Forum Dhammacitta

Topik Buddhisme => Studi Sutta/Sutra => Topic started by: xenocross on 28 February 2026, 07:57:39 PM

Title: 20 Pandangan Salah tentang Identitas
Post by: xenocross on 28 February 2026, 07:57:39 PM
Memahami bahwa semua kesalahan dan noda batin
Muncul dari pandangan tentang adanya diri (sakkayaditthi)
Menyadari bahwa "diri" adalah objek dari pandangan salah tersebut,
Sang yogi menghilangkan "diri" tersebut
(6.120)

Bentuk bukanlah diri, diri tidak memiliki bentuk
Tidak ada "diri" di dalam bentuk, dan bentuk tidak ada di dalam diri
Aplikasikan ini pada empat skandha lainnya,
Dan inilah dua puluh pandangan tentang "diri/ aku"
(6.144)

Madhyamakavatara (Perkenalan terhadap Jalan Tengah), oleh Candrakirti
 

20 jenis pandangan tentang identitas sehubungan dengan lima skandha

Dan bagaimanakah, para bhikkhu, munculnya gejolak melalui kemelekatan? Di sini, para bhikkhu, kaum duniawi yang tidak terlatih, yang bukan pengikut para mulia dan tidak terampil dan tidak disiplin dalam Dhamma mereka, yang bukan pengikut orang-orang yang baik dan tidak terampil dan tidak disiplin dalam Dhamma mereka,

(1) menganggap bentuk sebagai diri (rūpaṃ attato samanupassati),

(2) atau diri sebagai memiliki bentuk (rūpavantaṃ vā attānaṃ),

(3) atau bentuk sebagai di dalam diri (attani vā rūpaṃ),

(4) atau diri sebagai di dalam bentuk (rūpasmiṃ vā attānaṃ).


Bentuknya itu berubah dan berganti. Dengan perubahan dan pergantian bentuk itu, kesadarannya dipenuhi dengan perubahan bentuk itu. Gejolak dan suatu kondisi konstelasi pikiran yang muncul dari terus-menerus memikirkan perubahan bentuk menguasai pikirannya. Karena pikirannya dikuasai, ia menjadi takut, menderita, dan khawatir, dan melalui kemelekatan ia menjadi bergejolak.


 
(5 - 8.) "Ia menganggap perasaan sebagai diri (Vedanaṃ attato samanupassati)...

(9 - 12) persepsi sebagai diri (Saññaṃ attato samanupassati) ......

(13 - 16) bentukan-bentukan kehendak sebagai diri (saṅkhāre attato samanupassati)....

(17 - 20) kesadaran sebagai diri (Viññāṇaṃ attato samanupassati)........ ,

Dengan perubahan dan pergantian perasaan; persepsi; bentukan-bentukan; kesadaran itu, kesadarannya dipenuhi dengan perubahan kesadaran itu. Gejolak dan suatu kondisi konstelasi pikiran yang muncul dari terus-menerus memikirkan perubahan perasaan; persepsi; bentukan-bentukan; kesadaran menguasai pikirannya. Karena pikirannya dikuasai, ia menjadi takut, menderita, dan khawatir, dan melalui kemelekatan ia menjadi bergejolak.


 
SN 22.7   Upādāparitassanā Sutta  (Kegelisahan melalui Kemelekatan)

 
KOMENTAR

Teks di sini menguraikan kedua puluh jenis pandangan identitas (sakkāyadiṭṭhi), yang diperoleh dengan menempatkan suatu diri dalam empat cara yang ada sehubungan dengan lima kelompok unsur kehidupan yang merupakan identitas personal (sakkāya). Pandangan identitas adalah satu dari tiga belenggu pertama yang harus dilenyapkan melalui pencapaian jalan Memasuki-arus.

Spk: ia menganggap bentuk sebagai diri (rūpaṃ attato samanupassati), dengan menganggap bentuk dan diri sebagai tidak dapat dibedakan, bagaikan api dari suatu pelita dan warnanya adalah tidak dapat dibedakan. Ia menganggap diri sebagai memiliki bentuk (rūpavantaṃ attānaṃ), ketika ia menganggap yang tanpa bentuk (yaitu, batin atau faktor-faktor batin) sebagai diri yang memiliki bentuk, seperti halnya sebatang pohon memiliki bayangan;

bentuk sebagai di dalam diri (attani rūpaṃ), ketika ia menganggap yang tanpa bentuk (batin) sebagai diri yang di dalamnya terdapat bentuk, bagaikan keharuman di dalam sekuntum bunga; diri sebagai di dalam bentuk (rūpasmiṃ attānaṃ), ketika ia menganggap yang tanpa bentuk (batin) sebagai diri yang terdapat di dalam bentuk, bagaikan permata di dalam petinya. Ia dikuasai oleh gagasan, "aku adalah bentuk, bentuk adalah milikku": ia menelan gagasan-gagasan ini dengan keinginan dan pandangan, berpendirian atasnya dan mencengkeramnya.