bagaimmana pendapat saudara bila ada pernyataan bahwa sedih, senang bahkan menderita sudah ada yang mengaturnya dari luar diri kita? :x
banyak umat buddhist tidak akan setuju dengan pendapat itu, namun kami tentu saja menghormati pendapat orang lain.
silahkan saja percaya demikian.
tetapi saya pribadi merasa diri sendiri adalah penentu, bukan diri sendiri adalah boneka.
Quote from: Pinguin on 22 November 2009, 03:43:41 PM
bagaimmana pendapat saudara bila ada pernyataan bahwa sedih, senang bahkan menderita sudah ada yang mengaturnya dari luar diri kita? :x
Kalau ada cewek luar biasa cantik, manis, ramah, rambut panjang wangi lewat...
dan anda masih single....
nah apakah "KEGEMBIRAAN" ini ada yg mengaturnya dari luar
(maksudnya saya cewek tsb)?
Memang sih yg luar bisa membuat kita bahagia,
seperti kalau bro mentransfer gw jutaan rupiah...
pasti deh gw akan gembira sementara waktu....
dan lebih baik adalah kita bahagia dgn
pengaruh minim dari luar.....
Om johan pertanyaan apapun jawabannya pasti ada hubungannya sama cewek.
Quote from: gachapin on 22 November 2009, 05:18:36 PM
Om johan pertanyaan apapun jawabannya pasti ada hubungannya sama cewek.
mungkin karena sudah di alami langsung :)
mmm...
trus kalau peranan bathin dalam kehidupan sehari-hari???
Hampir di setiap saatnya,
pikiran ini terus berkeliaran dan tak menentu arahnya..
kadang kita sadari, kadang kita tidak sadari..
Jadi peranan batin merupakan sangat vital..
karena pikiran merupakan salah satu bentuk batin maka pastilah batin sangat vital.
karena tanpa batin maka proses kita untuk beraktivitas akan terhenti.
Semoga bermanfaat dan kalau ada salah, tolong dibenarkan..
karena kita sama-sama belajar ^^
kalo uda ada ngatur, ngapain susah2 kerja, toch uda ada yg ngatur
uda kayak robot aja ada yg ngatur =))
" Kalau ada cewek luar biasa cantik, manis, ramah, rambut panjang wangi lewat...
dan anda masih single.... "
sya emang single tpi syang tak sesuai harapan, karna saya luar biasa jelek, pahit, genduttttttttttt.........
hahahaha.......
tapi thanks ya atas jawabannya... ^_6
Quote from: Pinguin on 22 November 2009, 08:13:47 PM
" Kalau ada cewek luar biasa cantik, manis, ramah, rambut panjang wangi lewat...
Hati-hati....! Itu Kuntilanak...! ;D
Apa maksudnya ini determinisme dan juga kehendak bebas?
Ajaran Sang Buddha mengambil jalan tengah, bukan determinisme, bukan pula kehendak bebas.
Mengapa bukan kehendak bebas (attakiriyavāda)? Karena kehendak ada kondisi dan batas-batasnya. Apakah anda bisa mengatur agar rasa sakit tidak muncul selamanya? Itulah mengapa bukan kehendak bebas.
Mengapa bukan determinisme (issara-nimmāna hetu - determinisme dari yang adi kuasa) dan bukan (pubbekata hetu - determinisme kamma)?
Ide ini sudah dibantah Sang Buddha. Karena ada kehendak :)
Quote from: gachapin on 22 November 2009, 05:18:36 PM
Om johan pertanyaan apapun jawabannya pasti ada hubungannya sama cewek.
karena "cewek" adalah frame of reference-nya Om johan =))
Quote from: Pinguin on 22 November 2009, 03:43:41 PM
bagaimmana pendapat saudara bila ada pernyataan bahwa sedih, senang bahkan menderita sudah ada yang mengaturnya dari luar diri kita? :x
Suatu kali Sang Buddha ditanya oleh seorang pengembara mengenai penyebab dari kesenangan dan penderitaan seseorang. Ketika pengembara tersebut mengajukan empat pendapatnya bahwa apakah kesenangan dan penderitaan disebabkan oleh (1) sayam katam (self causation) atau (2) param katam (external causation) atau (3) sayam katañca param katañca (self dan external causation) atau (4) ahetuka (tanpa penyebab), Sang Buddha menolak empat argumen tersebut. Sebaliknya, Sang BUddha secara sederhana mengatakan bahwa penyebab kesenangan dan penderitaan adalah kontak (phassa).
Penolakan Sang BUddha terhadap empat argumen yang dilontarkan pengembara tersebut dan jawaban Sang Buddha sangat penting. Menurut pendapt saya, jika Sang BUddha menerima salah satu di antara tiga pertama argumen pengembara tersebut beliau akan jatuh pada pandangan adanya 'diri / atta' yang menjadi penyebab munculnya perasaan2 senang dan menderita. Sementara itu, jika Sang BUddha menerima argumen yang ke empat, maka beliau sama halnya menolak hukum sebab dan akibat. Ini justru bertentangan dengan ajaran beliau. Menghindari kedua pandangan ekstrim ini, beliau mengatakan bahwa perasaan senang dan menderita muncul karena phassa. Jawaban ini tidak menyebabkan Sang Buddha jatuh pada salah satu pandangan ekstrim di atas. Phassa adalah penyebab perasaan senang dan menderita. Di saat yang sama, meskipun dianggap sebagai penyebab, phassa bukanlah diri / aku, melainkan hanya sekedar sebagai fenomena.
Be happy.
_/\_ Sdr Peacemind
:jempol: Phassa paccaya vedana, benar banget.. Memang benar2 'majjhima patipada' :D
Quote from: Pinguin on 22 November 2009, 08:13:47 PM
" Kalau ada cewek luar biasa cantik, manis, ramah, rambut panjang wangi lewat...
dan anda masih single.... "
sya emang single tpi syang tak sesuai harapan, karna saya luar biasa jelek, pahit, genduttttttttttt.........hahahaha.......
tapi thanks ya atas jawabannya... ^_6
1. bila jelek bisa saja operasi plastik,
2. pahit dikasih gula yg banyak
3. dan gendut udah tentu banyak workout di gym...
bisa dimulai dari yg no.3..... dan cari gym yg banyak pemandangan segarnya gitu...
Semoga tidak ada yg mengatur, sehingga anda gak jadi ke gym...
Bila anda kumpul dgn org yg murung, mengeluh, gosip...
maka tak kan jauh dari itu..............
kalau mau bahagia, paling tidak kumpul sama org yg periang...(bijaksana)
gitu lho............
^ :jempol:
_/\_ :lotus:
Justru karena memiliki hati dan pikiran yang bebas leuasa, maka bisa seperti ini. Tapi sebaliknya kalau kita yang memiliki banyak pikiran dan hati selalu sedih bisa-bisa jdi stresss. ^_6
bebas leluasa..itu termasuk sedih.. gembira..
bebas leluasa itu adalah perasaan yang tak ada lagi ketakutan, sedih, sehingga itu itu terasa begitu bebas tanpa ada rasa beban.
( ini sih menurut pendapat saya ) ^_6
Quote from: Pinguin on 23 November 2009, 08:51:36 PM
bebas leluasa itu adalah perasaan yang tak ada lagi ketakutan, sedih, sehingga itu itu terasa begitu bebas tanpa ada rasa beban.
( ini sih menurut pendapat saya ) ^_6
kalo itu perasaan yg anda maksud, sepertinya itu adalah perasaan yg menyenangkan (somanassa)
tapi citta/kesadarannya bisa jadi akusala (misal senang saat shopping/makan makanan yg enak)
bisa juga kusala (senang saat berdana)
dua2nya menyenangkan tapi beda efek ke batinnya.... he3
Semoga gw tidak memiliki iman yang membuta terhadap buddhism, karena dari tadi membaca thread ini, gw gak menemukan juga alasan secara logis (bukan dari tipitaka) mengapa harus mempercayai bahwa hidup ini tergantung pada diri kita bukan karena ada yang mengatur.
kenapa harus ada yg tergantung kepada yg mengatur, aku bahkan tidak menemukan alasan logis bahwa hidup ini tergantung pada yg mengatur, itu sebabnya aku memilih untuk hidup/dan bertangung jawab sesuai perbuatan ku :)
klo ada yg mengatur berarti dia yg harus bertangung jawabkan? secara logis klo kita membunuh, tidak percaya kepada yg mengatur, dia juga yg tanggung jawab, knp kita yg masuk neraka?
sama, gw juga gak menemukan alasan logis bahwa hidup ini tergantung pada diri sendiri.
Quote from: Lily W on 23 November 2009, 02:45:14 PM
^ :jempol:
_/\_ :lotus:
Mungkin sis Lily bisa sarankan bro Pinguin ikut kelas
Abhidhamma yg semingguan gitu..... supaya dia tau RASA... =))
Quote from: Mr. Wei on 27 November 2009, 12:30:20 AM
sama, gw juga gak menemukan alasan logis bahwa hidup ini tergantung pada diri sendiri.
beda :) , karena aku menemukan alasan logis untuk tidak hidup berdasarkan kpd ada yg mengatur
Aku berkuasa atas diriku sendiri, bukan engkau, bukan siapa2,
baik & buruk tergantung diriku sendiri, karmaku sendiri :)
mo ngapain juga, yang ngatur diri kita sendiri
ketika ada laper, diri sendiri yang mao makan,
ga da yang suara dari langit yang nyuruh
Quote from: The Ronald on 27 November 2009, 09:40:21 AM
Quote from: Mr. Wei on 27 November 2009, 12:30:20 AM
sama, gw juga gak menemukan alasan logis bahwa hidup ini tergantung pada diri sendiri.
beda :) , karena aku menemukan alasan logis untuk tidak hidup berdasarkan kpd ada yg mengatur
apa alasannya?
...
kan udah..
Quoteklo ada yg mengatur berarti dia yg harus bertangung jawabkan? secara logis klo kita membunuh, tidak percaya kepada yg mengatur, dia juga yg tanggung jawab, knp kita yg masuk neraka?
cuma salah satu seh :) tp itu cukup :P
Sip, bisa diterima.