Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Arya Karniawan

Pages: [1] 2
1
Pengembangan DhammaCitta / Make DC Forum Great Again
« on: 25 May 2019, 07:14:34 AM »
Jujur dah lama gak berkunjung di forum ini... Forum ini tetap eksis walau sudah sangat ditinggalkan. Terkadang sesekali aku lihat ada satu dua orang yg cuma sekedar lihat2 forum. Dibandingkan dengan forum tetangga, forum ini seperti kuburan. Perlu adanya upaya untuk membuat forum ini kembali hidup. Ada saran? 😂

2
Kafe Jongkok / Intermezzo
« on: 10 December 2018, 06:43:11 AM »
Bangun tidur enaknya makan apa?  :-?

3
Buddhisme Awal / Mahāsaṅghika Bhikṣu Prātimokṣa
« on: 12 November 2018, 10:30:25 AM »
Mahāsaṅghika Bhikṣu Prātimokṣa telah selesai diterjemahkan... ^_^

...
1. Apa baiknya hidup bagi ia yang menutupi batinnya dengan jaring ākuśalamūla, seperti awan-awan tinggi menutupi langit? Dan hidup adalah sangat baik bagi ia yang dengan cepat membawa jaring ākuśalamūla menuju kehancuran di sini, seperti kegelapan yang terkena matahari.

2. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang bertindak dengan Śīlā yang rendah? Ia yang telah jatuh ke dalam jaring usia tua dan kematian dimakan oleh spekulasi tentang keabadian. Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang bertindak dengan Śīlā yang tanpa cacat; ia yang mengakhiri usia tua dan kematian, sebagai penguasa diri menghancurkan Mara dalam pemutusan.

3. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang tidak tahu malu, ia yang telah melanggar Śīlā perilaku baik, yang cenderung dalam penghidupan salah, dan ia yang berbicara seolah-olah abadi? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang terkendali, yang mengikuti Śīlā perilaku baik, yang cenderung dalam penghidupan benar, dan yang teguh kepada Śīlā yang murni.

4. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang tindakannya adalah Śīlā yang jahat; ia yang terbuang dari Ajaran Sang Guru seperti mayat dari lautan? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang telah diinstruksikan di sini di tiga dhatu, yang bertangan bersih dan pikiran yang terbebaskan, seperti langit.

5. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang enam organ indranya tidak dijaga secara terus menerus, yang telah jatuh ke alam Mara, dan yang merusak perbuatan benar? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang enam organ inderanya dijaga dengan baik secara terus menerus, ia yang terbebaskan oleh Instruksi Sang Guru, dan ia yang cenderung dalam Ajaran dalam Instruksi Sang Penakluk.

6. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang mengatakan Śīlā [baik]nya sendiri, tetapi ia juga mengatakan Śīlā yang buruk dari sesama Brahmacari, pria, dewa, dan Sang Guru? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang memiliki Śīlā yang tidak dianggap tercela, yang selalu berbicara dengan berhati-hati tentang yoga dunia dengan para dewanya.

7. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang telah berpaling dari Ajaran Sang Guru; kepada ia yang malang dan lima pelanggaran dipraktekkan? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang berdiri dalam Ajaran Sepuluh Kekuatan Nya, Ia Yang Tercerahkan Sempurna, Ia Yang Maha Melihat, dan yang berjalan di jalan cinta.

8. Sekarang ada Poṣadha bagi ia yang memiliki hati Sang Guru, Dharma, dan Saṃgha, dan yang belum meninggalkan disiplin, pembabaran, hidup bersama, kepuasan, dan Instruksi Sang Guru. Ada pengetahuan yang tidak terkondisi bagi ia yang telah mendatangi Raja Dharma.

9. Ia yang terus-menerus murni [menerima bantuan] tangan dan Poṣadha. Ia yang terus menerus murni dan berprilaku yang tidak tercela [kepada] Saṃgha.

10. Selama inti dari Saṃgha tidak terancam sehubungan dengan Prātimokṣa Sūtra, selama itulah Dharma Sejati dan persatuan di dalam Saṃgha berdiri.

11. Selama ada para pengajar ahli yang menjelaskan dan memahami Permata Dharma, selama itulah Dharma Sejati berdiri, demi kesejahteraan seluruh dunia.

12. Karena itulah, engkau harus bersatu bersama dalam keharmonisan, bermartabat, melayani satu sama lain, dan memahami Raja Dharma. Dukacita secara permanen ditaklukkan di dalam kondisi Nirvana.
...

Nb: Mengingat ini adalah terjemahan dengan sumber padanan yang terbatas, saya sudah mengoptimalkan teks terjemahan sebaik mungkin. Jika terdapat kesalahan dalam terjemahan, silahkan adukan ke saya... :)

https://drive.google.com/open?id=1d0-jbg3R9gaNv5wURJhsQnTbCi_qHHzM

4
Kafe Jongkok / Cara naikin jumlah Posts jadi 1000?
« on: 12 August 2018, 08:26:45 AM »
Bisakah jumlah posts diedit admin jadi 1000? Lama rasanya naik jadi 1000...  ;D

5
Diskusi Umum / Pikiran bercahaya maksudnya apa?
« on: 13 July 2018, 01:32:48 PM »
“Bercahaya, para bhikkhu, pikiran ini, tetapi dikotori oleh kekotoran dari luar. Kaum duniawi yang tidak terpelajar tidak memahami hal ini sebagaimana adanya; oleh karena itu Kukatakan bahwa bagi kaum duniawi yang tidak terpelajar tidak ada pengembangan pikiran.” (AN 1.51)

Pikiran bercahaya disini maksudnya apa?  _/\_

6
Bantuan Teknis, kritik dan saran. / Banyak SPAM
« on: 28 June 2018, 05:57:26 AM »
Kenapa forum sering kemasukan spam?  :-?

7
Seremonial / Happy Vesakh... :)
« on: 29 May 2018, 07:30:29 AM »
Selamat Waisak teman2... 😁🙏🏼

8
Sutta Vinaya / Adhikaranasamatha
« on: 06 May 2018, 09:25:30 AM »
Adhikaraṇasamatha adalah metode penyelesaian masalah didalam Sangha. Diketahui ada tujuh metode, yaitu:

1. Penyelesaian dengan pertemuan.
2. Penyelesaian dengan ingatan.
3. Penyelesaian dari kegilaan sebelumnya.
4. Penyelesaian dengan pengakuan kesalahan.
5. Penyelesaian dengan suara mayoritas.
6. Penyelesaian dengan pernyataan karakter buruk atas seseorang.
7. Menutupi dengan rumput.

Untuk penjelasan lebih rinci mengenai tujuh metode ini, bisa dilihat di MN 104.

Pertanyaannya adalah, Adhikaraṇasamatha adalah sebuah metode penyelesaian masalah. Kenapa didalam Patimokkha dibacakan "apakah anda murni dalam hal ini?" Seakan itu adalah aturan yang tidak boleh dilanggar? 🤔

9
Diskusi Umum / Banyak spam
« on: 11 March 2018, 09:44:30 PM »
Oh Tuhan Sumedho, kenapa forum ini jadi banyak spamnya?  :|

10
Studi Sutta/Sutra / Terjemahan Arthaviniścayasūtram
« on: 16 January 2018, 08:10:57 PM »
... Aku akan mengajarkan Dharma kepada kalian, para Bhikṣu, ajaran-ajaran itu yang baik di awal, baik di tengah, dan baik di akhir, dengan maknanya, dengan kata-kata (yang benar), Saya akan mengenalkan kehidupan spiritual yang lengkap, terpenuhi, sempurna, yaitu, khotbah Dharma yang dikenal sebagai Analisis Topik (Arthaviniścayasūtram). ...

Arthaviniścayasūtram adalah suatu kanon Sanskrit yang menarik, yang terdiri dari 27 bagian topik.

Kedua puluh tujuh topik itu adalah:

1. Lima kelompok unsur kehidupan (batin dan jasmani),
2. Lima kelompok unsur kehidupan (batin dan jasmani) yang menjadi landasan kemelekatan,
3. Delapan belas unsur,
4. Dua belas bidang indria,
5. Dua belas faktor asal mula yang bergantungan,
6. Empat kebenaran mulia,
7. Dua puluh dua indriya,
8. Empat dhyānā,
9. Empat pencapaian tanpa bentuk,
10. Empat kediaman luhur,
11. Empat cara praktik,
12. Empat pengembangan konsentrasi,
13. Empat cara perhatian benar,
14. Empat usaha benar,
15. Empat landasan kekuatan spiritual,
16. Lima indriya,
17. Lima kekuatan,
18. Tujuh faktor pencerahan,
19. Jalan mulia berunsur delapan,
20. Enam belas cara perhatian penuh ketika bernafas,
21. Empat faktor pemasuk arus,
22. Sepuluh kekuatan Tathāgata,
23. Empat kepercayaan diri,
24. Empat pengetahuan analitis,
25. Delapan belas kualitas luar biasa Sang Buddha,
26. Tiga puluh dua tanda Manusia Luar Biasa,
27. Delapan puluh tanda sekunder.

Yang menjadikan Sutra ini menarik adalah karena terdapat cukup banyak rangkuman doktrin-doktrin Buddhisme dan juga memiliki kesesuaian yang cukup banyak dengan kanon Pali.

Sutra ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggiris oleh Ānandajoti Bhikkhu dan kemudian saya menerjemahkannya kedalam Bahasa Indonesia.

Kalian dapat membaca teks awal yang berbahasa Sansekerta disini: https://suttacentral.net/skt/arv1

Versi Inggris dapat dibaca disini: https://suttacentral.net/en/arv1

Versi utuh yang saya terjemahkan dapat diunduh disini: https://drive.google.com/open?id=1aw36sSPR_ckzAhOwCQ3J8FuGdFL624Vs

Versi terpisah yang saya terjemahkan dapat diunduh disini: https://drive.google.com/open?id=1SetvOXgZveVfuz5t6x4PLhrNhdmkrLU-

Selamat membaca... ^_^

Nb: Jangan lupa GRP nya... :3

11
Buddhisme Awal / Citta Sankhara
« on: 13 January 2018, 06:08:31 PM »
... Saññā ca vedanā ca cetasikā. Ete dhammā cittap­paṭi­baddhā, tasmā saññā ca vedanā ca cittasaṅkhāro”ti. ...
... Persepsi dan perasaan adalah bentukan pikiran, hal-hal ini bergantung pada pikiran; itulah sebabnya mengapa persepsi dan perasaan adalah bentukan pikiran.” ... (SN41.6)


... Manaḥ-saṁskāraḥ katamaḥ?
Raktasya yā cetanā, dviṣusya yā cetanā, mūḍhasya yā cetanā | caitasiko hyeṣa dharmaḥ | citta-niśritaḥ citta-pratibaddhaḥ, cittaṁ niśritya pravartate ||
Tasmāc-cetanā manaḥ-saṁskāra ity-ucyate || ...

Terjemahan bebas:

... Apakah bentukan batin?
Apapun niatan berhasrat, niatan kebencian, niatan terdelusi (adalah), faktor batiniah, (mereka) bergantung pada pikiran, terhubung pada pikiran, ada dengan bergantung pada pikiran. Itulah sebabnya niatan dikatakan sebagai bentukan batin.
Inilah, para Bhikṣu, yang disebut sebagai tiga bentukan-bentukan kehendak. ... (Arv 5)


###

Jadi kalo menurut kanon Pali, perasaan dan persepsi adalah bentukan-bentukan kehendak (Sankhara), sedangkan menurut kanon Sanskrit kehendak (Cetana) itu sendiri adalah bentukan bentukan kehendak (Sankhara)...  :-?

12
Diskusi Umum / Happy New Year!!! <:-P <:-P <:-P
« on: 01 January 2018, 04:33:22 PM »
Happy new year untuk semua member DC!!! <:-P <:-P <:-P Jangan lupa disaat yang berbahagia ini, kita harus berbagi kebahagiaan.... :x Salah satu caranya adalah berbagi GRP... ;D Jangan sungkan untuk memberikan GRP kepada TS dan member lainnya...  :>-

13
Buddhisme Awal / Apakah Sutta AN 5.166 adalah EBT?
« on: 21 December 2017, 10:15:56 PM »
Namo Buddhaya...  _/\_

Lagi nyari-nyari bahan nemu Sutta ini. https://suttacentral.net/id/an5.166 isinya kurang lebih bercerita ketika seseorang telah mencapai lenyapnya persepsi dan perasaan, orang itu belum tentu arahant dan masih bisa terlahir kembali. Sutta ini punya pararel dengan Sutra agama https://suttacentral.net/id/ma22. Agak aneh aja sih... Yang sering gw baca, lenyapnya persepsi dan perasaan digambarkan sebagai keamanan bukan sementara https://suttacentral.net/id/an9.52 , Nibbana bukan sementara https://suttacentral.net/id/an9.47 , membutakan mata mara https://suttacentral.net/id/an9.39 dll masih banyak ( cari sendiri  ;D )

Di Sutta2 yang mendukung pencapaian lenyapnya persepsi dan perasaan sebagai Arahant selalu tertulis hal yang sama:

... Dengan sepenuhnya melampaui landasan bukan persepsi juga bukan bukan-persepsi, seorang bhikkhu masuk dan berdiam dalam lenyapnya persepsi dan perasaan, dan setelah melihat dengan kebijaksanaan, noda-nodanya sepenuhnya dihancurkan. ...

Namun di Sutta itu disebutkan:

... “Di sini, teman-teman, seorang bhikkhu yang sempurna dalam perilaku bermoral, konsentrasi, dan kebijaksanaan mungkin masuk dan keluar dari lenyapnya persepsi dan perasaan. Ada kemungkinan ini. Tetapi jika ia tidak mencapai pengetahuan akhir dalam kehidupan ini, setelah terlahir kembali di antara kelompok [para dewata] ciptaan-pikiran tertentu yang melampaui kumpulan para deva yang bertahan hidup dari makanan yang dapat dimakan, ia dapat masuk dan keluar [lagi] dari lenyapnya persepsi dan perasaan.]Tetapi jika ia tidak mencapai pengetahuan akhir dalam kehidupan ini, setelah terlahir kembali di antara kelompok [para dewata] ciptaan-pikiran tertentu yang melampaui kumpulan para deva yang bertahan hidup dari makanan yang dapat dimakan, ia dapat masuk dan keluar [lagi] dari lenyapnya persepsi dan perasaan. Ada kemungkinan ini.” ...

Apakah ada kemungkinan seseorang yang masuk ke pencapaian lenyapnya persepsi dan perasaan tidak melihat sebagaimana adanya, dengan persepsi dan perasaan yang lenyap, maka lenyap pula landasan penyebab ketagihan dan kelahiran kembali...  :-\

14
Studi Sutta/Sutra / Tentang Sotapanna (Koreksi kalau salah)
« on: 11 December 2017, 09:34:05 PM »
 Namo Buddhaya... _/\_

Tolong koreksi jika pemahaman saya salah.

1. Dhammacakkhu adalah sinonim dari Sotapatti Magga.

2. Sotapatti Magga terbagi menjadi dua jenis, yaitu Saddhanussari dan Dhammanussari.

3. Sotapatti Phala terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Ekabiji, Kolankola, dan Sattakkhattuparamassa.

CMIIW...  ;D _/\_

15
Diskusi Umum / Daṇḍakamma
« on: 07 December 2017, 05:04:24 PM »
Akhir- akhir ini kita sering mendengar istilah "Daṇḍakamma". Kata ini suka diucapkan oleh seseorang di forum ini. Dan orang itu mengartikan kata ini berdasarkan kata per kata: "Danda artinya hukuman Kamma artinya karma." Demikian orang itu (you know who he or she is... :3 ) mengartikan Daṇḍakamma. Benarkah demikian artinya?

Mengandalkan pencarian di Suttacentral terdapat empat hasil menggunakan keyword daṇḍakamma. Dua hasil terdapat di Vinaya Pitaka,
satu hasil di Milindapañha, satu hasil lainnnya di kamus New Concise Pali English Dictionary & Concise Pali English Dictionary.

Link pencarian Sutta Central: https://suttacentral.net/search?query=da%E1%B9%87%E1%B8%8Dakamma&lang=

###


Kita bahas satu per satu dimulai dari:

1. Definisi kamus:
- Menurut New Concise Pali English Dictionary: a punishment (sebuah hukuman); a penance (sebuah penebusan kesalahan); reparation (sebuah perbaikan).
- Menurut Concise Pali English Dictionary:  punishment (hukuman), penalty (pinalti); atonement (perbaikan kesalahan).

Link: https://suttacentral.net/define/da%E1%B9%87%E1%B8%8Dakamma

2. Teks Milindapañha:

... “Tena hāvuso rohaṇa, daṇḍakammaṃ karohī”ti. “Kiṃ, bhante, karomī”ti? “Atthāvuso rohaṇa, hima­van­ta­pabba­ta­passe gajaṅgalaṃ nāma brāhmaṇagāmo, tattha soṇuttaro nāma brāhmaṇo paṭivasati, tassa putto uppajjissati nāgaseno nāma dārako, tena hi tvaṃ, āvuso rohaṇa, dasamā­sādhi­kāni satta vassāni taṃ kulaṃ piṇḍāya pavisitvā nāgasenaṃ dārakaṃ nīharitvā pabbājehi, pabbajiteva tasmiṃ daṇḍakammato muccissasī”ti. Āyasmāpi kho rohaṇo “sādhū”ti—sampaṭicchi. ...

... ‘Then, venerable Rohaṇa, atone for it.’
‘What, Sir, should I do?’
‘There is a Brahman village, venerable Rohaṇa, called Kajangala, at the foot of the Himālaya mountains, and there dwells there a Brahman called Sonuttara. He will have a son called Nāgasena. Go to that house for alms during seven years and ten months. After the lapse of that time thou shalt draw away the boy from a worldly life, and cause him to enter the Order. When he shall have abandoned the world, then shalt thou be free of the atonement for thy fault.’ ...

Terjemahan Indo: ... "Kalau begitu, Yang Mulia Rohaṇa, tebuslah kesalahanmu."

"Bhante, apa yang harus saya lakukan?"

'Ada sebuah desa Brahmana, Yang Mulia Rohaṇa, yang disebut Kajangala, di kaki pegunungan Himālaya, dan di sanalah tinggal seorang Brahmana bernama Sonuttara. Dia akan memiliki seorang putra bernama Nāgasena. Pergi ke rumah itu untuk menerima derma makanan (pada keluarga itu) selama tujuh tahun dan sepuluh bulan. Setelah selang waktu itu engkau harus menarik anak itu dari kehidupan duniawi, dan menyebabkan dia memasuki kehidupan tanpa rumah. Bila dia telah meninggalkan kehidupan dunawi, maka engkau bebas dari penebusan atas kesalahanmu.' ...

Link: - Pali: https://suttacentral.net/pi/mil2 , https://suttacentral.net/en/mil2

3. Vinaya Mahākhandhaka :

... Tena kho pana samayena aññataro puriso kasāhato katadaṇḍakammo bhikkhūsu pabbajito hoti. Manussā ujjhāyanti khiyyanti vipācenti—“kathañhi nāma samaṇā sakyaputtiyā kasāhataṃ kata­daṇḍa­kam­maṃ pabbājessantī”ti. Bhagavato etamatthaṃ ārocesuṃ. “Na, bhikkhave, kasāhato katadaṇḍakammo pabbājetabbo. Yo pabbājeyya, āpatti dukkaṭassā”ti. ...

... Now at that time a certain man who had been scourged as punishment came to have gone forth among the monks. People … spread it about, saying: “How can these recluses, sons of the Sakyans, let one who has been scourged as punish-ment go forth?” They told this matter to the Lord. He said:

“ Monks, one who has been scourged as punishment should not be let go forth. Whoever should let (one such) go forth, there is an offence of wrong-doing.” ...

... Pada saat itu seorang pria tertentu yang telah dijatuhi hukuman cambuk datang kepada para Bhikkhu untuk pelepasan keduniawian. Orang ... menyebarkannya, mengatakan: "Bagaimana mungkin para petapa ini, anak-anak orang Sakya, membiarkan orang yang telah dijatuhi hukuman cambuk meninggalkan keduniawian?"

Buddha berkata:

"Para bhikkhu, seseorang yang telah dicambuk karena hukuman tidak boleh ditahbiskan. Siapapun yang harus membiarkan (orang itu) ditahbis, ia telah melakukan tindakan salah." ...

... “anujānāmi, bhikkhave, pañcahaṅgehi samannāgatassa sāmaṇerassa daṇḍakammaṃ kātuṃ. Bhikkhūnaṃ alābhāya parisakkati, bhikkhūnaṃ anatthāya parisakkati, bhikkhūnaṃ avāsāya parisakkati, bhikkhū akkosati paribhāsati, bhikkhū bhikkhūhi bhedeti—anujānāmi, bhikkhave, imehi pañcahaṅgehi samannāgatassa sāmaṇerassa daṇḍakammaṃ kātun”ti. ...

... “Monks, I allow you to impose a punishment on a novice who is possessed of five qualities:

    “If he tries for non-receiving (of gains) by monks.
    “If he tries for non-profiting by monks.
    “If he tries for non-residence for monks.
    “If he reviles and abuses monks.
    “If he causes monk to break with monk.

“I allow you, monks, to impose a punishment on a novice who is possessed of these five qualities.” ...


... "Para Bhikkhu, aku mengizinkan kalian memberikan hukuman kepada seorang Samanera yang memiliki lima kualitas:

     "Jika dia melakukan tindakan yang merugikan para Bhikkhu.
     "Jika dia melakukan tindakan yang tidak bermanfaat bagi para Bhikkhu.
     "Jika dia melakukan tindakan yang membuat para Bhikkhu pergi (untuk tidak berdiam ditempat itu).
     "Jika dia menghina dan mencerca para Bhikkhu.
     "Jika dia menyebabkan pertengkaran diantara para Bhikkhu.

"aku mengizinkan kalian, para Bhikkhu, untuk memberikan hukuman kepada seorang Samanera yang memiliki kelima kualitas ini." ...

Link: https://suttacentral.net/pi/pi-tv-kd1 https://suttacentral.net/en/pi-tv-kd1

4. Vinaya Bhik­khu­nik­khan­dhaka :

...  Anujānāmi, bhikkhave, tassa bhikkhuno daṇḍakammaṃ kātun”ti. Atha kho bhikkhūnaṃ etadahosi—“kiṃ nu kho daṇḍakammaṃ kātabban”ti? Bhagavato etamatthaṃ ārocesuṃ. “Avandiyo so, bhikkhave, bhikkhu ­bhik­khu­ni­saṃ­ghena kātabbo”ti. ...

...  I allow you, monks, to inflict a penalty on that monk.” Then it accurred to monks: “Now, how is the penalty to be inflicted?” They told this matter to the Lord. He said:

“Monks, that monk is to be made one who is not to be greeted by the Order of nuns.” ...

... Aku mengizinkan kalian, para Bhikkhu, untuk menjatuhkan hukuman kepada Bhikkhu tersebut. "Kemudian hal ini terpikirkan oleh para Bhikkhu:" Sekarang, hukuman apa yang harus diberikan? "Mereka memberitahukan hal ini kepada Buddha. Buddha berkata:

"Bikkhu, bhikkhu itu harus dijadikan orang yang tidak disambut oleh Sangha Bhikkhuni." ...


... Anujānāmi, bhikkhave, tassā bhikkhuniyā daṇḍakammaṃ kātun”ti. Atha kho bhikkhūnaṃ etadahosi—“kiṃ nu kho daṇḍakammaṃ kātabban”ti? Bhagavato etamatthaṃ ārocesuṃ. “Anujānāmi, bhikkhave, āvaraṇaṃ kātun”ti. ...

... “I allow you, monks, to inflict a penalty on that nun.” Then it occurred to the monks: “Now how should the penalty be inflicted?” They told this matter to the Lord. He said: “I allow you, monks, to make a prohibition.” ...

... "Aku mengizinkan kalian, para Bhikkhu, untuk menjatuhkan hukuman kepada Bhikkhuni itu." Kemudian hal ini terpikirkan oleh para Bhikkhu: "Sekarang bagaimana seharusnya hukuman itu diberikan?" Mereka memberitahukan hal ini kepada Buddha. Buddha berkata: "Saya mengizinkan kalian, para Bhikkhu, untuk membuat sebuah larangan." ...

Link: https://suttacentral.net/pi/pi-tv-kd20 https://suttacentral.net/en/pi-tv-kd20


###

Jadi, Daṇḍakamma adalah hukuman yang dberikan untuk menebus kesalahan. Bukanlah sebuah akibat (Phala/ Vipaka) dari Kamma.

 _/\_

Pages: [1] 2