Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - baruna

Pages: [1]
1
jika waktunya tiba, banyak orang sendiri atau berkelompok
datang ke tempat orang mati beristirahat, membawa ini dan itu,
membaca paritxx, suttxx, dan tiada lupa mengucapkan penutup
"semoga semua mahkluk bahaxxx" Spy tidak egosentris.

orang yg meninggal sudah tiada, menjadi mahluk lain.
yg ada disana sisa jasmani yg lapuk dan hancur menjadi tanah.

apa artinya membaca paritxx, suttxx, didepan nisan orang mati



2
Meditasi / bagaimana memakai ketenangan bagi praktisi Meditasi
« on: 17 March 2015, 10:17:50 AM »
melihat kehidupan sebagaimana adanya membuat praktisi samadi
sering maju mundur. terkadang bisa lancar.sering juga tidak bisa apa apa.
untuk itu garis batas yg dibuat hendaknya tidak berdasarkan ketenangan.

menjadikan ketenangan sbg powerbank hanya menunggu pada kehancuran.

jika memang setuju dengan ketenangan, maka mesti ada yg dikorbankan.

tiada makan siang yg gratis, atau tidak sama sekali.

jalan lainnya adalah dengan kompromi, membuat keadaan sedemikian rupa
sbg kerja jalan dan samadi lancar.

bagaimana caranya agar  ketenangan dan pekerjaan bisa harmoni.





3
Diskusi Umum / jika benar kehidupan sulit, apa penyebabnya
« on: 15 March 2015, 04:22:48 AM »
bangun pagi uang, berangkat kerja uang, sarapan pagi uang, 
bekerja uang, pulang kerja uang, minum kopi uang,
ke kamar mandi uang,  tidur uang.
semuanya memerlukan uang.

hanya meditasi yg tidak memerlukan uang, katanya.

apa benar uang penyebab semua kesulitan ini.
ataukah ada sebab yg lainnya.

4
sesungguhnya, makan ingat dia, tidur terjaga ingat dia, kerja ingat dia,
minum kopi di sore hari ingat dia, tidur lagi juga ingat dia.
apa artinya "dia" yg sesungguhnya menjadi puncak gunung es
dalam bentuk kegelisahan.


apa artinya ikatan pernikahan jika menjadi niwarana meditasi.

Spoiler: ShowHide



5
Kafe Jongkok / sradhayana
« on: 14 February 2015, 06:42:05 PM »
Lukisan Dan Bingkainya
OlehDayanandi


Siang itu, Wiku Sradayana sibuk membuat bingkai untuk sebuah lukisan bergambar buddha lengkap dengan dua siswa utama ym.bikshu sariputera dan ym biksu moggalana. Setelah selesai memasang lukisan ke dalam bingkai, Wiku menggantung lukisan itu di dinding dibelakang Buddha rupang di Sanggar Pamujan.

Dan pada senja hari, seperti biasa Sanggar Pamujan dipenuhi oleh suara para cantrik yang menguncarkan tembang mantra suci mengagungkan Hyang Guru Buddha serta mengulang kembali janji bakti mereka untuk mengikuti ajaran hidup yang luhur dari Hyang Guru Buddha. Sanggar Pamujan yang diterangi kelap kelip dlupak minyak jarak, bercampur dengan bau harum dupa dan beraneka bunga segar yang terserak di meja tempat rupang Hyang Guru Buddha berada, membuat suasana menjadi terasa makin suci.

Setelah penguncaran mantra suci selesai, mereka samadi bersama sama, Sanggar Pamujan yang sebelumnya dipenuhi oleh suara para cantrik bagaikan dengung para lebah mencari madu bunga, kini sunyi senyap sehingga suara berbagai serangga yang keluar senja hari terdengar jelas, hanya di seling sekali sekali oleh dengkung katak yang sibuk berpesta mencari makan.

Suara mantram gate gate parasamgate boddhiswaha mengakhiri samadi bersama, dan dengan segera Sanggar Pamujan dipenuhi oleh gemersik baju para cantrik yang sedang mengubah letak kaki mereka yang pegal karena duduk tidak bergerak cukup lama. Citramatra yang malam itu memimpin, segera mengajak semua yang hadir untuk melimpahkan jasa jasa baik perbuatan mereka pada hari itu untuk kebahagiaan orang tua mereka masing masing dan mengakhiri pembacaan tembang mantra malam itu dengan bersembah sujud pada Hyang Guru Buddha.

Pages: [1]