Forum Dhammacitta

Buddhisme dan Kehidupan => Kesehatan => Topic started by: kullatiro on 26 July 2012, 02:17:47 PM

Title: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: kullatiro on 26 July 2012, 02:17:47 PM
TEMPO.CO , London - Dengan
pekerjaan sebagai teknisi komputer,
sudah sewajarnya Phil Inkley lekat
dengan benda-benda berbau
teknologi. Namun delapan tahun lalu
semua berubah, ia tak bisa lagi
berdekatan dengan produk semacam
ini. Ia mengaku terkena 'alergi
teknologi'. Dikutip dari Daily Mail, Rabu, 25 Juli 2012, lelaki berusia 36 tahun ini selalu merasa nyeri yang menusuk dikepalanya setiap berdekatan dengan WiFi, ponsel, microwave, komputer, televisi, bahkan baterai. Tidak hanya itu,
ia juga mengalami mimisan, pingsan,
hingga gangguan tidur.
Awalnya ia mengatakan masih bisa
menahan rasa sakit yang dideritanya.
Namun lama-kelamaan Inkley sampai
pada titik di mana ia tidak bisa lagi
hidup di tengah kota. Ia pun memilih
tinggal di sebuah karavan di dekat
wilayah hutan hingga musim dingin
menjelang.
"Tapi bukan hanya rasa sakit yang
kuderita. Bagian terburuknya adalah
aku kehilangan temanku, kehidupan
sosialku, dan pekerjaanku," ujarnya.
Apalagi, ia mengaku selama ini sangat
akrab dengan teknologi. Dan alergi
dengan teknologi komunikasi,
membuatnya merasa sangat kesepian.
Inkley memperkirakan ia mengalami
kondisi yang dinamakan
Electromagnetic Hypersensitivity (EHS),
yang sampai saat ini belum diakui
sebagai kondisi medis karena sebagian
pakar masih meragukan keabsahannya.
Ia mengatakan sering mendatangi
dokter dan ahli syaraf untuk memeriksa
kesehatannya. Ada kekhawatiran bahwa
Inkley menderita tumor atau
pendarahan di otaknya.
"Dokter yang kukunjungi sangat
menyarankan agar aku melakukan
pemindaian otak, tapi aku yakin akan
merasa sangat kesakitan bila hal itu
kujalankan," katanya.
Selain Inkley, sudah ada beberapa
orang yang mengaku menderita EHS,
salah satunya adalah mantan perdana
menteri Norwegia, Dr. Gro Harlem
Bruntland. Sementara itu dua wanita
Perancis Anne Cautain dan Bernadette
Touloumond memilih jalan keluar yang
lebih ekstrim atas kondisinya, yaitu
tinggal di dalam gua.
DAILY MAIL | CNET | RATNANING ASIH

http://m.tempo.co/2012/07/26/419345/ (http://m.tempo.co/2012/07/26/419345/)
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: hemayanti on 27 July 2012, 12:36:34 PM
kesempatan yang baik untuk menyepi. ;D
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: will_i_am on 27 July 2012, 12:52:16 PM
Quote from: hemayanti on 27 July 2012, 12:36:34 PM
kesempatan yang baik untuk menyepi. ;D
kamma baik berbuah... ;D
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: hemayanti on 27 July 2012, 12:57:20 PM
Quote from: will_i_am on 27 July 2012, 12:52:16 PM
kamma baik berbuah... ;D
iya awalnya saya pikir ending ceritanya begitu, tapi ternyata berbeda. ;D
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: K.K. on 27 July 2012, 06:04:58 PM
EHS, salah satu rekan kerja saya di luar kota juga begitu. Sewaktu pindah dari kabel ke WiFi, kepalanya sakit. Balik lagi ke kabel, sakit kepala hilang.
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: hemayanti on 27 July 2012, 10:52:22 PM
Quote from: Kainyn_Kutho on 27 July 2012, 06:04:58 PM
EHS, salah satu rekan kerja saya di luar kota juga begitu. Sewaktu pindah dari kabel ke WiFi, kepalanya sakit. Balik lagi ke kabel, sakit kepala hilang.
kabel apa om?
kabel setrika? ;D
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: K.K. on 28 July 2012, 09:20:46 AM
Quote from: hemayanti on 27 July 2012, 10:52:22 PM
kabel apa om?
kabel setrika? ;D
Kabel LAN atuh... ;D
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: hemayanti on 28 July 2012, 11:59:43 AM
Quote from: Kainyn_Kutho on 28 July 2012, 09:20:46 AM
Kabel LAN atuh... ;D
memangnya ada perbedaan antara kabel dan wifi om?
selain yang satunya pake kabel dan satu lagi ndak. ;D
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: kullatiro on 01 August 2012, 02:43:20 AM
wifi seperti  gelombang radio jadi menyebar gelombang radio dalam ruangngan terbuka.

kabel lan seperti listrik yang lewat hanya di dalam kabel listrik yang tertutup isolasi (karet) hingga radiasi gelombang nya terbatas di sekitar kabel saja.
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: gajeboh angek on 02 August 2012, 10:12:07 AM
cahaya kan gelombang electromagnetic juga? apa gak boleh kena cahaya juga?
dan kabel listrik juga menghasilkan radiasi gelombang electromagnetic, kecuali kalau shielded.
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: kullatiro on 02 August 2012, 09:28:11 PM
Quote from: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 02 August 2012, 10:12:07 AM
cahaya kan gelombang electromagnetic juga? apa gak boleh kena cahaya juga?
dan kabel listrik juga menghasilkan radiasi gelombang electromagnetic, kecuali kalau shielded.

Masalah nya dalam evolusi manusia cahaya matahari (/ sepktrum frekwensi cahaya matahari yang sudah di saring oleh atmosfir bumi ) sudah diterima dan di adaptasi oleh badan manusia pada tingkat tertentu.

sedang saat ini selain cahaya matahari, radiasi cosmic; ada cahaya buatan dan juga gelombang radio yang jaman dulu nya tidak seramai saat ini.
Title: Re: Electromagnetic Hypersensitivity (EHS)
Post by: gajeboh angek on 06 August 2012, 03:47:30 PM
Quote from: daimond on 02 August 2012, 09:28:11 PM
Masalah nya dalam evolusi manusia cahaya matahari (/ sepktrum frekwensi cahaya matahari yang sudah di saring oleh atmosfir bumi ) sudah diterima dan di adaptasi oleh badan manusia pada tingkat tertentu.

sedang saat ini selain cahaya matahari, radiasi cosmic; ada cahaya buatan dan juga gelombang radio yang jaman dulu nya tidak seramai saat ini.

jadi maksudnya gelombang radio kalau kena badan manusia gak diterima dan diadaptasi? pernah ngukur gak?