam kebiasaan orang Jawa. Dalam suatu kecelakaan ada yang mengatakan “Untung, telinga saya saja yang lecet…”  atau “Untung hanya kaki saya yang buntung, coba kalau ……”

Berpikir optimis semacam merupakan sikap bahwa kita bisa menghargai keadaan yang sudah kita terima. Penghargaan ini pada akhirnya memunculkan sikap syukur, terima kasih, bahwa kita masih beruntung.

Perlu Kebebasan Batin

Menurut Sr. Seraphine, untuk mendapat kebahagiaan, kita perlu mengatur waktu (time manajemen). Dari 24 jam hidup kita sehari, seberapakah waktu kita luangkan untuk diri sendiri, keluarga, profesi, dan kegiatan sosial? Kita perlu mengatur agar semuanya mendapat bagian secara proporsional. Perhatian pada proporsi yang tepat dan seimbang menandakan bahwa kita sendiri sadar, hidup ini tidak hanya untuk mengejar satu hal, uang misalnya. Kalau semua mendapat bagian, kita akan berbahagia. Dari sela-sela waktu itu, akan baik sekali bila kita selalu terhubung dengan Tuhan dengan doa dalam hati. “Mungkin di saat mengetik, kita ucapkan sebaris doa Tuhan, kasihanilah kami atau yang lain dan itu bisa kita lakukan selama 24 jam waktu kita” ujar biarawati ka****k ini. Mereka yang muslim pun bisa melakukannya dengan model zikir dalam hati menyebut salah satu asma Allah. la ilaha illa Allah (tiada Tuhan selain Allah) atau Allah Hu (Dialah Yang). Dengan begitu, setiap kali kita mengalami peristiwa entah itu menyenangkan atau tidak, rasa syukur akan selalu muncul. “Batin kita pun akan merasa bebas karena tidak lekat terhadap hal tertentu,” jelas wanita usia 75 tahun ini. Kelekatan terhadap barang duniawi seperti uang, jabatan, pujian, dan sebagainya sering membuat kita tidak tenteram. Hidup terasa melelahkan karena seluruh daya upaya diforsir untuk mencapai semua itu. Tanda lekat berlebihan terhadap hal-hal itu adalah bila tidak tercapai, kita akan kecewa, sedih, frustasi berkepanjangan. “Kita perlu punya kebebasan atau kemerdekaan batin supaya ketika barang duniawi milik kita misalnya uang, persahabatan, kesehatan kita hilang, dengan ikhlas kita bisa menerimanya,” jelas Seraphine.

Bagaimana Biar Bahagia

* Sadari bahwa kebahagiaan sejati tidak bisa didasarkan pada barang duniawi, melainkan dari dalam diri sendiri.
* Belajar untuk bersyukur atas apa yang telah kita miliki. :)
* Hargailah semua yang kita miliki dengan memeliharanya, merawatnya, dan mencintainya.
* Bandingkan diri pada mereka yang kurang beruntung dan bukannya pada mereka yang lebih beruntung dari kita.
* Lakukan segala sesuatu secara proporsional. Bila mesti selesai bekerja jam enam, lakukanlah. Bila mesti berhenti makan setelah kenyang, berhentilah.
* Atur waktu Anda secara seimbang; usahakan waktu untuk diri sendiri, keluarga, pekerjaan, dan kegiatan lain mendapat bagian semuanya.

ABD

Sumber : http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/05/17500187/kebahagiaan.ada.dimana

41
Kafe Jongkok / Treat Him Like your Pet
« on: 06 May 2008, 10:05:28 AM »
Senin, 5 Mei 2008 | 11:23 WIB

    Ingin hubungan dengan kekasih selalu langgeng dan diwarnai kemesraan? Perlakukan dong, kekasih seperti layaknya kita menyayangi hewan kesayangan.

    Memelihara hewan ternyata banyak manfaatnya, lho. Selain mengurangi stres, bermain dan berinteraksi dengan hewan-hewan yang menggemaskan ternyata juga bisa membuat kita bersikap lebih terbuka pada pasangan. Ujung-ujungnya, hubungan dengan Si Dia lebih harmonis.

    "Jika masing-masing memperlakukan pasangannya seperti halnya manusia memperlakukan hewan peliharaan, kualitas hubungan mereka akan mencapai puncak," kata Dr. Judith Meyerowitz, dari America's National Institute of Psychotherapist. Saran itu ia berikan setelah mengamati para trainer mengajari pemilik hewan bagaimana bersikap pada hewan-hewan kesayangannya. Dan menurutnya, banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan juga pada hubungan manusia.

    Salah satu hewan peliharaan yang disarankan adalah anjing. Menurut para ahli, kehadiran anjing di rumah bisa membantu pasangan suami-istri untuk saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain itu, suasana rumah juga menjadi lebih cair dan hangat.

    "Anjing membuat manusia lebih santai, tidak stres dan bersikap terbuka sehingga komunikasi dengan pasangan bisa terjalin dengan baik, tidak diliputi amarah," kata Profesor Alan Beck, direktur Centre of the Human-Animal Bond, Universitas Purdue, AS.

    Dalam risetnya, Profesor Alan mengamati perilaku 30 pasang suami istri yang memiliki anjing peliharaan. Beberapa pasangan tersebut memiliki masalah perkawinan dan sisanya bahagia. Untuk keperluan risetnya, Alan meminta tiap pasangan untuk menyelesaikan sebuah konflik selama 20 menit di sebuah ruangan dengan anjing peliharaan bersama mereka. Lalu 20 menit kemudian dengan anjing yang sudah dipindahkan ke ruangan lain.

    Perbedaan hasilnya cukup mencolok. Ketika anjing kesayangan ada di ruangan, para pasangan bersikap tidak emosional dan bisa bekerja sama menyelesaikan konflik. Selain itu, detak jantung dan tekanan darah juga menurun, terutama pada pasangan yang termasuk dalam kelompok memiliki masalah.

    Bagaimana? Tertarik untuk mulai memelihara hewan peliharaan yang menggemaskan?
AN

Sumber : http://www.kompas.com/index.php/read//xml/2008/05/05/11233821/treat.him.like.your.pet

42
Sabtu, 3 Mei 2008 | 12:43 WIB

Si dia makin lama makin tulalit dan nggak nyambung? Wah, jangan-jangan si dia terinfeksi parasit. Karena menurut para peneliti dari Australia ada sebuah parasit yang jika tertelan bersama makanan bisa memberikan efek yang berbeda antara pria dan wanita. Pada pria ia akan menyebabkan kedunguan, sebaliknya para wanita terlihat makin seksi jika terinfeksi parasit ini.

Toxoplasma gondii, nama parasit ini, biasanya ditemukan pada daging mentah, daging yang kurang masak dan tertelan, atau pun lewat kotoran kucing yang terinfeksi. Parasit ini juga berbahaya bagi wanita hamil karena bisa menyebabkan keguguran dan kecacatan pada janin. Pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, parasit tokso bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Sidney University of Technology, infeksi parasit toxoplasma ini menimbulkan dampak yang berbeda pada pria dan wanita. "Pria yang terinfeksi akan memiliki IQ yang rendah dan kurangnya konsentrasi. Selain itu mereka juga jadi anti sosial, pencemburu, suka mengambil risiko, dan terlihat kurang menarik di mata wanita," kata Dr Nicky Boulter, seperti dikutip majalah Australasian Science.

Di lain pihak, lanjut Boulter, parasit ini menyebabkan wanita yang terinfeksi jadi lebih ramah, ceria, mudah bergaul, dan terlihat lebih menarik bagi lawan jenisnya. "Singkatnya, parasit ini membuat pria terlihat seperti kucing garong dan wanita seperti kucing yang seksi," ujarnya.

Sebanyak 40 persen populasi dunia diduga telah terinfeksi parasit ini. Parasit ini sebenarnya sudah sejak lama diketahui oleh para ahli namun tak terlalu jadi perhatian karena pada orang yang sehat infeksi parasit ini tidak akan merusak kesehatan. Mungkinkah parasit ini bisa menjelaskan sindrom men are from Mars and women from Venus?

An

Sumber : http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/03/12435311/parasit.membuat.pria.bodoh.dan.wanita.terlihat.seksi[I

43
Kafe Jongkok / Makna di Balik Coretan Tangan
« on: 30 April 2008, 02:02:02 AM »
Kamis, 24 April 2008 | 14:53 WIB
Pernah iseng membuat corat-coret di atas kertas yang membentuk sebuah gambar? Itu bukan semata coretan enggak meaning, lho. Kepribadian dan perasaan kita yang tersembunyi, bisa terungkap dari situ. Ingin tahu makna coretan Anda?

Corat-coret sambil mengerjakan sesuatu yang lain, misalnya mengikuti rapat atau menelepon memang sering kita lakukan tanpa sadar. Gambar corat-coret ini sebenarnya merupakan ungkapan bawah sadar kita. Sama sepreti mimpi, corat-coret ini menggunakan bahasa gambar dan bisa kita cari maknanya. Lalu, apa ya artinya?

GAMBAR BENTUK
PANAH
    Menunjukkan Anda orang yang ambisius dan agresif. Tanda panah ke kiri berarti senang mengenang masa lalu. Tanda panah ke kanan berarti siap untuk menyongsong masa depan. Tanda panah ke suatu objek berarti marah atau penasaran dengan objek tersebut.

LINGKARAN
    Gambar ini sering dikaitkan dengan keramahan, senang bicara dan senang berteman. Artinya Anda fleksibel, mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri. Anda juga memiliki iman yang kuat sehingga berjiwa optimis dan pantang menyerah.

BENTUK GEOMETRIS
    Gambar segitiga, segi empat, persegi panjang dan formasi pola lain menunjukkan pikiran yang logis. Gambar ini juga menandakan pikiran yang teratur, proses pemikiran yang jernih dan ketrampilan dalam membuat perencanaan efisiensi dan tujuan. Meski orang menilai Anda kolot, Anda mampu menyelesaikan pekerjaan dalam situasi kritis sekalipun.

BENANG KUSUT
    Lingkaran kusut yang besar melambangkan keinginan akan gaya hidup bebas yang menggelinding begitu saja. Sementara lingkaran kusut yang kecil melambangkan perasaan marah yang terpendam.

GAMBAR ABSTRAK
    Gambar ini sering melambangkan ketegangan, kesulitan dan gangguan dalam konsentrasi.

KOTAK
    Gambar ini memang lebih banyak digambar kaum lelaki. Kotak yang ditumpuk menunjukkan pemikiran yang metodis dan konstruktif. Kotak tertutup menandakan Anda orang yang menghargai privasi. Sementara kotak terbuka mencerminkan harapan untuk menyambut seseorang atau sebaliknya keinginan lari dari situasi yang menekan.

GAMBAR BENDA HIDUP
BINATANG
    Mencerminkan bagaimana memandang diri sendiri. Jika menggambar hewan peliharaan, kucing misalnya, berarti Anda memiliki pribadi yang ramah dan sensitif. Gambar burung, artinya Anda memiliki daya imajinasi yang tinggi, penuh pertimbangan, cinta kasih, dan menyukai kebebasan.   Jika Anda menggambar hewan kecil, ini mengindikasikan perasaan takut yang tersembunyi. Juga menggambarkan lemah, pasif, kurang percaya diri dan introvert. Sedangkan gambar hewan liar mencerminkan agresivitas dan ketegasan. Gambar hewan yang suka bersenang-senang, misalnya anjing menunjukkan Anda orang yang senang bermain. Gambar hewan berjalan pelan, misalnya kura-kurang menunjukkan kpribadian yang senang merenung.

BUNGA
    Melambangkan sisi feminin dan keinginan melihat pertumbuhan, alam dan reproduksi. Gambar bunga juga menunjukkan keinginan berkembang dan menghasilkan sesuatu dalam hidup. Bunga dalam rangkaian bisa menggambarkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Sementara gambar bunga dan tumbuhan menunjukkan Anda orang yang sensitif, manusiawi, hangat dan terbuka.

POHON
    Gambar ini melambangkan ego dan ambisi. Jika pohon itu memiliki daun yang lebat dan buah, ini menunjukkan Anda orang yang mendambakan cinta, seks dan anak. Pohon tanpa daun dan buah, dengan daun terkulai menunjukkan depresi dan kurang semangat juang. Lalu, kalau pohon digambar dengan akar, menunjukkan orang yang mementingkan asal-usul.

HATI
    Ini sering digambar orang yang sedang jatuh cinta. Hati melambangkan pikiran orang yang menggambarnya dipenuhi cinta dan sentimentil.

WAJAH CANTIK
    Menggambarkan rasa kasih sayang kepada orang lain. Orang yang senang menggambar wajah cantik melihat hal-hal positif dalam diri seseorang, situasi, optimistik, manusiawi, bersifat baik, sensitif terhadap sesama. Ia juga mampu menunjukkan empati, ramah dan senang bergaul.

WAJAH JELEK
    Artinya Anda penuh curiga, tidak suka dan tidak percaya pada orang lain. Anda memiliki jiwa pemberontak, kurang percaya diri, senang melihat hal-hal buruk dalam diri setiap orang dan situasi. Anda juga defensif, cenderung mengubah fakta karena pandangan Anda yang 'gelap' dan sempit.

GAMBAR LAINNYA
RUMAH
    Coretan ini banyak digambar perempuan. Gambar ini  menunjukkan perasaan terhadap lingkungan rumah. Coba perhatikan pintu depannya terbuka atau tertutup? Apakah cerobong asap mengeluarkan asap? Rumah yang tidak bahagia biasanya dilambangkan dengan rumah berbentuk asimetris tanpa jendela. Sementara rumah dengan cerobong asap yang mengeluarkan asap menunjukkan Anda orang yang bahagia dengan sikap positif terhadap kehidupan di rumah. Rumah yang dingin tanpa hiasan menunjukkan rasa tidak senang dengan kehidupan di rumah.

BENDA LANGIT
    Gambar bintang dan benda-benda langit menunjukkan perasaan penuh harapan, optimisme, ambisi dan kebutuhan untuk membuktikan serta mempromosikan diri.

KENDARAAN
    Gambar alat transportasi dalam bentuk apa pun melambangkan hasrat untuk pergi atau mencapai tujuan. Makin cepat jenis kendaraan yang digambar artinya Anda ingin cepat-cepat menyampaikan pendapat atau pergi.

MAKANAN
    Gambar ini memiliki tiga makna. Pertama, kebutuhan akan cinta. Kedua, hasrat yang ingin dipenuhi. Dan ketiga haus akan sesuatu. Mana yang sesuai dengan Anda?

SENJATA
    Gambar pistol, senapan dan anak panah menunjukkan sikap persaingan dan kebutuhan untuk membuktikan diri.

TANGGA
    Menunjukkan banyak ambisi, dorongan yang kuat untuk membuktikan diri, tidak sabar terhadap proses yang panjang dan berusaha untuk mencapai tujuan terdekat.

ALAT VITAL
    Memang ini lebih banyak digambar kaum Adam. Jika ada lelaki yang menggambarkan payudara besar atau vagina, artinya hidup lelaki itu sedang terancam oleh perempuan. Namun, jika ia senang menggambarkan alat vital dari kaum sejenisnya, artinya ia memiliki kelainan seksual. Lalu, bagaimana jika Anda menggambarkan p*n*s? Bukan tidak mungkin Anda tiba-tiba menggambarkannya kan? Jika Anda melakukannya, ini berarti Anda sedang merasa dikucilkan laki-laki.

CORETAN NAMA
    Jika Anda senang menulis nama sendiri dengan bentuk tulisan berbeda maka Anda adalah seorang yang sedang mengalami krisis kepribadian. Anda tidak yakin dengan arah kehidupan Anda sendiri.

TANDA TANGAN
    Lalu bagaimana dengan goresan tanda tangan yang berulang-ulang secara tak sadar? Ini menandakan konflik emosional dan intelektual sedang meningkat sehingga Anda berada dalam kesulitan. 

Penulis : Erma Dwi Kusumastuti

Sumber : http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/24/14534615/makna.di.balik.coretan.tangan

44
Lingkungan / Ajak Anak Sadar Lingkungan Sedini Mungkin
« on: 22 April 2008, 01:37:15 PM »
Jumat, 18 April 2008 | 22:35 WIB

JAKARTA, JUMAT - Pengetahuan tentang pemanasan global sebaiknya diberikan kepada anak-anak sejak dini. Hal tersebut akan menanamkan dalam benak mereka kesadaran peduli terhadap lingkungan sejak awal.

Memperkenalkan kerusakan lingkungan tak harus melalui seminar yang serius, tapi bisa dengan permainan yang menyenangkan. Green Festival yang digelar di Parkir Timur Senayan antara 18-20 April 2008 bisa menjadi kesempatan untuk mengajak anak-anak memahami kondisi lingkungan saat ini.

Banyak simulasi tentang pencegahan pemanasan global yang dikemas dengan apik untuk dapat dimengerti anak-anak. Misalnya, simbol bola dunia dengan sebuah termometer di dalamnya yang menunjukkan suhu 37 derajat celcius untuk menjelaskan bahwa Bumi kita panas. Selain itu, terdapat gambar bahwa akibat Bumi dengan suhu yang panas menyebakan es di kutub utara mencair.

Tidak hanya gambar, proses pecahnya es akibat pemanasan global ditunjukkan dengan simulasi sederhana. Di lantai terdapat layar bergambar es sementara di dinding ada film es di kutub. Jika lantai bergambar es diinjak, sensor proyektor akan menunjukkan es yang pecah.

"Ma.... esnya pecah dan mencair kok bisa mah," itulah celetukan Sarah sisi kelas 2 SD Kartika Jaya, Jakarta Utara, saat menginjak simulasi cairnya es di kutub utara pada Green Festival Jumat (18/4) ini. Orangtanya dengan sabar menjelaskan bahwa gara-gara Bumi makin panas maka es di kutub utara mencair.

Kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan memang penting ditularkan kepada anak-anak sedini mungkin. Sebab, mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet menjaga kelestarian lingkungan di masa yang akan datang.

Selain, simulasi dna gambar, dalam pameran tersebut juga dipampang gambar-gambar kartun yang menjelaskan bahwa Bumi kita panas serta game seru yang menjelaskan tentang siaga bencana kepada anak-anak.  Konsep acara yang menghadirkan potret perilaku sehari-hari keluarga seperti penggunaan listrik yang dapat mengeluarkan emisi karbon yang berdampak, penggunaan kertas dan tisu yang tidak tersadarkan yaitu mengurangi pohon, yang bila ditebang secara berlebihan akan menyebabkan emisi gas rumah kaca. Kesemuanya menghasilkan emisi yang menyebabkan pemanasan global, dan mengakibatkan kekeringan, krisis pangan, banjir, dan longsor.

Selain penyebab dan dampak dari pemanasan global, terdapat juga zona lain yang menjelaskan upaya pencegahannya yang dapat dilakukan oleh setiap keluarga, mulai dari halaman rumah, garasi, ruang tamu, ruang tidur, ruang keluarga, ruang tamu, kamar mandi, ruang makan, dan dapur.

Salah satu contoh yang dapat dilakukan, misalnya di halaman rumahdengan cara menghemat air saat mencuci kendaraan bermotor dan menyiram tanaman. Di ruang tamu, ruang tidur, dan ruang keluarga bisa dilakukan dengan menggunakan lampu hemat energi, membuat sirkulasi udara yang benar di dalam rumah, sehingga mengurangi menggunakan AC atau fan.

Untuk menghibur anak-anak, Green festival juga menyediakan arena bermain anak-anak dan operet anak yang melibatkan murid-murid SD dan TK sebagai performer. Makanya jangan lewatkan acara menarik ini untuk menghabiskan weekend bersama keluarga Anda yang berlangsung hingga 20 April 2008 mendatang.(C5-08)

Sumber : http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/18/22353771/ajak.anak.sadar.lingkungan.sedini.mungkin

45
Lingkungan / Membuka Wawasan, dari Bungkus Kopi hingga Filter Oli
« on: 22 April 2008, 10:42:42 AM »
Minggu, 20 April 2008 | 09:54 WIB

GREEN Festival berakhir Minggu (20/4) ini. Sabtu kemarin, festival ini menarik perhatian ribuan pengunjung. Tua, muda, remaja, hingga anak-anak memadati stan yang membuka mata bahwa "hiruk- pikuk" persoalan pemanasan global sebenarnya ada di antara kita, ada di halaman kita, di kamar makan kita, di garasi kita.

Tahukah Anda, halaman rumah yang hanya sepetak ternyata menyumbang peningkatan suhu Bumi, tanda pemanasan global, karena berganti beton cor atau, peralatan listrik yang mengisi rumah Anda ternyata rakus energi yang diproduksi dari pembangkit dengan sumber bahan bakar fosil. "Wawasan saya bertambah, ternyata hal yang tampaknya sehari-hari sepele ternyata berdampak serius," kata Ayu (24), warga Cipete, Jakarta Selatan. Ia bertekad berhemat energi dan efisiensi dalam banyak hal.

Janji-janji efisien dalam soal energi, air, transportasi, kertas, plastik, hingga berhenti merokok tertera di ratusan kertas janji pada "pohon harapan" di stan WWF Indonesia.

Ketika sebagian orang lain sedang menuliskan janji, beda lagi dengan Lestari (23), yang setahun terakhir menerapkan hidup ramah lingkungan dengan menggunakan tas kerja berbahan plastik daur ulang. Selain awet, ia tetap bergaya.

Alat kerja, baju, dan sepatu ganti keluar masuk dari tas tersebut. "Belakangan banyak teman yang pesan, sekalian promosi hidup ramah lingkungan," kata karyawan sebuah bank swasta di pusat kota Jakarta itu.

Siang hingga sore kemarin, stan aneka tas dan tikar berbahan dasar kemasan plastik bekas dipadati pengunjung. Sebagian sekadar ingin tahu, sebagian lainnya membeli dengan harga puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Secara biologis, plastik membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai di alam. Meskipun tak selama itu, tas berbahan kertas pun membutuhkan waktu terurai puluhan hingga ratusan tahun.

Setiap hari, ribuan batang pohon ditebang untuk menghasilkan produk kertas dan turunannya. Karena itu, kembali pada serbet kain yang tahan lama, lebih berkelanjutan daripada boros kertas tisu.

Informasi berikut aplikasi hidup ramah lingkungan dalam keseharian memang menjadi tujuan festival tiga hari itu. Green Festival di antaranya disponsori Panasonic dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Serius dalam kemasan yang rileks, semua berbaur dalam festival. Pengunjung dapat memperoleh informasi berharga sembari rekreasi. Di tengah keriuhan stan dengan informasinya, puluhan remaja bernyanyi dan bergoyang di depan panggung utama dengan iringan musik pop yang dilantunkan artis-artis seperti Sherina (Jumat lalu), dan Malik and D'essentials (Sabtu).

Di Kidszone, anak-anak asyik mewarnai atau mendengarkan dongeng dari kru Jalan Sesama (Sesame Street) di ruangan sejuk. Anak-anak dikenalkan dengan persoalan lingkungan. Tentu tak ketinggalan zona kuliner bagi Anda yang tak tahan lapar.

Untuk siapa saja yang ingin praktik pengolahan sampah di rumah, sejumlah stan menjual komposter sederhana berikut penjelasan ramah. Ada juga alat pembuat biopori, lubang kecil di halaman rumah untuk mengolah sampah organik menjadi kompos sekaligus menambah resapan air di rumah kita.

Pemilik Lumintu Recycling Art Slamet Riyadi terjun langsung mengajarkan pengolahan sampah plastik di stannya. Pasta gigi, bungkus kopi, bungkus detergen, pengharum lantai, dan lain-lain tak perlu dibuang karena dapat Anda olah sendiri menjadi bunga-bunga plastik dalam hitungan menit.

"Modalnya hanya gunting sama isolasi. Sangat sederhana tapi bermanfaat bagi lingkungan," kata Slamet, yang memulai usaha ekonomi kreatifnya sejak tahun 2000 itu.

Inspirasi juga datang dari stan daur ulang onderdil kendaraan, seperti lampu baca berdekorasi dari bekas saringan (filter) oli kendaraan. Pernak-pernik sederhana lain juga ada di sana.

Solusi atas kebutuhan plastik yang terurai di alam ditampilkan stan Dana Mitra Lingkungan (DML) dengan produk Ecoplas; yaitu tas plastik berbahan resin tapioka (BE+) yang terurai di tanah dalam 10 minggu.

Klaim plastik ramah lingkungan itu diperkuat hasil uji laboratorium Sucofindo. Stan itu menyedot perhatian pengunjung yang keheranan ada plastik dari singkong. "Bisa digoreng enggak ya," seloroh pengunjung.

Menurut Eko Junaedy dari DML, Ecoplas sudah dikembangkan di Indonesia sejak sepuluh tahun silam. Akan tetapi, baru diluncurkan namanya menjadi Ecoplas pada Jumat (18/4) lalu. Kini, pabriknya di Tangerang, Banten, menghasilkan berton- ton plastik ke pasar, yang separuh di antaranya dikirim ke Singapura. Di Indonesia, baru dipakai di satu hotel dan sejumlah pertokoan saja.

Pada pembukaan Green Festival, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar yang juga Presiden Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim 2007 mengatakan, tindakan dunia menghadapi pemanasan global belum sesuai dengan tingkat kegawatannya. Di Indonesia, kampanye tentang pemanasan global masih sangat minim. Green Festival yang digelar di jantung ibu kota negara merupakan peristiwa akbar dengan informasi yang membumi.

Mereka yang menyempatkan diri mengunjungi Green Festival akan bertambah wawasannya. Bungkus kopi dan bekas filter oli..., bahkan dapat menginspirasi siapa pun untuk bertindak lebih "hijau".(KOMPAS)

Gesit Ariyanto
Sumber : KOMPAS http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/20/09545931/membuka.wawasan.dari.bungkus.kopi.hingga.filter.oli

Pages: 1 2 [3] 4 5