Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Arya Karniawan

Pages: [1] 2
1
Kesempatan Berbuat Baik / Anupubbikatha, Buddha Dhamma Secara Bertahap
« on: 20 November 2019, 04:01:34 PM »
Seseorang yang mengajarkan Dhamma adalah pemberi Tanpa-Kematian. (SN 1.42)

Mari mendanai biaya pencetakan dan distribusi buku *"Anupubbikatha, Buddha Dhamma Secara Bertahap"* .

Buku ini terdiri dari 20 bab yang berisi tematik Anupubbikatha (ajaran bertahap) dan Anupubbasikkha (praktek bertahap) *yang telah menjadi "bahan ajar" Sang Buddha dalam mengajarkan para siswaNya.* Buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mempelajari Ajaran Buddha secara tepat dan bertahap.

 *"Selidikilah dengan saksama, perumah-tangga. Baik sekali bagi orang terkenal seperti engkau untuk menyelidiki dengan saksama." (MN 56)*

Anda dapat melihat sinopsis dan isi buku secara lengkap dalam versi E-Book di sini:

https://drive.google.com/file/d/17qIND4LiF45PfgGuFb8cDCk4XpDbaQAO/view?usp=drivesdk

Jika anda merasa buku ini sangat bermanfaat, anda dapat berkontribusi dalam mendukung biaya pencetakan dan distribusi dengan mentransfer dana anda menggunakan nominal akhiran "8" ke:

Rekening Bank BCA
Lily Suryani G
6600144179

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
1. Arya: 0896-3571-2084
2. Lily: 0811-9206-669

*Diantara dua jenis dana, dana Dhamma adalah yang terunggul. (AN 2.141)*

2
Pengembangan DhammaCitta / Make DC Forum Great Again
« on: 25 May 2019, 07:14:34 AM »
Jujur dah lama gak berkunjung di forum ini... Forum ini tetap eksis walau sudah sangat ditinggalkan. Terkadang sesekali aku lihat ada satu dua orang yg cuma sekedar lihat2 forum. Dibandingkan dengan forum tetangga, forum ini seperti kuburan. Perlu adanya upaya untuk membuat forum ini kembali hidup. Ada saran? 😂

3
Kafe Jongkok / Intermezzo
« on: 10 December 2018, 06:43:11 AM »
Bangun tidur enaknya makan apa?  :-?

4
Buddhisme Awal / Mahāsaṅghika Bhikṣu Prātimokṣa
« on: 12 November 2018, 10:30:25 AM »
Mahāsaṅghika Bhikṣu Prātimokṣa telah selesai diterjemahkan... ^_^

...
1. Apa baiknya hidup bagi ia yang menutupi batinnya dengan jaring ākuśalamūla, seperti awan-awan tinggi menutupi langit? Dan hidup adalah sangat baik bagi ia yang dengan cepat membawa jaring ākuśalamūla menuju kehancuran di sini, seperti kegelapan yang terkena matahari.

2. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang bertindak dengan Śīlā yang rendah? Ia yang telah jatuh ke dalam jaring usia tua dan kematian dimakan oleh spekulasi tentang keabadian. Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang bertindak dengan Śīlā yang tanpa cacat; ia yang mengakhiri usia tua dan kematian, sebagai penguasa diri menghancurkan Mara dalam pemutusan.

3. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang tidak tahu malu, ia yang telah melanggar Śīlā perilaku baik, yang cenderung dalam penghidupan salah, dan ia yang berbicara seolah-olah abadi? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang terkendali, yang mengikuti Śīlā perilaku baik, yang cenderung dalam penghidupan benar, dan yang teguh kepada Śīlā yang murni.

4. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang tindakannya adalah Śīlā yang jahat; ia yang terbuang dari Ajaran Sang Guru seperti mayat dari lautan? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang telah diinstruksikan di sini di tiga dhatu, yang bertangan bersih dan pikiran yang terbebaskan, seperti langit.

5. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang enam organ indranya tidak dijaga secara terus menerus, yang telah jatuh ke alam Mara, dan yang merusak perbuatan benar? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang enam organ inderanya dijaga dengan baik secara terus menerus, ia yang terbebaskan oleh Instruksi Sang Guru, dan ia yang cenderung dalam Ajaran dalam Instruksi Sang Penakluk.

6. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang mengatakan Śīlā [baik]nya sendiri, tetapi ia juga mengatakan Śīlā yang buruk dari sesama Brahmacari, pria, dewa, dan Sang Guru? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang memiliki Śīlā yang tidak dianggap tercela, yang selalu berbicara dengan berhati-hati tentang yoga dunia dengan para dewanya.

7. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang telah berpaling dari Ajaran Sang Guru; kepada ia yang malang dan lima pelanggaran dipraktekkan? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang berdiri dalam Ajaran Sepuluh Kekuatan Nya, Ia Yang Tercerahkan Sempurna, Ia Yang Maha Melihat, dan yang berjalan di jalan cinta.

8. Sekarang ada Poṣadha bagi ia yang memiliki hati Sang Guru, Dharma, dan Saṃgha, dan yang belum meninggalkan disiplin, pembabaran, hidup bersama, kepuasan, dan Instruksi Sang Guru. Ada pengetahuan yang tidak terkondisi bagi ia yang telah mendatangi Raja Dharma.

9. Ia yang terus-menerus murni [menerima bantuan] tangan dan Poṣadha. Ia yang terus menerus murni dan berprilaku yang tidak tercela [kepada] Saṃgha.

10. Selama inti dari Saṃgha tidak terancam sehubungan dengan Prātimokṣa Sūtra, selama itulah Dharma Sejati dan persatuan di dalam Saṃgha berdiri.

11. Selama ada para pengajar ahli yang menjelaskan dan memahami Permata Dharma, selama itulah Dharma Sejati berdiri, demi kesejahteraan seluruh dunia.

12. Karena itulah, engkau harus bersatu bersama dalam keharmonisan, bermartabat, melayani satu sama lain, dan memahami Raja Dharma. Dukacita secara permanen ditaklukkan di dalam kondisi Nirvana.
...

Nb: Mengingat ini adalah terjemahan dengan sumber padanan yang terbatas, saya sudah mengoptimalkan teks terjemahan sebaik mungkin. Jika terdapat kesalahan dalam terjemahan, silahkan adukan ke saya... :)

https://drive.google.com/open?id=1d0-jbg3R9gaNv5wURJhsQnTbCi_qHHzM

5
Kafe Jongkok / Cara naikin jumlah Posts jadi 1000?
« on: 12 August 2018, 08:26:45 AM »
Bisakah jumlah posts diedit admin jadi 1000? Lama rasanya naik jadi 1000...  ;D

6
Diskusi Umum / Pikiran bercahaya maksudnya apa?
« on: 13 July 2018, 01:32:48 PM »
“Bercahaya, para bhikkhu, pikiran ini, tetapi dikotori oleh kekotoran dari luar. Kaum duniawi yang tidak terpelajar tidak memahami hal ini sebagaimana adanya; oleh karena itu Kukatakan bahwa bagi kaum duniawi yang tidak terpelajar tidak ada pengembangan pikiran.” (AN 1.51)

Pikiran bercahaya disini maksudnya apa?  _/\_

7
Bantuan Teknis, kritik dan saran. / Banyak SPAM
« on: 28 June 2018, 05:57:26 AM »
Kenapa forum sering kemasukan spam?  :-?

8
Seremonial / Happy Vesakh... :)
« on: 29 May 2018, 07:30:29 AM »
Selamat Waisak teman2... 😁🙏🏼

9
Sutta Vinaya / Adhikaranasamatha
« on: 06 May 2018, 09:25:30 AM »
Adhikaraṇasamatha adalah metode penyelesaian masalah didalam Sangha. Diketahui ada tujuh metode, yaitu:

1. Penyelesaian dengan pertemuan.
2. Penyelesaian dengan ingatan.
3. Penyelesaian dari kegilaan sebelumnya.
4. Penyelesaian dengan pengakuan kesalahan.
5. Penyelesaian dengan suara mayoritas.
6. Penyelesaian dengan pernyataan karakter buruk atas seseorang.
7. Menutupi dengan rumput.

Untuk penjelasan lebih rinci mengenai tujuh metode ini, bisa dilihat di MN 104.

Pertanyaannya adalah, Adhikaraṇasamatha adalah sebuah metode penyelesaian masalah. Kenapa didalam Patimokkha dibacakan "apakah anda murni dalam hal ini?" Seakan itu adalah aturan yang tidak boleh dilanggar? 🤔

10
Diskusi Umum / Banyak spam
« on: 11 March 2018, 09:44:30 PM »
Oh Tuhan Sumedho, kenapa forum ini jadi banyak spamnya?  :|

11
Studi Sutta/Sutra / Terjemahan Arthaviniścayasūtram
« on: 16 January 2018, 08:10:57 PM »
... Aku akan mengajarkan Dharma kepada kalian, para Bhikṣu, ajaran-ajaran itu yang baik di awal, baik di tengah, dan baik di akhir, dengan maknanya, dengan kata-kata (yang benar), Saya akan mengenalkan kehidupan spiritual yang lengkap, terpenuhi, sempurna, yaitu, khotbah Dharma yang dikenal sebagai Analisis Topik (Arthaviniścayasūtram). ...

Arthaviniścayasūtram adalah suatu kanon Sanskrit yang menarik, yang terdiri dari 27 bagian topik.

Kedua puluh tujuh topik itu adalah:

1. Lima kelompok unsur kehidupan (batin dan jasmani),
2. Lima kelompok unsur kehidupan (batin dan jasmani) yang menjadi landasan kemelekatan,
3. Delapan belas unsur,
4. Dua belas bidang indria,
5. Dua belas faktor asal mula yang bergantungan,
6. Empat kebenaran mulia,
7. Dua puluh dua indriya,
8. Empat dhyānā,
9. Empat pencapaian tanpa bentuk,
10. Empat kediaman luhur,
11. Empat cara praktik,
12. Empat pengembangan konsentrasi,
13. Empat cara perhatian benar,
14. Empat usaha benar,
15. Empat landasan kekuatan spiritual,
16. Lima indriya,
17. Lima kekuatan,
18. Tujuh faktor pencerahan,
19. Jalan mulia berunsur delapan,
20. Enam belas cara perhatian penuh ketika bernafas,
21. Empat faktor pemasuk arus,
22. Sepuluh kekuatan Tathāgata,
23. Empat kepercayaan diri,
24. Empat pengetahuan analitis,
25. Delapan belas kualitas luar biasa Sang Buddha,
26. Tiga puluh dua tanda Manusia Luar Biasa,
27. Delapan puluh tanda sekunder.

Yang menjadikan Sutra ini menarik adalah karena terdapat cukup banyak rangkuman doktrin-doktrin Buddhisme dan juga memiliki kesesuaian yang cukup banyak dengan kanon Pali.

Sutra ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggiris oleh Ānandajoti Bhikkhu dan kemudian saya menerjemahkannya kedalam Bahasa Indonesia.

Kalian dapat membaca teks awal yang berbahasa Sansekerta disini: https://suttacentral.net/skt/arv1

Versi Inggris dapat dibaca disini: https://suttacentral.net/en/arv1

Versi utuh yang saya terjemahkan dapat diunduh disini: https://drive.google.com/open?id=1aw36sSPR_ckzAhOwCQ3J8FuGdFL624Vs

Versi terpisah yang saya terjemahkan dapat diunduh disini: https://drive.google.com/open?id=1SetvOXgZveVfuz5t6x4PLhrNhdmkrLU-

Selamat membaca... ^_^

Nb: Jangan lupa GRP nya... :3

12
Buddhisme Awal / Citta Sankhara
« on: 13 January 2018, 06:08:31 PM »
... Saññā ca vedanā ca cetasikā. Ete dhammā cittap­paṭi­baddhā, tasmā saññā ca vedanā ca cittasaṅkhāro”ti. ...
... Persepsi dan perasaan adalah bentukan pikiran, hal-hal ini bergantung pada pikiran; itulah sebabnya mengapa persepsi dan perasaan adalah bentukan pikiran.” ... (SN41.6)


... Manaḥ-saṁskāraḥ katamaḥ?
Raktasya yā cetanā, dviṣusya yā cetanā, mūḍhasya yā cetanā | caitasiko hyeṣa dharmaḥ | citta-niśritaḥ citta-pratibaddhaḥ, cittaṁ niśritya pravartate ||
Tasmāc-cetanā manaḥ-saṁskāra ity-ucyate || ...

Terjemahan bebas:

... Apakah bentukan batin?
Apapun niatan berhasrat, niatan kebencian, niatan terdelusi (adalah), faktor batiniah, (mereka) bergantung pada pikiran, terhubung pada pikiran, ada dengan bergantung pada pikiran. Itulah sebabnya niatan dikatakan sebagai bentukan batin.
Inilah, para Bhikṣu, yang disebut sebagai tiga bentukan-bentukan kehendak. ... (Arv 5)


###

Jadi kalo menurut kanon Pali, perasaan dan persepsi adalah bentukan-bentukan kehendak (Sankhara), sedangkan menurut kanon Sanskrit kehendak (Cetana) itu sendiri adalah bentukan bentukan kehendak (Sankhara)...  :-?

13
Diskusi Umum / Happy New Year!!! <:-P <:-P <:-P
« on: 01 January 2018, 04:33:22 PM »
Happy new year untuk semua member DC!!! <:-P <:-P <:-P Jangan lupa disaat yang berbahagia ini, kita harus berbagi kebahagiaan.... :x Salah satu caranya adalah berbagi GRP... ;D Jangan sungkan untuk memberikan GRP kepada TS dan member lainnya...  :>-

14
Buddhisme Awal / Apakah Sutta AN 5.166 adalah EBT?
« on: 21 December 2017, 10:15:56 PM »
Namo Buddhaya...  _/\_

Lagi nyari-nyari bahan nemu Sutta ini. https://suttacentral.net/id/an5.166 isinya kurang lebih bercerita ketika seseorang telah mencapai lenyapnya persepsi dan perasaan, orang itu belum tentu arahant dan masih bisa terlahir kembali. Sutta ini punya pararel dengan Sutra agama https://suttacentral.net/id/ma22. Agak aneh aja sih... Yang sering gw baca, lenyapnya persepsi dan perasaan digambarkan sebagai keamanan bukan sementara https://suttacentral.net/id/an9.52 , Nibbana bukan sementara https://suttacentral.net/id/an9.47 , membutakan mata mara https://suttacentral.net/id/an9.39 dll masih banyak ( cari sendiri  ;D )

Di Sutta2 yang mendukung pencapaian lenyapnya persepsi dan perasaan sebagai Arahant selalu tertulis hal yang sama:

... Dengan sepenuhnya melampaui landasan bukan persepsi juga bukan bukan-persepsi, seorang bhikkhu masuk dan berdiam dalam lenyapnya persepsi dan perasaan, dan setelah melihat dengan kebijaksanaan, noda-nodanya sepenuhnya dihancurkan. ...

Namun di Sutta itu disebutkan:

... “Di sini, teman-teman, seorang bhikkhu yang sempurna dalam perilaku bermoral, konsentrasi, dan kebijaksanaan mungkin masuk dan keluar dari lenyapnya persepsi dan perasaan. Ada kemungkinan ini. Tetapi jika ia tidak mencapai pengetahuan akhir dalam kehidupan ini, setelah terlahir kembali di antara kelompok [para dewata] ciptaan-pikiran tertentu yang melampaui kumpulan para deva yang bertahan hidup dari makanan yang dapat dimakan, ia dapat masuk dan keluar [lagi] dari lenyapnya persepsi dan perasaan.]Tetapi jika ia tidak mencapai pengetahuan akhir dalam kehidupan ini, setelah terlahir kembali di antara kelompok [para dewata] ciptaan-pikiran tertentu yang melampaui kumpulan para deva yang bertahan hidup dari makanan yang dapat dimakan, ia dapat masuk dan keluar [lagi] dari lenyapnya persepsi dan perasaan. Ada kemungkinan ini.” ...

Apakah ada kemungkinan seseorang yang masuk ke pencapaian lenyapnya persepsi dan perasaan tidak melihat sebagaimana adanya, dengan persepsi dan perasaan yang lenyap, maka lenyap pula landasan penyebab ketagihan dan kelahiran kembali...  :-\

15
Studi Sutta/Sutra / Tentang Sotapanna (Koreksi kalau salah)
« on: 11 December 2017, 09:34:05 PM »
 Namo Buddhaya... _/\_

Tolong koreksi jika pemahaman saya salah.

1. Dhammacakkhu adalah sinonim dari Sotapatti Magga.

2. Sotapatti Magga terbagi menjadi dua jenis, yaitu Saddhanussari dan Dhammanussari.

3. Sotapatti Phala terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Ekabiji, Kolankola, dan Sattakkhattuparamassa.

CMIIW...  ;D _/\_

Pages: [1] 2