//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Show Posts

This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.


Messages - marcedes

Pages: 1 ... 90 91 92 93 94 95 96 [97] 98 99 100 101 102
1441
yang seperti ini dulu sudah banyak...salah satu bocah ajaib yang berada di Tentena...sulteng.

kalau di Tentena itu lebih mirip cara gerej*
nyanyi keras-kerasa hingga sugesti naik....lalu Haleluy*.....sembuh deh _/\_

kalau yang sial...yah sembuh ditempat lalu sakit lagi setelah pulang....
yang lebih sial lagi tidak ada apa-apa.

1442
Theravada / Re: [Ask]Surga Tusita
« on: 10 February 2009, 09:06:33 AM »
beda pemenang beda pemasuk arus...

tingkat sotapanna itu pemasuk arus......kalau menang yah nibbana _/\_

1443
Theravada / Re: [Ask]Surga Tusita
« on: 08 February 2009, 11:24:28 PM »
lanjut info nya...sy simak

1444
Theravada / Re: [ask] relik mahakassapa
« on: 08 February 2009, 11:19:05 PM »
berarti menurut Theravada MahaKassapa sudah parinibbana tetapi penjelasan relik tidak ada.

menurut Mahayana...Mahakassapa belum parinibbana dan berdiam digunung..
tapi gunung nya tidak jelas yang mana. ^^

1445
Theravada / Re: [ask] relik mahakassapa
« on: 08 February 2009, 12:44:44 AM »
thx,infonya tapi kenapa yah ga d kasih langsung saja d Tusita ^^
dan gunung itu sekarang yang mana?
bisa kasih pic nya? ^^

btw, thx _/\_

1446
Theravada / [ask] relik mahakassapa
« on: 07 February 2009, 04:21:00 PM »
saya sendiri sudah pernah melihat beberapa relik dari murid-murid utama...seperti Ananda yang berbentuk hati........sariputta,dsb-nya..

tapi relik MahaKassapa atau kassapa bersaudara dimana yah?...ada yang bilang kalau memang relik nya belum ditemukan sampai sekarang...dan katanya menunggu buddha metteya untuk diperabukan?........mohon info nya.

1447
Theravada / Re: [Ask]Surga Tusita
« on: 07 February 2009, 10:08:43 AM »
barang kali coba minta bhante atau siapalah yang jagoan jhanna, bawa tustel ke sana dengan iddhi - nya lalu jepret. ^^

jangan lupa di upload yah.

1448
Theravada / Re: posting dr milis..ada yg mau nanggapi?
« on: 07 February 2009, 10:06:03 AM »
memang ada baiknya pelayanan vihara di tingkatkan hingga umat merasa nyaman ketika datang dan belajar dhamma...toh tidak ada salah nya ide tersebut...

jika ada umat awam datang...maka tentu jika pengurusnya jutek atau apalah....bagaimana?
hasilnya kan berbeda....

jadi mari lihat 2 sisi ada positif ada negatif.
teman-teman se-dhamma disini mungkin punya saddha dan motivasi berbeda dengan yang lain ketika datang ke vihara.
kebanyakan tentu adalah mencari dhamma dan berusaha sekuat mungkin untuk memahami ketidakkekalan serta kemelekatan.

bagaimana umat awam yang baru mengenal dhamma?
mungkin motivasi nya berbeda...ada yang asal datang saja...ada yang hanya menemani teman...atau bahkan ada yang sedang mencari jodoh ^^

jadi masukan buat vihara saddhaphala,agar bagus dalam pelayanan sekaligus masukan buat diri kita sendiri yang mencari dhamma.
keinginan adalah sumber penderitaan  _/\_

1449
ketika ada bentukan tentang baik...kita melihat itu baik...
tetapi ketika bentukan itu lenyap....yah lenyap juga...
Ya, betul. Dengan demikian baik dan buruk hanya timbul dan tenggelam di dalam lingkup pikiran yang mengenal "ini sila, ini bukan sila".
Itu seperti "murah Vs mahal" hanya muncul dalam masyarakat yang diatur oleh sistem ekonomi.


Quote
yang masalah nya adalah...ketika itu muncul...biasanya terjadi "aku-bahagia"
dan mengapa anda berbahagia jika sesuatu itu bukan milik-ku?
:) Mengapa pula anda bersedih padahal anda mengetahui sesuatu itu bukan "aku/milikku"? Kalo kambing orang lain yang dicuri 'kan kita ga sedih seperti kalo kambing kita yang dicuri.
"Bukan aku/milikku" ini kalau dibahas secara teoritis tidak akan ada habisnya. Menurut saya, kebahagiaan itu bukan karena mendapatkan keinginan, tetapi karena melepaskan semua keterkondisian. Seperti kisah Thera Bhaddiya yang selalu mengatakan "aho sukham, aho sukham" ("betapa bahagia, betapa bahagia"), yang dicurigai oleh bhikkhu lain bahwa Thera itu masih merindukan kehidupannya sebelum jadi bhikkhu. Belakangan Bhaddiya menjelaskan bahwa kebahagiaan (duniawi) apapun yang bisa dicapai itu adalah rentan perubahan, maka ia walaupun memiliki suatu kondisi membahagiakan, tetap tidak luput dari kekhawatiran dan ketakutan. Setelah melepaskan keinginan akan kebahagiaan (duniawi) tersebut, maka ia bisa bebas dan berbahagia (tanpa kondisi).
gong xi fa cai / selamat hari imlek....bagi yang merayakan _/\_

sy belum lah mencapai kondisi Nibbana....tetapi hanya berusaha belajar memasuki ke sana....


1450

_/\_

melihat sebagaimana adanya....tubuh sebagaimana adanya...
perasaan sebagaimana adanya...pikiran dsb-nya..
lihat sifat alami-nya......itulah pandangan benar........karena memang demikian.

baik adalah baik...membuat kita baik,membuat orang lain baik...dan tidak ada pihak yang di rugikan.

buruk adalah buruk....membuat kita buruk,membuat orang lain buruk...dan ada pihak yang dirugikan....

OK, lanjut yah :)
Menyadari pikiran sebagaimana adanya, maka kita melihat "ini pikiran, ini timbulnya pikiran, dan ini lenyapnya pikiran".
Bagaimana anda menyadari, "timbulnya pikiran tentang perbuatan baik dan lenyapnya pikiran tentang perbuatan baik"?
ketika ada bentukan tentang baik...kita melihat itu baik...
tetapi ketika bentukan itu lenyap....yah lenyap juga...

yang masalah nya adalah...ketika itu muncul...biasanya terjadi "aku-bahagia"
dan mengapa anda berbahagia jika sesuatu itu bukan milik-ku?

1451
Seremonial / Re: Bye all :)
« on: 24 January 2009, 09:15:33 AM »
wah,barang kali sudah mau jadi bikkhu. _/\_

semoga anda berbahagia [at]Ryu

1452
untunglah saya punya pengalaman menarik tentang kematian.....
pernah di vonis mati oleh dokter. _/\_
jadi agak tahu situasi jikalau menghadapi kematian.
maaf, beda...
mendekati kematian tidak membuat seseorang mengerti hakekat sesungguhnya.
menurut saya, orang yg telah mengerti akan melampaui kematian walaupun fisiknya masih ada dan di sini.

_/\_
namanya juga "agak" ^^

1453
kita belajar dhamma tentu harus tahu belajar apa itu benar dan apa itu salah........
sehingga tahu batasan benar...

misalkan tubuh ini........seperti ajahn suwaat katakan.........
tidaklah mungkin pikiran ini kekal dan ada "aku" disitu,,,,karena semua itu bentukan.......
atau tidaklah mungkin tubuh ini kekal.....
ini disebut pandangan salah.

dan memandang sesuai alamiah,kenyataan itu disebut pandangan benar....karena selaras.

lalu bagaimana perbuatan baik dikatakan baik...........tentu tidak merugikan diri sendiri dan orang lain........serta dapat membahagiakan diri sendiri dan orang lain.........
dan ini memang alamiah nya...........
karena sepanjang saya hidup bahkan sejarah...belum pernah ada seseorang itu menyukai penderitaan...dan membenci kebahagiaan....

dan semua yang dilakukannya itu semata-mata untuk memuaskan nafsu nya. alias membahagiakan dirinya...hanya saja caranya kadang keliru.



Nah, ini jawaban yang menarik. :)
Lalu saya mau tanya lagi:
Dalam sebuah meditasi pandangan cerah, yang dimengerti seseorang adalah "ini tubuh/perasaan/pikiran/bentukan pikiran, inilah timbulnya... inilah tenggelamnya" ataukah "perbuatan x adalah sesuai sila dalam Buddhisme/agama lain, perbuatan y adalah tidak sesuai sila dalam Buddhisme/agama lain, perbuatan ini menurut Buddha akan menyebabkan seseorang terlahir di alam x, menyebabkan orang lain kesulitan, sehingga ini adalah perbuatan baik, dan itu adalah perbuatan buruk", bagaimana?

_/\_

melihat sebagaimana adanya....tubuh sebagaimana adanya...
perasaan sebagaimana adanya...pikiran dsb-nya..
lihat sifat alami-nya......itulah pandangan benar........karena memang demikian.

baik adalah baik...membuat kita baik,membuat orang lain baik...dan tidak ada pihak yang di rugikan.

buruk adalah buruk....membuat kita buruk,membuat orang lain buruk...dan ada pihak yang dirugikan....

1454
ketika kita ditanya seseorang "apakah peduli kepada teman itu baik?"
apa jawaban / respon anda(jika sedang sadar menurut versi mmd seperti yang anda pahami)..........
Quote
apakah ini jawaban?..... _/\_

jawaban saya sama seperti sebelumnya:
ketika sadar, pertanyaan akan lenyap, demikian jg dg keperluan mencari jawaban.

yg anda harapkan adalah sebuah jawaban, tentu saja ga nyambung

_/\_
kalau demikian terima kasih telah berdiskusi.... _/\_
sy rasa memang benar-benar tidak nyambung....
karena dimana pertanyaan saya berhubung dengan seseorang yang bertanya kepada meditator...

beda kalau kita melakukannya sendiri..........karena ketika bentuk pikiran kita bertanya....di satu sisi kita sadar....memang pertanyaan itu berlalu...dan tidak butuh di respon..
adalah hal yang sering terjadi pada latihan vipassana

(inilah poin tidak nyambung nya.....) _/\_
yang saya bicarakan 2 individu bercakap
yang anda bicarakan 1 individu bercakap dengan pikiran-nya sendiri.


Buddha Gotama memuji murid nya Sariputta,Upali.....adalah apa?.....
dari mulut Gotama ada kata bijak ada kata tidak bijak adalah apa?....
ada yang benar ada yang salah adalah apa?.......
ada yang baik ada yang tidak baik adalah apa?....
apakah prilaku di puji apakah prilaku tidak di puji?

jadi jangankan Buddha gotama...para siswa nya pun pernah bisa menilai
layak atau tak layak....baik atau tidak baik....bijak atau tidak bijak...dsb-nya

orang yang tidak bisa menilai adalah buta..orang yang melekat pada penilaian-nya adalah bodoh.

sy rasa diskusi kita akhiri sampai di sini..  _/\_
terima kasih sebelum nya
salam.

1455
Quote
bukti singkat saja, saya, kamu & orang lain takut (menolak) akan kematian Smiley
seberapapun kita membohongin diri dg konsep surga, tabungan karma baik kita, ciu tao, atau dg konsep kebahagiaan lainnya tetap aja kita takut.
kemelekatan kita terhadap eksistensi kita sudah melekat begitu dalam...
bukan cuma manusia, binatang pun punya naluri utk mempertahankan eksistensinya Wink
untunglah saya punya pengalaman menarik tentang kematian.....
pernah di vonis mati oleh dokter. _/\_

jadi agak tahu situasi jikalau menghadapi kematian.

Pages: 1 ... 90 91 92 93 94 95 96 [97] 98 99 100 101 102