Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - Jerry

Pages: [1] 2 3
1
Demikian berita yg beredar di Indo dari sumber lslam:

http://arrahmah.com/read/2012/06/18/21044-sejumlah-foto-bukti-kekerasan-di-arakan-para-korban-dan-pengungsi-muslim-rohingya.html

Dan demikian berita dari sumber yg netral:

http://ireport.cnn.com/docs/DOC-801990

Ayo jangan ketinggalan berita biar bisa memberi klarifikasi dan tau mana benar-salah.


 _/\_

2
Humor / Cats playing Patty Cake ;D
« on: 06 March 2011, 03:00:09 AM »
Hope this ain't a repsol. :D

This is very cute, plus its voice over. Watch it:



Patty Cake is one of the oldest & popular nursery rhymes:
"Pat-a-cake, pat-a-cake, baker's man.
Bake me a cake as fast as you can;
Pat it and prick it and mark it with B,
Put it in the oven for baby and me.

Patty cake, patty cake, baker's man.
Bake me a cake as fast as you can;
Roll it up, roll it up;
And throw it in a pan!
Patty cake, patty cake, baker's man."

3
Kesehatan / Ternyata Probiotik Tidak Bantu Pencernaan
« on: 24 February 2011, 12:33:41 AM »
Rabu, 23 Februari 2011 - 11:37 wib
Chaerunnisa - Okezone



DUA pertiga sistem kekebalan tubuh berada dalam saluran cerna. Asupan "bakteri baik" membantu menjaga pencernaan senantiasa sehat. Salah satu asupan tersebut bisa berasal dari probiotik yang dikonsumsi sehari-hari.

Bukan hal baru lagi bahwa produk-produk konsumsi harian seperti susu, yogurt, jus buah, hingga pemanis buatan juga ada yang disuplementasi dengan probiotik.



Manfaat utama yang ditawarkan adalah, menjaga kesehatan saluran pencernaan sehingga daya tahan tubuh otomatis meningkat. Konsep probiotik itu sendiri sebenarnya sudah dikenal sejak 1965 dan dianggap sebagai kuman yang membantu pencernaan.

Namun kini anggapan itu terbantahkan. Pasalnya, para ahli menyatakan bahwa cara hidup sehat dengan produk probiotik pada kenyataannya tidak berguna bagi saluran cerna.



Sekira 800 klaim dari perusahaan-perusahaan yang menghasilkan yoghurt dengan probiotik telah diperiksa oleh European Center for Food Safety. Demikian yang disitat dari Genius Beauty, Rabu (23/2/2011).

Dalam proses pemeriksaan independen telah ditemukan, bahwa produk tersebut tidak memiliki efek ajaib bagi pencernaan atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pernyataan para ilmuwan disambut oleh produsen dengan kemarahan tertentu. Dalam waktu dekat, mereka mungkin dilarang untuk menunjukkan beberapa karakteristik produk sehat dengan probiotik untuk paket tersebut.
(nsa)

4
Game / Game Faith Fighter
« on: 20 January 2011, 09:16:37 PM »
Moga-moga kaga repost deh.. :D

Di game ini ada beberapa char yang dapat dipilih untuk bertarung. Char-char pilihan tersebut adalah: Yhwh Tuhannya Yahudi,  Tuhannya orang kr****n, Buddha, Laughing Buddha Maitreya, Ganesha & Mohammed. Mewakili masing-masing agama mayoritas. Lumayan lucu & menghibur gamenya, apalagi masing-masing karakter memiliki jurus-jurusnya tersendiri. Kekurangannya yaitu masih sedikitnya pilihan yang tersedia. :)

cekidot:
http://www.newgrounds.com/portal/view/421199

5
Seremonial / Happy b'day to Upasaka
« on: 25 September 2010, 10:39:11 AM »
Happy B'day to Upasaka!!
Selamat, lebih dekat lagi selangkah dengan kematian..

Ayu vanno sukham balam. Be happy ya Bro!! <:-P

6
Theravada / Fenomena Bhikkhu, Vinaya & Rokok
« on: 25 September 2010, 10:25:31 AM »
Dari thread sebelah.. Berdasarkan anjuran dari Ko Emis (nama disamarkan):
Quote
Mohon kepada rekan2 sekalian, thread ini didedikasikan untuk bhikkhu bergitar, untuk bhikkhu merokok silahkan buka topik baru atau lanjutkan topik lama

Maka diputuskan untuk dibuat thread baru khusus membahas pantas tidaknya bhikkhu merokok. Meski sebelumnya juga pernah ada thread membahas khusus ini:
http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=3313.msg53392#msg53392

Tentu saja penting diingat pembahasan di sini bukan menjadikan kita-kita di sini sebagai hakim, dan hasil diskusi sebagai kebenaran. Melainkan tetap sebagai ajang berpraktek Dhamma, dalam bentuk diskusi & sharing pendapat di forum. Selain itu diharapkan dapat memberi wawasan lebih kepada pembaca [member & guest] mengenai fenomena bhikkhu & rokok agar tidak sampai misinformed. Stay tuned mindfully on DC. :D

Diskusi yang telah berjalan dari teman-teman sebelumnya:
Quote
Porn: hehehehe belom tau yah di Thailand, myanmar, dan Birma. bhantenya ada atau luangponya ngerokok yah ?
KoE: tau sekali, dan sayangnya dalam vinaya memang tidak ada larangan merokok.
Roo: Bhante ngerokok ?  Baru denger gw... Yang kek gt uda pasti ga bener lah, mana ada bhikku terkenal yang ngerokok. Yang ngerokok cuma bhikku" ga niat doang wkwkwk...
KoE: kalau gak salah Ajahn Lee dalam biografinya tertulis bahwa beliau merokok
Haa: bukan ajan lee tp ajan mun
Roo: hah, arahat ngerokok ? Bukankah ngerokok bikin ketagihan ? dan itu merupakan kemelekatan...
Haa: ada dalam biografi ajan mun yg ditulis oleh maha boowa
KoE: apakah ada Arahat yg melekat?
Roo: Oleh karena itu, orang yang merokok pasti akan ketagihan ? Apa dia hanya merokok sekali2 ? atau mau bilang dia merokok terus tapi tidak melekat ?
KoE: dalam buku tidak dituliskan frekuensi merokoknya Bro, menurut anda apakah makan juga melekat?
Roo: Makan adalah kebutuhan untuk mempertahankan hidup... Merokok itu untuk mempertahankan hidup ?
KoE: bagi seorang yg tubuhnya sudah beradaptasi dengan nikotin, rokok juga adalah kebutuhan untuk mempertahankan hidup. tapi topik merokok ini sudah pernah dibahas, atau anda silahkan buka topik baru jika ingin mendiskusikan hal ini, agar tidak OOT
Roo: Ok, sorry jd OOT  ;D ...
Morf: [pict 1, 2 & 3]
setahu saya, di thai, ada 2 aliran theravada, dhammayutta nikaya dan mahanikaya. salah satunya boleh ngerokok. cmiiw.

"A cross-sectional study was conducted from June to December, 2003 among Thai Buddhist monks in 4 provinces of the central region (Nonthaburi, Pathum Thani, Saraburi and Chai Nat) and in 4 provinces of the eastern region (Chachoengsao, Rayong, Trat, and Sa Kaeo) of Thailand. Data were collected using face to face interviews, questionnaires, and physical examination reports (weight, height, heart rate, blood pressure, etc) as the research tools. This study focused on sociodemographics, history of illness, and smoking behavior. The proportion of the cigarette smoking was 47.6% of the total of 920 Buddhist monks. The age group 20-34 years, Maha Nikaya section and Public temple were the majority of the study subjects."
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15916063

Alim: Achan Mun juga merokok !
Sunk: hush, yang benar ajahn chah juga merokok.
Roo: Ajahn Chah ngerokok juga ? Masa sih ???
And: Btw, sedikit komentar , wkt itu guru saya cerita, bahwa di thai gak semua yg bejubvah itu bikhu, karena kebanyakan tuh, cuma para umat biasa yg lg jalanin latihan, jd mereka it's ok. merokok... Hal ini tak acap kali jauhnya dengan para pelacur.. malam2 melacur.. pagi2 berdana makanan.
Drako: [pict 4]
roo: Wew wew wew Ajahn Chah  :o :o :o
KoE: Mohon kepada rekan2 sekalian, thread ini didedikasikan untuk bhikkhu bergitar, untuk bhikkhu merokok silahkan buka topik baru atau lanjutkan topik lama

Sponsor:
Pemberani dan tangguh! - Mahopolo: ShowHide

Pria punya selera - Gudang Gula Internasional: ShowHide

Memang bikin bangga - Sehati: ShowHide

Suasana seimbang tepat jadi nikmat, Harum Coklat..: ShowHide


Silakan dilanjutkan... :D


be happy
_/\_

7
Mahayana / Tanya: Vinaya dalam Mahayana Bukan Kontrak Wajib???
« on: 25 September 2010, 03:42:57 AM »
Di ambil dari thread sebelah agar tidak berantakan.. Di sini harap pembahasannya hanya seputar masalah yang dibahas dan jawabannya, tanpa mengarah ke subjek pribadi tertentu.

Latar belakang peristiwa:

Adanya member Mahayanis yang menyatakan atau mengimplikasikan bahwa sila dan vinaya seorang anggota Sangha boleh dipilih kapan dan apa saja yang dijalankan berdasarkan kepentingan. Jadi sila & vinaya bukannya bersifat mengekang Sangha sepanjang waktu sejak penabhisan, melainkan pada waktu tertentu ada sila dan vinaya yang boleh tidak dijalankan demi menghindari pelanggaran.
LATAR BELAKANG: ShowHide
Bahkan seorang umat awam pun pada hari uposatha wajib melaksanakan atthasila yg salah satunya berbunyi:

7. Nacca-gita-vadita-visukkadassana mala-gandha-vilepana-dharana-mandana-vibhusanathana veramani sikkhapadam samadiyami
saya bertekad untuk melatih diri menghindari menari, bernyanyi, mendengarkan musik, pergi melihat hiburan, memakai perhiasan, memakai parfum, dan memakai kosmetik)

jadi apakah Bhikkhu malah tidak menjalankan sila ini?


Menjalankan nya di waktu tertentu lar, u tanya saja sama orangnya, Dia emangnya terus -terusan megang gitar, cuman kalo waktu segang aja kale,.
Kalau memang waktunya dia harus jalan kan sila atau vinaya, setau g dijalanin kok, Dia main gitar juga liat situasi jg




Kemudian, member-member lain yang membaca bertanya pada yang bersangkutan dalam berbagai cara:
PERTANYAAN: ShowHide
Jadi sila tidak membunuh yah menjalankannya di waktu tertentu aja yah. Ga mungkin juga orang terus-terusan pegang pisau bunuhin semua orang, cuma kalo lagi senggang aja.

Nice...

Begini saja, coba anda jelaskan di sini sekte Theravada mana yang vinayanya tidak ada mengatur tentang bermusik atau yang peraturannya hanya belaku di waktu tertentu saja.


kalau anda umat Buddha bro, seharusnya anda paham bahwa Vinaya bagi bhikkhu adalah mengikat dan untuk dilaksanakan sepanjang ia menjadi bhikkhu. jangan2 menurut anda sila tidak melakukan hubungan sex juga hanya dilaksanakan pada waktu2 tertentu, dan pada waktu lainnya boleh, begitu kah?



Tetapi karena yang ditanya bukan menjawab, malah dialihkan seperti di bawah ini:
PENGALIHAN 1: ShowHide
Bahkan seorang umat awam pun pada hari uposatha wajib melaksanakan atthasila yg salah satunya berbunyi:

7. Nacca-gita-vadita-visukkadassana mala-gandha-vilepana-dharana-mandana-vibhusanathana veramani sikkhapadam samadiyami
saya bertekad untuk melatih diri menghindari menari, bernyanyi, mendengarkan musik, pergi melihat hiburan, memakai perhiasan, memakai parfum, dan memakai kosmetik)

jadi apakah Bhikkhu malah tidak menjalankan sila ini?


Menjalankan nya di waktu tertentu lar, u tanya saja sama orangnya, Dia emangnya terus -terusan megang gitar, cuman kalo waktu segang aja kale,.
Kalau memang waktunya dia harus jalan kan sila atau vinaya, setau g dijalanin kok, Dia main gitar juga liat situasi jg
Jadi sila tidak membunuh yah menjalankannya di waktu tertentu aja yah. Ga mungkin juga orang terus-terusan pegang pisau bunuhin semua orang, cuma kalo lagi senggang aja.

Nice...

MAin gitar relevasinya sama membunuh apa yah?
Emangnya merugikan orang lain ndak kan, lain dengan membunuh,
Gak nyambung relevansinya bro

Dan dalam jawaban lain, kembali dialihkan sbb:
PENGALIHAN 2: ShowHide
Bahkan seorang umat awam pun pada hari uposatha wajib melaksanakan atthasila yg salah satunya berbunyi:

7. Nacca-gita-vadita-visukkadassana mala-gandha-vilepana-dharana-mandana-vibhusanathana veramani sikkhapadam samadiyami
saya bertekad untuk melatih diri menghindari menari, bernyanyi, mendengarkan musik, pergi melihat hiburan, memakai perhiasan, memakai parfum, dan memakai kosmetik)

jadi apakah Bhikkhu malah tidak menjalankan sila ini?


Menjalankan nya di waktu tertentu lar, u tanya saja sama orangnya, Dia emangnya terus -terusan megang gitar, cuman kalo waktu segang aja kale,.
Kalau memang waktunya dia harus jalan kan sila atau vinaya, setau g dijalanin kok, Dia main gitar juga liat situasi jg

kalau anda umat Buddha bro, seharusnya anda paham bahwa Vinaya bagi bhikkhu adalah mengikat dan untuk dilaksanakan sepanjang ia menjadi bhikkhu. jangan2 menurut anda sila tidak melakukan hubungan sex juga hanya dilaksanakan pada waktu2 tertentu, dan pada waktu lainnya boleh, begitu kah?

Relevansinya main gitar sama membunuh apa relevansinya
Emangnya main gitar memperkosa orang ?
Awa awa wae tidak relevan hubungannya atuh



Akhirnya kembali disinggung:
BTT 1: ShowHide
iya yang anehnya, masing2 vihara katanya vinayanya beda, semua bhante theravada tidak berbudaya, jadi kemana2 =))
(Believe it or not)
Bukan Vinaya, tapi Hinaya.
Selain beda, juga berlaku "kadang-kadang".


BTT 2: ShowHide
iya yang anehnya, masing2 vihara katanya vinayanya beda, semua bhante theravada tidak berbudaya, jadi kemana2 =))
(Believe it or not)
Bukan Vinaya, tapi Hinaya.
Selain beda, juga berlaku "kadang-kadang".



sudah berkali2 saya menanyakan kepada the All-knowing Cheerleader, tapi tidak pernah dijawab.
Karena Bro GM Kainyn menggunakan sebutan yg sama, maka saya bertanya kepada Saudara Bro GM Kainyn, apakah arti HINAYA itu?




Demi kerapian thread, maka saya membuka topik pertanyaan di sini. Yang secara kebetulan pertanyaan yang sama pernah terlintas beberapa waktu lalu ketika dalam sebuah perjalanan bersama seorang yang baru saja saya kenal.
* Upasaka mode on: "Ceritanya begini.." *
CURCOL: ShowHide
Sebelum mulai, saya ceritakan sedikit latar belakang kenalan baru saya ini agar tidak ada kecurigaan bahwa beliau seorang fanatiqin bin Theravadin. Konon karena beliau berasal dari tradisi yang terbuka, Tri Dharma yang menerima keberadaan 3 Buddha(?) maka beliau juga seorang pluralis-universalis yang mempelajari semua tradisi yang ada: Tridharma, Theravada, Mahayana hingga akhirnya beliau sampai pada Tantrayana. Jadi, playgroup, SD, SMP, SMU sudah tamatlah gampangnya.

Demikianlah telah kudengar..
Kenalan baru saya ini, dalam perjalanan pulang kemudian menceritakan bagaimana satu kali beliau mendapati kenyataan bahwa seorang bhikshu pergi menonton film layar lebar. Karena penasaran, beliau lalu mencoba mengonfirmasi pada bhikshu menanyakan alasan bhikshu pergi nonton. Bhikshu pun menjawab dengan sedikit galak & nyolot [menurut saya mungkin bercanda kali yah dengan umat yang udah beliau kenal]. Jawab bhikshu, "Eh.. Suka-suka gua lah.. Gua nonton apa urusan elu? Urus urusan lu sendiri." Kenalan saya pun agak terkejut mendengar bhikshu berujar demikian. Setelahnya beliau melanjutkan lagi, tak lama setelah itu kenalan saya ini mendapat penjelasan [di sini tidak diceritakan siapa yang memberi penjelasan] bahwa jika seorang bhikshu mau pergi nonton, maka sila berkenaan dengan tindakan nonton boleh tidak diambil, demi menghindari pelanggaran. Di lain hari sila tersebut bisa diambil lagi, jika tidak sedang menonton.


Saat mendengar saya berpikir mungkin sekali kenalan saya itu hanya salah paham dalam menafsirkan penjelasan dan tidak saya tanggapi lebih jauh. Tetapi karena sekarang saya mendapati lagi adanya pernyataan demikian, maka saya berkeinginan mempelajari Mahayana lebih jauh dengan melemparkan pertanyaan ini di board Mahayana.

Mohonlah kiranya member-member Mahayana berkenan untuk memberi penjelasan:
"Apakah benar demikian bahwa dalam Mahayana (termasuk Tantrayana dan mazhab-mazhab Mahayana yang lain), keseluruhan sila & vinaya anggota Sangha tidak bersifat mengekang total melainkan sewaktu-waktu ada poin tertentu yang dapat dilepas untuk menghindari pelanggaran?

Anumodana atas penjelasannya..


Be happy,
_/\_

8
Humor / IF YOUR HUSBAND IS A COMPUTER EXPERT
« on: 22 September 2010, 07:59:24 PM »
Husband: (came home late from office) Hello, honey.. Now I'm logged in."

Wife: "Did you bring the gift that I want?"
Husband: "Bad command or filename."

Wife: "But I already asked you this morning!"
Husband: "Errorneous syntax. Abort?"

Wife: "Then, how about buy new television?"
Husband: "Variable not found..."

Wife: "OK, I want your credit card, I'll shop by myself."
Husband: "Sharing Violation. Access denied..."

Wife: "Do you love me better than your computer? Or you just playing?"
Husband: "Too many parameters..."

Wife: "The worst mistake was I married with Idiot man like you!"
husband: "Data type mismatch."

Wife: "You're useless."
Husband: "It's by Default."

Wife: "How about ur wage?"
husband: "File in use ... Try later."

Wife: "What i am in this family?"
Husband: "Unknown Virus."

9
Sains / Cuttlefish alias sotong???
« on: 19 September 2010, 08:04:30 PM »


Lucu, unik tapi sayang jadi santapan. :|

Habitat: Terutama di perairan dangkal, bertempat di perairan laut bertemperatur tropis di sepanjang pantai timur dan selatan Asia, Eropa barat, laut Mediterania, begiu pula semua pantai Africa dan Australia. Tetapi tidak ada sama sekali di semua perairan di Amerika.

Keunikan: Memiliki kemampuan untuk berubah warna dan menyamarkan diri dengan area di sekitar dalam waktu kurang dari 1 detik. Bunglon? Jauh..


10
Facebook: To Ban Or Not To Ban?
By Abdul H. Azeez

The Police Women and Children’s Bureau has expressed concern over the recent spate of complaints that they have received about Facebook. The complaints include incidents of people creating fake profiles and indecent images using pictures of users of the service.
The Women and Children’s Bureau as a response to the complaints has inquired with the Telecommunications Regulatory Commission about the possibility of shutting down the popular social networking site, which has millions of users in Sri Lanka.
But the TRC Chairman, Anusha Palpita has stressed that ‘access to Facebook is a human right and therefore we cannot take measures to block the site.’ Public debate has always existed on the merits and demerits of social networking especially among internet users, and the vast consensus has been that despite its shortcomings, social networking sites provide benefits that far outweigh their drawbacks.
Personally, Facebook has helped me get in touch with old friends whom i would have otherwise never been able to meet or talk to. It facilitates communication over vast distances, allows for people to communicate with each other in their own cool time and above all provides a platform to do it in a way that is fun and interactive. Facebookers (as we are collectively known) often play games, exchange pictures and videos and generally engage in harmless fun with friends. It’s like hanging out, but online.
This comfortable environment created for people to interact with each other is one of the main reasons for Facebook’s popularity. In addition to this people can also use the site as a platform to showcase their talents (many budding poets, designers and musicians have got popularity boosts through Facebook), engage in common interests by forming ‘groups’ and also engage in serious social debate. Celebrities, companies and politicians have not been unaware of this and anyone who is someone in the world has a Facebook ‘fan page’ or group to engage with the public. Barrack Obama, for instance ran a very successful Facebook campaign in the lead up to the 2008 Presidential Election.
Many Sri Lankan politicians and celebs also have dedicated Facebook pages. Sri Lankans often engage in heated debate over any aspects of political and social life. It’s like a chat with the neighbours in the evening, except that this chat happens off the streets and on the computer, and takes place all day and even at night. In other words its like society, but online.
But like society, online society too has its ills, shady characters and crooks. And like real society its mostly up to the discretion of the individual to protect himself from these ills. But online society does have one drawback in the sense that legal regulation is hard. So whereas people can always turn to the police if ‘real life’ situations go bad, doing the same for online incidents is often hard.
But online life is fast becoming a part of real life. And often people find themselves unable to tell the difference. So how does one protect against online social ills? Developed nations, where laws and  security infrastructure have caught up with web-developments, offer more options for people seeking justice. But in lesser developed countries it is mostly a case of self regulation, the use of security-restrictions and plain being careful with what you say and do that will help you avoid getting into messy situations.
Facebook has been banned in some countries, but mostly in response to socio-political phenomena that have managed to offend sections of society. Recently it was banned in Pakistan because of a page that carried derogatory comments about the Prophet Mohammed. Although the Government of Pakistan relented and eventually allowed the service back in, it continues to block pages which it deems offensive. Similar incidents have happened in Bangladesh.
Instances of the sort which have motivated the complaints received by the police are commonplace occurrences. The usual response for most people is to immediately inform their friends about the impostor (asking them to block the profile in question) and take immediate steps to report offenders to Facebook (yes you can do that). In addition the site offers options that allow you to control who sees your pictures and has access to your profile that you can adjust at any time based on your needs.
Most people find that with sufficient care a sticky situation can be avoided. And people who don’t like the concept of revealing personal information online either heavily regulate their profiles or stay out of it altogether. Completely banning Facebook due to a few complaints however, is not the ‘done thing,’ especially when there are other options that can be looked at first.

11
Pojok Seni / Amazing dragon illusion!!
« on: 15 September 2010, 11:44:11 PM »


Dilengkapi dengan petunjuk DIY kalau-kalau tertarik membuat 1.

12
Humor / 20 Hilarious School Exam Answers
« on: 15 September 2010, 09:37:59 PM »
20 Hilarious School Exam Answers
Published by djmick on October 9th, 2009


The following questions were set in last year’s GCSE examination in England.

These are genuine answers from 16 year olds, not very bright, but entertaining, 16 year olds. ;)

Q. Name the four seasons
A. Salt, pepper, mustard and vinegar

Q. Explain one of the processes by which water can be made safe to drink
A. Flirtation makes water safe to drink because it removes large pollutants like grit, sand, dead sheep and canoeists

Q. How is dew formed
A. The sun shines down on the leaves and makes them perspire

Q. What causes the tides in the oceans
A. The tides are a fight between the earth and the moon. All water tends to flow towards the moon, because there is no water on the moon, and nature abhors a vacuum. I forget where the sun joins the fight

Q. What guarantees may a mortgage company insist on
A. If you are buying a house they will insist that you are well endowed

Q. In a democratic society, how important are elections
A. Very important. Sex can only happen when a male gets an election

Q. What are steroids
A. Things for keeping carpets still on the stairs

Q. What happens to your body as you age
A. When you get old, so do your bowels and you get intercontinental

Q. What happens to a boy when he reaches puberty
A. He says goodbye to his boyhood and looks forward to his adultery

Q. Name a major disease associated with cigarettes
A. Premature death

Q. What is artificial insemination
A. When the farmer does it to the bull instead of the cow

Q. How can you delay milk turning sour
A. Keep it in the cow

Q. How are the main 20 parts of the body categorised (e.g. The abdomen)
A. The body is consisted into 3 parts – the brainium, the borax and the abdominal cavity. The brainium contains the brain, the borax contains the heart and lungs and the abdominal cavity contains the five bowels: A, E, I, O and U

Q. What is the fibula?
A. A small lie

Q. What is the most common form of birth control
A. Most people prevent contraception by wearing a condominium

Q. Give the meaning of the term ‘Caesarean section’
A. The caesarean section is a district in Rome

Q. What is a seizure?
A. A Roman Emperor.

Q. What is a terminal illness
A. When you are sick at the airport.

Q. What does the word ‘benign’ mean?
A. Benign is what you will be after you be eight

Q. What is a turbine?
A. Something an Arab or Shreik wears on his head

13
Sutra Mahayana / MANTRA BUDDHA
« on: 25 August 2010, 10:27:50 AM »
Bacalah Dhari ini:" Namo Buddhaya, Nama Dharmaya, Namo Sanghaya, Namo Arya Avalokitesvara Bodhisattvaya,
Mahasattvaya, Maha Karunikaya! Tadyatha:

1. Mantra: CINTAMANI CAKRAVARTIN DHARANI
Sang Buddha Bersabda: Umat yang dengan tulus membaca Dharani ini, pasti akan memperoleh segala sesuatu yang menjadi harapannya. Demikian pula saat menjelang ajalnya, beliau akan melihat Buddha Amitabha dan Para Bodhisattva pengiring datang menyambut dirinya.
Bacalah Dharani ini:

"Namo Samanta Buddhanam, Apratihatasasanam! Tadyatha:Om! Kha-Kha, Kahi-Khahi, Hum! Hum! Jvala-Jvala, Parajvala-Parajvala, Tistha-Tistha, Sittir-Sittir, Sa Phat! Sa Phat! Santika, Sriye! Svaha!"

2. Mantra: JVALA MAHAUGRA DHARANI ( Mantra Menghilangkan Sengsara Mendapat Kebahagiaan )

Sang Buddha bersabda: Dhari ini mampu melenyapkan berbagai malapetaka yang akan menimpa seseorang. Sang Umat dapat membaca Dharani ini sebanyak 108 kalo ataupun lebih dengan penuh khidmat di hadapan altar Sang Buddha baik di rumah ataupun di Vihara untuk melenyapkan malapetaka.


3. Mantra: GUNARATNASILA DHARANI

Sang Buddha bersabda: Umat yang pernah berbuat jahat, lalu ia menyesal,
berjanji bertobat dan tekun membaca Dharani ini sampai akhir penghidupannya, ia tidak akan jatuh ke dalam neraka Avici, ia akan terlahir di alam bahagia.

Bacalah Dharani ini:

"Namo Buddhaya! Namo Dharmaya! Namo Sanghaya! Om! Siddhi Halulu, Satru,
Jelipa, Kribha, Siddhare, Purure, Svaha! "

Bacalah Dharani ini:
- Aku bernamaskara untuk berlindung kepada susiddhi
- Aku bernamaskara dengan kepala menyentuh lantai kepada sapta koti Buddha
- Demikian pula aku memuji jasa-jasa sang maha Cundi
- Semoga Bodhisattva selalu melindungi aku dengan welas asihmu sedalam-dalamnya.

Kemudian dilanjutkan dengan
Maha Cundi Bodhisattva:
" Namo Saptanam Samyaksambuddha Kotinam! Tadyatha: Om! Cale, Cule, Cundi, Svaha! "


4. Mantra: MANTRA CUNDI DHARANI

Sang Buddha bersabda: Dharani ini bermanfaat untuk menghapus segala dosa.
Umat yang telah membaca Dharani ini sebanyak 900.000 kali, ia dapat menghapuskan dosa berat seperti 5 karma berat (Garuka karma), 10 Perbuatan buruk (Dasa Akusala Karma). Ia akan dilindungi oleh 2 dewa pelindung yang dikirim oleh Mahacundi Bodhisattva.

Bacalah Dharani ini:
" Om! Namo Bhagavate Abharami Tayuryana! Subhiniscitta, Tejarajaya! Tathagataya! Arahate, Samyaksambuddhaya! Tadyatha: Om! Satlibha, Samskari Parisuddha Dharmate Gagana, Samudgate, Svabhava, Visuddhi, Mahadaya, Pare-Vare, Svaha! "


5. Mantra: ARIYA AMITAYUR NIYAMA PRABHARAJA DHARANI

Sang Buddha bersabda: Umat yang menulis, menyerbarluaskan atau membaca Dharani ini dengan hati yang tulus, ia akan memperoleh usia yang panjang. Karma buruk pembawaannya yang amat berat akan menjadi ringan. Jika ia tekun membaca Dharani ini, maka setelah berakhirnya kehidupan ini, ia kan terlahir di negeri Buddha di sepuluh penjuru alam.

Bacalah Dharani ini:
" Namo Bhagavato Bhaisajyaguru Vaidurya Prabharajaya, Tathagataya! Arahate, Samyaksambuddhaya! Tadyatha: Om! Bhaisajye, Bhaisajye, Bhaisajya! Samudgate, Svaha! "


6. Mantra: BHAISAJYAGURU VAIDURYA PRABHASA TATHAGATA ABHISECANI DHARANI ( Atau mantra Buddha guru obat )

Sang Buddha bersabda: Dharani ini bermanfaat untuk memusnahkan segala malapetaka, penyakit parah, serta memperpanjang usia kehidupan para umat yang membacanya dengan tulus.


7. Mantra: ARYA AVALOKITESVARA BODHISATTVA VIKURVANA DHARANI

Sang Buddha bersabda: Dharani ini bermanfaat untuk melindungi diri sendiri agar terhindar dari berbagai serangan yang berbahaya.

Bacalah Dharani ini:

"Om! Mani Padme Hum! Margajnana, Cittotebhata, Citrasyana, Vidraga,
Sarvatha, Puristaganapurna, Napuridusvanna, Namah Avalokitesvara, Svaha!"


Bacalah Dharani ini:

" Reva-Revate, Guha-Guhate, Dharnite, Niharate, Virnite, Mahagate, Chelingate, Svaha! "


8. Mantra: SAPTA ATITABUDDHA KARASANIYA DHARANI

Sang Buddha bersabda: Dharani ini dibabarkan oleh tujuh Buddha di masa lampau dan bermanfaat untuk memusnahkan dosa yang timbul dari 5 karma berat, 4 parajika dan lain sebagainya. Umat yang tekun membaca Dharani ini
akan menjadi murni kembali dan akan memperoleh pahala berlimpah.

Bacalah Dharani ini:

" Namo Amitabhaya Tathagataya! Tadyatha: Amite Amitobhave, Amita Sambhave, Amita Bikrana Tamkare, Amita Bikranata, Gemini, Gagana Kritikare, Svaha! "

Umat yang tekun membaca genap 300.000 kali akan dapat melihat Visual Buddha Amitabha pada masa hidup sekarang ini.

9. Mantra: SUKHAVATI VYUHA DHARANI

Sang Buddha bersabda: Dharani ini bermanfaat untuk menghancurkan akar dari segala halangan karma buruk. Para umat yang tekun membaca Dharani ini sebanyak 21x6 di pagi hari serta 1x6 di malam hari, ia akan selalu dilindungi oleh Buddha Amitabha dan Bodhisattva pengiringnya serta akan lahir di Sukhavati setelah berakhirnya kehidupan ini.

Bacalah Dharani ini:

" Namo Buddha, Namo Dharma, Namo Sangha! Namo Sri-Maha-Deviya! Tadyatha: Paripurna, Calisamanta, Dharsani, Maha-Vihara-Gate. Samanta-Vinigate. Maha-Karya. Pani-Parapani. Sari-Vertha Samanta-Suprite. Purena, Alina, Dharmate. Maha-Vikubite, Maha-Maitrete. Pura-Sanghite, Hetisei, Sanghiheti, Samanta, Atha-Anu, Bharani! "


10. Mantra : SRIDEVI ( SUDEVI ) DHARANI

Sang Buddha bersabda: Dharani ini dapat membantu para umat agar cepat mencapai Samadhi "Suvarnaprabhasa" (Sinar Emas), yang dengan cara itu, ia mampu menghancurkan halangan klesa, karma dan vipaka serta mencapai 3 kebajikan. (Prajna, Vimoksa dan Dharmakaya).

Ke 10 mantra tersebut sangat mukjizat untuk mendapatkan pahala! Pilihlah salah satu sesuai kebutuhan dan tekun membacanya.



Mohon bantuan teman-teman Mahayana untuk membantu menshare sumber dari 10 mantra di atas dalam Sutra-Sutra Mahayana. Thanks.. :)

Be happy
_/\_

14
Sains / Asteroid Raksasa RQ36 Akan Menghantam Bumi
« on: 14 August 2010, 01:44:39 AM »
Tim Liputan 6 SCTV
10/08/2010 17:47




Liputan6.com, London: Para ilmuwan meyakini, sebuah asteroid bernama asteroid 1999 RQ36, akan menghantam bumi sebelum tahun 2200. Tubrukan itu akan menyebabkan ledakan hebat yang setara dengan ledakan ratusan bom nuklir secara bersamaan.

Sebuah analisa terhadap orbit asteroid itu menyebutkan, hantaman asteroid RQ36 akan terjadi 24 September 2182. Tetapi para ilmuwan akan mengumpulkan dan meneliti contoh potongan bebatuan dari asteroid itu untuk lebih memastikan perkiraan waktunya.
 
Jika Nasa memberikan lampu hijau terhadap rencana itu, maka pesawat luar angkasa untuk keperluan penelitian akan diluncurkan pada tahun 2106, dan mendarat di asteroid yang luasnya mencapai 1.800 kaki.

Pesawat misi khusus yang diberi nama OSIRIS-Rex, adalah satu dari dua finalis yang ikut dalam kompetisi untuk program ini. Finalis lain adalah misi khusus ke planet Venus.

Nasa akan melakukan pertemuan selama dua hari, mulai hari ini (10/8) di Washington DC untuk membahas kompetisi misi khusus tersebut, dan hasilnya akan diumumkan tahun depan.

Nasa secara resmi telah mengumumkan asteroid RQ36 sebagai asteroid yang berpotensi menimbulkan bahaya, karena jaraknya ke bumi sudah mencapai 280 ribu mil. Orbitnya yang mendekati bumi, membuat asteroid itu lebih mudah mencapai bumi ketimbang asteroid yang lain.

"Bumi tampaknya menjadi target yang lebih mudah untuk terjadinya tabrakan itu," ujar Michael Drake, yang akan memimpin tim OSIRIS-Rex jika proyek ini terpilih.

Clark Chapman, seorang ilmuwan pada Southwest Research Institute di Boulder, Colorado mengatakan, hantaman RQ36 akan menimbulkan dampak ledakan yang maha dahsyat.

"Ledakan itu akan seperti ratusan nuklir paling besar yang meledak bersamaan, dan akan membuat kawah raksasa yang lebarnya mencapai 10 kilometer," ujar Chapman kepada majalah National Geographic.

Sebelumnya, Presiden AS Barrack Obama telah menunjuk sebuah panel ahli untuk membuat program pendaratan ke bulan sebagai batu loncatan untuk melakukan pendaratan pada sebuah asteroid yang belum teridentifikasi. Misi khusus ini seolah mencontoh cerita film Hollywood "Deep Impact" (1998), yang mengisahkan Gedung Putih tengah mengirim pesawat khusus, untuk mendarat di sebuah asteroid yang mengancam keselamatan bumi.

2008 lalu, Agen angkasa luar eropa juga mengumumkan rencananya untuk mendaratkan pesawat angkasa luar khusus, ke sebuah asteroid di dekat bumi yang luasnya kurang dari 0,6 mil, untuk mengumpulkan debu dan puing untuk diteliti.(Telegraph/mla)

15
Lingkungan / Rekonsiliasi, Benar & Salah
« on: 10 April 2010, 02:32:20 AM »
Perdamaian Kembali, Benar & Salah
oleh
Thanissaro Bhikkhu
© 2004–2009

"Dua ini adalah orang bodoh. Dua yang mana? Orang yang tidak melihat pelanggarannya sebagai sebuah pelanggaran, dan orang yang tidak dengan tulus memaafkan orang lain yang telah mengakui pelanggarannya. Dua ini adalah orang bodoh.

"Dua ini adalah orang bijak. Dua yang mana? Orang yang melihat pelanggarannya sebagai sebuah pelanggaran, dan orang yang dengan tulus memaafkan orang lain yang telah mengakui pelanggarannya. Dua ini adalah orang bijak."
— AN 2.21

"Merupakan penyebab pertumbuhan dalam Dhamma dan Vinaya para ariya ketika, menyadari sebuah pelanggaran sebagai pelanggaran, seseorang lalu memperbaiki dalam kesesuaian dengan Dhamma dan melatih pengendalian ke depannya."
— DN 2

Sang Buddha berhasil mendirikan sebuah agama yang telah menjadi sebuah kekuatan sejati bagi kedamaian dan keharmonisan, tidak hanya karena tingginya nilai yang beliau tempatkan pada kualitas-kualitas ini tetapi juga karena arahan saksama yang beliau berikan mengenai bagaimana mencapainya melalui pemaafan dan perdamaian kembali. Inti dari arahan-arahan ini adalah pandangan cerahnya bahwa pemaafan adalah satu hal, berdamai kembali adalah hal lain.

Kata Pali untuk pemaafan-khama-juga berarti "bumi." Sebuah pikiran yang seperti bumi adalah tidak reaktif dan tidak gelisah. Ketika kamu memaafkan saya karena menyakitimu, kamu memutuskan untuk tidak membalas, untuk tidak mendendam. Kamu tidak harus menyukai saya. Kamu hanya tidak membebani dirimu dengan beratnya kebencian dan memotong lingkaran pembalasan yang jika tidak akan membuat kita tetap terjerat dalam sebuah pergulatan samsara yang buruk. Ini adalah sebuah hadiah yang dapat kamu berikan pada kita berdua, sepenuhnya pada dirimu sendiri, tanpa aku harus tahu atau mengerti apa yang telah kamu lakukan.

Perdamaian kembali -- patisaraniya-kamma -- berarti sebuah jalan kembali menuju keramah-tamahan, dan itu memerlukan lebih dari sekadar pemaafan. Itu memerlukan penumbuhan kepercayaan kembali. Jika saya menyangkal tanggung jawab atas tindakan saya, atau mempertahankan bahwa saya tidak melakukan kesalahan, tidak ada cara kita dapat didamaikan. Demikian pula, jika saya bersikeras bahwa perasaanmu tidak menjadi masalah, atau bahwa kamu tidak memiliki hak untuk menentukan apakah saya sesuai standar benar dan salah kamu, kamu tidak akan percaya saya tidak akan menyakitimu lagi. Untuk memperoleh kembali kepercayaan kamu, saya harus menunjukkan respek saya padamu dan untuk standar bersama kita mengenai apa yang merupakan dan bukan merupakan kelakuan yang dapat diterima; mengakui bahwa saya menyakitimu dan bahwa saya bersalah melakukan demikian; dan berjanji untuk melatih pengendalian ke depannya. Di saat yang sama, kamu harus membangkitkan kepercayaan saya, juga, dalam cara terhormat kamu menjalani proses berdamai kembali. Hanya dengan demikian barulah persahabatan kita memperoleh pijakan kuat kembali.

Demikianlah ada cara benar dan salah dalam usaha perdamaian kembali: hal-hal yang dengan mahir memenuhi persyaratan untuk membangun kembali kepercayaan, dan hal-hal yang tidak. Untuk menganjurkan perdamaian kembali yang benar di antara para pengikutnya, Sang Buddha merumuskan metode terperinci untuk mencapainya, bersamaan dengan pembudidayaan nilai-nilai yang mendorong agar menggunakan metode-metode itu.

Metode-metode tersebut terkandung dalam arahan-arahan Pali Vinaya agar bagaimana para bhikkhu seharusnya mengakui penyerangan mereka satu sama lain, bagaimana mereka seharusnya berdamai kembali dengan umat awam yang mereka bersalah padanya, bagaimana mereka seharusnya menyelesaikan perselisihan berkepanjangan, dan bagaimana sebuah perpecahan penuh dalam Sangha seharusnya disembuhkan. Meskipun ditujukan pada para bhikkhu, arahan-arahan ini mewujudkan prinsip-prinsip yang berlaku bagi siapapun yang mencari perdamaian kembali dari perbedaan-perbedaan, baik personal atau politis.

Langkah pertama dalam setiap kejadian adalah sebuah pengakuan atas perbuatan salah. Ketika seorang bhikkhu mengakui sebuah penyerangan, seperti telah menghina bhikkhu yang lain, dia pertama mengakui telah melemparkan hinaan. Lalu dia setuju bahwa hinaan tersebut benar-benar sebuah serangan. Akhirnya, dia berjanji untuk mengendalikan dirinya dari mengulangi serangan di lain hari. Seorang bhikkhu yang mencari perdamaian kembali dengan seorang umat awam mengikuti pola yang sama, dengan seorang bhikkhu lain, yang dalam hubungan yang bersahabat dengan umat awam tersebut, bertindak sebagai mediator. Jika sebuah perselisihan telah memecah Sangha ke dalam golongan-golongan yang bersama-sama telah berlaku tidak sepantasnya, maka ketika golongan-golongan ini mencoba berdamai kembali mereka disarankan pertama untuk menjernihkan atmosfir kembali dalam sebuah prosedur yang disebut "menutupi dengan rumput." Kedua belah pihak membuat sebuah pengakuan menyeluruh atas perbuatan salah dan sebuah ikrar tidak mengungkit serangan-serangan kecil yang dilakukan satu sama lain. Ini memberi kebebasan pada mereka untuk fokus pada perbuatan salah yang utama, apapun, yang menyebabkan atau memperburuk perselisihan.

Menyembuhkan sebuah perpecahan penuh dalam Sangha, kedua belah pihak diarahkan pertama-tama untuk menyelidiki ke dalam niatan dasar dari masing-masing pihak yang membawa pada perpecahan, karena jika niatan-niatan itu adalah kedengkian atau ketidakjujuran yang tak dapat ditebus, perdamaian kembali adalah tidak mungkin. Jika kelompok mencoba untuk menjahit luka kembali tanpa membawa pada akar perpecahan, tidak ada yang benar-benar telah disembuhkan. Hanya ketika niatan-niatan dasar telah menunjukkan dapat didamaikan kembali dan perbedaan-perbedaan dapat diselesaikan barulah Sangha dapat melakukan upacara singkat yang membangun kembali keharmonisan.

Meliputi arahan-arahan ini adalah penyadaran bahwa perdamaian kembali yang sejati tidak dapat hanya didasarkan pada hasrat akan keharmonisan. Ia memerlukan sebuah pengertian bersama mengenai tindakan-tindakan apa yang menciptakan ketidak-harmonisan, dan sebuah ikrar untuk mencoba menghindari tindakan-tindakan itu di masa depan. Ini pada gilirannya memerlukan sebuah persetujuan yang diungkapkan dengan gamblang mengenai -- dan komitmen kepada -- standar bersama mengenai benar dan salah. Bahkan jika kelompok-kelompok menuju sebuah perdamaian kembali setuju untuk tidak setuju, persetujuan mereka memerlukan membedakan antara cara-cara yang benar dan salah dalam menangani perbedaan-perbedaan di antara mereka.

Tetapi benar dan salah telah mendapatkan sebuah kecaman buruk dalam lingkungan Buddhist Barat, terutama karena cara-cara dalam mana yang telah kita lihat penyalahgunaan benar dan salah dalam kebudayaan kita sendiri -- seperti ketika seseorang mencoba untuk memaksakan standar-standar yang sewenang-wenang atau hukuman-hukuman yang bersifat buruk pada yang lain, atau dengan munafik menuntut agar yang lain mematuhi standar-standar yang dia sendiri tidak.

Untuk menghindari berbagai penyalahgunaan ini, beberapa orang telah menasehatkan hidup dengan sebuah pandangan non-dual yang melebihi kemelekatan terhadap benar dan salah. Pandangan ini, bagaimanapun, terbuka untuk disalahgunakan pula. Dalam komunitas-komunitas dimana ia disertakan, anggota-anggota tak bertanggung jawab dapat menggunakan retorika non-dualitas dan ketidakmelekatan untuk memaafkan kelakuan yang sejatinya membahayakan; korban-korban mereka ditinggal terkatung-katung, tanpa standar-standar yang umumnya diterima mengenai yang mana untuk menjadi dasar pertimbangan mereka dalam memperbaiki. Bahkan tindakan dari memaafkan menjadi tersangka dalam sebuah konteks demikian, karena apa hak yang dimiliki para korban untuk menentukan tindakan-tindakan tertentu memerlukan pemaafan atau tidak? Terlalu sering, para korban merupakan pihak yang salah karena memaksakan standar-standar mereka pada yang lain dan tidak mampu untuk mengatasi pandangan dualistik.

Ini berarti bahwa benar dan salah tidak benar-benar diatasi dalam komunitas demikian. Mereka hanya sekedar telah disusun kembali: Jika kamu dapat mengklaim sebuah perspektif non-dual, kamu tetap dalam pihak yang benar tidak perduli apa yang telah kamu lakukan. Jika kamu mengeluh tentang kelakuan orang lain, kamu dalam pihak yang salah. Dan karena penyusunan kembali ini tidak secara terbuka mengakui sebagaimana demikian, ia menciptakan sebuah atmosfir kemunafikan di mana perdamaian kembali yang sejati tidaklah memungkinkan.

Jadi solusi berada tidak dalam meninggalkan benar dan salah, tetapi dalam mempelajari bagaimana menggunakan mereka secara bijak. Demikianlah Sang Buddha mem-backup metode-metodenya untuk perdamaian kembali dengan sebuah pembudidayaan nilai-nilai di mana benar dan salah menjadi alat-alat bantu dibandingkan rintangan-rintangan menuju perdamaian kembali. Untuk menghindari mereka yang benar dari menyalahgunakan posisi mereka, beliau menasehati bahwa mereka harus merefleksikan pada diri mereka sendiri sebelum mereka menuduh yang lain telah berbuat salah. Daftar pertanyaan-pertanyaan yang dia rekomendasikan adalah sebagai berikut: "Apakah saya terbebas dari serangan-serangan tak terdamaikan oleh saya sendiri? Apakah saya dimotivasi oleh kebajikan, alih-alih dendam? Apakah saya benar-benar jernih atas standar-standar bersama kami?" Hanya jika mereka dapat menjawab "ya" pada pertanyaan-pertanyaan ini seharusnyalah mereka membawa naik permasalahan ini. Lebih jauh lagi, Sang Buddha merekomendasikan agar mereka menekadkan untuk berbicara hanya kata-kata yang benar, tepat waktu, lembut, tepat sasaran, dan dimotori oleh kebaikan. Motivasi mereka haruslah belas-kasih, keprihatinan  bagi kesejahteraan dari semua pihak terkait, dan hasrat untuk melihat rehabilitasi pada si pembuat kesalahan, bersama dengan sebuah hasrat utama untuk berpegang pada prinsip-prinsip yang adil mengenai benar dan salah.

Untuk menyemangati agar si pembuat kesalahan melihat perdamaian kembali sebagai sebuah kemenangan alih-alih sebuah hal kekalahan, Sang Buddha memuji penerimaan yang jujur terhadap tuduhan sebagai sebuah tindakan yang terhormat alih-alih memalukan: tidak hanya sekadar sebuah cara saja, melainkan cara untuk mendapat kemajuan dalam latihan spiritual. Sebagaimana beliau memberitahukan pada anaknya, Rahula, kemampuan untuk menyadari kesalahan seseorang dan mengakuinya pada orang lain adalah faktor esensial dalam mencapai kemurnian dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan [MN 61]. Atau sebagaimana beliau lantunkan dalam Dhammapada, orang yang menyadari kesalahan mereka sendiri dan merubah cara mereka "menyinari dunia seperti bulan yang terbebas dari awan" [Dhp 173].

Dalam tambahan menetapkan pendorong-pendorong ini agar dengan jujur mengakui kelakuan salah, Sang Buddha memblokir jalan menuju penyangkalan. Para sosiologis modern telah mengidentifikasi lima strategi dasar yang orang gunakan untuk menghindari menerima tuduhan ketika mereka telah menyebabkan kerusakan, dan patut dicatat bahwa ajaran kitab Pali mengenai tanggung jawab moral sesuai untuk menandai kesemua lima poin tersebut. strategi-strategi tersebut adalah: (1) Kita selalu bertanggung jawab terhadap pilihan sadar kita. (2) Kita seharusnya selalu menempatkan diri kita dalam posisi orang lain. (3) Semua makhluk adalah patut dihormati. (4) Kita seharusnya menganggap mereka yang menunjukkan kesalahan-kesalahan kita bagaikan jika mereka menunjukkan harta karun. (Para bhikkhu, dalam kenyataannya, diwajibkan untuk tidak menunjukkan rasa tidak hormat pada orang yang mengkritisi mereka, bahkan jika mereka tidak merencanakan untuk menyesuaikan diri dengan kritisisme tersebut.) (5) Tidak ada -- diulangi, tidak ada -- tujuan lebih mulia yang membenarkan pelanggaran sila-sila dasar mengenai kelakuan moral.

Dalam menyusun standar-standar ini, Sang Buddha menciptakan sebuah konteks nilai-nilai yang mendorong kedua belah pihak memasuki dalam sebuah perdamaian kembali dengan menggunakan ucapan benar dan terlibat dalam refleksi diri mendasar yang jujur, bertanggung jawab terhadap semua praktek Dhamma. Dalam cara ini, standar-standar tentang kelakuan benar dan salah, alih-alih menjadi menekan atau picik, menimbulkan kepercayaan yang mendalam dan bertahan lama. Dalam tambahannya menciptakan keharmonisan eksternal yang kondusif untuk praktek Dhamma, proses perdamaian kembali dengan demikian juga menjadi sebuah kesempatan bagi pertumbuhan dalam diri.

Sang Buddha mengakui bahwa tidak semua perselisihan dapat didamaikan kembali. Ada kalanya ketika satu atau kedua belah pihak tidak menginginkan untuk berlatih kejujuran dan pengendalian yang dibutuhkan perdamaian kembali yang sesungguhnya. Begitupun, akan tetapi, pemaafan masih merupakan sebuah pilihan. Inilah kenapa pembedaan antara perdamaian kembali dan pemaafan begitu penting. Ia mendorong kita untuk tidak menyelesaikan hanya sekadar pemaafan ketika penyembuhan sejati melalui perdamaian kembali yang benar memungkinkan, dan ia mengijinkan kita untuk bermurah hati dengan pemaafan kita bahkan ketika ia tidak memungkinkan.

_/\_

Pages: [1] 2 3