//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Sumedho

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 800
1
Vegetarian / Re: LactoFermentation
« on: 25 May 2020, 09:34:54 PM »
interesting. verse simple dari bikin kimchi

2
DhammaCitta Press / Pelaporan Dana Pencetakan Therigatha
« on: 07 April 2020, 09:09:32 AM »
 Total     15.570.058
 Puji Hartati     181.001
 Almarhumah Hioe Touw Lan     200.001
 Stevenson     100.001
 Nn     3.500.001
 Nn Jkt     1.000.001
 Robin     100.001
 Felicia Valentina     10.001
 Linda Awe     150.001
 A/N Alm.Oei Min Hwat     100.001
 A/N Almh.Tjan  Liu Liang      100.001
 Pek Siucin      1.000.001
 Lilis Chandra     100.001
 Ricky Aris Lesmana     30.001
 Robin     100.001
 Adi Kurniawan     50.001
 Nn     500.001
 Setiawan Tirta & Keluarga     100.001
 Dian Batara     500.001
 Wieky Hendarto     100.001
 Effendy     68.001
 Stevenson     100.000
 Clesia Margaretha     37.501
 Jong Tjue Tjue     100.001
 Fauzie     20.001
 Irene Lie     100.001
 Alexander Hower     202.001
 Aryo Kurniawan Dha     50.001
 Ronaldo Tejokusuma     1.000.000
 Hery Shietra     300.000
 Nenny Fatryana     30.001
 Alm. Kwee Cin Nio . Lily     182.501
 Alm. Giam A Ming     182.501
 Rudy Lin     88.881
 Liong Jefing     100.001
 Nn     51.001
 Rudy Lin     88.881
 Lay Tjo Tjung     50.001
 Stevenson     20.001
 Rudy     88.881
 Hery Shietra     2.000.000
 Halim     100.001
 Aries Hanstien     500.000
 Shinta     2.000.000
 Juli Yanti     100.000
 Rudy     88.881

 Total     15.570.058
 Puji Hartati     181.001
 Almarhumah Hioe Touw Lan     200.001
 Stevenson     100.001
 Nn     3.500.001
 Nn Jkt     1.000.001
 Robin     100.001
 Felicia Valentina     10.001
 Linda Awe     150.001
 A/N Alm.Oei Min Hwat     100.001
 A/N Almh.Tjan  Liu Liang      100.001
 Pek Siucin      1.000.001
 Lilis Chandra     100.001
 Ricky Aris Lesmana     30.001
 Robin     100.001
 Adi Kurniawan     50.001
 Nn     500.001
 Setiawan Tirta & Keluarga     100.001
 Dian Batara     500.001
 Wieky Hendarto     100.001
 Effendy     68.001
 Stevenson     100.000
 Clesia Margaretha     37.501
 Jong Tjue Tjue     100.001
 Fauzie     20.001
 Irene Lie     100.001
 Alexander Hower     202.001
 Aryo Kurniawan Dha     50.001
 Ronaldo Tejokusuma     1.000.000
 Hery Shietra     300.000
 Nenny Fatryana     30.001
 Alm. Kwee Cin Nio . Lily     182.501
 Alm. Giam A Ming     182.501
 Rudy Lin     88.881
 Liong Jefing     100.001
 Nn     51.001
 Rudy Lin     88.881
 Lay Tjo Tjung     50.001
 Stevenson     20.001
 Rudy     88.881
 Hery Shietra     2.000.000
 Halim     100.001
 Aries Hanstien     500.000
 Shinta     2.000.000
 Juli Yanti     100.000
 Rudy     88.881


Format PDF

3
Perkenalan / MOVED: Manfaat menjapa mantra
« on: 20 February 2020, 07:34:00 AM »

4
Buddhisme untuk Pemula / Re: Manfaat menjapa mantra
« on: 16 February 2020, 08:26:23 PM »
saṃyutta nikāya
42. kelompok khotbah tentang kepala desa
6. Asibandhakaputta

SN 42.6 Asibandhakaputta Sutta

Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang berdiam di Nālandā di Hutan Mangga milik Pāvārika. Kemudian Asibandhakaputta sang kepala desa mendatangi Sang Bhagavā, memberi hormat kepada Beliau, duduk di satu sisi, dan berkata kepada Beliau: “Yang Mulia, para brahmana di wilayah barat—yang membawa-bawa kendi air, mengenakan kalung terbuat dari tanaman air, menyelam ke dalam air, dan menyembah api suci—dikatakan mengarahkan orang mati ke atas, menuntunnya, dan memimpinnya ke surga. Tetapi Sang Bhagavā, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna, mampu menyebabkan, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, seluruh dunia terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga.”

“Kepala desa, Aku akan bertanya kepadamu. Jawablah sesuai dengan apa yang engkau anggap benar. Bagaimana menurutmu, kepala desa? Misalkan ada seseorang di sini yang membunuh, mengambil apa yang tidak diberikan, melakukan hubungan seksual yang salah, berkata bohong, berkata-kata yang dapat memicu perpecahan, berkata kasar, bergosip, seorang yang tamak, penuh kebencian, dan menganut pandangan salah. Kemudian sekelompok orang datang dan berkumpul di sekelilingnya, dan mereka akan berdoa dan melantunkan puji-pujian dan mengelilinginya sebagai penghormatan, berkata: ‘Dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, semoga orang ini terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga.’ Bagaimana menurutmu, kepala desa? Karena doa dari kelompok orang itu, karena puji-pujian mereka, karena mereka mengelilinginya sebagai penghormatan, akankah orang itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga?”

“Tidak, Yang Mulia.”

“Misalkan, kepala desa, seseorang melemparkan batu besar ke dalam kolam air yang dalam. Kemudian sekelompok orang datang bersama dan berkumpul di sekelilingnya, dan mereka berdoa dan melantunkan puji-pujian dan mengelilinginya sebagai penghormatan, dan berkata: ‘Keluarlah, batu yang baik! Naiklah, batu yang baik! Naiklah ke atas daratan, batu yang baik!’ Bagaimana menurutmu, kepala desa? Karena doa dari kelompok orang itu, karena puji-pujian mereka, karena mereka mengelilinginya sebagai penghormatan, akankah batu itu keluar, dan naik ke atas daratan?”

“Tidak, Yang Mulia.”

“Demikian pula, kepala desa, jika seseorang yang membunuh … dan menganut pandangan salah, bahkan walaupun sekelompok orang datang dan berkumpul di sekelilingnya … tetap saja, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, orang itu akan terlahir kembali di alam sengsara, di alam yang buruk, di alam rendah, di neraka.

“Bagaimana menurutmu, kepala desa? Misalkan ada seseorang di sini yang menghindari pembunuhan, menghindari mengambil apa yang tidak diberikan, menghindari melakukan hubungan seksual yang salah, menghindari berkata bohong, menghindari berkata-kata yang dapat memicu perpecahan, menghindari berkata kasar, menghindari bergosip, seorang yang tidak tamak, tanpa kebencian, dan menganut pandangan benar. Kemudian sekelompok orang datang dan berkumpul di sekelilingnya, dan mereka akan berdoa dan melantunkan puji-pujian dan mengelilinginya sebagai penghormatan, berkata: ‘Dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, semoga orang ini terlahir kembali di alam sengsara, di alam yang buruk, di alam rendah, di neraka.’ Bagaimana menurutmu, kepala desa? Karena doa dari kelompok orang itu, karena puji-pujian mereka, karena mereka mengelilinginya sebagai penghormatan, akankah orang itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara … di neraka?”

“Tidak, Yang Mulia.”

“Misalkan, kepala desa, seseorang menenggelamkan sekendi ghee atau sekendi minyak ke dalam kolam air yang dalam dan memecahkannya. Pecahan dan kepingannya akan tenggelam, tetapi ghee atau minyaknya akan terapung. Kemudian sekelompok orang datang bersama dan berkumpul di sekelilingnya, dan mereka berdoa dan melantunkan puji-pujian dan mengelilinginya sebagai penghormatan, dan berkata: ‘Tenggelamlah, ghee atau minyak yang baik! Mengendaplah, ghee atau minyak yang baik! Turunlah ke bawah, ghee atau minyak yang baik!’ Bagaimana menurutmu, kepala desa? Karena doa dari kelompok orang itu, karena puji-pujian mereka, karena mereka mengelilinginya sebagai penghormatan, akankah ghee atau minyak itu tenggelam atau turun ke bawah?”

“Tidak, Yang Mulia.”

“Demikian pula, kepala desa, jika seseorang yang menghindari pembunuhan … dan menganut pandangan benar, bahkan walaupun sekelompok orang datang dan berkumpul di sekelilingnya … tetap saja, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, orang itu akan terlahir kembali di alam yang baik, di alam surga.”
Ketika ini dikatakan, kepala desa Asibandhakaputta berkata kepada Sang Bhagavā: “Bagus sekali, Yang Mulia! … Sejak hari ini sudilah Sang Bhagavā mengingatku sebagai seorang umat awam yang telah menerima perlindungan seumur hidup.”

5
Buddhisme untuk Pemula / Re: Manfaat menjapa mantra
« on: 14 February 2020, 10:37:32 AM »
Halo rekan" semua! ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan~

1. Apakah menjapa mantra/sutra dengan tekun, tulus dan penuh keyakinan. dapat menetralisir karma buruk, serta karma karna melanggar sila?
2. Kapankah waktu dan jam yang tepat untuk menjapa mantra/sutra?

Terima kasih atas jawabannya~  _/\_

1. Tidak dapat membuang karma buruk yg sudah dilakukan. modelnya bukan menetralisir tapi menambah dari jumlah/total dimana nanti semua akan berbuah ketika kondisi mendukung
2. Disaat tidak ada gangguan dong

6
Theravada / Re: Ngomong kotor dalam pergaulan
« on: 08 February 2020, 08:49:07 AM »
Halo suhu2 ada pertanyaan ini?
Boleh gak bergaul dengan orang yg suka ngomong kotor mereka tu da jd kebiasaan bahkan saat olahraga pun ngomong kotor tp mereka baik sih menurut saya ada juga buruk nya dalam Buddhis gimana ya apa mereka termasuk org dungu?

ini tergantung konteks dungu nya. Kalau dungu umum sih belum tentu.

tapi kalau konteks buddhisme yah masih bisa, sudah tau itu salah dan tidak baik tetapi masih dilakukan yah gitu deh

7
Kafe Jongkok / Re: Kiong hi kiong hi... 😁
« on: 25 January 2020, 07:56:55 PM »

8
DhammaCitta Press / Re: Request Buku DC Press
« on: 30 December 2019, 10:18:04 PM »
Mohon izin , Theraghata cetaknya masih ada? Trims
masih. PM aja detailnya

9
Buddhisme Awal / Re: Asal manusia dalam ajaran budha
« on: 27 December 2019, 07:51:23 AM »



sebenarnya tidak diketahui karena mundur terus kgk ketemu2.

10
Kesempatan Berbuat Baik / Penerbitan Khuddaka Nikāya - Therīgāthā
« on: 23 December 2019, 03:39:33 PM »
DhammaCitta Press berikutnya pada kuartal ke-dua tahun 2020 setelah menerbitkan Khuddaka Nikāya - Theragāthā sebelumnya, akan menerbitkan Khuddaka Nikāya - Therīgāthā lengkap yang diterjemahkan dari buku Therīgāthā: Verses of the Senior Nuns yang diterjemahkan oleh Bhikkhu Sujato  & Jessica Walton. Buku ini merupakan salah satu bagian dari Khuddaka Nikāya atau kumpulan kecil yang merupakan bagian dari Tipiṭaka Pāli yang masih ada sekarang, warisan teks ajaran tertua dari Buddha historis.

Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk 1500 set buku:
     Cetak Hardcover  1.500 x 22.500          =     32.250.000,-
     Ongkos Kirim 1.500 x 15.000 (rata-rata)    =     22.500.000,-
     Total                        =     54.750.000,-


Buku yang akan dicetak nanti akan disesuaikan dengan dana yang terkumpul ketika sudah saatnya naik cetak. Harga estimasi akan dapat berubah sesuai dengan situasi dan jumlah cetak.

Kami mengajak anda untuk mendukung penerbitan buku ini untuk lebih jauh menggali apa yang dikhotbahkan dan diajarkan oleh Sang Buddha karena selama ini belum tersedia dalam bahasa Indonesia yang lengkap, hanya beberapa bagian kecil saja. Buku ini dapat memberikan sudut pandang yang berbeda sehingga dapat memperkaya dan mempertajam pemahaman kita terhadap Dhamma. Dana dapat disalurkan melalui:

Bank BCA KCP Business Park Kebon Jeruk
6560708091 a/n Benny

Untuk memudahkan penelusuran, mohon bantuannya untuk menambahkan 1 rupiah dalam transferan. Misalnya: Rp. 10.001,-

Konfirmasi ke email dana [at] dhammacitta.org atau WA 0812-18607850

Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada DhammaCitta Press selama ini. Semoga penerbitan-penerbitan ini dapat membawa bermanfaat baik untuk praktisi maupun akademisi untuk sekarang maupun untuk generasi-generasi berikutnya.


https://pustaka.dhammacitta.org/forum/brosur therigatha p1.jpg

https://pustaka.dhammacitta.org/forum/brosur therigatha p2.jpg







11
Theravada / Re: Musik dan mata pencaharian
« on: 21 December 2019, 10:56:09 AM »
Quote
“Demikianlah karena [b[mabuk dan lengah[/b], setelah membuat orang lain mabuk dan lengah, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, ia terlahir kembali di ‘Neraka Tertawa.’

kalau mengajar dan belajar justru bikin fokus dan waspada kan... kalau tidak gimana belajar musiknya 😁

12
Sukhi hotu,

Akan dipertimbangkan 😁

terjemahan alternatif akan memberikan sudut pandang yg lebih luas jg

13
Bantuan Teknis, kritik dan saran. / Re: Ganti display name
« on: 03 December 2019, 02:56:51 PM »
setiap kali ganti perlu reputasi keliatan 100. jadi belum bisa dilakukan dulu yah

14
Meditasi / Re: Ketemu setan
« on: 23 November 2019, 08:24:05 PM »
kirain waktu meditasi,

kalau di real life sih yah cuekin jg aja. anggap aja hanya bunyi lewat 😁 lagi pula suara2 gitu kgk bisa ngapa2in kita jg kan? cuma bikin takut, kgk bosen?

15
Meditasi / Re: Ketemu setan
« on: 21 November 2019, 08:18:36 PM »
Bukan ilusi emang nyata dan bukan mimpi, saya sadar apa yang terjadi
itu ilusi 😁 bisa 2 pendekatan. 1) dicuekin, kembali ke objek meditasi, 2) disadari dan fokus ke suara kunti nya, tapi harus bisa melepas dari rasa takut yah. terus fokus sama suara kunti terus

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 800
anything