Forum Dhammacitta

Buddhisme dan Kehidupan => Ulasan Buku, Majalah, Musik atau Film => Topic started by: henry chen/adhigunadharo on 30 July 2008, 04:05:52 PM

Title: memandang kematian didepan mata
Post by: henry chen/adhigunadharo on 30 July 2008, 04:05:52 PM
buku ini saya beli dijakarta 2 bulan lalu saat saya kesana.ada 8 buku yg saya beli waktu itu.dari 8 buku itu ada 4 buku yg menurut saya sangat bagus untuk dibaca.salah satunya adalah buku dengan judul "MEMANDANG KEMATIAN DIDEPAN MATA' karangan W.Vajiramedhi ini.buku ini mengajak kita untuk saling mengingatkan satu sama lain agar tetap awas dan waspada bahwa hari ini kita bisa saja menemui ajal.untuk itu apa saja yang berdampak baik bagi kita harus segera dilakukan.bila belum sempat merawat orang tua kita,bergegaslah untuk merawat mereka.buku memandang kematian didepan mata mengajarkan bagaimana menelusuri sifat alami dari kematian,melihat kematian sebagai suatu bentuk fenomena yg tidak perlu ditakuti namun dipahami.kematian telah ada bersama kita sejak kita dilahirkan.tanpa rasa takut akan kematian maka kita akan mampu berbuat lebih banyak dalam hidup ini.kesadaran penuh akan ketidakkekalan membuat kita tidak perlu lagi takut menghadapi kematian. _/\_

salam metta

henry chen/adhigunadharo
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Pitu Kecil on 30 July 2008, 04:31:09 PM
_/\_ :) :lotus:
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Adhitthana on 31 July 2008, 12:14:23 AM
Saya sekarang mulai mengenal Buddha Dhamma, ... malah merasa ajal sudah mendekat
bingung jg .... suka berpikir seperti ini, kadang2 merasa kematian setiap saat ada didepan mata  :-?

berpikir kelahiran sudah terjadi ... sekarang hanya menunggu kematian, memanfaatkan waktu yg sempit ini
ingin selalu berdamai dengan diri sendiri, tidak ingin marah, kesal, malas, ingin selalu mencari kesempatan berbuat kebajikan. (moga2an)  ;D

_/\_

Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Pitu Kecil on 31 July 2008, 08:59:01 AM
^Atas
_/\_ betul yang anda katakan :) :lotus:
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Lily W on 31 July 2008, 02:23:03 PM
omong2 tentang kematian....
Kemarin saya di kasih beberapa buku oleh mentor saya dan yang membuat saya tertarik ato pertama membaca buku2 tersebut adalah buku RENUNGAN BUDDHIS TENTANG KEMATIAN oleh : V.F. Gunaratna. Cuplikannya sbb :

Sesuai dengan cara berpikir orang Buddhis, maka (justru jauh daripada untuk di benci atau di singkir) kematian adalah kunci yang membuka tabir kegelapan dari tabir hidup yang nampak rahasia. Dengan mengerti tentang kematian, kita akan mengerti tentang hidup maupun sebaliknya, karena kematian adalah sebagian dari proses hidup dalam arti kata yang luas. Dari segi lain, hidup dan mati adalah ujung-ujung awal dan akhir dari suatu proses yang sama, bilamana kita mengerti pula arti dari hidup. Perenungan tentang kematian adalah merupakan pemikiran yang mendalam tentang kematian, yang apabila pada suatu saat menimpa kita, akan dapat melunakkan hati yang bagaimanapun kerasnya. Kematian meratakan segala-galanya tanpa kecuali. Segi meratakan segala-galanya dari kematian inilah yang membuat seorang penulis berkata :
"Tongkat kebesaran kerajaan maupun mahkota
Pasti akan hancur binasa
Dan dalam debu semua diratakan
Tak bedanya dengan milik si miskin
Cangkul, arit dan segala benda-benda"


~Perenungan tentang kematian, membantu untuk menghancurkan nafsu berlebih-lebihan mengejar kenikmatan-kenikmatan indera.
~Perenungan tentang kematian akan menghancurkan segala khayalan-khayalan.
~Perenungan tentang kematian akan memberikan kepada kita keseimbangan dan pandangan sehat mengenai nilai dari benda-benda maupun keadaan-keadaan di dunia yang sering oleh pikiran kita diukur berlebih-lebihan.
~Perenungan tentang kematian memberi kekuatan dengan arah tertentu pada pikiran kita untuk tidak menggembara semau-maunya, tanpa tujuan, tanpa maksud.
~Perenungan tentang kematian ini, maka dalam "visuddhi Magga" adalah sbb :
"....Seorang siswa yang rajin merenungkan kematian, senantiasa sadar, tak mudah hanyut, bahkan dapat bebas dari kehanyutan dalam kegemaran untuk terikat pada kehidupan sebagai bentuk apapun, bebas dari kejahatan, bebas dari nafsu-nafsu indera yang menyesatkan hidup, pengertian dan kenyakinan bahwa segala sesuatu tak ada yang kekal, akan teguh; ia akan menyakini bahwa segala sesuatu adalah kosong tanpa inti apapun, dan pada saat-saat menjelang kematiannya siswa yang demikian akan bebas dari ketakutan...tetap sadar...dapat menguasai diri. Siswa yang demikian, bila dalam kehidupannya tidak mencapai kebebasan mutlak....Nibbana.... setidak-tidaknya ia akan dilahirkan kembali dalam alam/keadaan yang lebih baik."

Demikianlah dapat kita ketahui bahwa kesadaran tentang kematian tidak hanya dapat membersihkan pikiran, akan tetapi juga mempunyai kemampuan untuk melenyapkan pandangan yang menakutkan dan menakjubkan tentang kematian, dan menolong manusia pada saat-saat yang gawat, bilamana ia sedang menghadapi maut, ia akan menghadapinya dengan tenang dan teguh. Ia tidak pernah goncang menghadapi kematian, akan tetapi senantiasa siap untuk menghadapinya.

_/\_ :lotus:
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: johan3000 on 01 August 2008, 10:34:41 AM
Memandang kematian didepan mata.............

mati di Jkt kirim pesawat ke Sby Rp1.5jt
beli peti mati...Rp25jt (yg murah2 aja)
sembayang ini itu Rp10jt (3 hari)
angkut dari Sby ke tempat pemakaman Rp3.5jt

udah 41jt..............

Apakah ada paket Hemat (PAhe) utk meninggal?
Apalagi tiap thn nyekar ke kuburan juga biasa amat besar...(transport, baju kertas, dll)...

Bolehkah membuat peti mati sendiri? (dari triplex gitu... paling2 dibawah 1jt)....

Ada yg tau kalau mati dibakar All In... semua kena berapa???
Kalau mati lebih dari satu apa ada discount?

trims atas jawabannya!
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Pitu Kecil on 01 August 2008, 10:42:59 AM
Kalau gak salah di medan ya, untuk bakar aja butuh 2 juta, lalu biaya ini itu bisa 3 juta :D
kalau beli tempat untuk tempat simpang Abu 10 juta gitu.

:))
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: nyanadhana on 01 August 2008, 10:45:37 AM
gampang, beli kain putih bungkus korek tanah tanem ke dalam,tinggal tambah bunga diatas, murah kan?

hauahuahuauahaha
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Pitu Kecil on 01 August 2008, 10:58:35 AM
=)) mending bakar sendiri and di lempar abu ke laut aja :whistle:
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Lily W on 01 August 2008, 11:52:42 AM
Quote from: nyanadhana on 01 August 2008, 10:45:37 AM
gampang, beli kain putih bungkus korek tanah tanem ke dalam,tinggal tambah bunga diatas, murah kan?

hauahuahuauahaha

:)) :)) :))

Ga usah beli kain kafannya.... saya yang berdana kain kafannya... :))

DD.... mau pake bantuan Ryan ga? :))

_/\_ :lotus:
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Pitu Kecil on 01 August 2008, 01:59:23 PM
(https://forum.dhammacitta.org/proxy.php?request=http%3A%2F%2Fi269.photobucket.com%2Falbums%2Fjj73%2FLotharGuard%2FLucu%2Fhee.gif&hash=805dea5cbf6f94e3dc526404997d8f6a86b2567d) astaga
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Pitu Kecil on 01 August 2008, 01:59:55 PM
mending gini aja (https://forum.dhammacitta.org/proxy.php?request=http%3A%2F%2Fi269.photobucket.com%2Falbums%2Fjj73%2FLotharGuard%2FLucu%2Fonion_dadar.gif&hash=7418d386d3397869883aa02aacf5de7c5e303dcd)
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: johan3000 on 02 August 2008, 02:28:46 PM
Quote from: LotharGuard on 01 August 2008, 10:42:59 AM
Kalau gak salah di medan ya, untuk bakar aja butuh 2 juta, lalu biaya ini itu bisa 3 juta :D
kalau beli tempat untuk tempat simpang Abu 10 juta gitu.

:))

Uhhhhhhh bakar aja 2 juta............memangnya pakai berapa tabung elpizi????
Kalau pakai ulat2/BELATUNG utk membersihkan daging2nya dulu.... adalah TERMURAH...
nah nati sisa tulangnya baru diGILING HALUS/diTUMBUK........
terakhir baru dibakar.......... mungkin bisa NGIRIT....

Trus utk simpan abu rp10juta itu FOREVER kan.......... bukan tiap tahun perpanjang lagi spt STNK? Hidup udah GANAS........ biaya kematian TAMBAH GANAS!...........

Eh... ada semacam orang dayak.... kalau kakeknya udah meninggal malah
TEMPURUNG KEPALANYA digunakan SEBAGAI BANTAL..............nah itu
solusi sangat INOVATIF dan EKONOMIS....... sudah pasti bantalnya
ngak bakalan KEMPES.......... dan katanya manjur utk mengusir SETAN!

ada yg bisa solusi lebih baik...???
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Pitu Kecil on 02 August 2008, 03:08:13 PM
ehhh ada lagi loh iuran per tahun kl gk salah 1 juta ya, entah saya dengar sih 2 juta utk bakar aja tuh ???
binggung deh, mau mati aja butuh bayar mahal (https://forum.dhammacitta.org/proxy.php?request=http%3A%2F%2Fi269.photobucket.com%2Falbums%2Fjj73%2FLotharGuard%2FLucu%2Fack.gif&hash=d697135bc056e8a3dc15a60f7a152ef8a47eca4b)
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Lily W on 04 August 2008, 05:26:11 PM
Kalo pake bantuan Ryan.... ga usah bayar... :))

_/\_ :lotus:
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: Pitu Kecil on 05 August 2008, 10:07:49 AM
malahan lebih rugi lagi dnk, nnt harta benda si korban diambil semuanya (https://forum.dhammacitta.org/proxy.php?request=http%3A%2F%2Fi269.photobucket.com%2Falbums%2Fjj73%2FLotharGuard%2FLucu%2Fyo-4.gif&hash=1e0ed474184b64bd1bb6fc2e859602a9013fddb5)
Title: Re: memandang kematian didepan mata
Post by: johan3000 on 05 August 2008, 11:44:15 AM
Quote from: Lily W on 04 August 2008, 05:26:11 PM
Kalo pake bantuan Ryan.... ga usah bayar... :))

_/\_ :lotus:

Ryan kan cuma terima yg masih seger.........
kalau udah bau tanah tak bakal diterima deh.....

ada solusi lain? (maut datang kan tak diduga!....)