Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Alucard Lloyd

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 36
1
Diskusi Umum / Re: karma baik apa yang kita terima?
« on: 03 April 2018, 06:35:59 PM »
Karma baik apa yang akan kita terima jika kita suka / sering menyumbangkan hio ke klenteng atau vihara,trima kasih  _/\_

terkenal.

2
Theravada / Re: Benarkah tidak ada Atta/Kesadaran yg kekal?
« on: 20 March 2018, 03:37:57 PM »
Sebelum berlanjut seharus nya kita paham dulu definisi apa itu kesadaran dan apa itu atta? Sehingga tidak berdiskusi menjadi dua arah.

Kesadaran yg di maksud dalam ajaran buddha adalah sebuah rangkaian kondisi yang terjadi katakan mata dapat melihat karena ada indria mata ada objek benda dengan bergantung kepada kedua itu maka muncullah kesadaran mata. Begitu juga dengan indria yang lain.

Sedangkan atta atau bisa di sebut jiwa kenapa sang buddha tidak mengatakan ada atta karena tidak ada satu pun dalam kondisi yang kekal. Karena atta adalah jiwa yang kekal atau juga kesadaran yang kekal atau sama yang dulu, sekarang ataupun yg akan datang.
Maka sang buddha mengatakan itu tidak benar sebab yg sang buddha ajarakan adalah semua kondisi muncul bergantungan.
Kalau ada ini maka muncul itu
Kalau tidak ada ini maka tidak muncul itu.

Jadi konsep atta di katakan tidak ada maka dari itu sang buddha mengatakan anatta untuk menolak konsep atta.

3
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 26 February 2018, 07:24:32 PM »
Sekarang misalkan begini,

Seseorang berhubungan seks dengan mereka yang masih dalam naungan orang tua (Objek pelanggaran), orang tuanya tidak setuju dengan hubungan itu, maka ini jelas adalah pelanggaran sila ke 3.

Tapi bagaimana jika seseorang berhubungan seks dengan mereka yang sudah tidak dalam naungan orang tua (Bukan objek pelanggaran), orang tuanya tidak setuju dgn hubungan itu, apakah ini pelanggaran sila ke 3? Mungkin tidak karena bukan objek pelanggaran, tapi ini masuk kategori apa?

Pasal 335

4
Meditasi / Re: MEDITASI
« on: 18 February 2018, 03:10:32 PM »
Mengapa saat saya berhenti meditasi saya merasa kekacauan dalam diri saya ya? Tidak ada ketenangan dan kejernihan lagi dalam diri saya? Dan kenapa saya sulit sekali bermeditasi saat saya tidak enak badan? Mohon bantuannya  _/\_

Tanya sama mentor kamu,...
Sulit untuk mengetahui penyebab nya. Karena tidak ada awal cerita,... Seperti meditasi apa? Berapa lama? Dan lain sebagainya.
Jadi kalau ada pertanyaan meditasi yang tau jawabannya adalah mentor kamu sendiri.

Beda lagi kalau meditasi yang kamu lakukan tidak membawa hasil yang di harapkan maka bisa cari guru meditasi lain.

5
Theravada / Re: Hubungan yg sah
« on: 17 February 2018, 09:59:45 AM »
Bukankah Sang Buddha tidak pernah mengatur tentang tata cara pernikahan.

Kalo berhubungan dgn mereka yg bukan merupakan objek pelanggaran adalah bukan pelanggaran sila. Lalu mengapa pernikahan harus "sah" secara adat, supaya tdk melanggar sila ke 3?

Saya pikir itu hanya suatu formalitas saja yg berkaitan dgn urusan sosial dan masyarakat setempat.

Ini lah salah satu fungsi dalam melakukan sila dalam ajaran sang buddha.

Kembali lagi sila yang kita lakukan sebagai dasar pedoman hidup agar bisa hidup dalam bersosial dan bermasyarakat.

Lakukan sila bukan karena sesuatu yang di kata mbahnya begitu,... Tapi lakukan sebagai sebuah pedoman hidup untuk kedamaian kehidupan itu sendiri, dan orang lain... Sila bukan lah satu hukum baku yang tidak bisa di ubah atau berusaha mencari cela. Sila lebih kepada moralitas kita itu sendiri. Dan tujuannya tentu jelas agar kita bisa hidup damai untuk diri sendiri dan orang lain.

Jadi balik kembali kepersoalan apakah melanggar sila ke tiga bila sepasang kekasih sudah di restui oleh kedua belah pihak, tanpa sah secara administrasi negara atau adat?

Jawabannya bila hanya untuk melegalkan pertanyaan yang berhubungan sex. Jawabnya ya.
Tetapi sila ketiga bukan hanya sebatas sex, kita tau syarat syarat apa saja yang menjadi batasan melanggar sila ketiga, seperti dibawah perlindungan org tua dll,...
Dan kita harus bisa berpikir secara luas ini adalah lebih dari sekedar sex, karena bila kita berpikir maknanya. Ini adalah perlindungan melakuan sex dengan benar. Agar menjaga kedamaian dalam bersosial dan bermasyarakat.

Terlebih lagi akan sulit bila sepasang kekasih yang tidak "resmi" untuk bermasyarakat karena alasan alasan lain nya.

6
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 08 February 2018, 04:38:54 PM »
Bukan berhubungan dgn "membeli rumah baru" tapi lebih berhubungan ke "naungan orang tua", karna masih belum sanggup memiliki rumah dlm hal ini maka anak itu numpang tinggal dirumah orang tua, itu artinya dalam "naungan orang tua" dalam hal ini, tempat tinggal.

Kalo misalkan seseorang sudah menikah terus dia tidak tinggal lagi bersama dgn orang tuanya, apakah ini sebuah pelanggaran/kesalahan? Sori kalo pertanyaan ini spt pertanyaan org bodoh, karna sy pernah denger org bilang kalo sudah nikah Harus tinggal sama orang tua. Dalam agama Buddha apakah ada keharusan spt itu?

Walah saya mana syarat mau nikah harus siap keluar dari rumah... Terserah mau kontrak atau mau kost. Pokok nya kalau sudah nikah ga boleh campur sama orang tua.

Balik lagi sila ke tiga untuk kata di bawah naungan orang tua ini sulit karena banyak pengertian masing masing personal beda.

7
Meditasi / Re: Penyimpangan pengertian meditasi, semedi, bertapa
« on: 06 February 2018, 07:03:43 PM »
Tentu saja kalau dikaitkan dgn ajaran Buddha tidak sesuai, tetapi maksud dr pertanyaannya kenapa kalau menyinggung mengenai meditasi atau semedi ajaran Buddha tidak terkait.

Apakah sebegitu bergeser nya pemahaman akan meditasi / semedi di jaman sekarang ?

Kenapa dan apa yang menyebabkan pergeseran pengertian / pemahaman samadhi yang berbeda dgn ajaran Buddha ?

Samadhi memang memiliki 'efek samping' yang sangat luar biasa, tetapi juga sangat berbahaya.

kelebihan yang didapatkan dari rutin bermeditasi menyebabkan tampil 'berbeda' dan mendapatkan 'kekuatan' untuk mengakali kehidupan.

tetapi 'kelebihan' itu justru pedang bermata dua yang dapat menimbulkan kilesa....

Bagaimanakah cara mengatasi 'efek samping' dari samadhi sehingga tetap dapat menempuh jalan tengah berunsur delapan ?

Dari dulu juga meditasi sudah ada sebelum zaman buddha pun sudah banyak...
Masing masing pun doktrin sendiri tentang meditasi setiap aliran,...
Kalau mau bicara tentang meditasi yang sang buddha ajarakan tentu bukan mengarah mengakali kehidupan... Meditasi yang di ajarakan sang buddha adalah merujuk perubahan pribadi dalam sikap mau pun pemahaman akan kehidupan itu sendiri,... Bukan mengakali atau mencari hal hal yang lain seperti kekuatan bahtin.
Bila kita benar mengikuti ajaran sang buddha tidak ada nama nya efek samping. Bila masih ada yang namanya efek samping itu hanyalah pemahaman yang masih salah akan ajaran sang buddha itu sendiri.

8
Meditasi / Re: Penyimpangan pengertian meditasi, semedi, bertapa
« on: 06 February 2018, 09:02:29 AM »
Kenapa pengertian meditasi semakin menyimpang ?

meditasi / semedi / bertapa, dianggap sebagai latihan untuk mendapatkan ilmu gaib, kekuatan supranatural, mengadakan perjanjian dengan makhluk lain, menebus dosa, syarat / ritual ilmu hitam, berlatih jurus bela diri, dst

Apakah yang menyebabkan pemahaman yang kurang tepat tersebut... ?

Ini tergantung tujuan dan niat seseorang berlatih... Tidak ada penyimpangan dan tidak ada pemahaman kurang tepat semua itu bisa terjadi dan ada.

Tetapi kalau mau di kaitkan dengan ajaran sang buddha maka meditasi ini bukan yang di tuju.

9
Bro Alucard, mdtasi y saya lakukan  adalah meditasi dgn mnyadari napas
dan setelah itu merenungkan pancaskandha(sensasi perasaan dkk)

nimitta penting krn tanda2 kita sudah byk melepaskan rintangan batin /pancanivarana

dan mulai bisa melakukan pengamatan pancaskandha terutama mngenai perasaan, persepi krn stlh nimitta batin menjadi sangat sederhana jadi mulai bisa jelas mengamati apa saja yang  hadir/ada di mdtasi  dan setelah sikap batin yang meyadari bahwa pancaskandha itu mengecewakan maka batin mjd enggan n berpaling dan stlh itu rasanya sangat sejuk

ini singkat nya mdtasi y saya lakukan
pnglaman extra yg terceritakan di atas hnya bonus pemandangan tetapi saya akhrnya mengamati pancaskhandha jg...

Hanya sedikit saran setelah melihat nimita kembali lah ke objek meditasi,... Dan jangan lupa relax. Apapun yang terjadi itu semua masih di alam pikiran... Tidak ada bahtin yang mengetahui ini semua masih dipermainan pikiran. Kembali ke objek dan jangan lupa relax. Tujuan meditasi adalah mengembangkan sati ( kewaspadaan ) amati saja apa yang terjadi cukup tau, itu saja...

10
Kalau boleh tau meditasi apa yang anda lakukan? Kenapa nimita menjadi sangat penting?

11
Theravada / Re: Objek pelanggaran
« on: 31 January 2018, 02:02:33 AM »
Alo temen2,

Di Sutta kan ditulis jika seorang laki2 melakukan hubungan seks dengan wanita yang masih dalam perlindungan orang tua adalah melanggar sila. Nah, sekarang yang tidak dibahas di Sutta adalah bagaimana kalo laki2nya yang masih dalam perlindungan orang tua pergi berhubungan dengan wanita yang sudah tidak dalam perlindungan orang tua, saudara, dll., apakah si laki2 itu melanggar sila ke 3? Terima kasih sebelumnya.  _/\_

Laki laki nya umur berapa?

Kalau sudah ada ktp ( di Indonesia ) di katakan sudah dewasa,... Dan dapat menentukan jalan hidupnya. Biar pun praktek nya umur 21 adalah dapat di katakan dewasa...

Kenapa and tertarik dengan sila ke 3 ?

Sila bukan hal yang penting tapi juga bukan harus di langgar. Sila adalah hanya sarana latihan moralitas.

12
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 24 January 2018, 03:50:16 PM »
Berarti tdk melanggar sila kamesumicchacara asalkan syarat yg lain tdk dilanggar jg

Kalau org tua tidak setuju,... Gmana sedangkan batas usia mereka katakan usia 25 tahun. Apakah ini masih dalam dalam perlindungan orang tua?

13
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 24 January 2018, 07:21:47 AM »
Tentang hubungan seksual yang salah dikatakan dlm sutta sbb:

“Ia melakukan hubungan seksual yang salah. Ia melakukan hubungan seksual dengan perempuan-perempuan yang dilindungi oleh ibu mereka, oleh ayah mereka, oleh ibu dan ayah, saudara, saudari, atau kerabat mereka; yang dilindungi oleh Dhamma; yang memiliki suami; yang pelanggarannya menuntut adanya hukuman; atau bahkan dengan seorang yang telah bertunangan.
~ AN 10.176

Jadi, jika pasangan tsb sudah dewasa dan tdk dalam pengawasan orang tua dan keluarga mereka lagi, maka tidak melanggar sila krn tdk dlm perlindungan orang tua, saudara/i dan kerabat mereka lagi. Namun demikian, syarat hubungan seksual yg sah juga menyangkut norma hukum, yaitu tidak menyebabkan pelanggaran hukum yg mengakibatkan seseorang dihukum (secara adat maupun hukum negara). Maka jika hubungan tsb tidak sah secara adat setempat pun termasuk melanggar sila.

Bagaimana kalau pasang tersebut pindah ke negara yang mengesahkan hal hal macam ini contoh di amerika pasangan kumpul kebo boleh,...

14
Duduk meditasi jalan meditasi tidur meditasi

15
Theravada / Re: Besok hari Uposatha
« on: 08 January 2018, 02:34:17 PM »
Besok hari uposatha..
9 januari 2018.
Mari berlatih bersama. _/\_

Berlatih bersama dimana? ( Tempat)
Atau berlatih bersama dalam halnya  waktu saja ?
Apakah ada di sini yang melatih hari uposata dalam kebersamaan contoh one day mindfullnes

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 36