Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Kristin_chan

Pages: [1]
1
Jurnal Pribadi / Galaunya Tin Chan
« on: 06 November 2013, 05:13:26 PM »
Berhubung belakangan ini di kantor lagi boring banget. Akhir taon, budget lagi habis... Di kantor ga ada kerjaan, mau ke lapangan juga malas dengan kondisi tanpa peluru. Jadinya baca-baca mejeng mulu di DC. Ikutan bikin jurnal deh...

Today lagi rada galau, karna ada teman yang baru meninggal, jadi topiknya soal kematian.

Mati itu kira-kira seperti apa ya rasanya? Beberapa kali hampir mati, tapi malah ga mati-mati. Dalam keadaan sehat, sering kali bilang ga takut mati, malah sering cari mati... Tapi bila dihadapkan dalam keadaan setengah mati alias sekarat, takutnya setengah mati...

Saya punya buku andalan yang judulnya "No Death No Fear". Kenapa gw sebut buku andalan? Karna buku ini baru gw keluarin setiap kali gw dalam keadaan sekarat. Dan walaupun si penulis begitu pintar menjelaskan mengenai ketidak adanya kematian, bahwa semuanya hanya proses, tetap saja hati ini tak bisa tenang. Takut mati.

Kalau dipikir-pikir lagi, yang ditakutkan sebenarnya bukan matinya. Tapi perpisahannya. Perpisahan dengan keluarga, dengan lingkungan kita, dengan segala kebiasaan kita, dan takut mengetahui apa yang menanti disana. Takut akan perubahan. Anicca. Bener gak sih?

Hari ini seorang teman meninggal. Begitu cepat. Kankernya baru terdeteksi beberapa bulan. Bagaimana ya perasaannya di hari-hari sebelum meninggal? Takutkah meninggalkan anaknya yang masih kecil? Sanggupkah dia tidur di malam hari? Tanpa ketakutan tak akan bangun lagi.

Tapi sekarang semua sudah berlalu. Ga ada lagi kesakitan. Ga ada lagi kekhawatiran. Tinggal mungkin, dia perlu berjalan sendiri di kehidupan barunya. Menemukan orang-orang baru, lalu kembali mengulang kehidupan.

 _/\_

2
Politik, ekonomi, Sosial dan budaya Umum / Singapore dan Roma Irama
« on: 21 December 2012, 11:18:34 AM »
Agak telat gue baca email ini. Forward an temen dari Agustus. Baru sempat baca-baca pas menjelang liburan begini. Ga tau uda pernah di post atau belum, tadi gue coba search kayanya belum.

Berkat Bang Roma gue dapat info baru soal Singapore. Tragis melihat air mata Lee waktu di kick out, but we all see Singapore now :)


Membuka Kebohongan & Fitnah dari ceramah Rhoma Irama tentang Singapura
http://politik.kompasiana.com/2012/08/10/membuka-kebohongan-fitnah-dari-ceramah-rhoma-irama-tentang-singapura/


 
" ....BLA BLA BLA
 
Waktu tahun 72 saya pergi ke Singapura untuk mengikuti ASEAN Pop Festival. Dan juara Pop Singer Asia Tenggara adalah Rhoma Irama. Di sana saya ngobrol-ngobrol, saya diminta tolong sampaikan hati-hati bahayanya salah Gubernur, saya khawatir Jakarta jadi Singapuranya Indonesia. Dulu Singapura ini wilayah Malaysia, tapi setelah dikepung secara ekonomi, dikuasai secara politik, maka Singapura memisahkan diri menjadi negara sendiri. Negara yang tadinya wilayah Melayu jadi negara Cina, dari negara Muslim menjadi negara kr****n, innalillahi.

Saya tahun 72 sudah diingatkan oleh Tengku Ghazali Ismail kasih tahu orang Islam hati-hati. Maka ketika sekarang terjadi, saya merinding. Jangan-jangan sinyalemen dari Ghazali Ismail sebentar lagi akan terjadi, kalau umat Islam tidak bersatu, kalau umat Islam tidak menyadari hal ini, bukan mustahil sinyalemen Ghazali Ismail akan terjadi.…"
 
 
 
Begitulah sepenggal dari ceramah sang Haji yang dengan berapi-api mengkampanyekan calon yang dijunjungnya. Disini, saya tidak akan membahas soal ungkapan SARA yang dia ucapkan dalam ceramah yang bersangkutan di salah satu mesjid di daerah Tanjung Duren  Jakarta Barat yang akhirnya membuat beliau berurusan dengan Panwaslu berhubung karena sudah banyak yang membahasnya.
 
Di artikel ini saya ingin menunujukkan  dimana kebohongan lain yang beliau sampaikan dalam ceramahnya didepan umat yang mendengarkan. Saya akan coba memberikan fakta yang cukup sehingga janganlah ada yang dengan mentah-mentah termakan hasutan dari berita-berita yang kebenarannya sangat diragukan.
 
Pada paragraf pertama saya memberi warna tebal di kalimat Singapura memisahkan diri menjadi negara sendiri. Disini RI berusaha menggiring pendengar khotbahnya untuk percaya seolah-olah etnis Cina disana menguasai politik dan ekonomi di Singapura sehingga memberi kesan memberontak dan akhirnya memerdekakan diri dari Malaysia. Disini saya meragukan apakah Pak Haji ini mengerti sejarah Singapore dan Malaysia secara utuh atau berimajinasi ?
 
Perlu diketahui penggabungan Singapura ke Federasi Malaysia hanya berlangsung  kurang dari 3 tahun. Yaitu dari tahun 1963 s/d 1965. Dan sejak 1959 dengan kemenangan partai PAP pimpinan Lee Kwan Yew, Singapura  berhasil mendapatkan otonomi penuh dari Inggris dan Lee sendiri ditunjuk sebagai Perdana Menteri.  Setelah medapatkan kemerdekaan penuh dari Inggris pada Agustus 31 1963, sesuai dengan Referendum yang diadakan pada tahun 1962, rakyat Singapura memutuskan untuk bergabung dengan Federasi Malaysia. Ada-pun alasan penggabungan diri sbb:
 1.Sebagai negara kecil, Inggris tidak yakin Singapura dapat berdiri sendiri dan mampu.
 
1.Sebagai negara kecil yang miskin sumber daya alam maka kemampuan untuk survive sangat kecil.
 
1.Para pemimpin Singapura saat itu membutuhkan dukungan Federasi Malaysia dalam menghadapi Komunisme yang menjadi suatu problem yang besar karena pada dekade 50an telah terjadi berkali-kali kerusuhan yang ditimbulkan oleh para komunis.
 
Kemudian, apa yang terjadi saat itu adalah penggabungan yang setengah hati yang pada akhirnya hanya menimbulkan friksi yang berkepanjangan. Partai UMNO yang terbesar di semenanjung Malaya tiba-tiba  merasa mendapat saingan kuat dari partai PAP. Merasa semakin terancamnya partai tersebut, maka digalanglah sentimen rasialis yang berpuncak pada kerusuhan Juli 1964 di Singapura yang menelan korban jiwa di kedua belah pihak. Hasil investigasi dari kerusuhan rasial tersebut menghasilkan laporan yang berbeda:
 •Pihak Federasi Malaysia melalui Deputi Perdana Menteri Tun. Abdul Razak mengkambing hitamkan Indonesia sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap kerusuhan tersebut.
 
•Pihak Singapura menyalahkan kerusuhan ini ditangan UMNO.
 
Pada akhirnya tensi politik yang berseberangan antara dua partai ini  mencapai puncaknya, maka pada tahun 1965 parlemen Malaysia memutuskan secara sepihak dengan suara aklamasi 126 - 0 untuk melepaskan Singapura dari Federasi Malaysia. Keputusan ini sangat memukul rakyat Singapura dan para pemimpinnya. Karena disaat itu Singapura hanyalah suatu kota kumuh dan penuh dengan lahan datar yang kosong dan tidak subur. Setelah dipaksa berpisah atau dikeluarkan dengan paksa dari Federasi Malaysia, mau tidak mau Singapura terpaksa berdiri sendiri sebagai negara baru yang diberi nama Republik Singapura.
 
Jadi alangkah salahnya Rhoma Irama mengatakan bahwa Singapura memisahkan diri sendiri. Yang benar adalah Singapura dipaksa keluar dari Federasi Malaysia karena gesekan politik dimana PAP berusaha memperjuangkan kesetaraan dan kesempatan sosial tiap-tiap individu sedangkan UMNO berkeras untuk mempertahankan politik Bumiputera-nya. Moment masa kegelapan dimana Singapura dipaksa keluar dari Federasi Malaysia dapat dilihat dari link Youtube dibawah ini dimana PM Singapura Lee dengan derai air mata mengungkapkan perasaannya terhadap keputusan tersebut. Mungkin di dunia ini hanya ada satu-satunya negara yang DIPAKSA merdeka tanpa kemauan dari pihak yang dimerdekakan !!
 
https://www.youtube.com/watch?v=41ND3U_9HgQ&feature=related
 
Dari link diatas dapatkah kita katakan bahwa rakyat Singapura terutama pemimpin-nya merasa bahagia saat itu sebagai negara yg merdeka ? Tentu TIDAK !!
 
Jadi secara jelas apa yang dikatakan Rhoma Irama adalah suatu KEBOHONGAN !!
 
Sekarang kita lanjutkan ke paragraph selanjutnya tentang pengakuan Rhoma Irama bahwa ada pembicaraan antara dia dengan tokoh yang dinamakan Tengku Ghazali Ismail di tahun 1972. Sepanjang penulusuran penulis ke berbagai referensi sejarah Singapura, tokoh yang dirujuk oleh Rhoma Irama kalaupun sama dengan yang diketemukan oleh penulis adalah bernama lengkap Mohammad Ghazali bin Ismail. Beliau adalah tokoh penting di pergerakkan UMNO dan PAP di Singapura pada awal bergabungnya Singapura ke Federasi Malaysia dan sampai memisahkan diri menjadi Republik. Beliau, Ghazali Ismail besama Yacoob Mohamed adalah pemimpin dari partai UMNO Singapura dan akhirnya memutuskan membelot ke partai PAP pimpinan Lee Kwan Yew. Kepindahan disebabkan karena mereka terkesan dengan politik yang dijalankan Mr. Lee sangat mengayomi kesetaraan rakyat Singapura termasuk etnis Melayu didalamnya. Salah satu policy dari Mr.Lee adalah menghapuskan sekat-sekat ke-etnis-an. Semua etnis diletakkan ke posisi derajat yang sama dan memiliki hak untuk mendapatkan support dari pemerintah yang saat itu berupa kesempatan memperoleh tempat tinggal yang layak.
 
Perlu diketahui pula bahwa pada  saat itu Ghazali Ismail menduduki jabatan anggota DPR untuk wilayah Al-Juneid. Posisi dia diangkat sebagai tokoh utusan tanpa perlu melalui pemungutan suara. Dan jabatan rangkap yang diemban-nya adalah Sekretaris bidang politik di Departemen Pendidikan Singapura.
 
Dalam sepak terjang beliau di kancah politik Singapura beliau adalah salah satu tokoh yang disegani dan dihormati PM Lee dan bisa dilihat dari pidato October 1965 di link dibawah ini:
 
http://stars.nhb.gov.sg/stars/tmp/lky19651023b.pdf
 
Beliau adalah seorang nasionalis sejati yang anti komunis serta berjuang demi bangsa dan negara Singapura dan sangat bangga terhadap negaranya sediri, ini bisa dilihat dari 2 pidatonya dibawah ini:
 
http://stars.nhb.gov.sg/stars/public/viewDocx.jsp?stid=23727&lochref=viewPDF-body.jsp?pdfno=PressR19700806c.pdf&keyword=
 
http://stars.nhb.gov.sg/stars/public/viewDocx.jsp?stid=25075&lochref=viewPDF-body.jsp?pdfno=PressR19690811a.pdf&keyword=
 
Bahkan dimasa tuanya, beliau juga sempat menulis buku yang berjudul “Malaysian Malaysia” ditahun 1990 yang berisi pokok pemikiran sebagai berikut:
 
“konsep kesamarataan seluruh rakyat Malaysia adalah tanpa mengira bangsa, budaya dan agama, supaya mereka berhak memperolehi layanan yang sama, menuntut hak yang sama, dan menikmati apa jua keistimewaan yang diberikan kepada orang Melayu”
 
Jadi pertanyaan sekarang, siapakah tokoh Ghazali Ismail yang Rhoma Irama mengaku pernah diberi warning oleh orang yang bersangkutan? Yang pasti bukanlah tokoh nasionalis Singapura yang saya bahas diatas. Mustahil sekali orang sekaliber Ghazali berpikiran picik. Dan juga satu hal yang janggal, dengan jabatannya sebagai anggota DPR apakah mungkin di tahun 1972 membahas masalah beginian dengan kelompok musik anak bau kencur dan juga bukan warga negara Singapura ? Apa urusannya dia yang bertugas di Departemen Pendidikan berurusan dengan kelompok band ini ?
 
Dibawah ini akan saya tampilkan tabel demografi etnis dan kependudukan Singapore awal kemerdekaannya sampai tahun 2001:
 







Dari tabel tersebut bisa dilihat secara jelas komposisi etnis dari Singapura yang mayoritas Chinese dari sejak awal dengan komposisi persentase yang stagnan dari tahun ke tahun dan demikian juga terhadap etnis Melayu.  Dari sini dapat disimpulkan kalau apa yang dikatakan Rhoma Irama bahwa Singapura yang tadinya wilayah Melayu jadi negara Cina adalah fitnah belaka !!!
 
Jadi, saran saya terhadap rekan-rekan pembaca supaya sangat jeli untuk tidak hanya menelan mentah-mentah perkataan oknum yang tidak bertanggung jawab yang dengan kebencian dan misi pribadi mengungkapkan fakta yang bohong dan fitnah yang keji. Apalagi hal ini mengaitkan ke negara tetangga kita yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Pilkada di DKI Jakarta. Apakah kita tidak malu dan kehilangan muka dikancah perpolitikan dunia ?
 
Kepada Rhoma Irama yang notabene bertitel Haji dan mubaligh agama seharusnya insyaf dan bermohon ampun dihadapan Allah Yang Maha Kuasa atas segala perkataannya yang bernada fitnah dan kebohongan apalagi dilakukan dibulan yang suci yang penuh kemenangan ini.
 
Referensi diatas disadur dari berbagai buku dan disertasi seperti :
 
* Singapore Malays: Being Ethnic Minority and Muslim in a Global City-State - By Hussin Mutalib, Hussin
 
* ”Singapore: History, Singapore 1994″. Asian Studies  [at]  University of Texas at Austin
 
*”Towards Self-government”. Ministry of Information, Communications and the Arts, Singapore.
 


-  -Sekian   –



3
Seremonial / Happy birthday Adyanti Purna
« on: 25 September 2009, 09:32:07 AM »
Happy birthday dd Yanti.....

Makin cepet gede ya... Jangan gitu2 aja.... Ngabis2in beras.....  :whistle:

All the best...

 _/\_

4
Waroeng English / Questions about "maag"
« on: 24 April 2009, 10:05:38 AM »
Hello friends,

I have some questions about "maag/lambung". A little bit confuse whether I need to post it here in Waroeng English or Kesehatan. Please help to move if I get into the wrong room.

How do we call "maag" or "lambung" in English?
Also "sakit maag"?
How to say "Saya mau makan dulu, agar maag saya tidak kambuh."
or "Ayo makan dulu, ntar maagnya kambuh lor..."

 :P

Thanks in advanced for your help!  ^:)^ ^:)^ ^:)^

 _/\_

5
Jurnal Meditasi / Jurnal Meditasi Kristin
« on: 06 September 2008, 12:11:19 PM »
Setelah berhenti meditasi beberapa lama akhirnya mulai lagi kemarin.

Jadi teringat waktu kecil, saya suka ngikut papa meditasi. Waktu itu meditasi rasanya mudah banget. Cuman disuruh papa, perhatikan nafas aja, trus rasanya udah nyaman banget.

Beranjak dewasa, udah mulai malas karna berbagai kesibukan. Dhamma pun uda dilupakan. Baru kembali lagi setelah lulus kuliah. Tapi setiap mau meditasi, rasanya sulit sekali. Gak fokus2. N gak ada tempat yang memungkinkan untuk bermeditasi dengan tenang. Satu menit aja rasanya udah lama banget.

Baru kemarin, saya mulai meditasi lagi. Berhubung, cici saya sudah merit, jadi saya sekarang punya kamar sendiri n punya room untuk meditasi.

Hari pertama kembali meditasi, saya set alarm selama 5 menit (karna dari pengalaman, setiap meditasi pikiran saya sering terganggu ke jam. Udah berapa lama ya? Udah jam berapa ya? dll). Berusaha fokus ke nafas. Pikiran sedikit melayang, tapi selalu berusaha untuk fokus n kembali ke nafas. Terasa agak nyaman (saya heran, biasanya saat meditasi, saya sering terganggu digigit nyamuk, atau kaki pegal, tapi kemaren santai aja). Sampai tiba2 bunyi alarm... Rasanya kok cepat sekali ya 5 menit sudah berlalu??? Saya matikan alarm n coba untuk lanjut lagi. Tapi tiba2 terdengar bunyi suara TV dari sinetron yang lagi di tonton mama saya. "Kenapa kamu bohongi aku???" Slepppp... Langsung fokus saya buyar n ngikutin filmnya... "Oh Revan (tokoh dalam sinetron itu) udah tau ya, kalo si Erika cuman boong. Mampus tuh si Erika. Boong aja kerjanya.". "Ups... Udah ngaco neh... Balik balik ke nafas...". Tapi suara sinetron disebelah terus terdengar n sepertinya seru banget.... Akhirnya aku sudahi meditasinya n duduk untuk review sedikit.

Parahnya begitu saya stop meditasi, sinetronnya malah commercial break. Tau gitu saya lanjutin aja.  :)) :)) :))

Begitulah meditasi hari pertama saya. Rencananya mau meditasi setiap hari... Mudah2an bisa terlaksana.

 _/\_

6
Buddhisme untuk Pemula / Dewa
« on: 04 August 2008, 03:14:34 PM »
Sebelumnya salam kenal untuk teman2 Dhamma Citta. Saya baru bergabung disini dan masih pemula dalam dhamma. Ini bisa dibilang topik perdana saya disini  :). Langsung saja.

Dalam Buddhist, diajarkan adanya beberapa alam kehidupan. Salah duanya adalah alam Peta dan dewa. Kalau alam Peta, saya rasa tidak perlu dipungkiri lagi, hampir semua orang percaya akan adanya hantu. Mungkin karna banyaknya orang2 yang melihat atau mengalami pengalaman dengan mereka. Tetapi bagaimana dengan alam Dewa? Sesuai konsep Ehipassiko, kita harus membuktikan sendiri segala ajaran2 yang kita dengar. Ada gak sih temen2 yang punya pengalaman ketemu Dewa? Atau ada gak sih yang bisa membuktikan kalau dewa itu benar2 ada?? Kalau ada yang bertemu, apakah anda yakin kalau itu adalah Dewa?? Bukan hantu yang berpura2 jadi dewa??? ::)

Demikian pertanyaan dari saya. Mohon koreksinya bila ada yang salah. Dan mohon maaf bila topik ini sudah pernah dibahas (saya belum sempat baca semua isi postingannya). Thanks.

SSBS,
Kristin

7
Perkenalan / Hi
« on: 04 August 2008, 10:24:49 AM »
Halo semua anggota Dhamma Citta...  _/\_ Salam kenal. Saya Kristin dari Medan. Udah lama join disini tapi gak pernah aktif. Baru buka2 lagi pagi ini. Pengetahuan Buddhist saya masih pas2an alias minim. Semoga saya dapat belajar banyak disini. Mohon petunjuk para sesepuh sekalian ^:)^.

SSMB  _/\_,
Kristin

Pages: [1]