Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Adhitthana

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 33
1

2
Informasi dan Pengumuman Kegiatan Buddhis / Pindapatta di Batam
« on: 21 October 2011, 01:08:51 AM »

Spoiler: ShowHide


Berikut rute Pindapata - Batam - Kepri:
1. Kantor Penuin Centre
2. Kampung ole-ole
3. Lovina Inn
4. Pelangi Travel (Blok YA)
5. Perumahan Penuin Permai
6. Keday Mickey Mouse
7. Soto Kuali
8. Thai Massage
Finish di Kantor Penuin Centre

3
Lingkungan / (Info) sedot pulsa
« on: 11 October 2011, 12:17:17 AM »
[INFO]
Sedot pulsa

Jika anda menerima sms spt ini atau mirip spt ini :
... “Tolong uangnya
Di transfer sekarang
Aja ke bank BNI:
022-741-3681.
A/n FRISKA ANANDA, sms
Saja kalau sudah di
Transfer, trimksi...“
Seakan2 sms nyasar biasa,
JANGAN BALAS SMS BALIK...!!!!

Jika membalas sms tersebut (dengan memaki atau berkomentar), anda dikenakan premium charge! Rp 2000/.
Itu adalah Software baru utk menyedot Pulsa kita tanpa kita hrs sms REG yg dikonfirmasi balik.
Sekali nomer HP kita sdh dilock maka selanjutnya pulsa kita akan disedot trs dgn sms lagi tanpa perlu kita membalas sms nya.
Dan fatalnya kita tidak bisa melakukan UNREG spt SMS Premium yg resmi.
Hati hati dengan kejahatan ini,susah dilacak!

4
Dear All DhammaBrother n Sister,

Marilah kita luangkan waktu utk mengamati fenomena Batin dan Jasmani kita apa adanya sejenak dengan mengikuti :

ODM (One Day Mindfulness)/Meditasi 1 hari pada hari sabtu 13 agustus 2011, dari jam 8 pagi - 4 sore di Vihara Pluit Dharma Sukha (Pluit Permai 1 no 26). Dibimbing oleh Sayalay Daw Ariyanani yg sdh 19 Vassa, lahir dan besar di kota kecil di negara Swiss, b...eliau di latih sebagai Musisi dan Guru Tari pada tahun 1992, beliau pergi ke Birma untuk belajar dengan Chanmyay Sayadaw guru meditasi Senior di Tradisi Mahasi Sayadaw, beliau di tasbiskan sebagai seorang Sayalay di Center Chanmyay Yeiktha di Yangon, dan tinggal di Birma datang dan pergi.sampai sekarang. Ketika pusat meditasi hutan di buka tahun 1996, Ven. AriyaNani menjadi guru dan membimbing yogi2 dari luar negri, membantu menyediakan kebutuhan mereka, menerjemahkan buku selama interview dan juga belajar untuk dirinya sendiri.
Sejak tahun 2006 dia menetap di Chanmyay Myaing Meditation Center di luar kota Yangon dia mengajar Meditasi Vipassana dan Meditasi Metta di berbagai negara selama 10 tahun.
Beliau menerjemahkan beberapa buku dari gurunya dari bahasa myanmar ke bahasa Inggris, jerman, yg berjudul The Practice of Loving Kindness as the Foundation for Insight Meditation Practice. Dan The Bojjhangas-Medicine that makes all diseases disappear by Chanmyay Myaing Sayadaw, The Buddha's Ways to Happiness and Peace by Chanmyay Sayadaw, beliau juga mengedit dan menerjemahkan ulang buku tentang Practice of Vipassana Meditation oleh Ven. Mahasi Sayadaw.

Info lebih lanjut hub : Bpk Sarwan Telp: 021- 6602725
Please foward...thx.

10 hari retreat di SUMMIT - BAKOM dari tanggal 26/8/11 - 04/09/11, yang dibimbing oleh YM BHANTE GUNASIRI. ^_^

Bagi yang berminat mendaftar atau untuk info lebih lanjut,dapat menghubungi Sdra Mao Lie (Hp.0878.8080.8295) atau Sdra Buncung (Hp.0818.0603.7317).
Foto Dinding
‎*KABAR MUDITA CITTA*

Dalam liburan lebaran tahun ini, akan diadakan PERDANA, 10 ...hari retreat di SUMMIT - BAKOM dari tanggal 26/8/11 - 04/09/11, yang dibimbing oleh YM BHANTE GUNASIRI. ^_^

LOKASI SUKHESIKKHARAMA MINDFULNESS FOREST (SUMMIT):

Kampung Bakom Dusun Barulimus, Desa/kelurahan: Cakancane, Kecamatan: Sukaresmi, Kabupaten Dati 2-Cianjur, Kode Pos 43254



Bagi yang berminat mendaftar atau untuk info lebih lanjut,dapat menghubungi Sdra Mao Lie (Hp.0878.8080.8295) atau Sdra Buncung (Hp.0818.0603.7317).

5
Informasi dan Pengumuman Kegiatan Buddhis / Abhidhamma MadeEasy
« on: 29 July 2011, 12:50:00 AM »


6
Kesempatan Berbuat Baik / Donor darah 31 Juli 2011
« on: 26 July 2011, 11:53:02 PM »
Ikutilah Aksi Sosial DONOR DARAH yang akan dilaksanakan pada :

Hari : Minggu, 31 Juli'11
Waktu : Pk.12.00-14.00
Tempat : Vhr.Dharmasagara
Jl Taman Sari Raya No 78, Jakbar

"Setetes Darah Anda,Sangat Berarti utk Menolong Sesama"

(Terbuka utk Umum)Pls Forward...Thz

7
Buddhisme untuk Pemula / Manfaatkan Waktu Semaksimal Mungkin
« on: 31 May 2011, 01:18:13 AM »
Pernahkah anda merenungkan seberapa baik anda memanfaatkan waktu yang anda miliki?  Dapat dipastikan jawabannya adalah TIDAK. Sebagian besar manusia tidak pernah memperdulikan hal ini, dan mereka menganggap bahwa mereka telah menghabiskan waktunya dengan baik. Tetapi, bila jawaban anda YA, maka akan baik sekali bila anda melanjutkan membaca tulisan ini dan lihatlah apakah jawaban anda masih YA.

 

Setiap orang punya kegiatan masing-masing dan berusaha mengisi waktunya dengan sebaik mungkin. Tetapi jarang sekali yang benar-benar merenungkan seberapa baik mereka memanfaatkan waktu yang dimilikinya. Mereka selalu mengatakan sibuk dan tak punya  waktu lagi, khususnya bila diajak melakukan hal yang baik. Namun demikian, bila mendapat ajakan untuk melakukan kegiatan yang disukainya, walaupun hal itu tidak banyak membawa manfaat atau bahkan tidak membawa manfaat sama sekali, maka dia akan mempunyai waktu untuk melakukannya.

 

Banyak para pelajar yang tidak mempunyai cukup waktu untuk belajar, tetapi tetap mempunyai waktu untuk melakukan hal yang tidak perlu dilakukan oleh seorang pelajar. Contohnya,  mereka tidak mempunyai waktu untuk mengerjakan PR (pekerjaan rumah), untuk belajar kelompok, dan kegiatan yang bermanfaat lainnya (seperti pergi kebaktian, belajar Dhamma, dll., apalagi untuk meditasi).  Namun demikian, bila diajak pergi nonton film, ke diskotik, makan ke restoran, main kartu, atau bahkan untuk kumpul bersama teman-teman sambil menghabiskan waktu sambil berbicara yang tak ada manfaatnya (hanya nongkrong-nongkrong, kadang sambil bolos sekolah)  hampir dapat dipastikan mereka masih mempunyai waktu untuk melakukannya.

 

Bukan hanya para pelajar yang terserang penyakit ini, tapi juga orang dewasa seperti para pekerja, ibu rumah tangga, dan bahkan para kepala keluarga. Banyak para pekerja yang bingung harus mengerjakan apa di saat jam kerja, maka mereka hanya menghabiskan waktu untuk baca koran, majalah, main komputer (menjelajah internet, main permainan komputer, nonton film, dll), bahkan ada yang tidur siang.  Banyak dari mereka hanya bekerja bila ada tugas dari atasannya. Yang lebih menyeramkan lagi adalah, banyak yang tidak berada di tempat kerja saat jam kerja dan bahkan tidak masuk kerja (banyak terjadi di lingkungan pemerintah).  Para ibu rumah tangga banyak menghabiskan waktunya untuk nonton sinetron, tele-novela, arisan, pergi ke salon, dan juga tidur siang.

 

Bila anda merenungkan hal ini baik-baik, maka akan terlihat bahwa semua kegiatan tersebut tidaklah dapat dikatakan sebagai kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan betapa tebalnya faktor kebodohan mental (moha) dalam diri anda. Perlu anda semua ketahui, bila ada kebodohan, maka otomatis di sana juga biasanya ada keserakahan (lobha) dan kebencian/kemarahan/penolakan (dosa). Contoh: saat anda menonton sinetron, anda suka dengan jalan ceritanya atau pemeran sinetron tersebut, maka ada keinginan untuk melihatnya lagi, dan ini adalah manifestasi dari keserakahan (lobha). Sebaliknya, bila ada hal yang tidak anda sukai dalam sinetron tersebut, maka akan timbul kebencian/penolakan (dosa). Dengan demikian, anda hanya mengisi waktu anda untuk bermain dengan tiga akar kejahatan yaitu keserakahan, kebencian, dan kebodohan.

 

Mari tinjau kasus lain, yaitu kebiasaan tidur siang. Menurut dunia kedokteran, jumlah jam tidur yang baik adalah antara 7-8 jam per hari. Ini adalah waktu tidur malam hari, tapi banyak juga yang menambahkannya selama 1-2 jam dengan melakukan tidur siang. Kalau boleh jujur, selama seseorang tidur, dia tidak melakukan hal yang bermanfaat apapun, karena baik jasmani maupun pikirannya tidak bekerja sama sekali (kecuali tidur untuk istirahat karena sakit). Dari sisi Dhamma, ini adalah manifestasi dari kemalasan (thina-middha) dan kebodohan (moha). 

 

Mari renungkan apakah tidur selama 7-8 jam itu tidak berlebihan. Biar lebih memudahkan perhitungan, akan digunakan 8 jam tidur. Menurut ajaran agama Buddha, umur rata-rata manusia saat ini adalah 75 tahun (karena tiap seratus tahun setelah Sang Buddha wafat, umur manusia berkurang satu tahun). Tapi kenyataannya adalah bahkan lebih singkat lagi, karena sekarang banyak yang berumur 60-an atau lebih muda telah meninggal dunia. Jadi, dalam perhitungan ini akan digunakan usia 60 tahun sebagai usia rata-rata. Delapan jam sama dengan satu-per-tiga dari 1 hari, mungkin hal ini tidaklah begitu terasa siknifikan. Tapi, bila dikalikan dengan usia rata-rata, maka anda akan mendapati bahwa 20 tahun hanya dihabiskan untuk tidur. Apakah 20 tahun waktu yang singkat? Apa sekarang anda masih berpikir bahwa anda telah menghabisan waktu yang sangat berharga ini dengan baik? Apakah sekarang anda masih berpikir untuk mempunyai tidur siang? Rasanya tidak perlu penjelasan lebih jauh, anda sudah bisa menjawabannya.

 

Namun demikian, biar lebih berkesan, renungkanlah hal ini juga. Bila rata-rata manusia berusia 60 tahun dan 20 tahun dihabiskan untuk tidur, bagaimana dengan 40 tahun sisanya? Sebagai manusia, biasanya seseorang sangat bergantung pada orang tuanya hingga umur 20an, bahkan banyak yang lebih. Sejak dari usia balita sampai sekolah ke perguruan tinggi, seorang anak selalu menggantungkan hidupnya pada orang tua. Bila mau jujur, selama itu, lebih banyak menyusahkan orang tua daripada membantunya. Maka setidaknya selama 40 tahun anda mengisi waktu anda dengan sesuatu yang tidak banyak membawa manfaat bagi diri anda maupun orang lain. Anda bisa renungkan 20 tahun sisanya? Apakah pantas bila anda gunakan sisa 20 tahun tersebut hanya untuk tidur siang, nonton sinetron, dan hal lain yang tidak banyak membawa manfaat?

 

Sehubungan dengan hal ini ada cerita menarik dalam Dhammapada, syair 48, (IV (4) The Story of Patipujika Kumari).

 

Patipujika dikehidupan sebelumnya adalah seorang dewi, istri dari dewa Malabhari dari alam dewa tingkat 2 (Tāvatimsa). Suatu saat, beliau bersama 999 dewi lainnya pergi bersama dewa Malabhari ke taman bunga untuk bersenang-senang. Beliau bersama 499 dewi naik ke pohon bunga untuk memetik bunga dan 500 dewi lainnya berada di bawah pohon untuk mengumpulkan bunga dan memakaikannya kepada sang dewa. Saat beliau memetik bunga, seketika itu juga beliau meninggal dan terlahir di sebuah keluarga di kota Sāvatthi di jaman Buddha Gotama.

 

Berkat kekuatan karma masa lampaunya, beliau mempunyai kekuatan melihat kehidupan sebelumnya (jatissara). Berkat kekuatan inilah beliau dapat mengingat kehidupan sebelumnya sewaktu beliau menjadi salah satu istri dari dewa Malabhari, dan berharap untuk terlahir menjadi istri dewa tersebut kembali. Setelah beranjak dewasa, beliau menikah di usia 16 tahun dan dengan berjalannya waktu beliau mendapatkan 4 orang anak. Beliau menjadi umat yang rajin berdana, dan hampir setiap hari beliau berdana makanan ataupun berdana tenaga seperti membersihkan vihara, mengisi tempat-tempat air, menyiapkan/merapikan ruangan untuk para bhikkhu makan, dll. Selain itu beliau juga rajin mendengarkan Dhamma. Semua hal ini dilakukannya dengan tujuan agar beliau dapat terlahir kembali bersama dewa Malabhari. Karena beliau sangat memuja suaminya (dewa Malabhari) maka dia dikenal sebagai Patipujika (pati = suami).

 

Suatu hari beliau jatuh sakit dan meninggal pada hari yang sama. Berkat jasa kebajikannya, beliau terlahir kembali menjadi salah satu istri dari dewa Malabhari. Perlu diketahui, bahwa satu hari di alam dewa Tāvatimsa sama dengan 100 tahun di alam manusia. Oleh karena itu, sang dewa beserta istri yang lainnya saat Patipujika terlahir kembali di alam dewa tersebut masih berada di taman bunga. Karena untuk beberapa saat sang dewa tidak melihat Patipujika, maka beliau bertanya ke mana istrinya tersebut pergi. Sang dewi pun menceritakan kisahnya ketika beliau terlahir menjadi manusia.

 

Setelah sang dewa mendengar bahwa istrinya telah meninggal dan terlahir menjadi manusia, menikah di usia 16 tahun, dan mempunyai 4 orang anak, karena sakit beliau meninggal dan terlahir kembali menjadi istri sang dewa. Beliau terkejut karena hidup manusia begitu singkat (karena mereka masih bermain di taman bunga, belum ada 1 hari). Sang dewa pun bertanya lagi, “Bila manusia hidup begitu singkat, apakah mereka masih menghabiskan waktu untuk TIDUR dan TIDAK SUKA MENJAGA PEHATIANNYA? Apakah mereka suka berdana dan melakukan hal-hal yang mulia?”  Sang dewi pun menjawab, “Apa yang kau katakan suamiku? Bukan hanya suka tidur dan tidak pernah menjaga perhatiannya, tetapi mereka juga berpikir bagaikan umurnya tidak terbatas, bagaikan tidak ada yang terkena umur tua dan kematian.”  Sang dewa yang semakin terkejut mendengar jawaban dari istrinya, kemudian berkata “JIKA DEMIKIAN, KAPAN MEREKA AKAN TERBEBAS DARI PENDERITAAN?” Dari cerita ini, dapat disimpulkan bahwa tidaklah pantas bagi kita sebagai manusia yang umurnya relatif sangat singkat untuk hidup bermalas-malasan.

 

Setelah membaca dan mengetahuinya, marilah gunakan waktu yang ada semaksimal mungkin. Seperti anda semua ketahui, bahwa sangatlah jarang kemunculan seorang Buddha di dunia, sangatlah sulit menjadi manusia, sangatlah sulit untuk dapat bertahan hidup, dan sangatlah sulit untuk bertemu ajaran Buddha. Saat ini anda semua memiliki keempat-empatnya. Marilah gunakan kesempatan yang luar biasa ini untuk berlatih Dhamma dengan sungguh-sungguh.

 

Semoga renungan ini dapat memicu semangat anda dalam berlatih Dhamma. Semoga dengan semangat yang tinggi anda dapat berlatih Dhamma (khususnya meditasi vipassanā) dengan baik.  Semoga dengan latihan yang baik, anda dapat mengalami kemajuan pandangan terang dan secepatnya meralisasi Dhamma Mulia (Nibbāna) dalam kehidupan ini juga. Sadhu! Sadhu! Sadhu! 

 

Salam mettā untuk semua,

 

U Sikkhānanda

Pusat Meditasi Satipatthāna Indonesia

Bacom, Indonesia

8
Jadwal acara Sayalay Dipankara :
tgl 28 Mei jam 16.30 kotbah Waisak di Vhr Pluit Dharma Sukha.
tgl 29 Mei jam 8.00-19.00 Meditasi bersama Sayalay Dipankara di Vhr Padma Graha, Ruko Inkopal, Klp Gading.
tgl 30 Mei jam 18.30 Dhamma Talk di Sekolah Tinggi Buddhi Tangerang

Kesempatan emas bisa ikut ODM dgn Guru pembimbing Sayalay Dipankara
tempat terbatas ..... bagi yg berminat bisa menghubungi Sdr Andrie dan Sdr Winston

no hp sdr Andrie gw gak catat ...
Gw mencatat no hp Sdr winston, tapi gw perli konfirmasi dulu kpd sdr Winston apa bole men'share' no hp-nya disini .....

9
Buddhisme untuk Pemula / Toleransi dalam Ajaran Buddha
« on: 15 May 2011, 11:33:45 PM »


Kemudian Sang Bhagava berkata kepada keenam puluh bhikkhu Arahant tersebut : 

  “Para Bhikkhu, Saya telah terbebas dan semua ikatan yang mengikat makhluk hidup, baik para dewa maupun manusia. Kalian juga telah terbebas dan semua ikatan yang mengikat makhluk hidup, baik para dewa maupun manusia. Pergilah, para Bhikkhu, demi kesejahteraan dan kebahagiaan banyak makhluk, atas dasar welas asih kepada dunia, demi kebaikan, kesejahteraan, dan kebahagiaan para dewa dan manusia ("Muttaahang, bhikkhave, sabbapaasehi, ye dibbaa ye ca maanusaa. Tumhepi, bhikkhave, muttaa sabbapaasehi, ye dibbaa ye ca maanusaa. Caratha, bhikkhave, caarikang bahujanahitaaya bahujanasukhaaya lokaanukampaaya atthaaya hitaaya sukhaaya devamanussaanang.). Janganlah pergi berdua dalam satu jalan! Para Bhikkhu, babarkanlah Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, dan indah pada akhirnya, dalam makna maupun isinya. Serukanlah hidup suci, yang sungguh sempurna dan murni. Ada makhluk dengan sedikit debu di mata yang akan tersesat karena tidak mendengarkan Dhamma. Ada mereka yang mampu memahami Dhamma. Para Bhikkhu, Saya sendiri akan pergi ke Uruvela di Senanigama untuk membabarkan Dhamma.”

Demikianlah, Yang Terberkahi mengutus keenam puluh siswa¬Nya yang telah tercerahkan untuk mengembara dan satu tempat ke tempat lain. 'Ini menandakan karya misionari pertama dalam sejarah agama Buddha yang dikirim Sang Buddha untuk menyebarkan ajaran Beliau demi kebahagiaan dan kesejahteraan para dewa dan manusia". Mereka menyebarluaskan Dhamma yang luhur atas dasar welas asih terhadap makhluk lain dan tanpa mengharapkan pamrih apa pun. Mereka membahagiakan orang dengan mengajarkan moralitas, memberikan bimbingan meditasi, dan menunjukkan manfaat hidup suci.

Spoiler: ShowHide

Suatu ketika Buddha bersama lima ratus orang siswa-Nya dari satu kota ke kota lain. Mengikuti di belakang rombongan Sang Buddha, dua orang pertapa pengembara, yaitu seorang guru bernama Suppiya paribbajjaka dan Brahmadatta muridnya. Walaupun keduanya guru dan murid, kedua berbeda pandangan terhadap ajaran Buddha; selama perjalanan sang guru menghina dan merendahkan ajaran Buddha, sedangkan muridnya berusaha memuji dengan berbagai cara. Perdebatan keduanya berlangsung selama perjalanan hingga akhirnya rombongan Buddha mendapatkan tempat persinggahan untuk beristirahat.

 

Saat itu para bhikkhu membicarakan tentang kejadian ini dan bagaimana Buddha diam saja walaupun jelas-jelas keduanya yang berdebat tentang ajaran Beliau berada persis di belakang rombongan tersebut. Ketika Buddha mengetahui pembicaraan tersebut, Beliau berkata:
“Para bhikkhu, jika seseorang menghina-Ku, Dhamma (ajaran Buddha), atau Sangha (perkumpulan para bhikkhu), kalian tidak boleh marah, tersinggung, atau terganggu akan hal itu. Jika kalian marah atau tidak senang akan penghinaan itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian. Karena jika orang lain menghina-Ku, Dhamma, atau Sangha, dan kalian marah atau tidak senang, dapatkah kalian mengetahui apakah yang mereka katakan itu benar atau salah?”

“Tidak, Bhagava,”
jawab para bhikkhu.
 
“Jika orang lain menghina-Ku, Dhamma, atau Sangha, maka kalian harus menjelaskan apa yang tidak benar sebagai tidak benar, dengan mengatakan: ‘Itu tidak benar, itu salah, itu bukan jalan kami, itu tidak ada pada kami’.”

 

“Jika orang lain memuji-Ku, Dhamma, atau Sangha, kalian tidak boleh gembira, bahagia, atau senang akan hal itu. Jika kalian gembira, bahagia, atau senang akan pujian itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian. Jika orang lain memuji-Ku, Dhamma, atau Sangha, kalian harus mengakui kebenaran sebagai kebenaran, dengan mengatakan: ‘Itu benar, itu tepat sekali, itu adalah jalan kami, itu ada pada kami’.”
(Brahmajala Sutta)

Dengan demikian, Buddha mengajarkan agar para pengikut-Nya tidak terbawa emosi positif atau negatif saat seseorang memuji ataupun merendahkan ajaran Beliau, melainkan menjelaskan mana yang benar dan mana yang tidak benar atas pandangan terhadap ajaran Buddha tersebut sehingga dapat membebaskan agama Buddha dari pandangan salah orang-orang yang tidak tahu atas ajaran-Nya.

-bersambung-


10


Ceramah Dharma dengan Venerable Master Hui Li dari Taiwan

Topik Tentatif:
"Bhiksu penebar benih Dharma di Afrika: Menebar kasih menyelamatkan kehidupan"
*Free untuk Umum
**Pengambilan tiket hubungi Sekretariat Buddhist Fellowship Indonesia

Sabtu, 07 Mei 2011
Pukul: 15:00 - 18:00 WIB
Plaza Sentral Lt. 11
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 47, Jakarta 12930

11
Buddhist Fellowship Indonesia/Executive mengajak Bapak/Ibu/Sdr./i.,

Sharing Dhamma menyambut Gema Waisak 2555 B.E./2011
“Dhamma – The Way of Life”

Dhamma itu Indah
Namun, sekedar mengenal Dhamma saja belum dapat membebaskan kita dari penderitaan


Bagaimanakah menjadikan Dhamma sebagai
pegangan hidup yang sejati menghadapi gejolak kehidupan?


Mari Diskusi Bersama Keluarga BFI / E


Minggu, 1 Mei 2011
Pk 10.00 – 12.00 WIB
(FREE makan siang)
Ammarin Restaurant, Plaza Sentral

Jadikanlah Semangat Waisak sebagai kekuatan untuk menempuh kehidupan yang lebih baik!

Kami juga menyediakan SEKOLAH MINGGU untuk anak-anak/saudara Anda (3 – 12 th)
Bersama Kakak-Kakak Sekolah Minggu berpengalaman, anak-anak akan dibimbing untuk:
- Belajar Dhamma & Meditasi
- Nonton Film & Bermain Bersama
- Belajar Menggambar, dll
(termasuk makan siang bersama)
Ajarkanlah Dharma kepada anak-anak Anda sejak dini!

”... Berteman dengan teman-teman yang baik, bergaul dengan orang-orang baik. Ia yang mengerti Dhamma hidup berbahagia dengan pikiran yang jernih dan tenang... ” – Dhammapada VI -

Terima Kasih atas dukungan dan partisipasi Anda.

Salam Bahagia,
Sekretariat Buddhist Fellowship Indonesia / Executive
Plaza Sentral Lt. 10, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 47, Jakarta 12930
021-5292 0965 / 0852 8764 1636
http://www.buddhistfellowship.or.id/

12
Kesempatan Berbuat Baik / Donor Darah Mei 2011
« on: 29 April 2011, 02:04:10 AM »
DONOR DARAH DI VIHARA JAKARTA DHAMMACAKKA

Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya (VJDJ) berlokasi di Jl. Agung Permai XV/12 Blok C-3 Sunter Agung Podomoro Jakarta Utara 14350, INDONESIA.

No telp : (021) 6414304, 64716739.

- Minggu, 01 Mei 2011; Setelah Puja Bakti Pagi s.d. pk. 13.00  WIB, di Gedung Serba Guna Lt. I

Ekayana Buddhist Centre menyelenggarakan acara donor darah pada:
Ekayana Buddhist Centre
Jl. Mangga II No.8, Duri Kepa (Tanjung Duren Barat - Greenville)
Jakarta Barat 11510 - Indonesia
Tel. 021-568.7921-22, Fax. 021-568.7923

Hari/Tanggal: Minggu, 15 Mei 2011
Pukul: 11.00-14.00 WIB
...Tempat: Gedung Serbaguna (Gd. DOM) Lt. Dasar Ekayana


 minta info Vihara Dharmmasukha donor darah tgl 8 mei 2011 ??

13
Informasi dan Pengumuman Kegiatan Buddhis / Abhidhamma made easy
« on: 21 April 2011, 01:01:53 AM »


Komentar dari Bpk Pandit Kaharuddin diFb ci Lily W  ;D

Pandit Kaharuddin Saya kenal baik Bhante Kheminda, saya sangat gembira bahwa beliau ikut membantu penyebaran Abhidhamma di Tanah Air ini. Sudah saatnya umat Buddha Indonesia belajar Abhidhamma dengan Bhante Kheminda untuk meningkatkan perkembangan batiniah kearah yang lebih baik untuk mencapai Tujuan Akhir. Terima kasih Bhante Kheminda atas usaha mulianya untuk menyebarkan Abhidhamma kepada umat Buddha Indonesia.

14
Informasi dan Pengumuman Kegiatan Buddhis / SPD 2011, Medan
« on: 11 April 2011, 11:33:14 PM »


PERTAMA KALI DI KOTA MEDAN, CERAMAH DHAMMA SELAMA 1 BULAN, MARI HADIRI BERAMAI-RAMAI KEGIATAN INI, TIDAK PERLU UNDANGAN, TERBUKA UNTUK UMUM :)
---------------------------------------------

“ Mendengarkan dan membahas Dhamma
pada waktu yang sesuai adalah Berkah Utama”
( Mangala Sutta )

S P D 2 0 1 1
Sebulan Penghayatan Dhamma

Menjelang peringatan Vesakha 2555 TB, Keluarga Besar Vihara Mahasampatti mengadakan kegiatan SPD 2011 yaitu Kegiatan Pujabakti, ceramah dan diskusi Dhamma selama 1 (satu) bulan penuh dengan menghadirkan pembicara dari anggota Sangha dan pandita.

Pembicara-pembicara yang akan mengisi dhammadesana secara bergiliran antara lain :
01. B. Jinadhammo Mahathera
02. B. Sukhemo Mahathera
03. B. Atimedho Mahathera
04. B. Dhammakaro Thera
05. B. Cittagutto Thera
06. B. Siriratano Thera
07. B. Abhayanando Thera (update)
08. B. Khemanando
09. B. Dhammiko
10. B. Vimaladhiro
11. B. Indaguno
12. B. Jayaratano
13. B. Cittavaro
14. Cornelis Wowor, M.A.
15. Pdt. Dharmanadi Chandra
16. PMy. Rudi H. Dhammarajadasa

Sebagian topik-topik yang akan dikupas antara lain :
01.Surga dan neraka, pilih mana ?
02.Mengabdi penuh perjuangan
03.Menjumpai keluarga di alam lain
04.Harta dalam Dhamma
05.Kebaikkan vs kejahatan
06.Empat tipe manusia
07.Peluang dan kesuksesan
08.Membentuk karakter
09.Anupubbi-katha
10.Empat kebenaran mulia
11.Berkah utama
12.Penyebab kemerosotan
13.Perdukunan dibalik panji agama
14.Saccaka Sutta
15.Tiga mukjizat
16.Peruntungan ada ditanganku
17.Dhamma masih relevankah ?
18.Tegar menghadapi realita hidup
19.Ubah marah jadi ramah
20.Benarkah anda mengenal Buddha ?
21.Tidur nyenyak
22.Konsep ketuhananan di liat dari Brahmajala Sutta
23.Permata yang tidak ternilai
24.Happy moment, Happy in Dhamma
25.Cara bijak memahami kematian
26.Harmonisasi Buddhadhamma dan kebudayaan

dan berbagai topik lainnya..............
(topik diatas adalah topik yang telah masuk kepanitia, topik-topik yang lain akan menyusul)


Tanggal dan waktu :
14 April s.d. 14 Mei
Senin - Sabtu, 19.00 - 21.00 Wib
Minggu, 09.00 - 11.00 Wib

bertempat di :Dhammasala
Vihara Mahasampatti

Jadwal Pembicara :
Di umumkan -1 Hari H
Fan page VMS : www.facebook.com/infovms => like plizzz :))

Kegiatan Rutin selama SPD :
07.00 Wib Pindapata
11.00 Wib Dana makan siang untuk anggota sangha

Kegiatan Lainnya:
• Donor Darah 2011
8 Mei, 14 Agustus, 13 Nopember
Minggu pukul 08.30 - 11.00 Wib
• Vesakha 2555 TB, 17 Mei 2011
09.09 Wib Vesakhapuja 2555 TB
17.30 Wib Renungan detik-detik Vesakha 2555 TB (18.08.23 Wib)
19.30 Wib Padakkhina Buddharupam dan Buddhassa-dhatu

Pendanaan SPD :
berhubung ada 13 pembicara yang berasal dari luar kota, kami membuka Kesempatan berbuat kebajikan dengan turut mendanai tiket pesawat pembicara yang dapat dilakukan dengan
• Berdana secara langsung di Vihara
• Transfer via rekening ke
BRI 0053.01.060784.50.8 cab. Putri Hijau
a.n. Vihara Mahasampatti
atau
BCA 837.006.2383 cab Sumatera
a.n. Yayasan Vihara Mahasampatti
mohon di Konfirmasi via sms di 0819 63 1688 / 061-6843 7584, agar dana dapat di masukkan di laporan keuangan kegiatan SPD ini

Laporan penggunaan dana SPD diumumkan secara rutin di mading vihara selama kegiatan SPD berlangsung

Informasi :
ketua dayaka sabha - Anwar 061-6843 7584

15
Kesempatan Berbuat Baik / Mendukung Latihan Para Samana.
« on: 07 April 2011, 01:43:27 AM »
Dear All Dhamma brother n sister,

Kesempatan Menanam Kebajikan (Kusala Kamma) ;

Bagi yang ingin berdana makanan kepada 10 Bhikkhu, 5 Samanera, dan 20 yogi yang sedang berlatih Meditasi Vipassana dari tgl 5 sd 13 april 2011, dengan guru pembimbing Sayadaw U Nandasidhi
(Sayadaw berasal dari myanmar) bisa datang ke ISCM (Indonesia Satipatthana Meditation Center), bakom, Puncak,jawa barat.
Atau dapat juga Anda berdana materi
Ke Rek AC BCA : 428-142-9978,
AN : Yayasan Satipatthana Indonesia,
dgn tujuan : mendukung Latihan Para Samana.

Untuk info lebih lanjut hubungi sekretariat yasati : 02193264600, 085720877666. 081389615129.

"Manfaat Berdana Makanan"
1. Umur Panjang.
2.Mendapatkan kecantikan.
3.Mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan ini dan akan datang.
4.Mendapatkan kekuatan.

Semoga teman2 dalam seDhamma mendapatkan berkah2 termulia dalam kehidupan sekarang dan selanjutnya, dan selalu dalam keadaan Berbahagia.
Sadhu. Sadhu. Sadhu

Mohon sebarkan(please foward),Thx, Metta Always .....

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 33