Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Lex Chan

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 225
1
Diskusi Umum / Re: Anak Indigo Indonesia
« on: 30 November 2018, 10:42:23 AM »
Gak semua ramalan Indihome itu tepat... 😗

yowis jelas...  ;D
kalo selalu tepat, doi pasti uda jadi crazy rich...

misalnya yang gampang aja deh: ramalin no lotere yang menang.
menang sekali uda dapet ratusan juta rupiah.
terus langsung "all in" buat yang kedua, dari ratusan rupiah berubah jadi milyaran bahkan triliunan...  :P

2
Diskusi Umum / Re: Anak Indigo Indonesia
« on: 26 November 2018, 09:26:33 AM »
Kalo dia bisa melihat masa depan, kenapa dia gak memperingatkan org2 akan terjadi gempa di Palu?

karena doi gak tau kapan dan di mana...?  :-? :-?

3
Keluarga & Teman / Re: minta saran
« on: 26 November 2018, 09:25:47 AM »
Barangkali butuh Gabbar..
https://en.wikipedia.org/wiki/Gabbar_Is_Back

Sayangnya doi cuma tokoh fiksi.


4
Perkenalan / Re: Mempelajari Buddha
« on: 14 September 2018, 08:58:50 AM »
tidak perlu pindah keyakinan...

ibaratnya semua orang boleh belajar matematika/musik tanpa harus jadi matematikawan/musisi.
begitu pula semua orang boleh belajar buddhisme tanpa harus jadi buddhis.

5
Pepatah yg tidak menjawab persoalan utama😂 too dissapointed bila semuanya dijawab seperti itu saja. Buat apa dibabarkan kalau emg selalu dijawab begitu🤔

Karena di luar jawaban acinteyya, semuanya cuma spekulasi.

Proses karma begitu rumit. Jangankan bagaimana menentukan seseorang terlahir dengan jenis kelamin apa. Yang gampang2 aja deh, kalau ada yg bisa menjelaskan dengan presisi kenapa seseorang bisa batuk pilek, itu luar biasa banget. Apakah karena kecapekan? Apakah karena makanan atau minuman tertentu? Apakah karena kurang tidur? Apakah karena ditulari oleh orang lain? Apakah karena virus atau bakteri tertentu? Ataukah karena kombinasi dua faktor? Ataukah karena kombinasi tiga faktor?  ^:)^

6
Theravada / Re: Penyakit yg diturunkan
« on: 09 May 2018, 12:54:39 PM »
maaf, saya menyanggah bahwa contoh2 yang disebutkan: diabetes, kanker, gangguan kecemasan termasuk dalam penyakit keturunan.
saya tidak perlu paparkan penjelasannya, silakan google. segala macam informasi yang berkaitan dengan penyakit2 itu bisa ditemukan di internet.

yang menarik bagi saya adalah penyakit yg bisa ditularkan ke anak, misalnya HIV.
nah, kalau misalnya seseorang mengidap HIV dan dia tahu bahwa dia mengidap HIV, kemudian menularkan kepada pasangan dan keturunan.
mungkin ini yang jadi pertanyaan. bukankah begitu?

7
Theravada / Re: Vegetarian atau tidak
« on: 30 November 2017, 05:39:34 PM »
Kalau saya rasa masih ada campuran aliran Tao isme nya.
Sebenarnya kalau ikut ajaran buddhist seluruhnya maka tidak ada yg jual daging cuma karena tidak semua nya maka masih ada yg makan daging ( org non buddhist masih jual daging).
Sang buddha tidak larang dan bersikap netral dalam hal ini karena bila saja sang buddha condong kesatu sisi maka bisa menjadi berat sebelah seperti hal nya devadata yang menyarankan vegetarian. Karena bagi sang buddha makan hanya untuk melepas rasa lapar dan mendapatkan nutrisi tubuh. Bila saja sang buddha lebih condong ke vegetarian maka bisa saja para umat yang mengikuti ajaran sang buddha akan timbul rasa sombong dan benci mungkin kepada yang tidak vegetarian dan akhirnya misi dan visi ajaran sang buddha tidak bisa terealisasi dengan baik.
Kita harus ingat menyuruh org berhenti makan daging dan pindah ke vegetarian tanpa kemauan nya sendiri. Maka ini sama seperti kita suruh org yang berbeda agama untuk pindah secara paksa ke agama kita.
Sebab menjadi vegetarian atau tidak itu adalah pilihan hidup. Hanya org sakit yang baru sadar makan vegetarian menjadi lebih baik dan dia mendapatkan manfaat sehatnya. Sama dengan org pindah agama hanya org yang sakit ( bahtinnya ) yang mau pindah ke agama lain dan percaya, pada saat dia merasakan manfaat nya.


oke...

Apakah mahayanis bervegetarian karena sekedar mengikuti proposal Devadata, ataukah punya alasan yang berbeda?

Maap, saya kurang paham ajaran mahayana. Jadi ini beneran murni nanya.

8
Theravada / Re: Vegetarian atau tidak
« on: 30 November 2017, 01:23:27 PM »
barangkali perlu dipelajari kenapa mahayanis bervegetarian?

9
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 25 November 2017, 08:00:43 AM »
yg pertama reply GRP nya double donk.. ;D

Udah diwakilkan…

Barusan dapet grp dari gue… hehehe

10
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 24 November 2017, 10:25:11 PM »
welkam bek om kumis...  ;D

ikutan minta grp ah...   ^-^

11
Theravada / Re: Penghidupan benar
« on: 22 November 2017, 01:35:58 PM »
Mungkin dari bahasa inggris lebih membantu.  _/\_

Of those, right view is the forerunner. And how is right view the forerunner? One discerns wrong livelihood as wrong livelihood, and right livelihood as right livelihood. This is one's right view. And what is wrong livelihood? Scheming, persuading, hinting, belittling, & pursuing gain with gain. This is wrong livelihood.

Referensi: https://www.accesstoinsight.org/tipitaka/mn/mn.117.than.html

12
Pengalaman Pribadi / Re: Dukkha “Bukan” Penderitaan
« on: 21 November 2017, 11:26:51 AM »
daripada panjang, lebih baik "dukkha" diterjemahkan jadi "duka"... :whistle:

13
Sebenernya ada perbedaan budaya juga sih..

Kalo orang barat, cenderung lebih suka tinggal di rumah jompo pada saat tua
Kalo orang timur, cenderung lebih suka tinggal bersama keluarga pada saat tua

Jangan ambil keputusan sepihak.
Ada baiknya diskusi dulu dgn orangtua sebelum mengambil keputusan.

Kalaupun hasil diskusi adalah memilih rumah jompo, ada baiknya survei dulu langsung ke lokasi bersama orangtua.

------------------------------

Berikut ini dijelaskan positif dan negatifnya menitipkan orangtua di panti jompo:

Positif

1. Ada yang merawat

Salah satu alasan menitipkan orangtua di panti jompo adalah gak ada waktu untuk merawatnya. Saat orangtua dirawat di panti jompo, kelangsungan hidup mereka justru lebih terjamin.

menitipkan orangtua di panti jompo
Di panti jompo, jangan khawatir masalah perawatan. Perawatanya banyak (usia lanjut/micmrc)
Daripada di rumah mereka lebih sering terabaikan, mending dibawa ke panti wreda. Di sana, ada petugas yang memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi.

2. Ada teman

Kakek-nenek juga butuh sosialisasi. Di panti jompo, banyak teman sebaya yang bisa diajak ngobrol.

Kalau di rumah, mungkin teman mereka hanya televisi atau radio. Pasti bosen dong. Sosialisasi bisa membuat orang lebih bahagia lho.

3. Ada aktivitas atau kegiatan

Selain bersosialisasi, para orangtua bisa beraktivitas secara rutin di sini. Salah satunya adalah olahraga.

Para kakek dan nenek pun bisa terhindari dari kebosanan. Plus bisa lebih sehat karena dapat berolahraga secara rutin.

4. Fasilitas lebih lengkap untuk kebutuhannya

Panti jompo juga memberikan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan para opa dan oma. Di antaranya pengobatan.

Ketika di rumah tanpa perawatan intensif, mereka berisiko tak mendapat pengobatan yang diperlukan. Lain halnya dengan di panti jompo, yang punya catatan khusus tentang penghuninya dan apa saja yang dibutuhkan sehari-hari.

Negatif

1. Gak bisa ketemu tiap hari

Menitipkan mereka ke panti wreda berarti kita gak bisa menjumpai mereka tiap hari. Kunjungan hanya bisa dilakukan sesuai dengan jadwal, biasanya weekend.

Jadi, gak bisa sering-sering memantau langsung mereka. Meski begitu, kita bisa meminta laporan dari petugas panti jompo yang memberi perawatan.

2. Gak dikelilingi keluarga

Meski dikelilingi teman sebaya, para kakek dan nenek gak bisa menjumpai anak-cucu tiap hari. Keluarga jadi lebih jauh.

Itulah kenapa jadwal kunjungan mesti dimanfaatkan betul. Jangan sampai melewatkan waktu bertemu yang terbatas itu.

3. Ada biaya yang dikeluarkan

Panti jompo gratis ada, tapi sangat terbatas. Itu pun hanya untuk warga miskin, yang betul-betul berhak.

Sumber: https://blog.duitpintar.com/jangan-nyinyir-dulu-menitipkan-orangtua-panti-jompo-ada-positif-dan-negatifnya/

14
Theravada / Re: Apakah masturbasi sama dengan membunuh?
« on: 15 November 2017, 12:27:19 PM »
Tapi kan mimpi basah atau menstruasi bukan perbuatan sengaja seperti masturbasi.

good point! memang kesengajaan adalah faktor penting dalam melatih awareness.
sila adalah salah satu latihan awareness juga..

di sini rasanya kita sepakat bahwa masturbasi bukan pembunuhan.
(kalau ada yang tidak sepakat, silakan berikan argumen)

yang perlu dibedakan adalah antara sila umat awam dan sila petapa.
masturbasi tidak diatur untuk perumah tangga, tetapi diatur untuk petapa.

15
Buddha Gotama adalah Buddha yang paling bahagia karena cuman hidup 80 tahun karena Buddha yang lain harus mengajar selama puluhan ribu tahun. Mengajar Dhamma bukan hal yang mudah loh, bahkan Sang Buddha mungkin saja sehari bisa puluhan kali mengulang Empat Kesunyatan Mulia. Namun, perlu diketahui bahwa para Tathagata adalah sama, sama-sama tercerahkan sempurna.

"Terpujilah para Tathagata yang tercerahkan sempurna,
Terpujilah Buddha Gotama yang dipuja-puja,
Di masa sekarang oleh para deva dan manusia,
Yang telah kembali membuka pintu Nibbana,

"Terpujilah Dhamma, terpujilah Sangha,
Terpujilah para Arahanta yang bebas dari noda-noda,
Terpujilah para bhikkhu yang mulia,
Yang memuja-muja Sang Tathagata, Buddha Gotama."

Waduh... memangnya mengajar selama puluhan ribu tahun membuat Buddha2 lainnya tidak bahagia?
atau setidaknya, Buddha2 lainnya tidak sebahagia Buddha Gotama?  ^-^ ^-^

Kalau kebahagiaan Buddha diukur dari panjang-pendeknya waktu mengajar,
apakah berarti Buddha yang tidak mengajar (Pacceka-Buddha) lebih bahagia daripada Buddha yang mengajar (Sammasam-Buddha)?  :-? :-?

Gimana kalo pola pikirnya dibalik?
Semakin panjang umur Buddha, semakin bahagia lah dia karena semakin banyak kesempatan mengajar dan ajaran-Nya dapat membebaskan makhluk lebih banyak lagi? ;D ;D

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 225