//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Cincin Emas & Kearifan  (Read 2289 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline 53121f4n71

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.111
  • Reputasi: 95
  • Gender: Female
  • semoga semua makhluk berbahagia
Cincin Emas & Kearifan
« on: 28 August 2008, 07:32:54 PM »
CINCIN EMAS & KEARIFAN

Suatu pagi Zhi Zhou mendatangi Zun-Nun dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa guru berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amatlah penting, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain."

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Zhi Zhou, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?" Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."

"Cobalah dulu anak muda, Siapa tahu kamu berhasil."

Zhi Zhou pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang sayur, penjual daging dan ikan. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, Zhi Zhou tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak.

Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga sepuluh keping emas.

Rupanya nilai cincin ini sepuluh kali lebih tinggi daripada yang ditawarkan kepada para pedagang di pasar."

Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas".

"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat hingga ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya, dan itu butuh proses. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas."


DALAM DIRI ANDA TERDAPAT EMAS DAN BERLIAN....
Apakah masih mau disia-siakan?.
ATAU SETELAH MEMBACA EMAIL INI ANDA AKAN MELAKUKAN SUATU
UNTUK MENGASAH BELIAN MENTAH ANDA MENJADI SEBUAT CINCIN YANG INDAH DAN MAHAL?
Salam Sukses

Copas dr email....  :)
this too will pass

Offline chizz_roll

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.028
  • Reputasi: 74
  • Gender: Female
  • Be Mindful
Re: Cincin Emas & Kearifan
« Reply #1 on: 28 August 2008, 07:36:58 PM »
Nice Story... :)
Don't judge the book by its cover.. jadi inget kata2 itu..
thanks yanti for the story  _/\_
ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menangis, tunjukkan kalo kamu mempunyai sejuta alasan untuk tersenyum.. Tersenyumlah selalu.. :)

Offline Surya Kumari

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 248
  • Reputasi: 14
  • Gender: Female
Re: Cincin Emas & Kearifan
« Reply #2 on: 28 August 2008, 07:56:40 PM »
setujuuuu..
cuma zaman sekarang ini semua dinilai berdasarkan penampilan aja...
salah siapa ya?
makan saat sedang makan..minum saat sedang minum..

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.295
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Cincin Emas & Kearifan
« Reply #3 on: 28 August 2008, 08:01:15 PM »
setujuuuu..
cuma zaman sekarang ini semua dinilai berdasarkan penampilan aja...
salah siapa ya?

jangan salahkan bunda mengandung..
salah bapaknya ga pake sarung.. [jokenya ala Guru matematika SMU saya ;D]


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline Surya Kumari

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 248
  • Reputasi: 14
  • Gender: Female
Re: Cincin Emas & Kearifan
« Reply #4 on: 28 August 2008, 08:07:00 PM »
 :))
makan saat sedang makan..minum saat sedang minum..

Offline Jayadharo Anton

  • Sebelumnya: Balaviro
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.300
  • Reputasi: 19
  • Gender: Male
  • Namatthu Buddhassa
Re: Cincin Emas & Kearifan
« Reply #5 on: 28 August 2008, 09:22:14 PM »
Jangan lah kita melihat seseorang dari luarnya saja,apa yang kelihatan dari luar tak selalu sama dengan aslinya
"Kesehatan adalah keuntungan yang paling besar,kepuasan adalah kekayaan yang paling berharga,kepercayaan adalah saudara paling baik,nibbana adalah kebahagiaan tertinggi" [DHAMMAPADA:204]