News:

Semoga anda berbahagia _/\_

Main Menu
Menu

Show posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.

Show posts Menu

Messages - Peaceful mind

#1
Studi Sutta/Sutra / Re: Arti dan Manfaat dari Sutra Hati
12 September 2008, 08:40:37 AM
Dan saya tutup Debat saya di sini Karena ini semua cuma spekulasi doang.

Bagi siapa yang melecehkan Dhamma dan Anggota Arya Sangha sekelas Banthe Sariputta. Silakan saja tapi harap siap terima akibatnya. karena ini adalah hubungan anda dengan karma anda sendiri
#2
Studi Sutta/Sutra / Re: prajna paramitta hdrya sutra
12 September 2008, 08:38:12 AM
Dan saya tutup Debat saya di sini Karena ini semua cuma spekulasi doang.

Bagi siapa yang melecehkan Dhamma dan Anggota Arya Sangha sekelas Banthe Sariputta. Silakan saja tapi harap siap terima akibatnya. karena ini adalah hubungan anda dengan karma anda sendiri
#3
Studi Sutta/Sutra / Re: prajna paramitta hdrya sutra
12 September 2008, 08:35:31 AM
Quote from: dilbert on 11 September 2008, 10:34:08 PM
Quote from: Peaceful mind on 11 September 2008, 06:07:06 PM
Sariputta bernama Sariputta waktu setelah di tabhis sebagai Bhikkhu sebelumnya bernama Upatissa. Jadi Dimana Sariputta bertemu dengan bodhi satta Sidartha. Sedangkan Sangha baru ada setelah Pangeran Sidartha menjadi Buddha Gotama.?
gimana Saudara Gilbert penjelasanya?



sudah dijawab oleh sdr.nyanadhana dengan sangat baik sekali di posting lain tentang sutra hati...
Quote from: nyanadhana on 20 August 2008, 08:37:42 AM
Halo Peaceful Mind,
sedikit klarifikasi, Sutra Hati merupakan Dhamma yang diajarkan kepada Sariputra dengan menceritakan pengalaman Sang Buddha ketika ia masih berada dalam tahap Bodhisatva.(ini spekulasi pertama)...spekulasi kedua. Sang Buddha menjelaskan praktek seorang Bodhisatva bernama Avalokitesvara ketika ia memahami sunyata dalam dirinya.

Jadi tidak ada maksud melecehkan namun memberikan pengertian kepada Sariputra mengenai Sunyata. disitu tidak ada kalimat, Sariputra kamu salah,kamu gagal,kamu bla bla bla...tidak ditemukan bukan?

Sutra Hati hanya menjelaskan konsep Sunyata.



dari dua spekulasi, saya lebih "menerima" spekulasi pertama.

Sutra kok spekulasi. apa kitab suci isinya spekulasi atau apa
apa spekulasi  layak di percaya Gan?

Kalau mau spekulasi lagi Gan ini spekulasi saya:

berhubung ini cuma spekulasi yang artinya bisa dispekulasikan atau di bolak balikan tergantung kepentingan yang bersangkutan :kalau spekulasi pertama yang dipakai Andai kata Buddha Gotama pernah menjadi Bodisatva avoliketesvara di jaman itu Sariputra tidak bernama sariputra jadi tidak boleh disebutkan Wahai Sariputra spekulasi kedua : andai kata spekulasi kedua yang dipakai Pencerahan sepenuhnya sewaktu Pencapaian pencerahan Sempurna dibawah pohon Bodhi Bukan sewaktu beliau mengambil sumpah Bodhisatwa. jadi Pengetahuan tentang Sunyata dan lain lain terjadi di saat Malam Purnama Siddhi Di Bawah pohon Bodhi dan sejak itu dia layak disebut Samma Sambuddha. sesudahnya baru di ajarkan ajaran nya
#4
Studi Sutta/Sutra / Re: Arti dan Manfaat dari Sutra Hati
11 September 2008, 06:12:58 PM
Quote from: ch1l4m on 22 August 2008, 09:26:14 AM
Iye, jangan berpikiran sempit dan picik.... memandang sesuatu dari sisi negatifnya.... liat sisi terang nya bro...

pahami dulu kosmologi mahayana

sutra hati itu sutra yg paling bagusssss.....  : Menurut Siapa? Kamu. Trus Kamu Siapa? Jutaan orang sudah baca jutaan kali kok masih belum tercerahkan?

bukan-nya jendral dharma (dalam mahayana) itu bodhisatva mansjuri??? jgn dicampur campur bro, tar jadi es campur lg....

Ini berarti melecehkan Sari putta yang saya maksudkan
yang merobah kedudukan Sariputta sebagai jenderal Dhamma menjadi Bodhisatwa mansjuri
mencopot kedudukan
#5
Studi Sutta/Sutra / Re: Arti dan Manfaat dari Sutra Hati
11 September 2008, 06:09:24 PM
Quote from: nyanadhana on 20 August 2008, 08:37:42 AM
Halo Peaceful Mind,
sedikit klarifikasi, Sutra Hati merupakan Dhamma yang diajarkan kepada Sariputra dengan menceritakan pengalaman Sang Buddha ketika ia masih berada dalam tahap Bodhisatva.(ini spekulasi pertama)...spekulasi kedua. Sang Buddha menjelaskan praktek seorang Bodhisatva bernama Avalokitesvara ketika ia memahami sunyata dalam dirinya.

Jadi tidak ada maksud melecehkan namun memberikan pengertian kepada Sariputra mengenai Sunyata. disitu tidak ada kalimat, Sariputra kamu salah,kamu gagal,kamu bla bla bla...tidak ditemukan bukan?

Sutra Hati hanya menjelaskan konsep Sunyata.



Spekulasi ???? spekulasi???

Sutra tentang Spekulasi

wow shake me baby
#6
Studi Sutta/Sutra / Re: prajna paramitta hdrya sutra
11 September 2008, 06:07:06 PM
Sariputta bernama Sariputta waktu setelah di tabhis sebagai Bhikkhu sebelumnya bernama Upatissa. Jadi Dimana Sariputta bertemu dengan bodhi satta Sidartha. Sedangkan Sangha baru ada setelah Pangeran Sidartha menjadi Buddha Gotama.?
gimana Saudara Gilbert penjelasanya?



Quote from: dilbert on 07 July 2008, 10:42:01 PM
Quote from: Kelana on 09 December 2007, 01:22:22 PM
Quote from: dilbert on 07 December 2007, 11:27:08 PM
[
Menurut studi literatur yang saya lakukan, hanya beberapa buku yang dengan tegas menyatakan bahwa terjemahan sebenarnya adalah SANG BODHISATVA (dalam hal ini adalah BODHISATVA SIDDHARTA GAUTAMA ---  sebelum SIDDHARTA mencapai penerangan sempurna dan menjadi BUDDHA) dan bukan BODHISATVA AVALOKITESVARA (dalam bahasa Mandarin disebut dengan KWAN SE IM POU SAT)...

Mengapa bisa terjadi "ke-silapan" terjemahan ini ?? Bukan lain adalah dari kata ARYAVALOKITESVARA BODHISATO pada awal SUTRA HATI... Terjemahan bebas dan secara gampang mencantumkan nama BODHISATVA AVALOKITESVARA... yang sebenarnya jika kita melihat terjemahan dalam bahasa MANDARIN dikatakan...

KWAN CE CAI POU SAT... terjemahan yang benar adalah SANG BODHISATVA sedang dalam SAMADHI... BEDAKAN dengan KWAN SE IM POU SAT (BODHISATVA AVALOKITESVARA)...

Kemudian juga jika ditanya apa hubungan antara BODHISATVA AVALOKITESVARA dengan SARIPUTRA (murid utama BUDDHA GAUTAMA)... dimana mereka bertemu ??? selain alih-alih mengatakan mereka bertemu di alam surga... Karena BODHISATVA AVALOKITESVARA hanya bisa kita kenal pada SADDHARMA PUNDARIKA SUTRA (Sutra Bunga Teratai). Secara historis tidak pernah disebutkan bahwa murid-murid Sang Buddha pernah bertemu dengan BODHISATVA manapun.

Yang disampaikan Sdr. Dilbert sangat menarik. Jika kita memilah-pilah kata avalokitesvara dan semenjak kita juga menemukan kata kerja dalam bahasa Pali "apalokita" yang berarti memandang, dan kata "avalokayati" yang berarti memperhatikan, mengamati, merenungkan, maka kita memang bisa menerjemahkan avalokitesvara bodhisattva sebagai Sang Bodhisattva sedang bersamadhi, merenungkan.... Tapi muncul pertanyaan:

Dalam versi panjang dari Prajnaparamita hrdaya sutra tertulis:
---
evaṁ mayā śrutam| ekasmin samaye bhagavān rājagṛhe viharati sma gṛdhrakūṭe parvate mahatā bhikṣusaṁghena sārdhaṁ mahatā ca bodhisattvasaṁghena| tena khalu samayena bhagavān gambhīrāvasaṁbodhaṁ nāma samādhiṁ samāpannaḥ| tena ca samayena āryāvalokiteśvaro bodhisattvo mahāsattvo gambhīrāyāṁ prajñāpāramitāyāṁ caryāṁ caramāṇaḥ evaṁ vyavalokayati sma| pañca skandhāṁstāṁśca svabhāvaśūnyaṁ vyavalokayati||....................

Thus have I heard. Once the Blessed One was dwelling in Rajagriha at Vulture Peak mountain, together with a great gathering of the sangha of monks and a great gathering of the sangha of bodhisattvas. At that time the Blessed One entered the samadhi that expresses the dharma called "profound illumination," and at the same time noble Avalokiteshvara, the bodhisattva mahasattva, while practicing the profound prajnaparamita, saw in this way: he saw the five skandhas to be empty of nature. ....................

Skip........

atha khalu bhagavān tasmātsamādhervyutthāya āryāvalokiteśvarasya bodhisattvasya sādhukāramadāt- sādhu sādhu kulaputra| evametat kulaputra, evametad gambhīrāyāṁ prajñāpāramitāyāṁ caryaṁ cartavyaṁ yathā tvayā nirdiṣṭam| anumodyate tathāgatairarhadbhiḥ||

Then the Blessed One arose from that samadhi and praised noble Avalokiteshvara, the bodhisattva mahasattva, saying, "Good, good, O son of noble family; thus it is, O son of noble family, thus it is. One should practice the profound prajnaparamita just as you have taught and all the tathagatas will rejoice."
--

Jika kita perhatikan kalimat yang ditebalkan, nampak bahwa ada person yang disebut Bodhisattva Avalokitesvara yang menjelaskan sutra ini.

Bagaimana tanggapan dan pendapat Sdr. Dilbert mengenai hal ini? Dan bukanlah dalam mengartikannya kita perlu mengacu pada teks asal (sanskerta) dibanding dengan teks terjemahan (china)?


Memang teks awal agak sulit menentukan apakah subjek dalam prajnaparamita hrdaya sutra itu adalah bodhisatva avalokitesvara atau bodhisatva siddharta (sebelum mencapai kebuddhaan), kalau menilik kepada terminologi sutra, maka prajnaparamita hrdaya sutra boleh dikatakan sebagai "miliki"-nya buddha sakyamuni (dalam hal ini bodhisatva yang diceritakan adalah bodhisatva siddharta gautama).

Biasanya kalau "punya"-nya bodhisatva adalah pada level dharani, belum pada level sutra / sutta (KOREKSI saya jika saya memang salah, its OK).

Level pemahaman kekosongan (sunyata), inilah yang menandakan tingkat pencapaian penerangan sempurna (kebuddhaan). Sedangkan Bodhisatva (dalam hal ini Avalokitesvara) belum pada level pencapaian Ke-BUDDHA-an...
#7
 :backtotopic:

Maaf nimbrung ya walaupun udah ketinggalan jaman

proses metode Mahasi sendiri juga mengalami metamorfosa. Ajarannya sedikit sudah berbeda dengan murid muridnya, Ajaran Swe U Myn juga uda beda dengan U Tejaniya Misalnya

Demikian U Janakabivamsa (Chyamyay Sayadaw) juga udah beda dengan U Shobitabivamsa, apalagi dengan U Nyanaramsi, atau U Vamsarakita atau yang lain lain. Ini dari perguruan Chyamyay yiekta

Demikian juga U Panditabivamsa juga sudah beda dengan U Jatila atau ChauTan Sayadaw. U Nanda Shiddi dan Juga U Pandita Junior dan yang lain lain. Ini semua ada di perguruan Pandita Rama

U Agannya juga beda dengan Syale Dipankara.dan Pa Auk Sayadaw (dari Pa Auk Tawya)

kenapa demikian ?

Karena Masing Masing mempunyai ego dan pendekatan sendiri terhadap umat masing masing.

Dan Kalau Yang di maksud pak Hudoyo tulis tentang Metode Mahasi seperti di Atas artinya maaf Pak Hudoyo Salah Dan belum mengenal ajaran Mahasi secara keseluruhan.

Yang saya lihat Ajaran dari U Tejaniya jauh beda dengan Chyamyay. Sewaktu teman saya permisi ke Chyamyay sayadaw untuk mau mencoba ke Swee U Min center Komentar dari Cyamyay Sayadaw adalah "Lazy"
artinya mereka berdua Melihat Ajaran Metode Mahasi sudah Jauh berbeda bukan?

Jadi Sekarang Siapa yang Benar benar "benar"?

untuk informasi Saya pernah berlatih di Pandita Rama dan di Chyamyay Kota dan di Hmawbi
#8
Quote from: HokBen on 11 September 2008, 04:47:02 PM
Quote from: Jinaraga on 11 September 2008, 01:33:27 PM
Quote from: bond on 10 September 2008, 09:20:08 AM
Ryu sang Naga :))

Ryu si naga bonar  :))

jadi inget dulu ada temen yg julukannya "Naga Bo Nau"

hahahaha

back to topic

gajahnya tentunya bukan saya tapi topik yang di bahas

meditasi cendrung adalah pengalaman pribadi yang bisa di mengerti oleh pribadi yang bersangkutan. Setiap usaha untuk Menilai hasil meditasi tersebut malah mengacaukan meditasi itu. Sama seperti agama lain bahwa pengalaman bersama Tuhan tidak bisa di gambarkan dengan kata kata. jadi buat apa di bahas
toh ngak bakal ada solusinya.
#10
bagaimana dengan kata Insight
bahasa Indonesianya apa
#11
 8-> ~X( [-o< [-X :lotus: >:( :?? ~o) :>-

ha ha ha ha.

lima orang buta membahas seekor gajah
#12
tidak perlu di bahas tentang vinayanya. hati hati dengan issa dan michariya kamu!! Ke tidak sukaan kamu yang akan menyeret kamu ke tempat yang tidak baik. selebihnya terserah anda. kamu yang bertanggung jawab atas tindakan yang kamu ambil.

salam damai aja.
#13
butuh kabar terakhir gimana
#14
Hati hati saudara dilbert. demi kebahagiaan kamu di kehidupan sekarang dan akan datang, saya harap anda membuang pikiran yang demikian
#15
Banyak terjemahan yang berbeda satu dengan yang lainnya, Mana yang benar?
Jendral Dhamma itu Pengetahuan Dhammanya setara dengan SammaSambudha sendiri .

Kalimat yang melecehkan adalah seakan akan Sariputra itu tidak tau tentang kesunyataan sehingga Bodisatva yang menjelaskan kepada beliau.