Ada yang pernah minta saya menerjemahkan. Daripada hanya bermanfaat untuk sedikit orang, saya bagikan saja disini.
==================
Syarat.
1. Membuat arca. Tidak ada batasan dalam material. Pembuatan sehari semalam. Jika diwarnai, jangan memakai bahan hewani. Tinggi tidak melebihi 3, 5, atau 7 inci. Jangan biarkan banyak orang melihat saat membuat. Bakarlah dupa, tetaplah bersih, dan jangan makan lima makanan berbau menyengat.
2. Di ruang bersih, buat teras/ mandala, ukuran diameter 1,5 cubit, tinggi satu jari, ditaburi tanah kuning. Jika tidak, buat altar kayu.
3. Arca menghadap ke barat, pelaku ritual menghadap ke timur. Letakkan dua vas berharga, dan bunga colza kuning, bakar dupa , jika tidak ada, bakar kayu wangi evergreen dengan aloe/ agaru; persembahan adalah kue, bubur nasi susu, pil pembahagia, campuran ghee dan madu, lobak, kue keripik, buah, dan berbagai macam persembahan, untuk disajikan tiga kali sehari
4. Guru ritual mengenakan pakaian putih, murid semua harus memakai pakaian murni, jika tidak mereka tidak boleh memuja. Jangan meniup api dengan mulut, tetapi dengan kipas. Orang – orang yang tidak boleh mendekat: orang tanpa keyakinan, rumah dengan kematian dan kelahiran, budak lelaki dan perempuan, semua perempuan, biksu yang hanya gelarnya saja, [yang hanya mengaku] samanera dan murid pengikut ajaran non buddhis. Bantal duduk, ember, dan sendok, semua alat ini murni dan bersih
5. Guru membangkitkan hati penuh welas asih pada semua makhluk, murni di dalam dan di luar. Tempat duduknya terbuat dari rumput kusa. Ia mengucapkan Kata Kata Sempurna dari Ganapati Emas, tangan membentuk mudra sesuai: menggabungkan dua tangan dalam "mengikat di luar dengan jari telunjuk bergabung di atas" (lihat gambar). Dalam harmoni tubuh, ucapan, dan batin, ia mengucapkan:
"Namo stu te ~~~(Mantra Hati Ganapati)
Melafalkan ini tiga kali sehari, seratus kali setiap sesi, ia memuja selama tiga hari tiga malam, atau tujuh hari tujuh malam.
6. Jika ada setan sulit ditaklukan, putarlah benang putih dan dimantrai. Setiap siklus, satu simpul, sampai 9 simpul, pakailah di tangan kiri, semua setan akan terikat.
7. Yang melakukan dharma ini tidak boleh melakukan selingkuh, mengatakan kata kata gegabah, atau penipuan bodoh. Makanan ini tidak boleh: rue, rapeseed/ rapa, bawang putih, coriander/ ketumbar, dan lima makanan berbau menyengat.
Lagi, dia tidak boleh masuk ke rumah orang berduka, rumah baru saja melahirkan anak. Jangan bergaul dengan orang jahat.
=============================================
Ārya Mahā Gaṇapati Hṛdaya Dhāraṇi Sutra
namo bhagavate āryamahāgaṇapatihṛdayāya |
namo ratnatrayāya ||Demikianlah yang telah kudengar. Pada suatu waktu, Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagriha, di Puncak Burung Nasar, bersama dengan perkumpulan besar biksu: empat ribu lima ratus biksu dan banyak Bodhisatwa Mahasatwa. Pada waktu itu Yang Terberkahi berkata kepada Yang Mulia Ananda:
"Ananda, siapapun, putra atau putri dari silsilah tercerahkan, yang mengingat, melafalkan, mendapatkan, dan menyebarkan "[Mantra] Hati Ganapati", keberhasilan semua kegiatannya akan menjadi miliknya."
oṃ namo 'stu te mahāgaṇapataye svāhā
oṃ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ .
oṃ namo gaṇapataye svāhā .
oṃ gaṇādhipataye svāhā .
oṃ gaṇeśvarāya svāhā .
oṃ gaṇapatipūjitāya svāhā .
oṃ kaṭa kaṭa maṭa maṭa dara dara vidara vidara hana hana gṛhṇa gṛhṇa dhāva dhāva bhañja bhañja jambha jambha tambha tambha stambha stambha moha moha deha deha dadāpaya dadāpaya dhanasiddhi me prayaccha .
oṃ rudrāvatārāya svāhā .
oṃ adbhutavindukṣubhitacittamahāhāsam āgacchati .
mahābhayamahābalaparākramāya mahāhastidakṣiṇāya dadāpaya svāhā .
oṃ namo 'stu te mahāgaṇapataye svāhā .
oṃ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ gaḥ .
oṃ namo gaṇapataye svāhā .
oṃ gaṇeśvarāya svāhā .
oṃ gaṇādhipataye svāhā .
oṃ gaṇapatipūjitāya svāhā .
oṃ suru suru svāhā .
oṃ turu turu svāhā .
oṃ muru muru svāhā .
"Ini, Ananda, adalah "Hati Ganapati".
"Siapapun putra atau putri silsilah tercerahkan, apakah itu biksu atau biksuni, upasaka atau upasika, yang mengerjakan aktivitas misalnya ritual [memanggil makhluk suci dengan mantra], memuja tiga permata, berpergian ke negeri lain, pergi ke istana raja, atau bersembunyi; seharusnya setelah memuja Buddha Yang Terberkahi, mempraktekan tujuh kali mantra hati Arya Ganapati: untuknya semua kegiatan akan diselesaikan; tidak ada keraguan tentang ini! Dia seharusnya selamanya mengakhiri semua pertentangan dan pertengkaran, kekerasan, dan iri hati, dan menjadi seluruhnya tenang. Hari demi hari menuruti aturan dan berpraktik tujuh kali penuh: akan muncul keberuntungan bagi orang mulia ini! Ketika dia datang ke istana raja akan ada kebaikan besar. Dia akan menjadi penyimpan apa yang didengar. Tidak akan ada penyakit parah pada tubuhnya. Tidak akan pernah ia lahir sebagai tara-pradaksina atau sebagai lebah yang rendah: tiada yang lain yang akan terjadi padanya kecuali Batin Pencerahan. Dalam setiap kelahiran dia akan mengingat kelahiran [lampaunya]."
Demikian Yang Terberkahi bersabda, dan setelah menerima [ajaranNya], para biksu ini, para Bodhisatwa Mahasatwa ini dan seluruh hadirin, dunia beserta para dewa, manusia, asura, garuda, dan gandarva bersukacita pada ucapan Yang Terberkahi.
Hati dari Yang Mulia Maha Ganapati telah selesai.
======================================================
sumber:
https://www.persee.fr/docAsPDF/befeo_0336-1519_1988_num_77_1_1749.pdf
http://www.virtualvinodh.com/writings/mantras/arya-maha-ganapati
Ganapati.png