Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Sunya

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 57
1
makin lama, sy makin bingung dgn pola pikir anda yg (maaf) agak dangkal... ini pendapat pribadi sy loh ya...

Saya tidak perlu menggunakan komentar bersifat personal, untuk menguatkan argumen saya. Bagi saya semua anggota forum sederajat, tidak ada istilah dewa, belut, ataupun orang berpola pikir dangkal. Kecuali bila berforum sudah kehilangan etika, maka silakan teruskan pola berdiskusi seperti ini, saya (maaf) kurang bisa mengikuti.

Semoga dimengerti.

Salam.  _/\_

2
tulisan dewata indra
1. buktikan bahwa saya pernah menghubungkan konflik sosial dan kriminalitas dengan agama.

2. ayo, tunjukkkan bahwa anda adalah seorang manusia terhormat dan bukan belut melalui pertanggungjawaban atas tuduhan anda itu.

pertanyaan
1. bagian mana dari 2 item tulian dewata indra yg mengulas "menyebutkan Islam vs Buddhist?"

2. dimana letak fakta atas tuduhan anda ?

makin lama, sy makin bingung dgn pola pikir anda yg (maaf) agak dangkal... ini pendapat pribadi sy loh ya...

Saya tidak menulis bahwa yang Anda sebut dewa itu mengulas Islam vs Buddhist, justru Islam vs Buddhist adalah jawaban saya atas permintaan pembuktiannya bahwa ia menghubungkan konflik sosial dan kriminalitas dengan agama. Fakta ia pernah menulis Islam vs Buddhist, itu tidak dapat disanggah. Saya tidak menyatakan ada fakta atas tuduhan, karena saya tidak pernah menuduh, hanya menyajikan fakta. Demikian semoga jelas.

Salam.  _/\_

4
buktikan bahwa saya pernah menghubungkan konflik sosial dan kriminalitas dengan agama. ayo, tunjukkkan bahwa anda adalah seorang manusia terhormat dan bukan belut melalui pertanggungjawaban atas tuduhan anda itu.

Apa tulisan Anda di atas belum jelas, menyebutkan Islam vs Buddhist? Itu sudah fakta, bukan lagi tuduhan.

Semoga berbahagia.  _/\_

5
Saya tidak mengerti, adakah disini bro Indra menyebut nama anda ?

Pernahkah saya menyatakan bahwa beliau menyebut nama saya?  ???

6
wah jatahnya si belut provokateur diambil sama sis bluppy

Mungkin Anda yang provokator, karena selalu menghubungkan konflik sosial dan kriminalitas dengan agama. Komentar provokatif Anda dibawa dari satu topik ke topik lainnya, didukung oleh rekan setaraf pemahaman Anda tentang peristiwa sosial.

tumben ... bukan soal politik Islam vs Buddhist

ini kan cuma pengecoh aja, tuh di sebelah udah dibuat lagi thread Islam vs Buddhis... :))

Usia tidak berbanding lurus dengan kebijaksanaan.
Demikian status senior di sebuah forum tidak menjamin kedewasaan berpikir dan berkomentar.

Sadhu, sadhu, sadhu... semoga semua makhluk tercerahkan dan berbahagia.  _/\_

7

 Signature Tower digadang-gadang sebagai bangunan tertinggi kelima di dunia. Menjulang 638 meter dan berisi 111 lantai.

 Kuala Lumpur boleh punya Petronas Tower, sebagai pencakar langit tertinggi kelima di dunia saat ini. Tak mau kalah, Jakarta pun kelak bakal punya gedung yang menantang angkasa. Gedung ini bernama Signature Tower, menjulang 638 meter dan mencakup 111 lantai.
 
 Jika Signature Tower yang dikembangkan Grahamas Adisentosa ini terbangun, maka akan menempati posisi tertinggi kelima di dunia hingga 2020 mendatang. Posisi pertama ditempati Kingdom Tower yang menjulang hingga 1 kilometer, disusul kemudian berturut-turut oleh Burj Khalifa, Ping An Finance Center, dan Seoul Light DMC Tower.
 
 Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart and Associates Inc. (SRSSA) merancang gedung di CBD Sudirman ini dengan mengambil bentuk candi Borobudur sebagai inspirasi utama.
 
 Managing Director Pandega Desain Weharima sebagai mitra lokal SRSSA, Tiyok Prasetyoadi mengatakan, inspirasi candi Borobudur merupakan pemenuhan prinsip local approach sebagai filosofis dasar sebuah karya arsitektur. Bahwa kearifan lokal adalah akar budaya yang harus ada dan diterjemahkan dalam desain bangunan Signature Tower.
 
 "Itu bukan sekadar tempelan melainkan unsur utama yang mengikat unsur-unsur lainnya seperti teknologi, modernitas, dan manusia. Jadi, tampilan visual, lebih lagi eksistensi Signature Tower tidak sebatas merepresentasikan kemajuan teknologi, juga simbol budaya dan humanity," papar Tiyok kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (5/7/2013) usai presentasi Signature Tower dalam peta gedung pencakar langit di dunia.
 
 Dalam kompleks pengembangan Signature Tower nantinya akan berdiri dua menara utama. Selain Signature Tower, menara lainnya dirancang setinggi 50 meter. Menara kedua ini mencakup hotel dan perkantoran. Sementara Signature Tower berisi ruang ritel, perkantoran dan hotel.
 
 Untuk merealisasikan proyek multifungsi (mixed use project) ini Grahamas Adisentosa harus merogoh kocek senilai 2 miliar dollar AS (Rp 19,8 triliun).
 
 Menurut Tiyok, Signature Tower akan memulai konstruksi pada Agustus 2014. Saat ini masih dalam proses perijinan block plan yang memakan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan. Setelah itu, sidang arsitektur di Tim Penasihat Arsitektur Kota (TPAK) selama 3 bulan, dilanjutkan pematangan desain. Tiyok menargetkan konstruksi rampung 2017 atau paling lambat awal 2018.
 
 Executive Director Council on Tall Buildings and Urban Habitat, Antony Wood berpendapat secara teknis, demografis, dan politis, Signature Tower memiliki kemungkinan besar untuk dibangun. Dan Jakarta, potensial memiliki 1 hingga 3 supertall.
 
 "Namun, sebelum membangun supertall, Jakarta seharusnya konsentrasi pada masalah mendasar yang sangat krusial yakni perbaikan dan penambahan insfrastruktur. Mengembangkan transportasi publik yang terintegrasi jauh lebih penting ketimbang pencakar langit," tandas Antony.
 
 Jakarta sebagai salah satu metropolitan yang ingin diakui dunia, tertinggal 15 tahun dari Kuala Lumpur dan 10 tahun dari Bangkok dalam hal kemajuan transportasi publik. Jika kondisi infrastruktur seperti saat ini, lanjut Antony, kehadiran Signature Tower menjadi mubazir. Keindahan arsitektural gedung tidak bisa dinikmati secara visual oleh publik, karena mereka mengalami kesulitan untuk mendatangi tempat ini.

http://www.kaskus.co.id/post/51d6fc2a1acb17df3700000b#post51d6fc2a1acb17df3700000b
http://properti.kompas.com/index.php/read/2013/07/05/2309238/Signature.Tower.Simbol.Kebanggaan.Indonesia.

8
Rabu, 3 Juli 2013, 17:19

VIVAnews - Temuan ini terdengar aneh. Mustahil. Tapi bagi seorang ahli bedah syaraf, Sergio Canavero, hal ini bisa dilakukan dan akan sangat menentukan masa depan manusia. Temuan yang bikin heboh itu adalah soal transpalansi kepala manusia atau penyambungan kepala dan tubuh. Kepala si A, misalnya, bisa disambungkan dengan tubuh si B.
 
 Temuan ini sangat berguna terutama demi menolong mereka yang terkena penyakit lumpuh. Artinya memang harus ada donor. Menurut Sergio, hal ini sangat mungkin dilakukan di masa depan sebab secara teoritis bisa, sebagaimana dilansir Telegraph, 3 Juli 2013.
 
 Bagaimana caranya?
 
 Caranya hampir sama dengan apa yang dilakukan pada hewan. Untuk diketahui soal sambung menyambung kepala dan tubuh ini memang sudah pernah dilakukan pada hewan di tahun 1970. Saat itu salah seorang ahli bernama Robert White sukses menyambungkan kepala monyet jenis rhesus ke tubuh monyet rhesus lainnya.
 
 Tiga dekade kemudian, tepatnya tahun 2001, para ahli AS melakukan operasi serupa dan memang berhasil.
 
 Yang kurang berhasil adalah monyet hasil transplantasi Dr White itu. Semula setelah kepala disambung dengan tubuh, indra penciuman sang monyet sudah berfungsi, sudah mampu pula membuka mata, serta merasakan makanan. Sayangnya, karena Dr White tidak dapat menyambungkan spinal cord (saraf tulang belakang), sehingga akhirnya monyet itu lumpuh dan mati beberapa jam sesudah pembedahan.
 
 Lalu percobaan yang sama diteliti untuk manusia? Ya, agak ngeri-ngeri cerdas memang. Tapi sejumlah ahli meragukannya. Terutama karena susah menyambungkan saraf-saraf tulang belakang itu dengan syarat-syarat di kepala. Dan toh White sudah pernah gagal melakukannya.
 
 Tapi menurut Canevaro, kegagalan White itu semata karena teknologi pada tahun 1970 belumlah semaju sekarang. "Kemajuan teknologi untuk menghubungkan kembali sumsum tulang belakang sudah mungkin terjadi. Terobosan itu mampu menyembuhkan kelumpuhan yang diderita oleh manusia," katanya.
 
 Dia lalu menguraikan secara deteil perdebatan soal sumsum tulang belakang itu. Hambatan teknis dari usaha penyambungan itu adalah kesamaan sel tulang belakang antara pendonor dan penerima. Sama halnya seperti golongan darah.
 
 "Namun, dengan berkembangnya teknologi, isu itu akan bisa diatasi. Saya yakin, dengan didukung dokter-dokter ahli, operasi penyambungan dapat dilakukan dalam waktu 36 jam dengan biaya kurang lebih £8,5 juta (setara Rp128 miliar)," ujar Canavero optimistis.
 
 "Ini bukan fiksi ilmiah, tapi bisa dilakukan pada hari ini. Operasi penyambungan ini mampu memberikan kehidupan baru bagi manusia. Kendala terbesar adalah masalah dana," tambahnya.
 
Prosedur transplantasi
 
 Canevaro menambahkan bahwa prosedur transplantasi sama dengan yang dilakukan pada hewan. Menidurkan kedua belah pihak yang akan menjalani transplantasi.
 
 Kemudian kepala yang akan ditransplantasi didinginkan antara 12- 15 derajat Celcius. Selanjutnya, ahli bedah punya waktu satu jam untuk memindahkan kedua kepala dan menyambungkan kembali transplantasi kepala ke sistem peredaran dari tubuh donor.
 
 Soal batasan waktu satu jam itu mempertimbangkan waktu terlama otak dapat bertahan hidup tanpa aliran oksigen dan darah.
 
 Dalam paper-nya, ia mengusulkan pemotongan spinal cord dengan pisau bedah tajam, kemudian secara mekanik menyambungkan spinal cord dari salah satu tubuh ke tubuh yang lain.
 
 "Pemotongan tuntas jadi kunci untuk penyatuan spinal cord. Oleh karena itu, memungkinkan jalur transmisi utama sistem saraf yang membantu membuat saraf (akson) terdekat menyatu dengan akson lainnya," jelasnya.
 
 Penyatuan itu memanfaatkan fusogen atau sealant, yang memperbaiki kerusakan membran sel akibat cedera secara mekanik.
 
 Sementara kepala disambungkan, tubuh donor harus didinginkan dan diletakkan pada posisi cardiac arrest—perawatan hilangnya fungsi jantung. Kemudian jantung tubuh donor dapat dihidupkan kembali setelah kepala disambungkan.
 
 Kendati uji coba penyambungan kepala ke tubuh tulang belakang belum dicoba, ia tetap yakin. Canavero mengandalkan keberhasilan pada penelitian sebelumnya, yang mana ilmuwan telah menghubungkan kembali spinal cord tikus dan anjing.
 
Dianggap aneh
 
 Namun, klaim dari Canavero langsung ditolak oleh Profesor Anthony Warrens dari British Transplantation Society. Dia mengatakan, menghubungkan kepala dan tubuh manusia tidak ada gunanya. Dia menganggap ini konsep yang benar-benar aneh.
 
 Profesor Anthony tidak sendirian. Dr Calum Mackellar dari Scottish Council on Human Bioethics pun mengatakan konsep yang ditawarkan Canavero tidak masuk di akal.
 
 "Tindakan menyambungkan kepala dan tubuh manusia adalah seperti adegan pada film horor," tuturnya.

http://www.kaskus.co.id/thread/51d411b21e0bc38f4a000001/peneliti-operasi-sambung-kepala-manusia-bisa-dilakukan
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/425812-peneliti--operasi-sambung-kepala-manusia-bisa-dilakukan
 

9
Kalau peristiwanya dibalik, ada orang budis gila ngerusak masjid; kira2 vihara se-Aceh hancur dan dibakar ga?   Dan terjadi genoside orang2 tionghoa?  ::) :-?

Fenomena mayoritas dan minoritas itu potensial terjadi dimana saja, tidak ada hubungannya dengan agama atau kelompok apapun.

10
Selasa, 2 Juli 2013 | 15:15 WIB


Vihara di Banda Aceh yang diobrak-abrik seorang pemuda, Selasa (2/7/2013). | Kompas.com/ Raja Umar

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Seorang pemuda asal Desa Ujung Dua Belas, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, mengamuk dan merusak fasilitas Vihara Dharma Bakti di Peunayong, Banda Aceh, Selasa (2/7/2013). Akibatnya, sejumlah fasilitas rumah ibadah umat Buddha itu hancur.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Kompas.com di lokasi kejadian, pemuda yang diduga mengalami gangguan jiwa itu bernama Wahyudi (36), warga Aceh Besar. Pada Senin sekitar pukul 09.30 WIB, dia mendatangi Vihara Dharma Bhakti di Jalan Pangli Polem, kawasan Peunayong, Banda Aceh. Tiba-tiba Wahyudi mengamuk dan memecahkan kaca serta sejumlah patung Buddha dengan membabi buta.

“Pemuda itu tiba-tiba masuk ke wihara, dia langsung mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas tempat ibadah kami. Pelaku tidak berbicara apa-apa kepada kami yang sedang duduk," jelas Hasan, salah satu pengurus wihara kepada wartawan.

"Pertama dia sudah kami keluarkan sekali dari wihara, tetapi saat dia masuk yang kedua kali, pelaku langsung memecahkan kaca dan sejumlah patung secara membabi buta," lanjut Hasan.

Hasan menambahkan, belum diketahui penyebab pemuda tersebut mengamuk dan merusak fasilitas di rumah ibadah Vihara Dharma Bakti tersebut. Setelah kejadian, pemuda tersebut langsung diamankan oleh petugas Satpol PP Kota Banda Aceh dan dilarikan ke IGD Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan.

“Pelaku sudah dibawa oleh Satpol PP ke rumah sakit karena dia mengalami luka parah di bagian kaki karena terkena pecehan kaca," katanya.

Sementara itu, Fatimah, ibu kandung Wahyudi, mengatakan, putranya memang mengalami gangguan jiwa. Dia pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh selama enam bulan pada beberapa tahun lalu.

“Dulu dia sudah bisa pulang ke rumah karena menurut pihak rumah sakit jiwa dia sudah sembuh. Selama ini Wahyudi hanya menjalani rawat jalan dan berobat alternatif di kampung,” ungkapnya.

Sehari-hari Wahyudi menghabiskan waktunya di Masjid Desa Ujung Dua Belas sebagai muazin.

“Anak saya baru tadi malam tidak pulang ke rumah, dan kami sudah mencarinya ke mana-mana. Tiba-tiba tadi pagi saya mendapat kabar bahwa anak saya sudah dirawat di UGD karena terluka akibat merusak wihara," jelas Fatimah.

http://regional.kompas.com/read/2013/07/02/1515355/Seorang.Pemuda.di.Aceh.Obrak-abrik.Vihara

11
Liputan6.com, New Zealand : Mahasiswi kedokteran hewan Zoe Feigen selama 24 tahun tak tak pernah ciuman dan merasakan jantung yang berdebar-debar ketika melihat pria seksi. Ternyata, itu semua karena Zoe mengalami aseksual.
 
 Ia menyadari ada yang berbeda dengan dirinya ketika berusia 15 tahun. Di saat teman-teman sekelasnya tertarik dengan bintang film kesukaannya, ia tak memiliki minat yang sama.
 
 "Berusaha menyambung ketika orang berbicara tentang begitu seksinya Orlando Bloom atau OC," kata Zoe seperti dikutip dari Stuff, Selasa (2/7/2013).
 
 Pada saat yang sama, ia melihat di internet ada pranko bertuliskan `I support asexuality`. Tiba-tiba saja, Zoe merasa kemungkinan ia mengalaminya.
 
 Heteroseksual dikenal dengan ketertarikan secara seksual dengan lawan jenisnya, sementara homoseksual tertariknya dengan sesama jenis kelamin, dan biseksual tertarik kepada keduanya.
 
 Berbeda dengan aseksual yang tak tertarik secara seksual kepada laki-laki atau anak perempuan. Minat orang aseksual dengan aktivitas seksual biasanya rendah atau tidak ada, meski beberapa bisa berhubungan seksual untuk menyenangkan pasangannya atau memiliki anak.
 
 Zoe memang belum pernah berhubungan seks atau mencium siapapun, tapi ia tak menutup kemungkinan untuk melakukan hubungan seks dengan pasangannya jika itu penting untuk keduanya.
 
 "Saya tak menolaknya, tapi saya tak benar-benar memiliki hasrat apapun," ujarnya.
 
 Demi membuktikan minatnya dengan seks, Zoe sampai berkali-kali melakukan masturbasi. Ia berpikir bisa mengalami orgasme.
 
 "Sejauh yang saya tahu, tak ada yang salah dengan mekanismenya, saya hanya tak bisa merasakan nafsu atau dorongan seksual," katanya menjelaskan.
 
 Saat ibu Zoe mengetahui kondisinya yang aseksual, sang ibu terlihat marah, takut dan mencoba memberitahukan Zoe kalau usianya masih muda untuk membicarakannya.
 
 "Tapi itu benar-benar mengganggu saya, karena orang selalu mengatakan kepada saya `Oh, kamu begitu sadar diri, kamu benar-benar memahami diri sendiri dan orang lain, kau seperti orang dewasa".
 
 Zoe menilai, sebenarnya sang ibu hanya tak ingin dirinya sendirian. Selama ini orang berpikir aseksual tak akan memiliki hubungan yang pasti.
 
 Zoe mengatakan, ia juga tidak pernah ingin memiliki anak. Ia berpikir keengganannya memiliki bayi mungkin ada hubungannya dengan aseksualitas.
 
 Meski ia aseksual, Zoe mengaku mendapat dukungan dari teman-temannya dan dua saudaranya yang heteroseksual. Ia menghabiskan banyak waktunya dengan ngeblog dan nongkrong di sebuah forum internet untuk orang aseksual.
 
 Dalam kehidupan asmaranya, Zoe dikecewakan sebanyak empat kali. Dua dari perempuan dan dua lagi dari genderqueer, yakni orang yang tak mengidentifikasi dirinya sebagia pria atau wanita. Dan Zoe menggambarkan dirinya juga seperti itu.
 
 Zoe saat ini naksir dengan seorang gendequeer yang ia temui di forum beberapa tahun yang lalu.
 
 "Orang memiliki hubungan seksual tanpa cinta, tak ada yang mengatakan orang bisa memiliki hubungan yang romantis tanpa seks".

http://www.kaskus.co.id/thread/51d34f7c8027cf7144000011/tak-punya-nafsu-dan-dorongan-seks-si-gadis-ternyata-aseksual
 

12
Rabu, 26 Juni 2013 17:38 WIB

NAYPYIDAW, tribunkaltim.co.id - Pemerintah Myanmar, Selasa (25/6/2013) malam, melarang peredaran majalah TIME edisi terbaru yang menyoroti kekerasan sektarian di negeri itu untuk "menghindari konflik baru".
Larangan untuk majalah TIME, yang memuat foto seorang biksu radikal yang diduga ikut memicu aksi anti-Muslim itu muncul meski Myanmar belakangan mulai melonggarkan sensor terhadap media massa.
Juru bicara Pemerintah Myanmar, Ye Htut, mengumumkan pelarangan ini lewat akun Facebook-nya.
"Artikel majalah TIME terbitan 1 Juli berjudul 'The Face of Buddhist Terror' dilarang dijual, diedarkan, atau diperbanyak demi mencegah konflik rasial dan agama lebih jauh," demikian Ye Htut lewat akun Facebook-nya.
Sejauh ini belum diketahui bagaimana Pemerintah Myanmar akan melakukan sensor terhadap sampul dan isi majalah yang juga diterbitkan secara online.
Sebelumnya, para pengguna media jejaring sosial di Myanmar menyuarakan kemarahan akibat pemuatan foto biksu Wirathu asal kota Mandalay, yang beberapa pernyataan anti-Muslimnya membuat konflik sektarian di Myanmar semakin rumit.
Istana Kepresidenan Myanmar pada Minggu (23/6/2013) menilai artikel terbaru majalah itu menciptakan "pemahaman yang salah terhadap agama Buddha".
Selain itu, Pemerintah Myanmar menilai artikel TIME tersebut dianggap memengaruhi upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi pascadua kerusuhan sektarian besar yang mengakibatkan puluhan warga —terutama warga Muslim— tewas dan ribuan orang harus kehilangan tempat tinggal.


http://kaltim.tribunnews.com/2013/06/26/pemerintah-myanmar-larang-peredaran-majalah-time-terbaru



13
menurut saya, bhikkhu dengan pemikiran seperti wirathu ini memang pantas dikecam dan itu sudah cukup dilakukan di satu thread. saya sarankan thread ini digabungkan saja dengan thread yang sama.

Saya tidak masalah dengan penggabungan ke topik yang bertema sama atau sejenis.

Dapat kita lihat, di topik ini setidaknya, tidak ada kecaman yang muncul, malah pembenaran lewat berita-berita yang dikatakan 'untuk mengimbangi'. :)

Memang, subyektivitas beragama tidak bisa dipungkiri, termasuk ajaran Buddha yang seharusnya netral (mengecam yang seharusnya dikecam, membenarkan yang seharusnya dibenarkan).

Salam netralitas dan obyektivitas. Semoga berbahagia.  _/\_

14
Jika anda tahu bahwa persepsi adalah urusan masung-masing pribadi lalu saat anda menulis:

Tahukah, sadarkah anda sedang bermain dengan persepsi anda sendiri? benci-tidak benci, musuh-teman, berita netral-tidak netral, aturan forum-bukan aturan forum juga persepsi anda? Anda mengatakan "aturan forum" karena persepsi anda mengatakan demikian. Silahkan direnungkan.

Sdr. Kelana, Anda kurang bisa membedakan antara kenyataan dan persepsi. Jika Anda berpakaian warna merah dan Anda berpersepsi bahwa Anda berpakaian warna biru, apakah akan mengubah realita (kenyataan)?

Sama halnya, tidak perlu saya berpersepsi untuk mengatakan ini aturan forum, ini benci atau tidak, selama ada indikasi kuat, data dan fakta pendukung yang bisa diindera (dibuktikan) masing-masing individu. Mau dipersepsi seperti apa, kata mengobarkan amarah, provokator, pemberian reputasi minus, dll sudah menjadi fakta (walau yang menuliskan dan memberikan reputasi, tentu menyanggah dikatakan membenci ataupun tidak senang). Indikator ini bukan hanya dilihat dari topik ini, tapi jauh sejak saya bergabung dan berpartisipasi di topik-topik lain.

Bedakan persepsi dan kenyataan, ketidakmampuan seseorang membedakannya, dapat dikatakan (maaf) tidak waras.

Salam.  _/\_

15
Berarti anda juga menggunakan persepsi anda pribadi, entah persepsi yang mana sehingga anda menempatkannya di subforum ini.
Dan tidak menutup kemungkinan bagi persepsi orang lain artikel ini masuk dalam humor atau kafe jongkok. ;D

Sudah saya sebutkan, Anda bebas berpersepsi pribadi. Aturan forum tetaplah aturan, persepsi adalah urusan masing-masing pribadi. Salam.  _/\_

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 57