Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Kelana

Pages: [1] 2
1
Lowongan / Lowongan Kerja: Staf Home Visit
« on: 25 April 2016, 11:42:28 AM »
Lowongan kerja

Dibutuhkan segera Staf Home Visit untuk Perusahaan produk baby di Jakarta

Dengan memenuhi kelengkapan yg diperlukan seperti berikut:

- Pria/Wanita
- Maksimum usia 35 tahun
- Lulusan SMA/K/Diploma/Sarjana
- Penampilan menarik
- Punya SIM C
- Bisa pakai apps Android & Gmaps
- Menyukai bidang anak dan bayi
- Tidak merokok
- Domisili sekitar Sunter

Silahkan kirim CV dan lamaran lengkapnya ke :

email: hr[at]3dportrait.asia

Terima kasih

Sumber:


2
Franklin D. Roosevelt (FDR) adalah Presiden Amerika Serikat Ke-32. Ia menjadi seseorang yang disegani setelah perannya di Perang Dunia Ke-2. Ia menjadi orang keenam dari abad ke-20 yang paling dikagumi oleh warga A.S.

Kebesaran namanya membuat orang-orang mengutip perkataan-perkataan yang dianggap memberikan inspirasi. Ada yang mengutip perkataan yang diklaimnya berasal dari Franklin D. Roosevelt seperti ini:

“Semakin besar kemampuan, semakin besar tanggung jawab.”
(Franklin Roosevelt)

Sebenarnya tidak persis demikian. Mungkin yang bersangkutan terlalu banyak menonton film atau membaca komik Spider-Man.

"And a lean, silent figure slowly fades into the gathering darkness, aware at last in this world, with great power there must also come great responsibility"(Spider-Man from Amazing Fantasy #15 August 1962)

Yang benar adalah:

With them the problem is different and the responsibility is different.”
“Dengan mereka masalahnya berbeda dan tanggung jawabnya berbeda.”
 (Franklin D. Roosevelt, Annual Message to Congress - January 4, 1935)
http://www.presidency.ucsb.edu/ws/?pid=14890

Dan jika ada pertanyaan adakah pria yang merupakan hasil binaan seorang wanita, Franklin D. Roosevelt jawabannya karena ia merupakan pria hasil binaan seorang wanita, yaitu ibunya.

FDR lahir dari seorang ibu bernama Sara Ann Delano pada 30 Januari 1882. Sara adalah seorang yang posesif, tangguh dan merupakan pengaruh dominan dalam kehidupan-kehidupan awal FDR.

"Siapakah anak kecil berpakaian wanita ini?" Jawabannya:
Spoiler: ShowHide
Franklin D. Roosevelt di tahun 1884.


Sara mengajarkan FDR membaca dan geografi, dan mempekerjakan pengajar daripada mengirim FDR ke sekolah konvensional. Setelah kematian suaminya pada tahun 1900, ia pindah ke Boston untuk sementara untuk dekat dengan FDR yang saat itu belajar di Universitas Harvard.

Dengan demikian jelas bahwa FDR awalnya dididik oleh ibunya. Dan jika ada seseorang yang menolak adanya pria binaan seorang wanita namun ia berusaha mengutip perkataan Franklin D. Roosevelt yang jelas-jelas awalnya dibina oleh wanita, berarti ia pun adalah seorang pendukung pria binaan wanita, bukankah demikian? Tentu saja demikian. Jika tidak demikian mungkin ia adalah orang yang terlalu bodoh untuk tahu bahwa FDR dibina oleh wanita karena mengutip sembarangan perkataan orang yang tidak ia ketahui latar belakangnya.

Jadi tidak salah jika ada seorang pria dibina oleh seorang wanita. Hasil pembinaan seorang wanita tidaklah berarti tidak baik, tidak bernilai. Semua tergantung dari isi atau jenis, cara pembinaan dan bagaimana orang yang dibina mengolahnya. Contohnya adalah Franklin D. Roosevelt.

Begitu juga dengan pembinaan dalam spiritual. Bukan jenis kelamin, tua atau muda, miskin atau kaya si pembina, yang menentukan kualitas hasil dari orang yang dibina dalam spiritual. Tetapi isi, cara dan kualitas diri orang yang dibina.

Demikian, semoga bermanfaat.

-----
NB:
Saya akan menanggapi tanggapan yang layak ditanggapi.

Untuk Moderator, saya tidak tahu posting mau ditaruh di mana, kadi saya masukan dalam Politik, jika tidak sesuai silahkan dipindahkan.

3
Seremonial / Selamat Tahun Baru 2015
« on: 05 January 2015, 03:10:38 PM »
Agak ketinggalan 5 hari  ;D , lagi pula DC nampaknya tidak bisa diakses pas tahun baru karena lagi bebenah

Selamat Tahun Baru 2015!  <:-P

4
Lowongan / Dibutuhkan segera: Field Operational Staff
« on: 17 November 2014, 10:37:28 AM »
Berikut ada titipan lowongan pekerjaan:

Dibutuhkan Field Operational staff 3dPortrait , dengan memenuhi kelengkapan yg diperlukan seperti berikut:

Quote
Usia < 35 thn.
Min S1.
Penampilan baik.
Tidak merokok.
Menyukai bidang bayi/anak.
Memiliki SIM C.
Mengetahui dan paham jalan-jalan di Jadetabek atau bisa mengoperasikan gmaps.
Disukai bisa mandarin atau Inggris

Silahkan kirim CV dan lamaran lengkapnya ke :

Sunter Hijau 3 Blok C 2 No. 14

atau

email: hr [at] 3dportrait.asia

Terima kasih

Sbr:

5
Saya angkat topik ini karena ada yang menyinggung mengenai “sutra”ini: 佛說大通方廣懺悔滅罪莊嚴成佛經 atau judul aslinya 大通方廣懺悔滅罪莊嚴成佛經 (Dàtōng fāng guǎng chànhuǐ mièzuì zhuāngyán chéng fójīng)

Selidik punya selidik atas bantuan Mbah Google:
“Sutra” ini ditemukan di:

Taisho Tripitaka Vol. 85, No. 2871
Kategori: 疑似部 Yísì bù (Diragukan)

Sedikit penyelidikan lagi, saya menemukan paper dari Buddhist Studies at National Taiwan University. 18th issue, 2009. Sayangnya berbahasa Mandarin.

提 要

這篇論文調查從第六世紀起一個中國佛教在家眾所創的懺悔
儀式。他們在涅槃經的基礎上,混和懺悔、念佛的儀式,主張如
此可以成佛。解脫滅罪的教義、功效與進行的方式記載在《大通
方廣懺悔滅罪莊嚴成佛經》,此部經被所有的經錄指摘為「疑經」
甚至為「偽經」。然而這部經深受在家信徒歡迎,以致它的教義滲
入中國、韓國與日本各宗派佛教中。更有趣的是此經翻譯成藏文,
被西藏佛教視為真經。這篇論文從三個方面檢驗這部佛經:成書
時間、內容與教義的傳布。同時闡明此經宣稱此經解脫之功能,
又排斥其他佛經具有解脫之功

Yang bisa Mandarin mungkin bisa minta bantuan menerjemahkannya. Mungkin ini bisa menjadi jawaban mengapa “sutra” ini dikategorikan pada bagian Yísì bù (Diragukan), dan bisa membantu mereka yang sedang membahas mengenai "sutra" ini. Kalau Google yang terjemahkan sangat ancur, bisa-bisa salah pengertiannya.

Thanks

NB: judul topik tidak bisa memuat karakter.

6
Seremonial / Selamat Vesak 2556 / 2012
« on: 06 May 2012, 12:08:01 AM »
Selamat Vesak 2556 / 2012

Semoga semua makhluk berbahagia.

 _/\_

7
Seremonial / Selamat Vesak 2554 B.E / 2010
« on: 27 May 2010, 07:15:34 PM »
 _/\_
Untuk rekan-rekan semuanya:

Selamat Vesak 2554 B.E / 2010
Semoga kita semakin maju dalam Dhamma.

Sabbe satta avera hontu, sabbe satta abyapajjha hontu

 _/\_

8
Theravada / Gandhabba, kapan dia muncul??
« on: 02 October 2009, 10:16:58 PM »
Menurut Mahatanhasamkhaya Sutta,

"Para Bhikkhu, kehamilan terjadi karena penggabungan tiga hal. Sekalipun ada pertemuan unsur laki-laki dan perempuan, jika perempuan tidak sedang dalam kondisi masa subur dan tidak ada gandhabba yang siap terlahir kembali, tidak akan terjadi kehamilan dalam kandungan; Ada pertemuan unsur laki-laki dan perempuan, perempuan dalam kondisi masa subur, tetapi tidak ada gandhabba yang siap untuk terlahir kembali, juga tidak akan terjadi kehamilan dalam kandungan; Lain halnya apabila ada pertemuan unsur laki-laki dan perempuan, perempuan dalam kondisi masa subur dan ada gandhabba yang siap terlahir kembali, maka terjadi kehamilan karena pertemuan ketiga faktor itu...."

Pertanyaannya:
Kapankah gandhabba itu muncul? Apakah pada waktu masa pembuahan sel telur dengan sel sperma? Waktu masa pembentukan zigot? Waktu pembentukan embrio? Atau waktu embrio berusia tertentu misalnya 49 hari?

Thanks

9
Sekolah Buddhis dan Sekolah Minggu / Prasekolah Budddhis [AsK]
« on: 16 September 2009, 04:13:09 PM »
Apakah ada yang tahu informasi mengenai prasekolah Buddhis di Jakarta??

Thanks

10
Politik, ekonomi, Sosial dan budaya Umum / Paspor Habis Masa Berlaku
« on: 12 September 2009, 12:28:53 PM »
Ada yang berpengalaman dengan paspor??
Paspor saya habis masa berlakunya, tinggal 3 hari lagi, padahal belum pernah digunakan berhubung selama ini belum ada dana  :-[, dan pas ada dana muncul kasus flu h1n1 di negara tujuan  :'(

Pertanyaanya:
apakah ketika mengajukan ganti paspor, nanti dipersulit karena paspor masih kosong??
apa saja yang diperlukan?
ongkosnya berapa?
apakah ada yang berpengalaman dengan buat paspor online??

Thanks

11
Theravada / [Ask] Abhidhamma dan 2 Kebenaran
« on: 17 June 2009, 08:43:14 PM »
Saya pernah membaca sebuah tulisan Profesor N. A. de S. Amaratunga dari Sri Lanka. Beliau mengatakan bahwa Kebenaran itu sebenarnya hanya ada 1 (satu), tetapi ada 2 (dua) cara untuk mempresentasikannya (menyajikannya) yang kemudian muncul istilah Kebenaran Relatif (Samutti Sacca) dan Kebenaran Sejati (Paramatha Sacca).  Beliau mengatakan bahwa  menurut para pakar Abhidhamma tidak ada perbedaan tingkat antara kedua Kebenaran ini. Tidak ada yang lebih tinggi. Dan keduanya bisa digunakan untuk menuju Pencerahan.

Jika misalnya, seorang manusia dijelaskan dalam istilah lima “khandha”, hal ini dianggap sebagai Kebenaran Sejati. Di sisi lain, jika seorang manusia dijelaskan sebagai seseorang yang akan menjalani hidup, dan menderita serta akhirnya meninggal dalam sebuah proses “samsara” tanpa akhir, maka akan menjadi Kebenaran Relatif.

Bagaimana menurut pendapat rekan-rekan mengenai hal ini? Apakah benar menurut Abhidhamma tidak ada perbedaan tingkat antara Kebenaran Sejati dengan Kebenaran Relatif?

Thanks
 _/\_

12
Hayo bagaimana pendapat rekan-rekan mengenai keberadaan GolPut dilihat dari konteks keagamaan dan kenegaraan. Silahkan ajukan pendapatnya  :)

13
Tolong ! / Cari Info Kontak PERBHIKTIN
« on: 22 December 2008, 05:59:49 PM »
Ada yang tahu alamat lengkap PERBHIKTIN (Persaudaraan Bhikkhuni Theravada Indonesia) berikut kontak untuk Ayya Santini atau Ayya Silavati?

Diharapkan tanggapannya segera.

Ps: kalau ada juga alamat email Ayya Santini.

Thanks ya _/\_

14
 :)) DC jadi ajang promosi Kaskus  :))
Ini termasuk spam bukan ya?? ^-^

15
Analisa Mahaparinibbana Sutta - Catumahāpadesakathā (Digha Nikaya 16)

Pertanyaan:
Terdapat kata ’sutta’ dalam isi Mahaparinibbana Sutta – Catumahāpadesakathā. Dengan demikian adakah kejanggalan? ”Otentik”-kah??

Fakta yang ada dalam Sutta:
1.   Adanya kata ’sutta’
2.   Adanya nasihat untuk mencocokkan dengan sutta
3.   Tetap adanya pasangan kata : Inilah Dhamma, Inilah Vinaya (Dhamma dan Vinaya). Dan TIDAK adanya pasangan kata: Inilah Sutta, Inilah Vinaya (Sutta-Vinaya).
Note: antara no. 2 dan 3. adalah berbeda konteks.


Ada 2 kemungkinan dalam Mahaparinibbana Sutta (Catumahāpadesakathā)

1. Ada penambahan dalam sutta tersebut.
Saya katakan penambahan oleh penyusun dan bukannya rekaan secara keseluruhan karena dalam sutta tersebut masih adanya pasangan kata : Inilah Dhamma, Inilah Vinaya (Dhamma dan Vinaya) ”ayaṃ dhammo ayaṃ vinayo”. TIDAK disebut :  Inilah Sutta, Inilah Vinaya (Sutta-Vinaya).
Perkiraan adanya tambahan muncul dalam nasihat membandingkan antara sutta dengan vinaya. Dan anggapan ini benar jika kata ’sutta’ langsung diidentikan dengan susunan Kitab Pitaka atau diartikan sebagai discourse = written.

Jika kita TIDAK menemukan di sutta manapun tentang nasihat membandingkan antara sutta dengan vinaya ataupun pasangan kata Inilah Sutta, Inilah Vinaya (Sutta-Vinaya), maka kemungkinan ini (adanya penambahan) cukup besar. Tapi saya belum menemukannya, dan kita juga tidak bisa langsung sesumbar mengatakan tidak ada ketika kita baru membaca 10 buah sutta. Jadi yang terakhir ini agak sukar.

Lalu untuk apa sutta ini ditambah? Kemungkinan untuk mempertahankan tradisi. Kemungkinan ini kuat jika hal-hal di atas juga kuat.

2.”Otentik”
Pertama, masih adanya pasangan kata : Inilah Dhamma, Inilah Vinaya (Dhamma dan Vinaya) yang disabdakan setiap sebelum nasihat untuk penyocokan. Dan tidak adanya pasangan kata: Inilah Sutta, Inilah Vinaya (Sutta-Vinaya). Jadi dalam Catumahāpadesakathā ini TIDAK membahas mengenai pasangan kata Sutta-Vinaya.

Kedua. Kata ’sutta’ tidak langsung diidentikan dengan susunan Kitab Pitaka atau diartikan sebagai discourse = written, tetapi diartikan sebagai discourse = spoken, conversation, speak. Menurut merriam-webster.com maupun askoxford.com kata ’discourse’ memiliki makna ganda yaitu writen and spoken

Jadi:
”....Without approval and without scorn, but carefully studying the sentences word by word, one should trace them in the Discourses (Conversation, Speak,) and verify them by the Discipline. ..”

”....Kemudian, tanpa menerima atau menolak, tetapi pelajari kalimat kata demi kata, diperbandingkan dengan Percakapan (Ceramah, Pidato) dan dipelajari di bawah cahaya Disiplin....”

Percakapan /ceramah/pidato siapa? Jelas, Sang Buddha. Dan apakah isi dari Percakapan /ceramah/pidato Sang Buddha? Jelas, Dhamma.

Ketiga. Jika kita lihat situasi yang tergambar dalam sutta, jelas sutta ini adalah kisah seorang Guru, yang sangat dipuja yang akan ”wafat”, yang kata-katanya perlu diingat bahkan secara otomatis ”membekas” dalam pikiran para siswanya. Sama seperti seorang anak yang akan mengingat kata-kata terakhir dari ayahnya yang akan meninggal. Jadi hampir minim, sekali lagi hampir minim ada yang berani merubah perkataannya.

---
Demikian analisa saya. Yang mana yang benar? Silahkan di kaji lagi, di buktikan, dicari lagi indikasi-indikasi yang menguatkan masing-masing kemungkinan.

Pages: [1] 2