Menu

Show posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.

Show posts Menu

Messages - jajang supriadi

#2
Terima kasih teman-teman semua atas sarannya, jujur saya merasa terharu dan ini memuat hati saya terbuka dan menentukan langkah apa yang harus saya ambil  nanti.saya akan pertimbangkan matang-matang dan mudah-mudahan bisa mengambil keputusan yang benar dan bijaksana, saran anda semua adalah semangat untuk saya, dan menguatkan batin saya untuk bertindak.salam damai untuk semua :)
#3
saudara hatred, sebelum saya menjawab pertanyaan anda, apakah jawaban anda kalau saya bertanya ini pada anda: mungkin dalamnya lautan bisa anda ukur kedalamannya, namun bagaimanakah hati seseorang? apa anda tahu isinya? saya tidak ingin mendahului rencana Tuhan/ kuasa Tuhan,untuk itu saya tidak pernah ingin mencoba-coba atau memprediksikan sesuatu yang belum terjadi/akan terjadi di masa yang akan datang.kalau saudara memang bisa memprediksikan kejadian yang akan datang, saya akan lebih menghargai anda. :)
#4
saudara forte yang bijaksana, pernah juga saya lakukan itu, mencoba memperbaiki dan mencarikan solusi untuk mereka, bahkan saya pun sering bicarakan ini di telpon dengan suaminya sebagai teman dan sahabat.namun kenyataan menjawab lain, semua usaha saya pun gagal.dan saya kira dengan usia saya saat ini, saya mengetahui mana yang baik dan salah, mana yang yang seharusnya saya lakukan dan saya hindari. :)
#5
Demi agama yang saya yakini, demi Allah saya tidak pernah melakukan perzinahan seperti yang anda katakan, sampai saat ini saja saya hanya berkomunikasi melalui telpon dan chatting.(lalu bagaimana perzinahan itu bisa terjadi?) selama ini saya hanya bersabar dan berusaha untuk tetap berjalan sesuai prosedur. anggap lah saat ini saya tidak pernah tahu semua problem yang terjadi di rumah tangganya. sedikitpun saya tidak pernah menghasut atau memaksakan kehendak saya padanya.dan keinginanan untuk bercerai dengan suaminya itu sudah jauh2 hari ingin dia lakukan sebelum kenal dengan saya. hanya karena masalah biaya saja yang kemudian hingga saat ini keinginannya itu belum terwujud. :)
#6
saya mengerti akan hal itu.dan saya pernah juga berusaha untuk mendukung dan membantunya untuk memperbaiki kondisi rumah tangganya itu, bahkan saya sendiri pun sudah berbicara di telpon dengan suaminya, sharing dan mencari solusi. namun semua itu tidak membuahkan hasil.saya memang salah kalau akhirnya saya tau saya telah mencintai istri orang lain.dan saya terlanjur mengetahui semuanya.lebh tepatnya, saya telah mencintai istri orang yang sudah disakiti lahir batin, dibuat menderita oleh suaminya. kecuali apabila saya mencintai istri orang yang memang kehidupannya harmonis,bahagia dll. saya tidak akan pernah menampilkan kisah ini dan meminta saran anda semua. terima kasih. :)
#7
anaknya saat ini kira2 berusia 3-4 tahun, saya tidak merasa berselingkuh mas, jauh2 hari dia yang ingin memutuskan untuk meminta cerai pada suaminya. namun suaminya tidak pernah mengijnkan itu.
#8
salam damai untuk semua
dalam kesempatan ini saya akan berbagi cerita dengan anda, sekaligus juga untuk meminta saran dan langkah apa yang harus saya lakukan.terima kasih sebelumnya :)

kisah ini berawal pada tahun 1999, saat itulah pertama kalinya saya mengenal Chatting di dunia maya, berkenalan dengan berjuta-juta orang dll,saya sangat menikmati hal itu.singkat cerita, saya berkenalan dengan seorang wanita.awalnya biasa saja. dan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang ketika pertama kali berkenalan, tentunya kami menanyakan nama, alamat, pekerjaandll. hari demi hari berlalu. tak terasa diantara kami timbul satu perasaan sayang dan ingin membina hubungan lebih intim lagi.saya utarakan perasaan saya padanya,dia pun mengetahui maksud dari ucapan saya.saya begitu sayang padanya, dan ternyata dia pun merasakan hal yang sama.tetapi dengan kondisi yang lain, dia mengatakan dengan jujur bahwa ternyata dia sudah berumah tangga dan mempunyai 2 orang anak, namun kehidupan rumah tangganya kurang begitu harmonis.entah apa yang ada di pikiranku saat mendengar semua itu, yang saya tahu saya sangat sayang padanya, dan saya tak begitu menghiraukan pengakuannya itu.dan kami pun tetap menjalani hubungan ini. dalam perjalanan kisah cinta kami, dia banyak bercerita tentang permasalahan rumah tangganya.suaminya yang tak bisa memberi nafkah untuk istri, menelantarkan istri, dan sering kali mengumpat kata2 yang tidak sepantasnya diucapkan untuk seorang istri.seringkali juga dia menerima pukulan dan tindakan kekerasan dari suaminya itu.saya prihatin sekali mendengar semua itu, dan hal itu juga lah yang menyebabkan saya semakin sayang padanya. terlintas di pikiran saya ingin mengajaknya kabur dan membawa lari dia.tapi tidak saya lakukan itu.saya katakan padanya, kalau suatu saat mungkin kita berjodoh dan ingin melanjutkan hubungan yang lebih serius lagi (dalam hal ini saya berencana akan menikahi dia) namun saya ingin semuanya berjalan sesuai dengan prosedur dan aturan2 norma yang berlaku. artinya kalau memang dia sudah tidak tahan lagi dengan suaminya dan ingin mengakhiri hubungan rumah tangganya dengan perceraian.maka lakukanlah itu. bereskanlah semua urusan dia itu, setelah itu baru saya akan menikahi dia.

saya hanya berfikir ingin menyelamatkan dia dari penderitaannya, walaupun saya tahu itu salah.namun saya tak bisa membiarkan itu berlarut-larut terjadi padanya, membuatnya menderita, terkekang, dan tidak bahagia.
meskipun saya rela nantinya menikahi seorang janda, dan saya ikhlas menerima anaknya sebagai anak saya,

apa yang harus saya lakukan? apakah salah yang saya jalani ini? saya ingin membawanya keluar dari penderitaanya, dan saya akan menikahinya setelah dia betul2 cerai dan semua urusannya selesai dengan suaminya, suaminya pun menyetujui untuk bercerai, hanya saja dia tak mau membiayai dan mengurus perceraiannya itu.saya tidak pernah sedikitpun memaksanya untuk bercerai. saya pun pernah memberikan solusi untuk rumah tangganya.namun itu tidak berhasil juga. keinginannya sudah bulat, ingin mengakhiri hubungan dengan suaminya.dan pergi bersama saya.

sampai saat saya tulis kisah ini. kami masih menjalani hubungan. dan kondisi dia semakin terpuruk.saat ini dia hanya berdiam diri di rumah mengurus anaknya, walaupun dengan kondisi yang serba kekurangan.dia tetap menjalani ini dengan penuh kesabaran.dan untuk saat ini saya benar-benar bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, bertahun-tahun kami jalani. tidak mungkin juga saya tinggalkan dia dengan kondisinya saat ini.

terimakasih telah membaca, saya harapkan bantuannya, saran , dan langkah apa yang harus saya lakukan.semoga saran bijak dan dewasa anda semua dapat membantu menyelesaikan masalah kami.terimakasih untuk admin forum dan teman-teman lainnya.