//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: polemik berbakti....  (Read 3058 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
polemik berbakti....
« on: 06 April 2010, 11:41:11 PM »
ada cerita unik dari forum sebelah....

dimana bakti kepada orang tua vs kebenaran.

katakanlah orang tua anda adalah seorang penjahat yg berbuat kesalahan....dan ada seorang polisi.
apa yg anda lakukan ketika orang tua dihadapkan pada sebuah hukuman ( ex. hukuman mati atau cambuk 300x )

membiarkan atau bagaimana? HAYOO tunjukkan kebijaksanaan kalian mencari solusi terbaik...
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Re: polemik berbakti....
« Reply #1 on: 06 April 2010, 11:54:35 PM »
Kasih Sayang Seorang Ibu.

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi.
         Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan :
"Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung.
          Pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi. Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan :
"Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya"
          Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.
          Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.
          Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.
          Saat mereka semua sedang bingung, tiba-tiba dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.
          Tahukah anda apa yang terjadi?. Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng.
          Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng. Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya.
          Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu untuk anaknya.
Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.
Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu.
Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Re: polemik berbakti....
« Reply #2 on: 06 April 2010, 11:58:32 PM »
Eh sorry bro mercedes, jadi oot.
Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline Edward

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.968
  • Reputasi: 85
  • Gender: Male
  • Akulah yang memulai penderitaan ini.....
Re: polemik berbakti....
« Reply #3 on: 07 April 2010, 12:05:48 AM »
Kondisinya rada kurang jelas nih brow...
Atau memank dibuat demikian?

Ane mo ikutan jawab achk...Yang pasti, kalo ortu ane penjahat, ane kaga bakal mo jadi polisi.. :P
“Hanya dengan kesabaran aku dapat menyelamatkan mereka....."

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: polemik berbakti....
« Reply #4 on: 07 April 2010, 01:11:33 AM »
Kalo Ane beda .....
Ane Polisi ..... gaji tiap bulan kasih ke ortu, ... biar ortu gak jadi penjahat  ;D
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: polemik berbakti....
« Reply #5 on: 07 April 2010, 06:57:06 AM »
Kalau aye..aye paksa emak aye belajar di DC..(pasti emak aye yg dari jahat jadi baek)..
Dhammacitta kan forum buddhis gitu lho...
Banyak orang jahat yang jadi baek setelah belajar di DC..;D :p
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: polemik berbakti....
« Reply #6 on: 07 April 2010, 10:42:23 AM »
waduh, ceritanya di edit..wkwkwkwk

gini, kalau anda polisi misalkan pangkat juga lumayan tinggi...terus ortu anda itu melakukan tindakan kriminal...nah apa yg anda lakukan sebagai anak? gitu...
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline lophenk

  • Sebelumnya: 4kupak
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 685
  • Reputasi: 28
  • Gender: Male
Re: polemik berbakti....
« Reply #7 on: 07 April 2010, 11:13:14 AM »
ya sadarkan ortunya agar kembali ke jln yg benar, jaga & hidupin ortu dgn layak... ;D
thanks Buddha...

Offline kusalaputto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.288
  • Reputasi: 30
  • Gender: Male
  • appamadena sampadetha
Re: polemik berbakti....
« Reply #8 on: 07 April 2010, 12:35:45 PM »
klo emang terpaksa n tersudut g pilih dicambuk 300 kali it's ore better than die
trus klo bisa g yg ganti in di cambuk ceritanya sok pahlawan
semoga kamma baik saya melindungi saya, semoga kamma baik saya mengkondisikan saya menemukan seseorang yang baik pada saya dan anak saya, semoga kamma baik saya mengkondisikan tujuan yang ingin saya capai, semoga saya bisa meditasi lebih lama.

Offline Mr. pao

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 792
  • Reputasi: 29
  • KeperibadianMuYanGakuSuka
Re: polemik berbakti....
« Reply #9 on: 07 April 2010, 12:43:39 PM »
Pilih melindungi papa lah. Emangnya anak lu mau ditangkap polisi, u serahkan begitu aja. sampai di kantor digebukin lagi. polisi kan bagian dari preman.
Jika ada yang menampar pipi kananku aku akan segera memberikan pipi kirinya telapak kananku, karena dengan demikian hutang karma kita akan segera selesai ditempat. ;D

Offline kusalaputto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.288
  • Reputasi: 30
  • Gender: Male
  • appamadena sampadetha
Re: polemik berbakti....
« Reply #10 on: 07 April 2010, 01:24:15 PM »
Pilih melindungi papa lah. Emangnya anak lu mau ditangkap polisi, u serahkan begitu aja. sampai di kantor digebukin lagi. polisi kan bagian dari preman.
ommm pao ceritanya loh yg jadi polisi n ortu jadi terdakwa gitu loh
semoga kamma baik saya melindungi saya, semoga kamma baik saya mengkondisikan saya menemukan seseorang yang baik pada saya dan anak saya, semoga kamma baik saya mengkondisikan tujuan yang ingin saya capai, semoga saya bisa meditasi lebih lama.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.427
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: polemik berbakti....
« Reply #11 on: 07 April 2010, 04:07:02 PM »
saya jawab pertanyaan yg pertama aja sebelum ceritanya berubah:

dimana bakti kepada orang tua vs kebenaran.

katakanlah orang tua anda adalah seorang penjahat yg berbuat kesalahan....dan ada seorang polisi.
apa yg anda lakukan ketika orang tua dihadapkan pada sebuah hukuman ( ex. hukuman mati atau cambuk 300x )

membiarkan atau bagaimana? HAYOO tunjukkan kebijaksanaan kalian mencari solusi terbaik...

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

kalau saya, saya coba menempatkan diri saya sebagai ortu sejauh pengetahuan saya.
apa yg dialami ortu dari dulu shg menuntutnya berbuat kejahatan.
pasti ada masa di mana ortu membuat pilihan, apakah tetap di jalan yg bener atau berbuat jahat.
nah kalau saya di masa itu juga memilih berbuat jahat, maka saya akan berusaha membela ortu (mis: ortu buat jahat demi nyambung hidup).
tapi kalau saya di masa itu bisa memilih utk tidak berbuat jahat, maka saya akan membiarkan ortu menerima hukumannya (mis: ortu buat jahat karena ga tahan miskin).

sorry ini jawabnya bukan berdasarkan dhamma, tapi berdasarkan perasaan aja.
jgn dinilai dari sudut idealisme dhamma :)
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline wen78

  • Sebelumnya: osin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.014
  • Reputasi: 57
  • Gender: Male
Re: polemik berbakti....
« Reply #12 on: 07 April 2010, 04:15:12 PM »
ada cerita unik dari forum sebelah....

dimana bakti kepada orang tua vs kebenaran.

katakanlah orang tua anda adalah seorang penjahat yg berbuat kesalahan....dan ada seorang polisi.
apa yg anda lakukan ketika orang tua dihadapkan pada sebuah hukuman ( ex. hukuman mati atau cambuk 300x )

membiarkan atau bagaimana? HAYOO tunjukkan kebijaksanaan kalian mencari solusi terbaik...

kesalahan yg seperti apa? yg sering dilakukan berulang2? membunuh org krn dendam? ato yg seperti apa?
segala post saya yg tidak berdasarkan sumber yg otentik yaitu Tripitaka, adalah post yg tidak sah yg dapat mengakibatkan kesalahanpahaman dalam memahami Buddhism. dengan demikian, mohon abaikan semua statement saya di forum ini, karena saya tidak menyertakan sumber yg otentik yaitu Tripitaka.

Offline marcedes

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.528
  • Reputasi: 70
  • Gender: Male
  • May All Being Happinesssssssss
Re: polemik berbakti....
« Reply #13 on: 07 April 2010, 04:27:54 PM »
yap saya juga berpikir begitu, mengajarkan ortu untuk berani bertanggung jawab atas perbuatannya...toh dari pada mati dan dikenang menjadi tukang lempar batu sembunyi tangan?

soalnya ada di forum tetangga yg lebih memilih melarikan ortu ( karena polisi jadi gampang ngurus dikit pelarian nya )
terus ada juga yg pura-pura tutup mata...dan berharap ortu tidak mengulangi....

well saya pribadi tidak setuju dengan itu....

karena ada teman saya berkata pada saya" kalau adik kita salah, kita harus bela.."
sedangkan saya berpikir " kalau adik salah yah harus di nasehati dan kalau perlu di pertegas biar berani menjadi orang baik"

sy tidak mau bilang kalau saya paling benar...tapi apa yg saya pelajari opsi ke-2 lebih baik untuk ke depannya nanti.

saya suka sekali tulisan di forum agama lain...

Quote
Delapan hal yang perlu dikurangi apabila anda menginginkan hasil yang lebih baik dalam Tao () anda, yaitu:

1.Kurangi iri hati.
Iri hati merupakan beban untuk diri sendiri dan biasanya akan menjadi tindakan yang merusak. Sifat ini perlu dihilangkan.
 
2.Kurangi kritik.
Banyak orang yang tidak suka dikritik, apalagi kritikan dilontarkan dimuka umum secara menyerang. Menahan diri dan mencari jalan keluar yang lebih bijaksana adalah cara untuk menggantikan kritik kepada orang lain.
 
3.Kurangi menonjolkan diri.
Menonjolkan diri akan menuju kesombongan. Seolah-olah "hanya ada aku, tidak ada kamu".
 
4.Kurangi dendam.
Dendam juga merupakan beban diri sendiri. Apalagi diterapkan pada hal-hal kecil. Diri kita akan dikucilkan dari pergaulan, tidak memiliki teman, dan akan merusak diri sendiri.
 
5.Kurangi perhitungan.
Kalau kita dalam bertindak selalu menghitung untung rugi sampai hal-hal yang kecil, maka bagaimana kita dapat belajar Tao? Belajar Tao () memerlukan lapang dada, menyederhanakan sikap dan tindakan dalam kehidupan tetapi tetap mempunyai prinsip.
 
6.Kurangi usil.
Usil atau iseng sering kali menjadi malapetaka, menyebabkan persahabatan retak dan kehidupan menjadi tidak harmonis.
 
7.Kurangi kemenangan diri.
Pada umumnya orang masih terbelenggu dengan harta dan nama. Bila dirinya selalu ingin menang, ini berarti mencari nama dan seolah-olah dia itu yang paling hebat, maka sebenarnya dia masih dalam tahap awal belajar Tao (), yaitu "Ada aku, tidak ada kamu".
 
8.Kurangi menganggap diri paling benar.
Biasanya kalau menganggap dirinya paling benar, berarti dirinya paling pandai, dan orang lain salah dan bodoh. Orang yang merasa dirinya paling benar atau paling pandai sebenarnya adalah orang yang paling bodoh, atau dengan kata lain disanalah letak kebodohannya dengan menonjolkan dirinya paling benar. Orang tersebut masih dalam tahap "Ada aku, tidak ada kamu".
Dengan mengurangi sikap buruk anda sedikit demi sedikit, maka akan mengubah sikap dari "Ada aku, tidak ada kamu", menjadi "Ada aku, baru ada kamu", dan selanjutnya menjadi "Ada kamu, baru ada aku".
 


ada cerita unik dari forum sebelah....

dimana bakti kepada orang tua vs kebenaran.

katakanlah orang tua anda adalah seorang penjahat yg berbuat kesalahan....dan ada seorang polisi.
apa yg anda lakukan ketika orang tua dihadapkan pada sebuah hukuman ( ex. hukuman mati atau cambuk 300x )

membiarkan atau bagaimana? HAYOO tunjukkan kebijaksanaan kalian mencari solusi terbaik...

kesalahan yg seperti apa? yg sering dilakukan berulang2? membunuh org krn dendam? ato yg seperti apa?
misalkan anda polisi dan ayah anda melakukan tindakan kriminal yg mengakibatkan hukuman cambuk bahkan sampai hukuman mati...

ini dia sih sebenarnya PERMASALAHANNYA...hohoho ayoo semangat putar otak
ini dia masalah LAIN...


Quote
KHC bersabda:
Berbakti kepada orang tua adalah hal yang utama
Berbakti kepada negara adalah yang terutama

dalam sejarah china, seorang patriot dibenarkan untuk membunuh orang tuanya sendiri apabila orang tuanya merupakan pemberontak, dengan kata lain membunuh orang tua sendiri karena membela negara adalah sesuatu yang mulia dalam ajaran KHC.


bagaimana pendapat anda?

bila dihubungkan dengan ajaran Buddha, membunuh orang tua adalah salah satu akusala garuka kamma (karma buruk yang paling berat).

silahkan putar otak...solusi apa yg terbaik..^^
« Last Edit: 07 April 2010, 04:32:23 PM by marcedes »
Ada penderitaan,tetapi tidak ada yang menderita
Ada jalan tetapi tidak ada yang menempuhnya
Ada Nibbana tetapi tidak ada yang mencapainya.

TALK LESS DO MOREEEEEE !!!

Offline Edward

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.968
  • Reputasi: 85
  • Gender: Male
  • Akulah yang memulai penderitaan ini.....
Re: polemik berbakti....
« Reply #14 on: 07 April 2010, 04:40:21 PM »
Woke2, wa cba ikutin pertanyaannya...
hm...
Ketika saya menjadi polisi dgn bintang 4 misalkan, dan ortu tiba2 korupsi 100T...
Ane bakal datangi ortu, bilang keadaan yang ada dan ancaman hukuman yang ada.
Sebagai anak, gw bakal tetap melindungi ortu, dengan bermain di gray area(karena kalao masalah hukum, khususnya indo, gray area dlm hukum itu bnyk bgt lo!)...
Jika sudah mulai diusut oleh polisi bintang 4 laen, lebih baek menyarankan untuk menyerahkan diri (dgn kondisi masih bisa menego hukuman). Tapi kalo udh kaga bisa dinego, ane suruh di kabur, dan mengasingkan diri aja d luar negeri.
Karena, ane berpikiran, perbuatan jahat pasti akan datang akibatnya.Nah, kita itu kaga bisa "egois" menahan efek akibat perbuatan jahat, kalo misalkan kaga di kehidupan skrng, kehidupan depan jg masih bisa ngejer.Jadi, kasih tau aja pilihannya ke ortu, mereka mo bijimana.

Yang pasti, ane bakal tetap membuat ortu menerima hukuman, baik hukuman fisik ataupun hukuman mental.
“Hanya dengan kesabaran aku dapat menyelamatkan mereka....."