Selasa, 27 Mei 2008 | 14:56 WIB
JAKARTA, KAMIS - Di saat harga-harga hampir semua komoditi dan ongkos transportasi naik, hanya komunitas ICT (information and communciation technology) yang bisa menahan laju inflasi, yaitu turunnya harga telepon. Pemerintah juga akan mendorong agar tarif internet juga segera turun.
"Dalam waktu dekat tidak hanya telepon, internet juga turun. Mudah-mudahan mulai Juli nanti," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh saat membuka IGOS Summit 2 di Jakarta City Center (JaCC), Selasa (27/5). Sayang, ia tidak menjelaskan lebih l anjut berapa besar target penurunan dan langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk menurunkan tarif internet.
Kebijakan penurunan ongkos sewa jaringan yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya ternyata tidak sangup menurunkan tarif internet secara signifikan. Penurunan tarif sewa jaringan diperkirakan hanya menurunkan tarif sekitar 8 persen saja karena ongkos sewa jaringan hanya sebagian kecil komponen tarif dasar internet ke konsumen.
Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan memangkas ongkos pembelian bandwidth internasional. Selama ini para penyedia layanan internet atau ISP (internet service provider) membeli bandwidth secara sendiri-sendiri sehingga harganya masih relatif tinggi.
Borongan
Meski demikian, Menkominfo mengatakan pemerintah berencana untuk membeli bandwidth untuk kebutuhan akses internet di seluruh departemen dan instansi. Pemerintah sedang menyiapkan Internet Infrastructure Sharing yang akan menagtur kebutuhan seluruh bandwidth yang dipakai seluruh kantor pemerintahan.
"Selama ini tiap departemen belanja bandwidth sendiri-sendiri, nanti pemerintah beli gelondongan (borongan)," ujar Nuh. Penggunaan bandwidth akan diatur secara dinamis sehingga optimal sesuai kebutuhan setiap instansi dan fleksibel dari waktu ke waktu. Kontrak pembelian bandwidth juga akan dilakukan minimal untuk jangka waktu tiga tahun sehingga tidak perlu berubah setiap tahun.
Pemerintah akan menawarkan kontrak tersebut kepada para ISP lokal dengan sistem tender. Namun, kemungkinan akan dipilih lebih dari satu ISP sebagai pemegang kontrak penyediaan bandwidth ini untuk menjamin kepastian akses.
Kompas.
asal jangan turun, speddy lemot deh... ^-^ ^-^ ^-^
mending gak ush turun kalo lemot :)) :)) :))
Bah, di mana mana internet udah murah seharusnya, di sini, di mana mana internet pun udah bisa diakses pake wifi...
Bagussssssssssssss.........
skrg speed Speedy kencang bangetttttttttttttttttttttttttttt
iya speedy udah mengganti transport dari E1 skr menggunakan metro ethernet ...jd pasti terasa bedanya..
Quote from: Kompas
Pemerintah akan menawarkan kontrak tersebut kepada para ISP lokal dengan sistem tender. Namun, kemungkinan akan dipilih lebih dari satu ISP sebagai pemegang kontrak penyediaan bandwidth ini untuk menjamin kepastian akses.
Siapakah pemegang kontrak nya.. ^-^ Apakah Telkom ^-^
Hm.. bisa jadi ini trik pemerintah untuk "memonopoli" internet..
skrg Telkomsel FLASH murah loor
1
Basic
Rp125,000
up to 256 kbps
2
Advance
Rp225,000
up to 512 kbps
3
Pro
Rp400,000
up to 3,6 Mbps
http://www.telkomsel.com/web/hot_offering
memanfaatkan Handphone sebagai modem, dan kartu Star One CDMA,
dapat mengakseskan internet murah.
star one memberikan penawaran paket akses internet istimewa
Ngorbit Bulanan hnya dengan 49000/bulan , para pelanggan sudah
dapat menikmati akses internet 350 MB atau 1 GigaB hnya dengan rp. 99.000/bulan.
Teknologi, terutama teknologi informasi memank seharusnya murah....
Kalo kaga salah ada salah satu teori yg memasukkan tingkat kemurahan teknologi dalam mengukur tingkat kemajuan negara...
Tapi kalo d Indo, orang mo makan aj susah, masa dikasih pulsa????