Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Topics - gryn tea

Pages: [1] 2
1
Buddhisme untuk Pemula / Apa itu kamma baik ??
« on: 03 June 2015, 09:22:45 AM »
Mw nanya.

Di dalam berdana, ada hal2 yg gx bole didanain, terlebih kpd Bhikkhu2, sperti cth hal na uang..

Nah, yg jd pertnyaan adalah,jika seseorang krn ketidaktahuan na, trz berdana uang kpd seorg Bhikkhu dgn pikiran dan niat yg baik, itu gmn ??? Bukan kah pikiran adalah pelopor, dan kamma adalah kehendak ato niat,dan bukan kah niat yg baik pasti akan berbuah baik ???

Lalu gmn dgn cth na klo kita berdana uang kpd pengemis yg minta2 uang ?? Apakah itu baik ato gak baik ya ??

Dan sperti apakah suatu niat , maka bisa dibilang kamma baik dan menghasilkan buah kamma yg baik jg

Tq

2
Buddhisme untuk Pemula / -Karma Orang Tua Dan Anak-
« on: 29 January 2015, 01:47:34 PM »
-Karma Orang Tua Dan Anak-
Seorang mahasiswi menangis tersedu-sedu dihadapan dosen agama Buddha yang penuh kasih terhadapnya. Ia sedih, kecewa, dan agak tergoncang batinnya menghadapi kenyataan pahit yang harus diterimanya saat ini.
Ia tidak menduga bahwa hubungan cinta yang telah dibinanya selama ini harus kandas di tengah jalan. Ia tidak menyangka bahwa calon mertuanya akan menolak dirinya sebagai menantu hanya karena ia mempunyai seorang ayah yang gemar berjudi dan mabuk-mabukan. Ia sedih karena calon mertuanya beranggpan bahwa jika orangtuanya berkelakuan tidak baik, maka anaknya pasti mempunyai kelakuan yang tidak baik pula. Ia kecewa karena ia merasa bahwa anggapan itu tidak berlaku terhadap dirinya. Dengan penuh kesabaran, dosen agama Buddha tadi memberikan nasihat-nasihat yang ternyata dapat menghibur mahasiswi tersebut.
Sesungguhnya karma orang-tua tidak menurun kepada anaknya karena setiap makhluk membawa karmanya masing-masing. Namun, memang ada persamaan karma antara orangtua dan anak sehingga mereka bisa berkumpul dalam satu keluarga. Setiap makhluk yang akan bertumimbal lahir harus mempunyai getaran karma yang sama dengan orang tuannya.
Jadi, pada saat mahasiswi tadi bertumimbal lahir melalui kandungan ibunya, ia mempunyai getaran karma yang sama pula. Jika ia mempunyai ayah yang berkelakuan tidak baik, maka ini merupakan buah dari karma buruk yangpernah dilakukannya pada kehidupan yang lampau. Dengan demikian, ia tidak boleh membenci ayaknya. Ia tidak boleh menyalahkan ayahnya. Ia tidak boleh beranggapan bahwa ayahnyalah yang merupakan penyebab putushnya hubungan cintanya dengan teman kuliahnya itu.
Sesungguhnya, hubungan cintanya juga bisa putus diakibatkan oleh karma buruk lain yangpernah dilakukannya pada kehidupan yang lampau.
Dalam kita suci Dhammapada Bab XXIII ayat 332, dikatakan:
“Berlaku baik terhadap ibu merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini; berlaku baik terhadap ayah juga merupakan kebahagiaan. Berlaku baik terhadap petapa merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini; berlaku baik terhadap para ariya (orang suci) juga merupakan kebahagiaan.”
Ayah dan ibu merupakan orang tua kita. Walau bagaimanapun buruknya sifat ayah dan ibu kita, mereka tetap orangtua kita.
Sebagai anak, kita wajib menghormati dan menyayangi mereka. Jika mereka berkelakuan tidak baik, maka kita wajib berusaha untuk menyadarkan mereka agar kembali ke jalan yang benar. Memang ini bukan merupakan suatu tugas yang mudah, tetapi usaha kita lakukan dengan penuh pengorbanan pun tak akan sia sia.
Anak yang baik tidak akan menyalahkan orang lain bila ia menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan. Hendaknya ia menyadari bahwa penderitaan itu hanya datang kepada orang yang memang harus menerimanya. Ia akan menerima penderitaan itu dengan tabah walau tidakd apat dipungkiri bahwa pada saat itu pasti batinnya agak tergoncang.Namun, ia tidak akan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.
Ia akan menyadari bahwa tak ada gunanya menyesali peristiwa yang telah terjadi. Jika hubungan cinta itu memang harus kandas di tengah jalan, maka hal ini tidka perlu terlalu ditangisi. Masih ada kirannya pemuda lain yang lebih baik dari dia. Masih ada calon mertua yang dapat mengerti keadaannya dan mau menerimanya sebagai menantu. Masih banyak orang tua yang tidak berpandang picik seperti tersebut diatas.
Dan masih banyak orang tua yang yakin bahwa menantunya merupakan orang yang baik walaupun orangtua menantunya berkelakuan tidak baik.
Mahasiswi di atas merupakan gadis yang baik. Ia dapat menjadi baik berkat pendidikan agama yang diperolehnya di bangku sekolah. Ia tekun belajar agama Buddha. Ia rajin mendengarkan dan berdiskusi Dharma dengan tokon-tokoh Buddhis. Ia senantiasa berusaha melaksanakan Pancasila Buddhis dalam kehidupannya sehari-hari. Ia senang berbuat amal sesuai denga kemampuannya.
Jika kelak ia berumah tangga, ia telah bertekad untuk menjadi seorang isteri yang setia dan puas hanya dengan seorang suami serta senantiasa menghormati ayah dan ibu mertuanya sebagai dewa dan dewi. Ia yang telah terbiasa hidup sederhana itu bertekad untuk tidak menjadi isteri yang materialistis.
Sesungguhnya, pemuda yang dapat memperisterinya itu akan bahagia. Dengan demikian, nyatalah bahwa dari orangtua yang berkelakuan tidak baik mungkin saja muncul anak-anak yang berkelakuan baik.
Dalam Dhammapada Bab III ayat 43, dikatakan:
“Bukan seorang ibu, ayah, maupun sanak keluarga lain yang dapat melakukan; melainkan pikiran sendiri yang diarahkan dengan baik yang akan dapat mengangkat derajat seseorang

3
Diskusi Umum / Apa itu jodoh dlm pandangan Buddhis
« on: 25 April 2014, 09:28:40 PM »
Mw nanya a...
1.Dalam pandangan Buddhis jodoh itu apa ya ??
2. Trz koz ada org yg jaat lbh byk n gamapang mendapatkan pasangan , dibandingkan org baik ??
3. Trz napa ada yg murah jodoh n ada yg sulit jodoh, bhkan ada yg mati2an buat cari pasangan tp gx dpt2 jg, trz ada yg cm nyante2, malah byk yg ngejar?
Tq

4
Buddhisme untuk Pemula / Manusia malang
« on: 18 December 2013, 02:22:54 PM »
3. Para Buddhis KTP
Mereka, baik yang suka datang ke vihara ataupun tidak. Mereka, walaupunmempunyai kesempatan yang baik untuk mempelajari Dhamma, tetapi karenakebodohan,  kemalasan, dan terbelengguoleh keserakahan, mereka tidak mempelajarinya. Walaupun mereka tidak menjalanikehidupannya seperti orang-orang dalam kelompok kedua, tetapi mereka juga dalammenjalani hidupnya – ketika berusaha mencari kebahagiaan – sangat seringmelakukan pelanggaran sila. Mereka tidak banyak tahu tentang Dhamma, bahkanpengetahuan mengenai Dana dan Sila saja sangat minim sekali. Bagi mereka yangsuka pergi ke vihara, kebanyakan hanya sebatas hafal Tisaraṇa, Pañcasīla, danbeberapa paritta, tanpa mengetahui artinya. Hal ini sungguh sangat menyedihkan.
Akibat pengetahuan Dhamma yang sangat minim, walaupun mereka mempunyai niatyang baik, mereka sering kali menyalurkan niat baiknya dengan cara yang salah.Contoh yang umum terjadi di lapangan adalah praktik berdana uang, mereka mendanakan uang secara langsung kepadapara bhikkhu, sangha, atau sekelompok bhikkhu yang mengaku sebagai sangha,misalnya pada saat selesai ceramah Dhamma dari suatu kebaktian biasa ataupunpada saat perayaan hari besar umat Buddha (baik itu dipimpin oleh para ketuadan pengurus vihara ataupun para romo pandita). Contoh lain lagi adalah paraumat yang membantu para bhikkhumenjualkanjubah yang mereka dapat saat perayaan kathina. Mereka ini, juga disebutsebagai Manusia Malang, karena walaupun sudah mengeluarkan sumber daya (uang,tenaga, dll.) yang mereka dapatkan bukanlah karma baik, melainkan karma buruk.Sehingga, tidaklah berlebihan bila dikatakan “Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga.” [ix]
Masalah praktik berdana dengan cara yang salah ini sudah begitu kuat,karena sudah lama dilakukan. Hal ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa ataupara orang tua, bahkan para mahasiswa juga mengira hal ini adalah hal yangbenar. Contohnya adalah ketika penulis selesai berceramah Dhamma untuk paramahasiswa Universitas Bina Nusantara, Jakarta (11/03/2011), mereka berusaha memberikanuang dalam amplop kepada penulis dan ketika ditolak, mereka kebingungan. Yanglebih parah lagi adalah para guru (bahkan guru pelajaran agama Buddha) mengajarkanpara muridnya untuk melakukan cara berdana yang salah ini. Pada tanggal19/05/2011 penulis diminta berceramah Dhamma dalam rangka menyambut perayaanWaisak di sekolah PaHoa, Gading Serpong, TNG. Ketika selesai ceramah, anak-anakSMP & SMA diminta oleh guru mereka untuk berdana dan ternyata itu ditujukanuntuk penulis. Guru yang berusaha memberikan dana tersebut merasa kaget ketikaditolak. Padahal, ketika ceramah belum dimulai, penulis sempat berdiskusidengan guru agama tersebut dan menjelaskan bahwa seorang bhikkhu tidak bolehmenerima uang; bahkan kira-kira satu minggu sebelumnya, keponakan penulis telahmemberikan buku DANA kepadanya. Satu contoh lagi, belum lama ini (14/11/2013),ada orang tua murid yang memberitahu penulis bahwa anaknya yang masih SD yangbersekolah di sekolah Ehipassiko, BSD, TNG, diminta oleh gurunya untuk menabungdi celengan dan hasilnya akan didanakan langsung ke bhikkhu/sangha pada saatperayaan kathina di sekolah tersebut.
  • Dari kejadian ini, terlihat bahwa ternyata bukan hanya para umat awam biasa,tetapi bahkan banyak para guru agama, ketua dan pengurus vihara, serta pararomo pandita[xi]yang termasuk dalam kategori Buddhis KTP. Oh, betapa menyedihkannya!
Pengambilan Tisaraṇa, para Buddhis KTP ini juga tidak mengerti apa itu yang dimaksud berlindungkepada Buddha, Dhamma, dan (Ariya) Sangha. Mereka, pada umumnya, berpikir bahwadengan melakukannya mereka akan dilindungi oleh Tiratana. Bahkan penulismengetahui (dari pengakuan para umat) bahwa banyak dari mereka yang berdoamemohon perlindungan kepada Sang Buddha, mohon dapat berkah, umur panjang,jodoh, kesembuhan, dll. Hal ini juga sangat mudah dilihat, misalnya pada saatperayaan Waisak atau ulang tahun, banyak para umat yang mengirimkan ucapanselamat kepada sesama Buddhis yang berbunyi, “Semoga Sang Tiratana selalumelindungimu.” Sang Buddha telah wafat dan tidak terlahir kembali karena tidakada lagi pendambaan (taṇhā) yangdapat membuat fenomena mental ataupun fenomena jasmaninya berlanjut kembali.Bagaikan api-lilin yang telah kebahisan baik lilin maupun sumbunya, lenyaptanpa jejak. Jangankan setelah Beliau wafat, bahkan ketika Beliau masih hidup,Beliau tidak bisa menolong sanak-saudaranya yang akan dibunuh oleh RajaVidūdabha (Viṭaṭūbha).[xii]Selain itu, Beliau juga tidak bisa menolong Āḷāra Kālāma danUddaka Rāmaputta dengan mengajarkan Dhamma kepada mereka karena keduanya telahterlahir di alam arupa brahma (tidak punya jasmani, contohnya tidak punyatelinga untuk mendengar Dhamma).[xiii] Dengan demikian, mengacupada hal itu, bagaimana Sang Buddha yang fenomena mental dan jasmani telahlenyap dapat mendengar doa atau permohonan anda? [xiv]
Pengambilan Pañcasīla, seperti pada pengambilanTisaraṇa,sebagian besar dari para Buddhis KTP hanya bisa mengucapkan bahasa Pāli-nyatanpa mengetahui artinya, bahkan banyak juga yang tidak tahu sama sekali. Karena ketidaktahuan inilah, walaupunsetiap kali kebaktian membacakan pancasila, tetapi pelanggaran sila jalanterus. Maka, pengambilan silanya hampir tidak ada manfaatnya sama sekali. Contohyang lain adalah banyaknya Buddhis yang menyukai dan mengidolakan tokoh JamesBond, seorang pelanggar semua sila dari pancasila. Bahkan, banyak para wanita –yang merupakan objek permainannya –  jugamenyukainya, bukankah ini merupakan suatu hal yang sudah keterlaluan! Contohlain, penulis mengenal seorang umat Buddhis KTP yang berdasarkan pandangan umumdapat dikatakan sebagai orang yang cukup baik. Dia sering melanggar silapertama dari pancasila Buddhis yaitu membunuh serangga, selain itu dia jugacepat marah. Walaupun dia adalah orang kaya, tetapi karena pikirannya kasar dansering melakukan perbuatan tidak baik ini, hidupnya sangat menderita – selaludihantui oleh ketakutan. Mengapa bisa demikian?, karena pikirannya sering atauselalu diliputi dengan pikiran yang kejam dan kasar. Orang yang demikian, jugaakan berpikir bahwa orang lain pun sama seperti dirinya, kejam dan kasar. Olehkarena itu, dia selalu dihantui oleh kecemasan dan ketakutan akan dijahati ataudicelakai oleh orang lain. Untuk dapat mengalami hal ini, seseorang tidak perlumenjadi seperti orang-orang dalam kelompok kedua.
Kelompok ketiga ini bagaikan orang yang lahir dan tinggal di area tambangpermata. Karena malas dan bodoh mereka tidak banyak mendapatkan manfaat dariterlahir dan tinggal di tambang permata tersebut. Mereka tidak berusahamenggali dan menambangnya, mereka hanya bersantai-santai di rumahnya dengansesekali berkeliling atau berjalan-jalan untuk melihat-lihat area tempat parapenambang bekerja. Ini bagaikan sesekali datang ke vihara, mungkin hanya untukmenghilangkan rasa bosan di rumah atau untuk bercengkerama dengan teman-teman,atau pada saat peringatan hari raya umat Buddha, tanpa ada niat untuk belajarDhamma. Sesekali mungkin mereka menemukan batu kerikil atau akik yang terdapatdi permukaan tanah saat berjalan-jalan di tambang. Maksudnya adalah merekaberdana atau mengambil sila (ini pun mungkin karena terpaksa atau sekedarikut-ikutan) ketika berkunjung datang ke vihara, tetapi hal itu sangat jarangsekali terjadi, seperti jarangnya mereka pergi ke vihara atau mempraktikkanDhamma.
Dari uraian di atas, terlihat jelas bahwa menjadi Buddhis KTP sangatlahrugi, karena mereka tidak bisa mendapatkan manfaat dan berkah dari keberadaanDhamma yang sungguh mulia ini. Selain itu, bila mereka tetap tidak mau berusahauntuk mempelajari Dhamma, mereka akan menjadi seperti orang-orang pada kelompokpertama dan kedua. Maka, mereka pun pantas dikatakan sebagai para ManusiaMalang.

https://www.facebook.com/notes/u-sikkhananda-andi-kusnadi/manusia-malang/10151586752897609


5
Kafe Jongkok / Peristiwa peristiwa aneh dan unik
« on: 14 December 2013, 11:36:53 AM »
Putri duyung ternyata tak hanya ada dalam dongeng. Dalam dongeng pun, sosok putri duyung merupakan sosok yang cantik jelita. Tapi bagaimana sosok entah putri duyung atau monster yang berikut ini Ladies? Cukup menyeramkan bukan?



Selama beberapa tahun terakhir, desas desus tentang keberadaan raksasa berbentuk mirip manusia yang menghuni perairan es Antartika santer terdengar. Beberapa awak pemerintah peneliti paus pun sudah terjun langsung untuk mengamati keberadaan makhluk aneh ini.



Dikatakan oleh pinktentacle.com, monster laut ini diberi nama \'Ningen\' yang artinya manusia dalam bahasa Jepang. Bagaimana tidak? Bentuknya saja seperti manusia yang memiliki jari-jari tangan. Tapi anehnya, pada bagian bawah Ningen ini berbentuk seperti putri duyung.

Kalau Anda amati perlahan pada bagian muka, bentuk Ningen ini terlihat menyeramkan hampir sama seperti alien. Diperkirakan Ningen berwarna putih dengan panjang sekitar 20-30 meter. Pasti sekarang sebuah makhluk raksasa sedang ada dalam otak Anda.


 

(c) youtube.com/10jon 

Menurut salah satu situs, awak kapal mulai mendekati benda yang awalnya mereka pikir adalah kapal selam asing. Saat didekati, mereka ternyata melihat benda ini bergerak dan berenang menghilang ke dalam air. Keberadaan Ningen ini masih dipertanyakan Ladies. Sebagian orang Jepang menganggap hal ini adalah legenda. Tapi sebagian yang lainnya percaya bahwa Ningen benar-benar ada. Dalam sebuah video pun terlihat ada sesosok  benda raksasa mengapung di dalam air. Apakah itu benar Ningen?

http://m.vemale.com/ragam/44819-heboh-video-putri-duyung-menyeramkan-di-antartika.html


6
Buddhisme untuk Pemula / Transformasi saudari kembar
« on: 13 December 2013, 06:09:15 PM »
25.“Lihatlah sebuah boneka di sini didandani,[5]

Sebuah tubuh yang dibangun dari luka,
Sakit, suatu objek keprihatinan,
Di mana tidak ada kestabilan di dalamnya.
Lihatlah sesosok patung di sini didandani
Dengan perhiasan dan anting-anting juga,
Kerangka tulang-belulang yang dibungkus kulit,
Dibuat menarik oleh pakaiannya.
Kakinya dihias dengan warna kemerahan
Dan bedak ditaburkan di wajahnya:
Ini dapat memperdaya seorang dungu, tetapi tidak
Seorang yang mencari pantai seberang. [65]
Rambutnya dihias dalam delapan kepangan
Dan salep dioleskan di matanya:
Ini dapat memperdaya seorang dungu, tetapi tidak
Seorang yang mencari pantai seberang.
Tubuh kotor yang dihias indah
Bagaikan kendi salep yang baru dicat:
Ini dapat memperdaya seorang dungu, tetapi tidak
Seorang yang mencari pantai seberang.
Pemburu rusa memasang perangkap
Tetapi sang rusa tidak terjebak;
Kami memakan umpan dan sekarang pergi
Meninggalkan si pemburu yang meratap.”


MN 82 PTS: M ii 54 Raṭṭhapāla Sutta Tentang Raṭṭhapāla
===========================================




Dpt postingan dr wall teman ttg operasi plastik saudari kembar yg berubah drastis,,.. Jd ingat syair diatas,





http://m.kaskus.co.id/thread/52a0c307bfcb176a1d8b45a7/transformasi-saudari-kembar--ugly-becomes-goddess/

7


Mengapa Manusia Berbeda-beda


Oleh : YM.Bhikkhu Jayanando


Kalau kita perhatikan di dunia ini jumlah manusianya luar biasa banyak bahkan mencapai milyaran. Tapi dari sekian banyak manusia itu tak satu pun yang sama pasti berbeda-beda. Mengapa bisa berbeda-beda?


Orang yang lahir sebagai orang yang kembar saja pasti juga ada yang berbeda mungkin fisiknya yang satu sehat dan yang satu suka sakit-sakitan, yang satu cerdas mudah dalam mengangkap pelajaran tapi yang satu agak lambat,dan ketika dewasa yang satu bisa sukses dan yang satu ekonominya biasa-biasa saja. Jadi tidak satupun manusia di dunia ini sama pasti berbeda-beda mengapa demikian. Hal ini pernah di pertanyakan pada waktu zaman Sang Buddha, ‘’Yang mempertanyakan ini adalah Subha tentang perbedaan-perbedaan yang ada di dalam diri manusia hal ini terdapat di culla kamma vibangga. Subha adalah seorang putra dari orang yang kaya tapi kikir dan tidak pernah memberi dan dia sangat melekat pada harta bendanya, Todeya mengali lubang terus empat guci kesayanganya itu di kubur dalam lubang karena dia tidak mau orang lain memiliki guci kesanyanganya itu, karena begitu melekatnya dengan harta bendanya dan ketika dia meninggal dia terlahir menjadi anjing dan anjing ini tinggal juga di rumahnya yang ditinggalin oleh anaknya Subha.


Walaupun tinggal dirumahnya sendiri tapi kedudukanya berbeda, kalu dulu dia sebagai majikan dan yang memiliki rumah tapi kalau sekarang menjadi penjaga rumah. Anjing ini menjadi anjing kesayangan dari Subha dan selalu menemani Subha bahkan Subha begitu sayang degan anjing ini dan menempatkanya di suatu ruangan. Suatu ketika, ketika Sang Buddha berpindapata lewat di depan rumah Subha yang dulunya adalah rumah Todeya dan anjing ini mengong-ngong Sang Buddha, kemudian Sang Buddha berkata, hai Todeya kamu itu dari dulu dari kamu sebagai manusia sampai sekarang kamu menjadi anjing masih seperti itu sama saya tidak ramah, tidak sopan kepada ku. Sang Buddha berkata seperti itu kepada anjing itu dan terus anjing itu terdiam dan marah menunduk, setelah Sang Buddha berlalu subha ini datang memperhatikan anjing yang biasanya ceria menjadi diam saja dan menjadi pertanyaan subha kenapa anjing ini ngak seperti biasanya? Maka Subha terus bertanya kepada pelayanya, apa gerangan yang terjadi sama anjing kesayanganya ini’, ‘’ pelayanya lalu berkata sejak tadi ketika Sang Buddha mengatakan bahwa dari sejak kamu menjadi manusia sampai sekarang menjadi anjing kamu selalu itu terhdapaku tidak sopan dan tidak ramah. Kemudian suba ini marah kok dibilang anjing ini dulunya adalah ayahnya dia, dia langsung marah dan ahirnya suba ini mendatangi sang Buddha, karena tidak senang ayahnya sudah dibilang terlahir menjadi anjing dan pada saat itu sang Buddha sedang ada di vihara Jetavana. Sampai kesana bertemu degan Sang Buddha bilang apa alasanya Sang Buddha anjing yang ada di rumahnya itu adalah dulunya Todeya ayahnya, ‘’ Sang Buddha mengatakan, ‘’ Subha apakah kamu menemukan empat guji yang terbuat dari emas yang selama ini kamu cari –cari terus perhatian Subha yang tadinya marah kepada Sang Buddha kemudian dia tertarik kepada kata-kata Sang Buddha yang dia itu sedang mencari guci yang terbuat dari emas kepunyaan ayahnya. Karena memang sangat sekali ingin memiliki empat guci itu. Kemudian ia berkata, belum Sang Buddha? Memang sekarang saya sedang mencari-cari empat guci yang terbuat dari emas yang saya tahu ayah saya dulu memilikinya tapi sekarang tidak tahu ada di mana guci tersebut. Kemudian Sang Buddha berkata, kalau kamu ingin mendapatkan empat guci yang terbuat dari emas itu! Nanti kalau kamu pulang kamu beri makan anjing kesayanganmu itu degan makanan yang enak-enak. Kalau dia sudah kenyang dan terlihat mengantuk kamu tepuk pungungnya dan katakana kepada dia, ayah dimana kamu menyimpan empat guci yang terbuat dari emas, maka anjing itu akan bangkit dan pergi ke suatu tempat dan kamu ikuti maka dia akan menunjukan dimana tempatnya. ‘’ setelah mendengar cerita dari Sang Buddha ini, Subha yang tadinya marah terus pulang degan senang sekali. Dia ingin memiliki empat emas tersebut.


Ahirnya Subha terus memberi makan anjingnya degan makanan yang enak-enak, ketika mengetahui anjing tersebut sudah kenyang dan mengantuk demi untuk memperoleh guci yang terbuat dari emas degan tidak ragu Subha menyebut nama ayahnya, sambil menepuk pungung anjingnya, ‘’Ayah dimana kamu menyimpan empat guci yang terbuat dari emas itu. Anjing tersebut bangkit dan berjalan kesuatu tempat, Subha mengikuti kemudian anjing itu mengorek tanah dan memberi tahu tempat emas itu berada. Dengan mendapatkan empat guci yang terbuat dari emas itu Subha menjadi bahagia dan sejak saat itulah Subha sangat tertarik degan Sang Buddha dan ingin belajar dan jadi pengikut Sang Buddha.


Begitu banyak perbedaan manusia yang ada di dunia ini, Subha terus bertanya kepada Sang Buddha mengapa manusia di dunia di lahirkan berbeda-beda? ‘’ kemudian Sang Buddha menjawab pertanyaan dari subha, Sabbe sattā kamma sakkha, kamma dāyāda, kamma yoni , kamma bandhu, kammmapatisarana, yaṁ kamaṁ kari sāmi kālyanaṁ vā pāpakaṁ vā tassa dāyādo bhavissāti


Semua mahluk memiliki perbuatanya sendiri, mewarisi perbuatanya sendiri, lahir dari perbuatanya sendiri, tergantung pada perbuatanya sendiri, perbuatan apapun yan akan dilakukan perbuatan itulah yang akan diwarisinya. Kenapa manusia berbeda-beda karena kualitas dan kuantitas perbuatan baik dan buruk manusia itu juga berbeda-beda maka hasilnya juga berbeda-beda. Mendapatkan penjelasan seperti ini subha belum paham, maka dia memohon untuk menjelaskan agar lebih rinci. Kemudian Sang Buddha menjelaskan:


1. Mengapa ada orang yang usianya panjang dan ada yang usianya pendek, orang yang usianya pendek pada kehidupan lalunya suka membunuh sedangkan kalau orang yang usianya panjang, sebaliknya dia pada kehidupan lalunya tidak suka membunuh, bisa mengendalikan badannya dan senantiasa melepaskan mahluk-mahluk yang menderita/ terjerat atau terperangkap dan dia bisa lahir di alam yang bahagia.


2. Mengapa ada orang yang berpenyakitan tapi disisi lain ada yang sehat. Orang yang sering sakit-sakitan karena pada kehidupan lampaunya dia sering menyiksa mahluk hidup/ menganiyaya mahluk hidup maka mereka akan lahir di alam yang menderita dan sedangkan orang yang senantiasa sehat pada masa lampau dia ngak suka menyiksa mahluk hidup selalu memancarkan cinta kasih.


3. Kenapa ada yang lahir degan wajah buruk dan ada yang jelek. Orang yang terlahir buruk rupa pada kehidupan lampau suka marah-marah dan tidak senang, berkata kasar dll. Sedangkan orang yang berwajah tamapan dan cantik pada kehidupan masa lampau dia tidak suka marah-marah,dan pemaaf dll.


Maka dari itu kalau ingin yang baik-baik mulailah dari sekarang pupuk perbuatan yang baik-baik dalam kehidupan ini dan jadikanlah Dhamma sebagai pedoman kita.


8
Meditasi / Meditasi yg Baik dan Benar
« on: 08 December 2013, 03:57:22 PM »
Meditasi yg Baik dan Benar


Meditasi
Pada umumnya masyarakat, terutama umat Buddha telah sering mendengar perkataan bhavana atau Samadhi atau meditasi. Namun perkataan meditasi sering di salah artikan, baik oleh umat Buddha sendiri maupun bukan. Pada saat kata meditasi disebut, orang segera menggambarkan dalam pikirannya penyingkiran diri dari kesibukan penghidupan sehari hari, dengan duduk dalam sikap tertentu, seperti sebuah patung di dalam gua atau ruangan didalam vihara, disatu tempat yang jauh dari keramaian dunia, tenggelam dalam satu perenungan atau dalam salah satu keadaan gaib atau tidak ingat orang sama sekali. Sesungguhnya meditasi Buddhis yang benar bukanlah berarti penyingkiran diri semacam itu.


Banyak orang menaruh perhatian terhadap meditasi dengan tujuan untuk memperoleh kekuatan – kekuatan gaib, seperti dapat menyembuhkan orang sakit, memperoleh kemampuan menembus dinding, melawan api, terbang di angkasa dan lain – lain. Sesungguhnya hal ini tidak dapat menyingkirkan kekotoran – kekotoran batin, tidak dapat membawa seseorang pada pencapaian Nibbana.


Ada pula orang yang beranggapan bahwa dengan melaksanakan meditasi, maka seseorang akan kemasukan roh jahat. Sesungguhnya ini merupakan pandangan keliru dari orang – orang yang belum mengerti dengan benar akan meditasi. Apabila hal ini memang terjadi, maka ini disebabkan karena mereka melakukan meditasi dengan cara yang salah. Orang yang kemasukan roh jahat, pikirannya pada saat itu sedang kosong, sedangkan orang yang bermeditasi, pikirannya pada saat itu sedang terpusat.


Meditasi Buddhis yang benar berarti memusatkan pikiran pada suatu obyek yang baik. Hal ini dapat dilakukan dalam keadaan yang khusus, dapat pula dilakukan pada saat melakukan pekerjaan. Sikap pikiran meditasi diwaktu melakukan pekerjaan ialah seluruh perhatian di pusatkan pada pekerjaan yang sedang dilakukan. Inilah yang disebut “Hidup pada saat ini” karena itu, meditasi tidak perlu terpisah dari aktivitas kehidupan sehari – hari. Meditasi atau bhavana merupakan salah satu bagiana dari ajaran Sang Buddha yang bertujuan untuk menghasilkan satu keadaan mental yang sehat dan sempurna. Bhavana tidak dapat dipisahkan dari ajaran tentang Jalan Mulia Berunsur Delapan ( Ariya Atthangika Magga ). Unsur keenam, unsur ketujuh dan unsure kedelapan dari Ariya Atthangika Magga merupakan ajaran bhavana. Usaha benar merupakan unsur keenam yang selalu menyertai unsur ketujuh dan unsur kedelapan. Perhatian benar merupakan unsur ketujuh yang termasuk vipassana bhavana. Konsentrasi benar merupakan unsur kedelapan yang menerangkan sesuatu tentang samatha bhavana. Ketiga unsur ini harus dilaksanakan bersama – sama dengan kelima unsur lainnya dari Ariya Atthangika Magga karena unsur – unsur ini sebenarnya satu sama lain saling bergantungan dan saling mengisi . Dengan melaksanakan Ariya Atthangika Magga, maka terhentilah dukkha ( derita ) dan tercapailah Nibbana.


Cara melaksanakan bhavana


Orang yang baru belajar meditasi sebaiknya mencari tempat yang cocok untuk melakukan meditasi. Tempat itu adalah tempat yang sunyi dan tenang, bebas dari gangguan orang – orang di sekitarnya, bebas dari gangguan nyamuk dll. Untuk tahap permulaan, hendaknya orang berlatih di tempat yang sama, jangan pindah – pindah tempat. Jika meditasinya telah maju, maka dapat dilakukan dimana saja di setiap tempat, baik kantor, pasar, kebun, hutan maupun di tempat yang ramai.


Waktu untuk melaksanakannya dapat dipilih sendiri, biasanya waktu yang baik untuk bermeditasi adalah pagi hari antara pukul 04.00 sampai pukul 07.00 dan malam hari antara pukul 17.00 sampai pukul 22.00. JIka waktu untuk bermeditasi telah ditentukan, maka waktu tersebut hendaknya digunakan khusus untuk bermeditasi. Meditasi sebaiknya dilakukan setiap hari dengan waktu yang sama secara teratur atau kontinyu. Bila meditasinya telah maju, maka dapat dilakukan kapan saja pada setiap waktu.


Orang bebas memilih posisi meditasi. Biasanya posisi meditasi yang baik adalah duduk bersila dilantai yang beralas, dengan meletakkan kaki kanan di atas kaki kiri, dan tangan kanan menumpu tangan kiri di pangkuan. Atau boleh juga dalam posisi setengah sila, dengan kaki dilipat ke samping. Bahkan kalau tidak memungkinkan, maka dipersilahkan duduk di kursi. Yang penting adalah bahwa badan dan kepala harus tegak, tetapi tidak kaku atau tegang. Duduklah seenaknya, jangan bersandar, mulut dan mata harus tertutup. Selama meditasi berlangsung hendaknya diusahakan untuk tidak menggerakan anggota badan, jika tidak perlu. Namun bila badan jasmani merasa tidak enak, maka diperbolehkan untuk menggerakan tubuh atau mengubah sikap meditasi. Tetapi hal ini harus dilakukan perlahan – lahan, disertai dengan penuh perhatian dan kesadaran. Jika meditasinya telah maju, maka dapat dilakukan dalam berbagai posisi, baik berdiri, berjalan atau berbaring.


Pikiran dipusatkan pada obyek yang telah dipilih. Pada tingkat permulaan, tentunya pikiran akan lari dari obyek. Hal ini biasa, karena pikiran itu lincah, banal dan selalu bergerak. Namun hendaknya orang yang bermeditasi selalu sadar dan waspada terhadap pikiran. BIla pikiran itu lari dari obyek, ia sadar bahwa pikiran itu lari, dan cepat mengembalikan pikiran itu pada obyek semula. BIla hal ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka kemajuan dalam meditasi pasti akan diperoleh.
Dalam Samatha Bhavana ada 40 macam obyek meditasi. Obyek obyek meditasi ini dapat dipilih salah satu yang kiranya cocok dengan sifat atau pribadi seseorang . pemilihan ini dimaksudkan untuk membantu mempercepat perkembangannya. pemilihan sebaiknya dilakukan dengan bantuan seorang guru.


Keempat Puluh Macam Obyek Meditasi Itu Ialah :


A. Sepuluh Kasina ( Sepuluh Wujud Benda ) yaitu :


1. Pathavi Kasina ( Wujud Tanah )


2. Apo Kasina ( Wujud Air )


3. Tejo Kasina ( Wujud Api )


4. Vayo Kasina ( Wujud Udara Atau Angin )


5. Nila Kasina ( Wujud Warna Biru )


6. Pita kasina ( Wujud Warna Kuning )


7. Lohita Kasina ( Wujud Warna Merah )


8. Odata kasina ( Wujud Warna Putih )


9. Aloka Kasina ( Wujud Cahaya )


10. Akasa Kasina ( Wujud Ruang Terbatas )


Dalam kasina tanah, dapat dipakai kebun yang baru dicangkul atau segumpal tanah yang dibulatkan.


Dalam kasina air, dapat dipakai sebuah telaga atau air yang ada di dalam ember.


Dalam kasina api, dapat dipakai api yang menyala yang didepanya diletakan seng yang berlobang.


Dalam kasina angin, dapat dipakai angin yang berhembus di pohon pohon atau di badan.


Dalam kasina warna, dapat dipakai benda benda seperti bulatan dari kertas, kain atau bunga yang berwarna biru, kuning, merah atau putih.


Dalam kasina cahaya, dapat dipakai cahaya matahari atau bulan yang memantul di dinding atau di lantai, melalui jendela dan lain lain. Dalam kasina ruangan terbatas, dapat dipakai ruangan kosong yang mempunyai batas – batas disekelilingnya seperti drum dan lain – lain.


Disini, mula – mula orang harus memusatkan seluruh perhatiannya pada bulatan yang berwarna biru misalnya, selanjutnya dengan memandang terus pada bulatan itu, orang harus berjuang agar pikirannya tetap berjaga – jaga, waspada dan sadar. Sementara itu benda – benda di sekeliling bulatan itu seolah olah lenyap dan bulatan tersebut kelihatan makin semu dan akhirnya sebagai bayangan pikiran saja. Kini walaupun mata dibuka atau ditutup, orang masih melihat bulatan biru itu di dalam pikirannya. yang semakin lama semakin terang seperti bulatan dari rembulan.


Cara menggunakan obyek Alo Kasina
Cara mengembangkan obyek alo kasina untuk memperoleh dibbacakkhu adalah dengan melihat sinar yang masuk melalui sebuah lubang, kita hendaknya menggunakan tabir untuk melihat sinar yang masuk itu. Kita mulai melihat, mengamati dan mengingatnya, kemudian mata kita dipejamkan. Selama mata terpejam kita harus dapat mengingat bayangan obyek tersebut, seolah olah kita melihat obyek itu seperti pada waktu mata terbuka. Bila kita lupa pada obyek tersebut,ulangi lagi seperti semula, kita membuka mata dan mengamatinya, kemudian kita menutup mata kembali, begitulah seterusnya sebelum obyek itu benar – benar dapat dipegang dengan kuat dalam bathin sehingga pikiran tidak pergi kesana kemari atau kehilangan obyek. Kita selalu harus mengingatnya dalam bathin obyek alo kasina tersebut sampai melekat dalam bathin sehingga dapat diingat setiap saat bila kita menginginkannya.


Bila bathin ( Citta ) telah kuat memegang obyek dan perhatian pikiran sepenuhnya terpusat pada obyek, maka bathin dapat terpusat, selanjutnya akan muncul gambaran – gambaran bathin. Pada waktu muncul gambaran – gambaran bathin, kita harus memotongnya, kita harus menyadarinya kemudian kembali pada obyek semula. Kita hanya memusatkan pikiran pada obyek saja. Bila gangguan dari gambaran – gambaran bathin semakin kuat, kita boleh membuka mata kembali, melihat sinar secukupnya sampai gambaran – gambaran bathin itu hilang.
Usahakan obyek itu dapat melekat dalam bathin sehingga kapan saja kita inginkan sinar itu akan muncul kemudian dijadikan obyek, sebaliknya bila kita kehendaki sinar itu hilang, maka sinar itupun segera hilang. Kita juga dapat mengubah sinar itu menjadi besar atau kecil dalam bathin kita. Bila kita telah sampai pada tahap ini, kita harus rajin berlatih, dijaga dan dikembangkan terus. Jangan beranggapan bahwa meditasi telah selesai dalam tahap ini. Kita harus rajin melatih alo kasina dalam kegiatan sehari hari, Dengan latihan tekun, lama kelamaan obyek sinar itu berubah manjadi sinar yang jernih seperti cahaya bintang berkelap kelip, jernih dan indah sekali. Bila dalam meditasi muncul keadaan seperti ini, kita hendaknya mampu merubah rubah menjadi besar, kecil, tinggi atau pendek. Usahakanlah hal tersebut sampai mahir karena hal ini sangat membantu dan bermanfaat untuk melatih “manomayitthi” ( Kita mampu menggunakan bathin dengan sekehendak hati ).


Mahirkanlah latihan ini hingga mampu memisahkan bathin dan tubuh, oleh karena itu kita harus ketat mengawasi bathin kita yang sudah mahir itu, bila kita melatih dibbacakkhu atau manomayitthi akan memperoleh bermacam macam pengetahuan ( Nana ) sebagai berikut :
1. Cutupapata Nana : Pengetahuan tentang kematian dan kelahiran makhluk hidup.Makhluk yang mati akan tumimbal lahir dialam mana dan makhluk yang terlahir berasal dari alam mana.
2. Cetopariya Nana : Pengetahuan tentang jalan pikiran orang lain dan makhluk – makhluk lain.
3. Pubbeniwasanussati Nana : Pengetahuan tentang kehidupan yang lampau.
4. Atitamsa Nana : Pengetahuan tentang sebab – sebab yang lampau.
5. Anagatamsa Nana : Pengetahuan tentang hal – hal yang akan datang
6. Pancupanam saya Nana : Pengetahuan tentang apa yang akan terjadi pada saat sekarang.
7. Yathakammuta Nana : Pengetahuan tentang sebab akibat karma suatu makhluk, manusia, dewa, brahma, mengapa mereka berbahagia dan menderita karena karmanya.


Baik sekali melatih meditasi dengan obyek kasina sampai tingkat tinggi, asal tidak lupa melatihnya setiap hari, Jangan pernah berpikir bahwa latihan ini memakan waktu yang tidak terbatas. Bila seseorang memiliki keyakinan, belajar sesuai dengan yang Sang Buddha ajarkan, pasti dalam waktu yang tidak lama akan berhasil.Mungkin dalam waktu tiga bulan mungkin ia akan memperoleh hasilnya. Bila seseorang memiliki karma baik atau pernah melatih dibbacakkhu nana dalam kehidupan yang lampau, ia akan memperoleh hasil dalam waktu tujuh hari atau sampai tiga bulan.
Didalam kitab Visuddhi Magga dikatakan bahwa orang yang telah memperoleh dibbacakkhu nana dalam kehidupan yang lampau, ia akan mencapai dibbacakkhu nana hanya dengan melihat dari sinar sebuah lubang dalam sekejap saja karena ia masih teringat akan pengaruh kekuatan kehidupannya yang lampau.


Obyek gambar dan cara melepaskannya
Setelah kita mengetahui hasil pengembangan meditasi dengan obyek sinar, kita kemudian dapat menggunakan obyek gambar cahaya / sinar untuk ketenangan ( Jhana ). Kita dapat membuktikan bahwa diri sendiri telah memperoleh Jhana atau belum. Caranya, kita mencoba melihat alam surga atau neraka dengan mata bathin atau dengan melihat benda – benda yang sangat jauh yang tidak bias dilihat dengan mata biasa, kecuali dengan mata bathin. Bila kita tidak dapat melihatnya, berarti Jhana tersebut palsu atau belum mencapainya.
Cara melihatnya, pertama tama kita melihat obyek sinar dalam meditasi ( Jhana ) kemudian kita bertekad semoga gambar terang / cahaya ini lenyap dan muncul bentuk surga atau neraka. Bila kekuatan bathin ( Jhana ) yang asli maka bathin kita dapat melihat surga atau neraka itu. Adapun terlihat jelas atau tidaknya semua tergantung pada keahlian pengembangan dalam Jhana tersebut. Inilah yang disebut pengetahuan Mata Dewa ( dibbacakkhu ) dan selanjutnya kemampuan bathin lainnya akan muncul setelah dibbacakkhu, kecuali pubbenivasanussati Nana.


B. Sepuluh Asubha ( Sepuluh Wujud Kekotoran ) yaitu :


1. Uddumataka ( Wujud mayat yang membengkak )


2. Vinilaka ( Wujud mayat yang berwarna kebiru biruan )


3. Vipubbaka ( Wujud mayat yang bernanah )


4. Vicciddaka ( Wujud mayat yng terbelah di tengahnya )


5. Vikkahayitaka ( Wujud mayat yang digerogoti binatang – binatang )


6. Vikkhittaka ( Wujud mayat yang telah hancur lebur )


7. Hatavikkhittaka ( Wujud mayat yang busuk dan hancur )


8. Lohitaka ( Wujud mayat yang berlumuran darah )


9. Puluvaka ( Wujud mayat yang dikerubungi belatung )


10. Atthika ( Wujud tengkorak )


C. Sepuluh Anussati ( Sepuluh Macam Perenungan ) yaitu :


1. Buddhanussati ( Perenungan terhadap Buddha )


2. Dhammanussati ( Perenungan terhadap Dhamma )


3.Sanghanussati ( Perenungan terhadap Sangha )


4. Silanussati ( Perenungan terhadap Sila )


5. Caganussati ( Perenungan terhadap kebajikan )


6. Devatanussati ( Perenungaan terhadap Makhluk – Makhluk Agung atau Para Dewa )


7. Marananussati ( Perenungan terhafdap kematian )


8. Kayagatasati ( Perenungan terhdapa badan jasmani )


9. Anapanasati ( Perenungan terhadap pernapasan )


10. Upasamanussati ( Perenungan terhadap nibbana atau nirwana )


D. Empat Appamanna ( Empat Keadaan Yang Tidak Terbatas ) yaitu :


1. Metta cinta kasih yang universal tanpa pamrih


2. Karuna belas kasihan


3. Mudita perasaan simpati


4. Upekkha keseimbangan batin


E. Satu Aharapatikulasanna ( Satu Perenungan Terhadap Makanan Yang Menjijikan )


F. Satu Catudhatuvavatthana ( Satu Analisa Terhadap Keempat Unsur yang Ada Didalam Badan Jasmani )


G. Empat Arupa ( Empat Perenungan Tanpa Materi ) yaitu :


1. Kasinugaghatimakasapannatti ( Obyek Ruangan Yang Sudah Keluar Dari Kasina )


2. Akasanancayattana Citta ( Obyek Kesadaran Yang Tanpa Batas )


3. Natthibhavapannati ( Obyek Kekosongan )


4. Akincannayatana Citta ( Obyek Bukan Pencerapan Pun Tidak Bukan Pencerapan )


Lima Macam Nivarana
Nivarana berarti rintangan atau penghalang batin yang selalu menghambat perkembangan pikiran. Nivarana ini ada 5 macam yaitu :
1. Kamachanda ( Nafsu – nafsu keinginan )
Nafsu keinginan akan timbul apabila orang berulang – ulang memperhatikan obyek yang indah, tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk membebaskan diri dari nafsu keinginan, hendaknya orang senantiasa melaksanakan meditasi dengan memakai obyek yang kotor dan atau menjijikan dan berusaha menghindari obyek – obyek yang bisa merangsang, berusaha untuk menguasai pikiran dan mengendalikan indriya – indriyanya.
2. Byapada ( Kemauan jahat )
Kemauan jahat akan timbul apabila orang berulang – ulang memperhatikan obyek yang meyebabkan timbulnya kebencian, tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk menaklukan kemauan jahat hendaknya orang senantiasa melaksanakan meditasi cinta kasih, senantiasa ingat bahwa setiap orang adalah pemilik dan pewaris dari perbuatannya sendiri.
3. Thina middha ( Kemalasan dan kelelahan )
Kemalasan dan kelelahan akan timbul apabila orang berulang – ulang memperhatikan rasa segan , rasa malas, kelelahan tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk membebaskan diri dari kemalasan dan kelelahan, orang hendaknya senantiasa merenungkan suatu cahaya sampai terserap kedalam batin, senantiasa melihat penderitaan di dalam ketidak kekalan.
4. Uddhacca kukkucca ( Kegelisahan dan kekhawatiran )
Kegelisahan dan kekhawatiran akan timbul apabila orang berulang – ulang memperhatikan ketidak tentraman pikiran, tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk mengatasi kegelisahan dan kekhawatiran orang hendaknya senantiasa mempelajari dan memahami kitab suci Tipitaka serta berusaha melaksanakan sila dengan sempurna.
5. Vicikiccha ( Keragu – raguan )
Keragu – raguan akan timbul apabila orang berulang – ulang memperhatikan sesuatu yang menyebabkan timbulnya keragu – raguan tanpa disertai kebijaksanaan. Untuk membebaskan diri dari keragu – raguan, orang hendaknya senantiasa meneguhkan keyakinan pada Buddha, Dhamma dan Sangha.

9
Diskusi Umum / Hipnotis yg melanggar sila
« on: 08 December 2013, 03:27:00 PM »

Mw  tanya,


Gmn klo seseorg di hipnotis , trz disuruh melakukan perbuatan yg bertentangan dgn sila,


Apa kah dampak kamma buruk na sama besar dgn perbuatan buruk dilakukan scara sadar , ato vipaka buruk na lbh kecil dbandingakn secara sadar melakukan perbuatan buruk ??

10
Diskusi Umum / Hipnotis dan meditasi
« on: 23 November 2013, 09:39:17 AM »

Mw nanya

Yg kita tahu secara umum, hipnotis itu adlah mempengaruhi pikiran alam bawah sadar seseorg, bisa menimbbulkan hal positif dlm pikiran , maupun negatif dlm pikiran hingga ke dampak perbuatan dan ucapan

Bhkann beredar klo seseorg bisa meliat khidupan lampau na dgn menjalanin hynopterapy yg dilakukannoleh bbrpa ahli


Nah, yg jd pertnyaan gryn adlah,
1. Apakah seseorg bisa mencapai jhana bberapa saat pada saat meditasi melalui hipnotis, ?? Bukankah dlm meditasi biasa jg ada meditator na yg slalu ngmg ini itu ??


2.Dan bukankah meditasi itu jg perlu ketenangan pikirann, dgn hipnotisseseorg bisa menjadi tenangbkan ??


3. Dan apakah org2 bisa dihipnotis utk terus berbuat baik or jaat ???


4. Lupa, ntar lg ingat2 mw nanYa ap! Hehee
qT

11
Kesehatan / Solusi n tips seputar kesehatan dalam dan luar
« on: 11 October 2013, 10:18:46 AM »
Berikut cara menghilangkan kantung mata dan mencegahnya datang kembali :
Kompres dingin.
Basahi kain handuk bersih dengan air dingin/es. Kemudian tempelkan dengan tekanan ringan dibagian bawah kelopak mata selama 5-10 menit. Kompres dingin akan mempengaruhi pembuluh darah dan jaringan sekitar agar mengecil dan kencang sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan kantung mata.
Irisan Mentimun
Terlebih dahulu cucilah mentimun dengan sabun cair pencuci buah dan sayur dan gunakanlah pisau yang bersih kemudian iris mentimun dengan ketebalan 1/4-inch. Tutup mata Anda dengan irisan mentimun tadi sambil berbaring dan biarkan selama 15 sampai 20 menit.
Minum Air putih
Minumlah air putih setidaknya 8 gelas perhari untuk orang dewasa. Untuk mencegah kekurangan cairan atau dehidrasi, karena dehidrasi dapat menyebabkan terbentuknya kantung mata.
Cukup tidur di malam hari.
Bagi orang dewasa durasi tidur yang optimal adalah tujuh sampai delapan jam sehari dan diutamakan tidur malam hari.
Tidur dengan kepala sedikit terangkat.
Tidurlah dengan menggunakan bantal yang agak tinggi. Prinsipnya memanfaatkan gravitasi bumi sehingga membantu mencegah cairan terakumulasi di sekitar mata disaat Anda tidur. Hal ini dapat membantu menghilangkan kantung mata dan bisa mencegahnya datang kembali.

12
Diskusi Umum / Pertanyaan, pembahasan dari group Dhammacitta on FB
« on: 10 October 2013, 10:01:07 AM »

Halooo mau tanya.. ini ada tmn mau titip kura2 peliharaannya ke saya. berhubung dia mau keluar kota, jadi tdk ada yg rawat. trus, sy ada di kasih tau sm tmn, klo pelihara kura2, trus nanti klo kura2nya meninggal itu, katanya saya dpt dosa ya? benar gak sih??

https://www.facebook.com/groups/dhammacitta/517138448377948/?notif_t=group_comment_reply



13
Buddhisme untuk Pemula / Fangshen yg Baik n benar
« on: 05 October 2013, 08:42:45 PM »
Kegiatan Fang Sen merupakan hal yang tidak asing didengar oleh umat Buddha.
Orang melakukan fang sen memilki motivasi dan alasan yang berbeda-beda, antara lain untuk pembukaan kantor/ usaha baru, pindahan rumah, pelimpahan jasa untuk orang sakit dan pengharapan pada suatu rencana.


Umat Buddha memandang fang sen ini merupakan kegiatan yang penting dan perlu untuk dilaksanakan secara terus-menerus. Hal ini karena fang sen memiliki makna spiritual yang sangat dalam, yaitu : Pengembangan cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk. Salah satu cara untuk purifikasi karma buruk, khususnya karma membunuh, yaitu dengan melakukan hal yang berkebalikan (antidote). Dengan fang sen, kita telah memperpanjang umur makhluk hidup, yang berkebalikan dengan mengambil nyawa dari makhluk lain.


Pelepasan terhadap satwa mengandung arti pula dengan melepaskan penderitaan hewan dapat hidup bebas dihabitatnya diharapkan dengan perbuatan serupa tersebut kita pun dapat terbebas dari segala kesulitan dan kesukaran hidup yang kita hadapi dan alami.
Pengaruh ekosistem, yaitu kegiatan ini ikut menjaga dan memelihara keseimbangan alam, baik habitat yang hidup di air maupun di darat karena kita mengenal adanya hukum alam. Keseimbangan alam akan mempengaruhi hidup manusia. Oleh karena itu kita perlu bijaksana dalam mengatur dan memanfaatkan alam semesta. Tindakan pengalian alam secara maksimal tanpa ada upaya menjaga keseimbangan akan membawa bencana pada manusia nantinya.

Agar fang sen memiliki manfaat yang besar, ada beberapa hal yang perlu untu diperhatikan, yaitu :
1.    Sumber dana
Dana untuk kegiatan Fang sen hendaknya dana tersebut dikumpulkan dari pikiran ikhlas, sumbernya baik dan bersih. Dalam hal ini pelaku/ peserta pelepasan satwa diarahkan tidak hanya memberi  saja, tapi juga membangkitkan motivasinya dengan benar, supaya kebajikan yang diperoleh lebih berkualitas.
Untuk hal tersebut dianjurkan dana yang dikumpulkan merupakan akumulasi dana yang dilakukan rutin. Sehingga setiap saat kita dilatih untuk melakukan perbuatan baik lewat pikiran benar, perbuatan benar dan ucapan benar.

2.    Hewan
Hewan/ satwa yang akan dilepaskan sebaiknya tidak dipesan terlebih dahulu pada penjual. Hendaknya hewan tersebut adalah makhluk yang sedang terancam  nyawanya. Membantu makhluk yang terancam lebih baik karena mereka betul-betul membutuhkan. Hewan yang akan dilepaskan sesuai dengan habitatnya agar setelah dilepaskan hewan tersebut dapat hidup dan bertahan. Seperti hewan yang hanya dapat hidup di air tawar, kita tidak boleh melepaskan di laut karena akan membawa kematian begitu pun sebaliknya. Hewan tersebut sedapat mungkin mempunyai ketahanan hidup dengan lingkungan yang baru. Selain itu kita perlu menyadari pula tidak semua hewan dilepas dapat hidup mandiri.

3.    Pencarian tempat
Untuk hewan yang hidup di air, disesuaikan apakan mereka di air tawar atau air laut. Kalau hal tersebut tidak diperhatikan maka akan membawa kematian. Selain itu tempat air tersebut tidak tercemar dan hewan dapat hidup serta dapat berkembang biak. Sementara untuk hewan yang hidup di darat pilihlah daerah dimana banyak tanaman, pohon dan/ atau di hutan.


Umumnya pelepasan satwa diawali dengan doa agar makhluk tersebut saat dilepaskan dapat bertahan hidup. Kalau pun kita tidak pandai dalam memanjatkan doa sekurang-kurangnya perbuatan kebajikan ini dapat didedikasi agar makhluk tersebut dapat hidup, berkembang biak dan pada kehidupan berikutnya dapat terlahir di alam bahagia. Sehingga kebajikan ini memiliki manfaat.




Terlepas dari kontra pendapat dan berbagai pandangan mengenai Fang Sen. Pelepasan satwa memiliki manfaat, antara lain :
umat dapat ikut merasa bahagia secara langsung pada saat satwa tersebut dilepaskan ; menghimpun karma baik  merupakan salah satu praktek menjalakan Daya Upaya Benar, yaitu : memunculkan karma baik yang belum timbul serta mengembangkan karma baik yang telah muncul ; dan kebajikan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat didedikasikan untuk umur panjang bagi guru-guru spiritual, perluasan penyebaran Dharma, kesejahteraan bangsa dan negara




>> mw tnya..


mohon masukkan na,
sesuai topik ttg fangshen,, fangshen kan definisi umum na adalah melepaskan ato membebaskan makhluk yg terancam hidup  na,, dan disini jujur , gryn gx munafik, gryn fangshen jg berniat utk memupuk kamma baik


nah, disini gryn mw nanya,,


lbh baik mana, apakah binatang yg kita fangshen , tp kelangsungan makhluk ini kdg menjadi penganggu kehidupan makhluk lain *(poin 1) ato binatang  yg kelangsungan hidup na gx terlalu berdamapak or merugikan makhluk lain *(poin2)
dan disisi lain binatang *poin1 ini memiliki harga berkali lipat dibanding binatang poin2,,


tp umur binatang poin2 ini lbh pendek dr binatang poin1


mnrt kalian gmn ?? tq




14
Pengalaman Pribadi / Kepikiran menjadi samanera / samaneri ???
« on: 04 October 2013, 09:29:11 AM »
Ayo
Bagi2 pengalaman
Ada gx diantara kalian yg kepikiran or niat menjadi samanera or samaneri
Bhikkhu ato bhikkhuni??

Apalg klo telahir di keluarga yg bahagia, mapan dan telahir menarik jg
Pasti sungguh berat meninggalkan khidupan duniawi

Klo gryn pena kepikiran
Tp merasa klo dkehidupan skrg telahir menarik, mapan dan bahagia
Sungguh merasa berat utk meninggalkan khidupan duniawi
Krn gryn bpikir gini
"mumpung dkehidupan skrg ini telahir menarik, mapan n bahagia, dan dkhidupan mendatang blom tentu kita bisa telahir demikian
, so mending nikmatin az dulu dkehidupan skrg ini"

Dan jg pena kpikiran napa org yg miskin , n hidup menderita trz penampilan kurang menarik
Napa gx pilih hidup jd samanera or samaneri az
Mumpun scra khidupan lbh gampang melepaskan itu krn mereka gx terikat am kemenarikan dan gx merasa khilangan kekayaan dll

Maaf, klo postingan ini kurang bermanfaat, tp stidak na ada hal yg ingin share n ingin org tahu pikiran gryn jg

Tq

15
Diskusi Umum / Solusi n tips
« on: 03 October 2013, 10:27:59 AM »
Mw tanya
APa klo kita suka blg org bego ato semacam na bisa mnjd kamma buat kita jd kyk pikun gt

Trz hal2 apa saja penyebab kepikunan
Dan gmn cara mencegah kepikunan
Ato pelupa ??

Pages: [1] 2