News:

Semoga anda berbahagia _/\_

Main Menu
Menu

Show posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.

Show posts Menu

Messages - sebuah_label_nama

#1
Quote from: Choa on 25 December 2011, 12:30:40 PM

Gotama adalah orang yang paling bertangung jawab akan hal ini, dialah yang pertama sekali berhalsinasi setelah kekurangan giji di hutan uruwela, menurut ilmu kesehatan modern orang yang tidak makan dan minum selama 49 hari boleh dimasukan ke RSJ, apalagi kalu membaca klaim dia;


;D
1-dia menyatakan disinya mencapai penerangan sempurna?
orang bermeditasi alias halusinasi kerasu ;Dkan jin alias sakau ini....cuihhh
setuju teman-teman DC, si Gotama ini biang kerok halusinasi, biang kerok sakau, biang kerok mabok, yang harus di hujat karena menyuruh orang bermeditasi, orang gila macam ini pantas di hujat,!!!

2-dia menyatakan ajaran dia ajaran kebenaran dan dapat di buktikan dengan mempraktekanya?
orang gila yang sakau ini sunguh tidak tahu diri, cuba ada yang menulis dapat membuktikan apa yang dikatakanya hanya sebagian kecil saja, bakalan di bilang orang gila. maka Gotama rajanya gila dengan segala ajaranya

3-Gotama mengaku dapat melihat past live?
come on, hei mana ada yang percaya, kalau loh doang yang bisa, karena kalau orang lain bisa lihat past live di bilang mabok, sakau, halusinasi, maka Gotama adalah raja dari semua itu

4-semua ajaran yang tidak dapat dicerna logika "orang intelek" adalah halusinasi, gila sakau sinting
Gotama yang pertama mencetuskan, maka Gotama yang bertangung jawab akan semua ini, karena dialah yang mengajarkan semua itu

sekian dulu, banyak yang membuat Gotama pantas di sebut sakau, gila , halunisasi, mabok, dan tolo untuk sementara 4 ini saja dulu

pesan saya, Gotama ngapain ente ngajarin yang jika di praktekan akan dimaki-maki orang, di bilang gila ente gila ya Gotama???


Sdr Choa yang baik, anda mengaku sebagai umat Buddha, akan tetapi statement yang sdr buat di atas sungguh sangat di sayangkan.
Sebagai seorang pengikut ajaran Buddha, tentunya kita berusaha untuk mengikis kilesa / kekotoran batin kita.
Apa yang kita pikirkan, itu lah yang akan kita tuangkan dalam bentuk ide atau pandangan. Dan ide / pandangan tersebut bisa di sampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Saya yakin sdr Choa pasti mengetahui dengan baik apa itu hukum Kamma.
Dengan cetana yang baik, maka ide/pandangan yang di sampaikan dalam bentuk lisan dan tulisan itu akan bagus pula utk di baca/di dengar, serta menimbulkan kedamaian batin bagi setiap pembaca/pendengar-nya.

_/\_