//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - Indra

Pages: 1 ... 5 6 7 8 9 10 11 [12] 13 14 15 16 17 18 19 ... 937
166
Buddhisme untuk Pemula / Re: Pattidana hanya untuk org mati?
« on: 26 November 2017, 06:08:44 PM »
saya yakin dari ribuan member di sini tidak ada satupun yang hapal semua sutta/sutra, tapi hal itu bukan berarti kita tidak boleh mencari dari sumber yg sudah tersedia di mana2, online maupun offline. anda mengatakan menerima diskusi yg pedas sekalipun yang penting benar. benar yang bagaimana jika tanpa pembanding yang dapat dijadikan acuan?

Jawab: Misalkan seseorang menulis: "Saya orang jahat (mungkin)." Jika tanda kurung itu ditiadakan maka maknanya, ia orang jahat. Jika apa adanya, tidak dibuang maka maknanya bisa jahat/baik. Demikian pula, Tuan memotong pernyataan saya yang diberi tanda kurung siku, maknanya jadi hilang. Maksud saya adalah "Benar" = fakta = apa adanya, bukan tentang benar atau salah, tetapi apa adanya. Apa adanya memang pastinya ke yang benar. Oleh karena itu, saya kurung kata lanjutan, atau mungkin bisa digunakan tanda petik.
Beberapa pernyataan orang lain, tidak dapat dipotong atau dipisah sepotong-potong, Tuan, beberapa mungkin bisa. Seperti halnya layar, tidak bisa dilipat karena akan hancur, demikian pula, beberapa pernyataan tidak bisa dipotong atau dipisah sepotong-potong karena mungkin ada tambahan pada kalimat berikutnya.

bagian yg saya tidak sertakan adalah [apa adanya]. ini tidak saya sertakan bukan dengan tujuan untuk membelokkan maknanya, melainkan karena saya sudah sepakat dgn anda bahwa kata dalam kurung itu memang bermakna sama dengan kata yg mendahuluinya sehingga tidak perlu diulang. baiklah agar tidak berbelok kemana2, saya akan ulangi lagi dengan lengkap

saya yakin dari ribuan member di sini tidak ada satupun yang hapal semua sutta/sutra, tapi hal itu bukan berarti kita tidak boleh mencari dari sumber yg sudah tersedia di mana2, online maupun offline. anda mengatakan menerima diskusi yg pedas sekalipun yang penting benar [apa adanya]. benar [apa adanya] yang bagaimana jika tanpa pembanding yang dapat dijadikan acuan?

Silakan ditanggapi


Quote
Jawab: Tuan, hampir semua yang saya jelaskan, Tuan keliru memahaminya. Saya tidak mungkin menjelaskan A-Z karena ini percakapan online, bukan secara langsung. Tuan pastinya memahami hal ini.

Jika hampir semua yg anda jelaskan telah keliru saya pahami, bukankah itu juga bisa terjadi dengan para pembaca lainnya. Apakah anda tidak merasa berkewajiban untuk meluruskan apa yg telah keliru dipahami itu yang bersumber dari pernyataan2 yang anda buat? dan jika hampir semua yg anda jelaskan telah keliru saya pahami, bukankah anda seharusnya menggunakan bahasa yang lebih mudah untuk dipahami saya dan mungkin para pembaca lainnya juga? dalam hal berdiskusi, saya ingat terjadi diskusi panas puluhan tahun lalu yang pernah saya baca, diksusi/debat itu berlangsung melalui majalah buddhism antara Bhikkhu Myanmar dan Srilanka, kalau gak salah majalah ini terbit 3 bulan sekali, dan debat itu berlangsung tiap terbit selama bertahun2 (3 tahun kalo gak salah), jadi soal online atau offline tidak ada masalah untuk berdiskusi, hanya mungkin cara penyampaiannya memerlukan usaha lebih banyak tapi bukan tidak bisa.

Quote
Maksud saya ketika mengatakan: "Apakah saya boleh membantu pencuri?" = "Apakah saya boleh ikut mencuri?" (tadi kelewat).

"... hanya saja maukah kita membagi jasa kebajikan kepada orang jahat?" Ini maksudnya bukan membantu dia jadi baik, tentu saja membantunya menjadi baik, itu perbuatan yang tidak bisa dikatakan "ditolak". Akan tetapi, maksud saya adalah "Maukah kita ikut berbuat jahat, membantunya melakukan perbuatan jahat?" Jika kita melimpahkan jasa kepada mereka yang jahat, "bisa jadi", kebajikan itu malah menolong sifat jahatnya bertahan lama, bisa juga sifat jahatnya jadi berkurang.
Dalam kasus Yang Mulia Angulima, ini bukan kasus "pelimpahan jasa". Tuan harusnya mengerti makna "pelimpahan jasa". Pelimpahan jasa berbeda dengan "membantu seseorang menjadi baik", ini dua kasus yang berbeda.

anda mulai berputar-putar, sebelumnya anda secara  jelas mengatakan "apakah saya boleh membantu pencuri? silakan dilihat lagi ke atas kalau anda merasa perlu berkelit, awalnya anda memang mengatakan hanya saja maukah kita membagi jasa kebajikan kepada orang jahat? tapi kemudian anda memberikan contoh dengan kalimat apakah saya boleh membantu pencuri?, silakan dibaca kembali secara kronologis, respon saya dengan kasus Angulimala itu adalah tanggapan atas membantu pencuri itu, bukan atas membagi jasa kebaikan yang memang tentu saja tidak apple to apple.

Dan persamaan "Apakah saya boleh membantu pencuri?" = "Apakah saya boleh ikut mencuri?" sptnya agak terlalu dipaksakan, karena bahkan seorang tolol pun akan dapat memahami perbedaannya.

Quote
Pelimpahan jasa = membagi kebajikan
Membantu = menyarankan ia berbuat baik.
Jasa = menginginkan perbuatan baik berbuah.
Di sini anda membuat pernyataan baru lagi yg saya perlu minta klarifikasi, Jasa = menginginkan perbuatan baik berbuah., jadi menurut anda dari kalimat itu jasa adalah sebuah keinginan
Quote
Sepertinya ini sudah cukup jelas untuk pertanyaan berikutnya karena saya lihat, Tuan sepertinya salah memahami makna "pelimpahan jasa".
Itulah sebabnya saya minta penjelasan dari anda agar saya tidak salah memahami.
Quote
Baik sekali jika komentar pertama saya dibaca kembali (jika tidak keberatan).[/b]
sudah menjadi kebiasaan kami untuk membaca sebelum mengajukan atau menanggapi dengan pertanyaan. dan setelah membaca dan ternyata salah memahami, adalah kewajiban pemberi pernyataan untuk menjelaskan sejelas2nya.

167
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 26 November 2017, 05:02:52 PM »

168
Buddhisme untuk Pemula / Re: Pattidana hanya untuk org mati?
« on: 26 November 2017, 04:33:47 PM »
Jawab: Kalau ini, susah bagi saya untuk tidak memuji Sang Buddha, Yang Tercerahkan Sempurna. Kitab suci Buddha terlalu tebal, saya tidak bisa hapal di mana kata-kata itu, pastinya repot sekali setiap ngomong harus buka buku (syukur kalau ketemu). Ok ra, nanti saya lebih hati-hati. (Debat dan diskusi berbeda, saya menerima diskusi, yang pedas sekali pun gak apa-apa, yang penting itu benar [apa adanya]).
saya yakin dari ribuan member di sini tidak ada satupun yang hapal semua sutta/sutra, tapi hal itu bukan berarti kita tidak boleh mencari dari sumber yg sudah tersedia di mana2, online maupun offline. anda mengatakan menerima diskusi yg pedas sekalipun yang penting benar. benar yang bagaimana jika tanpa pembanding yang dapat dijadikan acuan?

Quote
Jawab: saya tidak mengatakan tidak mau berbagi jasa. Saya hanya memberi tanda tanya. Ini seperti halnya ketika seseorang bertanya: "Apakah saya boleh membantu pencuri?" Maka saya jawab: "Apakah baik, pencuri itu dibantu?" Biarlah dijawab masing-masing.
ketika anda mengatakan hanya saja maukah kita membagi jasa kebajikan kepada orang jahat? ini adalah bentuk pertanyaan rhetoris yang menyiratkan bahwa sebenarnya "kita" tidak mau berbagi dengan orang jahat. dan "kita" di sini tentu bukan merujuk pada anda dan saya dan semua orang di sini, melainkan hanya kebiasaan dalam komunikasi yang sebenarnya merujuk pada diri anda sendiri, bukankah demikian atau saya yg keliru memahami? sehubungan dengan contoh kasus "apakah saya boleh membantu pencuri?" jika ini ditujukan ke saya, maka saya akan menjawab "ya, saya akan membantu pencuri, perampok, dan penjahat apa pun; seperti dalam contoh yg saya kutip sebelumnya, toh Sang Buddha juga membantu Angulimala, bukankah sebagai seorang pengikut Sang Buddha kita selayaknya meneladani perilaku Sang Buddha, walaupun tidak semua setidaknya semampu saya.

Quote
Jika suatu perbuatan berjasa dapat dilimpahkan kepada orang/makhluk lain, bagaimana dengan efektivitas hukum karma? dapatkah jasa itu mengintervensi hukum karma? Dalam Dhammapada tercantum syair yg intinya kurang lebih "Oleh diri sendiri seseorang melakukan kejahatan, dan diri sendiri kejahatan ditinggalkan, oleh diri sendiri seseorang menjadi murni, tidak ada orang lain yang dapat memurnikan orang lain."  Bagaimana koneksinya antara opini anda dengan syair ini.
Jawab: yang di atas.
Kalau tidak keberatan tolong di copas lagi, karena saya belum melihat jawaban itu.

Quote
Jawab: oleh karena itu, saya katakan jika bisa lihat si deva (manusia bisa lihat deva), si deva mungkin mau. Sebelumnya saya juga tulis, beberapa deva "mungkin" songong, artinya beberapa mau. Tetapi, deva mana yang mau dilimpahkan, jika kita tidak bisa melihat mereka?
Adakah rujukan mengenai hal ini bahwa melihat dewa dapat menjadi kriteria dewa mau menerima limpahan jasa, serta tentang deva yang "mungkin" songong. ini mungkin penting agar saya bisa mengetahui kapan harus melimpahkan jasa dan kepada jenis deva yg bagaimana.

Quote
Jawab: semua orang mau perbuatan baik. Tetapi, orang jahat umumnya tidak tahu fungsi "Pelimpahan jasa". Kita boleh membagi kepada mereka, seperti yang saya tulis sebelumnya, mau gak kita bantu pencuri? Kalau kita kasihan atau mungkin keluarga kita/belas kasih, ya jawabnya silakan. Saya tidak mengatakan "Tidak".
ketika anda mengatakan " Siapa yang mau menerima kejahatan? ini juga saya pahami sebagai kalimat pertanyaan rhetoris yang maknanya lebih kurang sama spt pertanyaan rhetoris sebelumnya. tapi jika anda sendiri tidak menyetujui jawaban umum dari sebuah pertanyaan rhetoris seharusnya anda menyertakan juga jawaban versi anda.

Quote
Arahat penuh belas kasih, saya tahu itu.

sepakat, tidak ada yg mengatakan sebaliknya di sini.

Quote
Jawab: ada sambungannya, mungkin harus dibaca ulang.
tidak etis jika dalam berdiskusi kita menyensor beberapa kalimat sehingga mengaburkan makna yang disampaikan. oleh karena itu saya terbiasa meng-quote keseluruhan post agar tidak terjadi kesalahpahaman, walaupun saya terpaksa membaginya dalam beberapa segmen agar memudahkan untuk menelusuri pertanyaan/jawaban ini untuk pernyataan yang mana.

Quote
kalilmat di sini agak membingungkan, para deva tidak akan menerima, lalu para deva hanya mau menerima jasa, bukan pelimpahan. para deva akan menerima jika manusia itu bisa melihatnya.' Adalah sewajarnya manusia tidak bisa melihat dewa, kecuali dewa itu yang sengaja menampakkan/memperdengarkan dirinya kepada manusia spt pada kasus Nandamata.
mohon diulang dengan kalimat yg lebih mudah.
Di atas saya sudah menyinggung tentang Nandamata Sutta, mungkinkah seorang raja dewa meminta sesuatu yang tidak akan ia terima?

Jawab: di atas juga sudah saya jawab.
walaupun anda mengaku sudah menjawab, tapi saya tetap tidak menemukan jawabannya, mohon sudi men-copas bagian yang anda anggap sebagai jawaban.

Quote
Jawab: sayang sekali setan kelaparan membutuhkan kebahagiaan untuk "Mati cepat", segera bertumimbal lahir. Karena, usia mereka cukup panjang, bisa ribuan tahun, mungkin ada yang cepat. "Pelimpahan Jasa" inilah makanan kebahagiaan untuk mereka.
Bagaikan nasihat baik yang menuntun seseorang pada kesejahteraannya, demikianlah pelimpahan jasa bagi si "peta".

untuk bagian ini saya menuntut referensi yang sah, karena anda tentu bukan dan tidak mewakili para "setan kelaparan" atau anda bisa dituduh memfitnah "Setan kelaparan"


[quote
Jawab: Tentu saja, Anda ingin mengujiku.
[/quote]
kalau ada yg merasa berkepentingan untuk menguji anda, itu pasti bukan saya, saya sudah cukup sibuk tanpa harus ditambah dengan tugas tidak penting itu, tapi saya punya kepentingan untuk menguji semua opini-opini yang bertebaran di sini, agar tidak terkesan forum ini menyebarkan pandangan salah kepada para pembaca forum.

169
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 26 November 2017, 01:32:14 PM »
GRP itu group?
udah join sejak 09 June 2011, 04:43:18 PM, tapi gak tau GRP? ngapain aja?

170
Buddhisme untuk Pemula / Re: Pattidana hanya untuk org mati?
« on: 26 November 2017, 01:29:59 PM »
Bukan bermaksud mendebat anda, karena pada signature anda tertulis "Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja."

Tapi di sini,agar tidak menyebarkan pandangan sesat maka dihimbau agar semua opini yang mengandung kata "Sang Buddha mengajarkan..." didukung oleh referensi yang otentik, di sutta/sutra mana ajaran itu terdapat.

Pattidana artinya pelimpahan jasa, melimpahkan jasa kebajikan kita. Pattidana perbuatan yang terpuji, hanya saja maukah kita membagi jasa kebajikan kepada orang jahat? Karena, ia tidak akan memanfaatkannya dengan baik. Justru ia mungkin akan merajalela dengan perbuatan jahatnya. Ini seperti halnya terus membantu orang namun orang yang dibantu tidak tahu berterimakasih, tidak mau mandiri, kecuali mungkin untuk orang yang kita sayangi mungkin keluarga atau sahabat, atau lainnya.

Mengapa anda tidak mau membagi jasa kepada orang jahat? apakah sewaktu melatih cinta kasih, belas kasihan, anda tidak mengarahkannya kepada semua makhluk, melainkan kepada semua makhluk yg baik saja? tidak mungkinkah seorang jahat juga bisa menjadi baik? bahkan Angulimala seorang pembunuh pun masih diterima oleh Sang Buddha dan menjadi Arahat.


Jika suatu perbuatan berjasa dapat dilimpahkan kepada orang/makhluk lain, bagaimana dengan efektivitas hukum karma? dapatkah jasa itu mengintervensi hukum karma? Dalam Dhammapada tercantum syair yg intinya kurang lebih "Oleh diri sendiri seseorang melakukan kejahatan, dan diri sendiri kejahatan ditinggalkan, oleh diri sendiri seseorang menjadi murni, tidak ada orang lain yang dapat memurnikan orang lain."  Bagaimana koneksinya antara opini anda dengan syair ini.

Quote
Pelimpahan jasa hanya dapat terjadi apabila si penerima menerimanya. Jika kita melimpahkan jasa kepada para deva, beberapa deva mungkin songong, dengan mengatakan gak butuh, terlebih lagi, deva mana yang mau kita limpahkan? Mereka sudah hidup nyaman (dalam waktu panjang).

Dalam Anguttara Nikaya 7.53 Nandamata Sutta diceritakan bahwa Raja Dewa Vessavana meminta agar umat awam Nandamata "mendedikasikan" kepadanya jasa atas perbuatan berdana makanan kepada Sangha, ini tidak sesuai dengan statement anda di atas. bahkan seorang RAJA DEWA pun masih butuh jasa.

Quote
Lalu bagaimana jika dilimpahkan kepada (manusia) anak dan anak itu tidak tahu? Jika anak itu bermoral, ia akan mendapatkannya dengan sendiri (karena perbuatan baiknya memurnikan pemberian), jika anak itu tidak bermoral maka itu akan menjadi asuransinya, jika ia menolak pelimpahan jasa (suatu saat) maka asuransi hangus. Kalau masih tidak menyadari, mungkin akan berbuah kecil, itupun kalau si pelimpah jasa cukup bermoral.

Ingat! Hanya jasa kebajikan yang bisa dilimpahkan, bukan kajahatan Kejahatan tidak bisa dilimpahkan. Siapa yang mau menerima kejahatan? Ia sendiri pun tidak mau, apalagi orang lain.


Mungkin karena anda adalah orang baik, tapi seorang yg jahat mungkin tidak keberatan menerima kejahatan. bahkan saya (gak tau apakah saya baik atau jahat) tidak akan menolak jika seorang koruptor melimpahkan uang hasil korupsinya kepada saya.

Quote
Intinya, hewan, asura, makhluk di alam Neraka; tidak akan mendapatkan pelimpahan jasa akibat dihalang kamma buruk dan terlebih lagi, mereka tidak mengetahui dan tidak percaya kebajikan itu akan berbuah seperti apa. atau mungkin seperti hewan dikasih duit, tidak tahu cara menggunakannya.
Apakah anda mengatakan bahwa selain hewan, asura, dan makhluk neraka akan DAPAT menerima pelimpahan jasa?
Bisa dijelaskan bagaimana mekanisme "dihalang kamma buruk" ini? apakah selain spesies di atas akan tidak "dihalangi kamma buruk" dan selalu bisa menerima pelimpahan jasa?

Quote

Para deva tidak mungkin menerima pelimpahan jasa (biasa), atau dengan kata lain, mereka tidak akan menerimanya, mereka hanya mau menerima jasa, bukan pelimpahan. Mereka mungkin akan menerimanya jika manusia itu bisa melihatnya, atau mereka akan menerimanya dari sesama deva.
kalilmat di sini agak membingungkan, para deva tidak akan menerima, lalu para deva hanya mau menerima jasa, bukan pelimpahan. para deva akan menerima jika manusia itu bisa melihatnya.' Adalah sewajarnya manusia tidak bisa melihat dewa, kecuali dewa itu yang sengaja menampakkan/memperdengarkan dirinya kepada manusia spt pada kasus Nandamata.
mohon diulang dengan kalimat yg lebih mudah.
Di atas saya sudah menyinggung tentang Nandamata Sutta, mungkinkah seorang raja dewa meminta sesuatu yang tidak akan ia terima?

Quote

Manusia bisa dapat, bisa tidak, seperti asuransi yang saya jelaskan. Sama kayak si deva-deva.

Nah, setan kelaparan, inilah makanan terbaik untuk mereka. Semakin senang si setan kelaparan, semakin cepat ia bertumimbal lahir. Pelimpahan jasalah yang bisa membuat mereka senang. Mereka senantiasa kelaparan, setiap saat, setiap detik, jadi mereka selalu mencari kebahagiaan. Pelimpahan jasalah yang bisa membuat mereka senang, mereka akan sangat menerima pelimpahan jasa dari manapun, karena itu membuatnya bahagia.

Namun, sepertinya pelimpahan jasa adalah yang langka ditemukan mereka.

Semakin bahagia, semakin cepat ia bertumimbal lahir. Oleh karena itu, pelimpahan jasa untuk para leluhur yang misalnya terlahir menjadi setan kelaparan, akan sangat membuat mereka untuk segera bertumimbal lahir.

Kalau keluarganya tidak ada yang menjadi setan kelaparan trus??

Sang Buddha mengatakan: "Mustahil dalam samsara ini, tidak ada keluarga yang tidak terlahir menjadi setan kelaparan."

Keluarga itu banyak, bisa dari pihak ayah, ibu, saudara, dan saudara, atau yang agak jauh dari silsilah, atau yang pernah menjadi keluarga kita. Pasti ada keluarganya yang menjadi ini itu. Terimakasih.

ini ibarat seseorang kelaparan hampir mati yang meminta makanan lalu kita beri nasihat-nasihat bagaimana agar ia menjadi kaya, saya pikir setan kelaparan tidak membutuhkan jasa, setan atau siapapun juga yg kelaparan hanya butuh makan.


Saya harap ini memenuhi "Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih."

171
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 25 November 2017, 08:43:41 AM »
Absen

Sambil ngetes jempol disini

GRP pertama

172
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 24 November 2017, 10:34:16 PM »
yg pertama reply GRP nya double donk.. ;D

masih terikat aturan 720 hours

173
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 24 November 2017, 10:10:40 PM »
Hail allah kumis...  ^:)^

GRP pertamamu dari gue nih

174
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 24 November 2017, 10:09:59 PM »
Sadhu,  menunggu grp

masih gak berubah dari dulu

175
Kafe Jongkok / Re: Welcome back to me
« on: 24 November 2017, 09:57:07 PM »
bagi yg memberikan sambutan disediakan GRP gratis

176
Kafe Jongkok / Welcome back to me
« on: 24 November 2017, 09:29:47 PM »
Setelah pensiun selama lebih dari 4 tahun, sekarang waktunya untuk turun gunung dan kembali mengguncang alam DC.

ayo teman-teman lama yg ikut2an pensiun, mari kita bangunkan kembali DC ini dari tidur panjangnya.

 ^:)^ ^:)^ ^:)^

177
Perkenalan / Again, Good Bye Dhammacitta
« on: 02 December 2013, 12:59:24 PM »
berhubung beberapa thread terakhir saya tampaknya tidak diperkenankan untuk eksis, saya pikir tidak ada gunanya saya berlama2 lagi di sini. maka saya mem-fast forward masa tenggang menjelang pensiun saya. ya saya memutuskan untuk ngambek.

jadi sekali lagi, Good Bye Dhammacitta. terima kasih atas kesempatannya yang sangat menguntungkan saya.

_/\_

NB: saya juga menyerahkan kembali email DC yg tidak akan saya gunakan kembali, tapi jika sewaktu2 saya ternyata masih memiliki akses ke email tsb, maka saya akan menggunakannya tanpa harus mempertanggungjawabkannya.

178
Personality / Re: 11-12-13 member DC bernama Indra akan menghilang...
« on: 02 December 2013, 09:14:32 AM »
^ pantes saja ada orang yang rela hati jadi teroris, itu masuk akal. karena ada orang yang begitu menyebalkan seperti Indra.

jadi anda mengakui bahwa saya menyebalkan? terima kasih atas pengakuan dan pujiannya.

179
Personality / Re: 11-12-13 member DC bernama Indra akan menghilang...
« on: 02 December 2013, 08:55:37 AM »
lagi pula di duni maya ini, nginlang nama Indra, muncul lagi nama Indro atau Dono atau Kasino, tapi orangnya sama itu-itu juga, apa susahnya? dengan mmemerankan karakter baru, ornag lain sulit mengenali.

hanya karena anda begitu, bukan berarti orang lain harus seperti itu bukan? justru anda harus bisa belajar sebaliknya, karena saya begitu, maka orang lain pasti tidak melakukan perbuatan laknat seperti perilaku teroris yg kaum kami biasa lakukan.

180
Personality / Re: 11-12-13 member DC bernama Indra akan menghilang...
« on: 02 December 2013, 08:42:11 AM »
^ tenang saja.

sebentar lagi Indra menghilang dari forum ini. dengan begitu, saya bisa leluasa komen ria di forum ini tanpa diganggu si Lalat Hijau pengganggu, Indra.

atau Indra mau batal parinibbana karena melekati kesombongan saya di dunia DC ini ?

what?!... apa? itu sekali lagi menunjukkan ketololan anda, semua orang sudah tahu bahwa seekor belut tolol impoten seperti anda tidak mungkin dapat mengubah rencana2 saya. jangankan satu belut tolol, bahkan ratusan juta belut tolol di negeri ini pun tidak mungkin mampu.

Pages: 1 ... 5 6 7 8 9 10 11 [12] 13 14 15 16 17 18 19 ... 937