//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Manusia malang  (Read 8216 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Manusia malang
« Reply #30 on: 27 December 2013, 10:50:01 AM »
saya bicara yang ringan2 saja, artinya kebenaran relatif saja, kebenaran yang dipersepsikan masing2, bukan yang muluk2.

point saya, keliatan ironis aja kalau pemuka agama, mereka yang terpelajar dalam agama buddha, mengajarkan ketidakbenaran dengan dalih nantinya itu untuk kebenaran. seperti orang yang menggali2 pupuk kandang dengan alasan supaya bisa punya uang untuk beli parfum...
saya ngerti maksud anda. tadinya saya hanya membantu meluruskan apa yang dimaksud artikel copasan di atas karena tsnya mengaku nggak mau diskusi...

saya sendiri lebih melihat kepada perubahan perilaku daripada "pengertian dhamma" yang tinggi2, karenanya saya celetuk di atas bahwa yang sangat malang adalah mereka yang belajar agama buddha tapi tidak ada perubahan perilaku dan tidak mendapat manfaat apa2 dari pengertian intelektualnya...


nah loh, ketidakbenaran mana kalau cuma melakukan sumbangan dana?

memang nya memberikan solusi, blessing + amulet itu salah?

sy juga cuma memberikan pandangan apa yg saya liat di lapangan, ternyata banyak yang tidak sesuai apa yg seharusnya menjadi acuan dasar buddhis zaman dulu...kalau berpandangan terlalu kaku gak bisa menyesuaikan yah pasti ketinggalan..

dulu-dulu bikkhu jalan di jalan minta dana pagi pagi dianggap normal...
coba di indo sini, jangan jauh jauh deh...dijakarta aja jalan pagi pagi minta dana mana ada yg mau kasih?
kecuali vihara buat semacam pemberitahuan akan ada pattidana barulah umat berbondong bondong datang kan.
« Last Edit: 27 December 2013, 10:59:43 AM by marcedes »
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Manusia malang
« Reply #31 on: 27 December 2013, 01:22:20 PM »
nah loh, ketidakbenaran mana kalau cuma melakukan sumbangan dana?

memang nya memberikan solusi, blessing + amulet itu salah?

sy juga cuma memberikan pandangan apa yg saya liat di lapangan, ternyata banyak yang tidak sesuai apa yg seharusnya menjadi acuan dasar buddhis zaman dulu...kalau berpandangan terlalu kaku gak bisa menyesuaikan yah pasti ketinggalan..

dulu-dulu bikkhu jalan di jalan minta dana pagi pagi dianggap normal...
coba di indo sini, jangan jauh jauh deh...dijakarta aja jalan pagi pagi minta dana mana ada yg mau kasih?
kecuali vihara buat semacam pemberitahuan akan ada pattidana barulah umat berbondong bondong datang kan.
pembahasannya kesana kemari :)

saya sekat2 koridor pembahasan menurut aktornya ya:

* bhikkhu
bhikkhu diminta nasihat ngasih nasehat, gak salah. bhikkhu diminta blessing ngasih blessing, gak salah.

bhikkhu menerima uang ya jelas salah. bhikkhu jualan amulet ya jelas salah. bhikkhu berjualan apapun ya jelas salah. bhikkhu itu adalah pertapa, bukan pedagang. kalau bhikkhu tidak bertapa, tidak ada rencana untuk bertapa dan tidak ada niat untuk bertapa, ya kenapa harus menjadi bhikkhu. "terpaksa" berjualan karena gak ada yang ngasih makan? ya kenapa harus jadi bhikkhu. kan bisa jadi umat biasa...

* guru agama, pemuka agama atau pandita
bikin acara cari duit untuk organisasi atau vihara, gak salah. bikin acara agar umat menyerahkan duit kepada bhikkhu, ya jelas salah. mereka seharusnya mengerti kalau bhikkhu itu terikat peraturan gak menerima duit. duit bisa diserahkan kepada pengurus organisasi.

* umat buddhis
saya setuju2 aja, banyak umat buddha yang sederhana, tidak begitu mengerti peraturan vinaya bhikkhu, tidak begitu mengerti meditasi atau doktrin2 yang tinggi2. mereka hidup dalam duniawi, pengen untung, pengen kaya, pengen sukses, pengen sehat, pengen panjang umur. tugas dua aktor di atas untuk memberikan mereka pengertian yang lebih baik. tanpa pengertian yang lebih baik, maka umat merusak bhikkhu dan bhikkhu merusak umat. ini akan menimbulkan masalah yang gak sehat...
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: Manusia malang
« Reply #32 on: 28 December 2013, 10:51:24 PM »
pembahasannya kesana kemari :)

saya sekat2 koridor pembahasan menurut aktornya ya:

* bhikkhu
bhikkhu diminta nasihat ngasih nasehat, gak salah. bhikkhu diminta blessing ngasih blessing, gak salah.

bhikkhu menerima uang ya jelas salah. bhikkhu jualan amulet ya jelas salah. bhikkhu berjualan apapun ya jelas salah. bhikkhu itu adalah pertapa, bukan pedagang. kalau bhikkhu tidak bertapa, tidak ada rencana untuk bertapa dan tidak ada niat untuk bertapa, ya kenapa harus menjadi bhikkhu. "terpaksa" berjualan karena gak ada yang ngasih makan? ya kenapa harus jadi bhikkhu. kan bisa jadi umat biasa...

* guru agama, pemuka agama atau pandita
bikin acara cari duit untuk organisasi atau vihara, gak salah. bikin acara agar umat menyerahkan duit kepada bhikkhu, ya jelas salah. mereka seharusnya mengerti kalau bhikkhu itu terikat peraturan gak menerima duit. duit bisa diserahkan kepada pengurus organisasi.

* umat buddhis
saya setuju2 aja, banyak umat buddha yang sederhana, tidak begitu mengerti peraturan vinaya bhikkhu, tidak begitu mengerti meditasi atau doktrin2 yang tinggi2. mereka hidup dalam duniawi, pengen untung, pengen kaya, pengen sukses, pengen sehat, pengen panjang umur. tugas dua aktor di atas untuk memberikan mereka pengertian yang lebih baik. tanpa pengertian yang lebih baik, maka umat merusak bhikkhu dan bhikkhu merusak umat. ini akan menimbulkan masalah yang gak sehat...

kita persingkat saja...
saya tidak terlalu hafal pasti tentang peraturan vinaya...
kata "jual amulet" sebenarnya itu persepsi kita kan karena melihat terjadi transaksi..
dimana memberi dan diberi.

sedangkan pikiran para bikkhu bagaimana??
anda mau amulet, yah gw kasih aja...anda mau kasih sumbangan yah gw terima saja.

misalkan si A minta amulet...udah di kasih ama bikkhu. lantas si A danain vihara bangunin kuti dll..

si B liat sekilas, maka menurut persepsi dan langsung tangkap bahwa si A dan bikkhu transaksi.
maka si B berpandangan bahwa si A dan bikkhu ini melanggar aturan...
terus si B berpendapat bahwa si A dan teman nya kelak C,D dan sebagainya sebagai manusia malang.

siapa salah apakah B salah?
belum tentu juga..karena kalau misalkan benar si A dan bikkhu transaksi maka si B benar ( menurut jalan pikiran A dan bikkhu )
tapi si B mana tahu jalan pikiran si A dan bikkhu...

inilah yg saya maksud abu"

Quote
mereka sering kali menyalurkan niat baiknya dengan cara yang salah.Contoh yang umum terjadi di lapangan adalah praktik berdana uang, mereka mendanakan uang secara langsung kepadapara bhikkhu, sangha, atau sekelompok bhikkhu yang mengaku sebagai sangha,misalnya pada saat selesai ceramah Dhamma dari suatu kebaktian biasa ataupunpada saat perayaan hari besar umat Buddha (baik itu dipimpin oleh para ketuadan pengurus vihara ataupun para romo pandita).

jadi kejadian yang di vihara kemarin, bikkhu sangharaja ini gak bener gitu?  :))
« Last Edit: 28 December 2013, 10:54:30 PM by marcedes »
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.230
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Manusia malang
« Reply #33 on: 29 December 2013, 07:47:54 AM »
untuk pertukaran (barter) barang dan barang... , jika si bhikkhu mengetahui ini perrtukaran, ragu bahwa itu adalah pertukaran, atau tidak tau bahwa itu pertukaran.. dan ternyata yg dilakukannya adalah pertukaran (barter)..maka melanggar nigasiya pacittiya

klo si bhikkhu mengetahui itu pertukaran, atau ragu itu adalah pertukaran..tp ternyata bukan pertukaran (barter)..maka pelangran dukkata

klo si bhikkhu mengetahui bahwa itu bukan barter dan ternyata emang bukan..tidak ada pelangaran.

hal yg sama berlaku untuk transaksi...(jual beli)
...

 

anything