//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - ryu

Pages: 1 ... 4 5 6 7 8 9 10 [11] 12 13 14 15 16 17 18 ... 865
151
Kafe Jongkok / Re: Kenapa Rekan Djoe Mendapat Reputasi Minus?
« on: 05 March 2013, 09:55:04 AM »
bro Ryu boleh numbang -1 pada TS ?
silahkannnnnn....

152
Kafe Jongkok / Re: Kenapa Rekan Djoe Mendapat Reputasi Minus?
« on: 05 March 2013, 07:22:39 AM »
haaaaa................

153
Kafe Jongkok / Re: Kenapa Rekan Djoe Mendapat Reputasi Minus?
« on: 04 March 2013, 07:33:59 AM »
Metode Kebesaran Hati

Ada sebuah metode bernama 'Metode Kebesaran Hati'.

Pernah ada seorang bhiksu berkata, "Metode Kebesaran Hati adalah sebuah metode untuk mengingatkan kita agar belajar pada kebesaran bumi, belajar pada semangat bumi yang selalu rendah hati, selalu merasa bertobat, dan selalu tidak menuntut jasa. Bumi selamanya jujur, selamanya pula kurang mendapat perhatian, selamanya menerima apa adanya, dan selalu memberi!. Inilah yang dimaksud dengan Metode Kebesaran Hati."

Saya selalu merasa bumi merupakan lambang dari ksanti paramita. Bagi bumi, yang paling utama adalah ksanti. Bumi paling merendah, juga paling membisu, namun justru paling mantap dan kuat.

Bumi membiarkan angin berembus, hujan membasahi, mentari mengeringi, api membakar. Namun, bumi tetap saja tak tergoyahkan.

Bumi membiarkan seluruh makhluk menginjak dirinya, membuang kotoran di atasnya. Namun, bumi menerima tanpa komentar.

Bumi merupakan ibu pertiwi segenap makhluk, menghidupi dan mengayomi segala kehidupan. Namun, bumi tetap membisu.

Bumi selalu memberi perlindungan pada segenap kehidupan dengan segala upaya. Namun, apa yang dibalas oleh manusia padanya? Dan bumi senantiasa rendah hati tanpa pamrih.

Dalam hidupku ini, saya selalu belajar dari semangat bumi: tidak bermasalah, tidak peduli, tidak apa-apa, dan ksanti.

Pernah seseorang berkata padaku, "Buddha Hidup Lian Sheng Lu Sheng-yen, penderitaan yang Anda alami selama hidupmu ini, bahkan seratus Lu Shen-yen pun tidak cukup beban untuk mati!"

Saya balik bertanya, "Apa maksudmu?"

Ia berkata, "Penghinaan yang Anda alami sangat besar, bersifat global, setinggi gunung, sedalam lautan. Siapa pun akan mati karena kesal. Lagi pula penghinaan yang begitu banyak datang bertubi-tubi. Walaupun ada seratus Lu Sheng-yen, bukankah semuanya akan habis bunuh diri."

"Saya hadapi dengan sikap tidak bermasalah, tidak peduli, tidak apa-apa, dan ksanti." ujarku.

"Reputasi itu bagaikan nyawa kedua seorang manusia!" "Saya tidak punya reputasi. Peduli amat dengan reputasi!" paparku.

Bumi tidak butuh nama. Bumi tidak butuh reputasi.

Kalau orang-orang menuduh saya sebagai 'iblis kalangan agama', 'penjahat terbesar abad in;', 'setan', 'menyesatkan' ... , bagiku, tetap saja tidak bermasalah.

Yang saya tahu, ada sebuah aliran besar yang berniat sungguh-sungguh membantu semua umat mencapai kesempurnaan, yaitu 'Zhenfo Zong'. Semua orang boleh berlindung padanya, semua orang bisa menekuni sadhananya. Tapi, aliran besar ini justru difitnah, diremehkan, dihalangi, dan dikritik oleh orang banyak.

Saya tahu bahwa Zhenfo Zong itu sangat sempurna, paling menakjubkan di dalam Buddhadharma, mampu membuat manusia terhindar dari bahaya perang dan bencana alam, mampu membuat manusia sehat, panjang umur, memiliki keluarga yang harmonis, dan memperoleh prajna dan berkah. Terutama mampu menuntaskan samsara melalui sadhana hingga mencapai Samyak Sambuddha.

Zhenfo Zong yang saya rintis adalah sebuah aliran besar yang bertujuan untuk menolong nyawa dalam bahaya serta menyelamatkan kehidupan dan akal budi umat manusia.

Berkah dari Zhenfo Zong itu demikian besarnya, tidak bisa dibandingkan dengan kebajikan kecil yang lain. Dilindungi oleh

para Dewa Naga dan direstui oleh para Buddha.

Sungguh sebuah karunia besar bagi dunia.

Dengan kata lain, Zhenfo Zong adalah aliran yang sungguh-sungguh memiliki Dharma dalam penekunannya. Dan sungguh merupakan sebuah anugerah terbesar di masa ini dan masa akan datang.

Demi aliran ini, penderitaanku pribadi hanyalah masalah kecil; kepergianku kelak dalam kesendirian juga masalah kecil; keluargaku tercerai-berai juga masalah kecil; masalah fitnah, hina, maki, cerca ... tetap saja kecil bagiku. Bahkan saya anggap tidak bermasalah sama sekali.

Saya hanya berharap, "Wahai, dunia, jadilah orang yang bermata jeli . Jadilah orang bijak yang tidak mengakui dirinya bijak."

Orang yang tidak bermata jeli takkan mampu mengenali kebijakan yang sejati.

Janganlah jalani hidup ini dengan mengikuti seorang guru sesat tanpa kesadaran.

Jadilah seorang sadhaka yang bermata jeli.


LSY ga mempermasalahkan tuh sama reputasi :p

154
Diskusi Umum / Re: MELESTARIKAN AJARAN DHAMMA ATAU MENGHANCURKAN
« on: 02 March 2013, 11:19:28 PM »
ya yg anda posting itu sebenarnya kan untuk membantah bahwa agama Buddha adalah agama yg damai, bukan? yg pada kenyataannya ternyata juga ada konflik berdarah yg mungkin sengaja ditutup2i, seperti halnya kasus ketidak-bermoralan oknum2 "rahib" yg menurut sebagian orang seharusnya ditutup2i.
mungkin cara melestarikan ajaran dharma ya seperti itu, menutupi borok, ya jaga image gitu lohhhh

155
Mahayana / Re: biksu mahayana melanggar kaga kek gini?
« on: 02 March 2013, 11:18:06 PM »
coba praktekan ajaran buda dengan benar =))

156
Theravada / Re: Bhikkhu Theravada melanggar kaga kek gini?
« on: 02 March 2013, 07:38:04 AM »
Ada perbedaan tanggapan, ternyata. :)

Dari thread sebelah terdapat banyak komentar tendensius, hingga menyamakan tingkah oknum rahib dengan aliran tertentu. Disini banyak yang maklum dan tolerir (minim generalisasi sektarian).

Mungkin bukan hal yang aneh (juga), pada umumnya kritik dan perkataan miring selalu datang dari sekte yang "itu-itu" juga, sedangkan sekte lain cenderung mengurus internal perkembangan batinnya saja.

Perkataan ini bukan tanpa dasar, di forum ini indikasi arogansi sektarian pun ada, dan memang hanya dari sekte "itu-itu" juga. :)

 _/\_
ya di thread sebelah sangat hebat kok, malah ada yang membenarkan perbuatan salah dan malah di bilang sudah mencapai kesucian, kalah lah di thread ini mana mungkin menyamai kesucian para biksu pelanggar disebelah.

157
Theravada / Re: Bhikku Berantem?
« on: 02 March 2013, 07:06:46 AM »
untung bukan budis =))

158
Theravada / Re: Bhikkhu Theravada melanggar kaga kek gini?
« on: 01 March 2013, 08:24:13 PM »

159
Mahayana / Re: biksu mahayana melanggar kaga kek gini?
« on: 01 March 2013, 06:12:54 PM »
biar seru :D

Spoiler: ShowHide

160
Kafe Jongkok / Re: Mau Nonton Film Apa Minggu Ini ?
« on: 01 March 2013, 02:24:25 PM »
OMG: Oh My God! (2012)

Movie is based on a person who is an antique shopkeeper name Kanji sells the idol in Chor Bazaar and main thing he doesn't believe in god one day what happens his child was made an Krishna in Dhai Handi what we say an Govinda function was going on. this was the point where picture take twist, he saw his child on TV and go to that place then how to stop that function and make his child to go home as his exam was to be happen next day that an instant he got clicked and he announces that Siddeshwar Baba the character in movie that the Baba wants to be get eaten Curd, Milk etc buy the people so all rush instead of watching Dhai Handi goes to feed the Baba and like that he take his child to home and that instant that Baba curses him that he would be punished by the lord and next day an earthquake takes place at Chor Bazzar and the tragedy part that only the Kanji's store got demolished ..........See Movie to know what happens!

There a lots of fun and emotions during the whole Movie and one major thing You wont get bored at all at the End ...

This Movie actually pass the message that person should believe in helping other poor person rather than feeding a lord Murti by donation ....!!!


baru nonton ini lumayan menghibur.

161
Mahayana / Re: biksu mahayana melanggar kaga kek gini?
« on: 01 March 2013, 02:20:47 PM »

162
Mahayana / Re: biksu mahayana melanggar kaga kek gini?
« on: 01 March 2013, 11:20:37 AM »
sebuah contoh untuk melihat apa adanya

Kalau yang melihat foto adalah manusia, wajar karena pikiran dipenuhi persepsi (sudut pandang) manusia, juga adanya sifat lobha (nafsu).

Jika yang melihat foto itu adalah kucing atau kambing, maka mereka tidak melihat sesuatu yang salah, sebab hanya dua makhluk atau lebih yang bergandengan, atau bahkan hanya berfoto bersama.

Jadi risih karena paham. Jika tidak paham, anak kecil saja berlarian tanpa busana tidak ada pikiran macam-macam.

Bebaskan persepsi, kau lebih melihat sesuatu dengan apa adanya. :)

 _/\_
Tetap satu kata: Kasihan. :)

163
Mahayana / Re: biksu mahayana melanggar kaga kek gini?
« on: 28 February 2013, 02:35:23 PM »
Tidak jelas tujuan dan niat dari posting ini, tetapi berakibat secara langsung pembentukan persepsi / opini negatif terhadap ajaran agama Buddha apalagi memakai foto yang tidak jelas sumbernya.

Apakah bro ryu terlibat langsung atau berada di lokasi kejadian pada saat foto tersebut di ambil? Atau bro Ryu mengenal subjek subjek yang ada di foto?

atau hanya ingin membuat gossip saja seperti infotainment


ga jelas bijimana? sudah di kasih tuh link aslinya, kalau ada yang bisa terjemahin lebih bagus lagi lah biar tau artinya yang di post disana :P

164
Mahayana / Re: biksu mahayana melanggar kaga kek gini?
« on: 28 February 2013, 01:49:17 PM »
Gambarnya di spoiler dunk ;D
done :D

sudah disertai sumbernya juga :D

Pages: 1 ... 4 5 6 7 8 9 10 [11] 12 13 14 15 16 17 18 ... 865