Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Lex Chan

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 225
1
barangkali bisa menceritakan kisah Kisa Gotami kepada bapak X.
https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/yang-ariya-kisa-gotami-theri-2/

Semoga setelah membaca ceritanya, beliau bisa memaklumi bahwa kematian adalah hal yang wajar dan dapat melepaskan kepergian anaknya

2
Tolong ! / Re: Istri menolak "Ajakan" suami, karma buruk?
« on: 06 November 2019, 04:56:03 PM »
Ummm, setau ane, makan yg ijo2 justru berefek sebaliknya:
https://www.livekindly.co/registered-dietitian-confirms-vegans-higher-sex-drive/

Meragukan banget deh...

Alasannya:

1. Artikel di internet itu bisa sembarangan tulis. Bisa jadi ini konspirasi vegan buat dongkrak popularitas.
Kalau ada jurnal ilmiah yang bilang begitu, baru deh boleh dijadikan rujukan. ^-^

2. Menurut pengalaman pribadi saya sendiri yang pernah jadi vegetarian selama 2 minggu, libido emang menurun.

3
Tolong ! / Re: Istri menolak "Ajakan" suami, karma buruk?
« on: 05 November 2019, 08:31:49 AM »
Kayaknya sih masalah metode pendekatannya aja...
Metode itu barangkali cuma berhasil untuk istri saya. Kalau istri orang lain mungkin perlu metode yang lain lagi.

Anyway, apapun resolusinya yang penting kedua belah pihak bisa menerima, itu saja sih...  ;D

4
Tolong ! / Re: Istri menolak "Ajakan" suami, karma buruk?
« on: 04 November 2019, 12:01:38 PM »
Pernikahan yang baik dan awet adalah ketika kedua belah pihak saling memahami.

Saya bisa saja memberikan saran yang "umum", tapi kok kayaknya kurang sreg... hehehe.

Mungkin ada baiknya kalau saya sharing pengalaman saya. Saya pernah mengalami keadaan yang mirip. Setelah istri saya melahirkan anak kami, dia juga selalu menolak. Jadinya, kami tidak tidak berhubungan intim selama sekitar 4 tahun, yaitu 1 tahun sejak istri hamil sampai anak kami berumur 3 tahun.

Sebagai catatan: istri saya vegetarian. Barangkali ada hubungannya juga, karena konon katanya libido seorang vegetarian lebih rendah daripada non-vegetarian.

Yang jelas, saya juga tidak mau "jajan" di luar karena saya berkomitmen dengan pernikahan saya. Apalagi kita tidak mau ambil risiko dengan kesehatan saya. Jadi, selama 4 tahun itu, saya yah masturbasi saja kalau lagi "BT (birahi tinggi)", tapi kok lama2 terasa hampa. Rasanya kayak balik lagi jadi jomblo... hihihi..

Menurut saya masturbasi bukan solusi yang baik untuk jangka panjang bagi orang yang sudah menikah, karena intinya menikah adalah menjadikan pasangan sebagai partner dalam hidup. Susah atau senang ya perlu dihadapi bersama.

Kebetulan saya menemukan TED talk di Youtube ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Ep2MAx95m20

Jadi, saya suruh istri saya menonton TED talk itu lalu curhat uneg2 saya. Lalu saya bertanya:
Saya harap kamu mengerti perasaan saya. Pernikahan yang sehat adalah kedua belah pihak harus "win-win". Kalau seandainya kita "ehem" satu kali saja dalam sebulan, bagaimana? Kamu boleh pilih satu hari yang kamu mau dalam bulan ini.

Istri saya pun setuju. Dan akhirnya kami "ehem" pada waktu yang telah disepakati bersama. Setelah selesai, saya bilang terima kasih karena telah mau memahami kebutuhan saya. Nanti bulan depan lagi ya... ;D

Kembali ke pertanyaan awal, apakah menolah "ajakan" itu adalah karma buruk atau tidak, tidak ada yang tahu... :-?
Karena karma itu acinteyya.. Semoga curhat ini bermanfaat :P

5
Diskusi Umum / Re: Anak Indigo Indonesia
« on: 30 November 2018, 10:42:23 AM »
Gak semua ramalan Indihome itu tepat... 😗

yowis jelas...  ;D
kalo selalu tepat, doi pasti uda jadi crazy rich...

misalnya yang gampang aja deh: ramalin no lotere yang menang.
menang sekali uda dapet ratusan juta rupiah.
terus langsung "all in" buat yang kedua, dari ratusan rupiah berubah jadi milyaran bahkan triliunan...  :P

6
Diskusi Umum / Re: Anak Indigo Indonesia
« on: 26 November 2018, 09:26:33 AM »
Kalo dia bisa melihat masa depan, kenapa dia gak memperingatkan org2 akan terjadi gempa di Palu?

karena doi gak tau kapan dan di mana...?  :-? :-?

7
Keluarga & Teman / Re: minta saran
« on: 26 November 2018, 09:25:47 AM »
Barangkali butuh Gabbar..
https://en.wikipedia.org/wiki/Gabbar_Is_Back

Sayangnya doi cuma tokoh fiksi.


8
Perkenalan / Re: Mempelajari Buddha
« on: 14 September 2018, 08:58:50 AM »
tidak perlu pindah keyakinan...

ibaratnya semua orang boleh belajar matematika/musik tanpa harus jadi matematikawan/musisi.
begitu pula semua orang boleh belajar buddhisme tanpa harus jadi buddhis.

9
Pepatah yg tidak menjawab persoalan utama😂 too dissapointed bila semuanya dijawab seperti itu saja. Buat apa dibabarkan kalau emg selalu dijawab begitu🤔

Karena di luar jawaban acinteyya, semuanya cuma spekulasi.

Proses karma begitu rumit. Jangankan bagaimana menentukan seseorang terlahir dengan jenis kelamin apa. Yang gampang2 aja deh, kalau ada yg bisa menjelaskan dengan presisi kenapa seseorang bisa batuk pilek, itu luar biasa banget. Apakah karena kecapekan? Apakah karena makanan atau minuman tertentu? Apakah karena kurang tidur? Apakah karena ditulari oleh orang lain? Apakah karena virus atau bakteri tertentu? Ataukah karena kombinasi dua faktor? Ataukah karena kombinasi tiga faktor?  ^:)^

10
Theravada / Re: Penyakit yg diturunkan
« on: 09 May 2018, 12:54:39 PM »
maaf, saya menyanggah bahwa contoh2 yang disebutkan: diabetes, kanker, gangguan kecemasan termasuk dalam penyakit keturunan.
saya tidak perlu paparkan penjelasannya, silakan google. segala macam informasi yang berkaitan dengan penyakit2 itu bisa ditemukan di internet.

yang menarik bagi saya adalah penyakit yg bisa ditularkan ke anak, misalnya HIV.
nah, kalau misalnya seseorang mengidap HIV dan dia tahu bahwa dia mengidap HIV, kemudian menularkan kepada pasangan dan keturunan.
mungkin ini yang jadi pertanyaan. bukankah begitu?

11
Theravada / Re: Vegetarian atau tidak
« on: 30 November 2017, 05:39:34 PM »
Kalau saya rasa masih ada campuran aliran Tao isme nya.
Sebenarnya kalau ikut ajaran buddhist seluruhnya maka tidak ada yg jual daging cuma karena tidak semua nya maka masih ada yg makan daging ( org non buddhist masih jual daging).
Sang buddha tidak larang dan bersikap netral dalam hal ini karena bila saja sang buddha condong kesatu sisi maka bisa menjadi berat sebelah seperti hal nya devadata yang menyarankan vegetarian. Karena bagi sang buddha makan hanya untuk melepas rasa lapar dan mendapatkan nutrisi tubuh. Bila saja sang buddha lebih condong ke vegetarian maka bisa saja para umat yang mengikuti ajaran sang buddha akan timbul rasa sombong dan benci mungkin kepada yang tidak vegetarian dan akhirnya misi dan visi ajaran sang buddha tidak bisa terealisasi dengan baik.
Kita harus ingat menyuruh org berhenti makan daging dan pindah ke vegetarian tanpa kemauan nya sendiri. Maka ini sama seperti kita suruh org yang berbeda agama untuk pindah secara paksa ke agama kita.
Sebab menjadi vegetarian atau tidak itu adalah pilihan hidup. Hanya org sakit yang baru sadar makan vegetarian menjadi lebih baik dan dia mendapatkan manfaat sehatnya. Sama dengan org pindah agama hanya org yang sakit ( bahtinnya ) yang mau pindah ke agama lain dan percaya, pada saat dia merasakan manfaat nya.


oke...

Apakah mahayanis bervegetarian karena sekedar mengikuti proposal Devadata, ataukah punya alasan yang berbeda?

Maap, saya kurang paham ajaran mahayana. Jadi ini beneran murni nanya.

12
Theravada / Re: Vegetarian atau tidak
« on: 30 November 2017, 01:23:27 PM »
barangkali perlu dipelajari kenapa mahayanis bervegetarian?

13
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 25 November 2017, 08:00:43 AM »
yg pertama reply GRP nya double donk.. ;D

Udah diwakilkan…

Barusan dapet grp dari gue… hehehe

14
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 24 November 2017, 10:25:11 PM »
welkam bek om kumis...  ;D

ikutan minta grp ah...   ^-^

15
Theravada / Re: Penghidupan benar
« on: 22 November 2017, 01:35:58 PM »
Mungkin dari bahasa inggris lebih membantu.  _/\_

Of those, right view is the forerunner. And how is right view the forerunner? One discerns wrong livelihood as wrong livelihood, and right livelihood as right livelihood. This is one's right view. And what is wrong livelihood? Scheming, persuading, hinting, belittling, & pursuing gain with gain. This is wrong livelihood.

Referensi: https://www.accesstoinsight.org/tipitaka/mn/mn.117.than.html

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 225