Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Hanni_Tan

Pages: [1] 2 3
1
Diskusi Umum / Re: Lao Tzu : Pacekka Buddha?
« on: 06 April 2018, 08:45:01 PM »
Doktrin ajaran  Buddha dan ajaran Lau tzu beda. Jd jelas bukan

2
DhammaCitta Press / Re: Kotbah Sang Buddha tentang Kerukunan Sosial
« on: 15 February 2018, 08:03:22 PM »
Xie2.. ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^ ini uda semuanya diterjemahkan kah?

3
DhammaCitta Press / Re: Kotbah Sang Buddha tentang Kerukunan Sosial
« on: 15 February 2018, 08:02:46 PM »
Xie2..  ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^ _/\_ _/\_ _/\_ini uda semuanya diterjemahkan kah?

4
Theravada / Re: Pekerjaan yg berbeda
« on: 13 February 2018, 04:24:52 PM »
Alo temen2,

Kalo seorang anak menyukai dan menggeluti bidang pekerjaan yg berbeda dgn pekerjaan orang tuanya, apakah anak itu salah, apakah anak itu tidak berbakti? Trims.

Jelas tidak dunk..

5
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 28 January 2018, 09:10:44 PM »
Quote :
Pada masa modern saat ini sangat jarang ditemui ada adat yang demikian, saya pernah baca ada suku terasing di Afrika masih ada tradisi seperti ini, namun sudah dilarang oleh pemerintah negaranya. Kalo pun seorang Buddhis berada di lingkungan yg demikian, saya kira dia tdk akan menggunakan "kesempatan dlm kesempitan" melakukan sesuatu yg bertentangan dg Dhamma ajaran Sang Buddha yang mengajarkan pengendalian diri dan peninggalan nafsu...
[/quote]

Gw :

Bukannya di barat gitu ya? Eropa, amerika, australia

6
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 28 January 2018, 03:48:05 PM »
 Berdasar sutta di atas berarti melanggar sila atau tidaknya tergantung lingkungan di mana dia tinggal ya..? Klo di indo melanggar sila, klo di amerika tidak melanggar sila... hhmmm... :-? :-? :-?

7
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 28 January 2018, 03:23:09 PM »
Kalo sama pelacur gimana? Melanggar sila gak? Atau sama org yg sudah punya pasangan tapi pasangannya menyetujui.

8
Theravada / Re: Sila ke tiga
« on: 28 January 2018, 03:20:38 PM »
Tentang hubungan seksual yang salah dikatakan dlm sutta sbb:

“Ia melakukan hubungan seksual yang salah. Ia melakukan hubungan seksual dengan perempuan-perempuan yang dilindungi oleh ibu mereka, oleh ayah mereka, oleh ibu dan ayah, saudara, saudari, atau kerabat mereka; yang dilindungi oleh Dhamma; yang memiliki suami; yang pelanggarannya menuntut adanya hukuman; atau bahkan dengan seorang yang telah bertunangan.
~ AN 10.176

Jadi, jika pasangan tsb sudah dewasa dan tdk dalam pengawasan orang tua dan keluarga mereka lagi, maka tidak melanggar sila krn tdk dlm perlindungan orang tua, saudara/i dan kerabat mereka lagi. Namun demikian, syarat hubungan seksual yg sah juga menyangkut norma hukum, yaitu tidak menyebabkan pelanggaran hukum yg mengakibatkan seseorang dihukum (secara adat maupun hukum negara). Maka jika hubungan tsb tidak sah secara adat setempat pun termasuk melanggar sila.

Thank you...

9
Mahayana / Re: Xuan Zang, Bhikshu Tang San Zang Asli dalam Sejarah
« on: 20 January 2018, 09:42:00 PM »
Kalo kerajaan kapilavastu runtuh tahun berapa ya?

10
Di usir aja org bersorbannya

11
Theravada / Re: Game dan sila
« on: 19 December 2017, 07:47:47 PM »
Abis danda kamma terbitlah bhaya kamma 😂😂

12
Theravada / Re: Game dan sila
« on: 17 December 2017, 06:09:48 PM »
Tidak.. krn tidak ada mahluk hidup yg mati. Tapi hati2 aja ama kecenderungannya..krn pikiran adalah pelopor, pembentuk

13
Buddhisme Awal / Re: Tahun Wafat Buddha
« on: 12 December 2017, 07:33:22 PM »
Tahun Kelahiran dan Wafat Buddha
Bab 8 dari Buku Xuefo Zhijin (學佛知津—Belajar Buddhisme Memahami Jalan)
Master Shengyen

Sebenarnya setelah saya membaca artikel ‘Usulan di Perayaan Hari Kelahiran Buddha’yang ditulis oleh Bhiksu Longgen di buletin Haichao Yin edisi bulan April, saya juga ingin memberi sedikit tanggapan. Tapi Bhiksu Longgen berkata lagi, “Sebelumnya pandangan dan saran yang dikemukakan dalam buletin Haichao Yin ini sepertinya tidak berhasil mendapatkan perhatian secara luas, atau karena berkaitan dengan tradisi, maka belum bisa memiliki aksi.” Jadi hasil dari forum diskusi kita kali ini mengenai apakah kondisi kenyataan dapat diperbaiki, sepertinya masih menjadi sebuah masalah. Tentu, selama masalah masih bertengger satu hari, maka kita harus berusaha satu hari, hingga bisa diatasi  sampai selesai.  Jadi walaupun saya memiliki kekurangan, terutama atas minimnya pengetahuan tentang sejarah, tapi saya tetap ingin memberikan apa yang saya ketahui kepada institusi untuk dijadikan sebagai referensi.   (Ket:1)       
Teringat pada suatu kali dalam perayaan hari kelahiran Buddha, ada seorang tamu terhormat berkata, “Konfusius mengatakan, tahun kelahiran orang tua tidak boleh tidak diketahui, ini sesungguhnya merupakan prinsip dasar sikap bakti kepada orang tua. Namun berdasarkan catatan dan legenda pada umumnya, kapan tahun dan bulan kelahiran Buddha hingga sekarang masih belum ada satu kepastian yang bulat. Bagi para umat Buddha, ini sungguh merupakan sebuah penyesalan yang besar..”Tamu terhormat ini bukanlah seorang umat Buddha, namun beliau sedemikian peduli pada masalah waktu kelahiran Buddha, kita hanya dapat merasa berterima kasih dan malu!

Sebagaimana kita ketahui, India adalah bangsa yang paling tidak menitikberatkan catatan sejarah. Sejarah India kuno hanya dapat diketahui sedikit melalui sejarah negara lain seperti di barat dan sejarah hubungan politik dan kebudayaan Tiongkok. Mengenai ketepatan tanggal, bulan dan tahun kapan orang tertentu mengalami peristiwa tertentu di lokasi tertentu, sungguh tidak mudah ditelusuri. Oleh karena itu, Sang Buddha yang lahir pada masa sekian ratus tahun sebelum masehi, waktu kelahiran Beliau juga membuat orang sangat sulit melacaknya. Tetapi kita juga tidak perlu merasa panik karenanya. Sebab, orang zaman kuno yang dilahirkan beberapa ribu tahun yang lalu, bukan cuma Buddha dari India saja. Bahkan Konfusius dan Laozi dari Tiongkok, Yesus dari barat, juga memiliki permasalahan yang sama.

 Hingga sekarang, Laozi dari Tiongkok masih merupakan seorang tokoh yang misterius. Ada banyak tokoh Laozi dari zaman kuno, namun tidak diketahui tokoh mana yang merupakan penulis kitab Daode Jing (道德經). Bahkan ada yang menyangkal eksistensi tokoh Laozi ini, dan menyatakan bahwa kitab Daode Jing adalah karya dari orang masa belakangan. Mengenai Konfusius, kitab Shiji (史記—Catatan Sejarah) mengatakan Konfusius lahir pada masa Raja Lu Xianggong (魯襄公—raja negara Lu di zaman musim semi dan gugur) tahun ke-12. Kitab Gongyang Zhuan (公羊傳) dan Guliang Zhuan (谷梁傳) mengatakan Konfusius lahir pada masa Raja Lu Xianggong tahun ke-21. Ada orang mengemukakan bahwa catatan dari kitab Shiji lebih tepat.
Tetapi berdasarkan perhitungan tanggal, bulan dan tahun, Konfusius lahir pada masa Kaisar Zhou Lingwang (周靈王) tahun ke-21 gengxu (庚戌—tahun Anjing). Tanggal kelahirannya menurut kalender kuno adalah tanggal 27 bulan ke-8, sedangkan sekarang ini Departemen Pendidikan negara kita menetapkan hari lahir Konfusius menurut kalender internasional jatuh pada tanggal 28 September. Hal ini terlihat masih menjadi sebuah persoalan. Selanjutnya mengenai Yesus, umumnya menganggap bahwa tahun awal masehi yang berlaku sekarang merupakan tahun kelahiran Yesus. Namun menurut hasil penelitian sejarawan, kenyataannya tidak demikian.   

Sejarawan Perancis, Ernest Renan dalam karyanya mengenai kehidupan Yesus mengatakan, “Kita tidak dapat mengetahui kapan tanggal tepatnya Beliau dilahirkan. Kita hanya mengetahui Beliau lahir dalam masa pemerintahan Augustus, mungkin tahun 750 Roma, yaitu beberapa tahun sebelum tahun 1 dari era yang berlaku sekarang.” Umat ka****k dari Tiongkok, Luoguang, dalam kisahnya mengenai Yesus mengatakan, “..akan tetapi menurut para peneliti masa belakangan ini berpendapat bahwa paling sedikit lebih awal 5 tahun dari tahun 1 masehi.”   

Ada pun hari Natal menurut agama kr****n dan ka****k adalah 25 Desember.     Hari Natal menurut Gereja Ortodoks Timur (yang populer di Rusia dan Eropa Timur) adalah 6 Januari. Kemudian yang lebih menarik adalah penduduk dari tempat kelahiran Yesus, Bethlehem (sebenarnya ini juga lokasi kelahiran yang hanya bersifat legenda) malah merayakan 3 kali Natal, yaitu 25 Desember, 6 Januari dan 18 Januari.   
Kita, walau tentu saja tidak perlu merasa panik, tapi seharusnya juga merasa malu. Meski ada perbedaan pandangan tentang tahun kelahiran Konfusius, dan ketentuan resmi hari kelahiran Konfusius juga masih kurang sesuai, namun seluruh negeri hanya mengambil satu tanggal kelahiranNya secara tetap. Meskipun tahun kelahiran Yesus tidak diketahui dengan jelas, begitu juga tanggal kelahiranNya bermacam-macam, namun selain wilayah Gereja Ortodoks dan Bethlehem, kebanyakan umat Kristiani jelas memiliki satu hari Natal bersama. Giliran agama Buddha kita, Buddhis Selatan memiliki hari kelahiran Buddha versi Buddhis Selatan, Buddhis Utara memiliki hari kelahiran Buddha versi Buddhis Utara. Di antara Buddhis Utara ada lagi hari kelahiran Buddha berdasarkan sistem penanggalan bulan (imlek), dan versi Jepang yang berdasarkan sistem penanggalan surya (internasional). Sesampai di Taiwan, karena pernah dikuasai Jepang selama 50 tahun,maka setelah terpisah darinya, perayaan hari kelahiran Buddha pun dilaksanakan menurut versi Jepang dan Tiongkok secara bersamaan. Dilihat dari sudut pandang perayaaan [hari besar], ini bukan saja [memberi kesan] tidak sakral dan tidak menghormati, sungguh merupakan sebuah sindiran.     
Menurut hasil penelitian sejarah, hari kelahiran Buddha sungguh merupakan sebuah persoalan yang membuat orang bingung (ket2). Saya tidak banyak mengenyam pendidikan, setidaknya sampai sekarang masih belum cukup memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi pekerjaan ini. Jadi di sini saya hanya bisa mengutip dari beberapa catatan yang pernah saya lihat, yang bisa dijadikan referensi kepada para pembelajar awal.

-   Shijie Shiwang (世界史網—Jaringan Sejarah Dunia) karya Doktor Thorndike dari Amerika Serikat mengatakan bahwa Buddha lahir sekitar tahun 568 SM dan wafat tahun 488 SM, bertepatan dalam usia 80 tahun.
-   World History karya Hayes C.J.H, Moon P.T dan Wayland J.W dari Amerika Serikat mengatakan Buddha lahir sekitar tahun 550 SM.
-   Yindu Tongshi (印度通史—Sejarah Umum India) karya Zhou Xiangguang (周祥光) mengatakan Buddha lahir pada tahun 567 SM, dan wafat tahun 486 SM. Ini berdekatan dengan tahun yang disebutkan dalam Jaringan Sejarah Dunia.
-   Yindu Fojiao Gaishuo (印度佛教概説—Penjelasan Singkat Buddhisme India) karya Yang Baiyi (楊白衣) mengatakan, “Terdapat berbagai perbedaan pandangan mengenai tahun kelahiran Buddha Sakyamuni. Di antaranya, melalui bukti penelitian yang paling akurat adalah tahun 565 SM.”
-   Buku teks pelajaran Sejarah tingkat SMU dari lokal (ket: Taiwan) menyatakan Buddha lahir pada tahun 620, dan wafat tahun 543 SM.   
Dilihat dari 5 versi catatan di atas, tidak ada satu pun yang sama. Tetapi Jaringan Sejarah Dunia mengatakan Buddha lahir pada tahun 568 SM, Sejarah Umum India mengatakan Buddha lahir pada tahun 567 SM, dan Penjelasan Singkat Buddhisme India mengatakan Buddha lahir pada tahun 565 SM, mereka sangat berdekatan. Hanya versi World History saja yang mengatakan waktu yang terlalu belakangan, sedangkan buku teks pelajaran SMU malah menyebutkan  tahun yang agak awal.   

       Menurut tradisi Buddhis, Era Buddhis tidak dihitung dari tahun kelahiran Buddha, melainkan pada tahun saat Buddha wafat. Mungkin karena tahun kelahiran Buddha tidak diketahui. Kelahiran Buddha hanyalah dihitung berdasarkan berbagai sumber literal agama Buddha mengenai wafatnya Buddha. Oleh karena itu, jika ingin membicarakan tentang [kelahiran] Buddha, maka harus membicarakan tentang wafatNya. 
Dalam satu salah bagian Yindu Fojiao Gaiguan (印度佛教概觀—Selayang Pandang tentang Buddhisme India) karya Liang Qichao (梁啟超) pernah mengatakan, “Setelah 152 tahun kewafatan Buddha, ada satu hal dalam sejarah kebudayaan India yang layak menjadi catatan penting adalah invasi pasukan besar Kaisar Aleksander.” Yang juga berarti bahwa saat Kaisar Aleksander menginvansi India, Buddha telah wafat 152 tahun, di mana saat itu adalah tahun 327 SM. Seratus lima puluh dua tahun ditambah dengan 327 tahun berarti Buddha wafat pada tahun 479 SM. Jika ditambahkan dengan usia Buddha, yaitu 80 tahun, maka tahun 559 SM adalah tahun kelahiran Buddha. Apakah perhitungan ini dapat dikatakan benar, sesungguhnya juga tidak dapat diketahui. Pada bab yang sama dalam karya Liang Qichao juga mengatakan, “Hingga setelah 219 tahun Buddha wafat, Kaisar Asoka naik tahta, dan Buddhisme kembali berjaya.” Ini juga berarti bahwa ketika Kaisar Asoka naik tahta, Buddha telah wafat 219 tahun, yang mana menurut bukti penelitian bahwa naiknya Kaisar Asoka adalah tahun 266 SM, maka tahun Buddha wafat adalah 485 SM. Ditambah dengan usia 80 tahun, maka tahun kelahiranNya adalah 565 SM. Sebagaimana yang dikatakan Yang Baiyi, “..melalui bukti penelitian yang paling akurat adalah tahun 565 SM,” kemungkinan ini mengacu pada catatan tahun saat Kaisar Asoka naik tahta. 
Di samping itu,  dalam  ‘Menentukan  Tahun Wafat Buddha’  karya Master Yinshun (印順) mengatakan, “Menurut Samantapasadika dari Sri Lanka terdapat kisah yang mengatakan, ‘Raja Asoka mengangkat diri sebagai raja, dari sini, Buddha telah wafat selama 218 tahun. ’” Kemudian juga dikatakan, “atau setelah genap 218 tahun, [Buddha telah wafat] selama 219 tahun.”  Pernyataan ini sesuai dengan pernyatan Liang Qichao, yang juga menjadi pegangan beliau.   

Master Yinshun juga mengutip dari Biografi Asoka, “Setelah seratus tahun Buddha wafat, raja Pataliputra bernama Asoka.” Kemudian ia juga mengutip dari kitab Risalah Delapan Belas Sekte (十八部論) , “Setelah Buddha wafat selama 160 tahun, di kota Pataliputra, saat itu Raja Asoka menguasai Jambudvipa.” Master Yinshun sendiri dan Ono Genmyo dan Ui Hakuju dari Jepang sama-sama mengacu pada Risalah Delapan Belas Sekte untuk menghitung tahun wafat Buddha. Yang juga berarti bahwa ketika Raja Asoka naik tahta pada tahun 266 SM, ditambah dengan 116 tahun, maka merupakan tahun wafat Buddha. Ditambah dengan usia Buddha 80 tahun, maka tahun 462 SM baru merupakan tahun kelahiran Buddha. Tapi ini malah melampaui satu abad dibandingkan dengan catatan Samantapasadika dari Buddhis Selatan.   

Lagi pula, dalam forum World Fellowship of Buddhists (WFB) ke-3 tahun 1956, ditetapkan tanggal dan bulan peringatan hari kelahiran Buddha. Oleh karena itu, negara-negara Buddhis Selatan seperti India, Sri Lanka, Nepal menyelenggarakan perayaan besar ‘2500 tahun Era Buddhis’. Ini hanyalah ketetapan yang mengacu pada tradisi yang disepakati bersama bagi Buddhis Selatan, dan ditetapkan hari kelahiran Buddha jatuh pada setiap bulan purnama di bulan Mei tiap tahun. Namun mereka tidak memiliki bukti penelitian sejarah yang benar sebagai acuannya. Karena jika mengacu pada catatan Samantapasadika dari Sri Lanka, maka hingga tahun 1956 sudah menjadi 2520 atau 2521 tahun kelahiran Buddha.

Akan tetapi dapat memiliki sebuah ketetapan bersatu yang bersifat global lebih terhormat dan mulia dibandingkan dengan perayaan hari kelahiran Buddha yang dijalankan secara sendiri-sendiri dengan bentuk yang bermacam-macam. Oleh karena itu,  sebagai respon dari ketetapan WFB, Buddhisme Jepang pun melepaskan tradisi mereka yang merayakan hari kelahiran Buddha pada tangal 8 April berdasarkan sistem kalender internasional, dan memilih setiap bulan purnama di bulan Mei sebagai hari kelahiran Buddha. Hal ini layak diapresiasi.  (Ket:3)

Mengenai hari kelahiran Buddha versi kita (Tiongkok), menurut pandangan saya yang bodoh ini, paling bagus juga dapat merespon ketetapan WFB ke-3 dengan memilih bulan purnama di bulan Mei setiap tahun sebagai hari kelahiran Buddha. Karena kendati mengikuti tradisi lama yang ada di negara kita di mana tanggal 8 bulan 4 penanggalan imlek sebagai hari kelahiran Buddha, itu juga belum tentu benar. Karena hal itu hanya mengacu pada perhitungan dari catatan kitab Xiyu Ji (西域記). Walaupun kita tidak dapat menyangkal kebenarannya, begitu pula kita juga tidak dapat memastikan kebenarannya.   

Jadi kenapa tidak boleh jika kita melepaskan tradisi lama kita dan menapaki jejak langkah bersatu dari berbagai negara? Kita lihat saja agama kr****n dari barat, semakin panjang sejarahnya semakin besar perpecahannya. Dari perpecahan sekte lama kemudian muncul Gereja Ortodoks Timur dan Kekr****nan Barat. Lalu dari Kekr****nan Barat terpecah lagi, kemudian muncul kr****n ka****k dan Protestan. Kemudian perpecahan dari kr****n Protestan muncul lagi Gereja Baptis, Gereja Presbiterian, Anglikan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,  Gereja Yesus Sejati…

Meskipun perkembangan Buddhisme juga terdapat pembagian Buddhis Utara dan Selatan serta Mahayana dan Theravada, dan Buddhisme Mahayana di Tiongkok juga terdapat berbagai perbedaan aliran, namun hingga zaman belakangan ini, pandangan sektarian Buddhisme Tiongkok sudah tidak terlihat lagi. Antara Buddhis Utara dan Selatan, karena telah dibukanya pintu jalinan hubungan kebudayaan, maka akan tiba saatnya di mana terpupusnya batasan perbedaan. Hal ini terlihat bahwa agama barat semakin lama semakin parah perpecahannya, sementara itu Buddhisme kita semakin lama semakin bersatu. Maka coba kita tanyakan, “Apakah kita memangnya tidak dapat bersatu melangkah di jalan yang ditetapkan secara bersama mengenai perayaan hari kelahiran Buddha?”   
(April 1959 – edisi ‘Forum Diskusi Permasalahan Buddhisme Hari Ini’)   

Ket:
1.  (a) Tahun Buddha wafat: Terdapat catatan singkat dari kitab Lidai Sanbao Ji (歷代三寳記) bab 1 (Tripitaka Taisho, jilid 49 hal. 23)
(b)  Tanggal lahir dan pencapaian pencerahan sempurna Buddha: Lidai Sanbao Ji bab 11 (Tripitaka Taisho, jilid 49 hal. 101)
2. (a)  Mengenai tahun kelahiran Buddha, sesungguhnya sulit dipastikan. Kisah legenda kelahiran Buddha pada masa Kaisar Zhou Zhaowang (周昭王) tidak memiliki cukup bukti. Penjelasan dari Zhongsheng Dianji (眾聖點記) dan Fei Changfang (費長房) hingga sekarang hanya berjarak tidak lebih dari 2.500 tahun. Dikaji dari kitab sejarah terjemahan bahasa sanskerta ke Tionghoa seperti Satasastra terjemahan Kumarajiva dan kitab risalah karya Dinnaga hasil terjemahan Paramartha juga sulit dijadikan acuan. Bisa diperkirakan sejak kelahiran Buddha [hingga sekarang] telah berlangsung antara 2.500 hingga 2.600 tahun. (Kumpulan Tulisan Master Taixu, jilid 38 hal.598). 
(b)  Menurut Master Yinshun, tahun wafat Buddha adalah pada masa Kaisar Zhou Anwang (周安王) tahun ke-14 (387 SM).  (印度之佛教—Buddhisme India Bab 1)
(c) Zhongsheng Dianji (眾聖點記—Tanda Titik dari Para Suciwan): Pada masa Kaisar Liang Wudi (梁武帝)era Datong (大同) tahun pertama, Praktisi Penyepi, Zhao Boxiu (趙伯休) bertemu dengan guru Vinaya, Hongdu (弘度) di Gunung Lu (廬山) dan memperoleh Zhongsheng Dianji. Setelah Buddha wafat, Upali mengumpulkan Vinaya Pitaka, di mana tahun tersebut pada tanggal 15 bulan 7 saat berakhirnya masa varsa, di depan Vinaya Pitaka diberi tanda satu titik. Ini dilakukan setiap tahun, kemudian diteruskan dari satu guru ke guru generasi berikutnya hingga Sanghabhadra membawanya sampai ke Guangzhou, ketika itu adalah masa Dinasti Qi (齊)era Yongming (永明) tahun ke-7 Gengwu (庚午—tahun Kuda) saat selesai masa varsa,diberi tanda satu titik. Pada tahun tersebut telah terkumpulkan 975 titik. Berhubung tanda titik sampai pada era Datong tahun pertama,maka hasil perhitungan Boxiu adalah 1.020 tahun. 
3. (a) Dirghagama Sutra bab 4 [Sutra Perjalanan] pada bagian gatha terakhir mengatakan bahwa Buddha lahir, meninggalkan kehidupan rumah tangga dan mencapai pencerahan sempurna pada tanggal 8 bulan 2.
(b) Bhiksu Bai Fazu (白法祖) dari Henei masa Dinasti Jin Barat menerjemahkan Mahaparinirvana Sutra bab ke-2 dikatakan, “Sutra mengatakan, Buddha lahir pada tanggal 8 bulan 4, meninggalkan kerajaan pada tanggal 8, mencapai pencerahan pada tanggal 8, wafat pada tanggal 8, meninggalkan kehidupan rumah tangga ketika bintang muncul [di langit], mencapai pencerahan ketika bintang muncul, mencapai parinirvana ketika bintang muncul.” 


Beda jauh dgn link yg dikasi xeno dan kk

14
Halo, salam kenal Ryan

1. Untuk belajar atau menjadi umat Buddha, tidak perlu ada persyaratan khusus. Anda boleh mengikuti suatu ritual yang disebut visuddhi, tetapi tidak juga tidak apa-apa.
Umat Buddha dikatakan menjadi penganut agama Buddha jika di dalam hatinya telah berlindung pada Buddha, ajarannya, dan komunitas umat buddhis (terutama Bhiksu-Bhiksuni yang telah mencapai kesucian)

2. Sangat baik sekali anda ingin belajar. Sebelum anda memutuskan untuk masuk ke agama Buddha, pikirkanlah baik-baik, dan selidikilah dengan teliti.

Bagi pemula, saya merekomendasikan buku ini:
https://dhammacitta.org/buku/pertanyaan-baik-jawaban-baik.html

dan biografi singkat Buddha :
https://dhammacitta.org/download/ebook.html#kronologi

Mengenai karma, saya menyarankan buku-buku berikut
1. https://dhammacitta.org/download/ebook.html#karma
2. http://dhammacitta.org/pustaka/ebook/umum/Teori%20Kamma%20Dalam%20Buddhisme.pdf
3. Karma pencipta sesungguhnya hadayavatthu.org/?wpdmdl=2529
4. Prinsip Karma :https://www.kadamchoeling.or.id/transkrip/karma-1
dan https://www.kadamchoeling.or.id/transkrip/karma-2

Lebih jauh lagi, anda bisa membaca tentang apa saja yang diajarkan Buddha:
1. https://dhammacitta.org/download/ebook.html#ikhtisar
2. Sang Buddha dan ajarannya http://hadayavatthu.org/?wpdmdl=2538
dan jilid 2: http://hadayavatthu.org/?wpdmdl=2541

Jika anda ingin mencoba meditasi, silahkan baca:
https://dhammacitta.org/download/ebook.html#meditasi-pernafasan

dan https://dhammacitta.org/download/ebook.html#1

Itu saja dulu.



Koq link2nya ga bs langsung buka ya?

15
Theravada / Re: Alat kecantikan
« on: 08 December 2017, 07:13:56 PM »
Akhirnya, ketemu padanan 5 hal yang tidak boleh dilakukan para bhikkhu ini dalam Arthaviniścaya Sūtra (sebuah teks semi-komentar berbahasa Sanskrit dari aliran Sarvastivada):

Bhikṣus-tāvat
    kuhanā
    lapanā
    naimittikatvaṁ |
    naiṣpeṣikatvaṁ
    lābhena lābha-pratikāṁkṣā ca ||

    Tatra kuhanā katamā?
    Bhikṣur-dāna-patīḥ dṛṣṭvā, paryaṅkaṃ baddhvā | pathi śūnyāgāre vā niṣīdati:
    Dhyāyī bhikṣur-ayam-arhann-iti lābha-satkāro me bhaviṣyati ||
    Evam-ādikā kuhanety-ucyate ||

    Tatra lapanā katamā?
    Iha bhikṣur-lābha-satkāra-nimittam-eva:
    Tvaṁ me mātā, tvaṁ me pitā, tvaṁ me bhāginī, tvaṁ me duhiteti | evam-anyānyapi priya-vacanāni bravīti ||
    Evam-ādikā lapanety-ucyate ||

    Tatra naimittikatvaṁ katamat?
    Bhikṣus-tāvat piṇḍapātaṁ paribhujva asakṛd brūte:
    Yādṛśo ’yaṁ piṇḍapātas-tādṛśo ’nyeṣūpāsaka-gṛheṣu na labhyateti ||
    Alābha-satkāra-cittasya tu vadato ’doṣaḥ ||
    Idam-ucyate naimittikatvam ||

    Tatra naiṣpeṣikatvaṁ katamat?
    Bhikṣus-tāvat yatra gṛhe piṇḍapātaṁ na labhate | dāpayitu-kāmaś-ca bhavati, tatra brūte:
    Adāna-patayo hi nirayaṁ gacchanti | yūyam-apyadāna-patayo, vyaktaṁ niraya-gāmini iti ||
    Naraka-bhaya-bhītāḥ piṇḍapātam-anuprayacchanti | taṁ ca labdhvā paribhuṅkte ||
    Idam-ucyate naiṣpaṣikatvam ||

    Tatra lābhena lābha-pratikāṅkṣā katamā?
    Bhikṣus-tāvad-ātmīyena dhanena śobhanāni cīvarāṇi copakrīya upāsakebhyo darśayati:
    Īdṛśāni vayaṁ vastrāṇi labhāmahe iti ||
    Te lajjatā yāni vastrāṇi prayacchanti tāni paribhuṅkte ||
    Iyam-ucyate bhikṣavo lābhena lābha-pratikāṅkṣā ||

    Ayaṁ bhikṣavo mithyājīvaḥ, [asmād-viratir-iti samyag-ājīvaḥ ||]
    Iha khalu bhikṣavaḥ upāsakasya mithyā-jīvaḥ:
    Viṣa-vikrayaḥ, śastra-vikrayaḥ, sattva-vikrayaḥ | madya-vikrayaḥ, māṃsa-vikrayaḥ | apratyavekṣita-tila-sarṣapa-pīḍanaṁ mithyājīvaḥ | asmād-viratiḥ


https://suttacentral.net/skt/arv19

Terjemahannya:

A monastic is (1) scheming, (2) ingratiating, (3) hinting, (4) extorting, and (5) longing for gain upon gain.

    Herein scheming is what?
    A monastic, having seen a benefactor, after crossing his legs, sits down in an empty place along the path: (thinking:) There will be gain and respect for me (if they think:) This meditating monastic is an Arhat.
    This and so forth is said to be scheming.

    Herein ingratiation is what?
    Here a monk in order to get gains and respect (says): You are my mother, you are my father, you are my sister, you are my daughter, and speaks these and other loving words.
    This and so forth is said to be ingratiation.

    Herein hinting is what?
    A monastic, having eaten his almsfood, repeatedly says: Almsfood like this is not found in other devotees’ houses. If spoken with a mind free from (wanting) gains or respect, it is not a fault.
    This is said to be hinting.

    Herein extorting is what?
    A monastic, who does not receive almsfood at a house, desiring that it be given, says this in that place: Those who don’t give go to the underworld, you are certainly one of those who don’t give, and will reappear in the underworld. Out of fear and fright of the underworld they present almsfood, and he receives and enjoys it.
    This is said to be extorting.

    Herein longing for gain through gain is what?
    A monastic, from his own wealth purchases beautiful robes and shows them to devotees (saying): We receive such woven garments. They, being shamed, present such garments and he enjoys them.
    This, monastics, is said to be longing for gain through gain.

This is the monastics’ wrong livelihood,

https://suttacentral.net/en/arv19

 ^:)^ ^:)^ :jempol: :jempol: :jempol: :jempol:

Berarti terjemahan arya ga tepat.. yg ko indra dah tepat..

Pages: [1] 2 3