//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Trading Psychology  (Read 24704 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Trading Psychology
« Reply #120 on: 24 November 2011, 12:05:06 PM »
GBP.USD,  AUD.USD, NZD.USD  udah ada yg ngelong ?

GBP
negara UK sedang Quantitate Easing (QE) lho... saya kira lebih baik sell on rally daripada buy on dip sekarang. di sisi US, udah stop QE. maka lebih baik kita long yg currencynya lagi ke arah penguatan. Apalagi kalau nanti Operation Twist (OT) berakhir, USD bisa menguat jauh. OT berakhir june 2012, seharusnya dari sekarang sampai menjelang itu, USD akan rally terus.

AUD & NZD
kedua negara ini bergantung pada komoditas dan juga punya interest rate lumayan. kakak adiklah sama Indonesia. kalau diliat dari situasi Euro Crisis, China, US... economy sedang slowing down. demand thd commodity akan terpukul, imho juga sebaiknya sell on rally. jadi kita tunggu naik dahulu baru kita pasang sell. karena major trendnya bearish.

IDR
imho, IDR bukan mata uang yg bebas diperdagangkan. so kesempatan bagus utk tukar IDR jadi USD selagi devisa negara kita masih kuat buat nahan level nilai tukar skrg ini... (saya dah tukar di area 89xx hihihi)


disclaimer:
di atas itu cuma opini, jgn digunakan sbg acuan trading...
« Last Edit: 24 November 2011, 12:08:56 PM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Trading Psychology
« Reply #121 on: 24 November 2011, 12:06:48 PM »
harus klik bagian mananya oom ??

brokernya yg mana? caranya beda2 tiap broker. jadi harus hubungin perwakilannya lgs utk withdraw biasanya.
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline alligator

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Trading Psychology
« Reply #122 on: 03 February 2012, 11:07:34 AM »
kalo psikologi trading ane cool n calm gan, karena dulu sempet baca sebuah artikel yg saya cantumin di bawah:)


Quote
Psikologi trading ala James Bond


Cool and calm dalam menghadapi musuh, itulah Bond, James Bond. Ketika dia menghadapi baku tembak dengan teroris, dia tau dia akan menang. Bond dikenal selalu bisa meloloskan diri dari keadaan terjepit dan itu membuatnya ditakuti musuh.

Hmmm … mungkin apa yang Bond tidak kuasai adalah trading :D

Sebaik apapun strategy anda dalam trading, namun apabila anda tidak se- “cool and calm” James Bond, maka trading anda akan banyak mengalami loss.

Menjaga kestabilan psikologi dalam trading menjadi tes dari waktu ke waktu. Trader dituntut untuk bisa tetap tenang dalam menghadapi fluktuasi harga yang terjadi di market.
Stay cool under pressure

Ketika Bond harus meloncat diantara dua gedung tinggi, dia tau dia bisa melakukannya. Tidak ada rasa ragu-ragu didalam keputusannya.

Dalam mengambil keputusan trading, trader harus mengesampingkan rasa ragu, serakah dan rasa takut. Trader yang terlibat secara emosional dalam trading seringkali membuat suatu kesalahan fatal dan tidak perlu.

Seringkali kita menjadi tidak disiplin setelah berhasil melakukan beberapa kali trading yang profit, ataupun terlalu cepat berganti-ganti strategi setelah gagal dalam satu atau dua kali entry position.

Salah satu kunci penting sebagai trader yang baik ialah mampu untuk mengatasi faktor emosi yang terjadi dalam tradingnya dan tidak terjerumus didalamnya.


Know when to take a Break
Ketika kita dalam posisi loss berturut-turut, pikirkanlah untuk berhenti sejenak sebelum rasa takut dan serakah mendominasi strategi trading kita. Tidak semua trade yang kita lakukan bisa kita menangkan. Untuk itu, trader harus mampu menerima kekalahan.


Kita bisa beristirahat beberapa hari tanpa mengamati market untuk membersihkan pikiran dan “mengobati” kesalahan trading anda. Tetap terus melakukan trading secara membabi buta dalam mengejar kerugian trading seringkali justru menghasilkan loss yang lebih besar, dan menghancurkan psikologi kita.

Selalu ada hari esok untuk trading. Melalui pengembangan risk and reward ratio yang tepat, kita dapat “membayar” loss trading kita. Untuk itu para trader diharapkan untuk selalu mengingat poin – poin dibawah ini :

  • Batasi posisi loss anda dengan stop loss.
  • Jaga jumlah lot trading anda secara reasonable.
  • Ketahuilah selalu resiko dan reward yang akan anda dapatkan
  • Pastikan dana kita lebih dari cukup untuk trading.
  • Jangan melakukan penambahan pada posisi trading yang loss.
  • Belajar dari kesalahan dan mencatatnya dalam jurnal trading.

Sumber
« Last Edit: 03 February 2012, 11:19:36 AM by alligator »

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Trading Psychology
« Reply #123 on: 09 August 2012, 11:20:16 PM »


Apakah member DC masih melakukan aktifitas ini ? (Forex Trading)

sepi peminat nih   :)
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Trading Psychology
« Reply #124 on: 10 August 2012, 10:53:34 AM »
saya masih kok :Peace:
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Trading Psychology
« Reply #125 on: 11 August 2012, 12:39:51 AM »

om tesla,
bagaimana perkembangannya ? (+/-)
sekarang pakai broker apa ?

btw, hari ini range kecil banget unt EU dan untung kami sdh keluar pada posisi entry point sebelum "rumor" menyergap pasar.
ndak ngira pagi ini, RBA statement bisa sedahsyat itu dan GBP bisa terjun lebih dalam dalam dibanding EU pada saat sesi pembukaan London.


saya masih kok :Peace:
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Trading Psychology
« Reply #126 on: 11 August 2012, 10:13:32 AM »
skrg posisi masih ga berubah... saya ga gitu aggresive ubah2 posisi skrg...
pengalaman mengatakan trading long-term lebih profitable drpd masuk-keluar-masuk-keluar



jg skrg lagi taruh asset lebih di saham...
« Last Edit: 11 August 2012, 10:21:17 AM by tesla »
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Trading Psychology
« Reply #127 on: 11 August 2012, 10:32:49 AM »
punya posisi long term apa ?

sekalian tanya, kira2 gmn mengambil posisi entry point-nya ? mohon dicerahkan.
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Trading Psychology
« Reply #128 on: 11 August 2012, 02:10:54 PM »
saat ini posisi currency cuma AUD. long term.
kenapa diambil, karena sudah mengarah ke safe haven. AAA country dg yield yg oke.
scr ekonomi yg berbasis ekspor sbnrnya posisi ini wrong... demand skrg rendah.
sebenarnya di account lain sudah deleveraging byk posisi ini sejak 1.05xx. jadi ini bukan rekomendasi ya...

saya byk pindahin ke saham indonesia.
menurut saya lebih safe dan good yield. krn yg saya bidik sektor konsumer yg tahan krisis dan harganya pas murah.
contoh salah satunya INDF, Indofood.
saya masuk di harga 4850/lembar (6 bulan lalu). skrg udah 5300, plus sudah dpt dividend 190/lembar.
jadi returnnya dalam 6 bulan ini:
200+450=650/lembar = 13%.
sisi jeleknya krn ini sumber permodalan, maka ga ada leverage...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Trading Psychology
« Reply #129 on: 11 August 2012, 06:59:59 PM »
thx's sdh di-ingatkan ttg ozy.
rada heran juga kenapa bisa nilainya bisa setinggi itu dan cepat recovery setelah ada guncangan
dengan melihat mata uang lain nilainya merosot setelah terjadi guncangan tapi berbeda dengan ozy.

untuk INDF, kami juga mengambil di harga yang sama tapi sdh lepas barang di cumdate dan sampai saat ini harga masi dalam kisaran yang sama.
dilepas karena liquiditas INDF kecil sekali dan pertimbangannya dia merupakan persh holding company (perusahaan induk)
berbeda dengan persh2 dibawah bendera INDF lainnya: LSIP, SGRO, SIMP & ICBP.
Deviden INDF sebesar 175.

potensi yang masi berpeluang, menurut kami, adalah SIMP (Salim Invomas pratama).
Dengan pertimbangan harga masih murah dan prospek kedepan di agri masih luas sebagai support ke persh induk.
sedangkan LSIP & SGRO kepemilikannya oleh INDF berupa prosentase dan berita terakhir komposisi INDF di SGRO sudah mulai berkurang (pernah baca datanya tp sdh agak lama).

secara garis besar, untuk saat ini menurut kami, index akan sulit bergerak kenilai yang lebih tinggi karena sentimen dari luar.
dan pergerakan hanya pada item yang 2nd layer, 1st layer-nya sdh stuck ataupun less profit dibandingkan dengan periode2 yang lalu.
Disclaimer: ON
« Last Edit: 11 August 2012, 07:01:44 PM by Mas Tidar »
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Trading Psychology
« Reply #130 on: 12 August 2012, 08:57:02 AM »
Deviden INDF sebesar 175.
thanks koreksi INDF nya :)
saya lom lepas INDF karena menurut saya fair valuenya masih belum kecapai.

Quote
potensi yang masi berpeluang, menurut kami, adalah SIMP (Salim Invomas pratama).
Dengan pertimbangan harga masih murah dan prospek kedepan di agri masih luas sebagai support ke persh induk.
sedangkan LSIP & SGRO kepemilikannya oleh INDF berupa prosentase dan berita terakhir komposisi INDF di SGRO sudah mulai berkurang (pernah baca datanya tp sdh agak lama).
salim invomas secara valuasi saya, fair valuenya bisa 1800~2000. cukup bagus utk dibidik juga.
cuma datanya saya cuma ada 4 thn (dari 2008) rasanya ga comfort utk ambil perusahaan ini.

Quote
secara garis besar, untuk saat ini menurut kami, index akan sulit bergerak kenilai yang lebih tinggi karena sentimen dari luar.
dan pergerakan hanya pada item yang 2nd layer, 1st layer-nya sdh stuck ataupun less profit dibandingkan dengan periode2 yang lalu.
Disclaimer: ON
index agak susah dijadikan patokan, krn all-in-one. jadinya (keliatan) yg big cap yg jadi pegang kendali.
menurut saya sih enaknya cherry picking aja utk saat ini, jd emg 2nd liner yg berubah2... mungkin yg patokan index skrg rasa aneh ya, index 4000-4100 serasa di index 3500 :P

kalau saham lain yg saya incar: AISA (TPS Food), CPIN (pokhand), MICE (pigeon)
utk MICE mungkin coret deh, krn saya rada pesimis dg lampu HORI nya... kok kemasannya murahan ya, padahal itu marketing paling vital... :D
just sharing... jadi sama, Disclaimer ON >:D

btw maksudnya "kami" itu siapa Mas Tidar, apa Mas Tidar ada investment group ya?
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Trading Psychology
« Reply #131 on: 12 August 2012, 10:47:43 AM »
om Tesla,

dapat data-nya "fair value" dari mana ? & pakai broker apa ?
OLT yg kami gunakan kurang mensupport data2 fundamental sperti screenshot diatas.

SIMP memang persh baru. Perkiraan kami ini digunakan INDF untuk mengurangi ketergantungan-nya dari persh palm oil sejenis (SGRO, LSIP).
kebiasaan Grup salim akan masuk produksi dari hulu s/d hilir. Perlu validasi "insider" ;D
Ada member DC yang memiliki info "insider" ? Sharing dong, GRP will be sent immediately.

kami setuju dg AISA, CPIN & MICE.
Koleksi AISA & CPIN merupakan pilihan yang tepat tapi sekarang bukan saat yang tepat.
Musim "ayam" (Lebaran, Natal, tahun baru & CNY) baru pada saat puncaknya. Biasanya 2 item ini uptrend pada saat menjelang lebaran dan mencapai dasar harga pada support kuat pada kisaran bulan Dec s/d maret. Tambah satu lagi untuk item sejenis ini MAIN, mirip dengan CPIN.

Sis MICE, kami kurang nyaman dengan yang satu ini. Memang dia yang pegang flagship dibagiannya. Dunow Why ?


Disc: ON :)


maksudnya "kami"
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline sanjiva

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.091
  • Reputasi: 101
  • Gender: Male
Re: Trading Psychology
« Reply #132 on: 12 August 2012, 11:41:04 AM »
Arti pemakaian we (kami) menurut wiki :

1. We is the nominative case of the first-person plural pronoun in the English language.

2. Majestic plural, or the Royal "We"
is the use of a plural pronoun to refer to a single person holding a high office, such as a monarch, bishop, or pope. It is also called the royal pronoun, the royal "we" or the Victorian "we". The more general word for the use of we to refer to oneself is nosism, from the Latin nos.[1] It is most commonly used to denote the excellence, power, and dignity of the person that speaks or writes.


Jadi menurut wiki raja dan tokoh keagamaan (bhikkhu juga?) memakai istilah kami untuk menyebut dirinya.  Para pejabat Indonesia (khususnya di masa Orba) juga sering memakai kata kami untuk membahasakan diri sendiri.  Bahkan tuhan di samawi pun membahasakan dirinya dengan 'kami'.

IMHO, we is not a humble pronoun for self but the opposite.   _/\_
« Last Edit: 12 August 2012, 11:43:13 AM by sanjiva »
«   Ignorance is bliss, but the truth will set you free   »

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Trading Psychology
« Reply #133 on: 12 August 2012, 12:13:04 PM »
dapat data-nya "fair value" dari mana ? & pakai broker apa ?
OLT yg kami gunakan kurang mensupport data2 fundamental sperti screenshot diatas.
dapat dari sini. register but free.
ada 2 valuasi, 1 metoda Benjamin Graham, 1 lagi Discounted Cash Flow (spt yg tadi saya post).
however, walau dpt "fair value" ga bisa mentah2 dijadikan pembuat keputusan.
krn byk perusahaan2 yg ternyata cuma loncat 1-2 tahun...
makanya saya lebih suka cari yg punya long term benar2 stabil.

kalau utk broker, etrading ada include di system trading mereka. however tidak begitu membantu...

Quote
SIMP memang persh baru. Perkiraan kami ini digunakan INDF untuk mengurangi ketergantungan-nya dari persh palm oil sejenis (SGRO, LSIP).
kebiasaan Grup salim akan masuk produksi dari hulu s/d hilir. Perlu validasi "insider" ;D
Ada member DC yang memiliki info "insider" ? Sharing dong, GRP will be sent immediately.

kami setuju dg AISA, CPIN & MICE.
Koleksi AISA & CPIN merupakan pilihan yang tepat tapi sekarang bukan saat yang tepat.
Musim "ayam" (Lebaran, Natal, tahun baru & CNY) baru pada saat puncaknya. Biasanya 2 item ini uptrend pada saat menjelang lebaran dan mencapai dasar harga pada support kuat pada kisaran bulan Dec s/d maret. Tambah satu lagi untuk item sejenis ini MAIN, mirip dengan CPIN.
ya, group Salim lebih suka punya 1 lini bisnis vertikal (dari atas sampe bawah). dari kelapa sawit, gandum, gula sampe ke makanan jadi kaya indomie, chiki :P

utk industri protein, selain CPIN & MAIN, ada JPFA juga yg baru merger dg MBAI, baik CPIN maupun JPFA saya taunya mereka juga punya lini bisnis vertikal (dari bawah sampe atas).

Spoiler: ShowHide




namun saya lebih suka pilih CPIN krn:
  • baik MAIN & JPFA punya rasio hutang (DER) besar
  • MAIN scr ROE lebih efisien daripada CPIN, tapi scr ROA masih kalah dg CPIN, artinya MAIN itu ditunjang hutang, bukan ditunjang modal. kalau JPFA sih jelek lah efisiensinya. iklan melulu mungkin tendangan sosis madun hahaha...
  • CPIN adalah market leader
  • Good Coorporate Governance, sewaktu di 2009 CPIN profit fantastis, dan duitnya dipake buat bayar hutang (utk ini yg lain jg sih)
  • Thn 2011 CPIN melakukan CAPEX yg cukup besar, saya expect akan membuahkan hasil di 2012 ke atas. di Lap Q2 sebenarnya udah ada tanda2...

jadi kalau aggresive sih, enak investing di MAIN ketika normal, & invest di CPIN ketika krisis.
(ketika krisis yg punya hutang besar bisa terpuruk bahkan bisa tutup karena ga bisa refinance)
kalau mo manage risk  CPIN aja. hehehe

Soal musim, sbg value investor, saya justru suka ini krn time frame saya lebih besar daripada pergerakan musim...
pengalaman saya buy & hold lebih profit daripada buy-sell-buy-sell...
pengalaman saya buy-sell-buy-sell justru memperbesar resiko aja, jg decision making sangat dangkal, krn targetnya sesaat :hammer:

Quote
Sis MICE, kami kurang nyaman dengan yang satu ini. Memang dia yang pegang flagship dibagiannya. Dunow Why ?
HORI jelas merk baru... kalau PIGEON iya. mungkin market bayi udah jenuh ya... (tapi rasanya engga deh... hahaha) makanya mereka expand ke lampu? tapi kalau saya liat ekspansi ke bola lampu ini kok kayanya tanggung2 dan sebenarnya pasar bola lampu itu menurut saya udah red ocean (persaingan berat).

em yg lain mungkin IMAS jg bagus... (wait n see dulu sih... kenapa dulu drop parah ya?)

Quote
maksudnya "kami"

oooh...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Trading Psychology
« Reply #134 on: 13 August 2012, 01:40:19 PM »
untuk INDF, kami juga mengambil di harga yang sama tapi sdh lepas barang di cumdate dan sampai saat ini harga masi dalam kisaran yang sama.
dilepas karena liquiditas INDF kecil sekali dan pertimbangannya dia merupakan persh holding company (perusahaan induk)
berbeda dengan persh2 dibawah bendera INDF lainnya: LSIP, SGRO, SIMP & ICBP.
Deviden INDF sebesar 175.

saya review ulang INDF, net incomenya Q1 ternyata ga sesuai projeksi, jadinya out jg di 5350 (dulu di atas ini ga out wkwkwk).
thanks infonya
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~