Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - morpheus

Pages: [1] 2 3 4 5
1
Seremonial / Selamat Hari Waisak!
« on: 15 May 2014, 10:50:44 AM »
tumben sampe sekarang blom ada threadnya...

Selamat hari Waisak tahun 2014 buat anggota DC!

2
Diskusi Umum / Alat bantu digital untuk meditasi
« on: 31 December 2013, 11:00:22 AM »
http://www.huffingtonpost.com/2013/12/30/the-internet-might-hold-t_n_4461797.html

beberapa apps dari artikel:
* Headspace
* Buddhify
* Calm.com
* MeditateApp for Android

kebanyakan arahnya ke new age, tapi ide app meditasi untuk perkenalan, penjelasan, instruksi, motivasi dan tracking praktek meditasi menarik juga, setidaknya buat pemula dan yang gak tau sama sekali...

3
Film / Pelem-pelem bagus yang gak dikenal
« on: 13 May 2013, 05:00:34 PM »
banyak pelem2 bagus yang gak terlalu dikenal, terutama yang dulu2. padahal nilai sinematografi, cerita dan mutunya jauh mengalahkan pelem2 ngetren jaman sekarang yang mengandalkan cgi, violence dan sex. thread ini ditujukan untuk memperkenalkan, membahas dan mendiskusikan pelem2 seperti itu...

The Usual Suspects (1995)
http://www.imdb.com/title/tt0114814/

A boat has been destroyed, criminals are dead, and the key to this mystery lies with the only survivor and his twisted, convoluted story beginning with five career crooks in a seemingly random police lineup.

di jamannya pelem ini termasuk sangat populer dan berhasil melejitkan kevin spacey sebagai aktor papan atas. kepopulerannya disebabkan oleh "twist" pada endingnya yang sulit ditebak. walaupun udah berumur 18 tahun pelem ini masih sangat layak ditonton dan layak untuk dinobatkan sebagai salah satu pelem klasik.


The Man From Earth (2007)
http://www.imdb.com/title/tt0756683/

bagaimana jadinya kalau anda hidup sampai 10 ribu tahun?

sangat sulit membayangkan sebuah pelem berbudget rendah, setting hanyalah beberapa orang duduk2 di ruang tamu dan ngobrol sebagai perpisahan seorang dosen kepada rekan2 dosen lainnya bisa dibuat menjadi sebegitu menariknya. gak ada spesial efek, gak ada action, gak ada cewek telanjang, tapi lapis demi lapis informasi terkuak membuat penonton terpaku menyimak dialog demi dialognya yang aduhai...

ps: ada berhubungan dengan Buddha...


Vanilla Sky (2001)
http://www.imdb.com/title/tt0259711/

sebelum the matrix, inception dan shutter island, ada sebuah pelem spanyol berjudul "abre los ojos" artinya buka matamu. saya pertama kali nonton pelem spanyol ini dan baru sadar ternyata diremake oleh hollywood dengan judul vanilla sky, dengan pemeran tom cruise.

sangat sulit memberikan reviewnya tanpa memberikan spoiler. jadi silakan tonton sendiri...


Fight Club (1999)
http://www.imdb.com/title/tt0137523/

"Welcome to Fight Club. The first rule of Fight Club is: you do not talk about Fight Club. The second rule of Fight Club is: you DO NOT talk about Fight Club! Third rule of Fight Club: someone yells "stop!", goes limp, taps out, the fight is over. Fourth rule: only two guys to a fight. Fifth rule: one fight at a time, fellas. Sixth rule: No shirts, no shoes. Seventh rule: fights will go on as long as they have to. And the eighth and final rule: if this is your first time at Fight Club, you have to fight."

salah satu jawara top movie versi imdb. akting terbaik brad pitt dari segala pelem2 lainnya. blom lagi edward norton. cerita dengan twist yang mengguncangkan. dialog2nya mencerahkan (atau menggilakan). wajib tonton minimal 2x!

 
(bersambung...)

4
Theravada / Bhikkhu Theravada melanggar kaga kek gini?
« on: 01 March 2013, 02:51:35 PM »
supaya adil...

Spoiler: ShowHide

BANGKOK May 22. A young Buddhist monk was arrested on Wednesday after storming Thailand’s Parliament with an assault rifle, taking about 30 people hostage and demanding to speak with the Prime Minister. No one was injured. After a one-hour standoff during which he berated authorities by mobile phone and fired an AK-47 assault rifle into the air once, the monk was captured by three plainclothes police posing as reporters who grabbed the gun and handcuffed him....
http://sdhammika.blogspot.sg/2008/05/ak-47-monk.html


bhikkhu menyimpang marijuana dan obat2 terlarang lainnya.
http://www.thaivisa.com/forum/topic/526965-bad-thai-monks/

Spoiler: ShowHide

http://freethinker.co.uk/2009/04/28/gay-thai-monks-told-to-curb-their-flamboyant-behaviour/

Spoiler: ShowHide


Spoiler: ShowHide


Spoiler: ShowHide

Luangpor Jumnean Wat Tumsur the tiger cave temple. Famous monk of Thailand. Luangpor Jumnean's amulets are famous worldwide, blessing strong wealth/luck fortune, protection from dangers/misfortune, evils/darkness haunted spirits. Luangpor Jumnean visit many countries ex. Laos, Burma, Cambudia, Malaysia, Singapore, Indonesia, China to do purify haunted spirits. He is a well-known powerful guru monk of Thailand
bisa beli di: http://www.thailandamulet.com/showRoom.php?cate=3&scate=4

Spoiler: ShowHide

http://singaporeseen.stomp.com.sg/stomp/sgseen/what_bugs_me/425826/monks_shop_in_giordano_at_toa_payoh.html?articlePage=&photosPage=&commentsPage=3

Spoiler: ShowHide

bhikkhu beli toto
http://www.stomp.com.sg/bestoftheday/images/61.html

Spoiler: ShowHide


Spoiler: ShowHide

5
Lingkungan / Persahabatan dua species
« on: 05 October 2012, 08:24:12 PM »

Deep in the Costa Rican jungle, a fisherman named Chito discovered a crocodile that had been shot in the eye by a cattle farmer and left for dead. Chito was able to drag the massive reptile into his boat and brought him to his home, where he stayed by his side for months, nursing him back to health.

He named the croc Pocho. “I stayed by Pocho’s side while he was ill, sleeping next to him at night. I just wanted him to feel that somebody loved him, that not all humans are bad.” said Chito, ““It meant a lot of sacrifice. I had to be there every day. I love all animals – especially ones that have suffered.”

The day finally came when Pocho was strong enough to go back into the wild. Chito took him to a lake near his house and released him, but the animal simply got back out of the water and followed him home.

“Then I found out that when I called his name he would come over to me.” says Chito. The fisherman has been hesitant to tell his story, even though 20 years have passed since he first rescued Pocho.

Pocho is roughly 5.18 meters (17 feet) long. He and Chito play, wrestle and hug on a daily basis. That bond, Chito said, took years to forge.

“After a decade I started to work with him.”, says Chito casually, “At first it was slow, slow. I played with him a bit, slowly doing more.”

Chito has told his story now only to raise awareness of the cruelty that can be done to animals, and the difference that affection and treating other rightly can make.

“He’s my friend, I don’t want to treat him like a slave or exploit him.” said Chito, “I am happy because I rescued him and he is happy with me because he has everything he needs.”

6
Lingkungan / Pelepasan hewan
« on: 16 May 2012, 08:34:50 AM »
Quote
TAIPEI (AFP) - Tens of millions of animals, mostly fish and birds, are dying every year in Taiwan because of so-called 'mercy releases' by Buddhists trying to improve their karma, according to animal welfare activists.

The government is now planning to ban the practice, saying it damages the environment and that a large proportion of the 200 million or so creatures released each year die or are injured due to a lack of food and habitat.

Around 750 such ceremonies are carried out in Taiwan each year, according to the Environment and Animal Society of Taiwan.

Negotiations have seen some groups agreeing to halt the practice, but others have yet to accept a ban, Mr Lin Kuo-chang, an official from the government's Council of Agriculture, told AFP on Sunday.
setuju diban? ataukah ada cara yang lebih cerdas?

7
Lingkungan / Agama Lokal Minta Diperlakukan Sama Dengan Agama Impor
« on: 24 April 2012, 12:28:25 PM »
Quote
Hemi Koapaha, penggerak Suku Bantik di Manado (sumber: Ulin Yusron/ Beritasatu.com)
Agama lokal makin terdesak oleh agama impor. Mereka minta negara mengakui kebaradaan agama lokal yang juga memiliki ritual, mitos dan etika.

Sejak bertahun-tahun keberadaan agama dan kepercayaan masyarakat adat tak mendapat tempat di negeri ini. Masyarakat adat tersudut karena pemerintah hanya mengakui agama terdiri: Islam, kr****n, Katholik, Hindu, Budha. Dan di era Presiden Gus Dur, Kong Hu Chu diakui. Padahal Undang-undang Dasar mengakui keberadaan kepercayaan. Namun pada praktiknya penganut kepercayaan tak bisa menunjukkan eksistensinya.

Stigma pada masyarakat adat sebagai kafir, penyembang batu dan pohon selalu membuat mereka tersudut. Demikian keluhan yang muncul dalam diskusi sarasehan yang digelar di Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) ke-4, 19-25 April 2012 di Halmahera Utara.
     
Mama Evelyn dari Suku Boti menyatakan pemeluk ajaran Boti didiskriminasi. Suku Boti adalah suku asli kepulauan Timor. Boti terletak di Timor Tengah Selatan. Suku Boti memiliki keyakinan yang disebutnya Halaika. Mereka percaya pada dua penguasa alam yaitu Uis Pah dan Uis Neno. Uis Pah sebagai mama atau ibu yang mengatur, mengawasi, dan menjaga kehidupan alam semesta beserta isinya termasuk manusia. Sedangkan Uis Neno sebagai papa atau bapak yang merupakan penguasa alam baka yang akan menentukan seseorang bisa masuk surga atau neraka berdasarkan perbuatannya di dunia.

Menurut Mama Evelyn bentuk-bentuk diskriminasi yang dialami antara lain tidak ada akte kelahiran, tidak ada pengakuan pernikahan adat, tidak ada kolom agama pada KTP dan yang menyedikan anak-anak sekolah dipaksa ikut pendidikan agama yang tak diikuti.

"Dalam kolom agama di KTP, kami tidak boleh isi sesuai agama yang kami yakini lalu dikosongkan saja. Pemerintah memang tidak masalah tapi kita rugi, kenapa agama kami tidak diakui," ujar Evelyn kepada Beritasatu.com. Ia pun meminta agar kolom agama dihilangkan agar masyarakat adat tidak hilang eksistensi keberagamaannya.

"Kami punya agama Boti yang punya acara adat dan tata upacara, ada pemimpin agama lokal yang memimpin acara ritual. Setiap bulan ada ritual. Kami tiap minggu ada 9 hari, pada hari ke 9 kita berkumpul dan berdoa bersama. Ada juga kelahiran kematian, pesta panen ritualnya dilakukan," terang Evelyn.

Masyarakat Boti memrotes karena pemerintah menganggap kami tidak punya agama, padahal kami punya agama. "Tapi kalau mau diakui dalam KTP, kami harus masuk agama impor. Untuk menikah, sekolah dan anak-anak yang mau dapat akta kelahiran harus menganut salah satu agama," ujarnya.

Akibat pemaksaan ini, anak-anak Boti di sekolahan dipaksa ikut pendidikan agama impor. Dan biasanya mereka menganut agama kr****n Protestan yang mayoritas di Timor.  "Kalau tidak ikut pelajaran agama, nilai agama tidak keluar. Padahal kami berbeda dengan kr****n Protestan," ujarnya.

Saat ini Suku Boti tersisa sekitar 77 kepala keluarga yang masih memegang teguh agama lokal. Padahal duluny ada 1000 kepala keluarga. Melihat kecenderungan ini, menurut Evelyn, Suku Boti  sangat berpotensi punah.

Sementara itu Hemi Koapaha, pemimpin masyarakat adat Bantik di Manado Sulawesi Utara menuturkan agama Maesa yang dianutnya sudah ada jauh sebelum Belanda masuk membawa ajaran kr****n. "Sebelum Belanda masuk kita punya Agama Maesa. Setelah Belanda masuk kita dikr****nkan. Ada yang tidak  mau masuk kr****n disebutnya dengan Alifuru yang dianggap tak bertuhan," kata Hemi.

Suku Bantik yang sebagian besar masih memeluk Agama Maesa saat ini masih ada sekitar 30 ribu orang yang tersebar di 17 kelurahan di tengah Kota Manado.

Persoalan yang dialami Suku Bantik juga sama yaitu soal pengakuan agama yang dianut. "Permasalahan sekarang ini karena waktu mau menikah harus dicatat, padahal dalam pernikahan adat kami tak dicatat karena yang penting disetujui orang tua dan pemangku adat," ujar Hemi. Gara-gara soal pencatatan pernikahan ini sampai satu waktu hampir terjadi saling bunuh antara anak dan orang tua.

Ini terjadi saat mau menikahkan anaknya baru ketahuan ternyata kedua orang tuanya tidak memiliki surat nikah. "Anak-anaknya belum bisa nikah kalau tak ada orang tuanya. Pasangan lelaki mengatakan kok orang tuamu tidak menikah, kalian kafir ya. Tekanan semacam ini menyebabkan mereka dikr****nprotestankan," ujar Hemi.

Setelah orang tuanya menikah dengan cara kr****n Protestan, anak-anak yang sudah menikah tidak boleh dicatatkan di dalam kartu keluarga karena sudah menikah. Dampaknya pada soal ahli waris karena yang diakui hanya yang tercatat dalam kartu keluarga.

Selain penganut agama dan kepercayaan Maesa, di Manado ada juga agama Adat (Allah di dalam tubuh). "Baru sekarang perjuangan mereka sekarang sudah diakui karena Bupati Musi Talalud beragama Adat," terang Hemi.

Kepercayaan Adat ini bermukim di Desa Musi, Kecamatan Lirung, Kabupaten Kepulauan Musi Talaud, Sulawesi Utara. Akibat desakan agama impor dan juga karena banyak ucapan pimpinan agama lain yang menyebut kami kafir, tidak bertuhan sehingga anak-anak masyarakat adat sangat tertekan. Anak-anak dari ajaran Maesa dan Adat sering dituduh menyembah batu, pohon lalu dibalas agama impor menyembah ubin atau mimbar. Perdebatan macam ini sebenarnya milik siapa? Agama itu milik Tuhan bukan milik manusia," kata Hemi.

Pemeluk Maesa juga memiliki ritual keagamaan di keluarga, saat musim tanam perkebunan, saat bayi lahir dan sebagainya. "Kitab kami itu alam. Kalau bumi diporakporandakan karena alam marah, kitab suci dirusak. Agama lokal yang mendidik karakter kejujuran dan kemurnian saya yang dulu pemeluk Agama kr****n. Agama kr****n tidak pernah mendidik kami. Nurani agama lokal yang menginspirasi untuk menghargai pemeluk agama lain. Sekarang Alkitab kami dihancurkan. Kalau bumi panas, bencana jangan salahkan karena alkitab kami dirusak," ujar Hemi.

Karena desakan dan ejekan anak-anak terpaksa ikut ke gereja atau ke masjid saja. "Pemerintah harus mempertegas aturan, sehingga tidak ada yang menekan mereka," ujarnya.

Rektor Universitas Halmahera, Julianus Mojau menyarankan definisi agama perlu diringkas saja yakni: memiliki ritual, mitos dan etika. "Semua agama baik yang monoteis komunitas nomaden maupun agama monoteis  monarkhial yang lahir di kemudian hari selalu memiliki tiga aspek yaitu mitos, ritual dan etika. Semua agama monoteis harus diakui sebagai agama yang sah bagi penganutnya," ujar Julianus.

http://www.beritasatu.com/nasional/44228-agama-lokal-minta-diperlakukan-sama-dengan-agama-impor.html
kenapa dibatasi monoteis?
negara tidak perlu mengatur agama dan kepercayaan warga negaranya.
negara cukup mengatur masalah sosial, ekonomi, ketertiban dan keamanan saja.


8
Chan atau Zen / Kucing sang guru
« on: 20 April 2012, 10:48:17 AM »
Alkisah sewaktu seorang guru spiritual dan murid-muridnya memulai sesi meditasi malam, seekor kucing yang tinggal di kompleks biara mengeong dengan sangat bisingnya mengganggu sesi meditasi. Sang guru memerintahkan agar si kucing diikat di luar sepanjang setiap sesi meditasi.

Beberapa tahun kemudian, sang guru meninggal dunia and si kucing tetap diikat di luar sepanjang sesi meditasi untuk menghormati perintah sang guru.

Suatu ketika, setelah si kucing pun mati, murid-murid sang guru membawa kucing lain dengan belang yang sejenis ke biara dan kembali mengikatnya selama sesi meditasi.

Beberapa abad kemudian, keturunan-keturunan murid sang guru yang terpelajar menulis artikel "ilmiah" mengenai alasan pentingnya mengikat kucing selama sesi meditasi.


terjemahan bebas dari: Zen Stories to Tell Your Neighbors

9
Diskusi Umum / Sejarah Buddhism di Indonesia versi buddhistreborn.org
« on: 03 April 2012, 10:39:46 PM »
http://buddhistreborn.org/index.php/component/content/article/11-home/weekly-sermon/7-ws-sejarah-perkembangan-buddhist-di-indonesia

Quote
Di Indonesia ada beberapa bukti sejarah berupa peninggalan candi-candi. Misalnya: Candi Borobudur di Yogyakarta.

Pada tahun 1883 , kata “Indonesia” baru muncul. Berasal dari kata Indiasia , kata India berasal dari Sungai Indus. Orang-orang jaman dahulu hanya mengenal orang indonesia dengan sebutan orang indus.

Banyak orang yang berprasangka bahwa agama budha sama dengan agama hindu. Padahal, cikal bakal agama hindu memang sudah ada sebelum munculnya agama budha.

Kerajaan buddhist yang ada di Indonesia :

* Kerajaan Sriwijaya
Pada akhir abad ke-10 , kerajaan sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama buddha. Ajaran buddha seperti aliran buddha mahayana dan buddha hinayana juga turut berkembang.

* Kerajaan Majapahit
Pada saat itu, kerajaan majapahit dipimpin oleh Raja Prawijaya ke-5 . Lalu, ia pergi ke Palembang dan diterima oleh raja disana . Kemudian, ia ditemani oleh seorang wanita cantik keturunan china dan akhirnya mereka hidup bersama dan memiliki seorang anak yang diberi nama Jim Bun. Setelah Jim Bun tumbuh besar, ia diberitahu kakeknya bahwa ia anak keturunan Majapahit dan ada warisan. Pangeran Jim Bun datang ke Majapahit dan ia diangkat sebagai bupati di daerah demak. Ia ditemani oleh dua wali songo yang beragama islam yaitu Sunan Bonang dan Sunan Giri (keturunan china) berusaha untuk menguasai pulau jawa. Lalu Jim Bun mengganti namanya menjadi Raden Patah supaya tidak kedengaran seperti bahasa mandarin. Mereka pergi untuk menyerbu ayahnya . Ayahnya tidak melawan,lalu pergi. Maka kerajaan langsung dikuasai oleh Raden Patah. Seluruh masyarakat harus beragama islam. Kemudian, neneknya marah setelah mengetahui Raden Patah menyerang ayahnya. Ternyata ia dipengaruhi oleh Sunan Bonang dan Sunan Giri yang kafir sehingga pola pikirnya sangat berbeda. Raja Prawijaya dikawal oleh Sabdapalon dan Naranenggong.


Keruntuhan agama budha pada tahun 1800

Upacara-upacara yang dilaksanakan pada saat itu memakai darah manusia untuk dijadikan sebagai persembahan yang disebut ajaran tantra kiri. Sebuah tantra india dan dalam ajaran ini, bhikkhu sudak tidak menjalani hidup sesuai vinaya lagi. Bhikkhu harus melakukan hubungan fisik terlebih dahulu dengan seorang gadis sebelum ikut dalam upacara.

Namun, ada dua orang yang tidak mau pindah agama dan memutuskan untuk lari ke daerah Jawa Tengah . Mereka adalah Pak Budi Setiawan dan Jendral Gatot Soebroto. Mereka membina agama budha di Purwokerto.

Lalu, agama budha menghilang setelah kedatangan VOC di Indonesia. Tidak kedengaran berita lagi tentang agama budha.

Pada tahun 1800-an sewaktu Raffles datang ke Indonesia, baru terdengar kembali berita tentang agama budha yang ditandai dengan berita tentang Candi Borobudur. Sekitar tahun 1920, ada kelompok-kelompok terlibat ajaran theosophy (orang belanda yang mulai membicarakannya)

Ternyata, masih ada kelompok aktif yang disebut Tridharma . Kelompok ini dibentuk oleh Wa Tek Wai dan dipimpin oleh Te Huan An . Mereka mencetak buku-buku agama budha dan disebarkan di Indonesia. Lalu, Te Huan An dikirim ke Birma untuk menjadi bhikkhu dan ia diberi nama Bhikkhu Jinarakitta . Sejak saat itu mulai adanya bhikkhu kelahiran indonesia di Birma. Kemudian ia pulang ke Indonesia untuk membentuk Sangha Suci Indonesia. Organisasi buddhist pertama di Indonesia adalah PUUI (Persatuan Upasakha Upasikha Indonesia) pada tahun 1954 di vihara vatugong, semarang.

Bhikkhu-bhikkhu mulai bermunculan, ada Bhikkhu Jinaputta mendirikan sekolah sariputta . Bhikkhu Dinaphia yang lepas jubah dan menjadi bhikkhu kembali yang diberi nama Bhikkhu Pitapetugong.

Bhikkhu Jinaratana, Bhikkhu Supato , Bhikkhu Sumanggala membentuk Sangha Agung Indonesia dan banyak bhikkhu yang ikut bergabung .Lalu,karena merasa kesal anggotanya tidak demokratis, terjadi perpecahan. Bhikkhu-bhikkhu tidak melakukan kehidupan sesuai vinaya (peraturan para bhikkhu). Banyak umat yang memisahkan diri dari binaan Sangha Agung dan akhirnya PUUI pun pecah juga.

Sekitar tahun 1977, ada beberapa bhikkhu yang rapat untuk membentuk Sangha yang tidak mau bergabung dengan Sangha Agung. Pada tanggal 23 Oktober 1977, betempat di Vihara Tanah Kuti, Semarang. Memiliki tujuan untuk membina umat budha yanng tidak mau dibina lagi oleh Sangha Agung. Lalu, dilaksanakannya Kongres Umat Budha 1 yang terdiri dari Sangha Agung, Sangha Theravada, Sangha Mahayana. Setelah itu, munculah kelompok Budha Jepang, Budha Maitreya, dan Kasongatan. Total kelompok buddhist terdiri dari 26.

Cerita tentang Bhikkhuni dalam ajaran theravada menghilang 1100 tahun yang lalu, semenjak itu tidak kedengaran adanya bhikkhuni. Pada tahun 1930-1940 banyak upasikha attasila yang tinggal di vihara dan ingin menjadi bhikkhuni di Srilanka dan Thailand.

Menurut catatan sejarah,mereka pernah ada raja dari Tiongkok mengundang untuk pentahbisan bhikkhuni. Persyaratannya adalah harus ditahbiskan oleh Sangha Bhikkhuni dan yang kedua adalah ditahbiskan oleh Sangha Bhikkhu.

Sampai tahun 1980-an dilacak kembali tata cara upacara pentahbisan yang ada di Tiongkok. Begitu dilihta, menurut orang srilanka, intinya semua tetap sama. Maka banyak upasikha pergi kesana untuk ditahbiskan oleh Bhikkhuni Mahayana hanya upacaranya saja, dan kemudian baru ditahbiskan oleh Sangha Bhikkhu Theravada yang minimal terdiri dari 5 bhikkhu.
:o

10
Lingkungan / Ajahn bhikkhu fotografer
« on: 01 April 2012, 11:09:28 AM »
Photographer turns wandering monk


He is an award-winning photographer who gave up his city studio for a cave in the mountains - at the age of 27.

A wandering monk in the tradition of the forest monastery of Thailand, Ajahn Cagino lived in the wild with little more than a cup, a bowl and a walking stick.

He did this for 14 years, covering more than 4,000km on foot.

'It was a tough road, but the right one - for me,' the Malaysian national said.

Now 45, the monk, whose birth name is Lau Yong Fang, has decided to put his feet up - at least for a while.

He is in Singapore to exhibit a series of photographs he took during his travels. Through the exhibition, he hopes to raise enough money to build an orphanage for the children in

Thailand's Mae Hong Son province, a mountainous region bordering Myanmar.

The exhibition, which began on Saturday, is at Studio 67, a private art gallery on Kampong Bahru Road. It ends next Sunday.

The sixth of seven children, the Ajahn - a term Thais use to address monks, which means 'teacher' - was a graduate of the Malaysian Institute of Art in Kuala Lumpur.

He found fame early in his career as a professional photographer, winning various competitions.

In spite of his success, the monk said he had felt increasingly at odds with what he was doing.

'My photos were beautiful, exciting, but I realised they held no substance,' he said.

'I felt that this life had no meaning for me.'

After five years, he left home to become a monk. He was first ordained in Penang, before travelling to Thailand to be a forest monk.

The Thai forest tradition, a branch of Theravada Buddhism, is known for its focus on meditation and a strict adherence to monastic rules.

Forest monks lead nomadic lives, pausing often to meditate for days in caves, on mountains or by waterfalls.

Most of Ajahn Cagino's images reflect this natural landscape, lit by golden sunsets behind russet-coloured clouds.

They were taken over eight years, with a digital camera that was a gift from his nephew, the Ajahn said.

Of his transition from photographer to monk, Ajahn Cagino said that he has found the fulfilment in life he was looking for.

'I am at peace. I have no worries. I feel completely free,' he said.

11
Ditempelkan dikampus NUS oleh NUS Campus Crusade for Christ:




12
Sutta Vinaya / Ramayana dan Jataka
« on: 22 December 2011, 02:45:11 PM »
dalam DASARATHA-JĀTAKA (Jataka No. 461), tersebut kisah masa lalu Sang Buddha yg tokoh2nya sama dengan ramayana.
http://www.sacred-texts.com/bud/j4/j4025.htm

jataka (tipitaka) - ramayana (walmiki):
* rama - rama
* sita - sita
* lakkhana - laksmana
* bharata - bharata
* dasaratha - dasharatha

apa penjelasan atas kemiripan yang sangat mencolok ini?

13
globalisasi tidak hanya mempengaruhi pekerja kantor, juga mempengaruhi penghasilan buddhist monks (biksu? bhikkhu? atau dua2nya?) di singapura  ;D
bagaimana dengan indonesia?

Spoiler: ShowHide
Monks face pressure of foreign competition
Income from prayer sessions down as foreign monks charge lower rate

Some monks here are feeling the heat of competition provided by their foreign counterparts.

In particular, the local monks claim that foreign monks, who are mostly from China and Malaysia, are undercutting them by charging up to 50 per cent less for prayer sessions conducted at funeral wakes.

Mr Ang Juat Chong, 59, a Singaporean who has been a Buddhist monk for the last 18 years, said his monthly income has gone down by as much as 70 per cent in the last two years because of this.

'Local monks charge about $1,200 to do Buddhist rites at funeral wakes, but these foreign monks charge only $600 or $700. So of course, funeral parlours will prefer to hire them,' he told The Straits Times yesterday.


He also suggested that some of these monks are not supposed to be chanting prayers at these wakes.

He said he knows of at least one 'monk' from Malaysia who is here on a work permit and supposed to be working as a salesman.

He added that there are real monks who are here on work permits that state they are doing religious work. But, he claimed, that permit does not allow them to be hired by funeral operators to chant prayers at wakes.

Mr Ang, who is based at a temple in Lorong 7, Geylang, said he has approached the authorities about this and also saw Hougang MP Yaw Shin Leong about it.

Mr Yaw mentioned the meeting in a Facebook post on Thursday.

Other Buddhist monks said they have also noticed an influx of foreign monks in recent years.

Reverend Ru Hong, 55, of Guat Hoon Vegetarian temple in Kembangan, estimated that more than half of all monks here are foreigners, up from about 30 per cent two or three years ago.

He, too, claimed that while some of these foreign monks are real monks at home, they are being hired out to chant at wakes here despite being on other forms of work passes or even social visit passes.

Rev Ru Hong, who has been holding prayer sessions at funerals and other ceremonies for more than 10 years, added that these monks are mostly hired to do prayers by middlemen such as undertakers.

But he added that his takings have not been affected.

Mr K.C. Low, 61, who is from a Buddhist temple in Rangoon Road, said his income has dropped by at least 30 per cent in the past five years.

'The foreign monks are cornering the market, and from what I heard, some of them are willing to do prayers for just $200 or $300,' he said.

Mr Z. Chin, 63, who took to the cloth a decade ago and is based in a Buddhist temple in Geylang, said that some months go by without him getting called to conduct a single prayer session at funeral wakes.

Three or four years ago, he would do around three sessions every month.

The influx of monks is especially high during the Seventh Month Hungry Ghost period, said the disgruntled monks.

Mr Ang estimated that at least 100 such foreign monks operate here during this period because of the higher volume of prayers and other ceremonies.

While foreign monks may offer cheaper rates, Reverend Sek noted that they may not be familiar with local customs or praying procedures.

Still, Mr Calvin Tang, 35, an undertaker with Singapore Casket, said Singaporean families normally 'won't know the difference even though the foreign monks chant in a different way from local ones'.

Rev Ru Hong said local Buddhist monks go through a head-shaving ceremony witnessed by three senior monks in a monastery.

They also have a booklet that certifies that they have learnt all the rules and procedures and have vowed to abide by them, and this booklet is given out by temples.

14
dari men's health:


apakah memang pasangan buddhis tidak memberikan kepuasan seksual dan memiliki gairah yg rendah?
sedangkan penganut agama lain berani berfantasi dan memberikan kepuasan lebih?

15
Humor / Indgris
« on: 07 October 2011, 02:27:29 PM »


Pages: [1] 2 3 4 5