Roda Kehidupan / Bhavacakra
[Sebelumnya, Mahamaudgalyayana selalu dikelilingi oleh para anggota sangha karena menceritakan tentang alam-alam lain dan akibat hukum karma, dan alasan untuk hal ini ditanyakan oleh Sang Buddha kepada Ananda.]
"Tetapi Ananda, Bhiksu Mahamaudgalyayana atau orang seperti Mahamaudgalyayana tidak bisa ada di semua tempat. Maka dari itu Roda Lima Bagian haruslah dibuat di gerbang masuk vihara."
Lalu Ananda menjawab, "Yang Terberkahi mengatakan bahwa Roda Lima Bagian harus dibuat di gerbang masuk vihara, tetapi para bhiksu tidak akan mengetahui Roda seperti apa yang harus dibuat."
"Lima Alam Keberadaan haruslah digambarkan," Sang Bhagava menjawab, "alam neraka, alam hewan, alam hantu kelaparan, alam dewa dan alam manusia. Di bawah, berbagai makhluk neraka haruslah digambarkan, dan juga hewan dan hantu kelaparan; di atas, dewa dan manusia. Empat benua harus digambarkan - Purvavideha, Aparagodaniya, Uttarakuru, dan Jambudvipa. Di tengah, kemelekatan (lobha), kebencian (dvesa), dan delusi (moha) haruslah digambarkan - kemelekatan dalam bentuk merpati, kebencian dalam bentuk ular, dan delusi dalam bentuk babi. Dan gambar Buddha haruslah digambarkan melihat lingkaran nirvana. Makhluk-makhluk terlahir secara spontan haruslah digambarkan mati dan terlahir kembali dalam sejenis tabung yang menyerupai kincir air. Di dekatnya, dua belas mata rantai kemunculan bergantungan (pratityasamutpada) haruslah digambarkan, maju dan mundur. Semuanya haruslah digambarkan sebagai dicengkram oleh ketidakkekalan.
Dan dua bait ini haruslah dituliskan:
"'Bangkitkan usahamu, berjuanglah!
Kerahkan dirimu dalam Ajaran Sang Buddha.
Hancurkan bala tentara Kematian
Seperti seekor gajah melakukannya pada gubuk terbuat dari buluh.
"Seseorang yang berdiam dengan tekun
Dalam Dhamma dan Disiplin ini,
Akan meninggalkan pengembaraan dalam siklus kelahiran yang tiada akhir
Dan mengakhiri penderitaan."
Sang Bhagava mengatakan bahwa Roda Lima Bagian harus dibuat di gerbang masuk vihara, sehingga para bhiksu membuatnya. [Karena banyak orang bertanya tapi ada bhiksu yang tidak tahu dan tidak bisa menjelaskan, maka bhiksu yang terpelajar ditunjuk untuk menjelaskan. Seorang anak pemuda datang ke vihara dan bertanya kepada bhiksu ini]
"Yang Mulia, apakah yang digambarkan di sini?"
"Sahabat, ini adalah lima alam keberadaan - alam neraka, binatang, hantu kelaparan, dewa, dan manusia."
"Yang Mulia, perbuatan apa yang makhluk neraka ini lakukan sehingga mereka mengalami penderitaan seperti itu?"
"Mereka membunuh, mencuri, melakukan perbuatan seks yang salah, berbohong, memfitnah, berkata kasar, atau berbicara tanpa guna; mempunyai pikiran tamak, pikiran mencelakai, atau berpandangan salah." Bhiksu itu menjelaskan. "Mereka dengan tingkat yang tinggi, melakukan, mengembangkan, dan melatih sepuluh perbuatan jahat, dan sebagai hasilnya mereka mengalami penderitaan misalnya ditarik, dicongkel, dipotong, dan ditusuk."
"Yang Mulia, saya mengerti. Lalu apa yang dilakukan oleh mereka yang lahir di alam binantang sehingga mengalami penderitaan seperti itu?"
"Sahabat, mereka juga melakukan, mengembangkan, dan melatih sepuluh perbuatan jahat, dan sebagai hasilnya mereka mengalami penderitaan misalnya memakan satu sama lain."
"Yang Mulia, saya juga mengerti hal ini. Lalu apa yang dilakukan oleh mereka yang lahir di alam hantu kelaparan sehingga mengalami penderitaan seperti itu?"
"Sahabat, mereka kikir, kejam, dan tidak dermawan dengan harta kekayaannya. Karena dengan pelit dan melakukan, mengembangkan, dan melatih sepuluh perbuatan jahat, dan sebagai hasilnya mereka mengalami penderitaan misalnya kelaparan dan kehausan."
"Yang Mulia, saya juga mengerti hal ini. Lalu apa yang dilakukan oleh mereka yang lahir di alam dewa sehingga mereka mengalami kesenangan seperti itu?"
"Sahabat, mereka menghindari membunuh, mencuri, melakukan perbuatan seks yang salah, berbohong, memfitnah, berkata kasar, atau berbicara tanpa guna; mereka tidak mempunyai pikiran tamak, pikiran mencelakai, dan mereka mempunyai pandangan benar. Mereka dengan tingkat yang tinggi telah melakukan, mengembangkan, dan melatih sepuluh perbuatan bajik, dan sebagai hasilnya mereka mengalami kesenangan seperti misalnya taman, istana melayang, dan bermain dengan bidadari."
"Yang Mulia, saya juga mengerti hal ini. Lalu apa yang dilakukan oleh mereka yang lahir di alam manusia sehingga mereka mengalami kesenangan seperti itu?"
"Sahabat, mereka juga dalam tingkat yang lebih rendah melakukan, mengembangkan, dan melatih sepuluh perbuatan bajik, walaupun pada bentuk yang lebih ringan dan lebih lemah, sehingga mereka mengalami kesenangan seperti [memiliki] gajah, kuda, kereta, makanan, minuman, tempat tidur, kursi, taman, dan bermain dengan perempuan."
Dikutip dari sahasodgatāvadānam / Kisah Mengenai Sahasodgata.
(sahasodgata(sya prakaraṇā) vadānamekaviṃśatimam
Cerita ke dua puluh satu dari yang jaya Divyavadana
=======================
Versi Bhavacakra yang biasa adalah enam bagian. Tetapi di teks ini adalah versi lima bagian.
Berikut di bawah adalah contoh bhavacakra dengan lima bagian.
(https://www.researchgate.net/profile/Junaidi-Nyanabhadra/publication/354857295/figure/fig1/AS:1072498305155074%20%5Bat%5D%201632714930037/Bhavacakra-The-Wheel-of-Life.jpg)