//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?  (Read 6648 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« on: 22 October 2007, 11:18:18 AM »
Topik ini sengaja saya buat baru untuk memfokuskan pembahasan.
Pertama,agar diskusi di topik lainnya, yaitu: "Tumbuhan: Makhluk Hidup?" bisa terfokus dan tidak terganggu.
Kedua, topik ini sendiri, yaitu: "Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?" merupakan topik yg cukup penting karena akan mempengaruhi motivasi kita dalam belajar Dhamma.

Pada saat-saat awal saya mengenal ajaran Buddha, saya pernah mengajukan pertanyaan sbb:
Saya: Apakah awal pertama dari alam semesta?
Teman: Berdasarkan ajaran Buddha, awal alam semesta adalah tidak terpikirkan
Saya: kok tidak terpikirkan? harus ada sesuatu yg awal dong.
Teman: kenapa sesuatu itu harus ada awalnya? Bukankah sesuatu itu tidak harus ada awal yg absolut adalah lebih masuk akal?
Saya: Lho, sesuatu itu harus ada awalnya dong, mana mungkin tiba2 ada
Teman: awal yg pertama adalah tidak terpikirkan, contoh: adakah bilangan yg terkecil atau adakah bilangan yg terbesar? jawabannya adalah tidak terpikirkan.

Saat itu saya langsung tersadarkan, bahwa selama ini pikiran saya telah "terkonsep" bahwa sesuatu itu harus ada awalnya, padahal kenyataan yg ada tidaklah begitu. Saat itu adalah salah satu peristiwa (selain banyak lagi persitiwa) dimana pola pandang saya langsung berubah drastis.

Peristiwa diatas merupakan salah satu contoh bahwa TIDAK ADA PERTANYAAN YANG SIA-SIA. Padahal pertanyaan saya itu termasuk kategori Accinteya (tidak ternalarkan oleh pikiran manusia biasa), tetapi: PERTANYAAN adalah PERTANYAAN. Pertanyaan timbul karena kita tidak mengerti sesuatu. Tidak ada yang salah bagi seorang yang tidak mengerti dan mengajukan pertanyaan.

Apakah si penanya, setelah mengajukan pertanyaan akan menjadi mengerti atau tidak, tergantung pada dua hal.
Pertama: Kepiawaian pihak yang mengerti dalam memberikan penjelasan
Kedua: Kebijaksanaan dan bathin si penanya dalam menerima dan mengolah jawaban

Jadi, kembali kepada contoh diatas, bagi sebagian orang pertanyaan saya kelihatannya pertanyaan dangkal dan hanya mencari kepuasan intelektual (bisa jadi begitu), namun ternyata dari jawaban yang diberikan, saya malah mendapatkan suatu pandangan baru yg memecahkan konsep lama saya.

IMO:
Tidak ada pertanyaan yang sia-sia, jika ragu tidak perlu takut untuk bertanya.

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #1 on: 22 October 2007, 11:44:41 AM »
Quote
Pada saat-saat awal saya mengenal ajaran Buddha, saya pernah mengajukan pertanyaan sbb:
Saya: Apakah awal pertama dari alam semesta?
Teman: Berdasarkan ajaran Buddha, awal alam semesta adalah tidak terpikirkan
Saya: kok tidak terpikirkan? harus ada sesuatu yg awal dong.
Teman: kenapa sesuatu itu harus ada awalnya? Bukankah sesuatu itu tidak harus ada awal yg absolut adalah lebih masuk akal?
Saya: Lho, sesuatu itu harus ada awalnya dong, mana mungkin tiba2 ada
Teman: awal yg pertama adalah tidak terpikirkan, contoh: adakah bilangan yg terkecil atau adakah bilangan yg terbesar? jawabannya adalah tidak terpikirkan.

Saat itu saya langsung tersadarkan, bahwa selama ini pikiran saya telah "terkonsep" bahwa sesuatu itu harus ada awalnya, padahal kenyataan yg ada tidaklah begitu. Saat itu adalah salah satu peristiwa (selain banyak lagi persitiwa) dimana pola pandang saya langsung berubah drastis.

Peristiwa diatas merupakan salah satu contoh bahwa TIDAK ADA PERTANYAAN YANG SIA-SIA. Padahal pertanyaan saya itu termasuk kategori Accinteya (tidak ternalarkan oleh pikiran manusia biasa), tetapi: PERTANYAAN adalah PERTANYAAN. Pertanyaan timbul karena kita tidak mengerti sesuatu. Tidak ada yang salah bagi seorang yang tidak mengerti dan mengajukan pertanyaan.

Apakah si penanya, setelah mengajukan pertanyaan akan menjadi mengerti atau tidak, tergantung pada dua hal.
Pertama: Kepiawaian pihak yang mengerti dalam memberikan penjelasan
Kedua: Kebijaksanaan dan bathin si penanya dalam menerima dan mengolah jawaban

Jadi, kembali kepada contoh diatas, bagi sebagian orang pertanyaan saya kelihatannya pertanyaan dangkal dan hanya mencari kepuasan intelektual (bisa jadi begitu), namun ternyata dari jawaban yang diberikan, saya malah mendapatkan suatu pandangan baru yg memecahkan konsep lama saya.


Boleh di posting di DC ?
There is no place like 127.0.0.1

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #2 on: 22 October 2007, 11:50:26 AM »
Silahkan Ben, dengan senang hati....
Semoga bermanfaat

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #3 on: 22 October 2007, 11:52:38 AM »
judul topik ini : "Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?"
jawab gw : depend on. :)


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #4 on: 22 October 2007, 12:43:48 PM »
sia-sia kalau: 'udah tau nanya'
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #5 on: 22 October 2007, 12:53:12 PM »
Mungkin maksudnya sia2 itu bila pertanyaan tersebut tidak membawa kita ke pencerahan. Seperti yang pernah saya baca di komik Tsai Chih Chung, Sang Buddha menolak menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan metafisika karena jawaban tersebut tidak membantu untuk mencapai pencerahan
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #6 on: 22 October 2007, 12:54:51 PM »
sia-sia kalau: 'udah tau nanya'
Wew Erika Sawajiri yang satu ini bermakna Zen nih jawabannya
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #7 on: 22 October 2007, 12:55:20 PM »
Jika kita bersikap optimis maka suatu pertanyaan tidak akan pernah sia-sia, tetapi jika kita bersikap pesimis, maka suatu pertanyaan merupakan suatu kesia-siaan. Dan bagaimana jika kita bersikap realitis? Marilah kita renungkan bersama-sama. :)
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Kokuzo

  • Sebelumnya 7th
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.090
  • Reputasi: 30
  • Gender: Male
  • ... running in karma ...
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #8 on: 22 October 2007, 01:26:27 PM »
Setuju.
Tidak ada.
Dan gw juga kurang sreg ama jawaban seperti "pertanyaan semacam itu ga bermanfaat  bagi kemajuan batin", untuk 'mengelak' dari pertanyaan2 seperti awal semesta, hukum alam darimana asalnya, apakah tumbuhan itu makluk hidup, dsb... Bagi yang pengetahuannya udah jauh, ya mungkin saja pertanyaan2 semacam ini ga da manfaatnya lagi... Tetapi bagi yang baru belajar ato umat non-buddhis, ya mungkin bisa sangat bermanfaat...

Contohnya waktu dulu baru2 kenal buddhism, yang banyak gw pertanyakan adalah tentang tuhan/asal mula semesta, memang sampai sekarang belum terjawab... Tetapi dari pertanyaan2 itu setidaknya kalo dijawab sebisa mungkin, bakal ngasi sesuatu buat si penanya, yang mungkin bisa mengajaknya berpikir lebih lagi, dan muncul pertanyaan lain, seterusnya sehingga pengetahuan dan pemahaman bisa bertambah... Bukannya membiarkan si penanya karena menganggap pertanyaan itu gak bermanfaat, buat yang awam, itu malah bikin makin bingung... Kaya beberapa waktu lalu gw ditanya tentang asal mula semesta dan hukum alam oleh umat agama lain, karena gak tau (kebanyakan pertanyaan gw dulu kan gak terjawab), gw gak bisa kasi jawaban memuaskan... Seandainya gw bisa kasi jawaban memuaskan kan mungkin aja dia jadi tertarik ama Buddhism...

Bermula dari pertanyaan tentang tuhan itu, disinilah gw sekarang, n sekarang gw ga peduli lagi dengan pertanyaan itu padahal masih belum terjawab  :)

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #9 on: 22 October 2007, 01:37:12 PM »
kadang jawaban tertentu bisa destruktif efeknya...
ada saatnya dijawab, ada saatnya dijawab sederhana, ada saatnya dijawab gila2an, ada saatnya tidak dijawab

mengenali kondisi si penanya itu sangat penting...
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.437
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #10 on: 22 October 2007, 01:38:05 PM »
Tergantung pertanyaannya sih..
Tapi mudah2an tidak sekedar puas menerima jawaban: "itu adalah rahasia Mr. T".. ^-^
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Hikoza83

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.296
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
  • panda is so cute... ^-^
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #11 on: 22 October 2007, 01:48:39 PM »
kadang jawaban tertentu bisa destruktif efeknya...
ada saatnya dijawab, ada saatnya dijawab sederhana, ada saatnya dijawab gila2an, ada saatnya tidak dijawab

mengenali kondisi si penanya itu sangat penting...

bagus banget komentarnya bro morpheus. :)
kadang pertanyaan sama, tp sikon berbeda, hasilnya akan berbeda kalo dikasih jawaban sama.
contohnya sih pengalamanku : dulu pernah menjawab pertanyaan sama, tp situasi dan kondisi berbeda, hasilnya kacau. :))
sempet bikin org negatif thinking thd Buddhism...  :'(
lalu gw minta maaf sama yg nanya, gw masih perlu banyak belajar dari mereka.

jd inget ada seorang bhante pernah memberiku nasehat ini :
Belajar memahami orang lain, bisa jadi bijaksana.
Belajar memahami diri sendiri, bisa pencerahan.

Semoga bermanfaat untuk semua.


By : Zen
Aku akan melaksanakannya dengan tubuhku,
Karena apa gunanya hanya membaca kata-kata belaka?
Apakah mempelajari obat-obatan saja
Dapat menyembuhkan yang sakit?
[Bodhicaryavatara, Bodhisattva Shantideva]

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #12 on: 22 October 2007, 02:16:59 PM »
kalau dilihat sekilas 'bertanya' bukan sekedar ingin mendapatkan 'jawaban'.

ada kalanya orang bertanya namun mengharapkan jawaban yg diinginkan (nanya kok maksa?).

ada tujuan yg lebih jauh dari jawaban...

hanya spekulasi saya: datang kepada Buddha adalah untuk mencari pencerahaan. jadi kalau jawabannya akan menjauhkan dari pencerahaan, maka supaya ga OOT, Buddha ga mo jawab (walaupun harapan penanya adalah supaya lebih in-topic).
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline mushroom_kick

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.303
  • Reputasi: 92
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #13 on: 30 November 2007, 11:28:06 AM »
Tidak ada pertanyaan yg sia-sia, kecuali yang ditanya gk tau jawabannya :whistle:
Segala fenomena bentuk & batin tidaklah kekal ada na.....
Semua hanyalah sementara.....

Offline Kembara

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 426
  • Reputasi: 13
Re: Adakah Pertanyaan Yang Sia-Sia?
« Reply #14 on: 30 November 2007, 01:57:57 PM »
kadang jawaban tertentu bisa destruktif efeknya...
ada saatnya dijawab, ada saatnya dijawab sederhana, ada saatnya dijawab gila2an, ada saatnya tidak dijawab

mengenali kondisi si penanya itu sangat penting...


Betul sekali, saya telah belajar dari pengalaman, ada saatnya sebuah pertanyaan tidak perlu dijawab, dan kita tidak perlu merasa bersalah atau gengsi.

Selama pertanyaan dan jawabannya berguna bagi diri kita, bagi penanya dan bagi orang lain disekelilingnya yang turut mendengarkan / membaca, apabila kita menguasai permasalahannya patutlah kita jawab.

Akan tetapi, walaupun kita bisa jawab sebuah pertanyaan, tetapi pertanyaan yang diajukan mengandung maksud tertentu yang tidak baik, ada baiknya tidak usah dijawab agar tidak terjadi polemik dan hal2 yang tidak diinginkan.

Kata2 Bro Morpheus yang singkat sederhana, memberi makna yang dalam.

Anumodana.
SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA
SADHU, SADHU, SADHU.

_/\_


 

anything