//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perbedaan Niat dan Semangat  (Read 12100 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline cowcool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 132
  • Reputasi: 7
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #15 on: 24 September 2007, 01:17:00 PM »
Yang jelas selama belum mencapai enlightment , viriya mutlak dibutuhkan .... kalau sudah tercapai .... mohon info kebenarannya  :)
ShoeDistro.com
Depotkantor.com

Offline Predator

  • Sebelumnya: Radi_muliawan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 585
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
  • Idealis tapi realistis dan realistis walau idealis
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #16 on: 27 September 2007, 09:12:38 AM »
Yang jelas selama belum mencapai enlightment , viriya mutlak dibutuhkan .... kalau sudah tercapai .... mohon info kebenarannya  :)

Yup.. btw saya juga agak penasaran mengenai yg pernah saya dengar.. mengapa jika seseorang mencapai arahat jika tidak melakukan "mengajarkan dhamma" maka usianya hanya 7 hari
susah dan senang, sakit dan sehat selalu silih berganti

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.404
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #17 on: 27 September 2007, 10:23:51 AM »
bukan "mengajarkan dhamma", tetapi masuk dalam komunitas yang sudah ada systemnya, system sustain kehidupan.
There is no place like 127.0.0.1

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #18 on: 28 September 2007, 06:08:52 PM »
sepertinya di tipitaka tidak pernah memastikan soal 7 hari ini yah? Hanya penarikan kesimpulan dari beberapa kejadian di tipitaka: beberapa umat awam yg mencapai arahat dan meninggal pada hari itu juga. Juga Raja (Bimbisara?) yg mencapai arahat dan meninggal pada hari ke 7? ----> CMIIW

Tapi, katanya, (penjelasan ini cukup masuk akal):
~pondasi yg lemah tidak mungkin menunjang bangunan yg kokoh.
~lagipula tidaklah mungkin bagi seorang arahat untuk tetap tinggal dikehidupan berumahtangga

::
 
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline hendri

  • Teman
  • **
  • Posts: 64
  • Reputasi: 3
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #19 on: 29 September 2007, 05:52:39 PM »
perbedaan
niat dan semangat
[/b].
kalo pake logika jelas aja berbeda, menurut saya:
niat adalah suatu tindakan/keinginan yang ingin kita capai entah niat posotif atau negatif.
sedangkan semangat adalah suatu yang timbul untuk mencapai niat tersebut.

kalau di sangkut pautin dengan karma yah terganting dari manusia itu sendiri.. :) :)
Semoga Semua mahkluk hidup berbahagia

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #20 on: 22 October 2007, 02:22:46 PM »
apakah semangat adalah 'ketamakan'?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Predator

  • Sebelumnya: Radi_muliawan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 585
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
  • Idealis tapi realistis dan realistis walau idealis
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #21 on: 22 October 2007, 02:33:14 PM »
apakah semangat adalah 'ketamakan'?

Ketamakan kan jelas itu menyerupai keserakahan
Semangat dengan ambisius aja bisa dikatakan serupa tapi tak sama
susah dan senang, sakit dan sehat selalu silih berganti

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #22 on: 22 October 2007, 02:38:37 PM »
Benar yg dijelaskan oleh Bro Radi,

Semangat tidak sama dengan ketamakan.

Merujuk ke Abhidhamma, 52 Faktor bathin:
~ Semangat (Viriya) adalah Annasamana Cetasika(faktor bathin NETRAL)
~ Ketamakan (Lobha) adalah Akusala Cetasika (faktor bathin yg tidak bermanfaat / buruk)

Jadi, SEMANGAT adalah NETRAL, bisa saja baik atau juga buruk, tergantung faktor batin yg bersekutu dengannya.
Jika semangat bersekutu dengan lobha, maka akan menjadi buruk, jika semangat bersekutu dengan karuna maka akan menjadi bermanfaat.


::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #23 on: 22 October 2007, 02:44:17 PM »
dapatkah memberikan contoh semangat yg bersekutu dg karuna?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #24 on: 22 October 2007, 03:15:21 PM »
Benar yg dijelaskan oleh Bro Radi,

Semangat tidak sama dengan ketamakan.

Merujuk ke Abhidhamma, 52 Faktor bathin:
~ Semangat (Viriya) adalah Annasamana Cetasika(faktor bathin NETRAL)
~ Ketamakan (Lobha) adalah Akusala Cetasika (faktor bathin yg tidak bermanfaat / buruk)

Jadi, SEMANGAT adalah NETRAL, bisa saja baik atau juga buruk, tergantung faktor batin yg bersekutu dengannya.
Jika semangat bersekutu dengan lobha, maka akan menjadi buruk, jika semangat bersekutu dengan karuna maka akan menjadi bermanfaat.

Lobha cetasika : keserakahan, faktor batin yg menyebabkan terikat terhadap objek

 Viriya = semangat (daya tahan batin/endurance), faktor batin yg membangkitkan semangat dan memiliki cirri khas mendukung, mengukuhkan, mempertahankan faktor-faktor batin. Di dalam kitab komentar, yaitu Atthasalini, viriya seyogyannya dipandang sebagai akar dari semua pencapaian.

Kalo Sis Tesla mau tahu lebih jelas ttg Cetasika ( faktor Batin ) bisa buka link ini :
http://www.dhammacitta.org/forum/index.php?topic=422.0


 _/\_   :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #25 on: 22 October 2007, 03:15:53 PM »
Siap Bu Tesla... !  ;D

Contoh semangat yg bersekutu dengan Karuna:
~ Berdana

Ketika melihat pengemis dipinggir jalan, timbul rasa belas kasihan (karuna) dan kemudian timbul semangat yang mendorong kita untuk membantu pengemis tsb. ----> karuna + viriya

Tapi, bisa juga lain ceritanya:
orang2 bercerita bahwa berdana akan mengakibatkan kita bertambah kaya. Akibatnya kita mencari seorang pengemis untuk dikasih duit. Tidak ada rasa belas kasihan yg timbul, yang ada adalah keinginan tamak untuk menjadi kaya. Disini semangat bersekutu dengan Lobha ---> viriya + Lobha

Sebenarnya banyak faktor mental yg timbul pada kedua contoh diatas, tetapi kita ambil yg berkaitan dengan semangat, untuk menjelaskan kalsifikasinya yg NETRAL.

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #26 on: 22 October 2007, 03:58:10 PM »
ganti avatar dulu... ga enak dipanggil sis & bu

dah melekat dg gender yg skr.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #27 on: 22 October 2007, 04:11:31 PM »
maaf belum dapat menyelami berbedaannya...

bagaimana kalau kita beberbicara tentang semangat saja dulu (Viriya).

semangat utk berbagi.

semangat untuk memberikan sepotong roti kepada anakmu yg hanya kamu punya padahal hanya itu yg kamu punya padahal kamu juga dah lapar banget. semangat yg sama jg dimiliki oleh anakmu. kemudian kamu memaksa anakmu untuk memakan roti itu, sedangkan anakmu memaksa kamu untuk memakan roti juga.

yang saya lihat adalah ketamakan untuk berbuat baik. gimana?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #28 on: 22 October 2007, 05:15:00 PM »
Tesla....

Semangat untuk berbagi antara ibu dan anak

Untuk membedah kasus ini, kita pastiin dulu NIAT si ibu dan anak.

~ Jika Niatnya adalah KETAMAKAN ingin mendapat pahala dengan berbuat baik, ini jelas LOBHA. LOBHA adalah MENGENGGAM OBJEK DENGAN KUAT. Objeknya bisa apa saja. Bisa objek baik bisa juga objek buruk. Objek baik misalnya: ke vihara, kalau nggak bisa ke vihara maka uring2an, kesal (objek bagus, yaitu ke vihara, tapi motivasinya Lobha, sehingga muncul penderitaan), objek buruk misalnya: mencuri (kalo ini sudah jelas yah lobhanya)

~ Jika niatnya adalah Metta / Karuna, berarti telah terbebas dari kemelekatan (Harap bedakan cinta melekat / lobha dengan Metta). Berarti niat baik.

Dari kasus si Ibu dan anak, sy pikir adalah keinginan berbuat baik namun caranya salah. Ini harus pake jurus selanjutnya, yaitu B3: Baik, Benar, Bijaksana;
Apakah tujuannya baik? Berbagi ke anak, jelas baik
Apakah pelaksanaannya telah benar? Saling tolak, berarti belum benar
Apakah bijaksana? Kedua-duanya mati kelaparan, tidak bijaksana yah...

Kalo mau tau lebih jelas tentang B3 ini akan kita undang pakarnya, ntar akan sy telepati orangnya, jaraknya 1500 km dari tempat saya sekarang  ;D

Jadi kembali kepada pertanyaan Tesla, Semangat Berbagi (apakah Lobha ataukah Karuna) patokan kita adalah bathin yang menyertainya, Bisa: lobha, dosa, karuna, metta. SEMANGAT hanyalah sebagai pendorong (pelengkap)

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Gun@saro

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 111
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
  • Satisampajañña
Re: Perbedaan Niat dan Semangat
« Reply #29 on: 22 October 2007, 05:39:15 PM »
Ketika ada kata "paksa", maka lobha sdh mulai berperan... Bentuknya seperti apa? Intimidasi superioritas sebagai ortu? Anak juga, mulai merengek?
Jika viriya bersekutu dgn karuna, maka "paksa" yg kita asumsikan negativ itu gak akan muncul. Perlu diingat, faktor bathin muncul, berproses, & padam dgn sangat cepat. Mereka akan muncul sesuai dgn pengkondisian (sikon) plus kualitas bathin akumulatif saat itu. Bagi yg terlatih, ortu misalnya, akan sabar persue anaknya. Yg krn latihannya kurang, karuna berubah menjadi lobha-mula-citta...

*

Poin lain adalah, mmg ada kenyataan bahwa, perbuatan baik, motivasi baik, konsep baik ~ berpotensi "menjadi obyek": lobha & dosa juga lho... Misalnya: memukul anak sendiri yg bandel. Berdana ke vihara, pas ketemu temen lama, dikatain cari muka/popularitas; muarah besar...
Nah, saat menasehati anak dgn sabar; sampai momen itu, yah baik. Krn bandel (ini dia kondisi/penyebabnya), suasana berubah ~ maka dicubit. Cubitan bengkak, ortu menyesal, trus bilang: "Gara² elu sih bandel, owe kan sayang & mau U baik. Krn ngenyel, wa cubit, tuh lihat akibatnya, jadi bengkak..." Diobati dgn obat gosok dgn telaten, saat itu, karuna muncul kembali... Semua silih berganti...

*

B³ (baik, benar, & bijaksana) perlu kita jadikan reminder. Tidak gampang, bukan berati tidak bisa... Perlu dipoles senantiasa...
Ada ormas berniat menutup tempat maksiat, krn hal itu membobrokkan moral. Motivasinya 'baik', poin pertama dr B³, dapet. Caranya, tempat hiburan diajak dialog, diberikan himbauan; caranya 'benar', poin kedua dr B³, dapet lagi. Ada tempat hiburan yg tdk indahkan himbauan; ormas itu datang & diobrak²; nah, poin kedua ('benar') sdh tdk terbina lagi... Kalo caranya saja sdh tidak 'benar', poin 'bijak' sdh pasti jauh dr realita yah?

*

Motiv membantu memang 'baik', perlu dilaksanakan dgn cara yg 'benar'. Apapun konsekuensinya, harus dihadapi dgn 'bijaksana'. Sama seperti donatur vihara di atas; niat 'baik' berdana, kepada vihara sbg metode yg 'benar'. Namun ketika muaruah besar saat "disentil" oleh temen lamanya ~ nah reaksi bathin marah itulah yg menjadi reaksi tdk 'bijaksana'...
Sulit? Wah... memang tidak gampang... Tapi sangat³ berharga utk diperjuangkan...

*

Beberapa saat lalu ketika makan di subuah restoran yg ada kolam ikan. Anak² bermain dgn ikan, kasih makan. Mereka senang sekali kasih ikan makan. Itu terjadi faktor bathin positiv lho... Nah, saya tanya ke salah satu yg sekolah di bangku kelas 3, SD: "Asyik yah? Ikannya cakep yah, mereka pasti senang dikasih makan. Kamu tega gak makan dia?"
Anak itu menjawab: "Daripada aku makan dia, mending aku kasih dia makan..."
Twinggg... Belajar kebijaksanaan baru dr anak SD kelas-3, saya kagum dgn kepolosannya...
Dia punya keputusan utk suatu pilihan. Bukan cuma memilih utk tdk memakan ikan itu (menghindar), tapi juga memutuskan utk memberikan makanan utk ikan itu, aktiv...
Sukhi Hotu...

Gunasaro