//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Indra

Pages: 1 ... 7 8 9 10 11 12 13 [14] 15 16 17 18 19 20 21 ... 937
196
DhammaCitta Press / Re: Pembahasan ANGUTTARA NIKAYA
« on: 26 November 2013, 02:21:37 PM »
penuh kerinduan maksudnya bgmana ya??

dalam Pali disebut abhijjhā serupa dengan lobha

197
Oh.. paritta "ettavata" itu karya para seniman ya Om..?

maaf sudah mengecewakan anda.

198
Semoga paritta yang saya baca setiap kebaktian di Vihara bukan karya para seniman.  :)) 

kalau begitu anda pasti tidak pernah baca paritta "etavata" atau "patidana"

199
_/\_  yang saya dengar dari Bhante, membaca parita berarti mengulang khotbah-khotbah Sang Buddha, jadi saya tidak ragu untuk melakukannya.
Dengan "Jalan mulia berunsul delapan" jalan bersama, kenapa tidak.. :))

Paritta apa yg anda maksudkan? sebagian besar paritta yg terdapat pada buku paritta yg beredar umum itu malah bukan khotbah Sang Buddha, melainkan kebanyakan adalah karya para "seniman"

200
Pengalaman Pribadi / Re: Dompetku hilang
« on: 25 November 2013, 07:20:12 PM »
wah masi bisa balik dompetnya...
2 kali ilang ga ada yang di balikin...  :'(
akhirnya saya kemana2 bawa tas kecil biar ga lupa

sama, sekarang saya juga keman2 bawa handbag

201
Jurnal Meditasi / Re: The Light, The Fire...
« on: 22 November 2013, 09:08:49 AM »
agreed on that. The whole point is to see the suffering, impermanence and not-self. Unfortunately the book you read is heavily based on theravadan abhidhammic with detailed and complex categorisations and expositions.

IMO, We can do that without knowing or filling up the knowledge of 'detailed'/'abhidhammic' theravada's mentality-materiality nor sarvastivada's nor mahasanghika's nor other sect's. It just an attempt for each sects to explain their interpretations of Buddha's teaching from their sect's point of view. At the early era, a lot of Buddha's disciples were able to get enlightened without those so called 'deep' and 'profound'.

be careful ... it's still not the right time to unfold that fact

202
Buddhisme untuk Pemula / Re: Gunanya mantra-mantra
« on: 20 November 2013, 03:25:11 PM »
Ngam... Betol... Cocok...

Akan tetapi...
Why kita harus ngeluarkan omongan-omongan sarkastik yang sepertinya mencemooh bin melecehkan dan menertawakan keyakinan orang lain.

Yes,
Maybe effective, maybe no...
Maybe oso ridiculous...

But... masa iya sih... kita harus mengeluarkan kalimat yang seolah-olah... gimana geto...

kalau begitu, silakan disensor aja, gue gak keberatan

203
Theravada / Re: Mayat & jhana
« on: 20 November 2013, 03:17:29 PM »
Berarti setuju ya? belum tentu sudah mampus (mati/modar/KO/tewas)

Nah...
Yang bikin gue bingung...
Tulisan tulisan berikut apaan ?




Tulisan-tulisan yang merendahkan, dan juga serta-merta mengoyangkan sanghanusati (keyakinan terhadap sangha)

maksudnya, penjelasan komentar umumnya cenderung "lebay" dan menonjolkan "kegaiban supranatural" yg biasanya tidak dikonfirmasi oleh teks2 otentik. keyakinan terhadap Sangha juga sebaiknya bukan keyakinan karena hal-hal supranatural itu, melainkan karena "Sangha berperilaku baik, lurus, jujur, dsb"

204
Theravada / Re: Mayat & jhana
« on: 20 November 2013, 03:01:12 PM »
"Si kepala perampok Samaõaguttaka menangkap Thera, memukulinya sehingga tulang-belulangnya patah hingga berkeping-keping bagaikan beras pecah, setelah melakukan perbuatan ini yang dikenal dengan palàlapãñhika (menumbuk tulang hingga menjadi debu sehingga menjadi sesuatu yang menyerupai cincin jerami yang digunakan sebagai alas untuk meletakkan sesuatu; suatu kebrutalan.) Setelah melakukan hal itu dan berpikir bahwa Thera telah tewas, si kepala perampok membuang jasadnya di semak-semak kemudian bersama gerombolannya meninggalkan tempat itu."

RAPB buku 3. Penerjemah Inggris - Indonesia: Indra Anggara.


The chief robber Samanaguttaka arrested the Mahathera, hit him and pounded him so that the bones broke to pieces like broken rice, After doing this deed known as palalapithika (pounding the bones to dust so they become something like a ring of straw used as a cushion to put something on; it was a kind of cruelty.) After so doing and thinking that the Mahathera was dead, the chief robber threw the body on a bush and departed together with his men.

205
Buddhisme untuk Pemula / Re: Gunanya mantra-mantra
« on: 20 November 2013, 02:00:20 PM »

206
Theravada / Re: Mayat & jhana
« on: 20 November 2013, 01:23:39 PM »
ini mengilhami dan memotivasi saya untuk menggubah sebuah cerita berbasis keajaiban dan kesaktian ala buddhis yang mudah untuk dinikmati pembaca segala umur :-?

ups, sepertinya udah keduluan

kalau itu sebenarnya lebih dekat dengan kisah ramayana daripada Buddhisme

207
Buddhisme untuk Pemula / Re: Gunanya mantra-mantra
« on: 20 November 2013, 11:24:45 AM »
Nathaniel harusnya berpasangan dengan Bartimaeus

208
Theravada / Re: Mayat & jhana
« on: 20 November 2013, 09:31:43 AM »
Dhammapada dan Udana, kan terdiri dari syair dan kisahnya..

Mereka berdua sama kan ya, bahwa kisahnya bukan berasal dari Buddha..

Ga habis pikir, ada yang merasa pintar mengarang cerita dan mengatakan bahwa itu diceritakan oleh Buddha. Dan heran, ada yang mengukuhkannya sebagai bagian dari Tipitaka..

baru sadar sekarang? kemana aja selama ini?

209
Theravada / Re: Mayat & jhana
« on: 20 November 2013, 08:42:36 AM »
Penjelasan alternatif: ini kan tambahan dr komentar

itu bukan tambahan, tetapi memang semuanya dari komentar, tidak ada sutta yg menceritakan bahkan sebagian dari episode itu

210
Theravada / Re: Mayat & jhana
« on: 20 November 2013, 08:35:00 AM »
paling gampang, "cloning"

Pages: 1 ... 7 8 9 10 11 12 13 [14] 15 16 17 18 19 20 21 ... 937
anything