Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - marcedes

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 102
1
dulu waktu saya sih, bicarakan saja kepada pihak mempelai sana..akhirnya setuju gak pakai babi panggang.. ;D

2
bagus bro, gak masalah kalau semua orang bijak, dimana baik nya di ambil, buruk nya di buang......tp karena ada peluang, bisa menyebabkan kesalah-pahaman, contoh nya teman sy yg maitreya,sampai skrg percaya tentang sungokong,chikung,18lohan dll....hidup kek di dunia superhero saja...

gak kasian? sy sih kasihan...sy berusaha mengajari nya ttg sejarah buddhisme, setidak nya walau di kehidupan ini dia bodoh, kehidupan mendatang mungkin sudah tidak.

3
Studi Sutta/Sutra / Re: "Orang sesat" dalam MN 22 Alagaddupama Sutta
« on: 13 August 2014, 04:01:50 AM »
klo sy sih liat nya tidak kasar, biasa aja....mungkin karakter org sulsel sih...hehehe

4
Buddhisme Awal / Re: Abhidhamma/Abhidharma Pada Masa Buddhisme Awal
« on: 21 March 2014, 01:05:32 AM »
sebaik nya di jalani dan di pratekkan langsung, jika tidak menambah kemajuan batin yah cari yang lain..

5
theravada n mahayana nama aja udah beda...

6
Buddhisme untuk Pemula / Re: Tanya ? Jawab untuk Pemula
« on: 25 January 2014, 01:38:40 AM »
tanya, sebelum jadi Buddha, Siddharta saat menjadi pangeran memeluk agama apa?
tidak tau pasti, tp yg jelas budaya hindu yg kental :D

7
salah bro
Keuangan yang maha esa yang bener, demikianlah kupelajari di masa dewasa ku. :))

8
Buddhisme untuk Pemula / Re: Manusia malang
« on: 28 December 2013, 10:51:24 PM »
pembahasannya kesana kemari :)

saya sekat2 koridor pembahasan menurut aktornya ya:

* bhikkhu
bhikkhu diminta nasihat ngasih nasehat, gak salah. bhikkhu diminta blessing ngasih blessing, gak salah.

bhikkhu menerima uang ya jelas salah. bhikkhu jualan amulet ya jelas salah. bhikkhu berjualan apapun ya jelas salah. bhikkhu itu adalah pertapa, bukan pedagang. kalau bhikkhu tidak bertapa, tidak ada rencana untuk bertapa dan tidak ada niat untuk bertapa, ya kenapa harus menjadi bhikkhu. "terpaksa" berjualan karena gak ada yang ngasih makan? ya kenapa harus jadi bhikkhu. kan bisa jadi umat biasa...

* guru agama, pemuka agama atau pandita
bikin acara cari duit untuk organisasi atau vihara, gak salah. bikin acara agar umat menyerahkan duit kepada bhikkhu, ya jelas salah. mereka seharusnya mengerti kalau bhikkhu itu terikat peraturan gak menerima duit. duit bisa diserahkan kepada pengurus organisasi.

* umat buddhis
saya setuju2 aja, banyak umat buddha yang sederhana, tidak begitu mengerti peraturan vinaya bhikkhu, tidak begitu mengerti meditasi atau doktrin2 yang tinggi2. mereka hidup dalam duniawi, pengen untung, pengen kaya, pengen sukses, pengen sehat, pengen panjang umur. tugas dua aktor di atas untuk memberikan mereka pengertian yang lebih baik. tanpa pengertian yang lebih baik, maka umat merusak bhikkhu dan bhikkhu merusak umat. ini akan menimbulkan masalah yang gak sehat...

kita persingkat saja...
saya tidak terlalu hafal pasti tentang peraturan vinaya...
kata "jual amulet" sebenarnya itu persepsi kita kan karena melihat terjadi transaksi..
dimana memberi dan diberi.

sedangkan pikiran para bikkhu bagaimana??
anda mau amulet, yah gw kasih aja...anda mau kasih sumbangan yah gw terima saja.

misalkan si A minta amulet...udah di kasih ama bikkhu. lantas si A danain vihara bangunin kuti dll..

si B liat sekilas, maka menurut persepsi dan langsung tangkap bahwa si A dan bikkhu transaksi.
maka si B berpandangan bahwa si A dan bikkhu ini melanggar aturan...
terus si B berpendapat bahwa si A dan teman nya kelak C,D dan sebagainya sebagai manusia malang.

siapa salah apakah B salah?
belum tentu juga..karena kalau misalkan benar si A dan bikkhu transaksi maka si B benar ( menurut jalan pikiran A dan bikkhu )
tapi si B mana tahu jalan pikiran si A dan bikkhu...

inilah yg saya maksud abu"

Quote
mereka sering kali menyalurkan niat baiknya dengan cara yang salah.Contoh yang umum terjadi di lapangan adalah praktik berdana uang, mereka mendanakan uang secara langsung kepadapara bhikkhu, sangha, atau sekelompok bhikkhu yang mengaku sebagai sangha,misalnya pada saat selesai ceramah Dhamma dari suatu kebaktian biasa ataupunpada saat perayaan hari besar umat Buddha (baik itu dipimpin oleh para ketuadan pengurus vihara ataupun para romo pandita).

jadi kejadian yang di vihara kemarin, bikkhu sangharaja ini gak bener gitu?  :))

9
Buddhisme untuk Pemula / Re: Manusia malang
« on: 27 December 2013, 10:50:01 AM »
saya bicara yang ringan2 saja, artinya kebenaran relatif saja, kebenaran yang dipersepsikan masing2, bukan yang muluk2.

point saya, keliatan ironis aja kalau pemuka agama, mereka yang terpelajar dalam agama buddha, mengajarkan ketidakbenaran dengan dalih nantinya itu untuk kebenaran. seperti orang yang menggali2 pupuk kandang dengan alasan supaya bisa punya uang untuk beli parfum...
saya ngerti maksud anda. tadinya saya hanya membantu meluruskan apa yang dimaksud artikel copasan di atas karena tsnya mengaku nggak mau diskusi...

saya sendiri lebih melihat kepada perubahan perilaku daripada "pengertian dhamma" yang tinggi2, karenanya saya celetuk di atas bahwa yang sangat malang adalah mereka yang belajar agama buddha tapi tidak ada perubahan perilaku dan tidak mendapat manfaat apa2 dari pengertian intelektualnya...


nah loh, ketidakbenaran mana kalau cuma melakukan sumbangan dana?

memang nya memberikan solusi, blessing + amulet itu salah?

sy juga cuma memberikan pandangan apa yg saya liat di lapangan, ternyata banyak yang tidak sesuai apa yg seharusnya menjadi acuan dasar buddhis zaman dulu...kalau berpandangan terlalu kaku gak bisa menyesuaikan yah pasti ketinggalan..

dulu-dulu bikkhu jalan di jalan minta dana pagi pagi dianggap normal...
coba di indo sini, jangan jauh jauh deh...dijakarta aja jalan pagi pagi minta dana mana ada yg mau kasih?
kecuali vihara buat semacam pemberitahuan akan ada pattidana barulah umat berbondong bondong datang kan.

10
Buddhisme untuk Pemula / Re: Manusia malang
« on: 27 December 2013, 01:29:26 AM »
konteks copasan ts itu adalah duit yang diberikan langsung kepada bhikkhu.
tidak ada yang salah pada dana uang untuk membangun vihara, organisasi dan keperluan pengembangan agama buddha lainnya.
jadi maksud anda, boleh2 saja menyebarkan ketidakbenaran dulu, untuk menyebarkan kebenaran kemudian?

nah loh.... ketidakbenaran dan kebenaran...ibarat hitam dan putih...kalau abu" apa?

sy tidak tau anda pernah atau tidak turun di lapangan,setiap lapangan kan kondisi berbeda, masyarakat berbeda..
tingkat pemahaman pun berbeda..
kalau kita mau memaksakan tingkat intelektual orang yg pola pikirnya sudah super sulit di ubah = penderitaan.

kebetulan sy jual hp...
ada sy liat orang tua, bisa upgrade otaknya dari nokia jadul akhir nya mengerti pakai android sampai iphone..
ada juga yg biar di jelaskan sampai cape abis, tetap gak bisa ngerti....malah mereka langsung berkata "malas pakai yg ribet"
apa yg bisa kita perbuat?

mau gak mau kasih mereka tanam kebajikan dolo dgn berdana sederhana bukan...dana kan mudah dan simple.
dgn berbuat baik, toh pasti ada buah kebajikan yg membuat mereka terlahir dgn kondisi yg lebih mengerti buddha dhamma seperti anda bro morp.

11
Buddhisme untuk Pemula / Re: Manusia malang
« on: 26 December 2013, 01:07:17 AM »
banyak hal yang sulit di lakukan tanpa uang..
kemarin waktu perayaan kathina di makassar, segerombolan bikkhu kamboja termasuk sangharaja sendiri datang menghadiri...

acara nya bisa dibilang lebih ke arah "pengumpulan duit/dana"

-pembukaan pembacaan beberapa parita
-mengundang bikkhu sangha memasuki altar upacara
-baca tisarana,pancasila,dll
-abis itu acara sumbangan,banyak umat masukin amplop yg lebih dulu di siapkan panitia pada saat penerimaan tamu.
-setelah acara dana, blessing air...abis itu pulang...dhammadesana? gak ada.

pertanyaan nya apakah berbuat sesuatu yang salah? kan gak..
mereka bikkhu kamboja butuh dana agar vihara mereka disana bisa lebih baik, sebab kalau harap umat dari kamboja yg rata rata petani, kapan jadi 1 vihara...

dalam dunia kek gini, kalau tidak ada timbal balik dari sesuatu kepercayaan,nyaris mustahil dapat dana...apalagi yg amplop tebal. itu rata rata butuh sedikit ilmu khusus...biar yg dompet tebal mau keluarin duit..

misalkan si orang kaya punya bisnis ada masalah....
kemudian minta tolong sama bikkhu biar ada solusi...
selain solusi memperbaiki diri sendiri , ada solusi yg di luar konteks kitab suci...entah itu jimat, ritual dll.
toh setelah si orang kaya ini mengikuti saran dan terbukti...baru lah dompet berani kasih lebih dari yg di kira...
rata rata seperti itu..

pernah ada kutipan yg saya dengar..kurang lebih seperti ini.

- memang benar banyak umat buddha tidak mengerti sesungguh nya ajaran buddha,mereka menganggap buddha masih hidup, bisa memberi pertolongan,dsb nya...
tapi dalam ketidak tahuan mereka, mereka berdana berbuat sedikit kebajikan, kelak di kehidupan mendatang memperoleh kesempatan lebih jauh untuk mengerti buddha dhamma -

pada saat diri kita di posisikan sebagai yang melihat dan juri, hanya penderitaan hasil nya..jangan ambil pusing saja, let it flow.

12
kebetulan sy usaha di bidang ini, jadi punya pengalaman
di gadget hp 3,7Volt - 5Volt..itu sudah standard..

jika pakai charger yg amper nya tinggi(real amper) maka pasti cepat full...max 2,1A
kalau charger asli output nya murni dan stabil....
kalau kw yah pasti sekitar 300-700mAH aja output nya..bahkan kadang gak stabil bikin touchscreen error..

kalau mau awet battery nya, apabila sudah full pengisian 100% sebaik nya dicabut..

13
Kesehatan / Re: [share]Morbili (Campak = Sarampa)
« on: 10 May 2013, 12:35:25 AM »
Hati hati. Nih adq kasus.. anak sma meninggal.. awal nya semacam cacar air.. dokter beri suntika.. terus malah tambah panas. Masuk rumah sakit.... pada kulit anak tsb tambah banyak keluar bintik bintik.. karena sangat banyak.. anak tsb d bawa ke singapura tuk di obati...rumah sakit d situ berhasil mengurangi bintik cacar nya.. tp imun tubuh sudah gak ada... akhir nya meninggal.

14
Diskusi Umum / Re: Share: Pengalaman di Ramal
« on: 07 May 2013, 09:41:39 PM »
Klenteng mana nih bro ? bagi2 info nya donk...
waktu itu di klenteng xian ma, makassar.

15
kungfu di televisi kalau peragaan sendiri rapi dan teratur, tp kalau di pakai di pertarungan asli gak seperti itu...kalau masalah tenaga dalam yah 1x sentuh jatuh mana tau itu asli apa bohong..

misalkan shaolin kalau mereka dalam kondisi kumpul chi, biar kelamin nya di hajar tahan...coba kalau dalam keadaan sedang fight, mungkin belum siap tarik nafas sudah di tonjok jatuh.
cuma kungfu cina kaya akan teknik..tp belom tentu menang lawan barat.

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 102