//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Kumpulan arti PARITTA  (Read 160283 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #30 on: 17 April 2009, 04:23:07 PM »
NAMOKARATTHAKA GATHA

Namo arahato sammasambuddhassa mahesino

Sujudku pada Maha Pertapa, Buddha nan suci tanpa noda

Namo uttamadhammassa svakkhatasseva tenidha

Sujudku pada Dhamma nan Mulia, yang telah dibabarkan dengan sempurna

Namo mahasanghassapi visuddhasiladitthino

Sujudku pada Sangha nan Agung yang ber-Sila dan berpandangan sempurna

Namo omatyaraddhassa ratanattayassa sadhukam

Sujudku pada Sang Tiratana, yang Mulia berkahnya dengan "Aum"*

Namo omakatitassa tassa vatthuttayassapi

Sujudku pada Tiratana yang telah bebas dari kekejaman

Namo karappabhavena vigacchantu upaddava

Dengan kekutana sujudku ini, semoga semua gangguan lenyap

Namo karanubhavena suvatthi hotu sabbada

Dengan kekuatan sujudku ini, semoga semuanya sejahtera

Namo karassa tejena vidhimhi homi tejava

Dengan sujudku yang lengkap ini, semoga saya sukses adanya

mo tau ttg aum=>>
May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/

Offline Tekkss Katsuo

  • Sebelumnya wangsapala
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.611
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #31 on: 26 October 2009, 12:30:20 AM »
 _/\_

btw parittanya boleh saya ya copy nga dan saya simpan???  :-[

Offline Elin

  • DhammaCitta Press
  • KalyanaMitta
  • *
  • Posts: 4.377
  • Reputasi: 222
  • Gender: Female
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #32 on: 26 October 2009, 12:41:20 AM »
_/\_

btw parittanya boleh saya ya copy nga dan saya simpan???  :-[

maksudnya? mau tulis gini ya?
btw parittanya boleh yah saya copy dan saya simpan???  :-[

boleh kok.. tujuan Elin posting disini memang utk bisa memahami arti Paritta tersebut dan melaksanakan ajaran Dhamma _/\_
tentunya boleh juga di copas, save, print-out...


with my pleasure :)

Offline DNA

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 126
  • Reputasi: 23
  • Dhamma Nan Agung
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #33 on: 26 October 2009, 12:54:06 PM »
(Ini adalah syair pembuka dari Ratana Sutta. Bagian pertama dalam bahasa Pàli dimulai dengan “Yànidha …” dapat ditemukan dalam Komentar Dhammapada, Vol. 2, Pakinnaka Vagga, Attanopubbakamma vatthu. Bagian kedua Ratana Sutta terdiri dari dua bait syair yang digubah oleh para guru zaman dulu. Sutta ini yang dibacakan oleh Buddha dimulai, dari bait yang dimulai dengan “Yànidha bhutàni …” Tiga bait syair terakhir diucapkan oleh Sakka, raja para dewa).

Ratana Sutta

1. Semoga semua dewa yang berada di bumi dan di alam surga yang berkumpul di sini berbahagia.
Selanjutnya, semoga mereka mendengarkan khotbah ini dengan penuh hormat.

2. O para Dewa! Kalian semua yang berkumpul di sini untuk mendengarkan khotbah,
perhatikanlah apa yang akan Kusampaikan.
Pancarkanlah cinta kasih kalian kepada semua makhluk.
Baik siang maupun malam, mereka memberikan persembahan kepada kalian.
Oleh karena itu, lindungilah mereka tanpa lengah.

3. Permata apa pun, yang ada di alam manusia atau di alam nàga atau garuda, atau alam surga,
tidak ada permata yang dapat menyamai Tathàgata.
Tidak ada kualitas yang sebanding dengan Buddha yang melampaui semua permata di dunia.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

4. Sang Bijaksana orang Sakya mulia dengan ketenangan yang bersumber dari Jalan Ariya,
yang telah menembus Nibbàna, unsur padamnya kotoran, akhir kemelekatan, keabadian.
Tidak ada kualitas yang sebanding dengan Buddha yang melampaui semua permata di dunia.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

5. Buddha Mulia, Yang telah mencapai Pencerahan Sempurna, memuji konsentrasi yang bersumber dari Jalan Ariya.
Konsentrasi ini telah dinyatakan oleh para Buddha sebagai bermanfaat langsung.
Tidak ada kualitas yang sebanding dengan konsentrasi yang berhubungan dengan Jalan Ariya, karena jauh lebih unggul daripada konsentrasi yang berhubungan dengan Jhàna materi halus atau Jhàna tanpa materi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

6. Terdapat delapan jenis individu yang dipuji oleh para Ariya.
Mereka adalah empat pasang Ariya dalam empat tahap pengetahuan Jalan, masing-masing dengan pengetahuan Magga dan Phala.
Para siswa mulia Buddha ini layak menerima persembahan yang baik dari mereka yang bercita-cita untuk mencapai Pencerahan Sempurna.
Persembahan demikian yang diberikan kepada mereka akan menghasilkan buah yang berlimpah.
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam Sangha yang terdiri dari delapan jenis Ariya yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

7. Para Ariya Arahanta itu yang berlatih dengan tekun di bawah ajaran Buddha Gotama telah bebas dari kotoran.
Mereka telah memantapkan batin mereka pada Nibbàna, unsur keabadian, telah mencapai Arahatta-Phala, mereka menikmati kebahagiaan Nibbàna tanpa harus bersusah-payah.
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam diri para Arahanta yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

8. Bagaikan tiang di pintu gerbang kota, yang berdiri kokoh di atas tanah,
tidak tergoyahkan oleh angin kencang yang bertiup dari empat penjuru,
demikian pula Aku menyatakan bahwa para Ariya tidak tergoncangkan oleh semua kondisi duniawi.
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam diri para Pemenang Arus yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

9. Para Pemenang Arus itu telah melihat Kebenaran Ariya dengan jelas,
setelah diajarkan dengan sempurna oleh Buddha yang memiliki pengetahuan terdalam.
Betapa pun lengahnya mereka, mereka tidak akan terlahir kembali untuk kedelapan kalinya.
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam diri para Pemenang Arus yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

10. dan 11. Pada saat munculnya pengetahuan memasuki Arus,
tiga kotoran dari pandangan salah sehubungan dengan tubuh ini yang terdiri dari lima kelompok kehidupan (yang muncul dalam dua puluh cara),
delapan jenis keraguan dan enam belas jenis ketidakpastian,
dan kepercayaan salah yang terdapat dalam praktik di luar Jalan Ariya, jika ada, pada akhirnya akan dilenyapkan.
Walaupun kotoran tertentu masih ada dalam dirinya, ia telah bebas dari empat alam sengsara.
Ia juga tidak lagi mampu melakukan enam perbuatan jahat berat, yaitu, lima kejahatan berat dan mengikuti guru lain (selain Buddha).
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam diri para Pemenang Arus yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

12. Jika, karena lalai, Pemenang Arus tersebut melakukan kejahatan melalui tindakan, ucapan atau pikiran, ia tidak akan mampu menyembunyikannya.
Kualitas tersebut yang tidak mampu menyembunyikan kejahatan yang dimiliki oleh Pemenang Arus yang telah melihat Nibbàna, telah dijelaskan oleh Buddha.
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam diri para Pemenang Arus yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

13. Bagaikan hutan di musim semi, bulan pertama di musim panas,
pucuk-pucuk pepohonannya dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran, suatu pemandangan yang mempesona,
demikian pula Dhamma, sungguh mempesona, dalam kata-kata dan maknanya, mengarah menuju Nibbàna, telah disampaikan oleh Buddha demi manfaat tertinggi (Nibbàna).
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam Dhamma yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

14. Yang Teragung, Yang mengetahui unsur mulia Nibbàna, pelimpah Lokuttara di tiga alam,
Yang menganut Jalan Mulia Berfaktor Delapan, Buddha yang tiada bandingnya,
telah menjelaskan Dhamma yang terdiri dari sepuluh (peristiwa).
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam diri Buddha yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

15. Para Arahanta memiliki kamma masa lampau yang telah padam (di luar kehidupan sekarang),
tidak ada kamma baru yang terbentuk.
Batin mereka tidak melekat pada kehidupan mendatang.
Mereka telah secara total menghancurkan benih kehidupan.
Mereka tidak menghendaki kehidupan yang terus berlanjut.
Bagaikan lampu yang dipadamkan, para bijaksana itu juga telah memadamkan kelompok-kelompok kehidupan mereka.
Terdapat kualitas yang tiada bandingnya dalam diri para Arahanta yang melampaui semua permata duniawi.
Berkat kebenaran ini, semoga semua makhluk sejahtera dan bahagia dalam kehidupan ini maupun kehidupan mendatang.

16. Para dewa di bumi dan di alam surga yang berkumpul di sini.
Kita semua memberi hormat kepada Buddha yang kemunculan-Nya di dunia ini sangat menguntungkan.
Semoga kebajikan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua makhluk.

17. Para dewa di bumi dan di alam surga yang berkumpul di sini.
Kita semua memberi hormat kepada Dhamma yang pembabarannya di dunia ini sangat menguntungkan.
Semoga kebajikan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua makhluk.

18. Para dewa di bumi dan di alam surga yang berkumpul di sini.
Kita semua memberi hormat kepada Sangha yang kehadirannya di dunia ini sangat menguntungkan.
Semoga kebajikan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua makhluk.

Bait penutup: sebuah tekad yang sungguh-sungguh.

Para umat dianjurkan untuk membacakan Ratana Sutta dimulai dari yànidha hingga bait syair tekad sungguh-sungguh ini, dan tiga bencana akan dapat dihindari seperti halnya Kota Vesàli pada masa lampau.
Tidak perlu mengikuti cara-cara baru seperti dalam membacakan naskah Pàli lainnya. Khotbah ini yang dibabarkan oleh Buddha sendiri akan terbukti efektif bagi mereka yang membacakannya dengan penuh keyakinan. Karena itu, bagi mereka yang ingin bebas dari segala kesulitan bacakanlah Ratana Sutta yang sangat mulia.
« Last Edit: 26 October 2009, 01:07:33 PM by DNA »
May these merits of mine lead me to the extinction of all defilements
May these merits of mine be conducive to my attainment of Nibbana
May all sentient beings obtain the share of my merits and be well and happy always. Sadhu3..

Offline Tekkss Katsuo

  • Sebelumnya wangsapala
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.611
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #34 on: 26 October 2009, 12:59:27 PM »
_/\_

btw parittanya boleh saya ya copy nga dan saya simpan???  :-[

maksudnya? mau tulis gini ya?
btw parittanya boleh yah saya copy dan saya simpan???  :-[

boleh kok.. tujuan Elin posting disini memang utk bisa memahami arti Paritta tersebut dan melaksanakan ajaran Dhamma _/\_
tentunya boleh juga di copas, save, print-out...


with my pleasure :)

yup maksud saya itu. thanks byk yach. hehehehe

Offline Wolvie

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 805
  • Reputasi: 25
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #35 on: 03 November 2009, 07:46:58 PM »

Kayena
Kayena. vaca. cit.tena..
Pada.dena. maya. katam..
Accayam. khama. me. banthe..
Bhuri.panna. tatha.gata...


Apabila dalam perbuatan kata2 atau pikiran
Dengan tak sadar aku telah berbuat kesalahan dalam sesuatu
Ampunilah aku.. Oh Guru
Pemenang Luhur Kebijaksanaan-Nya

Baca Paritta Kayena ini pun bikin Elin nangis... :'( :'( :'(



Lengkapnya :

Kayena Paritta

Kayena vaca cittena
pamadena maya katam
ccayam khama me bhante
Bhuripanna Tathagata

Kayena vaca cittena
pamadena maya katam
Accayam khama me dhamma
Sanditthika Akalika

Kayena vaca cittena
pamadena maya katam
Accayam khama me sangha
Supatipanna Anuttara

Sadhu!  Sadhu!  Sadhu


ASKING FOR PARDON
If, due to negligence,
I have done some wrong by body, speech, or mind,
pardon me that offence, Bhante,
Perfect One of vast wisdom.

If, due to negligence,
I have done some wrong by body, speech, or mind,
pardon me that offence, O Dhamma,
visible and immediately effective.

If, due to negligence,
I have done some wrong by body, speech, or mind,
pardon me that offence, O Sangha,
practicing well and supreme.

Excellent!   Excellent!   Excellent!

Offline Elin

  • DhammaCitta Press
  • KalyanaMitta
  • *
  • Posts: 4.377
  • Reputasi: 222
  • Gender: Female
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #36 on: 03 November 2009, 09:37:52 PM »
Thanks uda melengkapi :)

Offline Peacemind

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 970
  • Reputasi: 74
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #37 on: 06 November 2009, 07:35:28 PM »

Kayena
Kayena. vaca. cit.tena..
Pada.dena. maya. katam..
Accayam. khama. me. banthe..
Bhuri.panna. tatha.gata...


Apabila dalam perbuatan kata2 atau pikiran
Dengan tak sadar aku telah berbuat kesalahan dalam sesuatu
Ampunilah aku.. Oh Guru
Pemenang Luhur Kebijaksanaan-Nya

Baca Paritta Kayena ini pun bikin Elin nangis... :'( :'( :'(



Lengkapnya :

Kayena Paritta

Kayena vaca cittena
pamadena maya katam
ccayam khama me bhante
Bhuripanna Tathagata

Kayena vaca cittena
pamadena maya katam
Accayam khama me dhamma
Sanditthika Akalika

Kayena vaca cittena
pamadena maya katam
Accayam khama me sangha
Supatipanna Anuttara

Sadhu!  Sadhu!  Sadhu


ASKING FOR PARDON
If, due to negligence,
I have done some wrong by body, speech, or mind,
pardon me that offence, Bhante,
Perfect One of vast wisdom.

If, due to negligence,
I have done some wrong by body, speech, or mind,
pardon me that offence, O Dhamma,
visible and immediately effective.

If, due to negligence,
I have done some wrong by body, speech, or mind,
pardon me that offence, O Sangha,
practicing well and supreme.

Excellent!   Excellent!   Excellent!

Sudah bagus... cuma ingin menambah diacritical mark supaya perfect  :)

Kāyena vācā cittena
Pamādena mayā kataṃ
Accayaṃ khama me bhante
Bhūripaññā Tathāgata

Kāyena vācā cittena
Pamādena mayā kataṃ
Accayam khama me dhamma
Sandiṭṭhika akālika

Kāyena vācā cittena
Pamādena mayā kataṃ
Accayaṃ khama me saṅgha
Supaṭipanna Anuttara

May you all be happy!

Offline Peacemind

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 970
  • Reputasi: 74
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #38 on: 06 November 2009, 08:00:00 PM »
Dalam Maṅgalasutta, di Indonesia, syair di bawah ini:

"Phuṭṭhassa lokadhammehi, cittaṃ yassa na kampati;
asokaṃ virajaṃ khemaṃ etaṃ maṅgalamuttamaṃ".

telah diterjemahkan sebagai berikut:

Meski tergoda oleh hal-hal duniawi
Namun batin tak tergoyahkan
Tiada susah, tanpa noda, penuh damai
Itulah Berkah Utama   

Terjemahan di atas khususnya baris pertama, menurut saya, harus dianalisa lagi. Yang menjadi masalah di sini adalah istilah puṭṭhassa telah diterjemahkan  sebagai "tergoda". Sebenarnya, kata puṭṭhassa berasal dari akar kata 'phus' yang artinya 'menyentuh'. Phuṭṭha artinya 'disentuh', sedangkan phuṭṭhassa bisa diterjemahkan sebagai 'meski disentuh'.

Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah bahwa syair ini mengacu keadaan mental seorang arahat. Jika baris pertama diterjemahkan sebagai "meski tergoda oleh hal-hal duniawi", maka orang tersebut bukan seorang arahat. Dan kalimat 'namun batin tidak tergoyahkan' juga akan salah. Bagaimana mungkin seorang yang TERGODA oleh hal-hal duniawi, batinnya tidak tergoyahkan? Yang menjadi penting adalah bagaimana mungkin seorang arahat TERGODA oleh hal-hal duniawi jika batinnya sudah tak tergoyahkan? Akan tetapi, jika baris tersebut diterjemahkan sebagai "meski DIGODA  (atau meski DISENTUH) oleh hal-hal duniawi', maka  terjemahan ini tidak bertentangan dengan makna di baris kedua dan selanjutnya. Selain itu, penerjemahan kata ini juga sesuai dengan bahasa Pāli yang benar. Oleh karena itu, menurut hemat saya, terjemahan yang benar adalah:

"Meski disentuh oleh hal-hal duniawi
Namun batin tak tergoyahkan
Tiada susah, tanpa noda, penuh damai
Itulah Berkah Utama".   

Jika kita tidak cocok dengan kata 'disentuh', kata 'digoda' juga lebih baik ketimbang 'tergoda'.

May u all be happy!

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #39 on: 06 November 2009, 09:29:40 PM »
 [at] Peacemind mungkin lebih besar kesempatan anda jika berbicara dengan Bhikkhu Sangha di Indonesia... Daripada umat yang berbicara. Tetapi akan saya usahakan masuk ke Paritta Dhammaduta Dhammayut.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Peacemind

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 970
  • Reputasi: 74
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #40 on: 06 November 2009, 10:29:55 PM »
Umat juga nggak apa-apa lah. Terkadang umat malah mempunyai power yang lebih besar daripada small and junior handruwo..   :)

Be happy.

Offline Juice_alpukat

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 734
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #41 on: 21 January 2010, 09:24:34 AM »
Quote
10. dan 11. Pada saat munculnya pengetahuan memasuki Arus,
tiga kotoran dari pandangan salah sehubungan dengan tubuh ini yang terdiri dari lima kelompok kehidupan (yang muncul dalam dua puluh cara),
delapan jenis keraguan dan enam belas jenis ketidakpastian,
dan kepercayaan salah yang terdapat dalam praktik di luar Jalan Ariya, jika ada, pada akhirnya akan dilenyapkan.
Walaupun kotoran tertentu masih ada dalam dirinya, ia telah bebas dari empat alam sengsara.
Ia juga tidak lagi mampu melakukan enam perbuatan jahat berat, yaitu, lima kejahatan berat dan mengikuti guru lain (selain Buddha).

namo Buddhaya,apakah ada yg tahu dri pengertian:
1. tiga kotoran dari pandangan salah?
2. Apakah dua puluh cara?

3. delapan jenis keraguan apa saja?
4. enam belas jenis ketidakpastian,
dan kepercayaan salah?
5. enam perbuatan jahat berat, yaitu, lima kejahatan berat dan mengikuti guru lain (selain Buddha).

Apakah ikut guru selain buddha,termasuk garuka kamma?/\/\/\
« Last Edit: 21 January 2010, 09:30:37 AM by Juice_alpukat »

Offline Juice_alpukat

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 734
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #42 on: 23 January 2010, 01:09:55 PM »
namo Buddhaya,apakah ada yg tahu dri pengertian:
1. tiga kotoran dari pandangan salah?
2. Apakah dua puluh cara?

3. delapan jenis keraguan apa saja?
4. enam belas jenis ketidakpastian,
dan kepercayaan salah?
5. enam perbuatan jahat berat, yaitu, lima kejahatan berat dan mengikuti guru lain (selain Buddha).

Apakah ikut guru selain buddha,termasuk garuka kamma?/\/\/\


Offline Peacemind

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 970
  • Reputasi: 74
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #43 on: 23 January 2010, 02:53:42 PM »
namo Buddhaya,apakah ada yg tahu dri pengertian:
1. tiga kotoran dari pandangan salah?
2. Apakah dua puluh cara?

3. delapan jenis keraguan apa saja?
4. enam belas jenis ketidakpastian,
dan kepercayaan salah?
5. enam perbuatan jahat berat, yaitu, lima kejahatan berat dan mengikuti guru lain (selain Buddha).

Apakah ikut guru selain buddha,termasuk garuka kamma?/\/\/\



1. Kalau yang dimaksud adalah tiga belenggu yang dihancurkan seorang sotapanna, maka adalah (1) Sakkāyadiṭṭhī, (2) vicikicchi (3) sīlabbata.

2.  20 cara yang dimaksud berhubungan dengan sakkāyadiṭṭhī (pandangan salah mengenai diri) terhadap lima kelompok (pañcakkhandha= rūpa, vedanā, saññā,saṅkharā dan viññāna) di mana masing2 kelompok sering mengarahkan seseorang kepada pandangan salah tentang adanya diri yang kekal melalui empat cara. Sebagai contoh dalam hal rūpa, empat cara tersebut adalah  (1) rūpaṃ  attato  samanupassati,  (2) rūpavantaṃ  vā  attānaṃ (3) attani  vā  rūpaṃ,  (4) rūpasmiṃ  vā  attānaṃ.

3. Delapan jenis keraguan yang dimaksud adalh keragu2an (vicikicchā) yang dihancurkan oleh seorang sotapanna, yakni (1) Satthari kaṅkhati vicikicchati, (2) dhamme kaṅkhati vicikicchati, (3) saṅghe kaṅkhati vicikicchati, (4) sikkhāya kaṅkhati vicikicchati, (5) pubbante kaṅkhati vicikicchati, (6) aparante kaṅkhati vicikicchati, (7) pubbantāparante kaṅkhati vicikicchati, (delapan) idappaccayatā paṭiccasamuppannesu dhammesu kaṅkhati vicikicchati.

4. Enam belas ketidak-pastian ini juga telah lenyap pada seorang sotapanna, yaitu, (1) ahosiṃ nu kho ahaṃ atītamaddhānaṃ? (2) Na nu kho ahosiṃ atītamaddhānaṃ? (3) Kiṃ nu kho ahosiṃ atītamaddhānaṃ? (4) Kathaṃ nu kho ahosiṃ atītamaddhānaṃ? (5) Kiṃ hutvā kiṃ ahosiṃ nu kho ahaṃ atītamaddhānaṃ? (6) Bhavissāmi nu kho ahaṃ anāgatamaddhānaṃ? (7) Na nu kho bhavissāmi anāgatamaddhānaṃ? (delapan) Kiṃ nu kho bhavissāmi anāgatamaddhānaṃ? (9) Kathaṃ nu kho bhavissāmi anāgatamaddhānaṃ? (10) Kiṃ hutvā kiṃ bhavissāmi nu kho ahaṃ anāgatamaddhāna’nti? (11) ahaṃ nu khosmi? (12)  No nu khosmi? (13) Kiṃ nu khosmi? (14) Kathaṃ nu khosmi? (15) Ayaṃ nu kho satto kuto āgato? (16) So kuhiṃ gāmī bhavissatī?

5. Dalam sutta dan juga kitab komentar, enam hal ini sudah tidak mungkin dilakukan oleh seorang sotapanna. Seorang tidak mungkin melakukan 5 kejahatan pertama karena memang secara alami ia sudah sempurna dalam moralitas. DI saat yang sama, ia tidak akan pergi ke guru lain karena ia telah merealisasi apa yang telah direalisi Sang BUddha dan memperoleh keyakinan tidak tergoncangkan terhadap Sang Buddha sehingga ia tidak akan mungkin pergi dari ajaran Sang BUddha. Mengenai pertanyaan anda, sejauh kitab suci agama BUddha memandang, garukakamma (kamma yang berat) dalam hal ini kamma yang negatif hanya mengacu kepada 5 kejahatan berat pertama, sedangkan ikut guru lain selain Sang Buddha tidak dicantumkan sebagai garukakamma.

Jika kurang puas bisa ditanyakan ke teman2 lain di sini.

Moga bermanfaat!

« Last Edit: 23 January 2010, 02:57:19 PM by Peacemind »

Offline Juice_alpukat

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 734
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
Re: Kumpulan arti PARITTA
« Reply #44 on: 23 January 2010, 03:28:52 PM »
Anumodana _/\_ , btw saya kurang mengerti bahasa pali, indonesia bisa gak bro?